PENGGUNAAN METODE ROLE PLAYING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA ARAB DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM TERPADU (SMP IT) AL-FALAAH SIMO Oleh: Sudarmadi Putra Eka Budi Sulistyawati Abstrak Penelitian ini mengungkap salah satu metode role playing yang dilakukan oleh Guru Bahasa Arab yang masih belum baik. Mengingat metode merupakan bagian dari proses pembelajaran. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penggunaan metode role playing dalam meningkatkan kemapuan berbicara bahasa arab di SMPIT Al-Falaah Simo, dan apa faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan metode role playing di SMPIT Al Falaah Simo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan metode role playing serta faktor pendukung dan penghambat dalam penggunaan metode role playing dalam meningkatkan kemapuan berbicara bahasa arab di SMP IT Al Falaah Simo. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan deskriftif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru Bahasa Arab dan peserta didik kelas IX b. Adapun pengumpulan datanya adalah wawancara, observasi dan telaAoah Analisis datanya menggunakan deskriftif kualitatif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Penggunaan metode role playing pada bahasa arab di SMPIT Al Falaah Simo, guru sudah sebagian memakai langkah-langkah metode role playing dengan baik, diantaranya guru sudah melakukan persiapan berupa pemanasan dan intruksi yang berupa arahan terhadap peserta didik, akan tetapi disini guru belum bisa melakukan tindakan dramatik yang berupa klarifikasi berkaitan dengan sistim evalusi dan penilaian, dikarenakan waktu pembelajaran yang terbatas, sehingga hal ini dapat mengakibatkan metode role playing berjalan kurang efektif. Kata Kunci: Metode Role Playing. Guru. Bahasa Arab. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan sebuah proses yang membantu menumbuhkan, mengembangkan dan mendewasakan peserta didik. Namun, pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai transfer pengetahuan, melainkan pendidikan sebagai proses pengembangan berbagai macam potensi yang ada dalam diri manusia. Kemampuan itu seperti kemampuan akademis, relasional, bakat-bakat, talenta, kemampuan fisik, dan dayadaya seni. 1 Bahasa merupakan alat komunikasi Muhammad Fadlillah & Lilif Mualifatu Khorida. Pendidi- yang penting dalam kehidupan manusia secara kronologis fungsi bahasa untuk menyatakan ekspresi diri, alat komunikasi. 2 Sebagaimana Brown mengungkapkan bahwa bahasa juga dipergunakan sebagai alat komunikasi atau sarana pergaulan sesama manusia. 3 Tetapi juga menjadi bahasa ilmu pengetahuan dan bahasa pergaulan kan Karakter Anak Usia Din: Konsep & Aplikasinya Dalam PAUD, (Jogjakarta: ISBN, 2. , h. Tarigan. DJ Dan Tarigan. HG. Teknik Pengajaran Ketrampilan Berbahasa. (Bandung. Angkasa, 1. Muhammad Fadlillah & Lilif Mualifatu Khorida. Pendidikan Karakter Anak Usia Din: Konsep & Aplikasinya Dalam PAUD, (Jogjakarta: ISBN, 2. , h. Bagaimana pengaruh metode role playing dalam meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa arab memiliki kaitan yang sangat bahasa arab di Sekolah Mene-ngah Pertama erat dengan agama Islam, karena semua ajaran Islam Terpadu Al Falaah Simo? Islam terhimpun dalam Al-QurAoan dan dilengkapi dengan penjelasan Al-Hadits. Tujuan pem- B. PENGERTIAN METODE PEMBELAJARbelajaran bahasa arab secara umum adalah agar AN ROLE PLAYING siswa mampu menguasai empat keterampilan . bahasa, yaitu keterampilan menyimak. Metode . , secara harfiah berasal keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dari dua perkataan, yaitu meta dan hodos, meta dan keterampilan menulis. Pembelajaran kete- berarti melalui dan hodos berarti jalan atau cara. rampilan berbicara perlu mendapatkan perha- Metode kemudian diartikan sebagai cara atau tian, karena keterampilan berbicara tidak bisa jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu diperoleh secara otomatis, melainkan harus be- tujuan. Metode juga diartikan sebagai cara melajar dan berlatih. Untuk melatih keterampilan lakukan pekerjaan dengan menggunakan fakta berbicara siswa perlu adanya metode yang se- dan konsep-konsep secara sistematis. 6 Istilah metode pembelajaran menunjuk pada pengertian cara, jalan, atau kegiatan yang digunakan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu dalam proses belajar-mengajar. 7 Metode pemAl Falaah Simo didirikan pada bulan Juli 2013 belajaran juga dapat dianggap sebagai sesuatu oleh yayasan Al Falaah Simo, yaitu lembaga prosedur atau proses yang teratur. yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Dalam observasi dan hasil wawanMetode Role Playing adalah suatu cara cara dengan guru bahasa arab yaitu ustadzah penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui Azka Asy Syahidah, peneliti mendapatkan data pengembangan imajinasi dan penghayatan bahwa pembelajaran bahasa arab di Sekolah Me- siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan nengah Pertama Islam Terpadu Al-Falaah Simo dilakukan siswa dengan memerankannya secara keseluruhan masih pada sekedar penge- sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan nalan kosa kata dan percakapan singkat melalui ini umumnya dilakukan lebih dari satu orang, metode mubasyaroh . , menghafal kosa itu bergantung kepada apa yang di perankan. kata dengan metode bernyanyi, melalui media Nama lain dari pembelajaran role playing ini gambar, dan mengungkapkan percakapan mela- adalah Sosiodrama, dalam bahasa arab metode lui metode role playing dasar. role playing juga disebut dengan AOC EOA. Menurut Gillian Porter Ladousse role playing Berdasarkan uraian di atas maka timbulah berasal dari kata AuroleAy yang artinya ambil bagian kegelisahan peneliti berdua, untuk mengungkap dalam sebuah kegiatan khusus dan AuplayingAy lebih jauh dan mendalam tentang metode role yang artinya peranan itu diambil/dipakai playing yang sudah diterapkan di SMPIT Al Fa- dalam sebuah lingkungan dimana siswa dapat laah Simo ini. Masalah penelitian ini dapat diru- mengembangkan sepenuhnya daya cipta dan muskan sebagai berikut : 10 Sedangkan role playing (Sosiodram. Bagaimana strategi pembelajaran metode role menurut syaiful sagala berasal dari kata Sosio playing dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Al-Falaah Simo? Abdul Munip. AuProblematika Bahasa Arab ke Bahasa IndonesiaAy dalam Al-Arabiyah (Jurnal Pendidikan Bahasa Arab. Januari 2. , h. Wawancara dengan ustadzah Adzka Asy Syahidah . Guru Bahasa Arab Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Al Falaah Simo, jl. Tambak Segaran. Simo. Boyolali, di kantor, senin, 25 mei 2015, pukul 11. Muhammad Fadlillah & Lilif Mualifatu Khorida. Pendidikan Karakter Anak Usia Dini. Konsep & Aplikasinya Dalam PAUD, (Jogjakarta: ISBN, 2. , h. 7 Jasa Ungguh Muliawan. Manajemen Play Group Dan Taman Kanak-Kanak, (Yogyakarta: Diva Press, 2. , h. 8 Suyono dan Hariyanto, belajar dan pembelajaran . eori dan konsep dasar, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , h. 9 Miftahul AAola. Quantum Teaching, (Yogjakarta: Diva Press, 2. , h. 10 Mail Gostik . edia on line dan education cante. Role Playing Dalam Bahasa Indonesia, . ttp://mail-chaozkhakycostikcomunity. , akses pada bulan November 2015, pukul 13. prinsip-prinsip yang mendasari perilaku ketdan drama. AuSosioAy berarti sosial menunjuk pada erampilan yang telah didramatisasikan. objeknya yaitu masyarakat yang menunjukan pada kegiatanAekegiatan sosial, dan AudramaAy berarti mempertunjukan, mempertontonkan d. Belajar melalui pengkajian, penilaian dan Para peserta dapat memperbaiatau memperlihatkan. ki keterampilan-keterampilan mereka denTeknik pengajaran berbahasa dalam megan mengulanginya dalam penampilan beritode bermain peran sangat baik untuk mendikutnya. dik siswa dalam menggunakan ragam-ragam Dari uraian di atas dapat disimpulkan Cara berbicara orang tua tentu berbeda dengan cara berbicara anak-anak. Cara berbica- bahwa tujuan metode Role Playing . ermain pera penjual berbeda pula dengan cara berbicara ra. adalah suatu pembelajaran yang bertujuan Fungsi dan peranan seseorang menun- untuk memerankan materi ajar yang diharapkan tut cara berbicara dan berbahasa tertentu pula. nantinya peserta didik dapat menerima dan Dalam bermain peran, siswa bertindak, berlaku, menyerap materi yang diberikan oleh guru. dan berbahasa sesuai dengan peranan orang yang diperankannya. Misalnya sebagai guru, 2. Manfaat Metode Role Playing orang tua, polisi, hakim, dan sebagainya. Setiap Semua anak sangat suka Role playing katokoh yang di perankan menuntut karakteristik untuk mengekspresikan imajinasi mereka tertentu pula. berdasarkan pengalaman yang mereka saksiC. TUJUAN DAN MANFAAT METODE ROLE kan. Bermain peran seperti perang-perangan, rumah-rumahan, dokter-dokteran, dan sebagaiPLAYING (BERMAIN PERAN) nya dapat memberikan sejumlah manfat bagi perkembangan anak. Diantara manfaat-manfaat Tujuan Metode Role Playing tersebut adalah : Tujuan dari metode pembelajaran bermain peran ini disesuaikan dengan jenis belajar, dian- a. Mengembangkan Kreativitas. Melalui bermain peran, anak-anak mengembangkan taranya sebagai berikut:13 kreativitas membuat skenario cerita dan Belajar dengan berbuat. Para siswa melakukan memerankan tokoh secara spontan. Anakperanan tertentu sesuai dengan kenyataan anak juga akan menggunakan kreativitas yang sesungguhnya. Tujuannya adalah untuk masing-masing dalam membuat dan mengmengembangkan keterampilan-keterampilan gunakan alat bantu seperti membuat pedang interaktif atau keterampilan-keterampilan dari kertas atau menggunakan baskom sebareaktif. gai gendang. Belajar melalui peniruan . Para siswa b. Mengembangkan Imajinasi. Berimajinasi pengamat drama menyamakan diri dengan adalah aktivitas yang positif bagi perkempelaku . dan tingkah laku mereka. bangan anak. Anak-anak sangat mudah membayangkan jadi seorang dokter, guru. Belajar melalui pengamatan. Para pengamat sopir, dsb sehingga mereka sangat menikmamengomentari . prilaku para ti dan tidak cepat bosan dengan peran nyang pemain atau pemegang peran yang telah ditadilakukannya. Tujuannya adalah untuk mengembangkan prosedur-prosedur kognitif dan c. Meningkatkan Keterampilan Bersosialisasi. 11 Syaiful Sagala. Konsep dan Makna Pembelajaran, (BanJika bermain peran dilakukan secara kolektif dung: Alfabeta, 2. , h. yang terdiri dari beberapa orang anak, hal ini 12 Djago Tarigan. Teknik Pengajaran Keterampilan Berdapat meningkatkan keterampilan bersosiabahasa, (Bandung: Angkasa, 1. , h. 13 Oemar Hamalik. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, (Bandung: Bumi Aksara, 2. , h. 14 Syaiful Sagala. Konsep dan Makna Pembelajaran, (Ban- dung: Alfabeta, 2. , h. Anak-anak yang biasa bermain dalam kelemahan dan kelebihan dari metode pembekelompok cenderung lebih mudah bersosiali- lajaran role playing ini diantaranya adalah : sasi di lingkungan yang baru. Kelebihan Metode Pembelajaran Role Playd. Meningkatkan Percaya Diri. Bermain peran dapat meningkatkan rasa percaya diri. Anaka. Melibatkan seluruh siswa berpartisipasi, anak suka menunjukkan perannya kepada temempunyai kesempatan untuk memajuman sebaya dan orang tua. Anak-anak juga kan kemampuannya dalam bekerja sama. cenderung menggunakan imajinasi masing dalam berekspresi tanpa ada yang mengatur. Siswa juga dapat belajar menggunakan bahasa dengan baik dan benar. Meningkatkan Keterampilan Berbahasa. Bermain peran dapat meningkatkan keterampilan berbahasa karena anak akan menggunakan bahasa yang formal sebagaimana yang ia lihat dan dengar dari karakter yang Membangkitkan Semangat Bekerjasama dan Saling Menghargai. Bermain peran biasanya dilakukan secara kolektif berdasarkan kesepakatan bersama. Hal ini dapat meningkatkan semangat bekerjasama dan saling Meningkatkan Keterampilan Motorik. Bermain peran dapat meningkatkan keterampilan motorik kasar . isalnya berjalan, mengangkat, menarik ds. dan meningkatkan keterampilan motorik halus . isalnya memutar tombol, menulis, menggunting, dan Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. Guru dapat mengevaluasi pengalaman siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan. Dapat berkesan dengan kuat dan tahan lama dalam ingatan siswa. Sangat menarik bagi siswa, sehingga memungkinkan kelas menjadi dinamis dan penuh antusias. Membangkitkan gairah dan semangat optimisme dalam diri siswa serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kesetiakawanan sosial yang tinggi. Dapat menghayati peristiwa yang berlangsung dengan mudah, dan dapat memetik butir-butir hikmah yang terkandung di dalamnya dengan penghayatan siswa sendiri. Melatih Kemandirian. Bermain peran dapat melatih kemandirian karena anak-anak tidak perlu ditemani orangtua. Saat bermain peran, anak-anak seringkali berusaha belajar melakukan hal-hal yang dilakukan orang dewa- 2. Kelemahan Metode Pembelajaran Role Playing sa misalnya menyapu lantai, menuang minuman, memberi nasehat, dan sebagainya. Metode bermain peranan memerlukan waktu yang relatif panjang/banyak. Kelebihan dan Kekurangan Metode Role Playing Memerlukan kreativitas dan daya kreasi yang tinggi dari pihak guru maupun muSetiap metode pembelajaran tidak ada yang Dan ini tidak semua guru memilikinsempurna, karena masing-masing memiliki keya. lemahan dan kelebihannya tersendiri. Oleh karena itu peran pendidik penting dalam menyesuai3. Kebanyakan siswa yang ditunjuk sebagai kan metode mana yang sesuai untuk di terapkan pemeran merasa malu untuk memerandalam menyampaikan materi tertentu. Adapun kan suatu adegan tertentu. 15 Mel Silberman. Active Learning: 101 Strategi Pembelajaran Aktif , (Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2. , 16 Miftahul AAola. Quantum Teaching, (Yogjakarta: Diva Press, 2. , h. Apabila pelaksanaan sosiodrama dan bermain pemeran mengalami kegagalan, bukan saja dapat memberi kesan kurang baik, tetapi sekaligus berarti tujuan pengajaran tidak tercapai. Informasikan kepada kelas bahwa guru akan memainkan peran utama dalam bermain peran ini. Pekerjaan siswa adalah membantu guru berhubungan dengan situasi. Tidak semua materi pelajaran dapat disajikan melalui metode ini. Mintalah relevan siswa untuk bermain peran menjadi orang lain dalam situasi Guru memberi siswa itu catatan pembukaan untuk dibaca guna membantunya atau membawa masuk pada peran. Mulailah bermain peran, tetapi berhentilah pada interval yang sering dan mintalah kelas untuk memberi feedback dan arah seperti kemajuan skenario. Jangan ragu menyuruh siswa untuk memberikan garis khusus bagi guru untuk digunakan. Sebagian besar anak yang tidak ikut drama mereka menjadi kurang aktif. Memerlukan tempat yang cukup luas, jika tempat bermain sempit menyebabkan gerak para pemain kurang bebas. Kelas lain sering terganggu oleh suara pemain dan penonton yang kadang-kadang bertepuk tangan. Menurut Syaiful Sagala ada beberapa cara untuk mengatasi kelemahanAekelemahan pada metode pembelajaran sosio drama atau role playing ini di antaranya:17 Teruskan bermain peran sampai siswa secara meningkat melatih guru dalam bagaimana menangani situasi. Hal ini memberikan siswa latihan keterampilan ketika guru melakukan peran yang sebenarnya untuk mereka. Guru harus menerangkan kepada siswa. Dalam menyiapkan suatu situasi Role untuk dapat memecahkan masalah hubuPlaying di dalam kelas, guru mengikuti langngan sosial yang aktual ada di masyarakat. kah-langkah sebagai berikut: Guru harus dapat memilih masalah yang urgent sehingga menarik minat anak. Ia 1. Persiapan dan Instruksi dapat menjelaskan dengan baik dan mea. Guru memiliki situasi bermain peran. Sitnarik, sehingga menarik minat anak. uasi-situasi masalah yang dipilih harus menjadi AusosiodramaAy yang menitik be3. Agar siswa memahami peristiwanya maka ratkan pada jenis peran, masalah dan sitguru harus bisa menceritakan sambil uasi familier, serta pentingnya bagi siswa. mengatur adegan pertama Keseluruhan situasi harus dijelaskan, yang Bobot atau luasnya bahan pelajaran yang meliputi deskripsi tentang keadaan peristiakan di dramakan harus sesuai dengan wa, individu-individu yang dilibatkan, dan waktu yang tersedia. posisi-posisi dasar yang diambil oleh pelaku khusus. Langkah-langkah Metode Role Playing (Bermain Pera. Sebelum pelaksanaan bermain peran, siswa harus mengikuti latihan pemanasan, latiProsedur teknis dari Role Playing adalah sehan-latihan ini diikuti oleh semua siswa, bagai berikut: baik sebagai partisipasi aktif maupun sebagai para pengamat aktif. Latihan-latihan Buatlah satu permainan peran dimana ini dirancang untuk menyiapkan siswa, guru akan mendemonstraikan perilaku membantu mereka mengembangkan imayang diinginkan. 17 Syaiful Sagala. Konsep dan Makna Pembelajaran, (Ban- dung: Alfabeta, 2. , h. 18 Mel Silberman. Active Learning: 101 Strategi Pembelajaran Aktif , (Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2. , h. jinasinya dan untuk membentuk kekompakan kelompok dan interaksi. Misalnya latihan pantomim. evaluative dari siswa, catatan-catatan yang dibuat oleh guru selama berlangsungnya bermain peran Guru memberikan intruksi khusus kepada peserta bermain peran setelah memberikan penjelasan pendahuluan kepada keseluruhan kelas Penjelasan tersebut meliputi latar belakang dan karakter-karakter dasar melalui tulisan atau penjelasan Guru membuat bermain peran yang telah dilaksanakan dan telah dinilai tersebut dalam sebuah junal sekolah . alau ad. , atau pada buku catatan guru. Hal ini penting untuk pelaksanaan bermain peran atau untuk berkaitan bermain peran selanjutnya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa guru harus mempertimbangkan hal-hal tersebut dalam melaksanakan metode pembea. Para aktor terus melakukan perannya lajaran Role Playing agar dapat mencapai tujuan sepanjang situasi bermain peran, sedang- pembelajaran yang diharapkan terkhusus dalam kan para audience berpartisipasi dalam pe- meningkatkan kemampuan berbicara bahasa nugasan awal kepada pemeran. Tindakan Dramatik dan Diskusi Bermain peran khusus berhenti pada ti- D. PENGARUH METODE ROLE PLAYING tik-titik penting atau apabila terdapat tingDALAM MENINGKATKAN KEMAMkah laku tertentu yang menuntut dihentiPUAN BERBICARA BAHASA ARAB DI kannya permainan tersebut. SMPIT AL-FALAH SIMO Keseluruhan kelas selanjutnya berpartisipasi dalam diskusi yang terpusat pada situasi bermain peran. Masing-masing kelompok audience diberi kesempatan untuk menyampaikan hasil observasi dan reaksi-reaksinya. Para pemeran juga dilibatkan dalam diskusi tersebut. Evaluasi Bermain Peran Peran penting metode mengajar dalam mencapai tujuan pembelajaran adalah sangat Keberhasilan sebuah mata pelajaran, terutama keberhasilan penguasaan materi pelajaran oleh siswa akan sangat ditentukan oleh seberapa baik seorang guru menerapkan metode mengajarnya di kelas maupun di luar kelas. Metode bermain peran sebagai salah satu metode pembelajaran yang dipilih dalam proses belajar mengajar di kelas diyakini akan mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa terkhusus pada materi bahasa arab. Sebab biasanya siswa sangat antusias atau memperhatikan sekali terhadap pelajaran manakala pelajaran tersebut memang menyangkut kehidupan dia sehari-hari di lingkungan sekolah. sementara metode bermain peran sangat difokuskan pada kenyataan-kenyataan yang terjadi di lingkungan sekolah. Siswa memberikan keterangan, baik secara tertulis maupun dalam kegiatan diskusi tentang keberhasilan dan hasil-hasil yang dicapai dalam bermain peran. Siswa diperkenankan memberikan komentar evaluative tentang bermain peran yang telah dilaksanakan, misalnya tentang makna bermain peran bagi mereka, caracara yang telah dilakukan selama bermain peran, dan cara-cara meningkatkan efektivitas bermain peran selanjutnya serta cara mereka dalam meningkatkan kemampuan Salah satu kelebihan atau keunggulan meberbicara bahasa arab. tode bermain peran yaitu mampu menarik perhatian anak, sehingga suasana kelas semab. Guru menilai efektivitas dan keberhasilan kin hidup. 21 Dengan demikian secara garis bebermain peran. Dalam melakukan evalua20 Oemar Hamalik. Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: PT si ini, guru dapat menggunakan komentar Bumi Aksara, 2. , h. 19 Oemar Hamalik. Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: PT 21 Zuhairini, dkk. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 2. , h. Rineka Cipta. sar dapat dikatakan bahwa metode bermain peran mampu menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan berbicara bahasa arab bagi siswa dalam mengikuti suatu proses pembelajaran. Disini nampak adanya pengaruh kuat metode bermain peran terhadap kemampuan siswa dalam berbicara bahasa arab. Secara teoritik, penerapan metode bermain peran membutuhkan keterlibatan sebagian atau semua siswa dalam memerankan suatu tokoh atau benda. Kondisi ini menuntut siswa untuk tidak diam, ia akan aktif, tidak statis, tetapi dinamis. kelas IX b, yaitu dengan jumlah peserta didik 13. Adapun langkah-langkah yang penulis berikan kepada peserta didik adalah memberikan naskah bahasa arab yang bertema membuat taman sekolah yang indah, kemudian guru memberikan arahan kepada peserta didik tentang masing-masing peran yang harus dimainkan. Selama pembelajaran guru mengamati, menganalisa dan menilai pemahaman siswa dalam memerankan peran yang dimainkannya sekaligus guru menganalisa dan mengamati kelebihan dan kekurangan metode tersebut. Hal ini peneliti berdua lakukan berdasarkan langkah-langkah metode Pada uraian diatas dapat disimpulkan role playing. bahwa pengaruh dalam mencapai tujuan pembelajaran metode role playing sangatlah penting, 1. Persiapan dan instruksi karena metode pembelajaran ini mampu mena. Guru memiliki situasi bermain peran, situgembangkan imajinasi dan penghayatan peserta asi-situasi masalah yang dipilih harus mendidik dalam memerankan tokoh, serta metode jadi AusosiodramaAy yang menitik beratkan ini mampu meningkatkan kemampuan peserta pada jenis peran, masalah dan situasi famididik dalam berbicara, yaitu berbicara Bahasa lier, serta pentingnya bagi siswa. KeseluruArab. han situasi harus dijelaskan, yang meliputi Sebuah proses pembelajaran kurang efektif deskripsi tentang keadaan peristiwa, indidan terlihat membosankan jika seorang pendividu-individu yang dilibatkan, dan posidik tidak mempunyai perencanaan yang matang si-posisi dasar yang diambil oleh pelaku dalam mempersiapkan proses pembelajaran yang harus dilakukan adalah menciptakan meb. Sebelum pelaksanaan bermain peran, siswa tode-metode yang bervariasi, sehingga dihaharus mengikuti latihan pemanasan, latirapkan peserta didik tidak merasa jenuh dengan han-latihan ini diikuti oleh semua siswa, metode pembelajaran yang hanya mengedebaik sebagai partisipasi aktif maupun sepankan ranah kognitif, peserta didik membutubagai para pengamat aktif. Latihan-latihan hkan metode yang mampu mengasah kemamini dirancang untuk menyiapkan siswa, puan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Oleh membantu mereka mengembangkan imakarenanya, penulis memilih metode role playing jinasinya dan untuk membentuk kekomsebagai study penelitian. pakan kelompok dan interaksi. Misalnya latihan pantomim. Metode role playing yang peneliti berdua Guru memberikan intruksi khusus kepada lakukan di SMP IT Al Falaah Simo23 adalah di peserta bermain peran setelah memberikan penjelasan pendahuluan kepada kes22 Wawancara dengan ustadzah Azka Asy Syahidah . Guru eluruhan kelas. Penjelasan tersebut meliBahasa Arab Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Al Falaah Simo, jl. Tambak Segaran. Simo. Boyolali, di kantor, puti latar belakang dan karakter-karakter Sabtu, 08 Oktober 2016, pukul 09. dasar melalui tulisan atau penjelasan lisan. 23 SMP IT Al Falaah Simo terletak di jl. Tambaksegaran. Ke- camatan Simo. Kelurahan Simo. Kabupaten Boyolali. Jawa Tengah 57377. Sekolah Menengah Pertama merupakan sa- 2. Tindakan Dramatik dan Diskusi lah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelena. Para aktor terus melakukan perannya ggarakan program pendidikan bagi anak usia 13-15 tahun. SMP IT Al Falaah Simo didirikan pada bulan juli 2013 oleh sepanjang situasi bermain peran, sedangyayasan Al Falaah Simo, yaitu lembaga yang bergerak di kan para audience berpartisipasi dalam pebidang pendidikan, dakwah, dan sosial. Wawancara dengan nugasan awal kepada pemeran. ustad Slamet Riyadi. Kesiswaan SMPIT Al Falaah Simo, jl. Tambaksegaran. Simo. Boyolali, di kantor. Selasa, 25 Okto- 24 Oemar Hamalik. Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: PT ber 2016, pukul 15. Bumi Aksara, 2. , h. Bermain peran khusus berhenti pada titik-titik penting atau apabila terdapat tingkah laku tertentu yang menuntut dihentikannya permainan tersebut. Keseluruhan kelas selanjutnya berpartisipasi dalam diskusi yang terpusat pada situasi bermain peran. Masing-masing kelompok audience diberi kesempatan untuk menyampaikan hasil observasi dan reaksi-reaksinya. Para pemeran juga dilibatkan dalam diskusi tersebut. Evaluasi Bermain Peran Siswa memberikan keterangan, baik secara tertulis maupun dalam kegiatan diskusi tentang keberhasilan dan hasil-hasil yang dicapai dalam bermain peran. Siswa diperkenankan memberikan komentar evaluative tentang bermain peran yang telah dilaksanakan, misalnya tentang makna bermain peran bagi mereka, caracara yang telah dilakukan selama bermain peran, dan cara-cara meningkatkan efektivitas bermain peran selanjutnya serta cara mereka dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa arab. Guru menilai efektivitas dan keberhasilan bermain peran. Dalam melakukan evaluasi ini, guru dapat menggunakan komentar evaluative dari siswa, catatan-catatan yang dibuat oleh guru selama berlangsungnya bermain peran. Guru membuat bermain peran yang telah dilaksanakan dan telah dinilai tersebut dalam sebuah jurnal sekolah . alau ad. , atau pada buku catatan guru. Hal ini penting untuk pelaksanaan bermain peran atau untuk berkaitan bermain peran selanjutnya. Di bawah ini akan kami sampaikan faktor-faktor pendukung dan penghambat proses pembelajaran dengan metode role playing. Adapun faktor pendukung metode role playing di SMP IT Al Falaah Simo adalah alat peraga yang berupa alat-alat kebersihan yang memadahi dan tempat bermain peran yang luas dan kondusif. Sedangkan faktor penghambat metode role playing diantaranya adalah waktu pembelajaran yang terbatas, kurangnya pemahaman sebagian siswa berkaitan dengan materi bahasa arab, ke8 sulitan siswa dalam melafadzkan dan menghafalkan teks drama, sehingga mempengaruhi metode role playing. Adapun hasil pencapaian tingkat pemahaman materi bahasa arab yang bertema kerja bakti dalam metode role playing sebagai berikut: Tabel i Hasil pencapaian tingkat pemahaman materi bahasa arab dengan metode role playing Kelas IX B (Putr. Yang sudah Yang belum Jumlah Untuk meminimalisi kelemahan pada metode role playing pada pembelajaran bahasa arab di SMPIT Al Falaah Simo maka hendaknya guru memperbanyak literatur metode-metode pembelajaran yang diharapkan agar pembelajaran bahasa arab tidak membosankan dan bisa bervariatif sehingga guru bisa mengatur waktu sebaik mungkin agar langkah-langkah metode role playing dapat berjalan dengan efektif dan metode role playing ini agar bisa menjadi andalan dalam pembelajaran bahasa arab. Dan bagi kepala sekolah hendaknya memberikan pelatihan bagi guru tentang metode-metode pembelajaran active learning. PENGGUNAAN METODE ROLE PLAYING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA ARAB DI SMPIT AL-FALAH SIMO Berpijak pada uraian diatas tentang pengaruh penggunaan metode role playing dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa arab di sekolah menengah pertama islam terpadu (SMP IT) Al Falaah Simo, maka berikut akan dilakukan analisis tentang metode role playing yang memfokuskan dalam hal langkah-langkah metode role playing yang ada di SMP IT Al Falaah Simo. Selain itu, juga akan dilakukan analisis mengenai factor pendukung dan penghambat dalam metode role playing di SMP IT Al Falaah Simo. Analisis ini didasarkan pada data-data yang telah diuraikan sebelumnya dengan menggunakan teori-teori yang telah dipaparkan sebelumnya juga. Langkah-langkah metode Role Playing Persiapan dan instruksi Pada langkah-langkah metode role playing ini perlunya suatu kegiatan yang akan dipersiapkan sebelum melakukan sebuah kegiatan agar kegiatan tersebut memuaskan serta memberikan arahan, perintah atau petunjuk dengan jelas supaya metode role playing ini mudah difahami dan dilakukan. Dalam langkah persiapan dan instruksi dapat dilakukan sebagai berikut: A Guru memiliki situasi bermain peran, situasi-situasi masalah yang dipilih harus menjadi AusosiodramaAy yang menitik beratkan pada jenis peran, masalah dan situasi familier, serta pentingnya bagi siswa. Keseluruhan situasi harus dijelaskan, yang meliputi deskripsi tentang keadaan peristiwa, individu-individu yang dilibatkan, dan posisi-posisi dasar yang diambil oleh pelaku khusus. Dalam hal ini guru sudah melakukan persiapan, berkaitan dengan tema yang diberikan kepada siswa-siswi SMP IT Al- Falaah Simo. latihan-latihan ini diikuti oleh semua siswa, baik sebagai partisipasi aktif maupun sebagai para pengamat aktif. Latihan-latihan ini dirancang untuk menyiapkan siswa, membantu mereka mengembangkan imajinasinya dan untuk membentuk kekompakan kelompok dan interaksi. Misalnya latihan pantomim. Berkaitan dengan pemanasan disini guru melatih siswa-siswi melakukan pemanasan hanya dengan pantomime dan belum menggunakan alat peraga. A Guru memberikan intruksi khusus kepada peserta bermain peran setelah memberikan penjelasan pendahuluan kepada keseluruhan kelas. Penjelasan tersebut meliputi latar belakang dan karakter-karakter dasar melalui tulisan atau penjelasan lisan. Intruksi yang guru lakukan berkaitan dengan metode role playing ini, guru sudah memberikan arahan berkaitan dengan tugas siswa masing-masing. Adapun langkah-langkah yang guru lakukan dalam metode ini adalah guru melakukan persiapan atau intruksi terhadap peserta didik berkaitan dengan peran yang dimainkan oleh masing-masing peserta didik. Dalam melakukan instruksi atau persiapan disini guru sudah melakukan dengan cukup baik. Guru memberi arahan berkaitan dengan tema yang akan Tindakan Dramatik dan Diskusi Tindakan dramatik dan diskusi dalam langkah metode role playing ini adalah sebuah interaksi komunikasi antara 2 orang atau lebih, komunikasi diantara mereka biasanya berupa ilmu atau pengetahuan dasar yang akhirnya akan memberikan rasa pemahaman yang baik dan benar. Pada tindakan dramatik dalam metode role playing ini adalah sebagai berikut: Gambar 1. Persiapan dan Intruksi Bermain Peran A Sebelum pelaksanaan bermain peran, siswa harus mengikuti latihan pemanasan. A Para aktor terus melakukan perannya sepanjang situasi bermain peran, sedangkan para audience berpartisipasi dalam penugasan awal kepada pemeran. Sepanjang situasi bermain peran disini penulis mengamati masing-masing peran aktor yang sesuai dengan perannya masing-masing. Adapun sebagian siswa juga melakukan pengamatan terhadap pamain yang A Bermain peran khusus berhenti pada titik-titik penting atau apabila terdapat tingkah laku tertentu yang menuntut dihentikannya permainan tersebut. Disini guru tidak melakukan langkah ini karena ketika siswa terjadi kesalahan teks dengan sendirinya siswa sudah langsung membenarkan kesalahan tersebut dan melanjutkan dialog berikutnya. A Keseluruhan kelas selanjutnya berpartisipasi dalam diskusi yang terpusat pada situasi bermain peran. Masing-masing kelompok audience diberi kesempatan untuk menyampaikan hasil observasi dan reaksi-reaksinya. Para pemeran juga dilibatkan dalam diskusi tersebut, akan tetapi disini guru tidak memiliki kesempatan untuk mengklarifikasi kesalahan masing-masing siswa dan siswa tidak memiliki kesempatan untuk menyampaikan hasil observasi dan reaksi-reaksi yang terjadi selama situasi bermain peran, hal ini disebabkan karena terbatasnya jam pelajaran. Seharusnya ketika siswa-siswi melakukan kesalahan guru harus langsung menegur dan memberi motivasi agar siswa tidak melakukan kesalahan, namun disini guru tidak melakukannya. Evaluasi Bermain Peran peran yang telah dilaksanakan, misalnya tentang makna bermain peran bagi mereka, cara-cara yang telah dilakukan selama bermain peran, dan cara-cara meningkatkan efektivitas bermain peran selanjutnya serta cara mereka dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa arab. Karena guru tidak memiliki kesempatan untuk mengklarifikasi sehingga sistem bermain peran pun kurang berjalan efektif karena siswa juga tidak diminta guru untuk memberikan laporan tertulis berkaitan dengan metode role playing. Yang dilakukan guru dalam hal ini tidak sesuai dengan kajian teoritik yang berkaitan dengan evaluasi bermain peran. A Guru menilai efektivitas dan keberhasilan bermain peran. Dalam melakukan evaluasi ini, guru dapat menggunakan komentar evaluative dari siswa, catatan-catatan yang dibuat oleh guru selama berlangsungnya bermain peran. Guru dalam melakukan evaluasi penilaian ini sudah mencatat beberapa kekurangan dan kelebihan siswa saat bermain peran, namun guru tidak mengklarifikasikannya kepada siswa. Dalam pembelajaran bermain peran disini guru dan siswa langsung menutup pelajaran tanpa adanya klarifikasi. A Guru membuat bermain peran yang telah dilaksanakan dan telah dinilai tersebut dalam sebuah jurnal sekolah . alau ad. , atau pada buku catatan guru. Hal ini penting untuk pelaksanaan bermain peran atau untuk berkaitan bermain peran selanjutnya. Dalam langkah terakhir ini guru memasukkan nilai siswa kedalam jurnal penilaian guru dan menjadikan nilai ini menjadi salah satu nilai mata pelajaran bahasa arab. Evalusi dalam metode role playing adalah proses untuk pengambilan nilai atau proses pengukuran akan efektivitas strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan. Dalam langkah evaluasi metode role playing yang dapat penulis paparkan adalah sebagai berikut: Faktor Pendukung dan Penghambat Metode Role Playing A Siswa memberikan keterangan, baik secara tertulis maupun dalam kegiatan diskusi tentang keberhasilan dan hasil-hasil yang diaplikasikan dalam bermain peran. Siswa diperkenankan memberikan komentar evaluative tentang bermain Dari uraian mengenai metode role playing yang dilakukan oleh guru bahasa arab di SMP IT Al Falaah Simo, dapat dilihat bahwa terdapat factor pendukung dan penghambat yang dialami guru dalam melaksanakan metode role playing. playing mengevaluasi jalannya metode role playing. Ada beberapa factor pendukung dalam metode role playing, diantaranya adalah sebagai berikut: Kurangnya pemahaman dan kesulitan sebagian siswa dalam memahami, melafadzkan serta menghafalkan teks drama. Berkaitan dengan hal ini disebabkan karena latar belakang sebagian siswa yang dulu basic sekolahnya dari umum dan belum pernah mendapatkan materi bahasa arab, sehingga ketika sebagian siswa kurang memahami maksud teks bahasa arab tersebut mengakibatkan ketidak lancaran siswa dalam bermain peran, sehingga hal ini akan berdampak pada metode role Faktor pendukung metode pelajaran bahasa arab. Alat peraga. Alat peraga yang digunakan untuk bermain peran adalah alat-alat peraga yang sesuai dengan tema Aumembuat taman sekolah yang indahAy, di antaranya: sapu, sabit, dan cangkul. Alat-alat ini tersedia dengan lengkap sehingga membantu guru untuk melakukan metode role playing ini dengan baik. Tempat bermain peran yang luas dan kondusif. Tempat bermain peran ini bertempat di depan kelas atau di taman sekolah yang cukup luas, bersih, nyaman serta tempat yang dipakai ini jauh dari ruangan kelas yang lainnya sehingga mempermudah berjalannya bermain peran. Faktor penghambat metode role playing pelajaran bahasa arab. Metode role playing yang dilakukan oleh guru bahasa arab di SMP IT Al Falaah Simo ternyata tidak semulus yang dibayangkan, banyak penghambat yang dihadapi, diantaranya adalah sebagai berikut: Melihat kenyataan yang ada selama peneliti melakukan penelitian di SMPIT Al Falaah Simo, seharusnya alokasi tiap mata pelajaran 40 menit dan mata pelajaran bahasa arab mendapatkan 4x pertemuan dalam seminggu, akan tetapi karena alasan pihak sekolah menginginkan mata pelajaran tahfidzul qurAoan lebih diunggulkan, maka mengakibatkan mata pelajaran yang lain dikurangi jam pelajarannya menjadi 35 menit dalam 1x pertemuan, sehingga mengakibatkan mata pelajaran bahasa arab khususnya dengan metode role playing tidak berjalan dengan efektif, dalam pembelajaran bahasa arab dengan metode role playing ini sangat kurang efektif apabila dilakukan oleh semua siswa, dikarenakan terbatasnya ataupun kurangnya waktu pembelajaran bahasa Arab pada setiap pekannya dan gurupun tidak memiliki kesempatan untuk mengklarifikasi serta mengevaluasi jalannya metode role playing. Oleh karena itu peneliti berharap agar sekolah berbenah diri untuk menyesuaikan tiap waktu pembelajaran dengan seefesien mungkin, dengan tujuan agar kedepan dapat menjadi sekolah yang berkualitas, memiliki karakter dan disegani masyarakat setempat. Waktu pembelajaran yang terbatas. SMP IT Al Falaah Simo memiliki jumlah jam pelajaran bahasa arab yang berdurasi 35 menit per jam pelajaran dengan alokasi waktu 2x pertemuan dalam seminggu, hal ini sangat mempengaruhi guru dalam menentukan metode pembelajaran, khususnya pada metode role playing. Karena metode role playing adalah salah satu metode yang membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga ketika guru hanya diberi waktu 35 menit saja, maka akan berdampak pada ketidak efektifan metode yang digunakan guru terutama metode role playing, hal ini berdampak pada tin- F. KESIMPULAN dakan dramatik pada metode role playing. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, pada tindakan ini guru tidak memiliki maka dapat disimpulkan sebagai berikut: kesempatan untuk mengklarifikasi serta Penggunaan metode role playing pada bahasa arab di SMP IT Al Falaah Simo, guru sudah sebagian memakai langkah-langkah metode role playing dengan baik, diantaranya guru sudah melakukan persiapan berupa pemanasan dan intruksi yang berupa arahan terhadap peserta didik, akan tetapi disini guru belum bisa melakukan tindakan dramatik yang berupa klarifikasi berkaitan dengan sistim evalusi dan penilaian, dikarenakan waktu pembelajaran yang terbatas, sehingga hal ini dapat mengakibatkan metode role playing berjalan kurang efektif. Meskipun metode role playing pada pembelajaran bahasa arab di SMPIT Al Falaah berjalan kurang efektif, namun peserta didik masih antusias dalam mengamalkan kosa kata yang mereka anggap mudah di lingkungan sekolah. DAFTAR PUSTAKA