AL-HIKMAH : Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . p-ISSN 2685-4139 e-ISSN 2656-4327 HASIL BELAJAR TEKS LAPORAN PERCOBAAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROJEK BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS IX-2 MTSN 1 NAGAN RAYA Hajarah Guru Bahasa Indonesia MTsN 1 Nagan Raya Aceh Barat Hajarah496@gmail. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia terhadap penggunaan Teks Laporan Percobaan. Prosedur penelitian yang dilaksanakan peneliti menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas. Metode penelitian ini dirancang dalam dua siklus. Siklus I merupakan tindakan menggunakan pendekatan kontekstual dengan menggunakan model pembelajaran Projek Based Learning, karena masih terdapat kekurangan. Sedangkan pada siklus II merupakan tindakan menggunakan pendekatan kontekstual dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual dengan menggunakan model pembelajaran Projek Based Learning, dimana ada peningkatan dan dilakukan secara lebih sempurna dan terarah. Data-data yang diperoleh setelah pelaksanaan tindakan, selanjutnya dianalisis dengan statistik Berdasarkan tindakan dan analisis tersebut, maka diperoleh hasil penelitian bahwa penerapan pendekatan kontekstual dengan menggunakan model pembelajaran Projek Based Learning, dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX-2 MTsN I Nagan Raya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi Teks Laporan Percobaan. Hasil penelitian menunjukkan siklus I hasil belajar siswa mencapai nilai rata-rata 62. 14, dan siklus II nilai rata-rata Abstract: This research aims to improve the quality of Indonesian language learning towards the use of Experimental Report Text. The research procedure carried out by researchers uses the Class Action Research method. This research method is designed in two cycles. The first cycle is an action to use a contextual approach using the Learning Project Based Learning model, because there are still While in the second cycle it is an act of using contextual approaches using contextual learning models using the Learning Project Based Learning model, where there are improvements and done more perfectly and The data obtained after the execution of the action, is then analyzed with descriptive statistics. Based on these actions and analysis, the results of the research obtained that the application of contextual approaches using the learning model Based Learning Project, can improve the learning outcomes of students in grade IX-2 MTsN I Nagan Raya in learning Bahasa Indonesia in the Experimental Report Text material. The results showed that the first cycle of students' learning outcomes reached an average score of 62. 14, and the second cycle averaged 86. Kata Kunci: Model Pembelajaran. Projek Based Learning. Hasil Belajar PENDAHULUAN Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 89 Hajarah Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses belajar. Salah satu materi bahasa Indonesia yang diajarkan dijenjang pendidikan sekolah menengah pertama adalah Menulis teks laporan percobaan. Materi teks laporan percobaan merupakan salah satu pokok bahasan pada pelajaran bahasa Indonesia dan konsep ini diangap materi yang sulit untuk dipahami oleh kebanyakan siswa. Hal ini terlihat dari hasil pengamatan penulis selama ini khususnya di MTSN 1 Nagan Raya, para siswa selalu mendapat nilai yang rendah setelah dilakukan penilaian harian khususnya pada kompetensi dasar Menulis Teks Laporan Percobaan. Kenyataan ini muncul mungkin disebabkan guru kurang tepat dalam menggunakan strategi, model, atau media pembelajaran. Dari hasil test penilaian harian materi menulis teks laporan pembelajarn pada pelajaran fbahasa Indonwsia hasil belajar siswa kelas IX - 2 yang jumlah siswanya sebanyak 36 siswa terdiri dari 29 siswa perempuan dan 7 siswa laki - laki. Dari jumlah tersebut hanya 21 siswa atau 58,33 % saja yang nilainya sudah mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan sebesar 65 sedangkan yang lainnya masih harus diremedialkan. Kenyataan ini jauh dari harapan penulis yang mengharapkan ketuntasan klasikal yaitu 85 % ke atas. Siswa sudah mencapai nilai ketuntasannya pada akhir pembelajaran dari sebuah kompetensi dasar dan semua indikatornya. Berdasarkan uraian di atas maka sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa kelas IX -2 di MTSN 1 Nagan Raya penulis mencoba menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Proyek karena dilihat dari langkah-langkah pelaksanaan model. Pembelajaran Berbasis proyek karena dilihat dari langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran ini akan dapat membangkitkan rasa ingin tahu dan motivasi dari dalam diri siswa terhadap materi yang disajikan guru karena mereka belajar dari sekelompoknya atau tutor sebaya berupa diskusi. METODOLOGI PENELITIAN Setting Penelitian Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan mulai dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2020. Karena waktu tersebut diperkirakan adanya pemberian materi teks laporan percobaan semester ganjil di Kelas IX -2 MTSN I Nagan Raya Tahun Pelajaran 2020/2021. Tempat Penelitian Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini bertempat di MtsN 1 Nagan Raya tahun pelajaran 2020/2021, selain itu salah satu tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada materi laporan percobaan. Subjek Penelitian Berdasarkan judul penelitian yaitu upaya meningkatkan kemampuan belajar siswa kelas IX-2 pada materi teks laporan percobaan melalui penggunaan model pembelajaran berbasis proyek di MTSN 1 Nagan Raya tahun pelajaran 2020/2021 yang jumlah siswanya 36 orang. Sumber Data Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 90 Hajarah Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa sebagai subjek penelitian. Data yang dikumpulkan dari siswa meliputi data hasil tertulis. Tes tertulis dilaksanakan pada setiap akhir siklus yang terdiri atas materi teks laporan percobaan. Selain siswa sebagai sumber data, juga menggunakan teman sejawat sejurusan atau serumpun. Metodologi Penelitian Dalam penelitian ini metode yan g digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Projek Based Learning (PBL) disajikan pada gambar berikut: Penelitian direncanakan akan berlangsung selama 2 siklus yaitu masing-masing siklus terdiri dari Perencanaan (Plannin. Pelaksanaan (Actio. Pengamatan (Observin. , dan Refleksi (Reflectin. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Deskripsi Kondisi Awal Pembelajaran sebelum pelaksanaan tindakan kelas, guru mengajar secara Guru cenderung menstranfer ilmu pada siswa, sehingga siswa pasif, kurang kreatif, bahkan tidak bersemangat. Disamping itu dalam menyampaikan materi guru tanpa menggunakan alat peraga atau media. Melihat kondisi pembelajaran yang monoton, suasana pembelajaran tampak kaku, berdampak pada nilai yang diperoleh siswa kelas IX-2 pada kompetensi dasar teks laporan percobaan, sebelum siklus I . ra siklu. seperti pada tabel 4. Banyak siswa belum mencapai ketuntasan belajar minimal dalam mempelajari kompetensi dasar Hal ini diindikasikan pada pencapaian nilai hasil belajar di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 65. Tabel 1 Nilai Tes Pra Siklus Hasil (Angk. 90 Ae 100 80 Ae 89 70 Ae 79 Hasil (Huru. Arti Lambang Jumlah Siswa Sangat baik Baik Cukup Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Persen 16,66% 30,55% 16,66% Page 91 Hajarah 60 Ae 69 < 59 Kurang Sangat Kurang Jumlah 13,88% 22,22% Sumber: Hasil tabulasi data Juni 2020 Berdasarkan tabel di atas maka diketahui bahwa jumlah siswa yang mendapat nilai A (Sangat bai. sejumlah 16,66% atau 6 siswa, yang mendapat nilai B (Bai. sebanyak 30,55% atau 11 siswa, yang mendapat nilai C (Cuku. sejumlah 16,66% atau 6 siswa, yang mendapat nilai D (Kuran. sejumlah 13,88% atau 5 siswa, dan yang mendapat nilai E (Sangat Kuran. sejumlah 22,22% atau sebanyak 8 siswa. Tabel 2. Rata-rata Hasil Tes Pra Siklus No Nilai Jumlah siswa Jumlah Nilai Rata-rata 67,77 Sumber: Hasil tabulasi data Juni 2020 Nilai rata-rata siswa adalah. 67,77 % artinya. daya serap pada materi pelajaran pada prasiklus ini adalah 67,77%. Dari hasil tes seperti tersebut diatas, sebagian besar siswa belum mencapai ketuntasan belajar, hanya sebagian kecil yang telah mencapai ketuntasan Siswa belum mencapai ketuntasan hanya yang mencapai ketuntasan 61,11% . Hal ini dapat diketahui pada tabel dibawah ini: Tabel 3. Ketuntasan Belajar Siswa Hasil Tes Pra Siklus Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Pra Siklus Jumlah Persen Tuntas 61,11% Belum Tuntas 38,88% Jumlah Sumber: Hasil tabulasi Juni 2020 Deskripsi Hasil Siklus I Tabel 4. Hasil Rekap Nilai Tes Siklus I Hasil Hasil Arti Jumlah (Angk. (Huru. Lambang Siswa Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Sangat Persen 16,66% Page 92 Hajarah < 54 Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Jumlah 27,77% 33,33% 16,66% 5,55% Sumber: Hasil Tabulasi data Juli 2020 Berdasarkan analisis hasil belajar tes siklus I menunjukkan bahwa yang mencapai nilai A(Sangat Bai. adalah 6 siswa . ,66%) , yang mendapat nilai B(Bai. adalah 10 siswa . ,77 %) , yang mendapat nilai C(Cuku. sebanyak 12 siswa . ,33%, yang mendapat nilai K (Kurang ) sebanyak 6 siswa . ,66%, dan yang mendapat nilai E (Sangat Kuran. sebanyak 2 siswa . ,55%. Adapun hasil nilaim siklus I dapat dijelaskan bahwa perolehan nilai tertinggi 85, nilai terendah 50. Dengan nilai rata-rata kelas sebesar 70, 69% seperti pada table dibawah Tabel 5. Rata-rata Hasil Tes Siklus I Nilai Jumlah siswa Jumlah Nilai Rata-rata 70,69% Sumber: Hasil tabulasi data Juli 2020 Nilai rata-rata siswa adalah 70,69% artinya daya serap siswa pada materi pelajaran pada pra siklus ini adalah 70,69%. Berdasarkan ketuntasan belajar siswa sejumlah 36 siswa terdapat 28 atau yang sudah mencapai ketuntasan belajar. Sedangkan 8 siswa atau 27,77 % belum mencapai ketuntasan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 6. Ketuntasan Belajar Siswa Hasil Tes Siklus I Ketuntasan Jumlah Siswa Jumlah Persen Tuntas 72,22 % Belum Tuntas 27,77 % Jumlah Sumber: Hasil Tabulasi data Juli 2020 Deskripsi Hasil Siklus II Tabel 9. Rekap Hasil Nilai Tes Siklus II Hasil Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Hasil Arti Lambang Jumlah Persen Page 93 Hajarah (Angk. (Huru. Siswa 85 - 100 Sangat Baik 19,44% 75 - 84 Baik 27,77% 65 - 74 Cukup 38,88% 55 - 64 Kurang 12,83% < 54 Sangat Kurang Jumlah Sumber: Data Agustus 2020 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa yang mendapatkan nilai sangat baik ( A ) adalah 19,44 % atau 7 siswa, sedangkan yang terbanyak yaitu yang mendapatkan nilai baik ( B ) adalah 27,77 % atau 10 siswa. Dan yang mendapat nilai cukup ( C ) adalah 38,88% atau 14 siswa, yang mendapatkan nilai kurang ( D ) adalah 13,88 % atau 5 siswa, sedangkan E tidak ada. Tabel 10. Rata-rata Hasil Tes Siklus II Nilai Jumlah Jumlah Nilai Ratarata 86,25% Sumber: Hasil tabulasi data Agustus 2020 Tabel 11. Ketuntasan Belajar Siklus II Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Persen Tuntas 86,25% Belum Tuntas 12,83% Jumlah Sumber : Data Tabulasi Agustus 2020 Berdasarkan data tersebut diatas diketahui bahwa siswa yang mencapai ketuntasan sebanyak 31 siswa . ,25%) mengalami peningkatan. Maka persentase ketuntasan siswa meningkat dari siklus I yaitu 72,22 % dan yang belum tuntas 5 siswa . ,83%). PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari pelaksanaan siklus 1 dan II, maka dapat dikatakan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada materi teks laporan percobaan pada siswa Kelas IX -2 semester I tahun pelajaran 2020/2021. Hal ini dapat dianalisis dan dibahas sebagai berikut: Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 94 Hajarah Pembahasan Pra Siklus . Hasil Belajar Hasil belajar siswa yang diperoleh pada awalny siswa Kelas IX-2, nilai rata-rata pelajaran Bahasa Indonesia rendah khususnya pada materi teks laporan percoabaan. Yang jelas salah satunya disebabkan karena luasnya materi yang harus dikuasai. Berdasarkan hasil tes yang diberikan guru makas ketuntasan belajar siswa Kelas IX-2 pada Pra Siklus yang memiliki nilai kurang dari KKM 65 adalah sebanyak 26 siswa ( 72,22 %) siswa tuntas atau sebanyak 26 orang siswa yang memperoleh nilai diatas KKM. Hasil belajar siswa belum sesuai dengan harapan yang diinginkan, maka dilanjutkan dengan siklus II untuk memperbaiki dan menyempurnakan aspek yang masih kurang maksimal pada siklus 1. Setelah dilakukan siklus II, ternyata terjadi peningkatan jumlah siswa yang memperoleh nilai diatas KKM yaitu sebanyak 31 orang dari jumlah total siswa 36 orang dengan persentase ketuntasan siswa 86,25 %. Jumlah ini menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan yang cukup signifikan dari siklus I ke siklus II dan hasil tersebut sesuai dengan yang diharapkan. Data hasil belajar siswa antar siklus dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Proses Pembelajaran Proses Pembelajaran pada pra siklus menunjukkan bahwa siswa masih pasif, karena tidak diberimrespopn yang menantang. Siswa masih bekerja secara individu, tidak tampak kreativitas siswa maupun gagasan yang muncul. Siswa terlihat jenuh, bosan karena pembelajaran selalu menoton. Pada pembelajaran pada pra siklus ini. Kelas cenderung terpusat pada guru, sehingga siswa menjadi pasif, siswa tidak diajarkan model pembelajaran yang dapat memahami bagaimana belajar, berpikir, dan memotivasi diri. Pembelajaran menggunakan model Konvensional ini bersifat satu arah yaitu dari guru ke siswa. Siswa hanya menerima materi yang diberikan guru. Siswa hanya mendengarkan materi yang disampaikan, mengerjakan tugas, dan mengumpulkan. Guru masih menjadi pusat perhatian sehingga hanya guru yang aktif dalam pembelajaran. Pembahasan Siklus I Hasil tindakan pembelajaran pada siklus I berupa hasil tes dan non tes. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti terhadap pelaksanaan siklus Idiperoleh keterangan sebagai berikut. Hasil Belajar Berdasarkan hasil tes siklus I, ketuntasan belajar siswa dari 36 siswa terdapat 28 atau 72,22% yangh sudah mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 8 atau 22,28% belum encapai ketuntasan. Adapun hasil nilai siklus I dapat dijelaskan bahwa perolehan nilai tertinggi adalah 85 dan nilai terendah 50 dengan nilai rata-rata kelas sebesar 72,22%. Proses Pembelajaran Proses pembelajaran pada siklus I sudah menunjukkan adanya perubahan, meskipun belum semua siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah disusun dengan menerapkan model projek based learning dan pembelajaran siklus I ini berlangsung dengan baik, namun para siswa masih terlihat kaku dalam proses Hal ini Nampak pada kurangnya perhatian siswa ketika guru mengajukan pertanyaan ataupun dalam menjawab pertanyaan, yang dikarenakan mereka tidak Jurnal AL-HIKMAH Vol 3. No 1 . Page 95 Hajarah terbiasa dengan model Projek based learning. Itulah sebabnya peneliti berusaha sedemikian rupa dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga para siswa bisa belajar dengan lebih b aik lagi. Tak heran jika pada akhirnya hasil pembelajaran pada siklus pertama ini kurang baik, karena yang diharapkan adalah hasil belajar siswa bis meningkat. Bagaiman bisa jika mereka tidak menyukai atau setidaknya mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Itulah sebabnuya pembelajaran pada siklus pertama ini belum berhasil. Hasil antara kondisi awal dengan siklus I menyebabkan adanya perubahan walau belum optimal, hal ini ditandai dengan peningkatan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Pembahasan Siklus II Hasil tindakan pembelajaran pada siklus II berupa hasil tes dan non tes. Berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan oleh peneliti terhadap pelaksanaan siklus II diperoleh keterangan sebagai berikut: Hasil Belajar Hasil belajar dari siklus II dapat diketahui bahwa siswa yang mencapai ketuntasan sebanyak 31 siswa . ,25 %) mengalami peningkatan. Hasil Nilai rata-rata siswa siklus II adalah 86,25% Artinya daya serap siswa pada materi pelajaran pada siklus II ini adalah 86,25 %. Maka persentase ketuntasan siswa meningkat dari siklus I yaitu 72,22% menjadi 86,25 % atau meningkat 13,28 %. Proses Pembelajaran Proses pembelajaran pada siklus II sudah menunjukkan adanya perubahan, sebagian siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah disusun dengan menerapkan model projek based learning dan pembelajaran siklus II ini berlangsung dengan baik. Nampak sekali para siswa lebih serius dalam proses Hal ini Nampak sekali siswa dengan serius membaca materi yang telah dibagikan danm ketika tongkatn dijalankan siswa terlijhat senangh dan mampu menjawab setiap pertanyaan yang diajukan dengan baik dan benar. Ketika diberikan soal latihan, siswa mengerjakannya dengan baik dan hasilnyapun baik bahkan memuaskan. Hasil antara siklus I dan siklus II ada perubahan secara signifikan, hal iniditandai dengan peningkatan jumlah siswa yang mencapai mencapai ketuntasan belajar. Dengan melihat perbandingan hasil tes siklus I dan siklus II ada peningkatan yang cukup signifikan, baik dilihat dari ketuntasan belajar maupun hasil perolehan nilai rata-rata kelas dari 72,22. menjadi 86,25 % atau meningkat 13,28 %. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Penggunaan model pembelajaran berbasis proyek. rojek based learning dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa pada materi teks laporan percobaan di kelas IX -2 MTSN 1 Nagan Raya tahun pelajaran 2020/ 2021. Penggunaan model pembelajaran berbasis proyek (Projec based learnin. dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa dalam proses belajar mengajar di kelas di kelas IX-2 MTSN 1 Nagan Raya tahun pelajaran 2020 / 2021. DAFTAR PUSTAKA