Abdi Wisata. Volume 1. Nomor 1. Halaman 1-12. Tahun 2024 e-ISSN x-x | p-ISSN x-x Analisis Pelatihan Pembuatan Rempeyek Ebi oleh Mahasiswa Destinasi Pariwisata Ilham Junaid1*. Ali Muhtasom2. Herry Rachmat Widjaja3. Ardi4 Perjalanan Wisata. Politeknik Pariwisata Makassar Politeknik Pariwisata Lombok Politeknik Pariwisata Makassar Destinasi Pariwisata. Politeknik Pariwisata Makassar *Email korespondensi: illank77@yahoo. Abstrak Mahasiswa destinasi pariwisata menyelenggarakan pelatihan sebagai wujud implementasi pengabdian kepada masyarakat. Program pelatihan yang menjadi pilihan mahasiswa adalah pelatihan pembuatan Rempeyek Ebi di pulau Laelae. Penelitian ini bertujuan untuk . menguraikan proses perencanaan dan implementasi pelatihan pembuatan Rempeyek Ebi oleh mahasiswa pariwisata. menganalisis evaluasi pelatihan. mengusulkan upaya atau langkah dalam mengoptimalkan pencapaian tujuan dan manfaat pelatihan bagi masyarakat lokal di pulau Laelae. Penulis melakukan wawancara mendalam kepada mahasiswa mengenai proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pelatihan. Penulis melakukan observasi selama perencanaan dan pelaksanaan pelatihan yang dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap perencanaan terdiri atas konsolidasi stakeholder, penyiapan administrasi dan penyiapan hal-hal teknis Tiga tahap implementasi pelatihan adalah cara atau proses pembuatan adonan, proses pembuatan Rempeyek Ebi dan pengemasan, dan pemasaran produk. Evaluasi pelatihan menunjukkan minat yang baik dari peserta dan pelatihan berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa sebagai pelaksana pelatihan. Dukungan institusi pendidikan pada program pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dapat mendukung pelaksanaan pelatihan yang lebih optimal. Kolaborasi dengan stakeholder eksternal dapat menjadi strategi dalam mengoptimalkan program pelatihan bagi masyarakat di wilayah Penelitian ini memberikan gambaran . tentang pelaksanaan pelatihan dari perspektif mahasiswa pariwisata sebagai penyelenggara kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kata kunci: mahasiswa pariwisata. Pulau Laelae, pelatihan, rempeyek Riwayat artikel Diajukan Diterima Dipublikasikan : 21 April 2024 : 20 Mei 2024 : 31 Mei 2024 Abstract Tourism destination students organise training as a form of implementing community service. The training program students choose is training in making Ebi Rempeyek on Laelae Island. This research aims to . describe the planning and implementation process for training in making Ebi Rempeyek by tourism students. analyse training evaluations, and . propose efforts or steps to optimise the achievement of training goals and benefits for local communities on Laelae Island. The author conducted in-depth interviews with students regarding planning, implementing and evaluating training. The author made observations during the planning and implementation of the training held in May 2023. The research results showed that the planning stage consisted of stakeholder consolidation, administrative preparation and preparation of technical training matters. The three stages of training implementation are the process of making dough, the process of making Rempeyek Ebi and https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. Nomor 1. Halaman 1-12. Tahun 2024 e-ISSN x-x | p-ISSN x-x packaging, and product marketing. The training evaluation showed good interest from participants, and the training positively impacted increasing the tourism students' competence. Support from educational institutions for community service programs by students can support more optimal training implementation. Collaboration with external stakeholders can be a strategy for optimising training programs for communities in the island region. This research provides insight into the implementation of training from the perspective of tourism students as organisers of community service activities. Keywords: tourism students. Laelae island, training, rempeyek ebi Pendahuluan Pulau Laelae adalah salah satu lokasi wisata berbasis alam . yang berada di kota Makassar. Jarak tempuh sekitar 10 menit dengan perjalanan laut dari dermaga Kayu Bangkoa Kota Makassar. Jaraknya yang cukup dekat dengan Kota Makassar menjadikan pulau Laelae menjadi salah satu pilihan bagi muda-mudi untuk berkunjung ke pulau tersebut. Pantai pasir putih dengan pemandangan sunset menjadi salah satu daya tarik Pulau Laelae. Biaya yang dibutuhkan untuk perjalanan menuju Pulau Laelae sangat terjangkau sehingga pulau tersebut berpeluang untuk menjadi destinasi pilihan utama wisatawan di Kota Makassar. Mahasiswa program studi destinasi pariwisata Politeknik Pariwisata Makassar melihat peluang bagi pengembangan sumber daya manusia di Pulau Laelae. Salah satu peluang untuk proses pengembangan sumber daya manusia adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pulau Laelae. Terdapat tiga alasan urgensi pemberian pelatihan pengembangan sumber daya masyarakat di Pulau Laelae. Pertama, masyarakat di Pulau Laelae belum mengelola atau menjual produk yang dapat bernilai Belum ada produk lokal yang dihasilkan oleh masyarakat dengan memanfaatkan produk alam bahari. Kedua, pengunjung hanya mengambil gambar . dan kembali setelah kunjungan Kedatangan pengunjung belum dimanfaatkan sebagai peluang untuk mendapatkan manfaat Ketiga, masyarakat menerima dengan baik program pengabdian kepada masyarakat yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa. Pelatihan merupakan salah satu strategi yang dapat diterapkan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (Bariqi 2018. Denny et al. Karena itu, kegiatan pelatihan sangat dibutuhkan dalam menunjang pembangunan pariwisata (Darma Oka et al. Suprastayasa et al. Dalam rangka mewujudkan program pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa program studi Destinasi Pariwisata Politeknik Pariwisata Makassar melakukan identifikasi jenis pelatihan yang akan dijalankan di Pulau Laelae. Program pelatihan yang menjadi pilihan mahasiswa adalah pelatihan pembuatan Rempeyek Ebi di Pulau Laelae. Penulis sebagai dosen pembimbing melakukan pendampingan kepada mahasiswa dan pengamatan terhadap kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Selanjutnya, penulis menguraikan pelaksanaan pelatihan melalui penulisan karya ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk . menguraikan proses perencanaan dan implementasi pelatihan oleh mahasiswa destinasi pariwisata. menganalisis evaluasi pelaksanaan pelatihan pembuatan Rempeyek Ebi oleh mahasiswa prodi destinasi pariwisata. mengusulkan upaya atau langkah dalam mengoptimalkan pencapaian tujuan dan manfaat pelatihan pembuatan Rempeyek Ebi bagi masyarakat. Penelitian ini memberikan gambaran . tentang pelaksanaan pelatihan dari perspektif mahasiswa pariwisata sebagai penyelenggara kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Metode Penulisan karya ilmiah ini didasarkan pada data yang diperoleh dari mahasiswa sebagai perencana dan pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pelatihan dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2023. Penulis melakukan wawancara mendalam kepada mahasiswa mengenai proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pelatihan. Penulis juga memanfaatkan data observasi selama kegiatan pelatihan berlangsung. Proses pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pulau Laelae dilaksanakan dengan lima tahap. https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. Nomor 1. Halaman 1-12. Tahun 2024 e-ISSN x-x | p-ISSN x-x Penulis menjelaskan kepada mahasiswa mengenai proyek pengabdian kepada masyarakat yang akan dijalankan oleh mahasiswa. Proyek ini merupakan bagian integral dari tugas mata kuliah studi lapang pariwisata mahasiswa semester enam. Penulis merupakan dosen untuk mata kuliah tersebut, sekaligus sebagai pendamping kegiatan pelatihan. Mahasiswa menentukan anggota kelompok sebanyak 4 . orang untuk setiap kelompok. Penentuan kelompok didampingi oleh dosen pendamping dan berdiskusi dengan mahasiswa perihal tata cara penentuan anggota kelompok. Mahasiswa melakukan diskusi dengan sesama anggota kelompok dan melakukan survei kawasan atau daerah tujuan wisata. Mahasiswa melakukan survey mengenai peluang pelaksanaan pelatihan dan jenis pelatihan yang dibutuhkan dalam rangka mendukung partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan potensi alam untuk pariwisata. Mahasiswa melakukan perencanaan mengenai teknis, jadwal dan tata cara pelaksanaan pelatihan. Penulis melakukan pendampingan mengenai proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Mahasiswa memutuskan memberikan pelatihan pembuatan Rempeyek Ebi untuk masyarakat di Pulau Laelae. Mahasiswa melaksanakan pelatihan dan didampingi oleh penulis sebagai dosen. Penulis melakukan pencatatan terhadap segala kegiatan mahasiswa yang berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan pelatihan. Data-data dalam proses pendampingan dan pelaksanaan pelatihan tersebut menjadi informasi penting dalam penulisan karya ilmiah ini. Hasil dan Pembahasan 1 Gambaran umum program pelatihan pembuatan Rempeyek Ebi oleh mahasiswa destinasi Pelatihan pembuatan Rempeyek Ebi dilaksanakan pada tanggal 13 Mei tahun 2023 di Pulau Laelae. Pelaksanaan pelatihan pembuatan Rempeyek Ebi merupakan hasil diskusi dan kesepakatan mahasiswa mengenai jenis pelatihan yang diterapkan. Terdapat tiga alasan pemilihan tema dan lokasi Pertama, salah satu anggota kelompok merupakan penduduk asli di Pulau Laelae sehingga memudahkan bagi mahasiswa untuk mencari peserta. Kedua. Pulau Laelae merupakan wilayah yang memiliki produk udang kecil . dengan masa-masa tertentu. Penduduk lokal dapat mengumpulkan ebi di wilayah perairan dengan mudah ketika musim ebi sudah tiba. Karena itu, mahasiswa berpandangan pentingnya membuat ebi menjadi nilai jual ekonomis. Ketiga, penerimaan masyarakat pulau Laelae terhadap mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan kekuatan utama bagi terwujudnya pelatihan tersebut. Rempeyek adalah jenis kerupuk yang sering menjadi cemilan bagi masyarakat. Rempeyek adalah jenis cemilan yang mudah dibuat dengan komposisi bahan-bahan yang mudah didapatkan di Rempeyek pada umumnya disandingkan menggunakan bahan baku kacang sehingga masyarakat lebih mengenal rempeyek kacang. Mahasiswa destinasi pariwisata memilih ebi sebagai bahan baku utama dalam pembuatan rempeyek dengan tujuan untuk memanfaatkan produk bahari udang kecil . Rempeyek Ebi dibuat dengan proses membuat adonan dari tepung dan dicampur dengan ebi sebagai bahan utama produk rempeyek. Selanjutnya, mahasiswa menunjukkan cara pembuatan Rempeyek Ebi di depan masyarakat di Pulau Laelae. https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. Nomor 1. Halaman 1-12. Tahun 2024 e-ISSN x-x | p-ISSN x-x Terdapat 20 orang peserta yang mengikuti pelatihan tersebut yang dilaksanakan pada tanggal 13 Mei tahun 2023. Peserta pelatihan adalah ibu-ibu rumah tangga dengan durasi pelatihan sekitar 2 . Waktu pelaksanaan pelatihan adalah pukul 13. 00 hingga pukul 15. 00 dengan pertimbangan kebanyakan peserta tidak sibuk pada siang hari. Penyiapan bahan dan peralatan untuk membuat Rempeyek Ebi disiapkan oleh mahasiswa. Para peserta pelatihan hanya datang dan mendengarkan pemaparan mahasiswa sebagai pemberi pelatihan. Selanjutnya, mahasiswa membuat flier sebagai upaya menyebarluaskan informasi mengenai program pengabdian kepada masyarakat di pulau Laelae . ambar Gambar 1. Flier Pelatihan pembuatan rempeyek ebi di Pulau Laelae Sumber: Penulis, 2023 2 Tahap perencanaan pelatihan Suatu pelatihan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat perlu direncanakan dengan baik. Mahasiswa prodi Destinasi Pariwisata Politeknik Pariwisata Makassar merencanakan pelatihan untuk memastikan program yang akan dijalankan berjalan dengan baik. Dosen pembimbing memiliki peran mendampingi dan membantu mahasiswa dalam proses perencanaan tersebut. Tahap pertama dalam proses perencanaan adalah penerimaan dan konsolidasi kelompok dan stakeholder pariwisata. Tahap penerimaan dan konsolidasi dijalankan dengan mekanisme sebagai berikut Mahasiswa memastikan penyamaan persepsi dengan para anggota kelompok mengenai program pelatihan yang akan dijalankan. Para anggota kelompok perlu memiliki dan memahami tujuan yang sama mengenai manfaat dan peluang untuk melaksanakan program pelatihan. Pada tahap ini, mahasiswa akan memiliki beberapa opsi mengenai lokasi dan jenis pelatihan yang akan dijalankan. Pada tahap kedua, mahasiswa melakukan survei langsung mengenai kondisi daerah dan segala potensi yang mendukung program pelatihan. Pada tahap ini, mahasiswa melakukan negosiasi dengan stakeholder pariwisata khususnya kepada kepala kelurahan setempat. Negosiasi dengan anggota https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. Nomor 1. Halaman 1-12. Tahun 2024 e-ISSN x-x | p-ISSN x-x masyarakat juga dibutuhkan untuk memastikan mahasiswa diterima dengan baik. Anggota masyarakat merupakan peserta pelatihan yang diharapkan menerima program pelatihan tersebut. Pada tahap ketiga, mahasiswa menentukan jenis pelatihan dan teknis pelatihan akan dijalankan. Mahasiswa senantiasa melakukan bimbingan dengan dosen pendamping mengenai rencana pelatihan yang akan mereka jalankan. Mahasiswa mempersiapkan diri mengingat jenis pelatihan bukan merupakan keahlian mahasiswa. Pelatihan pembuatan Rempeyek Ebi hanya dipelajari secara mandiri dan didukung oleh orang tua mahasiswa yang memiliki pengalaman pembuatan rempeyek. Tahap kedua dalam proses perencanaan pengabdian kepada masyarakat adalah penyiapan administrasi pelatihan dan izin dari pihak kampus. Kegiatan ini membutuhkan legalitas manajemen kampus melalui proses administrasi izin pelaksanaan kegiatan. Administrasi juga digunakan sebagai dasar bagi pemerintah kelurahan untuk menerima mahasiswa melaksanakan pelatihan di pulau Laelae. Pada tahap ini pula penulis . osen pendampin. memberikan pendampingan mengenai hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum pelaksanaan pelatihan. Penulis juga meminta mahasiswa untuk mempraktikkan cara-cara pemberian pelatihan kepada mahasiswa. Tujuan praktik ini untuk memastikan bahwa mahasiswa memahami cara menjelaskan materi dan memahami proses pembelajaran orang dewasa . Tahap ketiga pada proses perencanaan adalah mahasiswa mempersiapkan hal-hal teknis khususnya pemahaman akan cara pembuatan rempeyek. Pada kurikulum prodi Destinasi Pariwisata, mahasiswa tidak mempelajari secara mendetail mengenai pembuatan produk makanan dan minuman. Hal ini berbeda dengan program studi seni kuliner yang fokus pada pembuatan kuliner. Pada tahap ini, mahasiswa mempelajari secara mandiri dan berkelompok mengenai pembauatan rempeyek dari bahan baku ebi . dang keci. Pemahaman akan proses pembuatan rempeyek sangat penting karena mereka akan menyajikan secara langsung kepada peserta pelatihan. Gambaran tahap perencanaan pelatihan pembuatan rempeyek dapat dilihat pada gambar 2. Konsolidasi Penyamaan persepsi sesama anggota Tahap-Tahap Perencanaan Pelatihan Penyiapan Penyiapan halhal teknis Survei dan pemahaman kebutuhan pelatihan Penentuan proyek pelatihan dan Gambar 2. Tahap-tahap perencanaan pelatihan Sumber: Penulis, 2024 3 Pelaksanaan pelatihan Implementasi pelatihan merupakan hal penting dari suatu program pengabdian kepada Pelatihan yang direncanakan perlu direalisasikan mengingat masyarakat akan memberikan penilaian mengenai komitmen mahasiswa dan institusi pendidikan dalam pengabdian kepada https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. Nomor 1. Halaman 1-12. Tahun 2024 e-ISSN x-x | p-ISSN x-x Pada tahap implementasi, terdapat tiga hal yang menjadi perhatian mahasiswa sebelum pelaksanaan pelatihan sebagai berikut. Mahasiswa memastikan bahwa anggota masyarakat akan menghadiri kegiatan tersebut. Mahasiswa memastikan kehadiran peserta pelatihan dengan tepat waktu. Hal ini diperlukan mengingat anggota masyarakat memiliki aktifitas dan kesibukan masing-masing sehingga kekhawatiran akan kehadiran peserta dapat teratasi. Mahasiswa telah membawa semua bahan-bahan dan peralatan yang akan digunakan pada proses Pada implementasi pelatihan, mahasiswa bekerja secara mandiri dan mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan pelatihan Pembuatan Rempeyek Ebi. Tahap pertama pada implementasi pelatihan adalah pembukaan kegiatan dan dihadiri oleh dosen Dosen pendamping menjelaskan maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan agar peserta pelatihan memahami esensi dari kegiatan tersebut. Tahap kedua adalah penjelasan atau pemaparan oleh mahasiswa mengenai produk cemilan Rempeyek Ebi. Terdapat tiga aspek yang menjadi fokus penjelasan materi oleh mahasiswa. Aspek pertama adalah mahasiswa menjelaskan cara pembuatan adonan dan bahan-bahan . yang akan menjadi bahan utama Rempeyek Ebi. Aspek kedua adalah mahasiswa menjelaskan proses pembuatan khususnya teknik yang digunakan ketika menggoreng agar menghasilkan produk rempeyek yang baik. Aspek ketiga adalah mahasiswa menjelaskan proses pengemasan produk . agar dapat bernilai ekonomis. Hal ini sejalan dengan pandangan Utami et al. bahwa pengemasan produk rempeyek sangat penting untuk menarik menarik minat pembeli dan bernilai jual. Mahasiswa juga menjelaskan pemanfaatan media sosial dalam memasarkan produk kreatif agar bernilai jual tinggi. Gambar 3. Pelaksanaan pelatihan pembuatan Rempeyek Ebi di Pulau Laelae Sumber: Penulis, 2023 https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. Nomor 1. Halaman 1-12. Tahun 2024 e-ISSN x-x | p-ISSN x-x Gambar 4. Produk Rempeyek Ebi dan mahasiswa menjelaskan pengemasan produk Sumber: Penulis, 2023 Gambar 4 menunjukkan hasil produk mahasiswa pariwisata, yakni. Rempeyek Ebi. Produk tersebut telah disimpan dalam plastik kemasan agar dapat dijual dengan nilai jual yang lebih. Pada contoh tersebut, mahasiswa belum membuat label, namun mereka menjelaskan kepada peserta pelatihan pentingnya label tersebut. Mahasiswa bersedia membantu masyarakat untuk mendesain label yang baik untuk produk Rempeyek Ebi. Pada gambar 4 mahasiswa juga menjelaskan pentingnya pengemasan . produk agar menarik calon pembeli. Pengemasan yang baik dapat menjadi alat pemasaran suatu produk. Suatu produk yang potensial perlu dilengkapi dengan label untuk agar dapat menjadi penarik bagi pelanggan membeli suatu produk (Herudiansyah et al. Karena itu, proses pelatihan yang dijalankan oleh mahasiswa menekankan pentingnya lable sebagai bagian dari pengemasan produk. Pemasaran dapat memanfaatkan media sosial agar calon pelanggan dapat mengetahi produk yang dijual oleh peserta pelatihan. Ramadan dan Fatchiya (Ramadan & Fatchiya, 2. memberi contoh pentingnya pemanfaatan instagram dalam mempromosikan suatu produk. Pemanfaatan media sosial sudah menjadi cara yang efektif dalam mempromosikan suatu produk. Akses internet di Pulau Laelae cukup baik mengingat lokasinya yang tidak jauh dari kota Makassar. Karena itu, pemanfaatan media sosial perlu dijalankan ketika produk Rempeyek Ebi sudah dihasilkan oleh peserta pelatihan. Pemasaran produk UMKM akan dapat menjangkau pelanggan yang lebih luas dengan memanfaatkan media sosial (Achmad et al. Azmi Fadhilah & Pratiwi 2021. Wasan & Sariningsih 2021. Diwyarthi 2023. Pratama 2. Media sosial merupakan bagian dari pemasaran digital . igital marketin. 4 Evaluasi pelaksanaan pelatihan Mekanisme evaluasi pelatihan diserahkan kepada mahasiswa sebagai penyelenggara pelatihan. Pada proses perencanaan, penulis . osen pendampin. telah memberikan gambaran berbagai cara untuk mengevaluasi keberhasilan suatu pelatihan. Evaluasi pelatihan dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan data kualitatif ataupun data kuantitatif. Mahasiswa melakukan evaluasi secara langsung dan membagikan instrument evaluasi kegiatan. Selanjutnya, peserta pelatihan memberikan penilaian hasil dari kegiatan tersebut. https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. Nomor 1. Halaman 1-12. Tahun 2024 e-ISSN x-x | p-ISSN x-x Gambar 5. Peserta pelatihan Rempeyek Ebi di Pulau Laelae Sumber: Penulis, 2023 Evaluasi pertama adalah mahasiswa melaksanakan berbagai cara atau pendekatan untuk meyakinkan masyarakat mengenai manfaat dan tujuan pelatihan. Proses pencarian peserta pelatihan merupakan salah satu tantangan bagi mahasiswa yang akan melaksanakan pelatihan. Meskipun masyarakat menerima dengan baik kegiatan mahasiswa, namun perlu pendekatan yang baik agar masyarakat bersedia menjadi peserta pelatihan. Keunggulan dari pelaksanaan pelatihan di Pulau Laelae adalah terdapat satu anggota kelompok yang merupakan penduduk asli di pulau Laelae. Hal ini memudahkan komunikasi mahasiswa dengan penduduk local perihal tujuan dan manfaat kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Evaluasi kedua adalah bahan baku utama Rempeyek Ebi yakni udang kecil. Kenyataannya, udang kecil . tidak mudah didapatkan kecuali pada musim tertentu. Masyarakat berpandangan bahwa ebi akan mudah diperoleh di sekitar pesisir pantai jika pada musim tertentu. Kondisi ini menjadi salah satu kendala ketika masyarakat akan membuat dan menjual produk Rempeyek Ebi. Mahasiswa dan peserta pelatihan berpandangan bahwa pada saat jumlah ebi pada musim tertentu, maka masyarakat dapat menyimpannya untuk digunakan sebagai bahan utama pembuatan rempeyek. Menurut mahasiswa, hasil produk pelatihan pembuatan Rempeyek Ebi akan semakin berkualitas jika menggunakan ebi yang didapatkan dari masyarakat itu sendiri. Namun, mahasiswa penyelenggara membeli ebi di pasar tradisional karena masyarakat tidak memiliki produk bahan baku tersebut. Idealnya, mahasiswa memanfaatkan bahan baku udang kecil langsung dari masyarakat lokal sehingga pelatihan akan semakin nyata dan dapat bernilai manfaat lebih bagi penduduk lokal. Dengan kata lain, mahasiswa dan peserta pelatihan dapat memanfaatkan hasil tangkapan udang kecil . di pulau Laelae. Mahasiswa telah memberikan contoh produk Rempeyek Ebi dalam suatu paket yang bernilai Namun, nilai renyah produk Rempeyek Ebi tidak dapat bertahan lama, sekitar 1 minggu dalam produk plastik. Karena itu, ketika masyarakat akan menjadikan rempeyek sebagai produk bernilai ekonomis, maka proses penjualan produk harus segera dilaksanakan. Produk harus terjual habis dalam periode satu minggu. Masyarakat yang menjual produk rempeyek harus mengupayakan untuk mengoptimalkan strategi penjualan produk. Produk rempeyek perlu dipasarkan dengan cara kerja sama dengan pemilik warung atau toko-toko agar penjualan dapat lebih optimal (Andari. Maulita et al. mengungkapkan bahwa. Selanjutnya. Rempeyek Ebi mungkin dapat bertahan lebih lama jika disimpan dalam kemasan plastik yang terjaga dari kemungkinan masuknya udara. https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. Nomor 1. Halaman 1-12. Tahun 2024 e-ISSN x-x | p-ISSN x-x Pelatihan pembuatan Rempeyek Ebi sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat karena ebi merupakan produk yang bisa dilihat langsung oleh masyarakat lokal. Meskipun udang kecil . hanya bisa didapatkan pada musim tertentu, antusiasme peserta pelatihan cukup tinggi karena mereka memahami bahan baku ebi. Masyarakat adalah pelaku yang secara langsung akan mengimpelementasikan pengetahuan dan pelatihan yang didapatkan. Pelatihan pembuatan Rempeyek Ebi dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa sebagai penyelenggara kegiatan. Mahasiswa mengungkapkan bahwa mereka dapat berinteraksi langsung dengan Mahasiswa memahami bagaimana harus melakukan komunikasi dengan penduduk lokal dan menyampaikan materi pelatihan berdasarkan kondisi dan situasi di masyarakat. Kemampuan mahasiswa dalam menjelaskan materi pelatihan meningkatkan kemampuan public speaking yang dapat bermanfaat di dunia industri ketika mereka bekerja. Keunggulan pelatihan tersebut juga mendorong mahasiswa untuk mempelajari pembuatan produk cemilan. Sebelum menjelaskan kepada masyarakat, mahasiswa harus mempelajari dengan baik cara pembuatan Rempeyek Ebi. Kompetensi mahasiswa tidak hanya didasarkan pada aspek-aspek kepariwisataan, namun berbagai isu yang berkaitan dengan produk cemilan menjadi produk kreatif yang dapat dibeli oleh wisatawan. 5 Upaya optimalisasi pelatihan Suatu pelatihan . engabdian kepada masyaraka. perlu memperhatikan aspek evaluasi sebagai bahan untuk peningkatan program pelatihan. Pada pelatihan pembuatan Rempeyek Ebi, mahasiswa telah mengevaluasi kegiatan tersebut. Pada bagian ini, penulis mengusulkan berbagai aspek untuk peningkatan kualitas program pelatihan. Usulan ini merupakan langkah atau upaya dalam rangka mengoptimalkan pencapaian tujuan dan manfaat pelatihan. Langkah pertama adalah perlunya dukungan lembagaan pendidikan. Institusi pendidikan pariwisata adalah garda terdepan dalam proses pendampingan masyarakat khususnya pada sektor Dukungan institusi pendidikan terhadap program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa menjadi salah satu pendorong pencapaian tujuan dan manfaat pelatihan. Institusi perguruan tinggi memiliki andil dalam menjalin mitra dengan masyarakat dalam proses pendampingan masyarakat (Teviana et al. Junaid al. Mahasiswa sebagai representasi perguruan tinggi perlu didukung agar peran mereka dapat lebih optimal dalam mendampingi masyarakat. Dukungan dana pelatihan untuk mahasiswa merupakan bentuk nyata dari pelibatan institusi Pelatihan pembuatan Rempeyek Ebi memanfaatkan dana swadaya dari mahasiswa sebagai bentuk komitmen dan kesungguhan dalam mengimplementasikan program pelatihan. Meskipun dana bukan satu-satunya menjadi indikator keberhasilan program pengabdian masyarakat, namun kegiatan mahasiswa akan semakin terbantu dengan dukungan dana tersebut. Institusi pendidikan dapat memberikan bantuan dalam bentuk konsumsi yang dapat digmanfaatkan oleh mahasiswa dan peserta dalam kegiatan pelatihan. Langkah kedua adalah kegiatan pelatihan perlu melibatkan anggota masyarakat dalam proses pelaksanaan kegiatan secara meluas. Pada pelatihan pembuatan Rempeyek Ebi, jumlah peserta masih memungkinkan untuk melibatkan anggota masyarakat yang berdomisili di pulau Laelae. Namun, partisipasi anggota masyarakat perlu dibarengi dengan ketersediaan pendanaan yang mendukung Jumlah peserta perlu selaras dengan kualitas pelaksanaan pelatihan. Peserta pelatihan perlu memastikan bahwa mereka hadir karena adanya keinginan dan motivasi untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan pembuatan produk cemilan berbasis local. Upaya ketiga adalah kegiatan pelatihan sebaiknya dilaksanakan secara berkelanjutan. Suatu pelatihan untuk masyarakat sebaiknya dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan agar memberikan dampak optimal terhadap masyarakat (Nugrahaningsih et al. Rahayu, 2. Pelatihan pembuatan Rempeyek Ebi sifatnya hanya dalam waktu singkat dan tidak ada tindak lanjut kegiatan. Pelatihan perlu ditindaklanjuti dengan proses pendampingan. Mahasiswa yang berdomisili di Pulau Laelae dapat menjadi pendamping sekaligus sebagai motivator dalam proses pendampingan tersebut. Keberlanjutan kegiatan dapat juga dilaksanakan dengan membantu masyarakat memasarkan produk yang telah jadi dan siap untuk dijual. https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. Nomor 1. Halaman 1-12. Tahun 2024 e-ISSN x-x | p-ISSN x-x Pelatihan yang berkelanjutan dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat dibandingkan pelatihan yang bersifat singkat. Program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa perlu direncanakan dan dijalankan secara berkelanjutan sehingga masyarakat akan merasakan dampak atau hasil dari pelatihan tersebut. Pengabdian yang bersifat sementara seharusnya perlu dievaluasi mengingat keberhasilan usaha masyarakat dalam mengelola produk usaha UMKM perlu pendampingan dan monitoring untuk menghasilkan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Upaya keempat adalah perlunya kolaborasi dengan pihak eksternal. Kolaborasi institusi pendidikan . ahasiswa sebagai penyelenggar. dapat melibatkan perusahaan-perusahaan yang memiliki program tanggung jawab sosial . orporate social responsibilit. Program CSR perusahaan akan sangat bermanfaat bagi masyarakat di kepulauan karena akan berdampak terhadap pemahaman dan motivasi untuk membuat produk bernilai jual. Kolaborasi institusi pendidikan dengan perusahaan penyedia CSR dapat menjadi strategi dalam menarik masyarakat untuk aktif dalam program pelatihan. Program CSR merupakan wujud peran suatu organisasi, lembaga, institusi ataupun perusahaan dalam membantu masyarakat dalam menunjang pembangunan nasional. CSR sebagai program yang dapat mendorong masyarakat untuk mendapatkan manfaat dari eksistensi suatu perusahaan di wilayah Peningkatan kualitas hidup masyarakat maupun karyawan yang bekerja di suatu perusahaan dapat diwujudkan dengan implementasi program CSR (Wibisono 2007. Manik et al. Hatipoglu et Berbagai program yang dapat dijalankan perusahaan jika menjalin kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi, misalnya, program kerjasama dalam melakukan pendampingan dan pelatihan usaha UMKM bagi masyarakat di kepulauan. Perusahaan atau suatu lembaga memiliki program pengabdian berupa pelatihan kepada masyarakat. Kolaborasi yang terbangun antara perusahaan dan institusi pendidikan tinggi dapat semakin menguatkan peran perusahaan dan pendidikan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. Simpulan Penelitian ini merupakan hasil kajian penulis terhadap perencanaan dan implementasi pelatihan pembuatan Rempeyek Ebi oleh mahasiswa Poltekpar Makassar. Perencanaan dan implementasi pelatihan pembuatan Rempeyek Ebi telah berhasil dilaksanakan oleh mahasiswa Poltekpar Makassar. Mahasiswa telah menjalankan proses perencanaan, implementasi dan evaluasi pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Tahap perencanaan terdiri atas konsolidasi internal kelompok dan stakeholder pariwisata di lokasi pelatihan. penyiapan administrasi pelatihan dan dukungan institusi pendidikan. penyiapan hal-hal teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa memberikan dampak positif baik terhadap peserta pelatihan, maupun terhadap mahasiswa sebagai penyelenggara kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa perlu penerapan pendekatan humanis kepada masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam kegiatan mahasiswa. Evaluasi kedua adalah tidak tersedianya bahan baku rempeyek, yakni udang kecil yang bisa digunakan dalam proses pelatihan. Pembuatan Rempeyek Ebi akan lebih optimal jika ditunjang dengan adanya udang kering dari masyarakat itu sendiri. Pelatihan sebaiknya dilaksanakan secara berkelanjutan dan ada tindak lanjut dari pemberian motivasi kepada masyarakat. Pelatihan terbukti memberikan dampak terhadap peningkatan kompetensi mahasiswa. Dengan demikian, pelatihan yang didesain dan dijalankan oleh mahasiswa merupakan salah satu opsi untuk peningkatan kompetensi mahasiswa pariwisata. Karya ilmiah ini memberikan gambaran mengenai pentingnya menerapkan suatu upaya atau langkah dalam rangka mengoptimalkan pencapaian tujuan dan manfaat pelatihan. Dukungan institusi pendidikan pada program pengabdian kepada masyarakat dapat dijalankan dalam berbagai bentuk. Koloborasi dengan stakeholder eksternal dapat menjadi strategi dalam mengoptimalkan program pelatihan bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Langkah pertama adalah perlunya dukungan lembagaan pendidikan. Institusi pendidikan pariwisata adalah garda terdepan dalam proses pendampingan masyarakat khususnya pada sektor pariwisata. Dukungan institusi pendidikan terhadap program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa menjadi salah satu pendorong pencapaian tujuan dan manfaat pelatihan. https://ejournal. id/index. php/abdiwisata Abdi Wisata. Volume 1. Nomor 1. Halaman 1-12. Tahun 2024 e-ISSN x-x | p-ISSN x-x Referensi