ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN KONTRASEPSI DENGAN KEJADIAN FIBROADENOMA MAMMAE (FAM) DI RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN BATAM Muhammad Rifki1. Malahayati Rusli Bintang2. Rizka Audina3 1Fakultas Kedokteran Universitas Batam, muhammadrifki@univbatam. 2Fakultas Kedokteran Universitas Batam, bintang@univbatam. 3Fakultas Kedokteran Universitas Batam, rizkaaudina56@gmail. ABSTRACT Background: Fibroadenoma mammae (FAM) is a breast tumor that is painless, unilateral, benign . on-cancerou. , in the form of a solid lump, and does not contain fluid. It mostly appears in women between the ages of 14 and 35. FAM cases increase every year, accompanied by concerns about lumps around the breasts which are often mistaken for Although the exact cause of FAM is not known, several factors have been identified as risk factors for FAM, including contraceptive use, getting pregnant at a young age, and being on hormonal therapy. Methods: This research method is observational analysis with a case control approach. The sampling technique used was nonprobability sampling with a purposive sampling technique with a sample size of 80 respondents . case groups and 40 control group. Analysis uses the chi square test. Results: The results of this study found a relationship between contraceptive use and the incidence of fibroadenoma mammae (FAM). The results of the chi square statistical test showed a p value of 0. 000 (<0. Conclusion: Based on this research, it was concluded that there was a relationship between contraceptive use and the incidence of fibroadenoma mammae (FAM) at Budi Kemuliaan Hospital Batam at a relatively weak level of relationship strength. Keywords: Contraceptive. Woman. Fibroadenoma mammae (FAM) ABSTRAK Latar Belakang: Fibroadenoma mammae (FAM) merupakan tumor payudara yang tidak nyeri, unilateral, jinak . on-kanke. , berupa benjolan padat, dan tidak berisi cairan. Sebagian besar muncul pada wanita antara usia 14 dan 35 tahun. Kasus FAM meningkat setiap tahunnya, disertai kekhawatiran akan benjolan di sekitar payudara yang sering disalah artikan sebagai keganasan. Meskipun penyebab pasti FAM tidak diketahui, beberapa faktor telah diidentifikasi sebagai faktor resiko dari FAM diantaranya, penggunaan kontrasepsi, hamil di usia muda, dan sedang menjalani terapi hormonal. Metode: Metode penelitian ini adalah analisis observasional dengan pendekatan case control. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden . kelompok kasus dan 40 kelompok kontro. Analisis menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan hubungan antara penggunaan kontrasepsi dengan kejadian fibroadenoma mammae (FAM). Hasil uji statistik chi square didapatkan nilai p sebesar 0,000 (<0,. Kesimpulan: terdapat hubungan antara penggunaan kontrasepsi dengan kejadian fibroadenoma mammae (FAM) di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam pada tingkat kekuatan hubungan yang tergolong lemah. Kata kunci: Kontrasepsi. Wanita. Fibroadenoma mammae (FAM) Universitas Batam Batam Batam Page 143 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 PENDAHULUAN Tumor adalah sekelompok sel-sel yang tidak biasa yang terbentuk sebagai akibat dari proses pembelahan sel yang berlebihan dan tidak terkoordinasi. Istilah "neo" berarti baru dan "plasia" berarti pertumbuhan atau pembelahan, jadi "neoplasia" mengacu pada pertumbuhan sel baru yang berbeda dari pertumbuhan sel normal di sekitarnya. Tumor dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni tumor ganas . alignant tumo. dan tumor jinak . enign Perbedaan keduanya sangat jelas. Tumor ganas juga disebut kanker dapat merusak jaringan dan bermetastase, sedangkan tumor jinak tidak bermetastase, tetapi dapat tumbuh menjadi Namun, tumor tidak selalu merupakan kanker (Saleh, 2. Fibroadenoma Mammae (FAM) merupakan tumor payudara yang tidak nyeri, unilateral, jinak . on-kanke. , berupa benjolan padat, dan tidak berisi Sebagian besar muncul pada wanita antara usia 14 dan 35 tahun, tetapi dapat muncul pada berbagai usia. Fibroadenoma menyusut setelah menopause, karenanya mereka lebih jarang terjadi pada wanita Fibroadenoma adalah tumor jinak payudara paling umum pada wanita yang ditandai oleh proliferasi epitel dan stromal. Massa yang keras dan kenyal dengan batas teratur ini seringkali memiliki ukuran yang bervariasi. Selain itu, fibroadenoma yang dikonfirmasi secara histologis memiliki banyak kesamaan faktor risiko dengan kanker payudara yang menunjukkan bahwa fibroadenoma dapat menjadi faktor risiko untuk kanker payudara. Di Shanghai, kurang lebih 1 dari 350 fibroadenoma mammae sebelum usia 60 Universitas Batam Batam Batam Di sisi lain, pada populasi negara barat, fibroadenoma mammae ditemukan pada 7 Ae 13% pasien yang menjalani Insiden fibroadenoma mammae pada wanita menurun seiring bertambahnya usia dan sebagian menurun saat menopause (Nelson et al. , 2. Data dari NSW Breast Cancer Institute menunjukkan bahwa FAM umumnya terjadi pada wanita berusia 21 hingga 25 tahun, dan kurang dari 5% terjadi pada wanita di atas 50 Sebuah studi menemukan bahwa angka kejadian FAM pada wanita yang menjalani pemeriksaan di klinik payudara sekitar 7 Ae 13% (Saxena et al. , 2. Laporan tentang penyakit FAM di Indonesia masih belum lengkap. Akan tetapi, jumlah kunjungan penderita ke Yayasan Kanker Indonesia di Rumah Sakit Dharmais Jakarta berjumlah 115 orang. Pada pertengahan tahun 2011, sekitar 100 orang menderita FAM, dan 15 orang lainnya dinyatakan kanker payudara (Yayasan Kanker Rumah Sakit Dharmais Jakarta, 2. Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI . , hasil menunjukkan bahwa awal deteksi tumor payudara terjadi pada wanita berusia 30 hingga 50 tahun pada tahun 2019 sebanyak 910 kasus, dimana kasus tertinggi berada di Provinsi Jawa Barat, dengan jumlah kasus 6. 109 dari total pemeriksaan 838 orang. Pada saat yang sama, kasus terendah berada di Provinsi Papua, dengan total dari 4 kasus dari total pemeriksaan 078 orang. Demikian juga ditemukan 610 kasus, dengan total 91. pemeriksaan di Ibukota Indonesia. Jakarta. Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau tahun 2017, jumlah angka penderita kanker Payudara di Provinsi Kepri dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hal ini dilihat Page 144 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 dari total penderita kanker yang berada di empat Rumah Sakit terbesar di Provinsi Kepri jumlahnya terus bertambah, dimana jumlah total penderita kanker payudara di Kepri mencapai 550 penderita yang terdiri dari penderita kanker Payudara jinak sebanyak 350 pasien dan 200 pasien payudara ganas. Payudara dapat mengalami berbagai kelainan, termasuk inflamasi, infeksi, dan neoplasia (Sjamsuhidajat and De Jong. Hal ini menjadi perhatian karena penyakit payudara adalah penyebab utama kematian dan kesakitan wanita di seluruh Angka kematian tertinggi pada tahun 2020 disebabkan oleh penyakit payudara (WHO). Berdasarkan data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasa. , prevalensi kanker payudara di Indonesia meningkat 11,6%, atau 2. 089 juta kasus baru pada tahun 2018. Riwayat kanker payudara dalam keluarga adalah salah satu faktor risiko FAM (Pangribowo, 2. American Cancer Society . mengatakan bahwa wanita dengan FAM yang didiagnosa memiliki risiko lebih dibandingkan dengan wanita tanpa FAM. FAM yang dibiarkan berkembang juga berisiko menjadi kanker payudara, dan perkembangan sel FAM yang tidak diobati dapat terjadi kembali (Alini & Widya. Kasus FAM meningkat setiap tahunnya, disertai kekhawatiran akan benjolan di sekitar payudara yang sering disalah artikan sebagai keganasan. Padahal benjolan di dalam payudara tidak selalu ganas dan tidak selalu membutuhkan Meskipun penyebab pasti FAM tidak diketahui, beberapa faktor telah diidentifikasi sebagai faktor resiko dari FAM, penggunaan kontrasepsi, hamil di Universitas Batam Batam Batam usia muda, dan sedang menjalani terapi hormonal (Nasyari et al. , 2. Kontrasepsi merupakan suatu alat atau bahan yang salah satunya bertujuan untuk mencegah terjadinya ovulasi. Selain bertujuan untuk mencegah ovulasi, kontrasepsi juga bertujuan untuk mengatur kehamilan dan kelahiran, memelihara kesehatan ibu dan anak, dan peningkatan ketahanan, serta kesejahteraan keluarga (Rusmin et al. , 2. Kontrasepsi dapat berisi progesteron saja atau kombinasi . ormon estrogen dan progestero. Hormon estrogen dapat meningkatkan diferensiasi dan perkembangan dari sistem galactophore, meningkatkan aktifitas mitosis dari sel silindris, dan memicu hyalinisasi pada jaringan ikat. Demikian pula, hormon progesteron bekerja pada pengembangan dan fungsi sistem lobulus alveolar dan dengan bantuan hormon Estrogen sebagai pemicu pertumbuhan dari lobulus. Jaringan payudara memiliki sensitifitas yang sangat tinggi pada estrogen sehingga perempuan yang terpajan hormon ini berisiko tinggi mengalami FAM (Alini dan Widya, 2. Mekanisme peningkatan risiko FAM dapat melalui dua cara, yaitu input estrogen dan proliferasi sel jaringan payudara sehingga meningkatkan risiko mutasi sel saat (Affandi, menstimuli pertumbuhan sel-sel punca fibroadenoma mammae (Kresno dan Boedina, 2. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Rizqy et. al pada tahun 2019, ditemukan bahwa usia menarche (OR = 1,. , status perkawinan (OR = 1,. , riwayat menyusui (OR = 1,. , dan riwayat kontrasepsi lebih dari lima tahun (OR = 1,. memiliki korelasi dengan kejadian Page 145 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 tumor payudara yang terjadi pada wanita muda di Indonesia . < 0,. Yuanita et . juga turut mengemukakan penggunaan kontrasepsi . dengan kejadian fibroadenoma pada wanita di Rumah Sakit Angkatan Darat Brawijaya pada tahun 2014 dengan hasil analisis diperoleh nilai p = 0,035. Namun, hal yang berbeda terjadi pada penelitian yang dilakukan oleh Andry et al. pada tahun Penelitian tersebut menjelaskan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pemakaian kontrasepsi hormonal dengan kejadian tumor jinak payudara . = 0,754. OR = 0,. Sejalan dengan hal tersebut, penelitian yang dilakukan oleh Akhtar et al. menyebutkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kontrasepsi oral dengan kejadian tumor Berdasarkan latar belakang diatas, perlu penelitian lebih lanjut tentang hubungan penggunaan kontrasepsi dengan kejadian fibroadenoma mammae (FAM) di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan case control. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan data primer berupa kuesioner dan data sekunder berupa rekam medik. Populasi pada penelitian ini adalah pasien yang berkunjung di poli bedah di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam tahun 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan teknik Purposive sampling dengan total sampel masing-masing kelompok kasus dan kontrol. Kemudian Universitas Batam Batam Batam Analisis data menggunakan uji ChiSquare. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pengguna Kontrasepsi pada Kelompok Kasus Penderita Fibroadenoma Mammae (FAM) Tabel 1. Distribusi Frekuensi Kelompok Kasus Fibroadenoma Frekuensi Persentase Mammae . (%) (FAM) Kontrasepsi Tidak Kontrasepsi Total Kontrasepsi merupakan suatu alat atau bahan yang salah satunya bertujuan untuk mencegah terjadinya ovulasi. Selain bertujuan untuk mencegah ovulasi, kontrasepsi juga bertujuan untuk mengatur kehamilan dan kelahiran, memelihara kesehatan ibu dan anak, dan peningkatan ketahanan, serta kesejahteraan keluarga (Rusmin et al. , 2. Kontrasepsi dapat berisi progesteron saja atau kombinasi . ormon estrogen dan progestero. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 28 ,0%) yang menggunakan kontrasepsi pada penderita fibroadenoma mammae (FAM) dan sebanyak 12 ,0%) menggunakan kontrasepsi tetapi menderita fibroadenoma mammae (FAM). Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Yuanita et . yang menunjukkan dimana sebanyak 56,7% wanita menggunakan kontrasepsi pada penderita fibroadenoma Page 146 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 mammae (FAM). Maka dapat disimpulkan bahwa penderita fibroadenoma mammae (FAM) yang menggunakan kontrasepsi mendominasi hasil penelitian ini. Kejadian FAM pada pengguna kontrasepsi . erutama pada kontrasepsi hormona. lebih tinggi dibandingkan pada bukan pengguna kontrasepsi hormonal. Kejadian FAM yang lebih tinggi di pengguna kontrasepsi hormonal tersebut terjadi karena kandungan hormon estrogen maupun kombinasi estrogen progesteron dalam kontrasepsi tersebut akan berikatan dengan reseptor pada jaringan payudara sehingga dapat menstimulasi proliferasi jaringan payudara. Hormon estrogen dapat meningkatkan diferensiasi dan perkembangan dari sistem galactophore, meningkatkan aktifitas mitosis dari sel silindris, dan memicu hyalinisasi pada jaringan ikat. Demikian pula, hormon progesteron bekerja pada pengembangan dan fungsi sistem lobulus alveolar dan dengan bantuan hormon Estrogen sebagai pemicu pertumbuhan dari lobulus. Hormon Estrogen dapat menyebabkan . memicu perkembangan jaringan stroma payudara, . pertumbuhan sistem duktus yang meluas, . penyimpanan atau deposit lemak di payudara. Progesteron meningkatkan perkembangan lobulus dan alveoli payudara serta mengakibatkan selsel alveolar berproliferasi membesar dan menjadi sekretorik. Ringkasnya, hormon Estrogen memulai pertumbuhan payudara, alat-alat pembentuk air susu, pertumbuhan karakteristik, dan penampilan sedangkan hormon progesteron dan prolaktin yang berfungsinya struktur-struktur tersebut. Penggunaan kontrasepsi . terbukti berhubungan dengan kejadian FAM. Hasil ini relevan dengan teori yang Universitas Batam Batam Batam dikemukakan, bahwa fibroadenoma dapat muncul dari sel jaringan ikat stroma dan epitel yang secara fungsional dan mekanis penting bagi payudara. Jaringan ini mengandung reseptor untuk estrogen dan Atas fibroadenoma mengalami perkembangan akibat adanya input hormon estrogen . strogen eksoge. yang berasal dari kontrasepsi hormonal. Sensitivitas hormon menyebabkan proliferasi jaringan ikat payudara yang berlebihan (Ajmal and Van Fossen, 2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pengguna Kontrasepsi pada Kelompok Kontrol Atau Tidak Fibroadenoma Mammae (FAM) Tabel 2. Distribusi Frekuensi Kelompok Kontrol NonFrekuensi Persentase Fibroadenoma . (%) Mammae (FAM) Kontrasepsi Tidak Kontrasepsi Total Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 11 responden . ,5%) yang menggunakan fibroadenoma mammae (FAM) dan sebanyak 29 responden . ,5%) yang tidak menggunakan kontrasepsi dan tetapi bukan penderita fibroadenoma mammae (FAM). Persentase pengguna kontrasepsi lebih rendah dibandingkan dengan pengguna kontrasepsi pada kelompok penderita tidak fibroadenoma mammae (FAM). Hal ini bisa saja disebabkan faktor lain seperti obesitas, konsumsi fast food, dan faktor . erpapar Page 147 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 bawaan atau keturunan tumor payudara didapatkan pada pasien yang tinggal di pada umumnya tidak disadari oleh pasien sekitar pabrik yang memproduksi zat yang memiliki riwayat penyakit tersebut, tersebu. (Bidgoli dan Eftekhari, 2. hal ini ditunjukkan pasien wanita yang Beberapa faktor tersebut yang disebut menderita FAM berumur masih muda. Jika dapat meningkatkan untuk faktor risiko seorang wanita telah menderita tumor lainnya seperti riwayat perkawinan, payudara pada satu sisi payudaranya, maka menyusui, dan riwayat tumor pada risiko terkena tumor payudara lagi pada payudara di keluarga. sisi yang lain atau terjadi kekambuhan Menurut Hinyard . perempuan pada lokasi yang terkena sebelumnya yang belum menikah/tidak menikah lebih adalah tinggi. Kejadian FAM pada wanita mungkin untuk terkena penyakit yang sering dengan adanya riwayat keluarga, lebih lanjut terkena tumor payudara. dan tidak menutup kemungkinan wanita Penelitian Kvikstad dan Vatten juga yang juga memiliki riwayat keluarga menunjukkan risiko tumor payudara menderita tumor payudara dapat terhindar sebesar 1,11 lebih tinggi terjadi pada dari ancaman kejadian FAM dalam perempuan yang tidak menikah di kehidupannya (Alini dan Widya, 2. Norwegia. Namun status perkawinan berpengaruh pada kejadian kehamilan dan aktivitas menyusui yang berpengaruh pada pengaturan hormonal pada perempuan. Riwayat keluarga yang pernah menderita tumor payudara merupakan faktor penyebab timbulnya kejadian FAM bagi anggota keluarganya. Kerentanan Analisis Bivariat Hubungan Antara Penggunaan Kontrasepsi Dengan Kejadian Fibroadenoma Mammae (FAM) Di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam Tahun 2023 Tabel 3. Analisis Hubungan Penggunaan Kontrasepsi dengan Kejadian Fibroadenoma Mammae (Chi-Squar. Kelompok Kasus Kelompok Total POR (Fibroadenoma Kontrol Value Mammae (FAM)) (Tidak Penggunaan Fibroadenoma Kontrasepsi Mammae (FAM)) Kontrasepsi 0,000 0,163 Tidak Kontrasepsi Total 80 100,0 Batam Tahun 2023, didapatkan pasien Pada Tabel 3 diatas, hasil analisis yang menggunakan kontrasepsi pada Hubungan Antara Penggunaan Kontrasepsi penderita fibroadenoma mammae (FAM) Dengan Kejadian Fibroadenoma Mammae sebanyak 28 responden . ,8%). Terdapat (FAM) di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Universitas Batam Batam Batam Page 148 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 11 responden . ,2%) yang menggunakan kontrasepsi tetapi tidak fibroadenoma mammae (FAM). Responden yang tidak menggunakan kontrasepsi tetapi penderita fibroadenoma mammae (FAM) sebanyak 12 responden . ,3%). Selanjutnya, terdapat 29 responden . ,7%) yang tidak menggunakan kontrasepsi dan tidak fibroadenoma mammae (FAM). Hal ini menunjukkan bahwa kelompok kasus memiliki kecenderungan untuk mengalami kejadian fibroadenoma mammae (FAM) lebih tinggi dibandingkan kelompok Kejadian FAM pada pengguna . erutama hormona. lebih tinggi dibandingkan pada bukan pengguna kontrasepsi. Kejadian FAM yang lebih tinggi di pengguna kontrasepsi . tersebut terjadi karena kandungan hormon estrogen maupun kombinasi estrogen progesteron dalam kontrasepsi tersebut akan berikatan dengan reseptor pada jaringan payudara sehingga dapat menstimulasi proliferasi jaringan payudara. Beberapa faktor resiko lain dapat muncul seperti obesitas, konsumsi fast food dan faktor lingkungan . erpapar hidrokarbon polisiklik aromatik biasanya didapatkan pada pasien yang memproduksi zat tersebut (Bidgoli dan Eftekhari, 2. Beberapa faktor tersebut yang bisa meningkatkan faktor risiko lainnya seperti riwayat perkawinan, menyusui, dan riwayat tumor pada payudara di keluarga. Penggunaan kontrasepsi . terbukti berhubungan dengan kejadian FAM. Hasil ini relevan dengan teori yang dikemukakan, bahwa fibroadenoma dapat muncul dari sel jaringan ikat stroma dan Universitas Batam Batam Batam epitel yang secara fungsional dan mekanis penting bagi payudara. Jaringan ini mengandung reseptor untuk estrogen dan Atas fibroadenoma mengalami perkembangan akibat adanya input hormon estrogen . strogen eksoge. yang berasal dari Sensitivitas menyebabkan proliferasi jaringan ikat payudara yang berlebihan (Ajmal dan Van Fossen, 2. Kontrasepsi . menyebabkan FAM karena kandungan estrogen di dalamnya dapat berdampak pada tingginya proliferasi kelenjar Jaringan payudara memiliki sensitifitas yang sangat tinggi pada estrogen sehingga perempuan yang terpajan hormon ini berisiko tinggi mengalami FAM (Alini dan Widya, 2. Mekanisme peningkatan risiko FAM dapat melalui dua cara, yaitu input estrogen dan proliferasi sel jaringan payudara sehingga meningkatkan risiko mutasi sel saat (Affandi, menstimuli pertumbuhan sel-sel punca fibroadenoma mammae (Kresno dan Boedina, 2. Hormon Estrogen dapat menyebabkan . memicu perkembangan jaringan stroma payudara, . pertumbuhan sistem duktus yang meluas, . penyimpanan atau deposit lemak di payudara. Progesteron meningkatkan perkembangan lobulus dan alveoli payudara serta mengakibatkan selsel alveolar berproliferasi membesar dan menjadi sekretorik. Ringkasnya, hormon Estrogen memulai pertumbuhan payudara, alat-alat pembentuk air susu, pertumbuhan karakteristik, dan penampilan sedangkan hormon progesteron dan prolaktin yang berfungsinya struktur-struktur tersebut. Page 149 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 Hasil kontrasepsi . berisiko pada kejadian FAM adalah penelitian Ahsani dan Machmud . yang menggunakan data hasil Riset PTM 2016. Penelitian lain yang dilakukan Alini dan Widya . juga menunjukkan hubungan penggunaan kontrasepsi dan kejadian FAM yang dibuktikan dengan perolehan nilai p uji chi square sebesar 0,025. Lalu Penelitian oleh Puraya . yang memperoleh p Ae value sebesar 0,012. Penelitian ini menghubungkan antara penggunaan kontrasepsi dengan kejadian fibroadenoma mammae (FAM). Hasil analisis chi-square menunjukan bahwa hubungan antara penggunaan kontrasepsi dengan kejadian fibroadenoma mammae (FAM) diperoleh nilai p - value sebesar 0,000 (< 0,. dinyatakan H0 ditolak dan Ha diterima, yang dimana terdapat penggunaan kontrasepsi dengan kejadian fibroadenoma mammae (FAM) di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam Tahun 2023. Hasil Odd Ratio (OR) menunjukan bahwa nilai OR sebesar 0,163 yang artinya penggunaan kontrasepsi berpeluang atau beresiko 0,163 kali mengalami kejadian (FAM) fibroadenoma mammae (FAM). Keeratan kontrasepsi dengan kejadian fibroadenoma mammae (FAM) di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam Tahun 2023 tergolong lemah dengan nilai koefisien kontingensi sebesar 0,391. Menurut penelitian Ahsani dan Machmud . lama penggunaan kontrasepsi . 5 tahun atau lebih berisiko meningkatkan kejadian FAM 1,27 kali lebih tinggi. Penggunaan kontrasepsi . yang lebih lama menghasilkan Universitas Batam Batam Batam periode waktu untuk jaringan payudara terpapar hormon estrogen dan progesteron juga lebih lama, sehingga perkembangan proliferasi jaringan payudara sangat mungkin menjadi lebih tinggi. Alasan dari lemahnya tingkat keeratan hubungan antara penggunaan kontrasepsi . dengan kejadian FAM dilakukan, peneliti tidak mengetahui . eratur/tidak teratu. dari penggunanya, lama pemakaian, atau responden bisa saja memiliki pola gaya hidup sehat sehingga terhindar dari risiko FAM. Menurut penelitian yang dilakukan American Cancer Society disebutkan bahwa wanita dengan kelebihan berat badan setelah usia 18 tahun 40 % lebih mungkin untuk mengembangkan fibroadenoma mammae (FAM) pasca menopause daripada wanita dengan berat badan normal, karena produksi estrogen oleh jaringan lemak yang berlebihan akan tetap beredar dalam tubuh meskipun ovarium telah berhenti memproduksinya saat menopause. Pola gaya hidup sehat lainnya adalah tidak bergaya hidup sedentary sehingga berat badan juga dapat terjaga (Keating, 2. KESIMPULAN Berdasarkan dilakukan pada tahun 2023 di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam dengan melibatkan 80 responden, terbagi menjadi 40 kelompok kasus dan 40 kelompok kontrol, ditemukan bahwa sebanyak 28 . ,8%) dari penderita fibroadenoma mammae (FAM) sementara hanya 12 . ,3%) dari penderita yang bukan pengguna kontrasepsi. Di sisi lain, hanya 11 . ,2%) dari penderita nonFAM yang menggunakan kontrasepsi, sedangkan 29 . ,7%) dari penderita nonPage 150 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 FAM tidak menggunakan kontrasepsi. Analisis statistik menunjukkan adanya penggunaan kontrasepsi dan kejadian fibroadenoma mammae (FAM) dengan nilai p-value sebesar 0,000. Odd Ratio (OR) yang diperoleh adalah 0,163, yang kontrasepsi berisiko 0,163 kali lipat lebih tinggi untuk mengalami fibroadenoma mammae (FAM) dibandingkan dengan yang tidak menggunakan kontrasepsi. SARAN Untuk disarankan untuk memperluas cakupan penelitian dengan mempertimbangkan faktor-faktor penggunaan kontrasepsi dan kejadian fibroadenoma mammae (FAM). UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada Direktur Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam, dr. Sofi Indriani yang telah memberikan izin dan kesempatan untuk melaksanakan penelitian di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam. DAFTAR PUSTAKA