2329 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Mei 2024 PENGGUNAAN MUSIK DAN LAGU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KOSAKATA Oleh Antonius Awan Asta Adhiprana Whisnubrata Pendidikan Bahasa Inggris. Universitas Satya Wiyata Mandala E-mail: awhisnubrata@gmail. Article History: Received: 20-04-2024 Revised: 18-05-2024 Accepted: 22-05-2024 Keywords: Penggunaan Musik dan Lagu. Pembelajaran Bahasa Inggris. Pemahaman Kosakata Abstract: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kosakata bahasa Inggris siswa SMP melalui integrasi musik dan lagu dalam proses Proyek ini dilakukan di SMP Antonius Nabire dan melibatkan berbagai kegiatan seperti pelatihan guru, implementasi pelajaran berbasis musik, kegiatan interaktif, serta observasi dan evaluasi secara Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman kosakata siswa di kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Siswa di kelompok eksperimen juga melaporkan motivasi yang lebih tinggi dan minat dalam belajar bahasa Inggris ketika musik dan lagu digunakan. Hasil proyek ini sejalan dengan teori dan penelitian yang ada tentang efektivitas musik dalam pembelajaran bahasa, menyoroti perannya dalam meningkatkan retensi kosakata dan motivasi. Kegiatan ini juga mengarah pada pembentukan struktur sosial baru di sekolah, termasuk klub bahasa dan musik, serta pengembangan keterampilan sosial dan kepemimpinan Rekomendasi untuk implementasi di masa depan meliputi integrasi musik dalam kurikulum, pelatihan guru yang berkelanjutan, pengembangan materi ajar berbasis musik, dan pembentukan komunitas pembelajaran. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang musik dalam pembelajaran bahasa Inggris dan mengidentifikasi praktik terbaik untuk PENDAHULUAN Di era globalisasi, kemampuan dari setiap individu dapat dilakukan melalui pendidikan dan salah satu yaitu kemampuan berbahasa Inggris yang menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki oleh generasi muda (Telussa, 2. Pendidikan bahasa Inggris di tingkat SMP memiliki peran yang sangat vital dalam membekali siswa dengan kemampuan komunikasi yang memadai. Berbagai metode inovatif telah dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Inggris, salah satunya adalah penggunaan musik dan lagu. Musik telah lama diakui sebagai alat yang mampu meningkatkan suasana belajar dan memotivasi siswa (Peterson & Hitt, 2019. Zhang, 2. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Mei 2024 Penelitian menunjukkan bahwa musik dapat memperkuat proses belajar mengajar dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Sebuah studi oleh Chen . mengungkapkan bahwa penggunaan musik dalam kelas bahasa dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa. Selain itu. Ramirez . menemukan bahwa musik membantu siswa dalam mengingat dan memahami kosakata baru dengan lebih efektif. Penggunaan musik juga dapat meningkatkan daya ingat dan konsentrasi siswa, yang sangat penting dalam pembelajaran bahasa (Gomez & Scharff, 2021. Liu & Chen, 2. Lagu, sebagai bagian dari musik, memiliki potensi besar dalam meningkatkan pemahaman kosakata siswa. Menurut penelitian oleh Martinsen . , lagu dapat memberikan konteks yang kaya dan otentik bagi siswa untuk belajar kosakata baru. Lagu juga membantu siswa memahami variasi bahasa Inggris melalui berbagai dialek dan aksen. Johnson . menunjukkan bahwa siswa yang belajar bahasa melalui lagu mengalami peningkatan signifikan dalam pemahaman kosakata dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Penggunaan lagu dalam pembelajaran bahasa Inggris juga bermanfaat untuk mengembangkan keterampilan mendengarkan dan berbicara siswa. Kang & Lee . menemukan bahwa lagu dapat melatih siswa dalam mengenali intonasi, ritme, dan pelafalan yang benar. Selain itu, kegiatan menyanyi dapat mendorong siswa untuk berlatih berbicara, meningkatkan kemampuan berbicara mereka secara signifikan (Wang & Liu, 2. Penelitian oleh Smith . juga mendukung bahwa siswa yang sering menyanyi dalam bahasa Inggris menunjukkan keterampilan berbicara yang lebih baik. Meskipun memiliki banyak manfaat, penggunaan musik dan lagu dalam pembelajaran bahasa Inggris tidak terlepas dari tantangan. Salah satu tantangan utama adalah pemilihan lagu yang tepat sesuai dengan tingkat kemampuan dan minat siswa. Menurut Brown . , lagu yang tidak sesuai dapat menimbulkan kebosanan dan kurangnya minat siswa. Selain itu, perbedaan budaya dan latar belakang siswa juga harus dipertimbangkan dalam memilih lagu yang relevan dan bermakna (Huang, 2. Penting bagi pendidik untuk merancang strategi pembelajaran yang efektif dalam mengintegrasikan musik dan lagu ke dalam kurikulum bahasa Inggris. Berdasarkan berbagai penelitian, penggunaan lagu dengan lirik yang sederhana dan mudah diingat dapat membantu siswa menguasai kosakata baru dengan lebih efektif (Lee, 2. Keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan menyanyi dan diskusi tentang lirik lagu dapat memperkaya pengalaman belajar mereka (Garcia & Morales, 2. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melihat tentang penggunaan musik dan lagu dalam pembelajaran bahasa Inggris di SMP Antonius Nabire, khususnya dalam meningkatkan pemahaman kosakata siswa. Dengan mengintegrasikan musik dan lagu ke dalam pembelajaran, diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan interaktif serta membantu siswa mencapai hasil belajar yang lebih baik. Penelitian ini akan memberikan kontribusi penting bagi pengembangan metode pembelajaran bahasa Inggris yang inovatif dan efektif. METODE Subyek pengabdian dalam kegiatan ini adalah siswa kelas Vi di SMP Antonius Nabire. Sekolah ini dipilih karena memiliki populasi siswa yang beragam dan antusias terhadap inovasi dalam pembelajaran. Selain siswa, guru-guru bahasa Inggris di SMP ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Mei 2024 Antonius Nabire juga menjadi subyek pendamping dalam kegiatan ini, mengingat peran penting mereka dalam implementasi dan keberhasilan program. Kegiatan pengabdian ini akan dilaksanakan di SMP Antonius Nabire, yang berlokasi di Kabupaten Nabire. Papua. Lokasi ini dipilih karena memiliki kebutuhan untuk peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Inggris, serta dukungan dari pihak sekolah untuk mengintegrasikan metode pembelajaran inovatif. Keterlibatan Subyek Dampingan dalam Proses Perencanaan dan Pengorganisasian Komunita. Dalam proses perencanaan dan pengorganisasian, subyek dampingan . iswa dan gur. dilibatkan secara aktif. Keterlibatan mereka meliputi: . Diskusi Awal: Mengadakan pertemuan awal dengan kepala sekolah, guru, dan perwakilan siswa untuk membahas tujuan, manfaat, dan rencana kegiatan pengabdian. Survei Kebutuhan: Melakukan survei kebutuhan untuk mengidentifikasi preferensi musik dan lagu yang disukai siswa, serta mengumpulkan masukan dari guru mengenai kendala dan kebutuhan dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penyusunan Rencana: Mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis musik dan lagu dengan melibatkan guru dalam penyusunan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajara. yang sesuai. Pelatihan Guru: Melaksanakan pelatihan untuk guru-guru bahasa Inggris mengenai teknik penggunaan musik dan lagu dalam pembelajaran, serta cara mengintegrasikan metode ini ke dalam kurikulum. Untuk mencapai tujuan pengabdian, metode dan strategi riset yang digunakan adalah: Pendekatan Partisipatif: Melibatkan siswa dan guru dalam setiap tahapan kegiatan untuk memastikan relevansi dan keterterapan metode pembelajaran yang dikembangkan. QuasiEksperimen: Menggunakan desain kuasi-eksperimen untuk mengukur efektivitas intervensi. Satu kelas akan menerima pembelajaran berbasis musik dan lagu . elompok eksperime. , sementara satu kelas lainnya akan menerima pembelajaran konvensional . Mixed Methods: Menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan data yang lebih komprehensif. Data kuantitatif diperoleh melalui tes kosakata dan angket, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan observasi. Analisis Data: Data dianalisis menggunakan uji-t untuk melihat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol, serta analisis tematik untuk data kualitatif. Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu: . Tahap Persiapan: Identifikasi kebutuhan dan potensi melalui survei awal. Penyusunan rencana kegiatan dan pengembangan instrumen penelitian. Pelatihan untuk guru bahasa Inggris tentang penggunaan musik dan lagu dalam pembelajaran. Tahap Pelaksanaan: pertama Pelaksanaan Pembelajaran: Kelompok eksperimen: Melaksanakan pembelajaran bahasa Inggris menggunakan musik dan lagu selama 6 minggu, dengan frekuensi 2 kali per minggu. Kelompok kontrol: Melaksanakan pembelajaran bahasa Inggris secara konvensional selama periode yang sama. Kedua Pengumpulan Data: Pre-test: Mengukur pemahaman kosakata siswa sebelum intervensi. Post-test: Mengukur pemahaman kosakata siswa setelah Angket: Mengukur persepsi siswa terhadap metode pembelajaran. Wawancara dan Observasi: Mendapatkan data kualitatif tentang pengalaman dan pendapat siswa serta Ketiga Tahap Evaluasi: Analisis hasil pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman kosakata. Analisis angket dan wawancara untuk memahami persepsi siswa dan guru. Evaluasi keseluruhan program dan penyusunan rekomendasi berdasarkan hasil penelitian. Keempat Tahap Penyebarluasan Hasil: Presentasi hasil penelitian kepada pihak sekolah dan komunitas pendidikan di Nabire. Penyusunan laporan http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Mei 2024 akhir dan publikasi hasil hasil pengabdian masyarakat. HASIL Dinamika Proses Pendampingan Selama proses pengabdian masyarakat di SMP Antonius Nabire, berbagai kegiatan telah dilaksanakan untuk mencapai tujuan peningkatan pemahaman kosakata bahasa Inggris siswa melalui penggunaan musik dan lagu. Berikut adalah deskripsi dinamika proses Ragam Kegiatan yang Dilaksanakan Pelatihan Guru: Guru-guru bahasa Inggris menerima pelatihan intensif tentang cara mengintegrasikan musik dan lagu ke dalam pembelajaran. Pelatihan ini mencakup teknik memilih lagu yang sesuai, cara menyusun kegiatan belajar berbasis musik, dan strategi Implementasi Pembelajaran Berbasis Musik dan Lagu: Selama 6 minggu, kelompok eksperimen mengikuti pembelajaran bahasa Inggris yang diintegrasikan dengan musik dan lagu. Setiap minggu, dua sesi pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan lagu-lagu yang relevan dengan materi kosakata yang diajarkan. Kegiatan Interaktif: Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan interaktif seperti menyanyi bersama, mendiskusikan lirik lagu, dan memainkan permainan kosakata berbasis Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan siswa. Observasi dan Evaluasi Berkala: Selama proses pendampingan, dilakukan observasi berkala untuk memantau perkembangan siswa dan efektivitas metode Hasil observasi ini digunakan untuk melakukan penyesuaian dan perbaikan metode secara real-time. Bentuk-Bentuk Aksi Teknis dan Program Penggunaan Alat Musik dan Media Digital: Dalam proses pembelajaran, digunakan berbagai alat musik sederhana dan media digital seperti aplikasi karaoke dan video musik Hal ini bertujuan untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan bervariasi. Pembuatan Materi Ajar Inovatif: Bersama dengan guru, tim pengabdian masyarakat mengembangkan materi ajar berbasis lagu yang sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan siswa. Materi ini mencakup lirik lagu, lembar kerja kosakata, dan aktivitas Kegiatan Ekstrakurikuler Musik dan Bahasa: Sebagai bagian dari program, diadakan kegiatan ekstrakurikuler yang menggabungkan musik dan pembelajaran bahasa Inggris. Siswa yang berminat dapat mengikuti kegiatan ini untuk memperdalam keterampilan bahasa mereka melalui musik. Perubahan Sosial yang Diharapkan Proses pendampingan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kosakata siswa tetapi juga untuk menciptakan perubahan sosial yang positif di komunitas Berikut adalah beberapa perubahan sosial yang diharapkan muncul sebagai hasil dari kegiatan pengabdian ini: Munculnya Pranata Baru Klub Bahasa dan Musik: Dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler yang menggabungkan musik dan bahasa, diharapkan terbentuknya klub bahasa dan musik di Klub ini akan menjadi wadah bagi siswa untuk terus mengembangkan keterampilan ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Mei 2024 bahasa Inggris mereka melalui kegiatan yang menyenangkan dan kreatif. Perubahan Perilaku Peningkatan Motivasi dan Partisipasi Siswa: Dengan metode pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif, diharapkan siswa menjadi lebih termotivasi dan aktif dalam pembelajaran bahasa Inggris. Perubahan ini dapat dilihat dari peningkatan partisipasi siswa dalam kelas dan kegiatan ekstrakurikuler. Peningkatan Kerjasama Guru: Guru-guru bahasa Inggris menjadi lebih terbuka terhadap metode pembelajaran inovatif dan saling bekerjasama dalam mengembangkan materi ajar yang kreatif. Hal ini menciptakan budaya kolaboratif yang positif di kalangan Munculnya Pemimpin Lokal (Local Leade. Pengembangan Pemimpin Siswa: Selama proses pendampingan, siswa yang menunjukkan minat dan kemampuan lebih dalam musik dan bahasa Inggris didorong untuk menjadi pemimpin kelompok. Mereka dilatih untuk memimpin kegiatan dan membantu teman-teman mereka dalam belajar. Ini diharapkan dapat mengembangkan keterampilan kepemimpinan mereka. Peran Aktif Guru sebagai Agen Perubahan: Guru yang terlibat aktif dalam program ini diharapkan menjadi agen perubahan di sekolah mereka, mempromosikan penggunaan metode pembelajaran inovatif dan menginspirasi rekan-rekan mereka untuk melakukan hal yang sama. Kesadaran Baru Menuju Transformasi Sosial Kesadaran Akan Pentingnya Metode Pembelajaran Inovatif: Melalui kegiatan ini, baik siswa maupun guru diharapkan menyadari pentingnya metode pembelajaran yang inovatif dan efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kesadaran ini dapat mendorong perubahan lebih lanjut dalam pendekatan pembelajaran di sekolah. Komunitas Pembelajaran yang Lebih Dinamis: Dengan adanya berbagai kegiatan dan program yang melibatkan musik, diharapkan tercipta komunitas pembelajaran yang lebih dinamis, kreatif, dan inklusif. Ini akan membawa dampak positif tidak hanya pada pembelajaran bahasa Inggris tetapi juga pada aspek-aspek lain dalam kehidupan sekolah. DISKUSI