ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 PENGARUH PROFITABILITY. NET WORKING CAPITAL. DAN FIRM SIZE TERHADAP CASH HOLDING PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR PERDAGANGAN BESAR DI BURSA EFEK INDONESIA Vanny Novera Email: vannynovera16@gmail. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh profitability, net working capital, dan firm size terhadap cash holding. Populasi penelitian perusahaan Sub sektor Perdagangan Besar di BEI tahun 2016 hingga 2020 yaitu 46 dan 31 perusahaan sampel dengan metode purposive Bentuk penelitian adalah asosiatif. Data diuji menggunakan data deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda dan Uji F beserta uji t dengan menggunakan program SPSS Hasil penelitian menunjukkan profitability, net working capital dan firm size berpengaruh positif terhadap cash holding. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan untuk dapat mengembangkan penelitian dengan mempertimbangkan variabel lain yang tidak ada dalam penelitian ini dan menggunakan teknik analisis yang berbeda untuk menguji serta peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti sektor perusahaan lain, selain perusahaan sub sektor perdagangan besar. KATA KUNCI: profitability, net working capital, firm size dan cash holding PENDAHULUAN Keberadaan kas di dalam sebuah perusahaan sangat penting. Dengan adanya ketersediaan kas dapat membantu dalam menunjang kelangsungan bisnis yang dijalankan oleh perusahaan. Kas merupakan salah satu bagian dari aset yang paling likuid, yang bisa dipergunakan dengan segera untuk melunasi kewajiban lancar perusahaan. Sehingga ini menjadi hal utama yang harus dimiliki oleh perusahaan untuk mengelola kegiatan Perusahaan harus bisa mengelola ketersediaan kas yang dimilikinya dengan optimal. Salah satu cara mengelolanya adalah dengan menahan kas atau cash Cash holding merupakan uang yang ditahan oleh perusahaan untuk berjaga-jaga. Penahanan kas yang terlalu besar dan penahanan kas terlalu sedikit memiliki konsekuensi bagi perusahaan. Cash holding berfungsi sebagai cadangan untuk membiayai keperluan mendesak dan dapat mengurangi kemungkinan kesulitan finansial. Akan tetapi memegang kas dalam jumlah banyak juga bisa memberikan kerugian bagi perusahaan, seperti hilangnya kesempatan untuk mendapatkan pendapatan dari investasi karena kas menganggur. Maka ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 dari itu perusahaan harus menjaga keseimbangan kas agar tetap optimal sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dalam mewujudkan ketersediaan kas untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang optimal, perlu mempertimbangkan hal-hal yang memengaruhi cash Adapun faktor-faktor penentuan cash holding yang dapat dijadikan pertimbangan yaitu profitability, net working capital dan firm size. Profitability merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dalam periode waktu tertentu. Rasio profitability digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari sumber-sumber yang dimiliki oleh perusahaan seperti penjualan, aset dan modal. Meningkatnya rasio ini, maka keuntungan yang didapatkan juga akan semakin meningkat. Semakin besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, maka semakin besar juga kas yang dimiliki perusahaan. Net working capital atau modal kerja bersih merupakan salah satu elemen yang penting bagi perusahaan. Karena dengan adanya manajemen modal kerja, perusahaan dapat memanajemenkan pengeluaran yang digunakan untuk aktivitas operasional Net working capital merupakan perhitungan likuiditas yang mengukur kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban lancar dengan aset lancarnya. Net working capital mampu berperan sebagai substitusi cash holding, dikarenakan net working capital mudah diubah kedalam bentuk kas pada saat perusahaan membutuhkan. Jika net working capital tinggi maka aset likuid yang dimiliki perusahaan juga lebih banyak, karena net working capital sebagian besar terdiri dari aset likuid pengganti kas. Seperti contoh piutang dapat dengan mudah dicairkan dengan proses sekuritas. Sehingga perusahaan dengan net working capital besar cenderung memegang kas dalam jumlah yang sedikit. Firm size merupakan suatu ukuran, skala yang menentukan besar kecilnya suatu perusahaan yang diukur dari besarnya total aset yang dimiliki oleh perusahaan. Besar kecilnya perusahaan dapat menjadi penentu besaran cash holding. Firm size dapat menunjukkan kondisi perusahaan, dimana perusahaan yang berukuran besar cenderung memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan perusahaan kecil. Perusahaan besar menghasilkan penjualan yang lebih besar dan keuntungan yang lebih besar juga, sehingga menunjukkan kas yang dimiliki oleh perusahaan juga besar. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 KAJIAN PUSTAKA Kas berperan penting dalam menunjang aktivitas operasional dan non operasional Oleh karena itu kas harus direncanakan dengan baik agar kas dapat digunakan dengan tepat. Menurut Sujarweni . 9: . : AuKas dalam suatu perusahaan tidak boleh kecil maupun besar daripada pengeluaran yang dibutuhkanAy. Apabila jumlah kas lebih kecil dari pengeluaran yang dibutuhkan maka perusahaan tidak dapat memenuhi kebutuhan operasionalnya dan apabila jumlah kas terlalu besar dari pada pengeluaran yang dibutuhkan maka kemungkinan uang yang ada di perusahaan dapat menganggur. Menurut Sudana . 1: . : AuKas diperlukan untuk menjaga likuiditas perusahaan, seperti membayar tenaga kerja, membeli bahan baku, membayar utang, dan bungaAy. Kas yang ditahan oleh perusahaan dinamakan sebagai cash holding. Menurut pendapat Gill dan Shah . 2: . cash holding diartikan sebagai kas yang dipegang oleh perusahaan atau kas yang tersedia untuk diinvestasikan dalam bentuk aset fisik dan untuk dibagikan kepada investor. Cash holding diukur menggunakan perbandingan antara jumlah kas dan setara kas yang dimiliki perusahaan dengan jumlah aset. Jika menahan kas terlalu banyak maka kas tersebut tidak akan menghasilkan karena menganggur. Uang menganggur merupakan dana yang belum dimanfaatkan sehingga tidak dapat memberikan pendapatan bagi perusahaan. Untuk itu tujuan manajemen kas adalah untuk menjaga saldo kas yang dianggap cukup untuk menjalankan aktivitas yang normal. Cash holding penting bagi perusahaan karena memberikan kemampuan perusahaan dalam likuiditas perusahaan yaitu apabila ada utang yang sudah jatuh tempo dan harus dibayarkan segera, maka perusahaan mampu membayar utang tepat waktu. Menurut Sujarweni . 9: . : AuManajemen kas merupakan suatu proses perencanaan, pengarahan dan pengawasan terhadap sumberdaya berupa aset perusahaan yang dikelola oleh manajer keuangan secara efektif dan efisien guna untuk mendukung kesuksesan aktivitas operasional perusahaanAy. Kebijakan perusahaan dalam mengelola cash holding berbeda-beda, hal ini dikarenakan perbedaan kondisi yang dihadapi Tujuan akhir yang ingin dicapai suatu perusahaan adalah memperoleh laba atau keuntungan yang maksimal dengan memperoleh keuntungan yang maksimal, perusahaan dapat berbuat banyak bagi kesejahteraan pemilik, karyawan, serta meningkatkan mutu Oleh karena itu, manajemen perusahaan dalam praktiknya harus mampu untuk ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 memenuhi target yang telah ditetapkan. Untuk mengukur tingkat keuntungan suatu perusahaan, digunakan rasio profitability (Kasmir 2019: . Profitability adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Rasio profitability menurut Fahmi . 7: . , yaitu mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditujukan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi. Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa besar tingkat keuntungan yang diperoleh perusahaan. Semakin baik rasio profitability maka semakin baik menggambarkan kemampuan tingginya perolehan keuntungan perusahaan. Rasio profitability merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan (Kasmir 2019: . Profitability dapat diukur menggunakan Return on Assets (ROA). Menurut Sudana . 1: . : AuROA menunjukkan kemampuan perusahaan dengan menggunakan seluruh aset yang dimiliki untuk menghasilkan laba setelah pajakAy. Menurut Irwanto dkk. , . 9: . AuMeningkatnya rasio profitability akan meningkatkan produktivitas aset dalam memperoleh laba bersih, sehingga sumber penerimaan kas perusahaan akan bertambah. Semakin tinggi rasio ini maka semakin tinggi pula jumlah laba bersih yang dihasilkanAy. Perusahaan dengan tingkat profitability yang tinggi memungkinkan kas yang diterima oleh perusahaan juga tinggi. Perusahaan dengan keuntungan yang tinggi cenderung menyimpan lebih banyak kas, menunjukkan ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan atas aset yang dimiliki oleh perusahaan. Semakin baiknya kemampuan perusahaan meningkatkan profitability, peluang perusahaan untuk menambah kas juga semakin baik. Pernyataan ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Romadhoni. Kufepaksi dan Hendrawaty . menyatakan bahwa profitability berpengaruh positif terhadap cash Hal ini searah dengan penelitian yang dilakukan oleh Simanjuntak dan Wahyudi . dan Elnathan dan Susanto . Menurut Sujarweni . 9: . : AuNet working capital merupakan modal yang berasal dari aset lancar setelah dikurangi utang lancarAy. Net working capital mengacu pada konsep kualittatif yang menitikberatkan kepada kualitas modal kerja. Konsep ini melihat selisih antara jumlah aset lancar dengan kewajiban lancar (Kasmir 2019: . Modal kerja digunakan oleh perusahaan untuk membiayai kegiatan operasional Dengan adanya modal kerja perusahaan dapat beroperasi secara ekonomis ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 dan efisien serta tidak mengalami kesulitan keuangan dalam keadaan mendesak. Dalam penelitian ini net working capital diukur menggunakan ratio net working capital to total assets yaitu dengan membagi pengurangan current assets dan current liabilities dengan total assets. Net working capital menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar utang jangka pendek menggunakan aset lancarnya dengan tepat waktu. Menurut Wiliam & Syarief . 3: . , net working capital memiliki kemampuan berperan sebagai substitusi terhadap cash holding perusahaan. Sehingga pada saat ada pengeluaran yang tidak terduga, maka net working capital dapat segera dicairkan untuk pendanaan. Karena sebagian besar net working capital terdiri dari aset likud. Jika perusahaan memiliki net working capital yang tinggi, perusahaan tersebut cenderung akan mengurangi saldo kas di tangan. Pernyataan ini didukung oleh penelitian Gill dan Shah . menyatakan bahwa net working capital berpengaruh negatif terhadap cash holding. Hal ini searah dengan penelitian yang dilakukan oleh Simanjuntak dan Wahyudi . dan Kafayat et al . Firm size merupakan cerminan besar kecilnya nilai total aset perusahaan. Apabila kondisi firm size semakin besar, maka total asetnya juga semakin besar. Semakin besar firm size, maka investor akan cenderung memberikan perhatian dan tertarik untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. Firm size menurut Simanjuntak dan Wahyudi . 7: . merupakan suatu ukuran besar kecilnya perusahaan yang diukur dengan aset yang dimiliki perusahaan. Perusahaan yang lebih besar cenderung mempunyai kebutuhan dan kewajiban yang lebih besar dari perusahaan kecil. Semakin besar suatu ukuran perusahaan maka semakin besar juga kas yang dimiliki, karena perusahaan yang besar memiliki sumber pendanaan yang besar dan juga tingkat penjualan yang besar. Dengan menghasilkan keuntungan yang lebih besar menunjukkan kas yang dipegang perusahaan juga besar. Pernyataan ini didukung oleh penelitian Romadhoni. Kufepaksi dan Hendrawaty . menyatakan bahwa firm size berpengaruh positif terhadap cash holding. Hal ini searah dengan penelitian yang dilakukan oleh Elnathan dan Susanto . Liadi dan Suryanawa . dan Kafayat et al . Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H1: Profitability berpengaruh positif terhadap cash holding. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 H2: Net working capital berpengaruh negatif terhadap cash holding. H3: Firm size berpengaruh positif terhadap cash holding. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif. Penelitian ini terdiri dari variabel dependen dan independen. Populasi penelitian ini adalah Perusahaan Sektor Perdagangan Besar tahun 2016 hingga tahun 2020 dengan periode penelitian 5 tahun yakni dari tahun 2016 hingga tahun 2020. Penelitian ini menggunakan jenis data kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Perusahaan Sub Sektor Perdagangan Besar Indonesia yang IPO sebelum tahun 2016. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji F dan uji t. Uji F digunakan untuk menguji pengaruh dari profitability, net working capital, dan firm size secara layak terhadap cash holding pada Perusahaan Sub Sektor Perdagangan Besar. Uji t digunakan untuk menggambarkan seberapa banyak pengaruh satu variabel independen secara parsial dalam menjelaskan variabel dependen. Variabel independen dikatakan berpengaruh terhadap variabel dependen apabila nilai signifikansi kurang dari a = 0,05. PEMBAHASAN Statistik Deskriptif TABEL 1 Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Profitability Net_Working_Capital Firm_Size Cash_Holding Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2022 Data statistik deskriptif yang dikumpulkan dari 31 perusahaan sebesar 155 data semuanya valid. Nilai minimum profitability menghasilkan angka -3,0939 dan nilai maximum 0,4110, nilai rata-rata sebesar -0,38683 dan standar deviasi 0,2990941. Nilai minimum net working capital menghasilkan angka -3,6115 dan nilai maximum 0,9916. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 nilai rata-rata sebesar 0,147486 dan standar deviasi 0,5321002. Nilai minimum firm size menghasilkan hasil 22,5762 dan nilai maximum 32,3870, nilai rata-rata sebesar 27,827009 dan standar deviasi 2,0621191. Variabel cash holding menghasilkan nilai minimum 0,0001 dan nilai maximum 0,6884, nilai rata-rata sebesar 0,089878 dengan standar deviasi sebesar 0,0994800. Uji Asumsi Klasik Uji normalitas TABEL 2 Uji Normalitas Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2022 Berdasarkan Tabel 2 nilai signifikansi sebesar 0,000, lebih kecil dibanding 0,05. Maka dapat disimpulkan data tidak berdistribusi normal, untuk mengatasi masalah tersebut, penulis mendeteksi adanya masalah data yang bersifat outlier. Penulis melakukan upaya eliminasi data outlier menggunakan metode Zscore dengan kriteria data yang dieliminasi memiliki nilai lebih besar dari 2,58 atau lebih kecil dari negatif 2,58. Berdasarkan Tabel 3 nilai signifikansi adalah 0,000, lebih kecil dibanding 0,05. Maka dapat disimpulkan data berdistribusi tidak normal. Upaya eliminasi data outlier telah dilakukan namun ternyata masih gagal. Merujuk pada pendapat Gujarati dan Porter . 2: 127-. : Teori limit terpusat (Central Limit Theory CLT) yaitu memberikan justifikasi secara teori atas asumsi kenormalan, jika data yang digunakan lebih dari 100, maka asumsi kenormalan dapat diabaikan. Dalam penelitian ini penulis tetap ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 menggunakan data 146 karena apabila menggunakan data 155 masih terkendala masalah TABEL 3 Uji Normalitas Setelah Eliminasi Data Outlier Sumber: Data Olahan SPSS 22,2022 Selain uji normalitas, uji asumsi klasik juga terdiri dari uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi. Uji multikolinearitas dalam penelitian ini menunjukkan nilai tolerance dan VIF ketiga variabel independen lebih besar dari 0,1 dan lebih kecil dari 10. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi tersebut tidak terjadi masalah multikolinearitas. Uji heteroskedastisitas menggunakan metode Glejser, ketiga variabel independen menunjukkan hasil nilai taraf signifikansi lebih dri 0,05, sehingga tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Uji autokorelasi menggunakan metode DurbinWatson menghasilkan nilai DW lebih besar dari nilai du dan lebih kecil dari nilai 4-du . ,7716<1,8670<2,2. yang berarti pengujian ini tidak terjadi masalah autokorelasi. Analisis Regresi Linear Berganda Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda pada Tabel 4 dapat diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y = -0,214 0,158X1 0,058X2 0,010X3 e ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 TABEL 4 Uji Regresi Linear Berganda Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2022 Koefisien Korelasi dan Determinasi TABEL 5 Uji Autokorelasi Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2022 Berdasarkan Tabel 5 dapat dilihat bahwa Adjusted R square memiliki nilai sebesar 0,279 yang berarti nilai koefisien determinasi adalah sebesar 0,279 yang dikonversikan kedalam bentuk persentase yakni 27,9 persen. Nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel independen yakni profitability dan firm size memengaruhi variabel dependen sebesar 29,8 persen dan sisanya sebesar 72. 1 persen dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Uji F TABEL 6 Uji F Sumber: Data olahan, 2021 ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Uji t dan Pengaruh Berdasarkan Tabel 4 dapat dilihat bahwa nilai signifikansi variabel profitability, net working capital dan firm size sebesar lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel independen berpengaruh terhadap cash holding. Pengaruh Profitability terhadap Cash Holding Hipotesis pertama (HCA) menyatakan bahwa profitability berpengaruh positif terhadap cash holding. Berdasarkan Tabel 5 dapat dilihat bahwa koefisien menunjukkan angka positif dan nilai signifikansi variabel profitability lebih kecil dari taraf signifikansi maka dapat disimpulkan bahwa profitability berpengaruh terhadap cash holding. Perusahaan dengan kemampuan laba yang semakin tinggi, akan mendorong uang yang dipegang oleh perusahaan juga akan semakin banyak. Hasil penelitian analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa profitability berpengaruhi terhadap cash holding yang berarti bahwa profitability dapat dijadikan acuan untuk menentukan naik turunnya cash Dengan demikian hipotesis yang diajukan sesuai. Berdasarkan hasil penelitian ini, membuktikan bahwa perusahaan yang memiliki nilai profitability yang tinggi, maka nilai cash holding juga akan semakin meningkat. Hal ini dikarenakan jika perusahaan bisa menghasilkan laba yang tinggi, maka laba tersebut akan menjadi uang, sehingga uang yang dipegang perusahaan juga akan semakin banyak dengan motif berjaga-jaga. Hasil ini sejalan dengan penelitian Zefanya dan Susanto . yang menemukan hubungan positif antara profitability dan cash holding. Pengaruh Net Working Capital terhadap Cash Holding Hipotesis kedua (HCC) menyatakan bahwa net working capital berpengaruh negatif terhadap cash holding. Berdasarkan Tabel 5 dapat dilihat bahwa koefisien menunjukkan nilai positif dan nilai signifikansi variabel net working capital lebih kecil dari nilai taraf signifikansi maka dapat disimpulkan bahwa net working capital berpengaruh positif terhadap cash holding. Hasil pengujian tidak sesuai dengan hipotesis kedua. Perusahaan dengan modal kerja bersih yang tinggi, potensi perusahaan memegang uang tidak banyak lagi, karena sebagian besar net working capital terdiri dari aset likud. Sehingga net working capital memiliki kemampuan berperan sebagai substitusi cash Penelitian analisis yang dilakukan menunjukkan hasil pengaruh yang positif dan Hipotesis yang diajukan berpengaruh namun berlawanan arah. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Terdapatnya perbedaan arah pengaruh net working capital disebabkan karena, sumber modal kerja bersih perusahaan ternyata kebanyakan dari kas. Kas merupakan bagian dari net working capital, sehingga apabila kas meningkat net working capital juga akan meningkat. Net working capital diperoleh dengan membagi aset lancar dikurangi utang lancar dengan total aset. Kas merupakan bagian dari aset lancar dan total aset, yang digunakan juga dalam menghitung cash holding. Sehingga apabila net working capital meningkat maka cash holding juga meningkat. Pengaruh Firm Size terhadap Cash Holding Hipotesis ketiga (HCE) menyatakan bahwa firm size berpengaruh positif terhadap cash holding. Berdasarkan Tabel 5 dapat dilihat bahwa koefisien menunjukkan nilai positif dan nilai signifikansi variabel firm size lebih kecil dari nilai taraf signifikansi maka dapat disimpulkan bahwa firm size berpengaruh terhadap cash holding. Hasil pengujian hipotesis ketiga sesuai. Hasil pengujian ketiga menerima pernyataan dari penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Romadhoni. Kufepaksi dan Hendrawaty . menyatakan bahwa firm size berpengaruh positif terhadap cash holding. Perusahaan yang lebih besar cenderung mempunyai kebutuhan dan kewajiban yang lebih besar dari perusahaan kecil. Sehingga, semakin besar suatu ukuran perusahaan maka semakin besar juga kas yang dimiliki oleh perusahaan karena perusahaan yang besar memiliki sumber pendanaan yang besar dan tingkat penjualan yang tinggi sehingga menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Hal ini menunjukkan kas yang dipegang oleh perusahaan juga semakin besar. PENUTUP Simpulan berdasarkan hasil analisis dan pembahasan data yang telah dilakukan sebelumnya, dapat diketahui bahwa profitability, net working capital, dan firm size berpengaruh positif terhadap cash holding pada Perusahaan Sub Sektor Perdagangan Besar di Bursa Efek Indonesia. Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu Karena keterbatasan waktu dan dana, penulis hanya menggunakan data yang didapatkan dari perusahaan terbuka yang dilihat dari laporan keuangan masing-masing perusahaan sehingga penulis tidak langsung ke lapangan tempat perusahaan beroperasi. Penulis hanya meneliti variabel-variabel sesuai dengan judul penelitian ini dan juga hanya melakukan penelitian terhadap Perusahaan Sub Sektor Perdagangan Besar Variabel ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 penelitian ini hampir sepenuhnya sama dengan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Dari kesimpulan dan keterbatasan yang telah dikemukakan, maka penulis memberikan saran yang sekiranya dapat bermanfaat bagi penelitian selanjutnya. Adapun saran untuk penelitian selanjutnya yaitu diharapkan untuk dapat mengembangkan penelitian dengan mempertimbangkan variabel lain yang tidak ada dalam penelitian ini dan menggunakan teknik analisis yang berbeda untuk menguji serta peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti sektor perusahaan lain, selain perusahaan sub sektor perdagangan besar. DAFTAR PUSTAKA