Joyce Angela Y . Poppy S HUBUNGAN USIA DAN PEKERJAAN IBU HAMIL DENGAN KEPATUHAN DALAM MELAKUKAN CAKUPAN K4 ANTENATAl CARE Joyce Angela Yunica1. Poppy Septiana2 Program Studi Di Kebidanan STIKES Pembina Komplek Kenten Permai Blok J No 9-12 Bukit Sangkal Palembang 30114 Email : joyceyunica@yahoo. Abstrak Empat Lawang merupakan salah satu daerah yang terendah cakupan K4 di provinsi Sumatera Selatan. Cakupan K4 di BPM Marmina Empat Lawang tahun 2018 yaitu 84,2%, dan mengalami peningkatan tahun 2019 yaitu sebanyak 88,5%. Cakupan K4 merupakan kunci keberhasilan dalam penurunan AKI dan AKB. Tujuan penelitian mengetahui hubungan usia dan pekerjaan ibu hamil dengan kepatuhan dalam melakukan cakupan K4. Populasi pada penelitian adalah ibu hamil TM i melakukan kunjungan Antenatal Care di BPM Marmina 146 responden. Menggunakan metode total sampling berjumlah 146 responden. Ibu hamil TM i yang patuh . ,6%) lebih sedikit dibandingkan dengan tidak patuh . ,4%). Ibu hamil TM i yang memiliki usia resiko rendah . ,7%), lebih banyak dibandingkan usia resiko tinggi . ,3%). Ibu hamil TMi yang bekerja . ,2%) lebih sedikit dibandingkan dengan yang tidak bekerja . ,8%). Hasil uji chi-quare hubungan usia ibu hamil dengan kepatuhan dalam melakukan cakupan K4 didapatkan hasil A value 0. Hal ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara hubungan usia ibu hamil dengan kepatuhan dalam melakukan cakupan K4 antenatal care di BPM Marmina Empat Lawang tahun 2020. Hasil uji chi-quare hubungan pekerjaan ibu hamil dengan kepatuhan dalam melakukan cakupan K4 antenatal care di BPM Marmina Empat Lawang tahun 2020 didapatkan hasil A value 0. Hal ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara hubungan pekerjaan ibu hamil dengan kepatuhan dalam melakukan cakupan K4 antenatal care di BPM Marmina Empat Lawang tahun 2020. Diharapkan BPM Marmina Empat Lawang dapat berperan aktif dalam pelayanan ANC agar ibu hamil lebih patuh untuk memeriksakan kehamilannya. Kata kunci : Kepatuhan dalam melakukan cakupan K4 antenatal care, usia dan pekerjaan Abstract Empat Lawang is one of the areas with the lowest K4 coverage in the province of South Sumatra. coverage at BPM Marmina Empat Lawang in 2018 was 84. 2%, and experienced an increase in 2019 of K4 coverage is the key to success in reducing MMR and IMR. The purpose of the study was to determine the relationship between age and occupation of pregnant women with compliance in carrying out K4 coverage. The population in this study were pregnant women TM i who visited Antenatal Care at BPM Marmina with 146 respondents. Using the total sampling method totaled 146 respondents. TM i pregnant women who are obedient . 6%) are less than those who are not obedient . 4%). TM i pregnant women who have a low risk age . 7%), more than the high risk age . 3%). TMi pregnant women who worked . 2%) were less than those who did not work . 8%). The results of the chi-quare test of the relationship between the age of pregnant women and compliance in carrying out K4 coverage showed a value of 0. This shows that there is a significant relationship between the age of pregnant women and compliance in carrying out K4 antenatal care coverage at BPM Marmina Empat Lawang in The results of the chi-quare test relationship between pregnant women and compliance in carrying out K4 antenatal care coverage at BPM Marmina Empat Lawang in 2020 the results obtained value This shows that there is a significant relationship between the employment relationship of pregnant women and compliance in carrying out K4 antenatal care coverage at BPM Marmina Empat Lawang in 2020. It is hoped that BPM Marmina Empat Lawang can play an active role in ANC services so that pregnant women are more obedient to check their pregnancy. Keyword : The obedience of doing K4 antenatal care scope, age and job. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Joyce Angela Y . Poppy S PENDAHULUAN Pemeriksaan dan pengawasan terhadap ibu hamil sangat perlu dilakukan secara Hal ini bertujuan untuk menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu anak selama dalam (Winkjosastro, 2. Sehingga, perlu dilakukan deteksi dini oleh tenaga kesehatan dan masyarakat tentang adanya factor risiko dan komplikasi, serta penanganan yang adekuat sedinimungkin. Deteksi dini dilakukan dengan melakukan pemeriksaan pada kehamilan (Antenatal Car. yang merupakan kunci keberhasilan dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi yang dilahirkannya (Depkes, 2. Antenatal Care (ANC) merupakan suatu pelayanan yang diberikan oleh bidan kepada wanita hamil, misalnya dengan pemantauan kesehatan secara fisik, psikologis, termasuk pertumbuhan dan perkembangan janin serta mempersiapkan proses persalinan dan kelahiran supaya ibu siap menghadapi peran baru sebagai orang tua (Wagiyo & Putrono. Cakupan K4 adalah ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai dengan standar paling sedikit empat kali sesuai jadwal dibandingkan jumlah sasaran ibu hamil di satu wilayah kerja pada kurun waktu satu tahun (Kemenkes , 2. Kunjungan K1 adalah kontak ibu hamil yang pertama kali dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan seorang ibu hamil sesuai standar pada TMpertama kehamilan, dimana usia kehamilan 1 sampai 12 inggu dengan jumlah kunjungan minimal satu kali. Kunjungan K2 adalah kunjungan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya pada TMII . sia kehamilan 13-24 mingg. dan mendapatkan pelayanan 7T atau 10T setelah melewati K1, sedangkan Kunjungan Antenatal pemeriksaan kehamilan yang keempat pada TMi . sia kehamilan 25-36 mingg. pada tenaga kesehatan guna memperoleh pelayanan antenatal menurut standar dan bisa mendeteksi sedini mungkin adanya komplikasi pada kehamilan. (Walyani. Cakupan K4 tahun 2017 di provinsi Sumatera Selatan 93,2%, sementara target . %), bila dibandingkan dengan capaian 2016 . ,25%) mengalami peningkatan . ,6%). Cakupan tertinggi dicapai oleh kota Palembang . ,9 %) diikuti kab. Ogan Ilir . ,3%) dan kota Lubuk Linggau . ,8%), kemudian diikuti oleh kota Prabumulih . ,5%) dan Kota PagarAlam . ,7%). Sedangkan cakupan terendah ada di kabupaten Musi Banyuasin . ,0%), kemudian diikuti kabupaten Empat Lawang . ,3%). Kab. OKU . ,8%) dan Muratara . ,1%) (Dinkes, 2. Adapun alasan yang menjadi penyebab tidak tercapai cakupan K4 diantaranya kurangya kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan ANC, ini dikarenakan kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang kepercayaan yang salah, serta tidak ada dukungan dari pihak suami dan keluarga. Sehingga kegawatdaruratan, komplikasi dan mungkin kondisi tersebut bisa mengakibatkan kematian ibu dan bayi saat melahirkan. Selama melakukan kunjungan asuhan antenatal, ibu hamil akan mendapatkan serangkaian pelayanan yang terkait dengan upaya memastikan tidak adanya penyulit, sehingga tidak menganggu masa kehamilan semua ibu hamil. (Syaifuddin, 2. Kunjungan ANC oleh ibu hamil dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor internal seperti paritas, usia ibu dan faktor eksternal seperti pengetahuan ibu, sikap, kondisi sosial ekonomi, sosial budaya, pekerjaan, geografis, informasi dan juga dukungan, baik dari dukungan petugas maupun dukungan dari kelurga ibu. (Kemenkes , 2. Menurut penelitian Putri dkk, tahun 2015 yang bejudul Hubungan Usia Ibu Hamil Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Joyce Angela Y . Poppy S Dengan Kepatuhan ANC Di Puskesmas Suruh Kabupaten Semarang. Ada hubungan usia ibu hamil dengan Kepatuhan ANC Di Puskesmas Suruh Kabupaten Semarang(Putri, et al. , 2. Berdasarkan penelitian Setyaningrum, dkk . yang berjudul Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Melaksanan Antenatal Care (ANC) Di Wilayah Kerja Puskesmas Waihaong Ambon 2018. Adapun hasil yang didapat yaitu ada hubungan usia ibu hamil dengan kepatuhan melaksanakan antenatal care (ANC) di wilayah Kerja Pukesmas Waihaong Ambon. (Setyaningrum, et al. Menurut penelitian Fitriani, 2009 dengan judul Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Usia Ibu Hamil Terhadap Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur. terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan usia ibu hamil terhadap kepatuhan kunjungan ANC di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur. Sama halnya dengan penelitian (Wulan, 2. dengan judul Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Melakukan Kunjungan Antenatal Care (ANC) Di BPM Syarifah Lubis Kota Padangsidimpua. Didapatkan ada hubungan antara pekerjaan dengan kepatuhan ibu Antenatal Care (ANC) di BPM Syarifah Lubis Kota Padangsidimpua. Berdasarkan penelitian Sari . yang berjudul Hubungan Antara Karateristik Ibu Hamil Dengan Kepatuhan Ibu Terhadap Standar Kunjungan Antenatal Care di BPS AuXAy Cikarang. Hasil yang didapatkan bahwa ada hubungan antara usia dan pekerjaan ibu hamil dengan kepatuhan ibu terhadap standar kunjungan antenatal care di BPS AuXAy Cikarang. Menurut penelitian (Kurniawaty, 2. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Antenatal Care (ANC) di Bidan Praktik Mandiri HJ. Maimunah Kertapati Palembang. Hasil yang didapatkan ada hubungan antara usia dan pekerjaan ibu dengan kunjungan Antenatal Care (ANC) Bidan Praktik Mandiri Hj. Maimunah Kertapati Palembang. Cakupan K4 di BPM Marmina Empat Lawang tahun 2018 yaitu 84,2%, dan mengalami peningkatan tahun 2019 yaitu sebanyak 88,5% (Marmina, 2. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik melakukanpenelitian yang berjudul AyHubungan Usia dan Pekerjaan Ibu Hamil Dengan Kepatuhan Dalam Melakukan Cakupan K4 Antenatal Care (ANC) Di BPM Marmina Empat Lawang Tahun 2020Ay METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis menggunakan metode analitik dengan pendekatan Cross sectional. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 21-26 Desember 2020 di BPM Marmina Empat Lawang. Target/Subjek Penelitian Semua ibu hamil TM i yang melakukan kunjungan Antenatal Care ke BPM Marmina Empat Lawang tahun 2020. Prosedur Pengambilan data penelitian ini dengan melihat data register kunjungan ANC ibu hamil yang tercatat di BPM Marmina Empat Lawang Tahun 2020. Data yang diambil meliputi kunjungan ANC, usia dan pekerjaan ibu hamil. Data. Intrumen. Teknik Pengumpulan Data Tekhnik pengumpulan data pada penelitian ini adalah data sekunder, dengan cara checklist data register kunjungan ANC Di BPM Marmina Empat Lawang Tahun Teknik Analisis Data Analisa Univariat Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Joyce Angela Y . Poppy S Analisa univariat dilakukan terhadap tiap variable dari hasil penelitian, yaitu variable independen . sia, pekerjaan ib. dan variabel dependen . epatuhan dalam melakukan cakupan K4 Antenatal Car. Analisa Bivariat Analisa Bivariat ini bertujuan untuk melihat hubungan variable independen dengan variabel dependen yang dianalisis dengan menggunakan uji Chi square . dengan taraf signifikan() = 0,05. HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN DAN Analisa Univariat Analisis univariat yaitu analisa yang dilakukan tiap-tiap variabel penelitian untuk mengetahui distribusi frekuensi dan (Kepatuhan dalam melakukan Cakupan K4 Antenatal Car. dan variabel independen (Usia dan Pekerjaa. Kepatuhan dalam melakukan Cakupan K4 Antenatal Care Kepatuhan dalam melakukan Cakupan K4 Antenatal Care dalam penelitian ini sebagai variabel dependen. Hasil distribusi frekuensi ibu hamil dengan Kepatuhan dalam melakukan Cakupan K4 dapat dilihat pada tabel 1 di bawah ini : Tabel 1. Distribusi Frekuensi Ibu Hamil Dengan Kepatuhan Dalam Melakukan Cakupan K4 Antenatal Care Di BPM Marmina Empat Lawang Tahun 2020 Kepatuhan Frekuensi Persentase (%) Cakupan K4 Antenatal Care Patuh Tidak Patuh Total Berdasarkan tabel di atas dari 146 responden ibu hamil TM i yang patuh berjumlah 33 responden . ,6%) dan ibu hamil TM i yang tidak patuh berjumlah 113 responden . ,4%). Usia Usia ibu hamil terhadap kepatuhan dalam melakukan kunjungan K4 Antenatal Care. dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini : Tabel 2. Distribusi Frekuensi Usia Ibu Hamil Terhadap Kepatuhan Dalam Melakukan Kunjungan K4 Antenatal Care Di BPM Marmina Empat Lawang Tahun 2020 Usia Frekuensi Persentase (%) Resiko rendah Resiko tinggi Total Berdasarkan tabel 2 di atas dari 146 responden ibu hamil TMi yang memiliki usia resiko rendah berjumlah 109responden . ,7%), lebih banyak dibandingkan dengan Ibu hamil TMi yang memiliki usia resiko tinggi berjumlah 37 responden . ,3%). Pekerjaan Pekerjaan ibu hamil terhadap kepatuhan dalam melakukan kunjungan K4 Antenatal Care dalam penelitian ini sebagai variabel independen, dapat dilihat pada tabel 3 di bawah ini : Tabel 3. Distribusi Frekuensi Pekerjaan Ibu Hamil Terhadap Kepatuhan Dalam Melakukan Cakupan K4 Antenatal CareDi BPM Marmina Empat LawangTahun 2020 Pekerjaan Frekuensi Persentase (%) Bekerja Tidak Bekerja Total Berdasarkan tabel 3 di atas dari 146 responden ibu hamil TM i yang bekerja berjumlah 50 responden. ,2%), lebih sedikit dibandingkan dengan Ibu hamil TM i yang tidak bekerja berjumlah 96 responden . ,8%). Hasil Analisa Bivariat Analisis duavariabel yang diduga berhubungan atau Analisis ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kemaknaan dari Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Joyce Angela Y . Poppy S variabel dependen (Kepatuhan dalam melakukan Cakupan K4 Antenatal Car. dan variabel independen (Usia dan Pekerjaa. Penelitian ini menggunakan uji ChiSquare untuk melihat hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen dengan batas p value O 0,05. Bila p value O 0,05 berarti hubungannya bermakna dan bila p value Ou 0,05. Hubungan Pekerjaan Ibu Hamil Dengan Kepatuhan Dalam Melakukan Cakupan K4 Antenatal Care Di BPM Marmina Empat Lawang Tahun 2020 Pekerjaan ibu hamil yang melakukan kunjungan K4 Antenatal Care dalam penelitian ini sebagai variabel independen. Hasil Hubungan Pekerjaan Ibu Hamil Dengan Kepatuhan Dalam Melakukan Cakupan K4 Antenatal Care dapat dilihat pada tabel 5 di bawah ini : Hubungan Usia Ibu Hamil Dengan Tabel 5. Hubungan Pekerjaan Ibu Hamil Dengan Kepatuhan Dalam Melakukan Cakupan Kepatuhan Dalam Melakukan Cakupan K4 Antenatal Care Di BPM Marmina K4 Antenatal Care Di BPM Marmina Empat Lawang Tahun 2020 Empat LawangTahun 2020 Usia ibu hamil yang melakukan Pekerjaan Kepatuhan Dalam Total kunjungan K4 Antenatal Care,dapat dilihat Melakukan Cakupan K4 Antenatal Care pada tabel 4 di bawah ini: Patuh Tidak Tabel 4. Hubungan Usia Ibu Hamil Dengan Kepatuhan Dalam Melakukan Cakupan K4 Antenatal Care Di BPM Bekerja 30 60,0 20 Marmina Empat Lawang Tahun 2020 Tidak 100 0,000 Usia Kepatuhan Dalam Total Bekerja Melakukan Cakupan K4 Antenatal Care value Jumlah Patuh Tidak Tabel 5 menunjukkan dari 146 responden, ibu hamil TM i terdapat 50 ibu yang bekerja dan yang patuh melakukan Resiko 0,008 cakupan K4 berjumlah 30 responden Resiko . ,0%) dan yang tidak patuh melakukan cakupan K4 berjumlah 20 responden Jumlah Tabel 4 menunjukkan dari 146 responden, ibu hamil TM i terdapat 109 ibu yang memiliki usia resiko rendah yang patuh berjumlah 31 responden . ,4%) dan yang tidak patuh berjumlah 78 responden . ,6%). Dari 146 responden ibu hamil TMi terdapat 37 ibu yang memiliki usia resiko tinggi, yang patuh berjumlah 2 responden . ,4%) dan yang tidak patuh berjumlah 35 responden . ,6%). Dari hasil uji Chi-square didapatkan p value = 0,008 berarti O 0,05. Hal ini menunjukan ada hubungan yang bermakna antarahubungan usia ibu hamil dengan kepatuhan dalam melakukan cakupan K4 Antenatal Care di BPM Marmina Empat Lawang tahun 2020. ,0%). Dari 146 responden ibu hamil TMi terdapat 96 ibu tidak bekerja yang patuh melakukan cakupan K4 berjumlah 3responden . ,1%) dan yang tidak patuh melakukan cakupan K4 berjumlah 93 responden . ,9%). Dari hasil uji Chi-square didapatkan p value = 0,000 berarti O 0,05. Hal ini menunjukan ada hubungan yang bermakna antarahubungan pekerjaan ibu hamil dengan kepatuhan dalam melakukan cakupan K4 Antenatal Care di BPM Marmina Empat Lawang tahun 2020. Pembahasan Hubungan Usia Ibu Hamil Dengan Kepatuhan Dalam Melakukan Cakupan Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Joyce Angela Y . Poppy S K4 Antenatal Care Di BPM Marmina Empat Lawang Tahun 2020 Usia adalah umur individu yang terhitung mulai saat dilahirkan sampai berulang Usia dapat mempengaruhi daya tangkap dan pola pikir seseorang. (Padila. Hasil data univariat didapatkan dari 146 responden ibu hamil TM i yang memiliki usia resiko rendah berjumlah 109 responden . ,7%), lebih banyak dengan Ibu hamil TMi yang memiliki usia resiko tinggi berjumlah 37 responden . ,3%). Hasil data bivariatdari 146 responden, ibu hamil TM i terdapat 109 ibu yang memiliki usia resiko rendah yang patuh berjumlah 31responden . ,4%) dan yang tidak patuh berjumlah 78 responden . ,6%). Dari 146 responden ibu hamil TM i terdapat 37 ibu yang memiliki usia resiko tinggi, yang patuh berjumlah 2 responden . ,4%) dan yang tidak patuh berjumlah 35 responden . ,6%). Dari hasil uji Chi-square didapatkan p value = 0,008 berarti O 0,05. Hal ini menunjukan ada hubungan yang bermakna antara hubungan usia ibu hamil dengan kepatuhan dalam melakukan cakupan K4 Antenatal Care di BPM Marmina Empat Lawang tahun 2020. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Putri, et al. , 2. yang bejudul Hubungan Usia Ibu Hamil Dengan Kepatuhan ANC Di Puskesmas Suruh Kabupaten Semarang. Hasil penelitian bahwa ibu yang berusia < 20 tahun sebagian besar tidak patuh melakukan kunjungan ANC sejumlah 30 orang . ,9%), lebih besar di bandingkan pada usia 20-35 tahun yang hanya 4 orang . %) dan usia > 35 tahun sebanyak 4 . %). Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan semakin muda usia ibu hamil, maka kepatuhan untuk ANC semakin kurang. Berdasarkan uji Chi Square didapat nilai A= 29,319 dengan p-value 0,000. Oleh karena p-value = 0,000 < . , disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia Ibu hamil terhadap kepatuhan ANC di Puskesmas Suruh Kabupaten Semarang. Begitu juga dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Setyaningrum, et al. , 2. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan melaksankan Antenatal Care (ANC) Di Wilayah Kerja Puskesmas Waihaong Ambon 2018. Hasil yang didaptkan jumlah terbanyak ibu yang berusia 20-25 tahun berjumlah 42 responden . ,5%), kemudian usia > 35 tahun berjumlah 30 responden . ,5%), dan < 20 tahun berjumlah 8 responden . %). Hasil pengujian hubungan antara faktor usia dengan kepatuhan melaksankan ANC menggunakan uji chi Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara faktor usia dengan kepatuhan melaksanakan ANC di wilayah kerja Puskesmas Waihaong Ambon dengan nilai p=0,04. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Fitriani tahun 2019 dengan judul Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Usia Ibu Hamil Terhadap Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur. Hasil yang didapatkan usia > 35 tahun yang tidak patuh melakukan kunjungan ANC sebanyak 14,5%. Pada usia < 20 tahun yang tidak patuh 14. usia 20-35 yang tidak patuh berjumlah 6,6% dan usia > 35 tahun yang patuh melakukan kunjungan ANC sebanyak 1,3%. Pada usia < 20 tahun yang patuh 10,3%. pada usia 2035 yang patuh berjumlah 52,6%. Dari hasil uji statistik pada variabel usia ibu hamil dengan uji sperman rho diperoleh nilai signifikan atau p-value adalah 0,000 dimana . value 0,. dan nilai cofficient correlation r yaitu 0,0550 dimana tingkat hubungan pada uji ini kuat dengan nilai rs . ,50-0,. sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan usia ibu hamil terhadap kepatuhan kunjungan ANC di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Joyce Angela Y . Poppy S Hal ini sejalan denganteori Green usia mempengaruhi pola pikir seseorang, ibu dengan usia produktif yaitu 20-35 tahun dapat berfikir lebih rasional dibandingkan dengan ibu yang berusia lebih muda atau terlalu tua, sehingga ibu dengan usia produktif memiliki motivasi lebih dalam memeriksakan kehamilannya (Padila, 2. Menurut asumsi peneliti, usia sangat mempengaruhi cara pandang ataupun cara seharusnya pola pikirnya akan semakin matang ataupun rasional, dimana pada penelitian ini ibu hamil rata-rata berusia produktif 20-35 tahun cenderung lebih sesuai melakukan kunjungan antenatal care karena masih merasa bahwa pemeriksaan kehamilan sangat penting sedangkan ibu yang berusia <20 tahun cenderung belum mengerti tentang pentingnya melakukan kunjungan antenatal care dengan sesuai dan umur >35 tahun cenderung acuh untuk melakukan kunjungan antenatal care karena kehamilan yang baik. HubunganPekerjaan Ibu Hamil Dengan Kepatuhan Dalam Melakukan Cakupan K4 Antenatal Care Di BPM Marmina Empat Lawang Tahun 2020 Pekerjaan adalah suatu tugas atau kerja yang dilakukan oleh ibu dan dapat menghasilkan uang. (Kurniawaty, 2. Hasil data univariat didapatkan dari 146 responden ibu hamil TM i yang bekerja berjumlah 50 responden . ,2%). Ibu hamil TM i yang tidak bekerja berjumlah 96 responden . ,8%). Hasil data bivariat dari 146 responden, ibu hamil TM i terdapat 50 ibu yang bekerja dan yang patuh melakukan cakupan K4 berjumlah 30 responden . ,0%) dan yang tidak patuh melakukan cakupan K4 berjumlah 20 responden . ,0%). Dari 146 responden ibu hamil TM i terdapat 96 ibu tidak bekerja yang patuh melakukan cakupan K4 berjumlah 3responden . ,1%) dan yang tidak patuh melakukan cakupan K4 berjumlah 93 responden . ,9%). Dari hasil uji Chi-square didapatkan p value = 0,000 berarti O 0,05. Hal ini menunjukan ada hubungan yang bermakna antara hubungan pekerjaan ibu hamil dengan kepatuhan dalam melakukan cakupan K4 Antenatal Care di BPM Marmina Empat Lawang tahun 2020. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Kurniawaty . dengan judul Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kunjungan Antenatal Care (ANC) Di Bidan Praktik Mandiri HJ. Maimunah Kertapati Palembang. Hasil yang didapatkan bhawa dari 28 responden yang tidak bekerja dan melakukan kunjungan ANC berjumlah 13 orang . ,4%), lebih banyak jika dibandingkan dengan yang bekerja dan melakukan kunjungan ANC berjumlah 1 orang . ,2%). Berdasarkan hasil uji statistik dengan analisis Chi Square didapatkan Avalue = 0,016 lebih kecil dari = 0,05 menunjukan bahwa ada hubungan antara pekerjaan dengan kunjungan ANC. Penelitian Wulan tahun 2020 dengan judul Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Melakukan Kunjungan Antenatal Care (ANC) Di BPM Syarifah Lubis Kota Padang Sidimpuan. Didapatkan hasil bahwa ibu hamil 32 yang bekerja sebanyak 23 responden . ,0%) yang melakukan kunjungan antenatal care tidak lengkap sebanyak 18 responden . ,3%) dan yang melakukan kunjungan antenatal care lengkap sebanyak 5 responden . ,7%). Sedangkan responden yang tidak bekerja sebanyak 9 responden . ,0%) dimana yang melakukan kunjungan antenatal care tidak lengkap sebanyak 1 responden . ,1%) dan yang melakukan kunjungan antenatal care lengkap sebanyak 8 responden . ,9%). Berdasarkan uji statistik dengan menggunakan uji chi-square diperoleh sig-A . > sig- . dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan antara Pekerjaan Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Joyce Angela Y . Poppy S dengan Kepatuhan Ibu Hamil dalam Melakukan Kunjungan Antenatal Care di BPM Syarifah Lubis Kota Padang Sidimpuan. Hal serupa diungkapkan (Sari, 2. yang berjudul Hubungan Antara Karateristik Ibu Hamil Kepatuhan Ibu Terhadap Standar Kunjungan Antenatal Care di BPS AuXAy Cikarang. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden yang tidak bekerja sebanyak 20 orang . ,3%) dan responden yang bekerja sebanyak 19 orang . %). Dari hasil uji chi square menyatakan ada hubungan antara pekerjaan dengan kepatuhan terhadap standar kunjungan antenatal care. Hal ini dilihat dari nilai A = 0,042 < 0,05 () artinya Ho ditolak. Menurut asumsi peneliti, bahwa ibu hamil yang bekerja akan mempengaruhi ibu sehingga patuh datang untuk melakukan pemeriksaan antenatal care karena ibu hamil yang bekerja akan berpikir bahwa pemeriksaan kehamilan itu sangat penting meskipun lagi ada kesibukan dan rasa takut untuk melakukan pemeriksaan kehamilan di era pandemi ini. Sedangkan ibu yang tidak bekerja akan berpikir bahwa dirinya merasa sehat dan tidak capek sehingga akan tidak patuh untuk melakukan pemeriksaan antenatal care. KESIMPULAN Ada hubungan yang bermakna antara usia ibu hamil dengan kepatuhan dalam melakukan cakupan K4 antenatal care di BPM Marmina Empat Lawang tahun 2020. Adahubungan bermaknaantarapekerjaan ibu hamil dengan kepatuhan dalam melakukan cakupan K4 antenatal care di BPM Marmina Empat Lawang tahun 2020. Saran Bagi BPM Marmina Diharapkan kepada BPM Marmina Empat Lawang mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan dalam memberikan pelayanan pada ibu hamil dan menambahkan peyuluhan tentang cakupan K4 antenatal Bagi PenelitiSelanjutnya Diharapkan bagi peneliti yang akan datang untuk dapat mengembangkan sebuah penelitian yang bervariasi dengan desain penelitian yang berbeda. DAFTAR PUSTAKA