Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 PENGARUH PUPUK Si DAN N. K TERHADAP KANDUNGAN Si DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccaharat. Emma Trinurani Sofyan*1. Oviyanti Mulyani2. Ilma Agnia3. Abdul Rahmi4 Dosen Departemen Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian. Universitas Padjadjaran. Bandung Staf Laboratorium Kimia Tanah dan Nutrisi Tanaman. Departemen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Bandung Dosen Fakultas Pertanian. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda E-Mail: emma. trinurani@unpad. id (*Corresponding autho. Submit: 05-01-2024 Revisi: 24-02-2024 Diterima: 04-03-2024 ABSTRAK Pengaruh Pupuk Si Dan N. K Terhadap Kandungan Si Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays Saccaharat. Pertumbuhan dan produksi tanaman dipengaruhi oleh berbagai karakteristik tanah terutama kesuburan tanah yang berkaitan dengan ketersediaan unsur hara. Pengelolaan kesuburan tanah harus diperhatikan agar tanah dapat menyokongpertumbuhan dan hasil tanaman yang tinggi dalam jangka waktu yang lama. Percobaan ini bertujuan untuk mencari dosis pupuk Si terbaik terhadap perubahan kandungan unsur hara tanah, pertumbuhan tanaman dan hasil panen tanaman jagung manis. Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Laboratorium Kimia Tanah dan Nutrisi Tanaman Fakultas Pertanian. Universitas Padjadjaran. Jatinangor. Sumedang pada bulan Mei sampai Agustus 2021. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari sembilan perlakuan dan diulang tiga kali, yaitu: kontrol. K rekomendasi. A dosis pupuk Si 1 dosis N. K rekomendasi. A dosis pupuk Si 1 dosis N. K A dosis pupuk Si 1 dosis pupuk N. 1 dosis pupuk Si 1 dosis pupuk N. 1 A dosis pupuk Si 1 dosis pupuk N. 1 A dosis pupuk Si 1 dosis pupuk N. dan 1 A dosis pupuk Si 1 dosis pupuk N. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan 1 A dosis pupuk Si 1 dosis pupuk N. K mampu memberikan pengaruh terbaik dalam meningkatkan kandungan Si tanah dan meningkatkan hasil panen tanaman jagung manis. Kata kunci : Inceptisols. Pupuk Silika. Tanaman Jagung. ABSTRACT The Effect of Si and N. K Fertilizers on the Si Content and Yield of Sweet Corn plants (Zea mays L. Saccaharat. Plant growth and production are influenced by various soil characteristics, especially soil fertility which is related to the availability of nutrients. Soil fertility management must be considered so that the soil can support high plant growth and yields over a long period of time. This experiment aims to find the best dose of Si fertilizer for changes in soil nutrient content, plant growth and sweet corn crop yields. This experiment was carried out at the Soil Chemistry and Plant Nutrition Laboratory Experimental Garden. Faculty of Agriculture. Padjadjaran University. Jatinangor. Sumedang from May to August 2021. The research design used was a Randomized Group Design (RAK) which consisted of nine treatments and was repeated three times, namely : control. K recommendations. A dose of Si fertilizer 1 dose of recommended N. A dose of Si fertilizer 1 dose of recommended N. A dose of Si fertilizer 1 dose of N. K 1 dose of Si fertilizer 1 dose of N. K fertilizer. 1 A dose of Si fertilizer 1 dose of N. K 1 A doses of Si fertilizer 1 dose of N. K fertilizer. and 1 A dose of Si fertilizer 1 dose of N. K fertilizer. The experimental results showed that the treatment of 1 A dose of Si fertilizer 1 dose of N. K fertilizer was able to provide the best effect in increasing the Si content of the soil and increasing yields of sweet corn plants. Keywords : Corn Plants. Inceptisols. Silica Fertilizer. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Pengaruh Pupuk Si A Sofyan et al. PENDAHULUAN Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh berbagai karakteristik tanah terutama kesuburan tanah yang berkaitan dengan ketersediaan unsur hara. Pengelolaan kesuburan tanah harus diperhatikan agar tanah dapat menyokong pertumbuhan dan hasil tanaman yang tinggi dalam jangka waktu yang lama. Raihan . menyatakan bahwa tanaman yang dibudidayakan saat ini umumnya membutuhkan unsur hara dari berbagai jenis dan dalam jumlah yang relatif banyak, sehingga hampir dapat dipastikan bahwa tanpa dipupuk tanaman tidak mampu memberikan hasil seperti yang diharapkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah adalah dengan cara memberi pupuk. Pemupukan merupakan salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi (Maspeke. Pemupukan merupakan faktor yang sangat penting karena merupakan tindakan pengembalian unsur hara tanah sehingga dapat meningkatkan produksi tanaman (Marzuki 2. Pupuk beberapa keuntungan yaitu pemberiannya dapat terukur dengan tepat, kebutuhan hara tanaman dapat terpenuhi dengan perbandingan yang tepat, dan tersedia dalam jumlah yang cukup (Lingga, 2. Berdasarkan hal tersebut pemakaian pupuk sebagai bagian dari produksi pertanian meningkat dari tahun ke tahun, sehingga sangat diperlukan regulasi dan peraturan mengenai persyaratan yang harus dipenuhi oleh pupuk agar memperoleh manfaat maksimal bagi pertumbuhan tanaman dan menjaga kelestarian lingkungan. Inceptisols memiliki nilai yang cukup prospektif untuk budidaya tanaman pertanian dan perkebunan, khususnya pengembangan tanaman pangan dan hortikultura (Setyastika dan Suntari. Berdasarkan hasil analisis tanah awal pada Inceptisols menunjukkan sifat kimia yang kurang subur. Beberapa sifat kesuburan tanah diantaranya kandungan pH H2O agak masam . N-total rendah . ,16 %). P-tersedia sedang . ,10 pp. dan K-potensial sedang . ,20 mg/100 . C-organik rendah . ,57 %), dan Kapasitas Tukar Kation (KTK) tinggi . ,78 cmol/k. Bedasarkan hal tersebut dibutuhkan penambahan satu atau lebih hara tersedia untuk mengoptimalkan meningkatkan kuantitas dan kualitas Pemupukan dengan menggunakan pupuk Si dapat meningkatkan kandungan hara tanah yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Si merupahan unsur hara esensial bagi tanaman karena peranannya yang mampu meningkatkan aktivitas enzim, mengurangi keracuanan logam berat, meningkatkan ketahanan tanaman terhadap sters dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap organisme pengganngu tanaman seperti hama (Datnof et al. Jagung merupakan salah satu tanaman pangan yang sangat diminati oleh masyarakat terutama jagung manis yang memiliki rasa manis, mudah di olah dan juga mudah di dapatkan di pasaran. Produktivitas jagung nasional Pulau Jawa rata-rata produktivitas yang lebih tinggi di bandingkan dengan luar Pulau Jawa yaitu 57,09 ku/ha (Statistik B. , 2. Tanaman jagung merupakan tanaman yang respon terhadap memupukan. Penggunaan varietas berdaya hasil tinggi adalah salah satu pendekatan yang peningkatan produktivitas jagung mnais baik untuk dataran tinggi maupun dataran Kondisi tanah, jenis varietas, serta pupuk yang digunakan merupakan faktor produksi yang berpengaruh dalam peningkatan kuantitas serta kualitas work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. tanaman (Afrilliana, 2. Berdasarkan hal tersebut diperlukan adanya penelitian mengenai pengaruh pupuk silika dan pupuk N. K dengan dosis yang berimbang dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas jagung (Zae mays L. ) pada Inceptisols. BAHAN DAN METODE Pengujian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Laboratorium Kimia Tanah dan Nutrisi Tanaman. Fakultas Pertanian. Universitas Padjadjaran. Kecamatan Jatinangor. Kabupaten Sumedang pada bulan Mei 2021 hingga bulan Agustus 2021. Alat yang digunakan yaitu cangkul, karung, plastik untuk sampel, jangka sorong, timbangan, metran, alat tulis, alat dokumentasi dan peralatan di laboratorium. Bahan yang digunakan yaitu media tanam berupa tanah berordo Inceptisol, bibit jagung Varietas Talenta, pupuk Silika . ,06%), pupuk Urea. SP-36, dan KCl dengan berbagai macam dosis sesuai dengan perlakuan, serta furadan. Penelitian Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari satu perlakuan kontrol, satu perlakuan dosis pupuk N. K rekomendasi, dan tujuh perlakuan kombinasi antara pupuk Silika dan pupuk N. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga total 27 plot percobaan. Pengamatan terdiri dari pertumbuhan vegetatif tanaman: tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah daun dilakukan setiap dua minggu sekali mulai dari 14 HST sampai 56 HST, penetapan nilai tanah awal. Si-total tanah, penetapan serapan Si, serapan P dan serapan Al dilakukan pada 49 HST, serta kualitas jagung: bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol kupasan, diameter tongkol, panjang tongkol dan bobot tongkol per Data hasil percobaan diolah secara statistik menggunkana uji Fisher dengan ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 menggunakan aplikasi SPSS versi 16. Apabila pengujian dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf nyata 5%. Pelaksanaan percobaan dimulai dengan mempersiapkan tanah yang digunakan, tanah yang digunakan pada pengujian ini adalah tanah Inceptisol Jatinangor. Lahan terlebih dulu dilakukan pembersihan dari gulma dan sisa-sisa tanaman lainnya. Menambahkan pupuk dasar berupa pupuk kandang yang disebar di seluruh permukaan lahan sebanyak 2 ton/ha. Membuat petakan dengan jarak tanam berukuran 75 cm x 25 cmTanah ditimbang sebanyak 8 kg lalu dimasukkan ke dalam polybag berukuran 30 x 30 cm. Selanjutnyamencampurkan kompos eceng gondok sebanyak 25 t/hadengan tanah kemudian diinkubasi selama dua minggu. Penanaman dilakukan dengan cara di tungal pada kedalaman A 3cm, masing-masing lubang ditanami 2 benih. Benih yang sudah dimasukan ke dalam lubang tanam segera ditutup Kembali dengan media tanaml. Dosis pupuk yang diberikan pada tiap lubang adalah 7,03g Urea, 500 kg ZA, 3,51g SP-36, 1,17g KCl. Aplikasi pupuk dilakukan sebanyak 2 kali pada 15 HST dan 30 HST. Pemeliharaan penyulaman, penjarangan, penyiangan gulma, dan pengendalian hama maupun Jika tidak hujan penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari dan dilakukan hingga media tanam dalam kondisi lembab. Prnyulaman dilakukan untuk menggati tanaman yang Penjarangan dilakukan pada umus 14 HST dengan menyisakan satu tanaman yang pertumbuhannya paling baik dan tanaman lainnya di benmkan Kembali ke Penyiangan dilakukan secara manual yaitu mencabut This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Pengaruh Pupuk Si A Sofyan et al. langsung gulma yang tumbuh di sekitar media tanam. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara mekanik maupun Pengendalian hama secara mekanik adalah dengan mengambil hama secara langsung yang terlihat di lokasi pengujian, sedangkan pengendalian secara kimiawi adalah dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif Deltametrin 25 L-1 (Decis 25 EC) pada tanaman yang terkena serangan serangga di lahan Pengendalian penyakit hanya dilakukan secara kimiawi dengan menyemprotkan fungisida (Antracol 70 WP) dengan konsentrasi 3 g. L-1 pada tanaman yang terkena gejala penyakit hawar daun di lahan pengujian HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN DAN Tinggi Tanaman Hasil pengamatan tinggi tanaman selama percobaan menunjukkan adanya perbedaan tinggi tanaman antara tanaman jagung yang tidak diberikan pupuk dengan tanaman yang diberikan pupuk. Hal tersebut terjadi karena tanaman yang diberikan pupuk memiliki asupan hara yang lebih banyak dan dapat langsung digunakan oleh tanaman dibandingkan dengan tanaman yang tidak diberikan pupuk sehingga pertumbuhannya lebih Tinggi menunjukan salah satu ciri pertumbuhan yang berkaitan dengan factor komponen. Pertumbuhan tinggi sesuai dengan sifat genetiknya yang sangat relevan dengan produktivitas hasil tanaman tersebut (Daniel, et al. , 1. Rata-rata tinggi tanaman jagung dapat dilihat pada Gambar 1. Tinggi Tanaman Tinggi . 14 HST 28 HST 42 HST 56 HST Umur Tanaman Gambar 1. Kurva Pertumbuhan Tinggi Tanaman Jagung. Berdasarkan hasil pengamatan tinggi tanaman pada Gambar 1, menunjukkan bahwa tinggi tanaman jagung pada saat 14 HST dan 28 HST masih tergolong seragam. Perlakuan penambahan pupuk silika dan N. K mulai meningkat saat sudah melewati 28 HST. Hal tersebut dikarenakan pada umur tanaman kurang dari 14 HST proses penyerapan unsur hara yang belum optimal oleh akar dan tanaman masih beradaptasi sehingga tidak terlalu banyak menggunakan unsur hara. Pernyataan tersebut sesuai dengan Mahdiannoor, dkk. bahwa pada umur 14 HST gan 28 HST tanaman memasuki tahapan menjadi tanaman baru atau berada pada fase pertumbuhan yang lambat, sehingga pada fase tersebut akar tanaman belum work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 berkembang serta belum aktif menyerap unsur hara di dalam tanah. Tabel 1. Pengaruh Pemberian Pupuk Silika terhadap Tinggi Tanaman Jagung. Kode Perlakuan Umur Tanaman (HST) Kontrol 12,9 a 23,7 a 74,6 a 90,3 a NPK rekomendasi 13,4 ab 28,4 ab 79,3 a 116,8 c A dosis Silika 1 NPK 14,3 ab 27,3 ab 76,1 a 112,7 bc A dosis Silika 1 NPK 14,5 ab 31,5 b 87,2 ab 95,3 a A dosis Silika 1 NPK 14,7 b 30,0 ab 76,6 a 112,4 bc 1 dosis Silika 1 NPK 14,0 ab 30,0 ab 79,9 a 100,9 ab 1 A dosis Silika 1 NPK 14,8 b 24,2 a 85,8 ab 116,4 c 1 A dosis Silika 1 NPK 14,8 b 28,6 ab 92,3 b 114,7 c 14,1 ab 24,6 ab 113,7 bc 1 A dosis Silika 1 NPK 78,5 a Keterangan: Angka rerata yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan pada Taraf 5%. Pada usia 42 HST perlakuan kontrol yang tanpa diaplikasikan pupuk tanaman terendah dibandingkan perlakuan lainnya yang diaplikasikan pupuk Akima Biosil maupun pupuk standar NPK yaitu 74,6 cm. Hal tersebut dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara di dalam tanah sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan tanaman untuk tumbuh dengan Pada usia 56 HST perlakuan 1 A dosis pupuk uji menunjukkan rata-rata pertumbuhan tanaman lebih tinggi diantara dosis pupuk silika pada perlakuan lain yakni 116,4 cm berbeda nyata dengan perlakuan kontrol sebesar 90,3 cm. Menurut Martanto . Si berperan dalam memperbaiki ketegakan tanaman, sehingga terjadi peningkatan intersepsi cahaya matahari yang digunakan selama proses fotosintesis. Dengan demikian, diduga perlakuan dosis pupuk silika memicu pertumbuhan tinggi tanaman jika dibandingkan dengan perlakuan tanpa pupuk silika . Diameter Bantang Pengamatan terhadap diameter batang dilakukan pada umur 14 HST hingga 56 HST. Data hasil sidik ragam diameter batang dapat dilihat pada Tabel This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Pengaruh Pupuk Si A Sofyan et al. Tabel 2. Pengaruh Pemberian Pupuk Silika terhadap Diameter Batang Tanaman Jagung. Kode Perlakuan Umur Tanaman (HST) Kontrol 3,5 ab 4,2 a 9,9 a 11,8 a NPK rekomendasi 3,8 ab 5,1 b 10,4 ab 14,9 ab A dosis Silika 1 NPK 4,3 b 4,9 ab 10,4 ab 13,0 ab A dosis Silika 1 NPK A dosis Silika 1 NPK 4,2 ab 4,1 ab 4,4 ab 4,7 ab 11,4 ab 10,0 ab 14,9 ab 16,1 b 1 dosis Silika 1 NPK 3,3 a 4,7 ab 11,0 ab 15,4 ab 1 A dosis Silika 1 NPK 3,6 ab 5,1 b 11,9 b 14,8 ab 1 A dosis Silika 1 NPK 3,9 ab 4,7 ab 10,3 ab 16,2 b 3,9 ab 5,0 ab 10,6 ab 14,9 ab 1 A dosis Silika 1 NPK Keterangan: Angka rerata yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan pada Taraf 5%. Hasil pengamatan diameter batang tamanab jagung menunjukan pengaruh dosis pupuk silika pada usia 42 HST mulai terlihat. Perlakuan 1A dosis pupuk silika menunjukan pertumbuhan diameter batang yang lebih besar di bandingkan dengan perlakukan NPK rekomendasi dan control yaitu secara berturut-turut memiliki diameter batang sebesar 11,9 mm,10,4 mm, dan 9,9 mm. Pada usia 56 HST perlakuan berbagai dosis pupuk silika berpengaruh nyata terhadap besarnya diameter batang dibandingkan dengan perlakuan Berdasarkan hasil analisis sidik ragam, perlakuan yang memberikan hasil lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan NPK rekomendasi dalam meningkatkan ukuran diameter batang tanaman ditunjukkan pada perlakuan A dosis pupuk uji dan 1 A dosis pupuk uji karena menunjukkan hasil tidak berbeda nyata antara satu sama lain yaitu memiliki diameter batang secara berturut-turut sebesar 16,1 mm dan 16,2 mm. Diameter Batang Diameter . 14 HST 28 HST 42 HST 56 HST Umur Tanaman Gambar 1. Kurva Pertumbuhan Diameter Batang Jagung. work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. Berdasarkan pengamatan Gambar 2, menujukan pengarug aplikasi bernagai dosis pupuk silika terhadap pertumbuhan diameter batang terlihat saat tanaman berusia 42 HST dan 56 HST. Pada pertumbuhan tanaman. Si memiliki peranan penting diantaranya yaitu Si dapat terhadap ketidakseimbangan unsur hara. Si dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara P dalam tanah. Si dapat menguatkan batang sehingga tanaman tahan rebah. Si dapat mengurangi transpirasi. Si juga dapat mengurangi cekaman abiotik, seperti suhu, radiasi, cahaya, angin, air, dan kekeringan, serta meningkatkan resistensi tanaman terhadap cekaman ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 biotik, sehingga dapat memperkuat jaringan tanaman dan lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit (Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jumlah Daun Pengamatan dilakukan untuk mengetahui respons tenaman jagung akibat pemberian pupuk silika terhadap pertumbuhan tanaman pengukuran jumlah saun dilakukan setiap 2 minggu sekali dari mulai 14 HST hingga 56 HST. Pengaruh pupuk silika pada tertumbuhan jumlah daun dapat dilihat pada Gambar 3. Jumlah Daun Jumlah 14 HST 28 HST 42 HST 56 HST Umur Tanaman Gambar 3. Histogram Pertumbuhan Jumlah Daun Tanaman Jagung. Berdasarkan Gambar 3, dapat dilihat bahwa pertumbuhan jumlah daun pada usia 14 HST dan 28 HST masih belum optimal hal ini disebabkan karena tanaman belum mampu menyarap unsur hara di dalam tanah secara optimal dikarenakan akar belum berkembang dan dan aktif menyerap unsur hara. Pada usia 42 HST dan 56 HST aplikasi pupuk silika memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun dibandingkan dengan perlakuan kontrol Pupuk silika dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman hal ini sesuai dengan pernyataan Yukamgo dan Yuwono . yang menyatakan bahwa hara Si memiliki banyak peranan pada Pemberian Si menyebabkan daun tumbuh lebih kuat dan bisa merentang dengan baik, sehingga bisa mengurangi dampak negative saling menaungi yang menyababkan proses fotosintesis ralatif berjalan lancer dan Si membantu translokasi karbon hasil This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Pengaruh Pupuk Si A Sofyan et al. Secara umum, pemberian silikat dapat memperbaiki fungsi fisiologi tanaman (Takahashi, 1. Gambaran jumlah daun dapat dilihat pada Gambar 3 Gambar tersebut menunjukkan bahwa pola pertumbuhan jumlah daun pada masing-masing perlakuan memiliki pola yang berbeda. Aplikasi berbagai dosis pupuk silika maupun aplikasi pupuk NPK rekomendasi secara mandiri menunjukkan jumlah daun tanaman jagung lebih banyak dibanding dengan perlakuan aplikasi pupuk . 4 Komponen Hasil Tanaman jagung yang tumbuh pada kondisi lingkungan tumbuh yang sama namun beda perlakuan telah menunjukan adanya perbedaan terhadap komponen hasil. Data pengamatan terhadap komponen hasil tanaman jagung dapat dilihat pada table 3. Tabel 3. Pengaruh Pemberian Pupuk Silika terhadap Komponen Hasil Tanaman Jagung. Kode Perlakuan BTBS BTK BTPP Kontrol 42,3 a 16,3 a 231,3 a 181,9 a 3,14 a NPK rekomendasi 44,9 ab 18,4 b 281,9 b 215,5 abc 4,22 b A dosis Silika 1 NPK 44,5 ab 18,6 b 277,7 b 204,5 ab 4,02 b A dosis Silika 1 NPK 43,9 ab 18,2 b 283,9 b 215,5 abc 4,25 b A dosis Silika 1 NPK 46,0 b 19,1 b 308,9 bc 235,9 bc 4,22 b 1 dosis Silika 1 NPK 47,2 b 19,1 b 345,9 c 255,7 c 4,35 b 1 A dosis Silika 1 NPK 44,8 ab 18,0 b 288,8 b 224,4 abc 4,09 b 1 A dosis Silika 1 NPK 45,1 ab 19,1 b 343,8 c 245,1 bc 4,50 b 1 A dosis Silika 1 NPK 44,3 ab 18,1 b 289,0 b 218,6 abc 4,29 b Keterangan: Angka rerata yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan pada Taraf 5%. DT = diameter tongkol . PT = panjang tongkol . BTBS = bobot tongkol berkelobot segar . BTK = bobot tongkol kupasan . BTPP = bobot tongkol per petak . Berdasarkan data komponen hasil pada Table 3 menunjukan bahwa perbedaan dosis pupuk silika pada setiap perlakuan memeberi hasil yang berbeda nyata baik pada diameter tongkol, panjang tongkol, bobot tongkol berkelobot segar, bobot tongkol tongkol kupasan, maupun bobot tongkol per petak. Diametr tongkol yang paling tinggi adalah perlakuan 1 dosis dan A dosis pupuk uji yaitu sebesar 47,2 mm dan 46,0 mm, sedangkan diameter tongkol paling rendah adalah perlakuan control yaitu sebesar 42,3 mm. Diameter tongkol dan panjang tongkol merupakan komponen penting yang dapat memengaruhi besaran hasil karena semakin besar diamater tongkol dan panjang tongkol maka bobot tongkolnya akan semakin besar (Firmansyah, dkk. Perlakuan kontrol memiliki panjang tongkol paling rendah diantara perlakuan lain yaitu sebesar 16,3 cm, sedangkan perlakuan berbagai dosis pupuk uji memiliki panjang tongkol yang tidak berbeda nyata satu dengan yang Berdasarkan hasil yang didapatkan pada Tabel 3 menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk silika berpengaruh nyata terhadap bobot tongkol berkelobot segar, bobot tongkol kupasan per tanaman, serta bobot tongkol per petak. Perlakuan yang paling tinggi hasilnya adalah perlakuan 1 dosis pupuk uji untuk parameter bobot tongkol berkelobot segar dan bobot tongkol kupasan yaitu secara work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. berturut-turut sebesar 345,9 g dan 255,7 g, sedangkan perlakuan 1 A dosis pupuk uji memberikan hasil paling tinggi untuk parameter bobot tongkol per petak yaitu sebesar 4,50 kg. Hal ini dapat disebabkan memperbaiki fungsi fisiologi tanaman (Takahashi, 1. Semakin baiknya proses fisiologis . tanaman, menyebabkan meningkatnya bahan kering yang dihasilkan tanaman dan secara langsung berhubungan dengan bahan kering yang dapat ditranslokasikan ke biji (Aribawa et al, 2. Mutu Tanaman Berdasarkan pengamatan visual selama pengujian dan data parameter yang diamati, tanaman jagung tumbuh baik dan tidak terserang oleh hama penyakit yang berarti selama pertumbuhan sampai Tanaman yang diberikan perlakuan pupuk silika menunjukkan tegakan berwarna daun hijau segar, tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang yang lebih baik dibandingkan perlakuan tanpa penambahan pupuk . Perlakuan tanpa pemupukan sebagai kontrol menunjukkan hasil yang berbeda yakni daun tanaman jagung kekuning-kuningan. Beberapa parameter pertumbuhan, seperti tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun dalam waktu pengamatan menunjukkan perbedaan nyata. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Pertumbuhan tanaman pada taraf awal cukup baik dan belum menunjukkan adanya perbedaan perkembangan satu sama lain, dapat dilihat pertumbuhan tanaman saat umur 14 HST. Perbedaan pertumbuhan mulai terlihat setelah umur 28 HST hingga 56 HST. Tanaman jagung sudah berbunga pada umur 49 HST dan pada 85 HST tanaman jagung mulai dipanen yang ditunjukkan dengan warna biji berwarna kuning muda. Semua variabel pertumbuhan tanaman terus meningkat sampai pengamatan terakhir, mengikuti pola hubungan kuadratik, yaitu dengan bertambahnya umur tanaman dan sampai pada umur tertentu akan terhenti atau menurun. Analisis Tanah Analisis tanah tidak terlepas dari unsur-unsur Ketersediaan unsur hara di dalam tanah sangat bergantung terhadap serapan unsur hara oleh tanaman Meningkatnya ketersediaan unsur hara di dalam tanah akan sejalan dengan peningkatan serapan hara oleh Pemberian perlakuan dosis pupuk Si menyebabkan perbedaan kandungan Si-total dalam tanah. Pengaruh pupuk Si terhadap kandungan Si-total tanah dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Pengaruh Pemberian Pupuk Akima Biosil terhadap Si-total Tanah. Kode Perlakuan Si-total (%) Kontrol 33,19 a NPK rekomendasi 34,50 a A dosis Silika 1 NPK 38,07 b 38,64 b A dosis Silika 1 NPK A dosis Silika 1 NPK 38,52 b 1 dosis Silika 1 NPK 38,70 b 1 A dosis Silika 1 NPK 38,01 b 1 A dosis Silika 1 NPK 39,51 b 1 A dosis Silika 1 NPK 39,92 b Keterangan: Angka rerata yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan Uji JarakBerganda Duncan pada Taraf 5%. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Pengaruh Pupuk Si A Sofyan et al. Secara umum, berdasarkan hasil pengujian yang dapat dilihat pada Tabel 4 menunjukkan bahwa perlakuan berbagai dosis pupuk Si berpengaruh nyata terhadap kandungan Si-total di dalam tanah dibandingkan dengan perlakuan kontrol dan NPK rekomendasi. Pada tabel tersebut dapat dilihat bahwa pemberian pupuk Si 1 A dosis mampu meningkatkan kandungan Si-total di dalam tanah lebih besar dibandingkan dengan perlakuan NPK rekomendasi yaitu sebesar 39,92 %. Perlakuan kandungan Si paling rendah diantara perlakuan lainnya yaitu sebesar 33,19 %. Analisis Serapan Hara Tanaman Kandungan unsur hara tanaman terlihat dari analisis serapannya. Serapan unsur hara oleh tanaman dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara di dalam tanah (Hardjowigeno, 2. Serapan Si. P, dan Al setiap perlakuan memiliki nilai yang berbeda satu sama lain dikarenakan penggunaan pupuk yang berbeda Data hasil analisis kadar Si. P, dan Al pada jaringan tanaman jagung akibat pemberian pupuk Akima Biosil dapat dilihat pada Tabel 5 di bawah ini. Tabel 1. Pengaruh Pemberian Pupuk Silika terhadap Kadar Si. P, dan Al Tanaman. Kode Perlakuan Kadar Si (%) Kadar P (%) Kadar Al (%) Kontrol 2,79 a 0,28 a 0,09 cd NPK rekomendasi 3,99 b 0,36 b 0,09 d A dosis Akima Biosil 1 NPK 4,14 bc 0,38 b 0,04 a A dosis Akima Biosil 1 NPK 4,74 bcd 0,39 b 0,07 bc A dosis Akima Biosil 1 NPK 4,88 cd 0,40 b 0,07 bc 1 dosis Akima Biosil 1 NPK 4,62 bcd 0,48 c 0,06 ab 1 A dosis Akima Biosil 1 NPK 4,08 b 0,42 b 0,05 ab 1 A dosis Akima Biosil 1 NPK 4,94 d 0,41 b 0,04 a 1 A dosis Akima Biosil 1 NPK 4,38 bcd 0,38 b 0,06 ab Keterangan: Angka rerata yang diikuti huruf yang sama tidak berbeda nyata berdasarkan Uji JarakBerganda Duncan pada Taraf 5%. Berdasarkan hasil analisis kadar Si. P, dan Al pada Tabel 6 menunjukkan bahwa penambahan pupuk Silika meningkatkan kadar Si dan P serta menurunkan kadar Al pada jaringan Perlakuan aplikasi pupuk Silika yang memberikan nilai Si tertinggi dibandingkan dengan perlakuan kontrol dan perlakuan NPK rekomendasi terdapat pada perlakuan 1 A dosis yaitu sebesar 4,94 % sedangkan nilai Si terendah adalah perlakuan kontrol yaitu sebesar 2,79 %. Hal tersebut dapat terjadi karena akibat pemberian pupuk yang mengandung unsur Si akan meningkatkan ketersediaan Si dalam tanah sehingga akan meningkatkan serapan Si di dalam jaringan tanaman. Serapan hara berperan penting terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman yang Serapan hara pupuk yang lebih tinggi akan meningkatkan hasil yang lebih tinggi dan mendukung pertumbuhan serta produksi tanaman (Mashtura, 2. Apabila kita lihat parameter P tanah memberikan kandungan P yang work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. perlakuan namun perlakuan 1 dosis pupuk Silika memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan kontrol dan perlakuan NPK rekomendasi yaitu sebesar 0,48 %. Mengaplikasikan pupuk anorganik yang mengandung unsur Si yang dapat meningkatkan kandungan P dalam tanah sehingga serapan haranya pun akan meningkat. Unsur tambahan seperti Si dapat diterapkan sebagai pendukung pertumbuhan tanaman, karena beberapa kajian menjelaskan bahwa Si dalam tanah dapat meningkatkan ketersediaan P dan mengurangi aktifitas logam beracun seperti Al. Fe, dan Mn (Yukamgo dan Yuwono, 2. Menurut Matichenkov Calvert konsentrasi asam monosilikat akibat pemberian SiO44- dapat menggantikan PO43- sehingga pelindian P berkurang sekitar 40-90 % dan meningkatkan ketersediaan P. Pemberian Silika berpengaruh nyata terhadap penurunan kadar Al di dalam jaringan tanaman dibandingan dengan perlakuan kontrol dan perlakuan NPK rekomendasi. Perlakuan 1 A dan A dosis pupuk uji menunjukkan nilai Al paling rendah diantara perlakuan yang lain yaitu sebesar 0,04 %. Hal tersebut terjadi karena tidak adanya penambahan pupuk yang mengandung unsur Si pada perlakuan NPK rekomendasi dimana Si dapat menurunkan ketersediaan Al di dalam tanah sehingga kadar Al dalam jaringan tanaman pun akan menurun. Peningkatan konsentrasi asam monosilikat akibat pemberian SiO44dapat mengikat logam-logam seperti Al3 dan Fe3 (Matichenkov dan Calvert. KESIMPULAN Pemberian pupuk anorganik Silika terhadap tanaman jagung (Zea mays. varietas Talenta menunjukan hasil yang ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 berbeda nyata apanila di bandingkan dengan control. Perlakuan 1 A dosis pupuk Si 1 dosis pupuk N. K mampu memberikan pengaruh terbaik dalam meningkatkan kandungan Si tanah dan meningkatkan hasil panen tanaman jagung (Zea mays. varietas Talenta DAFTAR PUSTAKA