Respon Guru Terhadap Kebijakan Kementerian Agama tentang Hafalan Kitab ArbaAoin Nawawi di MTs Jatibogor Suradadi Atika Rohadatul Aisy1*. Khusanah Aniq1. Moch. Nasruchi1. Nur Afiani1. Moh. Wahyudin1 1Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN) Tegal. Indonesia *Corresponding Email: khusanahaniq55@gmail. Abstract Education is a process of human change related to attitudes, skills, and knowledge. One aspect that drives change in education management is curriculum development. As a form of implementation of the independent curriculum launched by the Ministry of Education. Culture. Research, and Technology. Hadith Arba'in was deliberately chosen because it is relevant to the implementation of the Independent Curriculum in madrasah education. This policy was officially announced on July 27, 2022. This study employs a field-based approach and a qualitative methodology. The type of research is descriptive qualitative research, which generates descriptive data on teachers' responses to the Ministry of Religious Affairs' policy in Tegal Regency regarding the memorization of the ArbaAoin Nawawi text. The study was conducted at MTs Jatibogor Suradadi. Based on the results obtained regarding teachersAo responses to the policy on memorizing the ArbaAoin Nawawi text at MTs Jatibogor Suradadi, all teachers responded very positively, as the text contains several religious values that can be applied by students in their daily lives. With this in mind, the researcher Thus, the researcher concludes that the memorization process of the ArbaAoin Nawawi hadith as part of the local curriculum at MTs Jatibogor Suradadi is proceeding well. Keywords: ArbaAoin Nawawi hadith, memorization, policy Abstrak Pendidikan merupakan suatu proses perubahan manusia baik terkait pada aspek sikap, keterampilan maupun Salah satu aspek yang mendorong terjadinya perubahan dalam pengelolaan pendidikan adalah pengembangan kurikulum. Sebagai wujud implementasi dari kurikulum merdeka yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek Hadits ArbaAoin sengaja dipilih karena relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka di pendidikan madrasah. Kebijakan tersebut diresmikan pada tanggal 27 Juli 2022. Penelitian ini menggunakan jenis lapangan dan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang menghasilkan data deskriptif tentang respon guru MTs terhadap kebijakan Kemenag Kabupaten Tegal tentang hafalan kitab ArbaAoin Nawawi. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Jatibogor Suradadi. Berdasarkan hasil yang diperoleh tentang respon guru terhadap kebijakan hafalan kitab ArbaAoin Nawawi di MTs Jatibogor suraradi adalah semua guru merespon dengan sangat baik, dikarenakan di dalam kitab tersebut memuat beberapa nilai-nilai keagamaan yang bisa diaplikasikan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian peneliti menyimpulkan bahwa proses menghafal yang masuk muatan lokal hadits ArbaAoin Nawawi di MTs Jatibogor Suradadi sudah berjalan dengan baik. Kata Kunci: Hadits ArbaAoin Nawawi. Hapalan. Kebijakan Pendahuluan Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan. TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sejalan dengan hal tersebut bahwa pendidikan adalah upaya mempersiapkan generasi penerus . eserta didi. dengan kemampuan dan keahliannya . yang diperlukan agar memiliki kemampuan dan kesiapan untuk terjun ketengah lingkungan masyarakat, sehingga menjadi bermanfaat bagi kepentingan dan kemaslahatan untuk dirinya dan orang 2 Pendidikan merupakan suatu proses perubahan manusia baik terkait pada aspek sikap, keterampilan maupun pengetahuan. Salah satu aspek yang mendorong terjadinya perubahan dalam pengelolaan pendidikan adalah pengembangan kurikulum. Kedudukan kurikulum dalam proses pendidikan memiliki peranan yang sangat strategis selain untuk mengembangkan peserta didik ke arah perkembangan yang optimal baik jasmani maupun rohani juga kurikulum sebagai tolak ukur dalam melihat kemajuan pendidikan suatu bangsa. Di Indonesia sendiri pernah mengalami pergantian kurikulum beberapa kali, yang sudah dimulai sejak tahun 1947. Bulan Februari lalu. Kemendikbudristek meluncurkan kurikulum baru dengan nama Kurikulum Merdeka. Kurikulum merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam dimana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Program hafalan Hadist ArbaAoin Nawawi menjadi salah satu bentuk implementasi kurikulum merdeka pada madrasah di Kabupaten Tegal. Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang praktis dari kurikulum- kurikulum yang sebelumnya. Dengan mengimplementasikan kurikulum ini maka siswa siswi akan diajar untuk menghafal hadist dan Al Quran. Meskipun model hafalan ini sebenarnya masih menggunakan metode konvensional yang membuat siswa menjadi pasif, kurang terlibat dalam proses pembelajaran, dan pada akhirnya berdampak pada hasil belajar yang rendah. 6 Akan tetapi jika hafalan tersebut kemudian dilanjutkan dengan memahami isi hadis maka ini merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Dilansir oleh media kantor Kemeneterian Agama Kabupaten Tegal bahwasannya program menghafal hadist sangat baik bagi siswa madrasah. Program hafalan hadits ArbaAoin Nawawi ini merupakan ikhtiar nyata untuk menciptakan kondisi bagi siswa agar termotivasi mengahfal hadist. Hal tersebut disampaikan pada kali pertama launching Dadan Nurul Haq. Wawan Kurniawan. Pengembangan Krakter Religius di Sekolah dengan Pendekatan Kontekstual, (Purwokerto: Amerta Media, 2. , h. Masykur. Teori dan Telaah Pengembangan Kurikulum, (Bandar Lampung : Anugrah Utama Raharja, 2. Masykur. Teori dan Telaah Pengembangan Kurikulum,A. Jevi Nugraha. Mengenal Tujuan Kurikulum Merdeka, dalam https://m. com/jateng/mengenal-tujuankurikulum-merdeka-dan-penjelasannya-perlu-diketahui-kln. html?page=2. Di akses pada tanggal 25 Oktober 2022. Eka Nur Fitriyani and others. AoRESPON GURU TERHADAP KEBIJAKAN KEMENAGAo. XV. , pp. 19Ae 26 . Syamsul Falah and others. AoCORE-PL Model and Student Independence: A Quantitative Study on Fiqh Learning Outcomes and Motivation in Secondary SchoolsAo. Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education, 6. , pp. 245Ae62, doi:10. 31538/tijie. TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 hafalan hadits ArbaAoin Nawawi untuk seluruh siswa madrasah se-Kabupaten Tegal pada tanggal 27 Juli 2022. Hadits ArbaAoin Nawawi sangat penting karena mencakup sebagaian besar urusan dan kebutuhan umat islam di dunia dan akhirat baik dari aqidah, hukum, syariah, muamalah dan akhlak. Kitab hadits arbaAoin nawawi terdiri atas empat puluh dua hadits yang setiap hadits darinya merupakan kaidah . agung di antara kaidah-kaidah agama Islam yang dinyatakan oleh para ulama sebagai poros Islam atau sebagai setengah bagian dari ajaran Islam, atau sepertiganya, atau sebutan lain yang semisal dengannya. 8 Di dalamnya mengalir nilai-nilai pendidikan Islam yang memiliki substansi yang dapat membentuk karakter manusia baik dari segi keimanan, ilmu, amal, akhlak dan sosial. Dalam melaksanakan kebijakan hafalan hadits ArbaAoin Nawawi ini guru memiliki peran yang sangat penting. Sebagaimana diketahui bahwa guru adalah seseorang yang memiliki kemampuan profesional untuk mendidik, mengajar, membimbing, menilai dan mengevaluasi peserta didik dalam proses pemindahan ilmu dari sumber belajar yang tersedia kepada peserta didik. Dalam hal ini peran guru sebagai pembimbing sangat diperlukan, guru mendampingi siswa berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan pada diri siswa baik meliputi aspek kognitif, efektif, maupun psikomotor. Guru tidak hanya menilai produk . asil pengajara. , tetapi juga nilai proses . alannya pengajara. Dari kedua kegiatan ini akan mendapatkan umpan balik . tentang pelaksanaan interaksi edukasi yang dilakukan. Madrasah Tsanawiyah Jatibogor Suradadi merupakan salah satu madrasah yang menerapkan kebijakan hafalan hadits ArbaAoin Nawawi yang di canangkan oleh Kementerian Agama Kabupaten Tegal. Dari kegiatan hafalan hadits ArbaAoin yang telah terlaksana sangat ingin dilihat bagaimana respon ataupun tingkat penerimaan khususnya oleh guru di madrasah karena peran guru sangat besar dalam berjalannya kebijakan ini. Oleh karena itu penulis sangat tertarik untuk membuat tulisan yang bertujuan untuk melihat bagaimana respon guru terhadap kebijakan Kementerian Agama Kabupaten Tegal tentang hafalan kitab ArbaAoin Nawawi di MTs Jatibogor Suradadi. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis lapangan dan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah mengambarkan respon guru MTs terhadap kebijakan Kemenag Kabupaten Tegal tentang hafalan kitab ArbaAoin Nawawi di MTs Jatibogor Suradadi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang menghasilkan data deskriptif tentang respon guru MTs terhadap kebijakan Kemenag Kabupaten Tegal tentang hafalan kitab ArbaAoin Nawawi. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Jatibogor Suradadi. Subjek penelitian ini yaitu guru-guru di Mts Jatibogor. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal. Kemenag Launching Program hafalan Hadist Arbain Untuk Seluruh Siswa Madrasah. Dalam https://jateng. id/2022/07/kemenag-launching-program-hafalan-hadistarbain-untuk-seluruh-siswa-madrasah/. Diakses pada tanggal 21 Oktober 2022. Tim Mutiara. Hadist ArbaAoin Nawawi. (Yogyakarta: Mutiara Media, 2. , h. Siti Maemunawati. Muhammad Alif. Peran Guru. Orang Tua. Metode dan Media Pembelajaran Strategi KBM di Masa Pndemi Covid-19, (Banten: Penerbit 3M Media Karya, 2. , h. TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan teknik pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara dengan subjek penelitian. Data sekunder diperoleh melalui dokumentasi dan pustaka yaitu menelaah buku-buku ilmiah yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, misalnya kitab ArbaAoin Nawawi karya Abu Zakaria Muhyiddin an-Nawawi, kitab ini tak memuat hadits dengan jumlah persis 40, melainkan 42 hadits. Hadits-hadits tersebut berkaitan dengan pilar-pilar dalam agama Islam baik ushul . maupun furuAo . , serta hadits-hadits yang berkaitan dengan jihad, zuhud, nasihat, adab, niat-niat yang baik dan semacamnya. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: pertama, melakukan reduksi data. Pada tahap reduksi ini, data-data yang diperoleh tetapi tidak mengambarkan tentang respon guru terhadap kebijakan hafalan kitab ArbaAoin Nawawi akan dibuang. Kedua, yaitu menyajikan data dalam bentuk deskriptif. Dari hasil reduksi data diperoleh data yang menggambarkan tentang respon guru terhadap kebijakan hafalan kitab ArbaAoin Nawawi. Ketiga, tahapan terakhir dari analisis data adalah melakukan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian dan Pembahasan Sejarah Singkat Hadits ArbaAoin Nawawi Kitab Al-ArbaAoin An-Nawawiyyah adalah kitab yang sangat terkenal di negeri ini. Tidak hanya di negeri ini, buku ini juga telah dikenal di seantero dunia Islam selama berabad-abad. Pesantren, dayah, madrasah, masjid, mushola, pengajian rumah, dan berbagai lembaga pendidikan Islam telah menjadikannya sebagai buku wajib untuk Al ArbaAoin An Nawawiyah merupakan sebuah kitab yang banyak dijadikan pembahasan dalam kajian-kajian ilmiah, diktat pelajaran utama untuk dipelajari, dipahami dan diamalkan pada kebanyakan madrasah dan sekolah Islam. Kitab ini berisi kumpulan hadits yang sangat terkenal dan mendasar bagi pembentukan pemahaman seseorang akan hakekat ajaran Islam. Ribuan umat Islam menghafalnya dan menjadikannya sebagai bahan ujian untuk berbagai keperluan. Orang-orang di negara kita terkadang menyebutnya sebentar dengan julukan Hadits Arbain Nawawi. Penerbit Dar Al-Minhaj di Jedah menulis judul dengan terjemahan Al-ArbaAoin sehingga menjadi Al-ArbaAoun An-Nawawiyyah. )A(E OI EIoA Mungkin pelafalan ini lebih tepat, karena judul buku apapun sebenarnya mengemban posisinya sebagai khobar mubtada Aomahdzuf yaitu isim isyaroh. Itulah mengapa Sibawaih dalam Al-Kitab Ae karya pertama tentang ilmu nahwu yang menjadi pionir untuk semua kitab nahwu berikutnya Ae ketika penulisan judul bab selalu memuat isyaroh isim. Dia menulis misalnya, hadza bab Al-faAoil, hadza bab al-jarr, hadza bab al-maAorifah dan Adapun bagi masyarakat, buku ini lebih populer dengan membaca Al- ArbaAoin. Pengucapan ini mungkin mengambil posisi Al-ArbaAoin sebagai mudhof ilaih dari mudhof mahdzuf yang dibuang yang merupakan lafaz kitabu . Silvia Riskha Fabriar and Kurnia Muhajarah. AoKajian Kitab Al- ArbaAoin An Nawawiyah: Deskripsi. Metode. Dan Sistematika PenyusunanAo. Jurnal Lentera: Kajian Keagamaan. Keilmuan. Dan Teknologi. Vol. , pp. 204Ae TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 Sifat An-Nawawiyyah yang melekat pada kata Al-ArbaAoin diambil dari laqob pengarangnya. An-Nawawi. Jadi arti harafiah dari gelar Al-ArbaAoin An-Nawawiyyah adalah 40 . yang dikaitkan dengan An-Nawawi . arena disusun olehny. Nama asli buku yang telah diberikan oleh penulisnya adalah Al-ArbaAoun Fi Mabani Al-Islam wa QowaAoidi Al-Ahkam. Penulisnya adalah Imam An-Nawawi. Seorang ulama besar aliran Asy-SyafiAoi yang popularitasnya cukup membuat kita tidak perlu bersusah payah memperkenalkannya . da sejumlah catatan khusus saya tentang Hadits Arbain Nawawi. Kitab Al-ArbaAoin AnNawawiyyah dihitung sebagai kitab hadits karena hanya memuat hadis Nabi SAW. Buku ini tipis dan kecil, tapi isinya bagus. Jumlah hadits hanya 40 . ebih tepatnya, total 42 hadit. Meskipun jumlah hadits yang sebenarnya hanya 42, kitab ini disebut Al-ArbaAoin yang secara harfiah berarti 40 dan ini umum dalam bahasa arab karena digolongkan ke dalam bahasa majaz, tepatnya termasuk dalam aturan ithlaqul juz-i Aoalal kulli. Adapun alasan An-Nawawi menambahkan 2 hadis yang melengkapi 40, itulah mengapa Ibnu Hajar Al-Haitami menjelaskan dalam bukunya yang berjudul Al-Fathu AlMubin. Menurut Al-Haitami. An-Nawawi kagum dengan hadits ke-41 yang berisi perintah melawan nafsu dan perintah untuk mengikuti syariat. Isi hadits ini tentu saja merupakan ruh dari semua 40 hadis sebelumnya. Hadis ke-42 ini juga dikagumi oleh An-Nawawi karena berisi perintah sholat, istighfar, harapan rahmat, dan mohon pertolongan kepada Allah untuk melaksanakan segala perintah-Nya. Hadits semacam ini dibutuhkan seorang hamba untuk merasa ringan saat menjalankan semua hukum Allah. Diharapkan 42 hadis yang tertulis dalam kitab ini cukup untuk mewakili dan merangkum semua hadis Nabi SAW karena itu adalah hadis Hadits ini, di antaranya beberapa ulama menyebutnya sebagai rubuAout tasyri . eperempat undang-undang hukum Isla. , rubuAoud din . eperempat die. , dan tsulutsud din . epertiga dari Dengan sifat hadits seperti ini, orang yang mampu menghafalnya diharapkan sudah menguasai semua hadis Nabi SAW substansi sehingga diharapkan cukup menjadi poros ajaran Islam dalam menghadapi kehidupan. Awal mula penulisan kitab Hadits Arbain Nawawi berasal dari majelis Ibnu AshSholah, seorang ulama hadits besar di negeri Syria yang terkenal dengan penulisan ilmu hadits mustholah dengan nama Muqoddimah Ibn Ash-Sholah . Suatu ketika. Ibnu AshSholah mengadakan pertemuan untuk mendikte 26 hadis Nabi SAW yang merupakan jawami kalim . ingkat, ringkas dan mewakili banyak ha. Hadits ini disebut Al-Ahadits Al-Kulliyyah. 26 hadits kemudian diambil oleh AnNawawi dan kemudian ditambah dengan 42 hadits, sehingga lahirlah kitab Al-ArbaAoin AnNawawiyyah. Biografi Penulis Kitab ArbaAoin Nawawi Nama lengkapnya adalah Muhyidin Abu Zakariya Yahya bin Syaraf bin Marri al Khazami. Dia dikenal dengan sebutan an-Nawawi, karena namanya dinisbahkan kepada Masjid Pedesaan. Apa itu Hadits ArbaAoin Nawawi dan apa saja Keutamaannya, dalam https://masjidpedesaan. id/apa-itu-hadits-arbain-nawawi-dan-apa-keutamaanya/. Di akses pada tanggal 25 Oktober TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 tempat kelahiran dan tempat wafatnya di Nawa, sebuah Negeri Hawran dalam kawasan Syam (Syri. Dia lahir pada bulan Muharram 631 H . 3 M), di Desa Nawa. Imam An-Nawawi dididik oleh ayahnya yang bernama Syaraf Ibnu Muri, dia terkenal dengan keshalehan dan ketakwaannya. Diriwayatkan bahwa an-Nawawi yang terkenal pintar itu, di masa kecilnya selalu menyendiri dari teman-temannya yang suka menghabiskan waktu untuk bermain. Dalam kondisi yang demikian an-Nawawi yang dari kecilnya mendapat perhatian besar dari orang tuanya, banyak menggunakan waktunya untuk membaca dan mempelajari Al-QurAoan. Dan dia menghatamkan Al-QurAoan sebelum mencapai baligh. ketika berumur 19 tahun, ayahnya mengajak an-Nawawi pergi ke Damaskus untuk menuntut ilmu dan ayahnya menempatkan an-Nawawi di Madrasah arRawahiyyah. Dalam kurun waktu empat setengah bulan dia hafal Tanbih, kemudian dalam waktu kurang dari setahun hafal RubuAo AoIbadat dari kitab Muhazzab. Setiap hari beliau menelaah 12 pelajaran para syaikh berupa penjelasan maupun pendalaman dari kitab Alwasith, juga Al-Muhadzdzab. Al-JamAou baina Shahihain. ShahihbMuslim. Al-LamAou, karya Abu Ishaq Asy-Syairazi. Ushul Al-Fiqh. Al-Muntakhib, karya Fakhru Ar-Razi, nama-nama rijalul hadits dan tentang pokok-pokok dien. Beliau juga mentaAoliq apa-apa yang berkaitan dengan kitab-kitab tersebut. Menerangkan yang sulit dan menjelaskan kaidah-kaidah bahasanya. Allah memberkahi waktu beliau dan membantunya untuk meraih apa yang beliau tekadkan. Syaikh An-Nawawi hidup dengan meneladani para syaikh pendahulu mereka . ara sala. , meniti jejak mereka membuat hidup beliau dipenuhi dengan takwa dan qanaAoah, waraAo, merasa diawasi Allah baik tatkala sendiri maupun disaat ramai, beliau tinggalkan lezatnya makanan dan mewahnya pakaian, beliau mencukupkan diri dengan sedikit makan dan berpakaian yang sederhana. Manakala ajal beliau mulai dekat, beliau pergi ke Kairo untuk berziarah ke makam Imam Asy-SyafiAoi. selanjutnya beliau melakukan safar ke Nawa dan disana beliau menderita sakit dan wafat pada malam Rabu tanggal 24 Rajab tahun 676 H dan disanalah beliau dikebumikan. Respon Guru terhadap Kebijakan Kemenag Kabupaten Tegal tentang Hafalan Kitab ArbaAoin Nawawi Berdasarkan hasil yang diperoleh tentang respon guru terhadap kebijakan hafalan kitab ArbaAoin Nawawi di MTs Jatibogor suraradi adalah semua guru merespon dengan sangat baik, menurut Muhammad Kholidin, guru senang dengan adanya kebijakan ini dari kementerian agama yang memasukkan hadits sebagai tambahan walapun ini sebenarnya mulok . uatan loka. tapi diwajibkan untuk seluruh madrasah se-kab tegal, sehingga para guru pun sangat merespon dengan baik karena memang ini sangat baik dan bagus. Seperti halnya hafalan qurAoan juz 30 yang sebelumnya diwajibkan oleh kemenag pihak sekolah dari yayasan sudah melaksanakan terlebih dahulu yang kemudian dari kemenag Dari pihak sekolah juga menyambutnya dengan sangat baik karena ini Abdullah AS. Achyar Zein. Saleh Adri. Manhaj Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-ArbaAoin An-Nawawiyyah: Kajian Filosofi di Balik Penulisan Kitab Hadits al- ArbaAoin Nawawiyyah. Sumatera Utara. At-Tahdis: Journal of Hadith Studies. Vol. 1 No. 2 Juli Desember 2017, h. Muhammad Rifai Juaini. Skripsi: Nilai-nilai Pendidikan Akhlak dalam Kitab Al-ArbaAoin Nawawi karya Imam Nawawi, (Jakarta: UIN, 2. , h. TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 basisnya MTs bukan pesantren. Jadi kalau anak hafal qurAoan yang juz 30 saja itu suatu kebanggan tersendiri selaku guru. Keberhasilan guru tentu menerapkan metode menghafal yang sudah berjalan seperti halnya hafalan qurAoan belum tentu sukses jika menerapkan metode yang lain. Madrasah Tsanawiyah Jatibogor Suradadi merupakan Madrasah Tsanawiyah pertama yang menerapkan menghafal Hadits Arbain Nawawi melalui metode yang sudah Dikarenakan di dalam kitab tersebut memuat beberapa nilai-nilai keagamaan yang bisa diaplikasikan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari dan juga adanya kegiatan mengahafal Hadits dapat mendorong perilaku peserta didik, agar peserta didik tersebut tidak terpengaruh oleh dunia bebas dan pergaulan bebas. Dengan demikian manfaat menghafal hadits sangatlah penting dan sangat diperlukan untuk membimbing dan membina peserta didik agar memahami dan mengetahui manfaat belajar ilmu agama. Pelaksanaan Program Hafalan Dari data yang telah diterima, menyatakan telah melaksanakan program hafalan hadits ini sejak awal bulan September. Dari mulai kebijakan ini di resmikan pada tanggal 27 Juli 2022,15 namun pihak Madrasah baru bisa optimal dan efektif melaksanakan program tersebut pada awal bulan September. Kegiatan menghafal hadits ArbaAoin sendiri dilaksanakan pada setiap hari JumAoat pagi sebelum proses belajar mengajar dimulai. Kajian sekaligus hafalan kitab ArbaAoin Nawawi sendiri dilaksankan bersama-sama yang diikuti oleh seluruh guru, staf dan siswa. Kegaiatan tersebut dipimpin langsung oleh KH. Khozin. Ag. Pd. I ketua yayasan MTs Jatibogor Suradadi. Kemudian setelahnya dilanjutkan oleh wali kelas setiap pagi setelah mengikuti kajian bersama-sama. Dengan ini nantinya wali kelas akan membimbing proses hafalan serta menilai siapa saja siswa yang sudah bisa menghafal hadits satu, dua dan Sistem hafalannya per kelas masing masing dalam seminggu satu kali terus berulang sampai anak hafal. Dalam hafalan kitab ArbaAoin Nawawi ini awalnya pihak sekolah mentargetkan dalam satu semester hafal 7 hadits namun karena keterbatasan waktu dan banyaknya jam pelajaran maka dari mulai program ini terlaksana baru 2 hadits yang terpenuhi. Kendala Pelaksanaan Program Halfalan Hadits ArbaAoin Nawawi di MTs Jatibogor Suradadi Program hafalan hadits ArbaAoin yang sudah dilaksanakan oleh Mts Jatibogor sejak awal bulan September ini belum sepenuhnya maksimal atau dengan kata lain keberhasilannya belum bisa dikatakan sukses karena memang sebelum ada kebijakan ini pun di MTs jatibogor sudah ada ciri khas sendiri yaitu dengan kajian kitab TaAolim MutaAoalim yang dilakukan setiap hari senin, hal ini lah yang sebenarnya menjadi beban tersendiri bagi MTs jatibogor terkhusus guru-gurunya, karena disamping ada kajian kitab lain selain kitab ArbaAoin Nawawi juga ada mulok tahfidz yang mana juga diharuskan menghafal. Jadi siswa sebelumnya sudah diharuskan untuk menghafal qurAoan walaupun hanya juz 30 nya saja. Wawancara dengan Muhammad Kholidin sebagai Waka Kurikulum MTs Jatibogor Suradadi pada hari Kamis, 19 Oktober 2022 di MTs Jatibogor Suradadi. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal. Kemenag Launching Program hafalan Hadist Arbain untuk Seluruh Siswa Madrasah. Dalam https://jateng. id/2022/07/kemenag-launching-program-hafalan-hadistarbain-untuk-seluruh-siswa-madrasah/. Diakses pada tanggal 21 Oktober 2022. TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 Itu sebabnya yang menjadi kendala sekaligus tantangan tersendiri dalam memaksimalkan hafalan kitab ArbaAoin Nawawi. Dari pihak madrasah pun belum ada titik temu dalam penggunaan metode yang tepat untuk bisa memaksimalkannya. Mungkin untuk awal semester ini belum maksimal karena anjuran dari kemenag sendiri baru keluar setelah program semester sedang berjalan maka dari pihak madrasah selaku ketua yayasan mengupayakan yang ada walaupun keberhasilannya belum terlihat. Dengan sedikit demi sedikit serta berjalannya waktu, pihak dari sekolah akan mencoba menemukan metode yang efektif untuk menghafal kitab ArbaAoin Nawawi tanpa membebani siswa dalam menghafal sekaligus mengerti isi dan kandungan kitab ArbaAoin Nawawi. Kelebihan dalam Menerapkan Hafalan Hadits ArbaAoin di Mts Jatibogor Adapun kelebihan dalam menerapkan hafalan hadits ArbaAoin di MTs Jatibogor adalah sebagai berikut: Siswa menjadi hafal hadits-hadits arbaAoin, dibuktikan dengan setoran hafalan siswa kepada guru mapel kelas. Siswa dapat menerapkan sikap yang baik sesuai dengan isi dari kitab arbaAoin, seperti halnya siswa dapat mengimplementasikan hadits niat dalam kesehariaanya. Siswa mendapatkan wawasan lebih terkait pokok-pokok ajaran Islam. Terutama tentang keimanan, dalam beriman memiliki kaitan dengan pendidikan akhlak yang terdapat dalam kitab ArbaAoin hadits ke 2 dan 3 yaitu ketauhidan yang mana sudah dihafalkan berikut dengan artinya. Kekurangan dalam Menerapkan Hafalan Hadits ArbaAoin di MTS Jatibogor Ada beberapa kekurangan dalam menerapkan hafalan hadits ArbaAoin di MTs Jatibogor yaitu sebagai berikut: Tidak ada guru khusus yang menampung hafalan hadits siswa sehingga siswa hanya mampu menghafal tetapi kurang menguasai makna atau kandungan dari hadits. Kurangnya waktu dalam mempelajari hadits ArbaAoin, sehingga siswa tidak bisa memaksimalkan hafalannya dan pemahamannya secara mendalam. Mengganggu jam pelajaran pertama karena dengan menempatkan setoran hafalan siswa sebelum jam pelajaran pertama dimulai dengan itu menjadikan jam pertama menjadi lebih sedikit yang akhirnya menjadi tidak efektif dan efesien dalam kegiatan belajar mengajar. Kesimpulan Menurut hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa proses menghafal yang termasuk muatan lokal yakni hadits ArbaAoin Nawawi di Mts Jatibogor Suradadi sudah berjalan dengan baik dikarenakan dalam proses tersebut, meliputi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran yaitu dengan pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran, yaitu pendidik mampu membuka pelajaran, pendidik menguasai pelajaran, pendidik harus memberi penjelasan dengan baik maksud dan tujuan menghafal , pendidik harus menggunakan metode yang relevan, pendidik harus mampu memanfaatkan media pembelajaran, pendidik mampu melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran, kemampuan menggunakan waktu yang efesien dan pendidik mampu menutup pelajaran dengan baik. TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Januari 2026 Daftar Pustaka