Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3775 Ae 3783 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Strategi Pemasaran Bank Syariah Indonesia Terhadap Generasi Millenial dan Gen Z: Pendekatan Marketing Mix Perspektif Lovelock dalam Meningkatkan Loyalitas Nasabah Perspektif UU Perbankan SyariAoah Nia Puspita Hapsari1. Liza Nora2 Universitas Esa Unggul/ Universitas Muhammadiyah Jakarta1. Universitas Muhammadiyah Jakarta2 niapeha@esaunggul. id1, liza. nora@umj. ABSTRACT The research aims to analyze the marketing strategy of Islamic banking services implemented by (BSI) to attract, and retain millennial and Gen Z customers a midst increasingly tight competition in the Islamic banking industry. Applying the services marketing mix approach according to Love lock . P: Product. Price. Place. Promotion. People. Process. Physical Evidenc. , the study examines the effectiveness of BSIAos marketing strategy based on the perceptions, and satisfaction of Millennial, and Gen Z customers. The approach used is qualitative, with literature studies, digital media observation, and thematic analysis of BSIAos marketing campaign. The results show that BSI implements a digitization approach, modernly packaged Sharia values, and storytelling based on social benefits to attract the younger generation. The study is reviewed from the perspective of Law/No. 21/2008Ay Sharia Banks emphasize the principles of fairness, transparency, and Sharia values in banking services. The findings provide strategic implications for BSI in formulating more segmented marketing policies based on the needs of the younger generation in line with the also provide strategic insights for Sharia banks in managing the market segmentation of Millenials and Gen Z sustainably. Keywords: Marketing Mix. Sharia Marketing. Sharia Banking Law. Marketing Strategy ABSTRAK Penelitian bertujuan menganalisis perihal strategi pemasaran pelayanan bank syariAoah yang diterapkan oleh (BSI) menarik dan mempertahankan nasabah Milenial dan Gen Z di tengah persaingan industri perbankan syariAoah semakin ketat. Mengaplikasikan ancangan marketing mix jasa menurut Lovelock . P: Product. Price. Place. Promotion. People. Process. Physical Evidenc. , penelitian mengkaji efektivitas strategi pemasaran BSI berdasarkan persepsi, dan kepuasan nasabah Milenial dan Gen Z. Pendekatan digunakan, yakni kualitatif dengan studi pustaka, observasi media digital dan analisis tematik terhadap kampanye pemasaran BSI. Hasilnya menunjukkan bahwa BSI menerapkan pendekatan digitalisasi, nilainilai syariAoah yang dikemas secara modern, serta storytelling berbasis kebermanfaatan sosial dalam menarik generasi muda. Kajian tersebut ditinjau dalam perspektif UU/No. 21/Th. 2008Ay Bank SyariAoah menekankan akan asas keadilan, transparansi, dan nilai syariAoah dalam layanan Temuan memberikan implikasi strategi bagi BSI dalam menyusun kebijakan pemasaran yang lebih tersegmentasi serta berbasis kebutuhan akan generasi muda sesuai perkembangan zaman. Dan temuan juga memberikan wawasan strategis bagi bank syariAoah dalam mengelola segmentasi pasar Milenial dan Gen Z secara keberlanjutan. 3775 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3775 Ae 3783 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Kata kunci: Marketing Mix. Pemasaran SyariAoah. UU Perbankan SyariAoah. Strategi Pemasaran. PENDAHULUAN BSI, ialah: entitas berdampak akan peleburan adanya perbankan syariAoah nasional memainkan peran strategis dalam mewujudkan inklusi keuangan berbasis syariAoah. Namun, tantangan utama BSI, adalah meningkatkan literasi, kepercayaan, dan loyalitas nasabah, khususnya segmentasi Millenial dan Gen Z yang dominan dalam demografi Indonesia. Semestinya, krusial skema pelayanan marketing relevan dan adaptif. Perubahan perilaku konsumen akibat transformasi digital mendorong perbankan syariAoah untuk menyusun strategi pemasaran yang relevan bagi generasi Milenial dan Gen Z. Sebagai bank syariAoah terbesar di Indonesia. BSI menghadapi tantangan dalam mengkomunikasikan nilai-nilai Islam kepada generasi digitalnative yang menuntut kemudahan, nilai keberlanjutan, dan keautentikan (Azmi, dan SyafiAoi, 2. Dalam konteks hukum. UU/No. 21/Th. 2008 tentang Perbankan SyariAoah Indonesia memberikan kerangka asas dogma bagi operasional bank syariAoah untuk memastikan keadilan, keterbukaan, dan kepatuhan terhadap prinsip syariAoah. Bagaimana BSI menerjemahkan nilai-nilai ini dalam strategi pemasaran yang mampu menjangkau generasi muda? Manajemen operasional, perbankan syariAoah kian ketat persaingan diperlukannya mengembangkan akan kualitas, kuantitas, baik segi pelayanan, komoditas, minat, dan penggunaan teknologi digitalisasi. Perbankan syariAoah tentunya dapat mengidentifikasikan akan peluang yang ada, dalam hal berinovasi atas pengembangan gagasan beserta kemampuan akan pemenuhan kebutuhan pelanggan ataupun konsumen (Ana & Zunaidi, 2. Prosedur penjualan terhadap bank syariAoah bisa dilaksanakan lewat bauran pembauran penjualan memayungi pembentangan komoditas, taksiran, lokasi maupun prosedur penghubung penyaluran, kenaikan, fasilitas pekerja melingkupi akan penyajian bagi berwujud instansi bank syariAoah tersebut (Sabilla et al. , 2. (Abdullah, 2. mengutarakan bahwasanya kemunculan penjualan berbasis Islam atas alasan menggandeng hal berniaga niscaya lampau namun serampangan didunia SyariAoah, disebabkan oleh keterbatasan fundamen mendasar di implementasikan perihal berbisnis. Kreasi penjualan berbasis syariAoah menduga melangsungkan sebagian kemungkinan prinsipiil bisnis mendunia terhadap pengalihan ketertarikan konsumen muslim ke pebisnis halal. Bauran pemasaran syariAoah enggan berbeda jauh akan peleburan penjualan. Sebagian pembedanya, yakni implementasi perspektif syariAoah (Paujiah et al. , 2. Perbankan, merupakan lembaga keuangan diatur dalam UU/Negara RI/No. 10/Th. Bank ialah instansi bisnis mampu mengerahkan anggaran dari masyarakatnya terhadap manifestasi persediaan modal cadangan dan menuangkan kepada pihak paguyuban berupa bantuan kredit serta dapat mengembangkan taraf kehidupan bermasyarakat kian membesar. Menurut UU RI/No. 10/Th. 98Ao perihal 3776 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3775 Ae 3783 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Bank, terdapatnya jenis bank di Indonesia yang membedakannya ialah segi operasionalnya, salah satu contohnya terdapat Bank Sentral. Bank Umum. BPR SyariAoah. Bank Pembangunan Daerah, dan Bank SyariAoah. Bank SyariAoah, ialah menawarkan produk, dan layanan disesuaikan akan kebutuhan Hukum SyariAoah, seperti adanya pembiayaan tanpa bunga jenis contohnya . udharabah, dan musyaraka. , serta berinvestasi mengikuti prinsip syariAoah sesuai dengan Al-QurAoan dan Hadist Nabi Muhammad SAW. Bank SyariAoah merupakan instansi finansial berbisnis fundamental menganjurkan penajaan dan fasilitas lainnya segi hal trayek pembiayaan beserta peredaran uang dalam mengoperasikannya kesesuaian akan keprinsipan berbasis syariAoah. (Antonio, dan Perwataatmadja, 2. bank beroperasi mengikuti akan ketentuan syariAoah berbasis Islami. Metode muamalah menjauhkannya akan kupraktikkan mengkhawatirkannya terkandung segi unsur keribaan dalam mengisi aktivitas berinvestasi berdasarkan akan bagi hasil serta pembiayaan perdagangan. Islam mengenalkan keprinsipan bermuamalah syariAoah, seperti contoh perbankan syariAoah lahirnya jalan keluar bagi permasalahan bertentangan akan bunga perbankan dan keribaan. Bank SyariAoah berfungsi akan akadnya, baik dari akad wadiah, murabahah, musyarakah, qardh, serta lainnya. Berkompetitif, perihal strategi pemasarannya keefektifan sangat penting dikarenakan berasaskan pada keprinsipan syariAoah. PT. Bank Syariah Indonesia (BSI) merupakan sebagian perbankan syariAoah terkemuka di negara Indonesia dalam menumbuhkan jejaring perkantorannya. Lingkungan berbisnis tentunya BSI melestarikan serta meluaskan segmentasi pemasok pasar perihal pemenuhan akan keinginan nasabah. Maka penjualan 7P (Product. Price. Place, promotion. Process. People. Physical Evidenc. beralih pada skema struktur lebih signifikan akan menata pendekatan marketing. BSI menetapkan pada kekuatan serta kekurangan pada komponen promosi marketing, dan meluaskan anjuran dalam hal marketing menata kinerja marketing. (Firli, 2. marketing mix . auran pemasara. menguraikan fasilitas perangkat marketing cakap segi menghasilkan keluaran komoditas, penetapan tarif, reklame promosi, penyaluran, keseluruhannya berpartisipasi dalam menghibahkan reaksi pemasok pangsa pasar kepemilikan penanam modal. (Marciria, 2. memaparkan jika keharaman dari marketing mix pada berbasis Islam, sehingga dikaitkan akan bermuamalah tentunya membolehkan bagi kesulitan. Berprinsip syariAoah menyalurkan panduan pedoman bagi pelaku pasar disesuaikan dengan syariAoah menyokong mengoptimalkan tarif pangsa pasar. Mengadopsi beberapa pakar sudut pandang jurnal (Syukur and Syahbudin, 2. menguraikan akan fundamental syariAoah berasaskan pada keprinsipan akan keterbukaan, ketulusan, serta kebenaran dalam hal meneruskan orientasi yang dibutuhkannya terkait mengedepankan sehingga dapat melahirkan tarif level kehidupan bermasyarakat lewat upaya ikhtiar berbisnis, sepanjang dogma tersebut harus ditaati. 3777 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3775 Ae 3783 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. (Yuri. Adha, and Riduwan, 2. mendefinisikan bank syariah UU Nomor 21/Ay08 perbankan berbunyi perbankan syariah merupakan pranata organisasi finansial perniagaan ditertibkan pada keprinsipan hukum Islam disesuaikan akan putusan dicetuskan oleh MUI-DSN. Sehingga pihak peneliti melakukan pembaharuan akan temuan penelitian tersebut pendekatan akan Marketing Mix menurut Lovelock ditinjau dari sudut pandang hukum Islam pada UU Perbankan SyariAoah terhadap loyalitas generasi Milenial dan Gen Z. Pengkajian anteseden dikemukakan (Agrosamdhyo, 2. berjudul AuImplementasi bauran Pemasaran Terhadap Produk Simpanan Pada PT. Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Pembantu Ayani SingarajaAy menjelaskan bahwa bauran pemasaran dalam indikatornya masih menggunakan 7P yaitu produk, harga, tempat, jabatan, orang, proses, fasilitas fisik. METODE PENELITIAN Peneliti menggunakan metode lapangan field research d i a d o p s i (Gusti, 2. desain pengkajian menguraikan akan masyarakat tertuju pada fenomena serta sasaran habitat kawasan mereka. Penggunaan penelitian fasilitator perihal penghimpunan keterangan penjelasan penelitian. Penelitian bersifat kualitatif deskriptif, dengan teknik studi kepustakaan, observasi lapangan, observasi melalui media sosial, resmi berlogo BSI (Instagram. Youtube, dan Tikto. , serta analisis tematik terhadap kampanye promosi digital perbankan syariAoah. Analisis data dilakukan dengan pendekatan coding terhadap tema-tema bermunculan, terutama mencerminkan strategi pemasaran berbasis syariAoah terhadap generasi muda. HASIL DAN PEMBAHASAN Marketing Mix Teori (Vargo, & Lusch, 2. pemasaran saat ini bergeser semula good dominant logic berubah service dominant logic. Dikemukakan (Constantin, dan Lusch, 2. potensi bahan baku dikategorikan berupa, diantaranya: . operand resources, kemampuan mentransformasi berupa aksi, proses, maupun buaran seperti mekanik, hardware, rancangan, lahan, pertanahan perkantoran, bangunan, serta potensi kekayaan alam. operant resources, kemampuan mempunyai konsekuensi akan memproduksi kemampuan lainnya berlandaskan adanya pekerja, institusi, keterangan, serta berhubungan akan keseluruhannya tersertakan. Berlainan akan good dominant logic, diletakkan sebagai persediaan alternatif dipersepsikan seolaholah aset dibutuhkan bagi institusi apa saja. Pemasaran SyariAoah Penjelasan akan penjualan syariAoah mengadopsi (Bayanuloh 2. kekhususan berniaga bisnis bertujuan dalam mengarahkan cara mekanisme menghasilkan, menganjurkan, beserta membarui skala akan penggagas pada memproyeksikan terhadap mengantongi kebutuhan akan daya usaha maupun ide, 3778 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3775 Ae 3783 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. serta memulai dengan metode aturan konsekuen terhadap dogma syariAoah. Peleburan penjualan syariAoah (Nasuka, 2. ialah, kawanan faktor penjualan syariAoah maslahat bagi penjualan komoditas pangsa pasar disesuaikan persepsi berbasis Islami. Persepsi pembauran penjualan islami sangat berlainan sekali, argumentasi sebagian komponen gandaan menyeluruhi anteseden syariAoah. Anteseden terkandung bagi Islamic Marketing Mix meliputi: Pragmatism, palliation, patience, pertinence, persistence, pedagogy, peer support. (Kotler, dan Keller, 2017:. pemasaran berfungsi bagi institusi serta susunan tahapan prosedur dalam menghasilkan, menyampaikan bahkan meningkatkan kontribusi terhadap pihak nasabah dalam mengendalikan jalinan kepada nasabah menggunakan metode berguna untuk institusi serta keseluruhan berkaitan. Diadopsi (Stanton, 2017:. pemasaran merupakan komprehensif bagi metode akan aktivitas berbisnis disusun pada direncanakannya, ditentukan harganya, bahkan dipasarkan beserta didistribusikan luaran komoditas untuk terpenuhinya kebutuhan akan pelayanan bagi nasabah tersebut. UU Perbankan SyariAoah UU Perbankan No. 10/th. 98Ao Ps. 1/btr. , tentang perubahan UU Perbankan No. 7/th. 92Ao menguraikan bahwasanya persediaan, yakni anggaran berkeyakinan bagi paguyuban terhadap Bank bersendikan perikatan retensi dana berupa giro. deposito, tabungan dan/bank berupa yang berbeda tetapi disetarakan. Beragam macam simpanan di PT. BSI, salah satu berupa: a. Tabungan. Deposito. dan c. Giro. dengan akad tabungan mudharabah beserta wadiah. Bank syariAoah terbagi menjadi 2, yakni: perbankan umum berlandaskan syariAoah dan unit usaha berlandaskan syariAoah. Keduanya berpedoman pada UU/No. 21/th. 2008Ao terkait bank syariAoah. Perkembangan akan perekonomian syariAoah di negara Indonesia, yakni UU/No. 19/Th. 2008 surat berharga syariAoah negara. UU/No. 3/Th. 2006 tentang peradilan agama bagi perekonomian syariAoah. UU/No. 41/Th. 2004 wakaf, dan UU/No. 38/Th. 1999 pengelolaan zakat. Tahun. 1998, berdirilah UU/No. 10/Th. mengenai perubahan UU/No. 7/Th. 1992 tentang bank, isi pokoknya transisi akan bertumbuhnya perbankan syariAoah. UU tersebut menyebutkan bagaimana tujuan dari diperluaskannya perbankan syariAoah, bertujuan akan berjalannya UU tersebut. Ekonomi berpesat kian mengembang hingga era sekarang (Suhendra, 2. Strategi penjualan BSI telah disetarakan adanya UU Nomor. 21/tahun. 2008, terutama Kepatuhan terhadap akad-akad syariAoah. Transparansi dan edukasi produk. Penguatan pengawasan Dewan Pengawas SyariAoah. Penekanan pada nilai-nilai etika, adil, dan maslahat. Strategi Pemasaran Strategi didefinisikan dalam sistem struktur memastikan ketetapan bagi pranata industri dalam mencapai target, serta bertujuan mampu menghasilkan 3779 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3775 Ae 3783 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. prosedur diutamakan serta mengonsep keberhasilan dari kemanfaatannya menjelaskan secara rinci cakupan berniaga telah diraih. Marketing bahwasanya aktivitas dijalankan instansi perniagaan dalam mempromosikan maupun mengampanyekan akan buatan keluaran komoditas ataupun services telah tersedia. Sehingga pihak marketing menggunakan perangkat perihal penyampaian keterangan dokumentasi penjelasan ke pihak narasumber berkaitan akan komoditas barang keluaran bahkan mampu memikat pihak pelanggan mempunyai kemampuan dalam hal berborong komoditas yang dipasarkan pihak BSI. (Putri, dan Santoso, 2. Konteks perbankan syariAoah, strategi pemasaran bukan hanya memfokuskan akan aspek komersial, bahkan bagi value syariAoah merupakan berlandaskan pada penerapannya. Teori pemasaran tradisional dikombinasikan dengan prinsip-prinsip syariAoah menghasilkan pendekatan unik, bersifat transparansi, amanah, serta keseimbangan tonggak mutu bersifat esensial semestinya wajib dan layak diawasi dan dikawal. Pelaksanaan marketing pemasaran syariAoah mewajibkan pranata perniagaan dalam mengliterasi memberikan pencerahan bagi pelanggan konsumen perbankan syariAoah terkait komoditas kehalalannya bahkan kesesuaian berkesinambungan Hukum Islam. Bahwasanya mendesak pemekaran lebih efisiensi serta keefektifan dalam hal pendayagunaan terapan sains rekayasa dalam memberikan penjelasan keterangan bagi pencapaian interaksi atas menopang kebersinambungan perihal berbisnis khususnya di perbankan syariAoah. Elemen People (SDM Frontlinne. Promotion . igital campaign, dan edukas. , dan Process . emudahan bagi layanan digita. , berpengaruh signifikan terhadap Produk syariAoah seperti contohnya terdapat tabungan hijrah, dan pembiayaan halal masih perlu disosialisasikan secara lebih masif lagi. Produk syariAoah multichannel . antor cabang, mobile banking dan sosial medi. mampu menumbuhkan persepsi kemudahan akses (Plac. Digitalisasi layanan syariAoah berfokus pada BSI memanfaatkan aplikasi AuBSI mobileAy yang dirancang bagi ramah pengguna . ser-friendl. dengan menyediakan fitur-fitur seperti terdapatnya wakaf digital, zakat, investasi halal, bahkan quick response (QRIS). Pendekatan tersebut haruslah sejalan dengan prinsip al-mashlahah yang menjadi landasan dalam maqashid syariAoah. AuBSI mobile menjadi pintu masuk engagement digital berbasis nilai Islami (BSI, 2. Ay Narasi keberkahan dan literasi edukasi finansial, konten pemasaran yang diunggah pihak BSI kerap menggunakan narasi AuRezeki Berkah. Hidup BarokahAy, menyasar akan nilai-nilai religius yang relevan dengan gaya hidup Islami Milenial dan Gen Z. Kampanye dalam hal mempromosikan seperti AuGenerasi Hijrah FinansialAy mengangkat edukasi literasi keuangan dengan cara kekinian mudah dipahami pihak penggunanya bagi nasabah. Influencer dan berkolaborasi akan ekosistem kehalalan. BSI menggandeng influencer muda muslim . eperti Ustadz Hanan Attaki ataupun para selebgram hijra. untuk memperluas jangkauan pasar Milenial dan Gen Z. Kolaborasi dengan start-up halal, marketplace suariAoah, dan komunitas hijrah 3780 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3775 Ae 3783 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. memperkuat positioning BSI sebagai lifestyle brand Islami berbasis syariAoah. Kepatuhan syariAoah dan prinsip transparansi. BSI menyelaraskan pemasaran dengan prinsip transparansi dan keadilan dalam hal produk seperti tabungan wadiah . , pembiayaan murabahah, dan Qardhul Hasan. Seluruh produk disahkan oleh DSN (Dewan Pengawas SyariAoa. , sejalan dengan Ps. 26/UU/No. 21/th. 2008Ay. (Fernandes, et al. , 2. memperoleh marketing mix mengantongi pengaruh imbas dari kebermanfaatan bahkan kian membesar. Price tentunya sangat berpengaruh signifikan positif bagi loyalitas nasabah, bagi pelanggan nasabah kepuasan tercukupi apabila yang ditunjukkan bagi nasabah pun melambung tinggi. Place menjumpai marketing mix mengantongi efek menghasilkan keuntungan kian melambung besar bagi loyalitas nasabah, sehingga place tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan nasabah, pihak nasabah enggan memedulikan lokasi menyimpan dana di BSI. Marketing Mix mempunyai berefek kian membesar terhadap loyalitas nasabah, tentunya Promotion berpengaruh signifikan terhadap pihak nasabah dikarenakan jika kepuasan nasabah merasa tercukupi oleh pihak BSI sehingga mampu mempertinggi daya saingnya. Marketing Mix berefek pada keuntungan yang menghasilkan kian membesar bagi loyalitas nasabah, bahkan People berpengaruh positif bagi loyalitas nasabah disebabkan apabila nasabah merasa terpenuhi akan pengelola pihak BSI perihal pelayanan dengan berkompeten mahir di bidang perbankan syariAoah sampai-sampai pihak nasabah pun bertambah naik. Process tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas nsabah, pihak nasabah pun terpenuhi akan mekanisme prosedur disediakan oleh pihak BSI bahwasanya pelanggan nasabah enggan mempersoalkan kepadatan dalam mengantre, maupun metode menabung dana ditawarkan pihak BSI. Sehingga marketing mix mempunyai efek akan menghasilkan kian membesar bagi kepuasan Pysical Evidence disini menguraikan apabila nasabah merasa terpenuhi terdapat di BSI, selanjutnya kepuasan nasabah pun membesar. Marketing mix tersebut menghasilkan keuntungan besar bagi kepuasan nasabah. Marketing mix sangat berpengaruh bagi loyalitas nasabah bahwasanya kepuasan serta loyalitas nasabah rupanya berkaitan positif pada kemajuan bagi kepuasan cenderung ke pertumbuhan loyalitas pelanggan nasabah (Kabir, 2. Ekonomi syariAoah berlipat-lipat tercapai menguraikan perekonomian syariAoah, daripada meyakinkan bagi diperuntukkan ekonomi syariAoah mampu mengungkapkan yang menjadi penyebab kelemahannya dari sistem yang lain ketimbang memberitahukan jikalau perekonomian syariAoah sudah membaik secara kelembagaan (Farida, 2. UU Perbankan/No. 7/Th. 1992, perbankan syariAoah memiliki pijakan yang kokoh di negara Indonesia. Perbankan berjalan dengan memakai prinsip bagi hasil, prinsip berlandaskan akan muamalah syariAoah. Bank syariAoah beroperasi mengikuti ketentuan-ketentuan disesuaikan dengan syarAoi, bermakna perbankan syariAoah dikhususkan menyangkut tata cara bermuamalat berbasis Islami. Produk-produknya 3781 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3775 Ae 3783 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. haruslah menyesuaikan dengan hukum islam serta berpedoman akan keprinsipan Islami, begitu juga dengan pelayanan yang lebih syariAoah. Sehingga loyalitas nasabah menjadi sebagian bisnis bagi pelanggan nasabah agar konsisten taat akan pemahaman, kapasitas, kepastian maupun teguh akan kehormatan terhadap suatu produk terhadap diteladani dalam niat pembelian ulang loyalitas nasabah mampu terbentuk akan adanya rasa kepercayaan ditimbulkan dari terdahulu telah berada dalam benak pihak nasabah perbankan syariAoah. Loyalitas pelanggan nasabah pada bank syariAoah mewujudkan kewajiban ikrar dikelola terperinci bagi pembelian ataupun menyokong ulang komoditas maupun pelayanan menyenangkan era periode mendatang dalam jangka waktu kian sangat lama. Prinsip dasar bermuamalah berlandaskan pokok dari menjadikan kerangka pedoman dasar terhadap setiap muslim yang meyakininya dalam berperilaku muamalah. Rukun akad yang dijalankannya harus disesuaikan dengan syariAoah seperti berupa akad, objek, dan lafaz akad harus jelas dan benar ataupun bersifat transparansi. KESIMPULAN DAN SARAN Marketing Mix jasa pada BSI telah dijalankan secara menyeluruh, namun belum seluruh aspek berpengaruh signifikan terhadap loyalitas nasabah Milenial dan Gen Z. 7P menjadi kunci penggerak loyalitas. BSI dibutuhkan adanya mengembangkan edukasi literasi terkait akan syariAoah berbasis digital, dan kolaboratif . i dunia pendidikan berbasis Islam, salah satu contoh: bekerja sama dengan pihak BSI serta komunitas Isla. Pihak SDM tentunya diberikan pelatihan keberlanjutan dalam menumbuhkan kualitas pelayanan yang mampu disesuaikan segi nilai-nilai Islam. Strategi pemasaran sektor perbankan terutama pada BSI terhadap generasi Milenial dan Gen Z berakar pada digitalisasi, storytelling religius, kolaborasi komunitas dengan dunia pendidikan berbasis Islam, serta integrasi akan nilai-nilai syariAoah dalam layanannya. Pendekatan tersebut tidak hanya selaras dengan trend digital, tetapi juga menjunjung tinggi akan prinsip hukum Bank syariAoah. Generasi Milenial dan Gen Z tentunya mempunyai preferensi tinggi terhadap layanan digital, transparansi, serta brand merek yang mempunyai misi sosial. Dalam konteks perbankan syariAoah, mereka cenderung menyukai pelayanan kian cepat, mudah, beserta menumpang nilai tambah non finansial. UU No. 21/Tahun 2008 Perbankan SyariAoah. UU tersebut mengatur kegiatan usaha perbankan SyariAoah diharuskan bersendikan akan prinsip SyariAoah, antara lain keadilan, transparansi, maupun etika. Prinsip ini menjadi dasar dalam merancang produk ataupun fasilitas, beserta strategi komunikasi bank syariAoah. Implikasi manajerial Bank SyariAoah harus memprioritaskan akan pemasaran berbasis konten, komunitas, dan kolaborasi digital. Penyesuaian akan layanan terhadap kebutuhan spiritual dan emosional pada generasi muda menjadi kunci loyalitas nasabah terhadap perbankan syariAoah. Kepatuhan syariAoah tetap harus menjadi fondasi utama dalam menjaga integrasi hukum dan nilai Islam. 3782 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 3775 Ae 3783 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. DAFTAR PUSTAKA