Proceedings Series on Physical & Formal Sciences. Volume 5 Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan ISSN: 2808-7046 Pengaruh Jenis Kemasan dan Kondisi Ruang Penyimpanan terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Kacang Faba (Vicia faba L. Rahotni Imanta Damanik1. Endang Pudjihartati2 Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian dan Bisnis. Universitas Kristen Satya Wacana ARTICLE INFO Article history: DOI: 30595/pspfs. Submited: 05 Mei, 2023 Accepted: 21 Mei, 2023 Published: 04 Agustus, 2023 Keywords: Kacang Dieng. Pengemasan. Suhu. RH. Mutu Benih ABSTRACT Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui . pengaruh jenis kemasan terhadap mutu fisik dan mutu fisiologis benih kacang faba (Vicia faba L. selama penyimpanan, . pengaruh kondisi ruang penyimpanan terhadap mutu fisik dan mutu fisiologis benih, . interaksi antara perlakuan jenis kemasan dan kondisi ruang simpan terhadap mutu fisik dan mutu fisiologis, . jenis kemasan dan kondisi ruang simpan yang terbaik terhadap mutu fisik dan mutu fisiologis. Benih yang digunakan yaitu benih kacang faba varietas lokal Dieng. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian faktorial, rancangan split plot dengan dan 3 ulangan. Perlakuan kondisi ruang simpan yaitu ruang/kamar . AC. RH 74. 54%), dalam kulkas . AC. RH 80. 50%), dan ruang ber-AC . -22AC. RH 81. 88%). Jenis kemasan yaitu aluminium foil, plastik polyethylen. , kaleng gold tin dan karung plastik . Penetapan kadar air menggunakan metode oven suhu 103 A 2AC, daya hantar listrik diukur dengan EC meter, perkecambahan diuji dengan metode UKDdP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis kemasan aluminium foil, plastik polyethylene dan kaleng dapat meningkatkan viabilitas setelah disimpan 5 bulan dibandingkan bahan kemasan karung plastik. Penyimpanan benih pada suhu ruang dapat menurunkan mutu fisik dan vigor hingga akhir penyimpanan dibandingkan dalam kulkas dan ruang ber-AC. Bahan kemasan tidak memengaruhi mutu fisik dan kecepatan tumbuh selama penyimpanan, hanya memengaruhi daya berkecambah setelah disimpan 3 bulan sedangkan keserempakan tumbuh dan indeks vigor dipengaruhi setelah disimpan 5 bulan. Tidak ada interaksi antara bahan kemasan dan kondisi ruang simpan. Perlakuan yang terbaik terhadap mutu fisik dan mutu fisiologis yaitu bahan kemasan kaleng pada kondisi ruang simpan dalam kulkas. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Corresponding Author: Rahotni Imanta Damanik Universitas Kristen Satya Wacana Jl. Diponegoro. Sidorejo Lor. Kec. Sidorejo. Kota Salatiga. Jawa Tengah 50714 Email: rahotnidamanik16@gmail. PENDAHULUAN Kacang faba adalah tanaman legume sub-tropis yang banyak dibudidayakan di dataran tinggi Dieng. daerah tropis, tanaman ini biasa dibudidayakan di dataran tinggi . di daerah tropis. Selama periode pertumbuhan memerlukan suhu antara 18-27oC. Kacang faba diketahui dapat tumbuh banyak di Dieng dengan ketinggian berkisar kurang lebih 1700-2000 mdpl (Anonim, 2. Kalender tanam petani dieng yaitu bulan Juli Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 dan Agustus sehingga perlu penyimpanan benih kecang faba selama 1 tahun. Penyimpanan benih merupakan suatu usaha untuk mempertahankan mutu benih sampai benih tersebut ditanam oleh petani. Suhu rendah dan kelembapan nisbi rendah merupakan kondisi ruang yang ideal untuk penyimpanan benih. Suhu rendah merupakan suhu yang optimal dalam penyimpanan benih kacang. Pada suhu rendah, respirasi berjalan lambat dibanding suhu tinggi sehingga viabilitas benih dapat dipertahankan. Pada suhu ruang yang tinggi dapat mempercepat laju deteriorasi dengan proses metabolisme yang terjadi dalam benih semakin Dieng memiliki Suhu 12- 20oC dan RH 91% sedangkan menurut Sutopo, . suhu optimum untuk penyimpanan benih jangka panjang yaitu antara 0 Ae 32o F (-8 sd 0AC). Semakin rendah suhu kemunduran viabilitas benih dapat dikurangi, sedangkan semakin tinggi temperatur, semakin meningkat laju kemunduran viabilitas benih. Menurut Qamara dan Setiawan . kelembaban yang ideal untuk tempat penyimpanan benih yaitu di bawah 75%. Kebiasaan cara penyimpanan yang dilakukan petani dieng yaitu benih dikemas menggunakan karung plastik dan diletakkan begitu saja di dalam rumah sehingga menimbulkan masalah rendahnya mutu benih kacang faba saat musim tanam berikutnya karena kelembapan terlalu tinggi meski suhunya rendah sehingga cenderung meningkatkan kadar air benih dan mudah terserang serangga. Penelitian ini menawarkan alternatif bahan kemasan potensial yaitu menggunakan bahan kemasan Aluminium Foil, menurut RobiAoin . , alumunium foil memiliki sifat-sifat bahan kemasan seperti impermeabilitas, kekuatan, ketebalan. Menurut (Syarief dkk, 1. sifat polyethylene (PE) yaitu mudah dibentuk dan lemas, tahan terhadap basa, asam, alkohol, diterjen, dan bahan kimia lainnya, kedap air dan uap, daya rentang tinggi tanpa sobek, mudah dikelim panas. Menurut salam . bahwa bahan kemasan kaleng termasuk golongan bahan pengemas yang mempunyai kekuatan mekanik yang tinggi yang mampu manahan air dan uap air. Sedangkan menurut Salam . Bahan pengemas benih dari karung plastik ini termasuk bahan pengemas yang bersifat kuat yang tidak mudah robek, namun memiliki kelemahan bersifat porous dan tidak kedap air atau uap air dan udara. Kemudian perlakuan kondisi ruang simpan yaitu ruang/kamar . AC. RH 74. 54%), dalam kulkas . AC. RH 80. 50%), dan ruang ber-AC . 2AC. RH 81. 88%). Oleh karena itu penelitian ini ditujukan untuk mengetahui . pengaruh jenis kemasan terhadap mutu fisik dan mutu fisiologis benih kacang faba (Vicia faba L. ) selama penyimpanan, . pengaruh kondisi ruang penyimpanan terhadap mutu fisik dan mutu fisiologis benih, . interaksi antara perlakuan jenis kemasan dan kondisi ruang simpan terhadap mutu fisik dan mutu fisiologis, . jenis kemasan dan kondisi ruang simpan yang terbaik terhadap mutu fisik dan mutu fisiologis. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni Ae November 2022. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Benih Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga. Jawa Tengah. Pengamatan kondisi ruang simpan, meliputi suhu (Thermometer minimum- maksimu. dan kelembapan udara (Hygrometer merk huge. dilakukan setiap hari. Daya simpan benih diamati menggunakan parameter/tolok ukur mutu fisik dan mutu Uji perkecambahan untuk pengamatan mutu fisiologis . igor daya simpa. benih dilakukan dengan menggunakan metode Uji Kertas Digulung didirikan dibungkus plastik (UKDdP) menggunakan media kertas merang dan diletakkan pada seed germinator tipe IPB 72-1. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian faktorial dengan rancangan split plot dengan 12 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dengan kondisi ruang simpan yaitu ruang/kamar 25AC. RH 54%), dalam kulkas . AC. RH 80. 50%), dan ruang ber-AC . -22AC. RH 81. 88%) dan Jenis Kemasan yaitu polyethylene (Standing Pouch Ae ukuran 14 x 22 cm dan ketebalan 0,28 m. Aluminium Foil (Standing Pouch Ae ukuran 14x23 cm, ketebalan A 90 mikro. Kaleng Gold Tin . luminium Ae ukuran 7. 5 x 15 cm, ketebalan 0,5 m. dan karung plastic (Kontro. Pengamatan mutu fisik dan mutu fisiologis dilakukan sebelum benih kacang faba disimpan dan setelah penyimpanan 3 bulan, 4 bulan dan 5 bulan. Analisis data menggunakan sidik ragam Anova, jika terdapatpengaruh maka dilanjutkan dengan uji lanjut Tukey 1% dan 5%. Parameter mutu fisik yang diamati dalam penelitian ini meliputi: Penetapan Kadar Air Benih (KA, %) Menurut (ISTA, 2. suhu oven yang digunakan untuk penetapan kadar air kacang faba adalah pada suhu rendah 103 A 2AC dan dikeringkan selama 17 A 1 jam. Kadar air dihitung dengan rumus sebagai berikut (ISTA, 2. Kadar air (%) = (M2-M. X 100 % (M2-M. Keterangan : M1 = Bobot cawan kosong . M3 = Bobot cawan benih sesudah dioven . M2 = Bobot cawan benih sebelum dioven . ) Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Daya Hantar Listrik (DHL, yuNycoEaycuyc cm-1 g-. Pengukuran Daya Hantar Listrik (DHL) diukur menggunakan 20 butir kacang faba (Vicia faba L. Sampel benih ditimbang . dan direndam dalam aquades sebanyak100 ml lalu ditutup dengan plastik dan didiamkan selama 24 jam. Air rendaman benih diukur nilai daya hantar listrik menggunakan alat EC (Electrical Conductivit. meter (Walklab conductivity pro meter-HC9021-Pro-Trans instrument. Dengan demikian, daya hantar listrik (DHL) dalam persen dapat dihitung dengan rumus: Parameter Mutu Fisiologis Pengujian perkecambahan untuk mengetahui mutu fisiologis benih menggunakan metode UKDdP pada seed germinator tipe IPB 72-1 dengan kertas merang dan dilakukan penyiraman menggunakan aquades supaya dapat menjaga kelembaban media perkecambahan. Parameter mutu fisiologis yang diamati dalam penelitian ini Daya Berkecambah (DB )(%) Pengamatan dilakukan sesuai ketetapan (ISTA, 1. yaitu untuk benih kacang faba . icia faba L. ) first count dilakukan pada hari ke-4 dan final count dilakukan pada hari ke-14. Presentase daya berkecambah dihitung dengan cara: Keterangan: KN = Kecambah Normal Kecepatan Tumbuh Benih (KCT) (%/etma. Kecepatan tumbuh dihitung berdasarkan jumlah pertambahan kecambah normal setiap hari selama 14 hari pada benih yang tumbuh normal. Setiap kali pengamatan, jumlah persentase kecambah normal dibagi dengan etmal . Nilai etmal kumulatif diperoleh dari saat benih ditanam sampai dengan waktu kecepatan tumbuh benih dapat dihitung dengan rumus: Keterangan: n = persentase kecambah normal setiap pengamatan (%) D = waktu pengamatan setelah tanam/24 jam . Keserempakan Tumbuh Benih (KST) (%) Keserempakan tumbuh benih dithitung berdasarkan presentase kecambah normal pada hari ke-4 Pengamatan dilakukan terhadap jumlah benih yang tumbuh menjadi kecambah normal kuat diantara hitungan pertama dan hitungan kedua. Keserempakan tumbuh dihitung menggunakan rumus : Indeks Vigor (%) Pengamatan indeks vigor dilakukan terhadap jumlah kecambah normal pada hitungan hari pertama . isrt coun. yaitu pada hari ke-4 setelah benih dikecambahkan dengan metode UKDdP. Nilai indeks vigor dihitung dengan rumus: Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Ruang Simpan : Suhu dan Kelembaban Berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan kondisi ruang simpan dankelembapan tersaji dalam bentuk gambar 1 dan gambar 2. Gambar 1. Suhu Maksimum dan Minimum RuangSimpan selama penyimpanan Gambar 2. Kelembapan Ruang Simpanselama Dapat dilihat pada gambar 1 bahwa kondisi ruang simpan benih kacang faba yang pertama (RS. dalam penelitian ini pada ruang memiliki suhu rata-rata sebesar 25. 52oC dan kelembapan rata-rata 74,54 %. Benih disimpan di laboratorium benih fakultas pertanian dengan kondisi ruang penyimpanan mempunyai ventilasi yang terbuka dan mempunyai jendela tetapi tidak terbuka sehingga menghasilkan suhu tidak stabil. Kondisi ruang simpan kedua, yaitu di dalam kulkas (RS. memiliki suhu rata-rata 10. 16o C dan kelembaban rata-rata sebesar 80. Penyimpanan pada kondisi kulkas pintu kulkas sering dibuka sehingga menghasilkan suhu tidak stabil. Kondisi ruang simpan ketiga, yaitu di dalam ruang ber-AC (RS. memiliki suhu rata-rata 69 oC, dan kelembaban rata-rata 81,88%. Penyimpanan pada kondisi ruang simpan ber-AC pintu ruang AC sering terbuka dan lemari penyimpanan pada ruang ber-AC terbuat dari kayu dan pintu lemari terbuat dari kaca, lemari ber-AC sering dibuka sehingga menghasilkan suhu tidak stabil. Menurut Hukum Harrington . penyimpanan benih yang baik tercapai ketika persentase kelembapan relatif di lingkungan penyimpanan dan suhu penyimpanan dalam derajat Fahrenheit bertambah hingga seratus tetapi kontribusi suhu tidak boleh melebihi 50AF . oC). Kontribusi suhu pada kondisi ruang (RS. 52 OC . 93 OF), dalam kulkas (RS. 16 OC . 28 OF), dan ruang ber-AC (RS. sebesar 69 OC . 24 OF) sedangkan kelembaban pada kondisi ruang (RS. 53%, dalam kulkas (RS. sebesar 50% dan ruang ber-AC (RS. kombinasi suhu dan kelembaban setiap kondisi ruang/kamar 25AC. RH 74. 54%), dalam kulkas . AC. RH80. 50%), dan ruang ber-AC . -22AC. RH 81. 88%). Berarti melebihi 100 sehingga ketigakondisi ruang simpan kurang optimal untuk penyimpanan kacang faba. Sidik Ragam Rekapitulasi hasil sidik ragam pengaruh jenis kemasan dan kondisi ruang simpan terhadap mutu fisik dan mutu fisiologis benih kacang faba yang disimpan selama 5bulan dapat dilihat pada tabel 1. Variabel Pengamatan Tabel 1. Sidik Ragam Mutu Fisik dan Mutu Fisiologis Benih Kadar Air(%) Daya Hantar DB(%) KCT(%) KST(%/et Listrik hos cm-1 g. Kondisi ruang 4965 tn 2680 tn Bulan 3 Kemasan 2978 tn 2397 tn IV(%) 1609 tn Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Variabel Pengamatan Kadar Air(%) Daya Hantar DB(%) Listrik . hos cm-1 g. KCT(%) KST(%/et IV(%) Interaksi 2937 tn 7430 tn 1571 tn 0754 tn Kondisi Ruang 0. Simpan 5896 tn Bulan 4 2320 tn Kemasan 7689 tn 7459 tn 7226 tn 7857 tn Interaksi 5167 tn 1639 tn 5800 tn Bulan 5 Kondisi Ruang 0. 5477 tn Simpan 0610 tn 2698 tn 1196 tn Kemasan 9516 tn 3997 tn 0083 ** 0. 1356 tn 1876 tn 1876 tn Interaksi 5450 tn 4143 tn 8235 tn 8235 tn 7849 tn Keterangan : angka yang diikuti * menunjukkan pengaruh nyata dan angka yang diikuti ** menunjukkan pengaruh sangat nyata, sedangkan tn tidak memiliki pengaruh nyata. DB = daya berkecambah. KCT = kecepatan tumbuh. KST = keserempakan tumbuh. IV = Indeks Vigor Berdasarkan hasil uji sidik ragam . ihat tabel . hingga bulan ke-5 kondisi ruang simpan menunjukkan tidak memiliki pengaruh nyata terhadap mutu fisik benih. Penyimpanan pada bulan ke-3 bahwa bahan kemasan menunjukkan tidak memiliki pengaruh nyata terhadap kadar air namun berpengaruh nyata terhadap daya hantar Hingga bulan ke-5 bahan kemasan menunjukkan tidak memiliki pengaruh nyata terhadap mutu fisik Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 1 bahwa selama penyimpanan tidak ada interaksi antara bahan kemasan dan kondisi ruang simpan pada mutu fisik, sehingga yang dilihat yaitu pengaruh utama perlakuan yaitu kondisi ruang simpan dan bahan kemasan. Berdasarkan hasil uji sidik ragam . ihat tabel . hingga bulan ke-3 kondisi ruang simpan memiliki pengaruh nyata terhadap daya berkecambah dan kecepatan tumbuh namun tidak memiliki pengaruh nyata terhadap keserempakan tumbuh dan indeks vigor. Hingga bulan ke-4 kondisi ruang simpan tidak memiliki pengaruh nyata terhadap mutu fisiologis benih. Pada bulan ke-5 kondisi ruang simpan tidak memiliki pengaruh nyata terhadap daya berkecambah dan kecepatan tumbuh namun menunjukkan pengaruh nyata terhadap keserempakan tumbuh dan indeks vigor. Hingga bulan ke-4 bahan kemasan tidak memiliki pengaruh nyata terhadap viabilitas dan vigor. Namun pada bulan ke-5 bahan kemasan menunjukkan pengaruh sangat nyata terhadap viabilitas tetapi tidak memiliki pengaruh nyata terhadap vigor. Berdasarkan hasil penelitian Tabel 1 menunjukkan bahwa selama penyimpanan tidak ada interaksi pada variabel pengamatan mutu fisiologis, sehingga yang dilihat yaitu pengaruh utama perlakuan yaitu kondisi ruangsimpan dan bahan kemasan. Mutu Fisik Benih Tabel 2. Mutu fisik benih kacang faba berdasarkan kondisi ruang simpan Lama Perlakuan kondisi Kadar Air (%) Daya Hantar Listrik Penyimpanan ruang simpan . hos cm-1 g-. Awal Bulan 3 Bulan 4 Suhu Ruang Kulkas Ruang ber-AC Suhu Ruang Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Lama Penyimpanan Perlakuan kondisi ruang simpan Kulkas Ruang ber-AC Kadar Air (%) Daya Hantar Listrik . hos cm-1 g-. Ruang ber-AC Keterangan: Angka yang diikuti huruf yang sama dibelakang angka menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji Tukey 1% dan 5%. Bulan 5 Suhu Ruang Kulkas Berdasarkan uji lanjut Tukey 1% dan 5% bulan ke-3, ke-4 hingga bulan ke-5 mutu fisik benih tidak berbeda nyata terhadap kondisi ruang simpan. Kadar air yang lebih tinggiselama penyimpanan yaitu pada kondisi ruang dan ruang AC dibanding dalam kulkas. Menurut Arnanto et. , bahwa kadar air yang terlalu tinggi dapat menyebabkan laju respirasi benih meningkat, sehingga benih mengalami kemunduran . Walaupun kadar air pada kondisi ruang simpan tidak lebih dari 14% selama periode simpan, namun pada kondisi ruang simpan dibulan ke-5 kadar air benih dapat dinyatakan lebih tinggi dari bulan ke-3 dan bulan ke-4. Pengaruh kadar air benih kacang faba selama penyimpanan berkorelasi dengan suhu dan kelembapan . ilihat gambar 1dan 2 ). Kadar air benih yang disimpan di ruang (RS. rata-rata 11. 22 % dengan suhu . 52 OC) dan RH 74. Kadar air benih yang disimpan dalam kulkas (RS. rata-rata 10. 86% dengan suhu . 16OC) dan RH 60. Kadar air benih yang disimpan pada ruang ber-AC (RS. rata-rata 10. 99 dengan suhu . 69 OC) dan RH 81. Ketika kelembaban penyimpanan benih sangat tinggi dimana kadar airnya juga tinggi maka benih akan menyerap kadar air dari udara sehingga kadar air benih meningkat. Menurut (Dewi,2. kondisi lingkungan di sekitar tempat penyimpanan mempengaruhi tingkat respirasi benih, sehingga suhu di sekeliling benih meningkat. Pengaruh kadar air, suhu dan kelembaban pada ruang penyimpanan merupakan penyebab utama kemunduran Prosesperombakan cadangan makanan berjalan lebih cepat pada saat benih mengalami kemunduran. Tabel 3. Mutu fisik benih kacang Vicia faba berdasarkan kemasan Lama Penyimpanan Perlakuan Kadar Air (%) Daya Hantar Listrik . hos cm-1 g-. Awal Bulan 3 Bulan 4 Kaleng gold tin Karung plastik Aluminium Foil Plastik Polyethylene Kaleng gold tin Karung plastik Aluminium Foil Plastik Polyethylene Aluminium Foil Plastik Polyethylene Kaleng gold tin Karung plastik Keterangan: Angka yang diikuti huruf yang sama dibelakang angka menunjukkan tidak berbedanyata berdasarkan uji Tukey 1% dan 5%. Bulan 5 Berdasarkan uji lanjut Tukey 1% dan 5 % hingga bulan ke-5 bahan kemasan tidak berbeda nyata terhadap kadar air. Demikian juga daya hantar listrik setelah penyimpanan bulan ke-3 yang dikemas pada bahan Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 kemasan plastik polyethylene nyata lebih tinggi dibanding dengan bahan kemasan aluminium foil dan kaleng gold tin. Bahan kemasan karung plastik pada daya hantar listrik nyata lebih rendah dibanding dengan bahan kemasan kaleng gold tin. Bahan kemasan aluminium foil pada daya hantar listrik nyata lebih rendah dibanding dengan bahan kemasan plastik polyethylene, kaleng gold tin dan karung plastik. Bahan kemasan kaleng gold tin pada daya hantar listrik nyata lebih tinggi dibanding kemasan kemasan plastik polyethylene, aluminium foil dan karung plastik. Setelah penyimpanan benih bulan ke-3 dan bulan ke-4 bahan kemasan tidak berbeda nyata terhadap daya hantar listrik. Menurut Kameo . , penyimpanan benih bila dikemas dalam plastik polyethylene dapat meningkatan kadar air benih, tetapi dalam kemasan aluminium foil mampu mempertahankan kadar air benih. Menurut Harrington . , walaupun sama bersifat porous kemasan plastik polyethylene, karung plastik dan kaleng memiliki kemampuan lebih rendah dari kemasan aluminium foil dalam menahan perubahan kadar air, hal ini dikarenakan pada aplikasi kaleng hanya ditutup begitu saja dan karung plastik memiliki pori kemasan yang besar . ebih renggan. sehingga kemungkinan adanya rongga-rongga kecil yang menyebabkan terjadinya sirkulasi udaradan tingkat keporousannya juga lebih tinggi. Mutu Fisiologis Benih Tabel 4. Mutu fisiologis benih Kacang Faba Berdasarkan Kondisi Ruang Simpan Lama Perlakuan DB (%) KCT KST IV(%) Penyimpanan (%/etma. (%) Ruang Kulkas Ruang ber-AC Ruang Bulan 4 Kulkas Ruang ber-AC Bulan 3 Ruang Kulkas Ruang ber-AC 64. Keterangan: Angka yang diikuti huruf yang sama dibelakang angka menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji Tukey 1% dan 5%. DB = daya berkecambah. KCT = kecepatan tumbuh. KST = keserampakan IV = Indeks Vigor Bulan 5 Berdasarkan hasil uji Tukey 1% dan 5% penyimpanan benih hingga bulan 3 kondisi ruang (RS. nyata lebih rendah dibanding dengan kondisi ruang simpan dalam kulkas (RS. terhadap daya berkecambah benih. Kondisi ruang simpan ber-AC (RS. nyata lebih rendah dibanding dengan kondisi ruang (RS. dan dalam kulkas (RS. terhadap daya berkecambah benih. Kondisi ruang simpan dalam kulkas (RS. nyata lebih tinggu dibanding dengan kondisi ruang (RS. dan ruang ber-AC (RS. terhadap daya berkecambah benih. Sedangkan kondisi ruang simpan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap vigor pada bulan ke-3. Hingga bulan ke-4 kondisi ruang simpan tidak berbeda nyata terhadap mutu fisiologis benih. Pada bulan ke-5 kondisi ruang simpan tidak berbeda nyata terhadap daya berkecambah dan kecepatan tumbuh, tetapi kondisi ruang simpan ber-AC (RS. nyata lebih rendah dibanding dengan kondisi ruang simpan dalam kulkas (RS. dan kondisi ruang (RS. terhadap keserempakan tumbuh dan indeks vigor. Menurut Tatipata et al. , . bahwa kadar air benih yang disimpan pada suhu kulkas selama penyimpanan menyebabkan proses metabolisme benih berjalan lambat. Hal ini mengakibatkan daya kecambah semakin meningkat karena tersedianya cadangan makanan yang cukup sebagai substrat untuk mendukung proses Bertambahnya substrat untuk respirasi menyebabkan energi yang dihasilkasn untuk proses perkecambahan menjadi meningkat. Menurut Taini et al. , . bahwa daya berkecambah dari benih yang mengalami penurunan selama dalam penyimpanan disebabkan karena terjadinya kerusakan jaringan embrionik yang menjadi penyebab kematian benih tersebut, sehingga perkecambahan terganggu. Lama Penyimpanan Tabel 5. Mutu Fisiologis benih Kacang Faba Berdasarkan Kemasan Perlakuan DB (%) KCT KST (%) (%/etma. Bulan 3 Aluminium Foil Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 IV(%) ISSN: 2808-7046 Lama Penyimpanan Perlakuan Bulan 4 DB (%) KCT (%/etma. KST (%) IV(%) Plastik Polyethylene Kaleng gold tin Karung plastik Aluminium Foil Plastik Polyethylene Kaleng gold tin Karung plastik Aluminium Foil Bulan 5 Plastik Polyethylene Kaleng gold tin Karung plastik Keterangan: Angka yang diikuti huruf yang sama dibelakang angka menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji Tukey 1% dan 5%. DB = daya berkecambah. KCT = kecepatan tumbuh. KST = keserampakan IV = Indeks Vigor Berdasarkan hasil uji lanjut Tukey 1% dan 5 %, penyimpanan benih kacang faba bulan ke-3 hingga bulan ke-4 perlakuan bahan kemasan tidak berbeda nyata terhadap mutu fisiologis. Pada bulan ke-5 bahan kemasan aluminium foil nyata lebih rendah dibanding dengan bahan kemasan plastik polyethylene dan bahan kemasan karung plastik terhadap daya berkecambah. Pada bahan kemasan kaleng gold tin nyata lebih tinggi dibanding bahan kemasan plastik polyethylene dan bahan kemasan karung plastik terhadap daya berkecambah. Pada bahan kemasan plastik polyethylene dan bahan kemasan karung plastik nyata lebih rendah dibanding dengan bahan kemasan kaleng gold tin terhadap daya berkecambah. Kemudian bahan kemasan plastik polyethylene dan bahan kemasan karung plastik nyata lebih tinggi dibanding dengan bahan kemasan aluminium foil terhadap daya Setelah penyipanan benih bulan ke-3, ke-4 hingga ke-5, menunjukkan bahwa perlakuan bahan kemasan tidak berbeda nyata terhadap vigor benih. SIMPULAN Pada penelitian ini diperoleh hasil kesimpulan sebagai berikut: . Setelah disimpan 5 bulan, benih kacang faba yang dikemas menggunakan al-foil, plastik polyethylene dan kaleng memiliki viabilitas lebih tinggi dibandingkan karung plastik . Bahan kemasan tidak memengaruhi mutu fisik dan kecepatan tumbuh selama penyimpanan, dan hanya memengaruhi daya berkecambah setelah disimpan 3 bulan sedangkan keserempakan tumbuh dan indeks vigor dipengaruhi setelah disimpan 5 bulan. Diamati tidak ada interaksi antara bahan kemasan dan kondisi ruang simpan pada penyimpanan benih kacang faba. Perlakuan yang terbaik terhadap mutu fisik dan mutu fisiologis yaitu bahan kemasan kaleng pada kondisi ruang simpan dalam Sedangkan saran yang dapat diberikan adalah: . Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai berbagai alternatif bahan pengemas lain untuk mempertahankan daya simpan benih kacang faba, sehingga kebutuhan benih kacang faba berkualitas senantiasa tersedia sepanjang tahun, serta periode simpan yang lebih lama atau penelitian tentang pematahan dormansi apabilabenih akan segera ditanam. DAFTAR PUSTAKA