http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 1. Juni 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Artikel Penelitian Treatment Measurement of Left-Right Foot Sensitivity Before and After Doing Marble Media Foot Exercises Emyk Windartik Abstrak Pendahuluan: Penanganan penyakit diabetes melitus salah satunya adalah dengan aktivitas fisik yang bertujuan untuk mencegah terjadinya luka diabetes yaitu dengan aktivitas senam kaki. Senam kaki dilakukan dengan menggunakan kelereng untuk meningkatkan sensitivitas kaki. Tujuan: menganalisis pengukuran sensitivitas kaki kiri-kanan sebelum dan sesudah dilakukan senam kaki menggunakan kelereng. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen one group pre-post test design. Populasi seluruh penderita Diabetes Melitus Tipe 2 diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 65 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi penilaian sensitivitas kaki dengan monofilament test. Analisis data menggunakan uji Paired t-test. Hasil: Hasil pengukuran sensitivitas kaki kanan sebelum dan sesudah diberikan senam kaki menggunakan kelereng berada pada rata-rata 5,17 berubah menjadi 8,17. Sedangkan pengukuran kaki kiri rata-rata 5,03 berubah menjadi 8,02. Hasil uji statistik menggunakan uji Paired t-test diperoleh nilai p sebesar 0,001<0,05 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan intervensi senam kaki menggunakan kelereng terhadap sensitivitas kaki penderita diabetes melitus tipe 2. Kesimpulan: Senam kaki yang dilakukan penderita diabetes selama 30 menit memberikan pengaruh terhadap sensitivitas kaki yang dapat dilihat dari penilaian responden mengatakan bahwa yang biasanya mengalami kesemutan dan kebas . idak terasa/mati ras. pada telapak kaki dalam sehari tidak lagi mengalami kesemutan atau kebas. Selain itu senam kaki akan bermanfaat untuk mencegah luka pada kaki dan memperlancar peredaran darah pada kaki. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2. Sensitivitas Kaki Penderita Diabetes. Latihan Kaki Marble Media Abstract Introduction: One of the ways to treat diabetes mellitus is through physical activity aimed at preventing diabetic wounds, namely by doing foot exercises. Foot exercises are done using marbles to increase foot sensitivity. Aim: The purpose of this study was to analyze the measurement of left-right foot sensitivity before and after foot exercises using marbles. Method: The type of research used was a one-group pre-post test design experiment. The population of all Type 2 Diabetes Mellitus sufferers was taken using a purposive sampling technique of 65 respondents. Data collection used an observation sheet for assessing foot sensitivity with a monofilament test. Data analysis used the Paired t-test. Result: The results of measuring the sensitivity of the right foot before and after being given foot exercises using marbles were at an average of 5. 17 changing to 8. While the left foot measurement averaged 5. 03 changing to 8. The results of the statistical test using the Paired t-test obtained a p value of 0. 001 <0. 05, which means that there is a significant effect of foot exercise intervention using marbles on the sensitivity of the feet of type 2 diabetes mellitus patients. Conclusion: Foot exercises performed by diabetes patients for 30 minutes affect foot sensitivity, as indicated by the respondents' Those who usually experience tingling and numbness . ot felt or num. on the soles of their feet report no longer experiencing tingling or numbness in a day. Additionally, foot exercises will be beneficial for preventing foot wounds and improving blood circulation in the feet. Keywords: Diabetes Mellitus Type 2. Diabetic Foot Sensitivity. Marble Media Foot Exercise Submitted:7 February 2025 Revised: 25 June 2025 Affiliasi penulis : Departemen Keperawatan Dasar/Prodi D3 Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto Korespondensi : AuEmyk WindartikAy emyk. windartik86@gmail. Telp: 6281334312213 PENDAHULUAN Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT. merupakan jenis diabetes yang paling banyak dijumpai saat ini dan merupakan kondisi hiperglikemia yang diakibatkan oleh resistensi insulin dan penurunan produksi insulin . Ciri khas dari DMT2 adalah penderitanya akan mengalami hiperglikemia yang lama kelamaan akan mengalami masalah serius pada berbagai sistem organ Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Accepted: 30 June 2025 . Organ yang akan mengalami masalah antara lain gangguan pada saraf, pembuluh darah, jantung, mata, dan ginjal, salah satu bentuk gangguannya adalah penurunan sensitivitas pada telapak kaki . Olahraga teratur dapat memberikan latihan yang dapat metabolisme . Salah satu latihan fisik yang dapat diberikan pada pasien DMT2 dengan gangguan saraf pada sensitivitas adalah senam kaki . Angka kejadian dan prevalensi penderita DM terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 1. Juni 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 World Health Organization (WHO), sekitar 422 juta jiwa di dunia menderita DMT2 . Menurut Perpustakaan Kedokteran Nasional, 90% lainnya menderita DMT2 . Menurut International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2019. Indonesia menduduki peringkat ketujuh dari sepuluh negara dengan penderita diabetes terbanyak . Sekitar 19% hingga 34% penderita diabetes akan hidupnya, dan 20% penderita ulkus diabetikum akan memerlukan amputasi Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. prevalensi penderita DMT2 di Jawa Timur sebesar 2,6% . Menurut Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, sekitar 77. 136 orang menderita DMT2 di Kabupaten Sidoarjo . Salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya kasus DMT2 adalah karena bertambahnya usia terutama diatas usia empat puluh tahun. Hal ini terjadi karena usia merupakan awal mula terjadinya intoleransi glukosa dan seiring bertambahnya usia maka sirkulasi darah dalam tubuh akan menurun, maka berisiko terjadi penurunan sensitivitas pada telapak kaki . Bila sensitivitas telapak kaki penderita DMT2 tidak terjaga, maka berisiko mereka tidak dapat merasakan rangsangan pada telapak kakinya dan sering timbul luka . Luka diabetes dapat terjadi jika perawatan kaki tidak dilakukan dengan baik dan alas kaki yang digunakan tidak sesuai atau tidak nyaman . Luka diabetes membuat penderita sulit untuk beraktivitas beraktivitas dan menggantungkan hidupnya pada orang lain . Luka diabetes jika tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan komplikasi seperti amputasi dan kematian . Hasil penelitian terdahulu pada kelompok intervensi menunjukkan adanya penurunan skor neuropati dan kadar gula darah secara signifikan . Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya luka diabetes salah satunya adalah dengan melakukan senam Senam kaki diabetes merupakan dilakukan pada penderita DMT2 dengan tujuan untuk meningkatkan sensitivitas kaki . Latihan kaki penderita diabetes dapat meregangkan otot-otot kaki bagian bawah, terutama pergelangan kaki dan jari-jari kaki . Latihan kaki diabetes juga bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah dan meningkatkan sensitivitas insulin dan pada Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman akhirnya dapat mengatur kadar gula darah serta mencegah komplikasi kronis . Terdapat beberapa teknik senam kaki diabetik dengan menggunakan media koran. Penelitian yang akan dilakukan memiliki kebaruan dalam penggunaan media kelereng sebagai bagian dari intervensi senam kaki untuk meningkatkan sensitivitas kaki dalam mencegah luka diabetik. Senam kaki dengan menggunakan kelereng mengadopsi konsep mengembalikan aliran, sehingga diharapkan dapat meningkatkan sensitivitas kaki pada penderita diabetes . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengukuran sensitivitas kaki kiri-kanan sebelum dan menggunakan media kelereng. METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre-Experiment dengan pendekatan One-group pre-post-test Design selama 5 minggu, yaitu pada tanggal 19 September sampai dengan 30 Oktober 2024. Peneliti melakukan uji coba instrumen terlebih dahulu dengan menggunakan monofilament-test. Besar sampel sebanyak 65 penderita DMT2 yang diambil secara purposive sampling, dengan kriteria. merupakan penderita DMT2, bersedia untuk diteliti, dan tidak memiliki luka atau ulkus diabetikum. Kemudian peneliti melakukan pengumpulan data pre-test yaitu pengukuran sensitivitas telapak kaki kiri dan kanan pada tanggal 4-5 Oktober 2024. Langkah pemberian intervensi terdapat 5 Tahap Persiapan . Ae6 Oktober 2. penyusunan modul intervensi 8 sesi, pelatihan fasilitator, rekrutmen peserta dan informed consent, pemeriksaan pre-test sensitivitas kaki kiri dan kanan. Tahap Intervensi . Ae17 Oktober terdiri dari 8 sesi intervensi edukatif dan rehabilitatif. Setiap sesi berdurasi 30 Isi dari sesi intervensi. Edukasi DMT2 Pemeriksaan kaki secara mandiri, . Senam kaki diabetes menggunakan media kelereng, . Teknik relaksasi dan pijat kaki, . Penggunaan alas kaki yang sesuai, . Senam kaki diabetes menggunakan media kelereng, . Latihan sensorik kaki, . Review dan umpan balik peserta. Tahap Fasilitasi . Ae25 Oktober peserta diberikan kesempatan untuk Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 1. Juni 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 Dilakukan 4 kali follow-up oleh peneliti/fasilitator untuk evaluasi aktivitas Tahap Internalisasi . Ae28 Oktober peserta tidak mendapat bimbingan Fokus pada internalisasi perilaku Tidak ada intervensi eksternal. peneliti hanya observasi tidak langsung. Tahap Evaluasi / Post-Test . Ae30 Oktober 2. dilakukan pemeriksaan sensitivitas kaki kiri dan kanan dengan metode yang sama seperti pre-test. Uji statistik untuk semua analisis di atas dianalisis dengan tingkat signifikansi 95% . lpha 0,. Uji statistik parametrik digunakan untuk menguji perbedaan dua mean dependen berpasangan dengan menggunakan uji paired t-test. Peneliti telah melakukan uji etik dan lulus uji etik serta telah memperoleh izin penelitian dari Komite Etik Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto dengan nomor: 450/SK. LPPM/UBS/VI/2024. HASIL Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan . ,7%), tidak pernah melakukan senam kaki . ,4%), pernah menderita DMT2 selama 2 tahun . %), dan memiliki riwayat keluarga DM . ,6%) (Tabel . Tabel 1. Distribusi Karakteristik Responden Karakteristik responden Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Aktifitas fisik . enam kak. Pernah Tidak pernah Lama menderita DM . Riwayat keluarga Tidak Sumber: Data Primer, 2024 Responden . = . Tabel 2. Distribusi Usia dan GDA Responden Variabel Rerata Usia 55,08 8,283 GDA 275,63 70,588 Sumber: Data Primer, 2024 Min-Maks Hasil uji statistik menggunakan uji paired t-test diperoleh nilai p sebesar 0,001 < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh yang menggunakan kelereng terhadap sensitivitas kaki penderita DMT2 (Tabel . Tabel 3. Sensitivitas Kaki Kiri Kanan Sebelum dan Sesudah Melakukan Senam Kaki Menggunakan Kelereng Variabel Rer -ata Kaki kanan Pre-test 5,17 1,364 Post-test 8,17 1,269 Kaki kiri Pre-test 5,03 1,620 Post-test 8,02 1,352 Sumber: Data Primer, 2024 MinMax 0,515 0,001 0,749 0,001 Hasil pengukuran sensitivitas kaki kanan sebelum dan sesudah diberikan senam kaki menggunakan kelereng rata-rata 5,17 berubah menjadi 8,17. Sedangkan pengukuran kaki kiri rata-rata 5,03 berubah menjadi 8,02 yang berarti ada perubahan sensitivitas kaki sebelum dan sesudah PEMBAHASAN Rata-rata usia responden adalah 55 tahun dengan rentang usia 32-72 tahun. Hasil pemeriksaan gula darah terakhir (GDA) ratarata 275 mg/dl dengan rentang 142 mg/dl hingga 493 mg/dl (Tabel . Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan pada sensitivitas kaki kiri dan kanan pasien DMT2 sebelum dan sesudah diberikan latihan kaki menggunakan Penelitian memengaruhi perubahan sensitivitas kaki pada pasien DM . Secara khusus, penelitian telah menunjukkan kemanjuran berbagai intervensi latihan kaki, seperti menggunakan kelereng, untuk meningkatkan rentang gerak kaki-pergelangan kaki dan mengurangi gejala neuropati perifer diabetik pada populasi ini . Neuropati pada penderita DMT2 harus dicegah dengan melakukan latihan kaki. Temuan ini merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 1. Juni 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 latihan dapat meningkatkan fungsi anggota tubuh dan aktivitas sehari-hari pada pasien neuropati diabetik . Analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada sensitivitas kaki kiri dan kanan pada peserta dengan DMT2 setelah intervensi Beberapa penelitian menunjukkan potensi manfaat latihan kaki menggunakan berbagai media, seperti koran, bola tenis, dan kelereng . , . Latihan-latihan ini terbukti dapat meningkatkan sirkulasi perifer, kekuatan otot, dan fungsi kaki secara keseluruhan pada individu dengan neuropati diabetik . Sesuai dengan temuan ini, uji coba terkontrol acak baru-baru ini yang meneliti efek latihan tangan dan kaki pada neuropati perifer diabetik melaporkan bahwa kelompok latihan menunjukkan peningkatan yang jauh lebih kuat dalam skor motorik dan kinerja aktivitas kehidupan sehari-hari tertentu, termasuk menaiki tangga dan menyelesaikan pekerjaan atau tugas, dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya menerima perawatan standar dan perawatan kaki diabetik . Latihan kaki penderita diabetes dapat menurunkan kadar gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mencegah komplikasi kaki penderita diabetes. Sebuah tinjauan sistematis meneliti efek latihan kaki pada indeks pergelangan kaki-lengan, ukuran sirkulasi perifer, pada penderita DMT2 . Khususnya, temuan penelitian terkini mengungkap bahwa program latihan yang diterapkan menghasilkan peningkatan yang nyata dalam sensitivitas kaki di antara peserta dengan DMT2, dengan peningkatan yang diamati di kaki kiri dan kanan. Peningkatan sensitivitas kaki sangat penting bagi individu dengan DMT2, karena gangguan sensasi dapat menyebabkan perkembangan ulkus kaki dan komplikasi lainnya . Luka pada kaki muncul jika penderitanya tidak pernah melakukan peregangan seperti senam kaki. Sebagai kondisi metabolik yang umum. DMT2 ditandai dengan berkurangnya kemampuan tubuh untuk menggunakan insulin secara efektif, hormon yang penting untuk menjaga kadar gula darah tetap sehat . Gangguan dalam penggunaan insulin ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, termasuk timbulnya ulkus kaki, yang merupakan sumber morbiditas dan mortalitas yang signifikan bagi penderita diabetes . Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Latihan fisik seperti senam kaki merupakan salah satu cara untuk mencegah komplikasi ulkus diabetik. Senam kaki diabetik merupakan salah satu intervensi yang dapat mengatasi masalah sirkulasi perifer yang terjadi pada pasien DMT2 . Berolahraga menggunakan kelereng untuk membantu melancarkan peredaran darah, terutama di Risiko timbulnya luka kaki yang terinfeksi saat berolahraga meningkat pada mereka yang mengalami neuropati perifer diabetik, yang ditandai dengan gangguan sensasi pada ekstremitas bawah. Namun, perawatan kaki untuk membantu pasien diabetes berolahraga dengan aman dan mencegah timbulnya luka kaki . Bukti yang ada menunjukkan bahwa latihan kaki dan pergelangan kaki mungkin merupakan intervensi yang efektif untuk mencegah komplikasi jangka panjang dari neuropati diabetik, termasuk perkembangan ulkus plantar . Keterbatasan penelitian ini tidak mencakup observasi dan dukungan keluarga. Dukungan penderita DMT2 untuk menyediakan sistem pendukung dalam mengelola penyakit Meskipun temuan ini menjanjikan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memastikan hubungan antara olahraga dan pencegahan ulkus kaki diabetik dan untuk mengidentifikasi rejimen olahraga yang optimal dan strategi edukasi pasien untuk mengurangi komplikasi ini. SIMPULAN Penelitian ini menunjukkan adanya perubahan yang signifikan pada sensitivitas telapak kaki kiri dan kanan pasien DMT2 sebelum dan sesudah diberikan senam kaki Intervensi keperawatan sebaiknya mengikuti kebutuhan pasien DM dan program Kemenkes RI tentang perilaku cerdas untuk meningkatkan Intervensi ini dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yaitu perawat yang berperan sebagai edukator, fasilitator, dan membantu individu yang sakit maupun sehat melakukan aktivitas yang memberikan kontribusi bagi kesehatan atau pemulihan sehingga penderita dapat melakukan aktivitas tanpa bantuan karena penderita sudah memiliki kekuatan, keinginan, dan Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 1. Juni 2025. pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7573 UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Rektor Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto dan Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat memberikan dana penelitian tahun 2024. DAFTAR PUSTAKA