Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Vol. No. September 2024, pp. Analisis Efisiensi Operasional. Manajemen Risiko, dan Pengelolaan Sumber Daya terhadap Keberlanjutan Kinerja Keuangan Perusahaan di Indonesia Loso Judijanto IPOSS Jakarta Info Artikel ABSTRAK Article history: Penelitian ini meneliti pengaruh Efisiensi Operasional. Manajemen Risiko, dan Manajemen Sumber Daya terhadap keberlanjutan kinerja keuangan perusahaan di perusahaan Indonesia. Pendekatan penelitian kuantitatif digunakan, menggunakan data dari 170 perusahaan di berbagai industri. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Temuan mengungkapkan bahwa ketiga variabel tersebut memiliki dampak positif yang signifikan terhadap keberlanjutan keuangan. Efisiensi Operasional muncul sebagai faktor yang paling berpengaruh, diikuti oleh Manajemen Risiko dan Manajemen Sumber Daya. Hasil ini menyoroti pentingnya pendekatan terintegrasi terhadap strategi perusahaan, yang berfokus pada peningkatan proses operasional, mitigasi risiko, dan mengoptimalkan alokasi sumber daya untuk mencapai stabilitas keuangan jangka panjang. Studi ini menawarkan wawasan praktis bagi manajer dan pembuat kebijakan tentang bagaimana meningkatkan keberlanjutan keuangan perusahaan di Indonesia. Received September, 2024 Revised September, 2024 Accepted September, 2024 Kata Kunci: Efisiensi Operasional. Manajemen Risiko. Manajemen Sumber Daya. Keberlanjutan Keuangan Keywords: Operational Efficiency. Risk Management. Resource Management. Financial Sustainability ABSTRACT This study investigates the effects of Operational Efficiency. Risk Management, and Resource Management on the sustainability of corporate financial performance in Indonesian companies. quantitative research approach was employed, using data from 170 companies across various industries. The data was analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). The findings reveal that all three variables have a significant positive impact on financial sustainability. Operational Efficiency emerged as the most influential factor, followed by Risk Management and Resource Management. These results highlight the importance of an integrated approach to corporate strategy, focusing on improving operational processes, mitigating risks, and optimizing resource allocation to achieve long-term financial stability. The study offers practical insights for managers and policymakers on how to enhance corporate financial sustainability in Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA license. Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jakws Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Corresponding Author: Name: Loso Judijanto Institution: IPOSS Jakarta Email: losojudijantobumn@gmail. PENDAHULUAN Keberlanjutan kinerja keuangan perusahaan di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti efisiensi operasional, manajemen risiko, dan sumber daya. Manajemen risiko yang efektif lebih berpengaruh dibandingkan kepatuhan dalam meningkatkan stabilitas dan kesuksesan jangka panjang perusahaan (Judijanto et al. , 2. Pengelolaan risiko LST yang baik juga mendukung stabilitas keuangan dan reputasi perusahaan (Riani et al. , 2. Integrasi LST dengan Balanced Scorecard terbukti meningkatkan keberlanjutan kinerja perusahaan manufaktur (Samiun & Damau. Kepemilikan manajerial berperan penting dalam mengurangi financial distress, terutama saat solvabilitas meningkat (Rahmansyah et al. , 2. Faktor makroekonomi seperti PDB dan inflasi juga memengaruhi kinerja perusahaan di Jakarta Islamic Index (Kismawadi, 2. Efisiensi operasional, manajemen risiko, dan sumber daya adalah elemen penting dalam kinerja keuangan berkelanjutan. Efisiensi operasional terbukti meningkatkan profitabilitas perusahaan di indeks JII70 (Kurniasih & Akhmadi, 2. dan kesehatan keuangan perusahaan asuransi non-jiwa di Afrika Selatan, meski bukan satu-satunya faktor (AuDeterminan efisiensi operasional terhadap kesehatan keuangan perusahaan asuransi nonjiwa di Afrika SelatanAy, 2. Selama pandemi COVID-19, efisiensi biaya operasional sektor perbankan berdampak signifikan pada harga saham (Cagri Gurbuz et al. , 2. Manajemen risiko efektif juga diperlukan, terutama dalam pengelolaan penjaminan emisi dan investasi (AuPenentu efisiensi operasional pada kesehatan keuangan perusahaan asuransi non-jiwa di Afrika SelatanAy, 2. (Ige-Gbadeyan & Swanepoel. Selain itu, perencanaan keuangan strategis, seperti yang diterapkan oleh grup FESCO, sangat penting di masa sulit (Semina et al. , 2. Kinerja keuangan dan produktivitas operasional yang tinggi juga menghasilkan manfaat dari emisi karbon yang lebih rendah (Amarasuriya et al. , 2. Lanskap ekonomi Indonesia menawarkan lingkungan yang kompleks untuk menganalisis dampak efisiensi operasional, manajemen risiko, dan sumber daya terhadap kinerja perusahaan. Manajemen risiko terbukti lebih signifikan dalam meningkatkan kinerja dan reputasi keuangan perusahaan di sektor keuangan dibandingkan kepatuhan, dengan peran penting bagi stabilitas jangka panjang (Judijanto et al. , 2. Risiko LST, terutama pada faktor lingkungan dan tata kelola, berdampak negatif pada kinerja pasar, meski operasional perusahaan tetap stabil, menekankan pentingnya integrasi LST dalam strategi bisnis (Riani et al. , 2. Di sektor industri, efisiensi operasional sangat krusial bagi pertumbuhan berkelanjutan, dengan industri yang perlu memaksimalkan output sambil meminimalkan penggunaan sumber daya (Putri et al. , 2. Integrasi LST dengan alat seperti Balanced Scorecard efektif dalam meningkatkan kinerja keberlanjutan di sektor manufaktur (Samiun & Damau, 2. Namun, di sektor infrastruktur, inisiatif keberlanjutan seperti ISO 14001 tidak selalu berdampak positif terhadap kinerja keuangan jangka pendek (Widjatmiko & Sari, 2. Oleh karena itu, memahami dinamika antara variabelvariabel ini dalam sektor korporasi Indonesia dapat memberikan wawasan yang berharga bagi para manajer dan pembuat kebijakan yang berusaha untuk meningkatkan hasil keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara efisiensi operasional, manajemen risiko, manajemen sumber daya, dan keberlanjutan keuangan perusahaan. TINJAUAN PUSTAKA 1 Operational Efficiency Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Efisiensi operasional adalah faktor penting dalam kinerja keuangan perusahaan, terutama di pasar negara berkembang seperti Indonesia. Studi pada perusahaan JII70 menunjukkan dampak efisiensi operasional pada profitabilitas (Kurniasih & Akhmadi, 2. Operasional yang efisien juga meningkatkan kinerja lingkungan, dengan perusahaan berproduktivitas tinggi dan emisi rendah cenderung lebih menguntungkan (Amarasuriya et al. , 2. Di negara berkembang, efisiensi operasional menjadi kunci untuk mengatasi tantangan infrastruktur dan alokasi sumber daya (Henryquez-Machado, 2. Perencanaan keuangan strategis yang tepat, seperti yang diterapkan FESCO, penting untuk mendukung kegiatan operasional dan perencanaan jangka panjang (Semina et al. , 2. serta optimalisasi sumber daya di sektor minyak dan gas (Panduru et al. , 2. 2 Risk Management Manajemen risiko yang efektif sangat penting bagi perusahaan di pasar berkembang seperti Indonesia, yang menghadapi ketidakpastian ekonomi dan peraturan. Identifikasi risiko komprehensif dan pemantauan berkelanjutan memungkinkan perusahaan mengatasi ancaman (Ansyari, 2024. Balaji et al. , 2. Manajemen risiko keuangan melibatkan identifikasi dan penilaian risiko untuk melindungi bisnis (Anitha & Manisha, 2. Strategi mitigasi seperti lindung nilai dan diversifikasi membantu mempertahankan keberlanjutan keuangan (Yudhaningsih & Syah, 2. Pengendalian internal di bidang akuntansi meningkatkan transparansi, sementara teknologi memfasilitasi pemantauan real-time di sektor seperti manufaktur dan keuangan (Ansyari, 2024. 3 Resource Management Manajemen sumber daya merupakan komponen penting dalam mencapai tujuan bisnis, terutama di lingkungan dengan keterbatasan seperti Indonesia (Korites, 2. Manajemen efektif terhadap sumber daya keuangan, fisik, dan manusia diperlukan untuk memaksimalkan nilai dan meminimalkan biaya (Liyadi et al. , 2. Sumber daya keuangan mendukung pertumbuhan, sementara sumber daya fisik memerlukan pemeliharaan yang baik. Sumber daya manusia berperan kunci dalam kesuksesan melalui pengembangan dan pemberdayaan personel (Liyadi et al. , 2. Teknologi seperti FPGA membantu mengoptimalkan alokasi sumber daya (Karakaya & Akleylek, 2. , dan pengelolaan sumber daya alam berfokus pada keberlanjutan untuk mencegah pemborosan (Majernyk et al. , 2. 4 Corporate Financial Performance and Sustainability Keberlanjutan dalam kinerja keuangan perusahaan diakui sebagai faktor penting untuk kesuksesan jangka panjang. Investasi berkelanjutan, termasuk inisiatif ESG (Lingkungan. Sosial, dan Tata Kelol. , terbukti berdampak positif pada kinerja perusahaan, meskipun ada biaya jangka pendek (Sun, 2. Kinerja LST juga dapat mengurangi kendala pembiayaan, terutama pada perusahaan non-BUMN (Shang, 2. Manajemen keuangan yang efektif mendukung keberlanjutan melalui perencanaan, pengendalian, dan strategi investasi yang berfokus pada proyek ramah lingkungan (Nasution & Sibuea, 2. Tren global menunjukkan hubungan erat antara keberlanjutan dan kinerja perusahaan, dengan penelitian yang berkembang pesat sejak 2017, terutama dari negara-negara seperti Cina dan Amerika Serikat (Chopra et al. , 2. Di Arab Saudi, praktik keberlanjutan terbukti meningkatkan kinerja keuangan, dipengaruhi oleh tata kelola, keterlibatan pemangku kepentingan, dan faktor kontekstual seperti karakteristik industri dan kerangka kerja peraturan (Hessa & Hanan, 2. 5 Kesenjangan dalam Literatur Meskipun terdapat banyak penelitian mengenai peran individu dari efisiensi operasional, manajemen risiko, dan manajemen sumber daya dalam mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan, masih sedikit penelitian yang mengeksplorasi dampak gabungan dari faktor-faktor tersebut, terutama dalam konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan memberikan bukti empiris tentang bagaimana ketiga faktor tersebut berinteraksi dalam mempengaruhi keberlanjutan kinerja keuangan perusahaan dalam konteks Indonesia. Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif terhadap 170 perusahaan, penelitian ini akan memberikan kontribusi terhadap pengetahuan yang sudah ada dengan memberikan wawasan tentang bagaimana perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat meningkatkan keberlanjutan keuangan mereka melalui praktik-praktik manajemen operasional, risiko, dan sumber daya yang Gambar 1. Kerangka Teoritis dan Pengembangan Hipotesis METODE PENELITIAN 1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif, yang sesuai untuk mengeksplorasi hubungan antar variabel dan menguji hipotesis. Desain ini sangat ideal untuk menganalisis bagaimana efisiensi operasional, manajemen risiko, dan manajemen sumber daya mempengaruhi keberlanjutan keuangan perusahaan. Penggunaan survei terstruktur memungkinkan pengumpulan data secara sistematis dari responden di berbagai sektor, sehingga dapat memberikan perspektif yang luas tentang praktik-praktik perusahaan di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai dampak langsung dan tidak langsung dari efisiensi operasional, manajemen risiko, dan manajemen sumber daya terhadap keberlanjutan Pendekatan kuantitatif memungkinkan identifikasi hubungan yang signifikan secara statistik antara konstruk-konstruk tersebut, sehingga memberikan bukti empiris untuk pengambilan keputusan oleh para manajer perusahaan dan pembuat kebijakan. 2 Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel Target populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang beroperasi di berbagai sektor di Indonesia. Sampel sebanyak 170 perusahaan dipilih untuk dianalisis. Perusahaanperusahaan ini dipilih dengan menggunakan purposive sampling, sebuah teknik pengambilan sampel non-probabilitas di mana responden dipilih berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Dalam penelitian ini, kriteria tersebut meliputi perusahaan yang telah beroperasi setidaknya selama lima tahun dan memiliki laporan keuangan yang tersedia untuk Perusahaan-perusahaan tersebut mewakili beragam industri, termasuk manufaktur, keuangan, jasa, dan barang konsumsi. Pengambilan sampel secara purposif dipilih untuk memastikan bahwa responden memiliki pengalaman dan pengetahuan yang cukup tentang efisiensi operasional, manajemen risiko, manajemen sumber daya, dan kinerja keuangan, yang sangat penting untuk menjawab tujuan 3 Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang didistribusikan kepada para eksekutif perusahaan, manajer keuangan, dan profesional manajemen risiko. Survei ini dilakukan melalui metode online dan tatap muka, tergantung pada aksesibilitas responden. Sebelum distribusi akhir, kuesioner telah diuji terlebih dahulu pada sampel yang lebih kecil yaitu 20 perusahaan untuk Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A memastikan kejelasan dan relevansinya. Tanggapan diambil dengan menggunakan skala Likert 5 poin, di mana 1 menunjukkan ketidaksetujuan yang kuat, dan 5 menunjukkan persetujuan yang kuat terhadap pernyataan yang diberikan. 4 Analisis Data Data dari 170 perusahaan dianalisis dengan menggunakan Structural Equation ModelingPartial Least Squares (SEM-PLS . , sebuah metode yang cocok untuk memeriksa hubungan yang kompleks di antara variabel laten. SEM-PLS dipilih karena kemampuannya untuk menganalisis berbagai hubungan secara simultan sekaligus mengakomodasi ukuran sampel yang lebih kecil dan data yang tidak normal. Analisis dimulai dengan mengevaluasi model pengukuran untuk reliabilitas dan validitas, menggunakan nilai Cronbach's Alpha dan Composite Reliability (CR) . ilai di atas 0,70 yang mengindikasikan reliabilitas yang dapat diterim. , serta nilai Average Variance Extracted (AVE) . i atas 0,50 untuk validitas konverge. dan Fornell-Larcker Criterion untuk validitas diskriminan. Setelah memastikan reliabilitas dan validitas model pengukuran, model struktural diuji untuk mengeksplorasi hubungan antara efisiensi operasional, manajemen risiko, manajemen sumber daya, dan keberlanjutan keuangan perusahaan. Koefisien jalur dihitung untuk menentukan kekuatan dan signifikansi dari hubungan-hubungan ini, dengan menggunakan bootstrapping dengan 5000 sub-sampel untuk kesalahan standar dan tingkat signifikansi. Output utama termasuk koefisien jalur dan nilai R-Squared (RA) untuk menilai proporsi varians yang dijelaskan oleh variabel independen. Hipotesis berikut ini diuji dengan menggunakan SEM-PLS 3: H1: Efisiensi operasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan keuangan perusahaan. H2: Manajemen risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan keuangan perusahaan. H3: Manajemen sumber daya berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan keuangan HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Statistik Deskriptif Statistik deskriptif dari data yang dikumpulkan memberikan gambaran umum tentang karakteristik sampel, menyoroti bahwa 170 perusahaan yang berpartisipasi menjangkau berbagai sektor, termasuk manufaktur, keuangan, jasa, dan barang konsumsi, dengan periode operasional rata-rata 10 tahun. Para responden, terutama manajer senior, pejabat keuangan, dan profesional manajemen risiko, memastikan bahwa data tersebut mencerminkan perspektif yang terinformasi mengenai variabel-variabel yang diteliti. Nilai rata-rata untuk efisiensi operasional, manajemen risiko, dan manajemen sumber daya berkisar antara 3,8 hingga 4,2 pada skala Likert 5 poin, yang mengindikasikan bahwa sebagian besar perusahaan melaporkan tingkat kinerja yang moderat hingga tinggi di bidang-bidang ini. Selain itu, keberlanjutan keuangan perusahaan menunjukkan skor rata-rata 4,1, yang menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan menganggap diri mereka stabil secara finansial dalam jangka panjang. Karakteristik demografis dari sampel menunjukkan keragaman dari 170 perusahaan yang berpartisipasi di Indonesia. Sampel mencakup 42 perusahaan kecil . ,7%), 68 perusahaan menengah . %), dan 60 perusahaan besar . ,3%), yang memberikan representasi yang seimbang untuk menganalisis keberlanjutan keuangan perusahaan. Representasi industri mencakup 50 perusahaan manufaktur . ,4%), 35 perusahaan di bidang keuangan dan asuransi . ,6%), 40 perusahaan di bidang jasa . ,5%), 30 perusahaan di bidang barang konsumsi . ,6%), dan 15 perusahaan di bidang lainnya . ,8%). Sebagian besar perusahaan telah beroperasi selama 5 hingga 20 tahun, dengan 25 . ,7%) di bawah 5 tahun, 55 . ,4%) antara 5-10 tahun, 60 . ,3%) selama 1120 tahun, dan 30 . ,6%) lebih dari 20 tahun. Responden sebagian besar adalah para eksekutif, termasuk 25 CEO . ,7%), 45 CFO . ,5%), 40 COO . ,5%), dan 30 pejabat manajemen risiko . ,6%). Distribusi geografis meliputi Jakarta . Jawa Barat . Jawa Tengah . Jawa Timur Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A . , dan provinsi lainnya . Kategori pendapatan tahunan menunjukkan 45 perusahaan . ,5%) memiliki pendapatan kurang dari Rp 50 miliar, 60 . ,3%) antara Rp 50 miliar dan Rp 100 miliar, dan 65 . ,2%) lebih dari Rp 100 miliar. Terakhir, latar belakang pendidikan menunjukkan bahwa 80 responden . ,1%) memiliki gelar sarjana, 70 . ,2%) memiliki gelar master, dan 20 . ,8%) memiliki gelar doktor. 2 Evaluasi Model Pengukuran Evaluasi model pengukuran melibatkan penilaian reliabilitas dan validitas konstruk yang digunakan dalam penelitian ini melalui muatan faktor. Cronbach's Alpha (CA). Composite Reliability (CR), dan Average Variance Extracted (AVE). Keandalan diukur dengan menggunakan Cronbach's Alpha dan Composite Reliability, yang keduanya harus melebihi 0,70. Validitas dinilai melalui muatan faktor, idealnya di atas 0,70, dan AVE, yang harus di atas 0,50 untuk mengonfirmasi validitas konvergen dengan menunjukkan varians yang ditangkap relatif terhadap kesalahan Tabel 1. Validitas dan Keandalan Loading Variable Code AVE Factor EO. Efisiensi EO. Operasional EO. MR. MR. Manajemen Risiko MR. MR. MR. PSD. PSD. Pengelolaan PSD. Sumber Daya PSD. PSD. Keberlanjutan Kinerja Keuangan k. Evaluasi terhadap konstruk-konstruk tersebut menunjukkan reliabilitas dan validitas yang Konstruk Efisiensi Operasional (EO. EO. EO. memiliki Cronbach's Alpha sebesar 0,905 dan Composite Reliability sebesar 0,940, dengan muatan faktor di atas 0,88 dan AVE sebesar 0,840, yang mengindikasikan validitas konvergen yang baik. Konstruk Manajemen Risiko (MR. 1 hingga MR. memiliki Cronbach's Alpha sebesar 0,877 dan Composite Reliability sebesar 0,910, dengan semua muatan faktor melebihi 0,70 dan AVE sebesar 0,671. Konstruk Manajemen Sumber Daya (PSD. 1 hingga PSD. menunjukkan Cronbach's Alpha sebesar 0,901 dan Reliabilitas Komposit sebesar 0,927, dengan muatan faktor di atas 0,80 dan AVE sebesar 0,717. Terakhir, konstruk Keberlanjutan Kinerja Keuangan . 1 hingga k. memiliki Cronbach's Alpha sebesar 0,868 dan Composite Reliability sebesar 0,910, dengan muatan faktor di atas 0,80 dan AVE sebesar 0,716, yang mengkonfirmasi validitas konvergen yang kuat. 3 Validitas Diskriminan Validitas diskriminan mengacu pada sejauh mana sebuah konstruk berbeda dari konstruk lain dalam model, memastikan bahwa setiap konstruk mengukur konsep yang unik. Untuk menilai validitas diskriminan. Kriteria Fornell-Larcker biasanya digunakan. Metode ini membandingkan Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science akar kuadrat dari Average Variance Extracted (AVE) setiap konstruk dengan korelasi antara konstruk tersebut dengan konstruk lainnya dalam model. Validitas diskriminan dikonfirmasi ketika akar kuadrat dari AVE . itampilkan secara diagonal dalam matrik. lebih besar daripada korelasi dengan konstruk lainnya. Tabel 2. Validitas Diskriminan Efisiensi Keberlanjutan Manajemen Pengelolaan Operasional Kinerja Risiko Sumber Keuangan Daya Efisiensi Operasional Keberlanjutan Keuangan Manajemen Risiko Kinerja Pengelolaan Sumber Daya Analisis validitas diskriminan menunjukkan bahwa untuk Efisiensi Operasional, akar kuadrat dari Average Variance Extracted (AVE) adalah 0,817, lebih rendah daripada korelasinya dengan Keberlanjutan Kinerja Keuangan . , yang mengindikasikan adanya potensi tumpang AVE untuk Keberlanjutan Kinerja Keuangan adalah 0,846, yang melebihi korelasinya dengan Manajemen Risiko . dan Pengelolaan Sumber Daya . , tetapi masih menunjukkan korelasi yang tinggi dengan Efisiensi Operasional, yang menimbulkan kekhawatiran akan validitas. Sebaliknya. Manajemen Risiko memiliki akar kuadrat AVE sebesar 0,819, melebihi semua korelasinya, yang menegaskan validitas diskriminannya. Terakhir, akar kuadrat AVE Manajemen Sumber Daya adalah 0,846, lebih besar dari korelasinya dengan Efisiensi Operasional . Keberlanjutan Kinerja Keuangan . , dan Manajemen Risiko . , yang menunjukkan validitas diskriminan yang jelas. Gambar 2. Model Internal Nilai R-Squared (RA) untuk Keberlanjutan Kinerja Keuangan adalah sebesar 0,653, yang berarti 65,3% varians dari Keberlanjutan Kinerja Keuangan dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen: Efisiensi Operasional. Manajemen Risiko, dan Pengelolaan Sumber Daya. Hal ini mengindikasikan kuatnya pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap keberlanjutan kinerja keuangan jangka panjang, sedangkan sisanya sebesar 34,7% disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model. Adjusted RA adalah 0,662, yang memperhitungkan jumlah prediktor. Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science memberikan ukuran yang lebih akurat dari generalisasi model dan mengkonfirmasi bahwa model ini secara efektif menjelaskan varians tanpa overfitted. 4 Hasil Kecocokan Model Evaluasi kecocokan model dalam Structural Equation Modeling (SEM) sangat penting untuk menilai seberapa baik model yang diusulkan sesuai dengan data. Penelitian ini menggunakan beberapa indeks kecocokan, termasuk Standardized Root Mean Square Residual (SRMR). Normed Fit Index (NFI). Chi-Square (NA), d_ULS (Unweighted Least Squares Discrepanc. , dan d_G (Geodesic Discrepanc. Nilai SRMR sebesar 0,052 menunjukkan kecocokan yang baik, di bawah ambang batas 0,08, sementara NFI sebesar 0,915 menunjukkan model ini berkinerja jauh lebih baik daripada model nol. Nilai Chi-Square sebesar 102,73 menunjukkan kecocokan yang wajar tetapi harus ditafsirkan dengan hati-hati karena ukuran sampel 170. Nilai d_ULS sebesar 0,072 menunjukkan perbedaan kecil antara hubungan yang diamati dan yang diprediksi, dan nilai d_G sebesar 0,046 mencerminkan kecocokan yang kuat dengan perbedaan geodesi yang minimal. 5 Pengujian Hipotesis Hasil pengujian hipotesis dari analisis Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) memberikan gambaran mengenai hubungan antara variabel independen EfisiensiOperasional. Manajemen Risiko, dan Pengelolaan Sumber Daya - dengan variabel dependen, yaitu Keberlanjutan Kinerja Keuangan. Tabel 3. Uji Hipotesis Efisiensi Operasional Keberlanjutan Kinerja Keuangan Manajemen Risiko -> Keberlanjutan Kinerja Keuangan Pengelolaan Sumber Daya -> Keberlanjutan Kinerja Keuangan Original Sample (O) Sample Mean (M) Statistics (|O/STDEV|) Standard Deviation (STDEV) Valu Analisis ini mencakup metrik-metrik utama seperti Original Sample (O), estimasi koefisien Sample Mean (M), rata-rata koefisien jalur yang telah di-bootstrap. Standar Deviasi (STDEV), kesalahan standar dari koefisien jalur. T Statistics (|O/STDEV|) untuk menilai signifikansi. dan Nilai P, yang mengindikasikan probabilitas bahwa efek yang diamati terjadi secara kebetulan, dengan nilai di bawah 0,05 yang menunjukkan signifikansi. Koefisien jalur untuk Efisiensi Operasional dan Keberlanjutan Kinerja Keuangan adalah 0,554, menunjukkan hubungan positif yang kuat, dengan T-statistik sebesar 12,198 dan nilai P-value sebesar 0,000, yang mengindikasikan bahwa peningkatan efisiensi operasional meningkatkan keberlanjutan kinerja keuangan. Untuk Manajemen Risiko, koefisien jalurnya adalah 0,259, dengan T-statistik sebesar 5,141 dan nilai P-value sebesar 0,000, yang menunjukkan bahwa manajemen risiko yang efektif memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keberlanjutan keuangan jangka panjang. Terakhir, koefisien jalur untuk Pengelolaan Sumber Daya adalah 0,223, didukung oleh T-statistik sebesar 4,639 dan nilai P-value sebesar 0,000, menggarisbawahi pentingnya pengelolaan sumber daya yang efisien untuk mempertahankan kinerja keuangan. PEMBAHASAN Efisiensi Operasional dan Keberlanjutan Keuangan Temuan menunjukkan bahwa Efisiensi Operasional memiliki dampak positif paling signifikan terhadap keberlanjutan kinerja keuangan perusahaan, dengan koefisien jalur sebesar 0,554 dan T-statistik sebesar 12,198, menegaskan signifikansi statistik. Perusahaan yang meningkatkan proses operasional, mengurangi biaya, dan meningkatkan produktivitas lebih mungkin mencapai hasil keuangan yang berkelanjutan. Di Indonesia, di tengah persaingan dan Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A volatilitas ekonomi, efisiensi operasional menjadi kunci keberlanjutan. Studi ini menekankan bahwa investasi dalam optimalisasi proses, teknologi, dan pengurangan limbah memberikan keuntungan dalam mempertahankan profitabilitas dan stabilitas jangka panjang. Operasional yang efisien menghasilkan penghematan biaya, peningkatan kualitas, dan respons lebih cepat terhadap pasar (Kurniasih & Akhmadi, 2024. Panduru et al. , 2024. Semina et al. , 2. , yang semuanya mendukung keberlanjutan keuangan. Oleh karena itu, perusahaan di Indonesia harus memprioritaskan peningkatan efisiensi operasional melalui adopsi teknologi, otomatisasi, dan manajemen rantai pasokan yang lebih baik untuk mempertahankan kinerja keuangan, terutama di industri dengan margin ketat dan persaingan tinggi. Manajemen Risiko dan Keberlanjutan Keuangan Manajemen Risiko ditemukan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keberlanjutan keuangan, dengan koefisien jalur 0,259 dan T-statistik 5,141, menekankan pentingnya pengelolaan risiko yang efektif untuk memastikan kinerja keuangan yang stabil. Perusahaan yang mampu mengidentifikasi, menilai, dan memitigasi risiko akan lebih siap menghadapi ketidakpastian yang dapat mengganggu kesehatan keuangan mereka. Di pasar berkembang seperti Indonesia, di mana ketidakstabilan ekonomi, perubahan peraturan, dan volatilitas pasar menjadi tantangan utama, praktik manajemen risiko yang efektif, seperti diversifikasi, lindung nilai, dan perencanaan kontinjensi, sangat penting untuk melindungi perusahaan dari potensi kerugian finansial (Ansyari. N, 2024. Yudhaningsih & Syah, 2. Penelitian ini menyoroti pentingnya penerapan kerangka kerja manajemen risiko yang komprehensif untuk mengatasi risiko internal dan eksternal, serta perlunya integrasi manajemen risiko ke dalam perencanaan strategis untuk membantu perusahaan tetap tangguh menghadapi tantangan dan memastikan keberlanjutan keuangan jangka Pengelolaan Sumber Daya dan Keberlanjutan Keuangan Hubungan antara Pengelolaan Sumber Daya dan keberlanjutan keuangan ditemukan positif dan signifikan, dengan koefisien jalur 0,223 dan T-statistik 4,639, menunjukkan bahwa perusahaan yang mengelola sumber daya mereka secara efektif - baik keuangan, manusia, maupun fisik - lebih siap mencapai kinerja keuangan yang berkelanjutan. Manajemen sumber daya memainkan peran penting dalam mengoptimalkan penggunaan aset dan memastikan alokasi ke area yang menghasilkan nilai tertinggi. Di Indonesia, dengan keterbatasan akses terhadap tenaga kerja terampil dan modal, efisiensi manajemen sumber daya menjadi semakin penting. Perusahaan yang mampu memaksimalkan potensi tenaga kerja, mengelola keuangan dengan bijak, dan mengalokasikan sumber daya fisik secara efektif lebih mungkin mempertahankan stabilitas keuangan jangka Panjang (Nasution & Sibuea, 2024. Sharma & Widiyanti, 2. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan manajemen sumber daya melalui investasi dalam pengembangan karyawan, optimalisasi alokasi modal, serta pemeliharaan dan penggunaan aset fisik secara efisien untuk mendukung tujuan strategis perusahaan dan mengurangi pemborosan. Implikasi Praktis untuk Perusahaan Indonesia Temuan penelitian ini menawarkan beberapa implikasi praktis bagi para manajer dan pembuat kebijakan di Indonesia: Perusahaan harus memprioritaskan peningkatan efisiensi operasional mereka dengan mengadopsi teknologi baru, mengotomatisasi proses, dan mengurangi pemborosan. Hal ini akan membantu perusahaan mengurangi biaya, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan profitabilitas, yang semuanya berkontribusi pada keberlanjutan keuangan jangka panjang. Perusahaan harus mengembangkan kerangka kerja manajemen risiko yang kuat untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko yang dapat mengancam keberlanjutan keuangan. Hal ini mencakup risiko eksternal, seperti volatilitas pasar dan perubahan peraturan, serta risiko internal, seperti gangguan operasional atau kesalahan pengelolaan sumber daya. Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Penggunaan sumber daya keuangan, manusia, dan fisik secara efisien sangat penting untuk menjaga keberlanjutan keuangan. Perusahaan harus berinvestasi dalam pengembangan tenaga kerja, memprioritaskan investasi dengan tingkat pengembalian yang tinggi, dan memastikan bahwa aset fisik mereka digunakan secara efektif. Perusahaan yang secara simultan berfokus pada efisiensi operasional, manajemen risiko, dan manajemen sumber daya akan lebih mampu mempertahankan kinerja keuangan Para manajer harus mengadopsi pendekatan holistik terhadap strategi perusahaan yang menggabungkan perbaikan di area-area utama ini. Kontribusi Teoritis dan Penelitian Selanjutnya Penelitian ini berkontribusi pada literatur yang berkembang mengenai keberlanjutan keuangan dengan memberikan bukti empiris dari konteks Indonesia. Temuan-temuan ini mendukung teori yang ada bahwa efisiensi operasional, manajemen risiko, dan manajemen sumber daya adalah pendorong utama kinerja keuangan. Namun, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi variabel-variabel tambahan yang dapat mempengaruhi keberlanjutan keuangan, seperti persaingan pasar, kemampuan inovasi, atau efektivitas kepemimpinan. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat memeriksa bagaimana faktorfaktor ini berinteraksi dalam industri atau lingkungan ekonomi yang berbeda untuk memberikan rekomendasi yang lebih tepat sasaran untuk sektor-sektor tertentu. KESIMPULAN Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan kinerja keuangan di perusahaan-perusahaan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efisiensi Operasional. Manajemen Risiko, dan Manajemen Sumber Daya secara signifikan berkontribusi pada kesuksesan keuangan jangka panjang, dengan Efisiensi Operasional memiliki dampak terkuat. Perusahaan yang memprioritaskan optimalisasi proses, mitigasi risiko, dan alokasi sumber daya yang efisien lebih mungkin untuk mempertahankan keberlanjutan keuangan di pasar yang kompetitif dan dinamis. Efek gabungan dari ketiga variabel ini menjelaskan sebagian besar varians dalam keberlanjutan keuangan, menggarisbawahi pentingnya mengadopsi pendekatan holistik untuk strategi perusahaan. Temuan studi ini sangat relevan bagi perusahaan-perusahaan di pasar negara berkembang seperti Indonesia, di mana volatilitas ekonomi dan keterbatasan sumber daya menjadi tantangan tersendiri. Penelitian di masa depan dapat mengembangkan penelitian ini dengan mengeksplorasi variabel-variabel tambahan atau berfokus pada industri tertentu untuk lebih meningkatkan pemahaman tentang faktor-faktor yang mendorong keberlanjutan keuangan. DAFTAR PUSTAKA