Vol. 1 No. 1 Februari 2019 http://jurnal. Ensiklopedia Social Review PERAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MENDORONG PERTUMBUHAN PENDIDIKAN EKONOMI DI STIH PADANG NURHAPANI Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Padang sitisip@gmail. Abstract: Entrepreneurship education has been taught as an independent scientific discipline, because entrepreneurship education at STIH Padang is explained as follows: 1. Entrepreneurship contains a complete and real body of knowledge, namely there are complete theories, concepts, and scientific methods. Entrepreneurship has two concepts, namely start-up and venture-growth ventures, this is clearly not included in the general management education framework that separates management and business ownership. Entrepreneurship is a discipline that has its own object, namely the ability to create something new and different. Entrepreneurship is a tool for creating business equity and income distribution. Keywords: Entrepreneurship. Growth. Economic Education. STIH Padang. Abstrak: Pendidikan kewirausahaan telah diajarkan sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri yang independen, karena pendidikan kewirausahaan di STIH Padang adalah mnejelaskan hali berikut ini: 1. Kewirausahaan berisi body of knowledge yang utuh dan nyata, yaitu ada teori, konsep, dan metode ilmiah yang lengkap. Kewirausahaan memiliki dua konsep, yaitu venture start-up dan venture-growth, ini jelas tidak masuk dalam kerangka pendidikan manajemen umum yangmemisahkan antara manajemen dan kepemilikan usaha. Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki obyek tersendiri, yaitu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan. Kata Kunci: Kewirausahaan. Pertumbuhan. Pendidikan Ekonomi. STIH Padang. Latar Belakang Kehidupan masyarakat tidak lepas akan kebutuhan pendidikan. Melalui pendidikan manusia dapat mengetahui sesuatu yang buruk dan baik, karena pendidikan selalu berhubungan dengan harkat dan martabat menjadi seorang manusia. Pembangunan ekonomi membutuhkan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM). Pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas bertujuan untuk meningkatkan produktivitasnya agar peran SDM dalam proses pembangunan lebih maksimal. Namun, kelebihan kuantitas SDM di Indonesia mendorong pemerintah tidak hanya mengarahkan penduduk menjadi tenaga kerja atau karyawan, tetapi juga menjadi penyedia lapangan pekerjaan. Penumbuhan minat kewirausahaan menjadi penting dalam pembangunan ekonomi mengingat kondisi kontras antara demand dan supply tenaga kerja. Penawaran tenaga kerja sangat tinggi sedangkan permintaannya relatif Schumpetet . salah satu ekonom pengagas teori pertumbuhan ekonomi menyatakan entrepreneur mempunyai andil besar dalam pembangunan ekonomi melalui penciptaan inovasi, lapangan kerja, dan kesejahteraan. Dunia usaha yang dibangun entrepreneur akan mendorong perkembangan sektor-sektor produktif. Semakin banyak suatu negara memiliki entrepreneur, maka pertumbuhan ekonomi negara tersebut akan semakin tinggi. Ada lima kombinasi barn yang dibentuk oleh E-ISSN: 2657-0300 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia P-ISSN: 2657-0319 Vol. 1 No. 1 Februari 2019 http://jurnal. Ensiklopedia Social Review entrepreneur, antara lain . memperkenalkan produk barn atau dengan kualitas barn, . memperkenalkan metode produksi barn, . membuka pasar barn . ew marke. , . memperoleh sumber pasokan barn dari bahan atau komponen barn, . menjalankan organisasi barn dalam industri. Schumpeter menjelaskan pula korelasi antara inovasi entrepreneur dengan kombinasi sumberdaya. Kegiatan produktif inilah yang akan meningkatkan output pembangunan sehingga negara akan berlomba-lomba untuk menciptakan entrepreneur barn sebagai akselerator pembangunan. Mudyaharjo . alam Ahmadi,2014:. pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/latihan yang berlangsung disekolah dan diluar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa yang akan datang. Sedangkan menurut Noor Syam . alam Ahmadi,2014:. pendidikan adalah aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya, yaitu ruhani . ikir, karsa, rasa, cipta, dan budi nuran. dan jasmani . ancaindra serta keterampilan-keterampila. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 mendefinisikan pendidikan sebagai berikut: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirintya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Berdasarkan pengertian pendapat ahli tersebut maka yang dimaksud pendidikan dalam penelitian ini adalah usaha sadar manusia melalui berbagai proses interaksi baik di dalam keluarga, masyarakat, dan disekolah yang dapat membentuk karakter peserta didik dan mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik. Hal ini juga terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Padang, agar mencipatakan karakter enterprenership dalam bidang pendidikan ekonomi, terutama dalam hukum bisnis agar mewujjudkan kampus Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Padang yang maju dan professional internasional di tahun 2025. Metodologi Penelitian. Penelitian adalah suatu proses yang dilakukan secara sistematis guna mencari kebenaran terhadap suatu fenomena ataupun sebuah fakta dalam kasus yang Dalam hal ini, beberapa penelitian juga dilakukan untuk menghubungkan adanya kenyataan empirik dengan teori yang sudah dikemukakan. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, metode penelitian yang digunakan pun beragam. Sebelum kita mengulas apa saja macam macam metode penelitian, ada baiknya kita kupas secara tuntas pengertian dari apa itu metode penelitian. Metode yang digunakan adalah Penelitian kualitatif, adalah metode penelitian yang berfokus pada pemahaman terhadap fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Pada metode penelitian ini, peneliti menggunakan perspektif dari partisipan sebagai gambaran yang diutamakan dalam memperoleh hasil penelitian (Lexy J Moleong, 2. dalam hal ini di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Padang. Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia E-ISSN: 2657-0300 P-ISSN: 2657-0319 Vol. 1 No. 1 Februari 2019 http://jurnal. Ensiklopedia Social Review Hasil dan Pembahasan Menurut Danim . alam Ahmadi,2014:. , secara tradisional tujuan utama pendidikan adalah transmisi pengetahuan atau proses membangun manusia menjadi Transfer pengetahuan yang diperoleh di bangku sekolah atau di lembaga pelatihanke dunia nyata adalah sesuatu yang terjadi secara alami sebagai konsekuensi dari kepemilikan pengetahuan oleh peserta didik atau siswa. Selanjutnya secara kademik. Danim . alam Ahmadi,2014:. mengemukakan bahwa pendidikan memiliki beberapa tujuan, sebagai berikut: . Mengoptimalisasi potensi kognitif, afektif, dan psikomotorik yang dimiliki oleh siswa. Mewariskan nilai-nilai budaya dari generasi ke generasi untuk menghindari sebisa mungkin anak-anak tercebur dari akar budaya dan kehidupan berbangsa dan bernegara. Mengembangkan daya adaptasbilitas siswa untuk menghadapi situasi masa depan yang terus berubah, baik intensitas maupun persyaratan yang diperlukan sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Meningkatkan dan mengembangkan tanggung jawab moral siswa berupa kemampuan untuk membedakan mana yang benar mana yang salah, dengan spritatau keyakinan untuk memilih dan menegakkannya. Mendorong dan membantu siswa mengembangkan sikap bertanggung jawab terhadap kehidupan pribadi dan sosialnya, serta memberikan kontribusi dalam aneka bentuk secara leluasa kepada masyarakat. Mendorong dan membantu siswa memahami hubungan yang seimbang antara hukum dan kebebasan pribadi dan sosial. Tujuan pendidikan menurut Ahmadi . adalah mengembangkan potensi bawaan manusia secara integral, simultan, dan berkelanjutan agar manusia mampu melaksanakan tugas dan kewajiban dalam kehidupan guna mencapai kebahagiaan dimasa sekarang dan masa mendatang. Tujuan pendidikan ekonomi STIH Padang disesuaikan dengan dimensi-dimensi kehidupan manusia disetiap dimensi memiliki tujuan, dimensi-dimensi tersebut antara lain: Dimensi religi STIH Padang, tujuan pendidikan ini adalah untuk membangun kesadaran beragama, membina, dan meningkatkan pengalaman agama pada diri peserta didik sehingga menjadi manusia yang betul Ae betul beriman dan bertaqwa kepada Tuhannya. Dimensi diri manusia STIH Padang, tujuan pendidikan ini adalah untuk menumbuhkan kembangkan kesadaran dan pemahaman peserta didik tentang potensi dirinya dan membangun semangat untuk mengembangkan potensi diri yang memungkinkannya untuk menjadi manusia percaya diri dan mandiri. Dimensi sosial STIH Padang, tujuan pendidikan ini adalah untuk menumbuhkan kembangkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan peserta didik untuk berinteraksi dengan sesama peserta didik, guru, dan lingkungannya . eluarga dan masyaraka. Dimensi ekonomi STIH Padang, tujuan pendidikan dalam dimensi ini adalah menumbuh kembangkan kesadaran peserta didik tentang pentingnya pengetahuan baru, keterampilan baru, dan sikap baru serta kemauan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga terjadi peningkatan pendapatan, tabungan, dan modal berinventasi untuk kepentingan dan kemajuan kehidupannya di masa depan. Dimensi budaya STIH Padang, tujuan pendidikan disini adalah menanamkan nilainilai budaya pada peserta didik agar mereka memiliki kesadaran dan kemauan untuk memahami dan memelihara nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh generasi terdahulu untuk kemajuan diri, bangsa dan negaranya. Dimensi politik STIH Padang, tujuan pendidikan adalah untuk menumbuh kembangkan kesadaran padai didri peserta didik tentang pentingnya keikutsertaan E-ISSN: 2657-0300 P-ISSN: 2657-0319 Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia Vol. 1 No. 1 Februari 2019 http://jurnal. Ensiklopedia Social Review dalam proses dan pelaksanaan keputusan yang berkenaan dengan kepentingan Dimensi keamanan STIH Padang, tujuan pendidikan ini adalah menanamkan pada diri peserta didik tentang pentingnya keamanan dan membangun kesadaran diri dan kewajiban untuk ikut menciptakan keamanan dalam kehidupan masyarakat, baik keamanan diri dan harta kekayaan lingkungan alam sekitar. Dimensi IPTEK STIH Padang, tujuan pendidikan adalah menumbuhkankembangkan kesadaran peserta didik tentang pentingnya IPTEK dan kemauan serta kemampuan mendayagunakan IPTEK dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Suryana . kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju Kristanto . mengatakan kewirausahaan adalah ilmu,maupun perilaku,sifat,ciri dan watak seseorang yang memiliki kemampuan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif. Sedangkan menurut Zimmerer . alam Suryana,2006:. kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan upaya memanfaatkan peluang yang dihadi setiap hari. Drucker . alam Yusuf Suryana dan Kartib Bayu,2010:. Kewirausahaan lebih merujuk pada sifat, watak, dan ciri-ciri yang melekat pada seseorang yang mempunyai kesamaan keras untuk mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia usaha yang nyata dan dapat mengembangkannya dengan tangguh. Kewirausahaan merupakan gabungan dari kreativitas, inovasi, dan keberanian menghadapi risiko yang dilakukan dengan cara kerja keras. untuk membentuk dan memelihara usaha baru. Seseorang yang memiliki bakat kewirausahaan dapat mengembangkan bakatnya melalui pendidikan. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut maka yang dimaksud dengan kewirausahaan dalam penelitian ini adalah adalah sifat,watak dan perilaku seseorang yang mempunyai keberanian dapat memberikan perubahan dengan pemikirabn kreatif dan inovasi. Pendidikan kewirausahaan di STIH Padang merupakan salah satu bentuk aplikasi kepedulian dunia pendidikan terhadap kemajuan bangsanya. Di dalam pendidikan kewirausahaan diperlihatkan di antaranya adalah nilai dan bentuk kerja untuk mencapai kesuksesan. Menurut Endang Mulyani . 1:4-. pendidikan kewirausahaan dapat diajarkan melalui penanaman nilai-nilai kewirausahaan yang akan membentuk karakter dan perilaku untuk berwirausaha agar kelak para peserta didik dapat mandiri dalambekerja atau mandiri usaha. Pendidikan kewirausahaan sangat penting bagi generasi muda dengan berbekal dan pengalaman yang diperoleh selama belajar Diharapkan dapat menjadi kunci kesuksessan perekonomian, karena mental yang siap berwirausaha. Sedangkan menurut Wibowo . pendidikan kewirausahaan merupakan upaya menginternalisasikan jiwa dan mental kewiusahaan baik melalui institusi pendidikan maupun institusi lain seperti lembaga pelatihan training dan Pendidikan kewirausahaan bertujuan untuk membentuk manusia secara utuh, sebagai insan yang memiliki karakter, pemahaman dan keterampilan sebagai Buchari Alma . menyatakan bahwa keahlian dan keterampilan wirausaha banyak didapatkan dari pendidikan kewirausahaan. Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia E-ISSN: 2657-0300 P-ISSN: 2657-0319 Vol. 1 No. 1 Februari 2019 http://jurnal. Ensiklopedia Social Review Penutup Membantu pelaksanaan pembelajaran kewirausahaan tertuang dalam kurikulum. Secara yuridis defininisi kurikulum dikemukakan dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1 pasal 1 burtir 19, yaitu: Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, serta bahan pelajaran dan cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan untuk mencapao tujuan Secara operasional kurikulum pembelajaran kewirausahaan adalah program pembelajaran yang didalamnya berisi tujuan, isi atau materi pembelajaran, cara menyajikan materi pembelajaran tersebut, termasuk perangkat,peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan atau sarana, prasarana dan fasilitas pembelajaran yang harus tersedia. Melalui kurikulum tersebut akan dijabarkan tentang standart kompetensi (SK). Penetapan Standar Kompetensi (SK), dimaksudkan untuk menetapkan ukuran minimal atau secukupnya, mencakup kemampuan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dicapai, diketahui, dilakukan, dan mahir dilakukan oleh peserta didik pada setiap tingkatan secara maju dan berkelanjutan sebagai upaya kendali dan jaminan mutu. Daftar Pustaka