Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 Medan Makna Jihad dalam Perspektif Bahasa Arab dan Islam (Kajian Semantik Ara. Zamzam Nurhuda1 Abstract All this time, jihad has been a popular term in Islam. It is used to motivate people in growing religious spirit related to psychosocial dimension. However, people define jihad in various meanings. Therefore, this study is aimed at identifying the various meanings of jihad based on numerous Arabic and Islamic contexts. Moreover, qualitative approach and descriptive analysis method are applied in this study. Several steps to conduct this study are classifying the data, analyzing the data, processing the data, concluding and writing the report. The primary source in this study is the word jihad and other related words in the perspective of morphology and semantics. Meanwhile, the secondary data in this study include journals, books, and academic studies on Arabic semantic and an analysis of its There are some results found in this study. First, jihad is addressed personally, relating to worship to God. Second, jihad is defined as offensive and defensive, relating to dakwah. Third, jihad is captured simply in life and its modernity, relating to tasawwuf. Finally, jihad is described as an action to avoid syirik, relating to akidah. Keywords: Jihad. Meaning. Semantic. Arabic. Islam. Abstrak Selama ini kata jihad sangat begitu populer di dunia Islam, dikatakan populer karena kata jihad tidak jarang dijadikan motivasi untuk menumbuhkan semangat keagamaan yang terkait dengan dimensi Kata jihad muncul dalam ragam yang memiliki banyak makna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna-makna yang berhubungan dengan kata jihad dalam berbagaimacam konteks bahasa Arab dan agama Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Metode tersebut berupaya menjawab permasalahan yang sedang dibahas dalam penelitian bahasa. Selanjutnya, langkah-langkah yang dilakukan adalah dimulai dengan klasifikasi data, analisis data, pengelolaan data dan terakhir membuat kesimpulan serta laporan hasil penelitian. Sumber utama dalam penelitian ini adalah kata jihad dan kata-kata yang memilki persamaan secara morfologis dan semantis degan kata jihad. Sedangkan sumber sekunder dalam penelitian ini adalah jurnal-jurnal, buku-buku, atau karya-karya ilmiah yang berhubungan dengan semantik bahasa Arab dan medan makna. Kesimpulan dalam penelitian ini mencakup beberapa yang berhubungan dengan kata jihad. Pertama, kata jihad bermakna jihad kepada diri sendiri ketika satu kolokasi dengan kata ibadah. Kedua, kata jihad berarti opensif dan defensif ketika satu kolokasi dengan kata dakwah. Ketiga, kata jihad bermakna sederhana dalam kehidupan dunia dan modrnitas ketika satu kolokasi dengan kata tasawwuf. Keempat, kata jihad bermakna menjauh dari perbuatan syirik ketika satu kolokasi dengan akidah. Kata Kunci: Jihad. medan makna. semantik, bahasa arab. agama islam. Dosen Universitas Pamulang, email: izam_albukhori@yahoo. Zamzam Nurhuda : Medan Makna Jihad dalam Perspektif Bahasa . Pendahuluan sebagai kata yang di dalamnya terdapat unsur makna dalam rangka membangun atau mengupayakan dalam hal immateri . dan materi . Derivasi dari kata jihad adalah ijtihad . yang secara leksikal bermakna usaha dan upaya sekuat tenaga dalam segala hal guna menuju kepada pribadi atau kelompok yang lebih baik dan dari upaya tersebut menghasilkan hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi sesama. Seperti ijtihadnya para ulama dalam ijmaAo atau bersama-sama dalam menentukan hukum atas suatu perkara yang belum ada hukumnya atau dengan kata lain hal utama yang menjadi prioritas kata ijtihad adalah sisi intelektualitas pribadi atau kelompok tertentu. Kata jihad merupakan salah satu kata yang dikenal dalam bahasa Arab atau bahasa Islam. Oleh karena itu, kata jihad sangat beragam dalam hal makna ketika dihubungkan dengan berbagai konteks keilmuan Islam. Sudah menjadi rahasia umum bahwa jihad merupakan salah satu dasar, cara atau sarana umat Islam dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, tanpa kata jihad, rasanya umat Islam tidak akan mencapai derajat Autaqarrub ilallahAy atau menjadi umat yang senantiasa dekat dengan Allah. Oleh karena itu, karena kata jihad merupakan salah satu kata yang penting bagi umat Islam, maka kata jihad menjadi salah satu kata yang femiliar dalam Alquran. Bahkan kata jihad yang Sementara derivasi lainnya dari secara notaben berasal dari bahasa Arab, kata juhad adalah kata mujahadah menjadi terkenal karena penggunaannya yang berarti upaya sungguh-sungguh dalam Alquran. dalam membangun sisi spiritualitas Bagi Islam antara bahasa yang ada pada manusia. Berhubungan Arab. Islam dan Alquran merupakan dengan kedua istilah tersebut, dalam tiga kata yang tidak dapat dipisahkan. perkembangannya kata jihad lebih Bahasa Arab merupakan bahasa yang mengarah kepada pengertian tertentu digunakan dalam menyampaikan misi yang menekankan sesuatu yang bersifat Islam. Dengan bahasa Arab, umat Islam rohani . dan jasmani . dapat membuka jendela dan cakrawala Di sisi lain, kata ijtihad dan mujahadah pengetahuan dalam seluruh ilmu penekanannya terhadap hal-hal pengetahuan dan kebudayaan Islam. Hal tersebut dibuktikan dengan buku-buku kajian Islam ditulis dalam bahasa Arab. Oleh karena itu, bahasa Arab dikatakan sebagai bahasa surga. Bahasa Arab, sebagai bahasa surga juga diperkuat dengan penggunaan bahasa Arab dalam Alquran. Walapun bahasa Alquran adalah kalamullah, bukan perkataan Salah satu kata yang tercakup dalam ketiga cakupan tersebut adalah kata jihad. Jihad secara leksikal dapat diartikan Louay Fatoohi. Jihad in the QurAoan: The Truth from the Source. (Kuala Lumpur: A. S Noordeen, 2. , 114. Jihad dalam pengertian fiqh, terminologi jihad mengandung dua bentuk, yakni jihad an-nafs . ihad nafs. dan jihad al-jasad . Jihad dalam bentuk Aual-nafsAy adalah jihad yang berhubungan dengan ibadah. Baik ibadah mahdah . atau ibadah ghair mahdah . Semantara itu, jihad dalam bentuk aljasad terbagi dalam dua bentuk, yaitu pertahanan dan penyerangan. Pengertian Said Aqil Siroj. Tasawuf Sebagai Kritik Sosial: Mengedepankan Islam Sebagai Inspirasi Bukan Aspiras. (Bandung: Mizan, 2. , 105. Siroj, 105. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 AopenyeranganAo inilah yang menjadi manifestasi dari Aoperang suciAo. Barat akan mendapatkan justifikasi atas hal ini ketika mereka menghubungkan Aoperang suciAo ini dengan konsepsi mereka ihwal Islam sebagai Aoagama pedang. fundamentalisme agama, sudah tentu ini bersifat umum sebab fundamentalisme ada pada semua agama. Dalam Islam, istilah yang diangkat dalam terorisme adalah jihad. Sudah terlalu sering pemaknaan jihad ini ditampilkan filosofis, yuridis, maupun Hal tersebut juga berhubungan baik secara dengan hukum Islam pada masa klasik, sosiologis. yang mengambil begitu saja bahwa jihad Berdasarkan hal tersebut, tidak adalah upaya militer, difokuskan pada dapat dipungkiri bahwa yang menjadi menetapkan kondisi-kondisi yang harus alasan timbulnya makna konotatif adalah 6 Dalam pengertian lain, kesemena-menaan, jihad juga bermakna menyerang orang segala kesakitan, dan yang diderita yang menolak agama dan merusaknya, kaum muslimin, akan berlarut-larut seperti penyerangan terhadap orang jika tidak dihadapi dengan perlawanan. kafir yang meresahkan Islam. 7 Namun. Karena itulah, di antara hikmah yang kondisi Islam pada zaman dahulu dapat kita pahami, mengapa kemudian tentunya berbeda dengan zaman Allah mewajibkan perang atas kaum Oleh karena itu, bisa saja muslimin. Kewajiban perang yang pengertian jihad berbeda secara cakupan amat tidak disukai oleh umat manusia. dan makna karena perubahan zaman dan Tetapi, dibalik kewajiban itu, terdapat perkembangan ilmu pengetahuan yang hikmah tersendiri berupa kebaikan. membawa perubahan juga terhadap kata Sebagaimana dalam FirmanNya: QS. al-Taubah: 5. Salah satu perkembangan makna jihad adalah sesuatu yang berorientasi pada terorisme. Kekerasan teorisme seolah menjadi instrumen penting yang sulit dipisahkan. Pasalnya, kekerasan bisa diseret ke dalam ruang pembatasan mistik dan religius. Terorisme yang seringkali dikaitkan dengan Islam sebenarnya memerlukan pengkajian yang lebih mendalam lagi. Apakah Islam mendukung terorisme? Tentu saja ini pertanyaan yang bersifat Sebab, apabila tindakan terorisme dikaitkan dengan bangkitnya Arif Mulyadi. AuTariqat Jihad,Ay 25 Oktober 2015,http://ummahonline. com/2006/10/16/tariqat-jihad. Shamuel Bar. The Fatwas of Radikal Islam and The Duty to Jihad: Warrant for Terror (Oxford: Hoover Instituation, 2. Husni Adham Jarrar, al-Jihad al-Islam Fi alMuAoasir: Fiqh wa Harakahu wa aAolamuhu (Jordan: Dar al-Basir, 1. eAEa a E a aN a E a a aI Aa CaEaOA a auaa IA AE aI aEaOIa a O aaO a ac aIO aNI aO aaO aN IA AaOA AA n oA a AA a AA aO aN I aO CaaOe Ea aN I aE acE aI A ca eAAEa O a aO a a aOA a AE aE OA ca auaI aaOe aOaCa aIOe EA ca A aOEa aN oI au acIA a aAEEA u AOIA AO ac aA a a eaEacOA AyApabila sudah habis bulan-bulan Haram itu9, maka Bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai merekaAy Berbeda dengan konsep jihad di atas, dalam perspektif tasawuf, perjuangan bersenjata yang bersifat fisik di kalangan sufi disebut dengan jihad Siroj. Tasawuf Sebagai Kritik Sosial: Mengedepankan Islam Sebagai Inspirasi Bukan Aspiras. AuYang dimaksud dengan bulan Haram di sini ialah: masa 4 bulan yang diberi tangguh kepada kamu musyrikin itu, yaitu mulai tanggal 10 Zulhijjah . ari Turunnya ayat in. sampai dengan 10 RabiAoul akhir. ,Ay t. Zamzam Nurhuda : Medan Makna Jihad dalam Perspektif Bahasa . l-jihad al-asga. , sedangkan jihad besar . l-jihad al-akba. adalah perjuangan untuk spiritualisasi jiwa seseorang, yaitu peperangan melawan diri sendiri, bukannya berperang dengan musuh dari luar. Dengan kata lain, dalam perspektif tasawuf, dinyatakan bahwa: Ayperpindahan atau hijrah yang sesungguhnya adalah berpindah dari keburukan, dan jihad yang sesungguhnya adalah jihad melawan hawa nafsu diri sendiriAy. Perbedaan makna kata jihad tersebut memang disebabkan banyak konteks yang mengitari terhadap kata Seperti yang diungkapkan oleh Nazarudin Umar, menurutnya Jihad merupakan istilah yang debatable dan Dikatakan debatable dan interpretable karena jihad memiliki makna yang beragam, baik makna secara eksoterik maupun makna secara esoterik. Secara eksoterik jihad dimaknai sebagai perang suci . he holy Sedang secara esoterik jihad bermakna suatu yang sungguh-sungguh untuk mendekatkan diri kepada Allah . aqarrub ilalla. atau mendekatkan diri kepada Allah. Lebih Nazarudin menjelaskan bahwa dalam bahasa Arab, kata jihad jelas berbeda dengan perang, sebab kalau kita mencermati konsep-konsep Alquran dan Hadits Nabi Saw, antara al-jihad, al-qital, alharb memiliki makna yang berbeda. Al-qital dan al-harb bermakna perang. Sedangkan jihad dapat dimaknai sebagai segala sesuatu yang sungguhsungguh untuk melayani maksud Tuhan dalam menyebarkan segala sesuatu yang bernilai etik yang tinggi, jihad jelas Elizabeth Sirriyeh. Sufis and Anti Sufis (England: Curzon Press, 1. Nazaruddin Umar. Jihad (Jakarta: Mata Air Publishing, 2. bertentangan dengan segala tindakan yang menaruh pada tindakan kekerasan apalagi terorisme. Hal tersebut selaras dengan inti dari jihad yang bersifat mistik dan menyadarkan bahwa dimensi ilahiyah dapat memberikan kebahagiaan surgawi dan kedamaian yang sempurna. Ketika jiwa bersatu dengan raga dan menjadi bagian penghuni dunia, maka ia akan terpusat pada kehidupan duniawi dan terpesona olehnya. Tetapi hal tersebut sangat keliru untuk dijadikan tolak ukur kebahagiaan yang dirasakan jiwa dan raga di dunia, sebab tujuan hidup yang tertinggi adalah menyadari Tuhan. Kesadaran ini dapat memberikan kebahagiaan13 artinya, jihad hanyalah untk bertaqarrub kepada Alah, sedangkan dunia hanyalah sebagai sarana jiwa dan raga untuk melakukan pengabdian kepada Allah dengan cara berjihad di jalanya. Jihad dalam bahasa Arab yang memiliki banyak makna dan berhubungan degan leksikon yang Dalam linguistik khususnya dalam semantik, hal tersebut dibahas dalam medan makna . l-haqlu aldilali. 14 medan dalam konteks bahasa merupakan seperangkat atau kumpulan kata yang maknanya saling berkaitan satu sama lainnya. Dengan kata lain, untuk memahami suatu kata tertentu, maka kita juga harus memahami sekumpulan kosakata yang maknanya Baik berhubungan secara sinonim . akna yang sam. dan antonim . akna yang berbed. Umar. J Witteveen. Tasawuf In Action: Spiritualisasi Diri Di Dunia yang Tak Ramah Lagi. (Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta, 2. , 119. Moh Ainin dan Iman Asori. Semantik Bahasa Arab (Surabaya: Hilal Pustaka, 2. , 106. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 Sementara menurut15 menyatakan bahwa medan makna merupakan kata atau leksem yang saling berhubungan secara morfologis . l-kalima. dan semantis . l-dilala. Selanjutnya16 menyatakan bahwa kosakata dalam bahasa tertentu tersusun dalam medan-medan dan medan-medan dari setiap unsur yang berbeda-beda didefinisikan dan diberi batasan-batasan yang jelas, sehingga tidak ada tumpang tindih antara sesama Atau antara makna yang satu dengan makna yang lainnya. Menurut17 pendekatan terhadap medan makna dengan sendirinya bentuk leksikal dalam suatu leksikon tertentu harus dipahami sebagai bagian yang melengkapi leksikon yang tidak bisa dipahami secara terpisah dari keseluruhan leksikon. Artinya, suatu leksikon dalam bahasa tertentu akan lebih jelas dan rinci bagian-bagian makna dan komponennya jika sudah diklasifikaiskan secara medan makna. Baik secara vertikal ataupun secara Sementara menurut18 bahwa medan makna merupakan kata-kata atau leksem-leksem dalam setiap bahasa yang ada di dunia . ahasa apapun it. kelompokkelompok tertentu yang memiliki warna saling berkaitan karena sama-sama berada dalam satu bidang kegiatan atau kelimuan tertentu. Seperti kata Moch. Syarif Hidayatullah. Cakrawala Linguistik Arab (Jakarta: PT. Grasindo, 2. D Parera. Teori Semantik (Jakarta: Erlangga, 2. , 139. Makyun Subuki. Semantik: Pengantar Memahami Bahasa Makna (Jakarta: Trans Pustaka, 2. , 181. Tajudin Nur. Semantik Bahasa Arab: Pengantar Studi Ilmu Makna (Bandung: Unpad Press, 2. , 83. , daarisun . , madrasatun . , maktabatun . , kitaabun . , katakata tersebut dapat dijadikan satu kata dalam satu bidang tadris . Lebih lanjut. Tajudin Nur menambahkan bahwa setiap kata leksem dapat dianalisis maknanya atas komponen-komponen makna tertentu, sehingga akan tampak perbedaan dan persamaan antara kata yang satu dengan kata yang lainnya. kata-kata yang berada dalam satu medan makna dapat digolongkan menjadi dua, yaitu golongan kolokasi dan golongan set. Kolokasi menunjukkan makna hubungan sintagmatik, seperti . araa-ainu. , . asmaAou-udzunu. , . antaqilu-sayyaara. berada dalam Sedangakan menunjukkan makna yang berhubungan dengan paradigmatik. Seperti yashrabu Aoumaru al-Aoashir kata yashrabu bisa diganti dengan asyrabu, nasyrabu, yasrabu, atau tasyrabu. untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel beikut. Tabel 1 Hubungan Sintagmatik Kolokasi atau Hubungan Sintagmatik Mata AoAinun Telinga Udzunun Anggota Kaki Rijul Badan Tangan Yaddun Manusia Perut Batnun Hidung Anfun Berdasarkan tabe 1 di atas, dapat dipahami hubungan sintagmatik antara kata ainun, udzunun, rijlun, yaddun, bathnun, dan Aoanfun adalah berada dalam satu kolokasi anggota badan Sehingga masing-masing kata tersebut dapat mewakili dalam kalimat Abdul Chaer. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , 111. Zamzam Nurhuda : Medan Makna Jihad dalam Perspektif Bahasa . AuMata merupakan salah satu anggota badan manusiaAy kata mata dalam kalimat tersebut dapat diganti oleh kata-kata lainnya yang berada dalam satu kolokasi dengan kata lainnya sebagaimana yang terdapat dalam tabel 1. Misalnya diganti menjadi kalimat AuHidung merupakan salah satu anggota badan manusia. Tabel 2 Hubungan Paradigmatik Set atau Hubungan Paradigmatik Yasyrabu Aoumaru al-Aoashir Huwa Asyrabu al-Aoashir Ana Nasrabu al-Aoashir Nahnu Tasrabu al-Aoashir Anta Berdasarkan tabel 2 di atas, terdapat hubungan paradimatik atau vertikal antara subjek yang diwakili oleh huwa, ana, nahnu, dan anta. Dalam bahasa Arab kata-kata di atas termasuk kata ganti atau dlomir. Contoh kalimat dalam tabel 2 di atas merupakan dlomir muttasil, sedangkan contoh dalam kata merupakan dlomir munfasil. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Metode tersebut berupaya menjawab permasalahan yang sedang dibahas dalam penelitian bahasa. Dalam konteks bahasa, penelitian kualitatif melihat bahasa sebagaimana Baik bahasa dalan fenomena kehidupan masyarakat, ataupun bahasa dalam karya-karya yang penting untuk diungkap dari segi kebahasaannya. Selanjutnya, langkah-langkah yang dilakukan adalah dimulai dengan studi kepustakaan guna mengembangkan teori penelitian, memformulasikan hipotesis sehingga menjadi suatu kesimpulan dari hasil penelitian ilmiah, menentukan model dengan cara analisis mendalam sehingga peneltian ini termasuk dalam penelitian kualitatif, mengumpulkan data melalui pencatatan data yang dianggap dapat merepresentasikan tema yang sedang dibahas, menganalisis dan menginterpretasikan dari data yang sudah dikumpulkan, membuat generalisasi yang dihimpun dalam abstrak berdasarkan pengelolaan data dan terakhir membuat kesimpulan serta laporan hasil penelitian. Melalui langkah-langkah gambaran komprehensif tentang suatu keadaan atau permasalahan secara objektif dalam suatu deskripsi yang Sumber utama dalam penelitian ini adalah kata jihad dan kata-kata yang memiliki persamaan secara morfologis dan semantis. Sedangkan sumber sekunder dalam penelitian ini adalah, buku-buku, makalah-makalah atau karya-karya yang berhubungan dengan semantik dan ilmu makna. Fenoma medan makna bisa terjadi dalam bahasa apa saja. Termasuk dalam kata jihad dalam bahasa Arab yang memiliki makna sangat luas dan bisa dihubungkan dengan berbagaimacam konteks kosakata bahasa Arab yang islamiyah dan hadaraiyah islamiyah. Sebagaimana contoh-contoh di atas, penelitian ini akan membahas medan makna pada kata jihad dalam persfektif bahasa Arab dan Islam. Dengan adanya penelitian medan makna pada kata jihad, penulis berhadap dapat memberikan penjelasan secara mendalam tentang perbedaan makna-makna yang ada 20 Kinayati Djojosuroto dan Sunaryati. Prinsipdalam kata Jihad. prinsip Dasar Penelitian Bahasa dan Sastra Metode (Bandung: Nuansa, 2. Zamzam Nurhuda. Bilingualisme dan Pengaruhya Terhadap Bahasa Nasional Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 Pembahasan Penulis menganalisis bahwa kata-kata yang berada dalam satu kolokasi dengan kata jihad baik secara morfologis ataupun secara semantis, dapat diperhatikan dalam tabel sebagai Tabel 3 Medan Makna Kata Jihad Jihad dan Ibadah (Jihad Terhadap Diri Sendir. Allah swt. Berfirman dalam QS. al-AoAnqabut . : 6. berdampak kepada prilaku dengan Allah dan sosial24 sebagai inti ibadah dalam Islam, shalat sejenis jihad abadi yang meletakkan eksistensi manusia dalam suatu ritme berkesinambungan dalam arti ringkasnya, shalat merupakan suatu bentuk perang keruhanian. 25 Allah Swt berfirman dalam QS. al-AoAnkabut: 45. a AAEa O nA a a A aE aI e A ca A aOaCa aI EA a a AO auEa O aE aIIa E aE A a AOA A e a aO E aII aE aA a A aI EAa A ca Aau acI EA a AAEa O a a I aN OA ca AaOEa aE aA ca AEEa a Ea a aOA aAEEa Oa Ea aI aI aA IaaOIA u Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qura. dan Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari . erbuatan- perbuata. keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah . adalah lebih besar . eutamaannya dari ibadat-ibadat yang dan Allah mengetahui apa yang kamu Ramadhan merupakan manifestasi lain Di dalamnya, manusia mesti A aO aII a aNa AauaIac aI Oa a aNa aEI aA a o a eNAdari mengenakan perisai kemurnian jiwa dan ca A au acIAkesucian batin serta penghindaran diri aA aI E aEa aIOIA a AOA cU aAEEa EaaIA dari nafsu-nafsu dan godaan-godaan AyDan barangsiapa yang berjihad. Maka dunia eksternal. Allah Swt Berfirman Sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar- dalam QS al-Baqarah: 183 benar Maha Kaya (Tidak memerlukan sesuat. dari semesta alamAy Shalah, shiyam, zakah hajj, taqwa, tadarrus merupakan bagian ibadah dalam Islam. Semua ibadah dalam Islam harus diimbangi dengan ijtihad, karena ijtihad meruapakan proses adaptasi untuk melaksanakan ibadah. Shalat bermakna doa23 dan AAOa aIA c a AEa O aE aI EA a AA a AOeaaOac aN EacaOIa a aIIaOe aE aA AEaO EacaOIa aII Ca aE aE I EaaEac aE IA a AA a aE aI aEA acCaOIA AuHai orang-orang sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwaAy Selanjutnya kata zakat, seorang muslim tidak hanya dituntut untuk (Surabaya: Ngudi Ilmu, 2. , 18. Muhammad Bahnasi. Shalat Bersama Nabi meninggalkan kekayaan, akan tetapi Saw: Agar Shalat Memberikan Kebahagiaan dengan pembayaran zakat seorang dan Perubahan Dalam Hidup (Bandung: Mizania, 2. , 35. Siroj. Tasawuf Sebagai Kritik Sosial: Mengedepankan Islam Sebagai Inspirasi Bukan Aspiras. , 58. Bahnasi. Shalat Bersama Nabi Saw: Agar Shalat Memberikan Kebahagiaan Perubahan Dalam Hidup, 254. Mulyadi. AuTariqat Jihad. Ay Zamzam Nurhuda : Medan Makna Jihad dalam Perspektif Bahasa . muslim telah memberikan sumbangan dan Allah Maha mendengar lagi Maha untuk penegakkan keadilan ekonomi dan MengetahuiAy. umat manusia26 Allah Swt. Berfirman Hal yang sama juga berlaku pada dalam QS. al-Baqarah: 277. dimensi jihad dalam konteks ibadah lainnya, yaitu ibadah haji. Jihad dalam eA aOaCa aIOA a AA aE aA ca A aIEaOe EA a A au acI EacaOIa a aIIaOe aOAkonteks ini, merupakan salah satu ca eAAEa O a aO a a aOA aAE aE O a Ea aN I a a aN I aIA ca A EApelaksanaan ibadah bagi umat Islam, aAEa O aN I aO aE aN I Oa a IaOIA U A a ac aN I aO aE aOAterutama bagi mereka yang mampu a a baik secara materi ataupun secara fisik. ibadah haji yakni upaya berjuang AuSesungguhnya orang-orang yang beriman, menuju rumah Allah, kekasih abadi. mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat Dalam beribadah haji, manusia mesti dan menunaikan zakat, mereka mendapat meninggalkan semua atribut duniawinya pahala di sisi Tuhannya. tidak ada dan hanya mengenakan pakaian ihram kekhawatiran terhadap mereka dan tidak untuk beribadah kepada-Nya29 Allah . mereka bersedih hatiAy. Swt. Berfirman dalam QS. al-AoImran: Berdasarkan ayat di atas, bentuk 97. jihad zakat berhubungan dengan shalat, aAOI aO aII a aEaNuA a n A acICa aI au a aNA aO aN a Oaa a aOc IA dengan kata lain shalat tidak hanya AA a A a ac Ea OA diukur dari segi hubungan dengan Allah a caAEaO EIA a aEIa a aI I aO a acEA saja, akan tetapi kesuksesan kata shalat aAEEA o A aA a a AA AaI aIA ca AOE aO aII aEAa a Aaua acIA a AA a A auEa O aNA juga diukur dengan dengan kehidupan aA aI E aEa aIOIA a AOA cU aAIA sosial dengan sesama manusia atau dengan alam. Artinya, orang yang rajin Padanya terdapat tanda-tanda yang shalat juga harus diimbangi dengan rajn nyata, . i antarany. maqam Ibrahim30. mengamalkan perbuatan yang makruf barangsiapa memasukinya (Baitullah dan menjauhi pebuatan yang mungkar. menjadi amanlah Dia. Salah satu dimensi sosial yang harus haji adalah kewajiban manusia terhadap diaplikasikan adalah menunaikan zakat. Allah, yaitu . orang yang sanggup Hal tersebut juga diperkuat dalam QS. mengadakan perjalanan ke Baitullah . barangsiapa mengingkari . ewajiban haj. , al-Taubah:103. a a aCa A A a cN a aNIA a Aa aI I aI aO aE aN IA AAEa O a aEA a AA acEA a AaOaa a cEO aNI a aN aOA a AEa O aN nI ua acIA ca AI Eac aN I aOA A aEA A aEO UIA a A aIO UA a aAEEA Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (Tidak memerlukan sesuat. dari semesta Berdasarkan ayat di atas, ibadah haji merupakan salah satu jihad yang AuAmbillah zakat dari sebagian harta mereka, sedikit berbeda dengan bentuk ibadah dengan zakat itu kamu membersihkan27 lainnya. Sebab, ibadah haji memerlukan dan mensucikan28 mereka dan mendoalah unsur kuasa dalam menjalankannya. untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu . ketenteraman jiwa bagi mereka. Mulyadi. AuMaksudnya: zakat itu membersihkan mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebih-lebihan kepada harta benda,Ay t. AuMaksudnya: sifat-sifat kebaikan dalam hati mereka dan memperkembangkan harta benda mereka. ,Ay t. Mulyadi. AuTariqat Jihad. Ay Auialah: tempat nabi Ibrahim a. membangun KaAobah. ,Ay t. Auyaitu: orang yang sanggup mendapatkan perbekalan dan alat-alat pengangkutan serta sehat jasmani dan perjalananpun aman,Ay t. Sulaiman Rasyid. Fiqih Islam (Bandung: Sinar Baru, 1. , 265. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 kuasa dalam ibadah haji ada beberapa cakupan, di antaranya: Pertama, mempunyai bekal atau cukup untuk pergi ke Makkah dan biaya kembalinya. Kedua, ada kendaraan yang pas yang sesuai dengan keadaannya. Ketiga, aman sentosa dalam perjalanannya. Keempat, bagi perempuan hendaknya ditemani oleh mahramnya. Kelima, bagi orang yang lemah karena faktor kesehatan yang sudah tidak berdaya atau karena faktor umur yang sudah tua, maka baginya tetap bisa menjalankan aktifitas jihad dalam ibadah haji dengan cara mengongkosi orang. Tabel 4 Hubungan Sintagmatik Jihad dalam Konteks Ibadah Komponen Kolokasi Shalat Zakat Puasa Haji Dakwah Dakwah Dakwah Dakwah Medan Makna Jihad Jihad dalam Konteks Dakwah (Opensif dan Defensi. Dalam QS. al-Baqarah: 190. Allah Swt. Berfirman: ca A aO aEA AEEa EacaOIa Oa CaaEaOIa aE I aO aEA a AaO CaaEaOe AaOA ca A a a eaO oe au acIA aAEEa aE Oa aac E aI aaOIA AuDan perangilah di jalan Allah orangorang yang memerangi kamuAy Jihad dengan lisan adalah jihad dengan seruan-seruan baik dengan dakwah, saling nasihat menasihati, berdiskusi, berdebat dan yang lainnya. Sedangkan jihad dakwahnya melalui tulisan-tulisan merupakan salah satu sifat dakwah yang dilakukan melalui surat kabar, majalah dakwah . ajallah al-daAowa. dan buku-buku yang dapat mempengaruhi pola pikir para pejuang dan pemuda Islam umumnya seluruh umat Islam. Selanjutnya, jihad bisa beralih status dengan jihad peperangan . lqital, al-maAorakah, alhara. atau kelompok . jtimaAoiya. yang sudah tidak bisa lagi dibiarkan atau hanya dilawan dengan kata-kata dan pemikiran saja. Bentuk jihad dengan pedang . l-jihad bi al-sai. kepada orang kafir . l-kafiri. yang wajib diperangi dan cukup dengan lisan dan hujjah . i al-lisan wa al-hujja. kepada orang-orang munafik . l-munafiqin wa al-ghilza. Selanjutnya harakah . jihad tidak berhenti pada tahap awal dan pertengahan saja, akan tetapi berlanjut . l-istimra. sampai titik darah penghabisan . l-istisyha. , hal tersebut menginspirasi kaum muslim di dunia untuk melakukan berbagai gerakangerakan . , baik gerakan . l-tajdi. gerakan jihad . l-jiha. Kewajiban jihad juga diutamakan bagi para tokohtokoh Islam yang memilki kelengkapan dalam berjihad, baik kelengkapan harta kakayaan ataupun jabatan kekuasaan . l-jihad bi al-ha. elain juga jihad dengan kekuasaa. Hanya karena semata-mata untuk mempertahankan dan Ayat di atas merupakan salah satu ayat yang membahas tentang jihad. Jihad bisa diaplikasikan dalam berbagai macam konteks kehidupan. Termasuk dalam berdakwah. Sama seperti jihad, dakwah juga bisa diaplikasikan dengan berbagai sarana yang dapat mengantar seseoarng kepada jalan jihad. Baik dengan lisan ataupun dengan cara jihad 33Zamzam Nurhuda. Transformasi Ideologi dan Bahasa: Studi Kompetensi dan Performansi dalam bentuk lainnya. Sayyid Qutb (Jakarta: Cinta Buku Media, 2. Zamzam Nurhuda : Medan Makna Jihad dalam Perspektif Bahasa . membela diri. jihad yang salah satunya diaplikasikan dengan al-bayan. Selain itu juga memahami perang itu bukan hanya bersifat bertahan al-harb difaAoiyah . empertahankan dan membela diri serara defensif. Akan tetapi jihad harus bersifat opensif . Umat Islam harus berani melakukan al-jihad almadani yang salah satu bentuknya atau yang kita kenal degan jihad langsung ke lapangan atau medang. Berbeda dengan bentuk-bentuk jihad di atas, dalam konteks sufistik sebagaimana telah dijelaskan pada pendahuluan, jihad yang besar adalah dengan cara defensif. Adapun jihad secara ofensif yang disebut-sebut sebagai jihad akbar, dalam konteks ini merupakan jihad kecil. Hal tersebut bermakna bahwa dalam perspektif sufistik, jihad kecil melawan bangsa Eropa telah nyata terbukti, tetapi banyak pula dari mereka yang tidak berpartisipasi dalam jihad tersebut. Sebagaimana telah dikemukakan di awal, ada kaum sufi yang menggunakan pendekatan jihad yang sessungguhnya adalah jihad melawan didrinya sendiri atau melawan hawa nafsunya dengan membuktikan mereka berdiam diri . ecara pasif atau bertaha. dalam menghadapi dominasi Eropa, dengan meyakini bahwa Imam Mahdi akan datang untuk menegakkan seluruh kebenaran, atau bahwa keterlibatan individu dalam jihad kecil bukan lah kewajiban agama yang vital dibandingkan dengan jihad besar. Nurhuda, 305Ae14. Sirriyeh. Sufis and Anti Sufis, 64. Tabel 5 Hubungan Sintagmatik Jihad dalam Konteks Dakwah Komponen Kolokasi Lisan Hal MaAorakah Qital Harb Harakah Difaiyyah IndifaAo Syaif Madani Dakwah Dakwah Dakwah Dakwah Dakwah Dakwah Dakwah Dakwah Dakwah Dakwah Medan Makna Jihad Jihad dan Tasawuf (Jihad dari Kehidupan Dunia dan Modernita. Allah Swt. Berfirman dalam QS. al-Nisa: 77. AaEa I a a auEaO EacaOIa CaO aE Ea aN I aEAac eOe a O aOa aE IA ca eAAEa O a aO aaOA ca AaOaCaO aIOe EA a aAE aE O a AaEa acI aEA AEa O aN aI E aCa aE uaa Aa aA aAOC a cI I aN I Oa aOIA eAac aOa aOCaEaOA ca A aE aOa aA a a AEEa a O A a caAEIA e a AEa OIa E aCa aE Ea OA AE a ac aIa e auEa eOA a acIa aE aI aE a A a AA a AOE aO E e a aA AO Ca E aI a a E acIOa Ca aEA n A a a nE Ca aA U aA aEc aI aI acCa O aO aE a Ea aIOIa a A aOA AOEA Ay Katakanlah: AyKesenangan di dunia Ini Hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun. Ay Ibnu Mubarak dalam Asmaran berkata: Auseutama-utama zuhud adalah menyembunyikan kehidupan zuhudnya ituAy. karena, orang yang hidup zuhud yang sebenarnya hanya dikenal dari sifat yang ada pada dirinya. Di antara ciricirinya adalah: Pertama, meninggalkan yang haram, inilah zuhudnya orang Kedua, meninggalkan segala yang berlebih-lebihan dari yang halal. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 inilah zuhudnya orang hawas. Ketiga, meninggalkan segala yang menyibukan dirinya, sehingga karena kesibukan itu, ia lupa kepada Allah, inilah zuhudnya orang Aoarif 36. Tujuan dari zuhud taqarrub Kenyataan bahwa manusia masih gelisah menunjukkan betapa kita masih jauh dari tujuan, ke mana kita harus pergi. 37 Bertaqarrub kepada Allah dalam dunia tasawuf dikenal dengan metode maqamat dan ahwa. Maqamat Seperti telah disebutkan di atas, perkataan maqam dapat diartikan dengan stasion, tahapan atau tingkatan, yakni tingkatan spiritual yang telah dicapai oleh seorang sufi. Berikut stasionstasion yang harus didahului oleh seorang sufi: Pertama. Taubah. Taubah yang dimaksudkan orang sufi adalah taubah dalam arti yang sebenarnya, yakni taubah yang tidak akan membawa kepada dosa lagi. Allah mencintai orang yang bertaubat dan memberikan ilham kepada hambanya untuk bertaubat dari dosa-dosa sekalipun itu besar yang mana taubat itu disertai dengan rasa takut mengharapkan rahmat dan maghfirah dan keridloannya. 39 Tentang Taubah Allah Swt. Berfirman dalam QS. al-Nur: A a O aaea aN acI a O aa e a aaOEaa aN acI a O a Iaea aN acI a OA A a Ia e a aaOEa a aN acI a O au aO aI aN acI a O a aI eO au aO aI aN acIA Aea aN acI a O aI aIEa aE A a aA a O aIa eO a aaOa aN acI a O IA aAE a a aIIA a A a O aIIa aN acI a aO E ac aaOIa aO a a eO aEOA c a AE a aE a aOA AEa OA a eAE A aE EacaOIa Ea I Oa aN aOA aA e na aO aE OA A a Ia a a a aE aN acIA a A O aA a caA EIA AaEOa Ea aI aI Oa AaOIa aII aOIa a aN acI aOaOa eOe auEaOA aAEEa a aIOU aOacNa E aI aIIaOIa EaaEac aE I a A aE aOIA AyDan bertobatlah kamu kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntungAy Kedua, zuhd. Menurut pandangan orang sufi, dunia dan segala kemewahan dan kelezatannya adalah sumber kemaksiatan dan penyebab terjadinya perbuatan-perbuatan dosa. Abu syaAoid al-Kharazi berkata dalam. UAEN AO EIO NO E AO EA A EIcN OOAUAEO C EN IA OINA A ANO A I EIOAUAOONA Ketiga. Sabar. Sabar dalam beribadah mencakup tiga bagian: pertama, sebelum melaksanakan ibadah harus didahului dengan niat yang Kedua, ketika melaksanakannya tidak lalai memenuhi syarat-syaratnya. AA a aN acIA a aA aOCaE aEc E aI aI IAKetiga, sesudah selesai melaksanakan a A Oa A a AIa aI I a A A aOOa Aa Ia Aa aO a aN acI aO aE Oa aOIa aOIa a aN acI ua acEAibadah, janganlah bersikap ria. Sabar a A aIAditimpa malapetaka yaitu dengan aA aN a aI I aN n aO EOA AEa OA a A a Ia a a aI a aN acIA A aOaO a aN n acI aO aE Oa aOIa aOIa a aN acI au acE aEaaOEaa aN acIAmendapatkan cobaan, baik yang berbentuk kemiskinan maupun berupa As Asmaran. Pengantar Studi Tasawuf kematian, kejatuhan, kecelakaan dan (Jakarta: LSIK, 1. , 113Ae14. Mulyadi Karta Negara. Filsafat Islam. Etika, lain sebagainya. Tentang sabar. Allah dan Tasawuf: Sebuah Pengantar (Jakarta: Ushul Swt. Berfirman dalam QS. At-Tur: 48. Press, 2. , 130. Asmaran. Pengantar Studi Tasawuf, 104Ae5. AoAtif al-AoAraqi. At-Tasawwuf as-Sunni: hal al-Fana baina la-Junaid wa al-Ghazali. alQahirah: Maktabah al-Thaqafah al- Diniyyah. 2006, 79. A ac A a AaOA a aE a E aI a ac aE AauaIac aE a a OaIaI na aOA Aa aI a aac aE aOIa aCaO aIA al-AoAraqi, 87. Asmaran. Pengantar Studi Tasawuf, 116Ae18. Zamzam Nurhuda : Medan Makna Jihad dalam Perspektif Bahasa . AyDan Bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu. Maka Sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiriAy Keempat. Tawakkal. Tawakkal merupakan teguhnya hati kepada Allah Swt. dalam keadaan apapun, tawakal bukan lah dalam arti satu keadaan dari keyakinan manusia terhadap usaha tertentu dan beralih terhadap usaha yang 42 Abu Ali Daqaq dalam Asmaran mengatakan bahwa tawakal itu terdiri dari tiga hal tingkatan: pertama, tawakal dalam arti hati merasa tentram dengan apa yang dijanjikan Allah. Kedua, taslim yaitu merasa cukup menyerahkan urusan kepada Allah. Ketiga, tafwit, yaitu orang yang telah ridha menerima ketentuan dan takdir Allah. 43 Tentang tawakal. Allah Swt. Berfirman dalam QS. al-Maidah: 23. ca ACa aEA AA Ca aN oIA ca AEEa aNa Oa O aI OaIAa a EA a a aCaOIA aA a aO aII a a aN E a I aN a a aEaOIA caAEa aN I a IA ca AOA aA I oNA a A I aN I aO aA a eAOA a aAEEA a aO aN e aa n acA a AA Aa aE aE EAa O a Ea aO aIA AyAllah ridha terhadapNya 45. Itulah keberuntungan yang paling besarAy. Menurut Zu al-Nun al-Misri dalam 46, tanda-tanda orang yang ridha itu ada tiga: pertama, meninggalkan usaha sebelum terjadinya ketentuan. Kedua, hilangnya rasa resah karena terjadi ketentuan, dan ketiga, cinta yang mendalam di kala menghadapi cobaan. Keenam. Mahabbah. Menurut al-Sarraj, mahabbah mempunyai tiga tingkatan: pertama, cinta orang banyak, yakni mereka yang selalu mengingat Tuhan dengan zikir. Kedua, cinta para mutahaqqiqin, yaitu mereka yang sudah kenal pada Tuhan. Ketiga. Cinta para shadiqin dan Aoarifin, yaitu mereka yang kenal betul terhadap Tuhan. 47 Tentang Mahabbah. Allah Swt. Berfirman dalam QS. al-Maidah: 54. ca ACa aE a a aE aI aIIa EacaOIa OaOIa a Ia aIA aAEEA aA Aauaa a aE a aIONA a eAEa O aN aI aEaOA a aAEa O aN aI EA o A aEA ca AEaOA a auaIac aE IA AEEa Aa a aO acEEa eOe uaI aEIaIA a AaOIa aOA aAI aOIa aN acI aIIaOIA a AOeaaOac aN EacaOIa a aIIaOe aII Oa aac aII aE IA Audan Hanya kepada Allah hendaknya kamu aANuA ca AA Oa aOA e aAEEa aCa O nI Oa aac aN I aOOa aacOIA a a a A OA bertawakkal, jika kamu benar-benar orang aAEaO E aE aA aOIA a sAEaO E aI aIIaOIa a a acA a aEac sA yang beriman. Ay aAEEa aO aE OaOIa Ea O aIA ca A aO aEA a AOa a aNaOIa AaOA Kelima. Ridha. Sikap mental ea aAEa n oI a aE aE AA ca A aEA ca A e o a aOA a aAEEa Oa aO aN aII OA ridha merupakan kelanjutan dari rasa aAEEA cinta atau perpaduan dari mahabbah u A aEO UIA a A aO a UA dan sabar. Sabar dalam arti menerima dengan lapang dada dan hati terbuka apa saja yang menimpa dirinya dan tidak berburuk sangka kepada Allah. 44 Allah Swt. Berfirman dalam QS. Al-Maidah: AyHai orang-orang barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya. Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya. Ay AsaAod al-Sahmarani, at-Tasawwuf mansyAouhu wa Mustalahatuhu. Bairut: Dar an-NafaAoes. 2000, 129Ae30. Asmaran. Pengantar Studi Tasawuf, 122. Haris Lutfi. Asal Usul dan Arti Tasawuf. Maqamat dan Ahwal. , 2010, 12. AuMaksudnya: Allah meridhai segala perbuatan-perbuatan mereka, dan merekapun merasa puas terhadap nikmat yang Telah dicurahkan Allah kepada mereka. ,Ay t. Asmaran. Pengantar Studi Tasawuf, 127. Asmaran, 127. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 Ketujuh. MaAorifah. MaAorifat berarti pengetahuan, maksudnya pengetahuan tentang Tuhan dari dekat, sehingga hati sanubari dapat melihat Tuhan. MaAorifat merupakan sifat-sifat orang yang mengenal Allah dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya, kemudian membenarkan Allah dengan melaksanakan ajaran-Nya dalam perbuatan. 48 Kata MaAorifat dapat ditemukan dasarnya dalam al-QurAoan Surat al-AnAoam: 91. ca eAaO aI Caa aOA AEEa a acC Ca a aeN au CaEaOe aI e aIa aEA a aAEEA a a AEa O a na a cII aO n Ca E aI I aIa aE E aE A n a caAO aONa O aEcEIA aA O IA a AEacaO a e a a aN aIOA AO a aOIa aN aO a AaOIa aE a O nA a A a aEaOIa uNa Ca aA a AA e a A aEcI aI acI Ea I a Ea aI eOe aI a I aOA AE aa e a aE nI Ca aEA a AaOA n ca aA aN I Oa EaaOIA a AEEa a acI a aN I AaO aOA AyDan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya. Ay Dalam tasawuf. Zu al-Nun alMisri dipandang sebagai bapak MaAorifat. Menurutnya dalam49, ada tiga macam maAorifat, yaitu: . maAorifat orang awam, . maAorifat para mutakallimin dan filsof dan . maAorifat para auliya dan Muqarrabin. MaAorifat yang pertama ialah mengenai keesaan Tuhan dengan perantara ucapan syahadat, maAorifah yang kedua mengenal keesaan Tuhan dengan melalui logika dan penalaran, dan maAorifah yang ketiga adalah mengenal keesaan Tuhan dengan perantara hati sanubari atau kalbu. Ahwal akan mengalami ahwal, yaitu kondisi spiritual yang menyelimuti qalb, bersifat sementara dan tidak langgeng. Ahwal merupakan usaha seorang mujahid dalam mengingat Allah. Oleh karena itu, ahwal tidak dapat diraih melalui jalan ibadah, riyadah, ataupun mujahadah. Kehadiran ahwal semata-mata hanya untuk mendapatkan karunia Allah yang mencakup al-khauf . akut atau sega. Segan dalam arti suatu sikap batin dalam keadaan takut kepada Allah karena takut akan kekurangan dalam beribadah, sebagaimana FirmanNya dalam QS. Fatir: 28. A aO E a I a aIA a caO aIIa EIA a c eA aOE aacOA ca AA a E aOIaNua aE a aE aE auIac aI Oa aOA U AaI a aEA aAEEA U A aA ca AaI I aa a aN EaEa eaI a e au acIA AOA a aAEEA AOA U a AyDan demikian . di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya . an Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya, hanyalah ulama50. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha PengampuAy. al-Raja . berarti sikap yang penuh dengan keyakinan dalam meraih karunia, hidayah, dan inayah ilahi, sebagaimana FirmanNya dalam QS. al-Baqarah: 218. eAua acI EacaOIa a aIIaOe aOEacaOIa Na a aOe aO a aNaOA e ca o ca AA A aO aEA a AEEa a eO Eaa aE Oa aOIa a aIA aAEEA a aOA ca AaOA a aAEEA AOIA AO ac aA a Sebagian konsekuensi dalam perolehan maqamat yang bersifat kontinyu dan dilakukan dengan istiqamah, maka pada tahap selanjutnya AySesungguhnya orang-orang yang beriman, seorang yang berjihad di jalan ini orang-orang yang berhijrah dan berjihad Sudirman Tebba. Kecerdasan Sufistik Jembatan Menuju MaAorifat (Jakarta: Prenada Media, 2. , 82Ae83. Asmaran. Pengantar Studi Tasawuf, 134. di jalan Allah, mereka itu mengharapkan AuYang dimaksud dengan ulama dalam ayat Ini ialah orang-orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah. ,Ay t. Zamzam Nurhuda : Medan Makna Jihad dalam Perspektif Bahasa . Jihad dan Akidah (Keyakinan Tauhid dan Menjauh dari Perbuatan al-Uns . , yaitu merasa Syiri. harmonis dan tentramnya seorang Allah swt. Berfirman dalam QS. hamba tentang rububiyyah Allah, al-baqarah: 154. sehingga di dalam jiwanya hanya ada o ca AaO aEA a AaO aE aCaOEaOe aE aII Oa C a aE AaOA Allah dan tidak ada selainnya yang aAEEa aI aOA dapat memalingkannya kepada Allah, u aA aO Ea aEI acE a a aOIA e Aa E a OaA sebagaimana Firman Allah dalam QS. AuDan janganlah kamu mengatakan Al-RaAodu: 39. rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ay terhadap orang-orang yang gugur di jalan . ahwa mereka it. ca eA Oa I aOAAllah. A e a aOOa a na aO aIa eNua a acIA a aAEEa aI OA . mereka itu hidup, tetapi kamu AA a a A E aE Atidak menyadarinya. AyAllah menghapuskan apa yang dia kehendaki dan menetapkan . pa yang dia kehendak. , dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuz. Selanjutnya al-yaqin . , kata ini merupakan puncaknya iman kepada Allah, karena iman tidak akan terpatri dalam hati sanubari tanpa adaya keyakinan. Sebagaimana dalam FirmanNya dalam QS. al-Takasur: 5. u AOIA a AaE acE Ea O a Ea aIOIa a E aI EOa aCA AyJanganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakinAy. Tabel 6 Hubungan Sintagmatik Jihad dalam Konteks Tasawuf Ayat di atas menjelaskan bahwa istisyhad berhubungan dengan kemuliaan atau puncak kemuliaan seorang mukmin. Dikatakan sebagai puncak kemuliaan karena syahid merupakan jalan pintas seorang mukmin untuk langsung menuju nikmat yang utama dan abadi, yaitu mendapatkan surgaNya di akhirat kelak. 52 Makna tersebut juga berhubungan dengan kata rabbani yang berarti menyerahkan seluruh hidup dan milik dalam kehiupan kepada Allah Swt. Akhir dari aplikais istisyhad dan rabbani adalah tingkat keimanan seorang hamba. Iman berati pembenaran dalam hati dan diucapkan dengan lisan dan diaplikaiskan dengan Iman berdampak pada amalan seorang hamba. Iman semakin akan bertambah dengan banyaknya amal saleh dan Iman akan semakin berkurang dengan banyak amal salah. Sebagaimana dalam QS. al-Anfal: 2. ca AauIac aI E aI aIIaOIa EacaOIa aua a aE aA AEEa aO aEa A AEa O aN I a OaaNua a a aN IA a ACaEaOa aN I aO aua a aEOa A Nurhuda. Transformasi Ideologi dan Bahasa: Studi Kompetensi dan Performansi Sayyid Qutb, 359. Siroj. Tasawuf Sebagai Kritik Sosial: Mengedepankan Islam Sebagai Inspirasi Bukan Aspiras. , 93. Tsuroya Kiswati. Kiswati. Tsuroya. Aljuwaini: Peletak Dasar Teologi Rasional dalam Islam. Jakarta: Erlangga. (Jakarta: Erlangga, 2. , 187. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 aAEa O a ac aN I Oa a aO acEEaOIA a AauO aI I aOA zuhd, rida, mahabbah, maAorifah, khauf, rajaAo, uns, syauq, dan yaqin. Keempat. Sesungguhnya orang-orang yang beriman54 kata jihad bermakna menjauh dari ialah mereka yang bila disebut nama Allah55 perbuatan syirik ketika satu kolokasi gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah dengan akidah, seperti kata syahadah, iman mereka . , dan Hanya rabbani, istisyhad, dan iman. kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. Tabel 7 Hubungan Sintagmatik Jihad dalam Konteks Akidah Komponen Kolokasi Syahadah Rabbani Istisyhad Iman Akidah Akidah Akidah Akidah Medan Makna Jihad Kesimpulan Kata jihad muncul dalam ragam yang memiliki banyak makna. Dalam konteks medan makna, kata jihad bisa konteks kehidupan, khususnya konteks bidang ilmu bahasa Arab dan Islam. Penelitan ini merupakan penelitian yang mencari makna tersebut. Hasil dalam penelitian ini antara lain: Pertama, kata jihad bermakna jihad kepada diri sendiri ketika satu kolokasi dengan kata ibadah mahdah seperti kata shalah, siyam, zakah, hajj, taqwa, tadarrus dan Kedua, kata jihad berarti opensif dan defensif ketika satu kolokasi dengan kata daAowah, seperti kata lisan, hal, maAorakah, qital, harb, harakah, difaAoiyah, indifaAo, saif, madani. Ketiga, kata jihad bermakna sederhana dalam kehidupan dunia dan modernitasnya ketika satu kolokasi dengan kata tasawwuf, seperti kata tariqat, batini. Daftar Pustaka :