https://ejurnal. id/index. php/TRIBISNIS DOI: 10. 59806/jkamtb. Vol. No. Agustus 2025 Masuk tanggal : 10-Mei-2025, revisi tanggal : 15-8-2025, diterima untuk diterbitkan tanggal : 15-Agustus-2025 Analysis Of The Influence Of Teaching Ability. Mastery Of Material. How To Communicate. And Discipline Of Lecturer Attendance On Lecturer Work Productivity On Stie Bisnis Indonesia Pengaruh Iklim Organisasi. Budaya Organisasi Dan Kepercayaan Terhadap Kualitas Berbagi Pengetahuan Diantara Karyawan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis Indonesia. Jakarta Heles Eriyanto Prodi Manajemen. STIE Bisnis Indonesia. Jl. Raya Kebayoran Lama No. Jakarta Barat Email: heles. eriyanto@stiebi. Abstract The purpose of this study was to analyze the influence of organizational climate, organizational culture and trust on the quality of knowledge sharing among employees at STIE Bisnis Indonesia. The data analysis technique used is hypothesis testing which is the research aimed to test research hypothesis which generally explains about effects characteristics or differences between groups or interdependences from two factors or more in one situation. The data collecting technique is used by distributing questionnaires to respondents of all dozen and non-dozen employees in STIE Bisnis Indonesia with a total of 146 respondents. The data analysis technique used is multiple regression method to test correlation or effects between independent and dependent variables. The influence of organizational climate on the quality of knowledge sharing is based on employees' perceptions towards an organizational atmosphere that is considered conducive and helps them to achieve job goals optimally through knowledge sharing activities among employees. The influence of organizational culture on the quality of knowledge sharing is based on the exemplary and leadership qualities of superiors who are lecturers with better ethical behavior, so that they can direct their employees to be willing to share knowledge with other employees in carrying out their duties and jobs. And the influence of trust on the quality of knowledge sharing is based on the comfort of employees at work which makes them willing to share knowledge with other employees in the Keywords: Organizational Climate. Organizational Culture. Trust. Quality. Abstrak Heles Eriyanto | Pengaruh Iklim Organisasi. Budaya Organisasi Dan Kepercayaan Terhadap Kualitas Berbagi Pengetahuan Diantara Karyawan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis Indonesia. Jakarta Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh iklim organisasi, budaya organisasi dan kepercayaan terhadap kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan di STIE Bisnis Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengujian hipotesis yaitu sebuah metode yang ditujukan untuk menguji hipotesis penelitian yang umumnya menjelaskan mengenai karakteristik-karakteristik pengaruh atau perbedaan-perbedaan diantara kelompok atau interdependensi dari dua faktor atau lebih dalam satu Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan mendistribusikan kuesioner kepada responden yakni semua karyawan dosen dan non dosen di STIE Bisnis Indonesia dengan total 146 Teknik analisis data yang digunakan adalah metode regresi berganda untuk menguji hubungan atau pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim organisasi, budaya organisasi dan kepercayaan memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas berbagi pengetahuan diantara karyaan STIE Bisnis Indonesia. Pengaruh iklim organisasi terhadap kualitas berbagi pengetahuan didasarkan pada persepsi karyawan kearah suasana organisasi yang dinilai kondusif dan membantu mereka untuk mencapai sasaran pekerjaan secara optimal melalui aktivitas berbagi pengetahuan diantara karyawan. Pengaruh budaya organisasi terhadap kualitas berbagi pengetahuan didasarkan pada keteladanan dan kualitas kepemimpinan dari atasan yang merupakan para dosen dengan perilaku etis yang lebih baik, sehingga dapat mengarahkan karyawannya untuk rela berbagi pengetahuan dengan karyawan lainnya dalam menjalankan tugas-tugas dan pekerjaannya. Dan pengaruh kepercayaan terhadap kualitas berbagi pengetahuan didasarkan pada kenyamanan karyawan di tempat kerja yang membuat mereka rela berbagi pengetahuan dengan karyawan lainnya di tempat kerja. Kata Kunci: Iklim Organisasi. Budaya Organisasi. Kepercayaan. Kualitas. Pendahuluan Perguruan tinggi merupakan salah satu lembaga pendidikan yang secara formal diberikan tugas dan tanggung jawab untuk mempersiapkan mahasiswa agar pola pikir, sikap dan keahlian profesionalnya terbentuk sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yaitu mengisi kebutuhan masyarakat akan tersedianya tenaga ahli dan tenaga terampil dengan tingkat dan jenis kemampuan yang sangat beragam (Reniati, 2. Seiring dengan pesatnya pertumbuhan populasi penduduk di Indonesia, didukung dengan semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat terhadap dunia pendidikan formal, maka laju pertumbuhan perguruan tinggi juga semakin tumbuh. Dalam dunia pendidikan, khususnya pada level perguruan tinggi keunggulan kompetitif yang dapat diciptkan salah satunya adalah peningkatan kualitas berbagi pengetahuan atau yang dikenal dengan knowledge sharing. Menurut Othman dan Skaik . , implementasi berbagi pengetahuan dalam perguruan tinggi menjadi sangat penting karena perguruan tinggi adalah produsen ilmu pengetahuan, dimana setiap peran sumber daya manusia baik pimpinan, bawahan, dosen, tenaga administrasi harus mampu memberikan informasi atau pengetahuan yang mereka miliki kepada kolega maupun mahasiswa, sebagai bentuk kualitas output yang dihasilkan organisasi perguruan tinggi. Pentingnya implementasi peningkatan kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan tersebut telah banyak dilaporkan dalam studi-studi ilmiah. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh Tan et al. , . yang telah mengukur kaitan antara dimensi-dimensi kualitas pelayanan dengan kualitas berbagi pengetahuan dengan menggunakan pendekatan survey dari perspektif Temuan studinya telah menunjukkan bahwa kualitas berbagi pengetahuan dapat mempengaruhi secara positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan yang diberikan Dalam kaitan ini, kualitas berbagi pengetahuan yang rendah baik secara langusung maupun tidak langsung dapat menciptakan persepsi negatif dari konsumen kearah organisasi karena buruknya kinerja pelayanan yang dihasilkan organisasi atas rendahnya kualitas penyebaran pengetahuan diantara karyawan dalam memecahkan masalah-masalah pekerjaan dapat menimbulkan kepuasan yang rendah diantara konsumen dan dalam jangka panjang kondisi tersebut dapat mengganggu keberlangsungan bisnis suatu organisasi. Beberapa faktor dapat mempengaruhi kerelaan karyawan untuk mau berbagi pengetahuan di tempat kerja. Menurut Jain. Sandhu dan Goh . kualitas berbagi pengetahuan dalam suatu organisasi dapat dipengaruhi oleh iklim organisasi dan kepercayaan. Stringer sebagaimana dijelaskan oleh Ruliana . bahwa iklim organisasi sebagai koleksi dan pola lingkungan yang menentukan munculnya motivasi serta berfokus pada prinsipprinsip yang masuk akal atau dapat dinilai, sehingga mempengaruhi langsung terhadap kinerja Iklim organisasi ini merupakan istilah untuk menggambarkan lingkungan organisasi atau situasi organisasi. Iklim organisasi berkenaan dengan rangkaian sifat yang dapat dipersepsi orang-orang dalam suatu organisasi atau unit-unit tertentu. Pembicaraan tentang iklim organisasi sebenarnya merupakan pembicaraan lingkungan kerja dan timbul terutama karena kegiatan organisasi yang dilakukan secara sadar atau tidak, yang dianggap kemudian mempengaruhi perilaku organisasi (Steers, 1985:. Ling . , budaya organisasi adalah nilai-nilai, aturan-aturan, praktek-praktek, ritualritual dan norma-norma yang organisasi jalankan bisnis. pendapat lain oleh Tseng . budaya organisasi adalah segala sesuatu yang orang-orang miliki, pikirkan dan lakukan sebagai anggota dari masyarakatnya. Ini adalah kriteria dasar dari perilaku sosial dan tindakan terintegrasi. Merujuk pada pengertian ini, budaya organisasi menggambarkan karakter suatu organisasi, yang mengarahkan karyawan atas bagaimana bekerja dan berkomunikasi dalam organisasi tersebut. Kepercayaan merupakan salah satu faktor penting bagi organisasi untuk mencapai sasaransasaran organisasi dengan menciptakan hubungan yang harmonis diantara anggota organisasi. Row et al. , . kepercayaan adalah kumpulan penilaian-penilaian komplek yang orang-orang percaya dalam mengungkapkan berbagai segi dari orang yang dipercaya. Menurut Mosher . , kepercayaan dapat didefinisikan sebagai suatu kerelaan untuk menerima masukan dari orang lain untuk mengerjakan tindakan-tindakan yang diharapkan dan mendorong kepada tingkat ketergantungan kepada orang lain tersebut untuk bertindak dengan cara yang baik. Definisi ini menegaskan bahwa adanya ketergantungan diantara atau sesama karyawan dalam kebanyakan pemecahan masalah kerja karyawan, dimana ketergantungan tersebut mendorong adanya kerelaan dari karyawan untuk saling percaya untuk berbagi pengetahuan dan informasi guna pemecahan masalah kerja secara efektif Dalam organisasi seringkali ditemui masalah yang harus diselesaikan. Bila seorang karyawan tidak mengetahui caranya, maka seringkali bertanya kepada atasan atau rekan kerja dan oleh karena itu, diperlukan kualitas berbagi pengetahuan yang baik dalam organisasi tersebut. Li. Zhuo dan Luo . menyatakan bahwa berbagi pengetahuan dapat didefinisikan sebagai sebuah proses bidireksional, dimana seseorang mentransfer informasinya kepada orang lain yang bermaksud untuk membantunya memahami dan mempelajari informasi dan kemudian informasi tersebut menjadi informasi orang lain tersebut. Berdasarkan pada definisi tersebut, berbagi pengetahuan adalah sebuah proses dimana pengetahuan individual dapat diterjemahkan ke dalam pengetahuan yang dapat difahami, diserap dan dapat dipraktekkan oleh orang lain Metode Penelitian Rancangan penelitian dalam studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan sumber data primer berupa penyebaran kuesioner kepada sejumlah responden. Pendekatan kuantitatif yang dimaksudkan adalah sebuah pendekatan penelitian yang menguji hubungan- hubungan atau pengaruh-pengaruh diantara variabel penelitian dengan menggunakan pendekatan matematis atau prosedur-prosedur statistik. Variabel yang diuji pengaruhnya dari studi ini adalah iklim organisasi, budaya organisasi dan kepercayaan terhadap kualitas berbagi Penelitian ini mengacu pada penelitian sebelumnya yang dilakukan dan diadaptasi dari penelitian Jain. Sandhu dan Goh . 5: . yang menganalisis pengaruh iklim organisasi dan kepercayaan terhadap kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan, dan penelitian dari Ling . 1: . yang menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pengujian hipotesis . ypotheses testin. yaitu penelitian yang bertujuan untuk menguji hipotesis penelitian yang umumnya menjelaskan tentang karakteristik pengaruh-pengaruh atau perbedaan-perbedaan antar kelompok atau independensi dari dua faktor atau lebih dalam satu situasi (Sugiyono, 2012: . Populasi dan Sampel Penelitian ini menggunakan teknik sensus yaitu teknik pengambilan data sampel menggunakan seluruh populasi (Sugiyono, 2. Dalam hal ini, jumlah populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 147 orang yang merupakan semua karyawan dosen maupun non dosen yang bekerja di STIE Bisnis Indonesia. Berikut ini adalah beberapa kriteria yang dijadikan pedoman dalam pemilihan sampel dalam penelitian ini karyawan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah semua karyawan, termasuk dosen yang bekerja di STIE Bisnis Indonesia. Definisi Operasional Menurut (Soemadi, 2023:. Definisi operasional suatu variabel adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel dengan memberi makna atau menetapkan kegiatan atau membenarkan operasi yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut. Tiga variabel bebas (X1. X2, dan X. dan satu variabel terikat (Y) digunakan dalam penelitian ini. Dalam skenario ini. X1 yaitu Iklim Organisasi. X2 yaitu Budaya Organisasi, dan X3 yaitu Kepercayaan, ketiga faktor tersebut mempengaruhi Y, yaitu Kualitas Berbagi Pengetahuan Diantara Karyawan terhadap STIE Bisnis Indonesia. Teknik Pengumpulan Data Untuk dapat mendapatkan hasil penelitian yang optimal dan secara ilmiah dapat dipertanggung jawabkan maka penulis akan menggunakan beberapa metode sebagai :1. Metode Field Research (Riset Lapangan ) Adalah suatu metode penelitian yang dilakukan terhadap obyek penelitian untuk memperoleh data yang bersifat primer, dalam penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan daftar pertanyaan sebagaimana terlampir dalam penelitian ini. Metode Library Research (Riset Kepustakaa. Untuk memperoleh data secara teoritis yang merupakan data sekunder sebagai dasar pijakan terhadap data primer, maka dalam penelitian akan menggunakan buku-buku, majalahilmiah/jurnal, makalah, tesis, dan pendapat para ahli tentang Sumber Daya Manusia yang berkaitan dengan masalah penelitian Diskusi Hasil pengujian hipotesis untuk masing-masing variabel penelitian akan dijelaskan dalam bagian pembahasan hasil penelitian ini. Hasil Uji-t Pengujian terhadap hipotesa dilakukan melalui uji regresi pada pengolahan data dengan menggunakan program SPSS for Windows versi 21. Dasar pengambilan keputusan uji hipotesa adalah dengan membandingkan besarnya p-value dengan level of significant sebesar 5% . lpha 0,05 ). Jika p-value kurang dari 0. 05 maka hipotesa nol (H. ditolak, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antar kedua variabel. Jika p-value lebih besar dari alpha 0. 05 maka hipotesa nol (H. diterima, yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan diantara kedua variabel. Dasar pengambilan Keputusan Hipotesis: Jika p-value < 0,05, maka H0 ditolak. Jika p-value > 0,05, maka H0 diterima. Hasil pengujian hipotesis antar variabel independen dengan variabel dependen secara parsial dalam penelitian ini dapat ditunjukkan dalam tabel 4. 15 berikut ini: Hasil Uji Hipotesis Parsial (Uji . Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. Std. Error IKLIM_ORGANISASI BUDAYA_ORGANISASI KEPERCAYAAN Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: BERBAGI_PENGETAHUAN Sumber: Data SPSS versi 21 Yang Diolah Hipotesa 1 Hipotesa pertama menguji apakah iklim organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan. Bunyi Hipotesa null (H. dan Hipotesa Alternatif (H. adalah sebagai berikut: H1 : Terdapat pengaruh iklim organisasi terhadap kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan. Berdasarkan hasil pengujian regresi dengan program SPSS, menghasilkan hasil yang positif, yang berarti iklim organisasi berpengaruh positif terhadap kualitas berbagi diantara karyawan. Nilai signifikansi untuk hipotesis pertama telah menunjukkan P-Value sebesar 0. 018 < 0,05, maka Ho1 ditolak, dan Ha1 diterima yang berarti terdapat pengaruh positif iklim organisasi terhadap kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan. Dalam hal ini, semakin baik iklim organisasi, maka kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan akan menjadi semakin tinggi. Hipotesa 2 Hipotesa kedua menguji apakah budaya organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan. Bunyi Hipotesa null (H. dan Hipotesa Alternatif (H. adalah sebagai berikut: H2 : Terdapat pengaruh budaya organisasi terhadap kualitas berbagi diantara karyawan. Berdasarkan hasil pengujian regresi dengan program SPSS, menghasilkan hasil yang positif, yang berarti budaya organisasi berpengaruh positif terhadap kualitas berbagi diantara karyawan. Nilai signifikansi untuk hipotesis kedua telah menunjukkan P-Value sebesar 0. 000 < 0,05, maka Ho2 ditolak, dan Ha2 diterima yang berarti terdapat pengaruh positif budaya organisasi terhadap kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan. Dalam hal ini, semakin baik budaya organisasi, maka kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan akan menjadi semakin tinggi. Hipotesa 3 Hipotesa ketiga menguji apakah kepercayaan dalam suatu organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan. Bunyi Hipotesa null (H. dan Hipotesa Alternatif (H. adalah sebagai berikut: H3 : Terdapat pengaruh kepercayaan terhadap kualitas berbagi diantara karyawan. Berdasarkan hasil pengujian regresi dengan program SPSS, menghasilkan hasil yang positif, yang berarti kepercayaan dalam suatu organisasi berpengaruh positif terhadap kualitas berbagi diantara Nilai signifikansi untuk hipotesis ketiga telah menunjukkan P-Value sebesar 0. 0,05, maka Ho3 ditolak, dan Ha3 diterima yang berarti terdapat pengaruh positif kepercayaan terhadap kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan. Dalam hal ini, semakin tinggi tingkat kepercayaan dalam suatu organisasi, maka kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan akan menjadi semakin tinggi. Hasil Uji F Hasil pengujian secara simultan antara variabel independen terhadap variabel dependen melalui Uji-F adalah untuk menguji apakah variabel iklim organisasi, budaya organisasi dan kepercayaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan. Ha : Iklim organisasi, budaya organisasi dan kepercayaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kualitas berbagi diantara karyawan. Hasil Uji F ANOVAb Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Predictors: (Constan. KEPERCAYAAN. BUDAYA_ORGANISASI. IKLIM_ORGANISASI Dependent Variable: BERBAGI_PENGETAHUAN Sumber: Data SPSS versi 21 Yang Diolah Berdasarkan hasil pengujian regresi dengan program SPSS, menghasilkan hasil yang positif . esuai dengan hipotesis teori yang diajuka. P-Value untuk hipotesis melalui Uji-F dalam Tabel ANNOVA adalah sebesar 0. 000 < 0,05, maka Ho ditolak, yang berarti iklim organisasi, budaya organisasi dan kepercayaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan. Hasil Uji Koefisien Determinasi Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi untuk mengetahui sejauhmana pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dapat dilihat pada tabel berikut dibawah ini: Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model Adjusted R Square R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. KEPERCAYAAN. BUDAYA_ORGANISASI. IKLIM_ORGANISASI Dependent Variable: BERBAGI_PENGETAHUAN Sumber: Data SPSS versi 21 Yang Diolah Berdasarkan data pada tabel 17 diatas, dapat dijelaskan bahwa iklim organisasi, budaya organisasi dan kepercayaan berpengaruh terhadap kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan sebesar 0,361 atau 36,1%. Dalam hal ini sebesar 63,9% dari kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan dipengaruhi faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan sebagai variabel dalam penelitian Simpulan Berdasarkan pada hasil pembahasan dan analisis yang sudah disusun dan sudah diuji pada penelitian ini, dengan demikian dapat disimpulkan pengaruh dari variabel-variabel independen terhadap variabel dependen sebagai berikut : Iklim organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan. Hal ini karena persepsi karyawan mengenai suasana kerja yang kondusif dengan indikasi-indikasi karyawan dapat bekerja sesuai dengan komitmen, arus informasi terbuka, dukungan sesama rekan kerja, dan kerja tim yang kuat diantara karyawan mendorong kerelaan karyawan untuk mau berbagi informasi dan pengetahuan mereka dalam menyelesaikan tugas-tugas di tempat kerja. Sehingga semakin kondusif iklim organisasi yang dirasakan karyawan, maka semakin tinggi arus informasi dan pengetahuan diantara karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan. Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan. Hal ini karena aturan-aturan dalam lembaga perguruan tinggi yang menekankan pada keteladanan dan kedisiplinan sehingga membentuk budaya kerja karyawan dengan kualitas kepatuhan tinggi pada aturan-aturan dan prosedur-prosedur kerja yang diterapkan organisasi. Keteladanan atasan dapat mengarahkan kualitas kerja bawahan dengan lebih baik, sehingga mendorong kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan menjadi semakin tinggi. Kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan. Hal ini karena kenyamanan dalam berkomunikasi, yang dilandasi dengan persahabatan kuat, kepedulian tinggi diantara karyawan, serta komitmen kerja yang tinggi dari karyawan kearah organisasi mendorong kerjasama semakin kuat dalam menyelesaikan tugas- tugas dan tanggung jawab karyawan di tempat kerja. Kemampuan untuk menyampaikan ide-ide kreatif guna membantu sesama karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan juga menjadi lebih berkualitas sehingga meningkatkan kapabilitas kerja individu di tempat kerja yang dihasilkan melalui berbagi pengetahuan diantara karyawan. Berdasarkan hasil pengujian secara statistik, hasil penelitian telah menunjukkan bahwa iklim organisasi, budaya organisasi dan kepercayaan secara simultan atau secara bersama-sama dapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi karyawan yang positif kearah suasana kerja yang kondusif, penerapan aturan dan prosedur yang dapat ditaati oleh karyawan dan tingkat kepercayaan tinggi diantara organisasi dengan karyawan dan diantara karyawan secara simultan dapat meningkatkan kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan Saran Penelitian ini tidak terlepas dari beberapa keterbatasan sehingga diharapkan keterbatasan- keterbatasan tersebut mampu diperbaiki oleh peneliti selanjutnya yang melakukan penelitian yang menghubungkan antara iklim organisasi, budaya organisasi dan kepercayaan dengan kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan. Adapun beberapa kekurangan dalam penelitian ini . Obyek dalam penelitian ini hanya menggunakan satu organisasi yang bergerak di bidang jasa pendidikan yaitu STIE Bisnis Indonesia sehingga hasilnya belum mampu untuk digeneralisasikan secara luas, untuk penelitian selanjutnya diharapkan bisa melakukan penambahan obyek dengan menambahkan obyek berupa organisasi lain yang bergerak di bidang yang sama sehingga hasil penelitiannya bisa digeneralisasikan dengan lebih baik. Penelitian ini hanya menggunakan empat variabel yang melibatkan variabel iklim organisasi, budaya organisasi, kepercayaan dan kualitas berbagi pengetahuan diantara karyawan. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan menambah jumlah variabel misalnya penambahan variabel motivasi kerja dan kepuasan kerja agar hasil penelitiannya mampu menyajikan materi yang lebih lengkap. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah memberikan dukungan dalam penelitian ini. Terutama kepada Manajemen STIE Bisnis Indonesia dan Teman-teman yang membantu dalam Penulisan ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada responden yang telah meluangkan waktu untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik di bidang yang terkait. Daftar Pustaka