AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 ANALISIS ALOKASI ANGGARAN KONSUMSI SANTRI PADA PONDOK PESANTREN RAUDHATUL IRFAN DENGAN METODE INCREMENTAL BUDGETING Mariska Agustiani1. Meutia Riany2 Jurusan Akuntansi Universitas Nusa Putra Sukabumi1,2 agustiani_ak22@nusaputra. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola alokasi anggaran konsumsi bulanan santri di Pondok Pesantren Raudhatul Irfan serta menilai efektivitas penerapan metode incremental budgeting dalam pengelolaan anggaran konsumsi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pengelola pesantren, analisis dokumen anggaran dan realisasi pengeluaran konsumsi, serta studi literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan anggaran konsumsi didasarkan pada realisasi anggaran periode sebelumnya dengan penyesuaian secara bertahap terhadap perubahan harga bahan pangan dan kebutuhan operasional pesantren. Penerapan metode incremental budgeting dinilai cukup efektif dalam menjaga keselarasan antara anggaran dan realisasi pengeluaran, yang ditunjukkan oleh selisih anggaran yang relatif kecil. Namun demikian, metode ini memiliki keterbatasan karena berpotensi mempertahankan ketidakefisienan anggaran apabila tidak disertai dengan evaluasi yang menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengawasan dan evaluasi anggaran secara berkala agar pengelolaan anggaran konsumsi santri dapat dilaksanakan secara lebih efisien, adaptif, dan akuntabel. Kata kunci: Incremental Budgeting. Alokasi Anggaran. Konsumsi Santri. Pondok Pesantren. Efisiensi Anggaran ABSTRACT This study aims to examine the monthly consumption budget allocation patterns of students at the Raudhatul Irfan Islamic Boarding School and assess the effectiveness of the incremental budgeting method in managing consumption budgets. The research method used is a qualitative descriptive approach supported by quantitative data. Data collection was conducted through interviews with Islamic boarding school administrators, analysis of budget documents and realized consumption expenditures, and relevant literature studies. The results show that the preparation of consumption budgets is based on the previous period's budget realization with gradual adjustments to changes in food prices and the Islamic boarding school's operational The application of the incremental budgeting method is considered quite effective in maintaining harmony between the budget and realized expenditures, as indicated by the relatively small budget gap. However, this method has limitations because it has the potential to maintain budget inefficiencies if not accompanied by a comprehensive evaluation. Therefore, it is necessary to strengthen periodic budget monitoring and evaluation so that the management of students' consumption budgets can be implemented more efficiently, adaptively, and accountably. Key words: Incremental Budgeting. Budget Allocation. Student Consumption. Islamic Boarding Schools. Budget Efficiency AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 PENDAHULUAN Pondok Pesantren Raudhatul Irfan merupakan lembaga pendidikan Islam yang berada di bawah naungan Universitas Nusa Putra. Pesantren ini berjumlah 31 santri yang seluruhnya merupakan mahasiswa Universitas Nusa Putra. Pondok Pesantren Raudhatul Irfan memiliki tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan dasar santri, salah satunya adalah penyediaan makanan harian. Pemenuhan kebutuhan makanan yang memadai menjadi faktor penting dalam menunjang kesehatan, kenyamanan, dan keberlangsungan aktivitas akademik santri (Wahda Annisa Nuurussyahba, 2. Oleh karena itu, pengelolaan anggaran makanan menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan agar kebutuhan santri dapat terpenuhi secara optimal. Anggaran makanan ini mencakup seluruh pengeluaran yang berkaitan dengan penyediaan makanan bagi santri. Dalam praktiknya, pengelolaan anggaran makanan sering menghadapi berbagai kendala, terutama fluktuasi harga bahan pangan. Perubahan harga tersebut dapat memengaruhi kesesuaian antara anggaran yang telah direncanakan dan realisasi (Patrisya Putri Utami et al. , 2024. Meskipun jumlah santri relatif tetap, ketidaktepatan dalam perencanaan anggaran makanan berpotensi menimbulkan inefisiensi, baik berupa pemborosan maupun kekurangan anggaran. Metode penganggaran yang digunakan selama ini umumnya bersifat statis dan kurang responsif terhadap perubahan kondisi ekonomi. Akibatnya, anggaran makanan yang disusun sering kali tidak sepenuhnya mencerminkan kebutuhan aktual akibat perubahan harga bahan Kondisi tersebut menunjukkan perlunya metode penganggaran yang lebih fleksibel dan adaptif agar pengelolaan anggaran makanan dapat dilakukan secara lebih efisien (Ramadhan, 2. Salah satu metode penganggaran yang diterapkan adalah incremental budgeting. Metode ini menyusun anggaran berdasarkan realisasi anggaran pada periode sebelumnya, kemudian dilakukan penyesuaian secara bertahap sesuai dengan perubahan kebutuhan dan kondisi. Incremental budgeting dinilai lebih mudah diterapkan pada lembaga dengan struktur kegiatan yang relatif stabil, karena tidak memerlukan perubahan anggaran secara menyeluruh (Sa & Antasari Banjarmasin, n. Pada penelitian ini merumuskan beberapa permasalahan utama, yaitu bagaimana pola alokasi anggaran makanan bulanan santri di Pondok Pesantren Raudhatul Irfan, apakah metode incremental budgeting efisien dalam pengelolaan anggaran makanan, serta faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas alokasi anggaran makanan, khususnya perubahan harga bahan pangan dan kebijakan internal pesantren. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola alokasi anggaran makanan bulanan santri berdasarkan data historis dan kebutuhan aktual. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan metode incremental budgeting dalam pengelolaan anggaran makanan santri. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis kepada pengelola pesantren dalam mengelola anggaran makanan secara lebih efisien dan terkontrol. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian manajemen keuangan, khususnya dalam penerapan metode incremental budgeting pada pengelolaan anggaran makanan di lembaga pendidikan Islam. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi Pondok Pesantren Raudhatul Irfan dan pondok pesantren lainnya dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan anggaran makanan. Dari sisi sosial, penelitian ini diharapkan dapat mendukung kesejahteraan santri melalui penyediaan makanan yang berkelanjutan dan AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS Manajemen keuangan merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian keuangan untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien (ARIFIN STIT Al-Karimiyyah Sumenep, n. Dalam lembaga pendidikan, manajemen keuangan berperan penting dalam menjamin kelangsungan operasional serta pencapaian tujuan pendidikan. Pengelolaan keuangan yang baik memungkinkan lembaga pendidikan mengalokasikan sumber daya secara tepat sesuai dengan prioritas kebutuhan (Rahmadani, n. ) Pada lembaga pendidikan Islam seperti pesantren, manajemen keuangan tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga pada aspek kebermanfaatan dan kesejahteraan santri. Pesantren umumnya memiliki keterbatasan sumber dana, sehingga pengelolaan anggaran harus dilakukan secara cermat dan terencana. Salah satu komponen utama dalam manajemen keuangan pesantren adalah pengelolaan anggaran operasional, khususnya anggaran makanan santri yang berhubungan langsung dengan kebutuhan dasar santri (Apriliza, 2. Anggaran merupakan rencana keuangan yang disusun untuk periode tertentu dan dinyatakan dalam satuan moneter. Anggaran berfungsi sebagai alat perencanaan untuk menentukan kebutuhan dana serta sebagai alat pengendalian dalam mengevaluasi kinerja keuangan melalui perbandingan antara anggaran dan realisasi (Ravel Anwar et al. , 2. Anggaran ini mencakup biaya pengadaan bahan pangan yang disesuaikan dengan jumlah santri dan pola konsumsi yang berlaku. Dalam pesantren, penganggaran digunakan untuk memastikan bahwa dana yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan dasar santri secara Anggaran yang disusun secara sistematis dapat membantu pengelola pesantren dalam mengendalikan pengeluaran serta meminimalkan risiko pemborosan dana (T. Ramadani & Sitio, 2. Dalam praktiknya, pengelolaan anggaran makanan sering menghadapi kendala berupa fluktuasi harga bahan pangan dan keterbatasan dana. Perubahan harga bahan pangan dapat menyebabkan ketidaksesuaian antara anggaran yang direncanakan dan realisasi pengeluaran (Patrisya Putri Utami et al. , 2. Oleh karena itu, pengelolaan anggaran makanan memerlukan metode penganggaran yang fleksibel dan mampu menyesuaikan dengan kondisi aktual. Incremental budgeting merupakan metode penganggaran yang menyusun anggaran berdasarkan realisasi anggaran periode sebelumnya dengan melakukan penyesuaian secara bertahap (S. Ramadani et al. , 2. Penyesuaian anggaran dilakukan dengan mempertimbangkan perubahan kondisi, seperti inflasi atau peningkatan kebutuhan operasional. Metode ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain mudah diterapkan, tidak memerlukan perhitungan yang kompleks, serta sesuai untuk organisasi dengan aktivitas yang relatif stabil. Namun, metode ini juga memiliki keterbatasan karena berpotensi mempertahankan ketidakefisienan dari periode sebelumnya apabila tidak disertai evaluasi yang memadai. Oleh karena itu, penerapan incremental budgeting perlu didukung dengan analisis realisasi anggaran secara berkala (S. Ramadani et al. , 2. Penelitian mengenai incremental budgeting dalam konteks lembaga pendidikan menunjukkan bahwa metode ini dapat membantu struktur alokasi anggaran berdasarkan realisasi sebelumnya. contohnya, penelitian oleh (Marisa et al. , 2. yang mengkaji penerapan incremental budgeting pada alokasi anggaran pengembangan kompetensi guru di Madrasah Ibtidaiyah Al-Adli Palembang menunjukkan bahwa metode ini mengefisienkan perencanaan anggaran dengan menyesuaikan kebutuhan aktual lembaga pendidikan dan data historis realisasi anggaran. Dalam lembaga pendidikan Islam, studi tentang penganggaran partisipatif pada pesantren-based madrasah oleh (Ekaningrum & Hadi, 2. memperlihatkan bahwa variasi metode penganggaran dapat memengaruhi AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 akuntabilitas dan pengendalian anggaran. Meskipun demikian, kajian yang secara khusus membahas penerapan metode incremental budgeting pada anggaran makanan santri di pesantren mahasiswa masih terbatas. Sebagian besar penelitian sebelumnya berfokus pada lembaga pendidikan formal. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mengisi celah tersebut dengan mengkaji penerapan incremental budgeting pada pengelolaan anggaran makanan santri di Pondok Pesantren Raudhatul Irfan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif. Pendekatan deskriptif digunakan untuk menggambarkan secara sistematis pola alokasi anggaran makanan santri di Pondok Pesantren Raudhatul Irfan. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menganalisis data anggaran makanan secara numerik, khususnya dalam mengevaluasi penerapan metode incremental budgeting. Pendekatan ini dipilih karena penelitian berfokus pada pemahaman kondisi aktual pengelolaan anggaran makanan serta evaluasi efisiensi alokasi anggaran berdasarkan data Pendekatan deskriptif dinilai sesuai untuk penelitian keuangan pada lembaga pendidikan non-profit (Aripin & Nugraha, 2. Teknik yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan studi literatur. Objek penelitian ini adalah pengelolaan anggaran makanan santri di Pondok Pesantren Raudhatul Irfan yang berada di bawah naungan Universitas Nusa Putra. Subjek penelitian meliputi pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan anggaran pesantren, seperti pengurus pesantren atau pengelola keuangan yang memiliki kewenangan dalam penyusunan dan pelaksanaan anggaran makanan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan pengelola pesantren yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan anggaran makanan. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai proses penyusunan anggaran, kendala yang dihadapi, serta kebijakan internal pesantren terkait pengelolaan anggaran makanan, sedangkan Data sekunder berupa dokumen keuangan pesantren, seperti laporan realisasi anggaran makanan, catatan pengeluaran bulanan, serta dokumen pendukung lainnya. Data sekunder juga diperoleh dari literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penganggaran dan incremental budgeting. Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber, yaitu membandingkan hasil wawancara dengan data dokumentasi dan hasil studi literatur. Triangulasi digunakan untuk meningkatkan kredibilitas dan keandalan data penelitian kualitatif (Kasiyan, 2. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Raudhatul Irfan. Universitas Nusa Putra. Waktu penelitian disesuaikan dengan ketersediaan data anggaran dan jadwal pengelola pesantren, dengan periode pengamatan mencakup anggaran makanan santri dalam Dua Bulan terakhir. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alokasi anggaran konsumsi bulanan santri pada Pondok Pesantren Raudhatul Irfan dengan menggunakan metode incremental Fokus utama analisis adalah pada pola penyusunan anggaran, perbandingan antara anggaran dan realisasi, serta efektivitas penerapan metode incremental budgeting dalam pengelolaan konsumsi santri. AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 . Alokasi Anggaran Konsumsi Bulanan Santri Hasil penelitian menunjukkan bahwa alokasi anggaran konsumsi santri di Pondok Pesantren Raudhatul Irfan disusun berdasarkan anggaran periode sebelumnya dengan penyesuaian tertentu. Penyesuaian tersebut dilakukan secara bertahap dan mempertimbangkan kondisi operasional pesantren, terutama perubahan harga bahan pokok dan jumlah santri. Komponen anggaran konsumsi mencakup kebutuhan bahan makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, bumbu dapur, serta biaya operasional dapur. Bukti uji diperoleh dari hasil wawancara dengan pengelola pesantren yang menyatakan: AuUntuk alokasinya kita melihat laporan awal. Untuk belanja berikutnya, karena kami sudah mencatat semua bahan yang harus dibeli tiap minggu, maka hanya menambah atau mengurangi setiap belanjaan sesuai stok yang ada di Ay (Hasil wawancara pengelola pesantren, 2. Temuan ini menunjukkan bahwa pola penyusunan alokasi anggaran ini mencerminkan karakteristik metode incremental budgeting, di mana penyusunan anggaran tidak dilakukan dari awal, melainkan dengan menambah atau mengurangi nilai anggaran sebelumnya. Pendekatan ini memudahkan pengelola pesantren dalam menjaga stabilitas anggaran dan memastikan kebutuhan konsumsi santri dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Analisis Perbandingan Anggaran dan Realisasi Konsumsi Hasil analisis menunjukkan bahwa realisasi pengeluaran konsumsi santri relatif mendekati anggaran yang telah ditetapkan. Selisih antara anggaran dan realisasi tergolong kecil, yang mengindikasikan bahwa perencanaan anggaran telah dilakukan secara cukup akurat. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengelola pesantren memiliki pemahaman yang baik terhadap kebutuhan konsumsi santri. Hal tersebut diperkuat oleh hasil wawancara berikut: Auuntuk perbandingan tiap minggu atau bulan itu relatif kecil, untuk penyebab nya mungkin karna ada kenaikan atau penurunan yang gadapat kita tawar jugaAy (Hasil wawancara pengelola pesantren, 2. Gambar 1 data list belanja bulan november 2025 Gambar diatas merupakan data list belanja tiap satu minggu. Dengan total seluruh satu bulan sebesar Rp. 000 yang dimana tiap minggu nya ada perbandingan harga berbeda, yang disebabkan oleh sisa stok yang masih ada. Pada awal belanja minggu pertama sebesar Rp3. 000 minggu kedua sebesar Rp1. 500 dapat dilihat perbandingan nya yang berbeda hampir 60% dikarenakan pada awal AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 belanja sua bahan dibeli sedangkan di minggu kedua hanya membeli barang yang sekira nya habis. Gambar 2 data list belanja bulan Desember 2025 Seperti pada gambar diatas juga sama hal nya dengan alur belanja pertama yang dimana di awal minggu tiap bulan selalu lebih besar jumlah seluruh nya. Meskipun demikian, masih ditemukan selisih anggaran pada beberapa periode yang disebabkan oleh fluktuasi harga bahan makanan dan kebutuhan operasional yang tidak terduga. Selisih tersebut menunjukkan bahwa pengendalian anggaran belum sepenuhnya optimal, meskipun secara umum anggaran mampu mengakomodasi kebutuhan konsumsi santri. Berdasarkan dokumentasi daftar belanja bulan November dan Desember 2025, terlihat adanya perbedaan nominal pengeluaran antar minggu. Perbedaan tersebut disebabkan oleh pembelian bahan makanan dalam jumlah lebih besar pada awal bulan serta pemanfaatan sisa stok pada minggu berikutnya. Secara umum, selisih antara anggaran dan realisasi berada pada kisaran yang masih dapat dikendalikan. Penerapan Metode Incremental Budgeting Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode incremental budgeting di Pondok Pesantren Raudhatul Irfan dinilai efektif dalam menyusun anggaran konsumsi Metode ini membantu pengelola pesantren dalam menyusun anggaran secara praktis dan efisien, terutama mengingat keterbatasan sumber daya administrasi Penyesuaian anggaran dilakukan berdasarkan pengalaman periode sebelumnya sehingga risiko kekurangan anggaran dapat diminimalkan. Bukti uji efektivitas ditunjukkan oleh kecilnya selisih antara anggaran dan realisasi serta konsistensi penggunaan data historis. Namun, penerapan incremental budgeting juga memiliki keterbatasan. Ketergantungan pada anggaran periode sebelumnya menyebabkan kurangnya evaluasi mendalam terhadap efisiensi setiap pos anggaran. Apabila terdapat pemborosan pada periode sebelumnya, maka pemborosan tersebut berpotensi terbawa ke periode berikutnya tanpa adanya koreksi yang signifikan AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 . Profil Anggaran Konsumsi Pondok Pesantren Raudhatul Irfan Pondok Pesantren Raudhatul Irfan mengelola anggaran konsumsi bulanan untuk 31 santri dengan total alokasi Rp 1. 000 per bulan. Komposisi anggaran terdiri dari bahan makanan pokok . %), lauk pauk . %), sayuran . %), serta bumbu dan kebutuhan dapur . %). Pola konsumsi santri menunjukkan kebutuhan gizi dengan frekuensi makan dua kali sehari. Kelebihan dan Keterbatasan Metode Incremental Budgeting Penerapan metode incremental budgeting memiliki beberapa kelebihan, antara lain kemudahan dan kecepatan dalam proses penyusunan anggaran, stabilitas perencanaan keuangan, serta minimnya konflik internal dalam penentuan alokasi dana. Namun demikian, metode incremental budgeting juga memiliki keterbatasan. Ketergantungan pada data anggaran periode sebelumnya berpotensi mempertahankan ketidakefisienan apabila tidak disertai dengan evaluasi yang menyeluruh terhadap setiap pos anggaran. Selain itu, perubahan kebutuhan gizi santri dan fluktuasi harga bahan pangan belum sepenuhnya terakomodasi secara optimal dalam proses penganggaran. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi berkala agar pengelolaan anggaran konsumsi santri dapat berjalan lebih efisien dan akuntabel. PENUTUP Simpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai analisis alokasi anggaran konsumsi bulanan santri di Pondok Pesantren Raudhatul Irfan dengan menggunakan metode incremental budgeting, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan anggaran konsumsi santri disusun berdasarkan realisasi anggaran periode sebelumnya dengan penyesuaian bertahap terhadap perubahan kondisi operasional. Pola ini menunjukkan bahwa metode incremental budgeting telah diterapkan secara konsisten dalam penyusunan anggaran konsumsi bulanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode incremental budgeting cukup efektif dalam menjaga kesesuaian antara anggaran dan realisasi pengeluaran konsumsi santri. Selisih antara anggaran dan realisasi relatif kecil, yang mengindikasikan bahwa perencanaan anggaran telah disusun secara cukup akurat dan mampu mengakomodasi kebutuhan konsumsi santri. Metode ini juga memberikan kemudahan bagi pengelola pesantren dalam menyusun anggaran secara praktis dan berkelanjutan, terutama pada lembaga pendidikan dengan aktivitas yang relatif stabil. Namun demikian, metode incremental budgeting masih memiliki keterbatasan, terutama dalam mendorong efisiensi anggaran secara optimal. Ketergantungan pada data anggaran periode sebelumnya berpotensi mempertahankan ketidakefisienan apabila tidak disertai dengan evaluasi yang komprehensif terhadap setiap pos anggaran. Selain itu, fluktuasi harga bahan pangan dan perubahan kebutuhan gizi santri belum sepenuhnya terakomodasi dalam proses penganggaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode incremental budgeting efektif dalam menjaga kontinuitas pengelolaan anggaran konsumsi santri di Pondok Pesantren Raudhatul Irfan, namun masih memerlukan penguatan pada aspek evaluasi dan pengendalian agar pengelolaan anggaran konsumsi dapat lebih efisien, adaptif, dan akuntabel. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran yang dapat diajukan adalah sebagai berikut: Bagi Pengelola Pondok Pesantren Pengelola Pondok Pesantren Raudhatul Irfan disarankan untuk tetap menggunakan metode incremental budgeting dalam penyusunan anggaran AKRUAL: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 2: Juli - Desember 2025 konsumsi bulanan, namun perlu disertai dengan evaluasi berkala terhadap setiap pos pengeluaran. Evaluasi ini penting untuk mengidentifikasi potensi pemborosan serta menyesuaikan anggaran dengan perubahan kebutuhan dan kondisi harga bahan pangan. Untuk meningkatkan efisiensi, metode incremental budgeting dapat dikombinasikan dengan pendekatan lain, seperti zero-based budgeting secara periodik, guna mengevaluasi kembali efektivitas setiap komponen anggaran konsumsi. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi penggunaan dana. Bagi Penelitian Selanjutnya Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan periode pengamatan yang lebih panjang serta menambahkan analisis kuantitatif yang lebih mendalam, seperti analisis efisiensi biaya. Selain itu, penelitian dapat diperluas dengan membandingkan metode incremental budgeting dengan metode penganggaran lain pada lembaga pendidikan Islam sejenis. DAFTAR PUSTAKA