Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Dalam Pembuatan Lilin Aromaterapi Di Kelurahan Harjosari II Medan Amplas Irpan Arpandi Batubara1. Diah Arthasari2. Dinda Tarigan3. Divan Sinurat4. Effriana F Sihaloho5. Eka Dian Lestari6. Elisa Kusumawati Silalahi7. Elvayana Silitonga8 PPG Prajabatan PGSD. Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah. Medan. Indonesia Abstrak Pengabdian masyarakat yang berjudul Pemanfaatan Minyak Jelantah dalam Pembuatan Lilin Aromaterapi melibatkan Ibu-Ibu PKK di Keluraharan Harjosari II. Jl. Dwikora No. Kecamatan Medan Amplas. Provinsi Sumatera Utara telah dilaksanakan pada tanggal 29 April 2025. Tujuan dari kegiatan ini yaitu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah minyak goreng bekas atau minyak jelantah dengan mengolahnya menjadi lilin aromaterapi hal yang selaras dengan salah satu penerapan isi falsafah di masyarakat Batak Toba disebut Poda Na Lima yaitu Paias Pakaranganmu (Bersihkan Pekaranganmu/lingkuga. Limbah minyak jelantah kemudian dikembangkan untuk dibuat menjadi lilin aromaterapi. Dengan demikian limbah rumah tangga berupa minyak jelantah yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan da-pat diolah menjadi produk yang bernilai guna dan mampu menambah penghasilan rumah tangga. Target luaran yang dihasilkan yaitu suatu produk lilin aromaterapi dan jurnal pengabdian Bina Desa. Dalam mewujudkan target luaran tersebut metode yang diterapkan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung untuk menambah kemampuan dan kreativitas peserta. Harapan dari pelatihan yang telah dilakukan ini, para peserta memiliki pengetahuan dan wawasan dalam pengolahan minyak goreng bekas sekaligus dapat menjadi ide usaha yang kreatif dan inovatif. Kata Kunci : Lilin Aromaterapi. Minyak Jelantah. Pelatihan Pencemaran Lingkungan Abstract A community service project entitled "Utilization of Used Cooking Oil in Making Aromatherapy Candles" involving Family Welfare Movement (PKK) women in Harjosari II Village. Jl. Dwikora No. Medan Amplas District. North Sumatra Province, was conducted on April 29. The objective of this activity was to reduce environmental pollution caused by used cooking oil waste by processing it into aromatherapy candles. The used cooking oil waste was then developed into aromatherapy candles. Thus, household waste in the form of used cooking oil, which can cause environmental pollution, can be processed into a useful product and can increase household income. The target outputs are an aromatherapy candle product and a Bina Desa community service journal. To achieve these outputs, the methods applied include outreach, training, and hands-on practice to enhance the skills and creativity of participants. It is hoped that from this training, participants will gain knowledge and insight into processing used cooking oil and can also develop creative and innovative business ideas. Keywords: Aromatherapy Candles. Cooking Oil. Environmental Pollution Training Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Minyak jelantah merupakan minyak dari sisa hasil penggorengan yang biasanya dihasilkan dari kegiatan memasak dalam rumah Limbah minyak ini dapat berasal dari jenis-jenis minyak goreng seperti halnya minyak jagung, minyak sayur, minyak samin dan Minyak dihasilkan dari proses pengolahan bahan pangan dengan minyak goreng. Pada saat proses penggorengan terjadi tiga reaksi degradasi yaitu hidrolisis yang menghasilkan free fatty acid, oksidasi, dan polimerisasi (Sanli dkk. Minyak jelantah biasanya sudah digunakan secara berulangulang hingga 4 kali pemakaian sehingga kualitas dalam minyak tersebut telah menurun. Limbah digunakan kembali untuk mengolah bahan pangan. Kepadatan penduduk yang semakin meningkat setiap tahun menyebabkan peningkatan kebutuhan rumah tangga terhadap minyak Bertambah pula limbah minyak jelantah yang dihasilkan sehingga dapat berakibat pada peningkatan potensi pencemaran menimbulkan efek negatif bagi kesehatan dan ekosistem makhluk hidup (Kusnadi, 2. Pembuangan minyak jelantah di lingkungan dapat lingkungan jika dilakukan secara Vol. 9 No. Mei 2025 terus menerus. Minyak jelantah selain jelantah juga merupakan kategori limbah B3 yang berbahaya apabila dibuang ke lingkungan. Oleh karena itu diperlukan sebuah inovasi untuk jelantah agar tidak dibuang dan mencemari lingkungan serta memiliki manfaat (Abidin, 2. Pembuangan minyak jelantah di saluran air masih menjadi permasalahan lingkungan yang perlu diperhatikan. Sifat minyak jelantah yang tidak dapat bercampur penumpukan dan berakibat pada tertutupnya permukaan air oleh lapisan minyak (Aini dkk. , 2. Tertutupnya permukaan air oleh lapisan minyak akan menghalangi sinar matahari masuk ke dalam perairan diikuti peningkatan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD). Hal ini menyebabkan biota yang ada mengalami kematian dan ekosistem (Aisyah dkk. , 2. Di Kelurahan Harjosari II. Jl. Dwikora No. Kecamatan Medan Amplas. Sumatera Utara, permasalahan limbah minyak jelantah masih belum mendapatkan perhatian yang cukup. Banyak masyarakat yang belum mengetahui cara pengolahan minyak jelantah yang tepat sehingga limbah ini masih sering dibuang Kurangnya edukasi mengenai dampak negatif minyak jelantah terhadap lingkungan dan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) kesehatan turut menjadi faktor utama yang memperburuk permasalahan ini. Selain itu, belum adanya program pengelolaan limbah minyak jelantah yang sistematis di tingkat lokal membuat upaya pemanfaatannya masih terbatas. Untuk permasalahan itu, dilakukan berbagai upaya agar sampah dari minyak goreng tidak menjadi permasalahan dalam lingkungan. Penggunaan ulang limbah jelantah sebagai suatu bahan yang berguna akan mengurangi pengaruh buruk dari limbah minyak goreng, contohnya produksi lilin aromaterapi dari minyak bekas. Penggunaan limbah minyak jelantah sebagai lilin aromaterapi dapat dimanfaatkan untuk mengurangi polusi lingkungan yang disebabkan oleh limbah domestik (Aini dkk. Lilin dapat dimanfaatkan sebagai asal cahaya, hiasan ruang, dan bahan terapi aroma. Lilin aromaterapi merupakan lilin yang dihasilkan dengan menyisipkan bahan pengharum untuk berbagai Sejumlah keuntungan dari lilin aromaterapi adalah mengatasi kesulitan tidur, menangani stres dan rasa sakit pada otot, mengurangi kecemasan, serta mempertahankan Lilin aromaterapi akan memberikan efek terapi bila di bakar sehingga memberikan efek terapi Vol. 9 No. Mei 2025 Pengolahan minyak jelantah menjadi lilin sudah terdapat beberapa artikel yang memuat program Terdapat pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah di Dusun Sorowajan. Pedukuhan Glugo. Desa Pangungharjo. Kecamatan Sewon. Kabupaten Bantul (Wardani dkk. Selain itu terdapat program yang sama dilakukan di Desa Tirtonirmolo Kasihan. Rogocolo. Bantul (Jamilatun dkk. , 2. Dusun Jetak Desa Bolon Kecamatan Colomadu Karanganyar, minyak jelantah diolah menjadi lilin berwarna warni (Sundoro dkk. , 2. Namun, belum ada program pengabdian yang dilakukan untuk pengolahan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi Di Kelurahan Harjosari II. Jl. Dwikora No. Kecamatan Medan Amplas. Sumatera Utara. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi bahan dasar pembuatan lilin aromaterapi merupakan salah satu langkah yang mudah dilakukan. Selain itu, lilin aromaterapi juga memiliki nilai ekonomis yang berpotensi untuk dikembangkan penghasilan masyarakat. Tujuan program pengabdian ini adalah Kelurahan Damai Balikpapan mengenai pengelolaan limbah dari minyak goreng atau minyak jelantah untuk dimanfaatkan sebagai lilin aromaterapi sehingga mencegah pencemaran lingkungan. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Seperti Falsafah di masyarakat Batak Toba disebut Poda Na Lima yaitu Paias Rohamu . ersihkan hatim. ,Paias Pamatangmu (Bersihkan Badanm. Paias Parabitonmu (Bersihkan Pakaianm. Paias Bagasmu (Bersihkan Rumahm. Paias Pakaranganmu (Bersihkan Pekarangan. Jadi pemanfaatan minyak jelantah ini termasuk penerapan Poda Na Lima Bersihkan Pekaranganmu sehingga menjadi pedoman peneliti dalam melakukan pengabdian ini. Mengolah minyak jelantah aromaterapi merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan oleh Selain lingkungan, lilin aromaterapi juga memiliki nilai ekonomis yang bisa penghasilan tambahan. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada warga di Kelurahan Harjosari II. Jl. Dwikora No. Kecamatan Medan Amplas. Sumatera Utara, mengenai cara mengelola limbah minyak goreng menjadi lilin aromaterapi sebagai Diharapkan menjadi lilin aromaterapi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat lingkungan dan kesadaran terhadap potensi penyakit akibat pemakaian minyak goreng yang digunakan Vol. 9 No. Mei 2025 berkali kali (Inayati dan Kurnia. Melalui mata kuliah Proyek Kepemimpinan PPG Prajabatan Gelombang 2 2024. UMN Al Wasliyah Medan melakukan edukasi dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar dari limbah minyak jelantah terhadap ibu PKK di Kelurahan Harjosari II. Jl. Dwikora No. Kecamatan Medan Amplas. Hasil dari program ini berupa produk lilin aromaterapi yang bisa dimanfaatkan oleh ibu-ibu PKK di Kelurahan Harjosari II sebagai bentuk pengurangan limbah minyak jelantah yang dihasilkan dari rumah tangga, sehingga dengan adanya program ini maka pencemaran lingkungan akibat limbah minyak jelantah kelurahan Harjosari II dapat METODE PELAKSANAAN Kegiatan ini melibatkan mitra ketua Lurah dan dilaksanakan pada April 2025. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian adalah sosialisasi dan pelatihan. Metode sosialisasi dan pelatihan yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan praktek. Dalam mencapai target luaran yang telah direncanakan, program ini dilakukan melalui beberapa tahap sebagai berikut : Sosialisasi Sosialisasi dilakukan dengan teknik penyampaian langsung materi kepada Adapun materi yang disampaikan antara lain : Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Apa itu minyak jelantah Pencemaran lingkungan akibat limbah minyak jelantah Pentingnya daur ulang minyak Pengertian lilin aromaterapi Tahap aromaterapi dari minyak jelantah. Lokasi Kegiatan Pelaksanaan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah ini berlangsung di Kelurahan Harjosari II. Jl. Dwikora No3. Kec. Medan Amplas. Sasaran Subjek Sasaran subjek yang kami lakukan untuk praktik pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah ini adalah untuk ibu-ibu PKK di Kelurahan Harjosari II. Jl. Dwikora No. Kecamatan Medan Amplas. Pelatihan dan Praktik Langsung Pelatihan aromaterapi dari minyak jelantah Mahasiswa/i PPG Prajabatan Gelombang 2 Tahun 2024 Universitas Muslim Nusantara AL-Wasliyah. Pelatihan dengan praktik langsung bermanfaat dalam meningkatan keterampilan membuat produk lilin aromaterapi berbahan dasar minyak Evaluasi Untuk mengetahui keberhasilan dari kegiatan ini, maka evaluasi dilakukan dengan cara sebagai berikut: Kegiatan sosialisasi dievaluasi berdasarkan partisipasi peserta Vol. 9 No. Mei 2025 serta keaktifan peserta dalam hal tanya jawab. Evaluasi utama atas pengabdian ini yaitu apabila target dari program ini tercapai, yaitu setiap warga di Kelurahan Harjosari II. Jl. Dwikora No. Kecamatan Medan Amplas. Kota Medan. Provinsi Sumatera Utara mampu membuat sendiri produk lilin aromaterapi dari limbah minyak HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil observasi di lapangan, permasalahan utama dalam pengelolaan limbah minyak jelantah adalah tingginya jumlah limbah yang dihasilkan dari aktivitas rumah Selain itu, belum ada upaya pemanfaatan limbah tersebut secara optimal, sehingga sering kali dibuang sembarangan ke saluran air dan Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan minyak goreng secara berulang juga menjadi persoalan serius karena dapat berdampak negatif pada kesehatan dalam jangka panjang. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa PPG berinisiatif untuk memberikan solusi dengan mengajak masyarakat memanfaatkan minyak jelantah supaya salah satu isi Poda Na Lima dapat diwujudkan yaitu lilin aromaterapi menjadi produk bernilai Karena bahan utama lilin ini adalah minyak jelantah, tim meminta bantuan ibu-ibu PKK di Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Kelurahan Harjosari II. Jl. Dwikora No. Kecamatan Medan Amplas. Kota Medan. Provinsi Sumatera Utara, untuk mengumpulkan minyak bekas dari kegiatan memasak seharihari. Pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah ini berjalan lancar. Kegiatan dilakukan secara tatap muka . di salah satu rumah warga yang berada di Kantor Kelurahan Harjosari II, dengan jumlah peserta maksimal 20 orang. Seluruh alat dan bahan telah disiapkan sebelum pelatihan dimulai, sehingga proses berjalan efektif. Selama kegiatan, mahasiswa PPG dari UMN Al-Wasliyah Medan Program Kegiatan Kegiatan selanjutnya yaitu pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah bersama ibu-ibu PKK di Kelurahan Harjosari II pada hari Selasa, 29 April 2025 bertempat di Aula Kantor Kelurahan Harjosari II. Jl. Dwikora No. Kecamatan Medan Amplas. Kota Medan. Provinsi Sumatera Utara. Pelatihan ini bertujuan untuk keterampilan kepada ibu-ibu PKK di Kelurahan Harjosari II tentang bagaimana cara pemanfaatan limbah minyak jelantah sehingga dapat diolah kembali menjadi suatu produk bernilai jual seperti lilin aromaterapi sekaligus dapat dijadikan sebagai sebuah ide usaha yang kreatif. Vol. 9 No. Mei 2025 Kegiatan sosialisasi dengan peserta pelatihan yaitu ibu-ibu PKK di dKelurahan Harjosari II di Aula Kantor Kelurahan Harjosari II pada hari Selasa, 29 April Sosialisasi ini sekaligus perkenalan diri dari Mahasiswa/i PPG Prajabatan Gelombang 2 Tahun 2024 terhadapi ibu-ibu PKK di Kelurahan Harjosari II kemudian dilanjutkan penyampaian materi terkait kegiatan pelatihan yang akan dilaksanakan. Materi yang disampaikan yaitu bahaya penggunaan minya goreng lingkungan akibat limbah minyak jelantah yang tidak teratasi, dan tahap pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Tujuan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah ini diharapkan para ibu-ibu PKK di Kelurahan Harjosari II. Jl. Dwikora No. Kecamatan Medan Amplas. Kota Medan. Provinsi Sumatera Utara dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat tentang pemanfaatan limbah minyak jelantah, juga produk lilin aromaterapi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan bagi ibu-ibu PKK di Kelurahan Harjosari II sebagai ide usaha yang kreatif atau digunakan untuk keperluan pribadi di rumah masing-masing. Adanya sosialisasi yang dilakukan, diharapkan warga penggunaan minya goreng secara berulang bagi kesehatan dalam jangka Panjang. Selain itu, dengan adanya Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) program ini diharapkan pencemaran lingkungan yang terjadi akibat limbah minyak jelantah di Kelurahan Harjosari II dapat teratasi dengan Adapun beberapa tahapan dalam pembuatan lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah, diantaranya sebagai berikut : Persiapkan Alat dan Bahan Bahan yang digunakan : Minyak jelantah Stearin Pewarna krayon Essence aromaterapi Arang Alat yang digunakan : Panci Pengaduk Cetakan lilin/wadah lilin Sumbu Kompor Penyangga sumbu lilin Gelas ukur Timbangan Persiapan Tempat Pembuatan lilin aromaterapi ini dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Harjosari II. Jl. Dwikora No. Kecamatan Medan Amplas. Kota Medan. Provinsi Sumatera Utara. Proses Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Limbah Minyak Jelantah Endapkan minyak jelantah dengan menggunakan arang untuk mengubah warna dan menghilangkan baunya. Vol. 9 No. Mei 2025 Saring minyak jelantah agar minyak tersebut bersih dari Tuangkan minyak jelantah ke dalam gelas ukur sebanyak 200 ml. Timbang stearin sebanyak 150 gram. Panaskan minyak jelantah supaya bau minyak jelantah dapat berkurang. Tuangkan stearin secara perlahan dan aduk hingga stearin larut secara sempurna dalam minyak jelantah. Masukkan pewarna krayon ke dalam campuran stearin larut minyak jelantah. Masukkan pewarna krayon ke dalam campuran stearin dan minyak jelantah. Masukkan campuran tersebut. Tuangkan campuran ke dalam cetakan lilin yang sudah diberi sumbu menggunakan alat penyangga sumbu agar sumbu tepat berada ditengah. Diamkan dan tunggu hingga Jika lilin sudah mengeras, maka lilin aromaterapi dapat Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 kali dinyalakan sudah cukup sebagai Penggunaan lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah yang bersifat ramah pencemaran lingkungan dan potensi penggunaan minyak goreng secara Lilin aromaterapi yang dikemas dengan cetakan gelas dengan ukuran yang mini terlihat menarik sehingga cocok dijasikan sebagai produk wirausaha yang kreatif. Hasil dari kegiatan pelatihan pemanfaatan minyak jelantah dalam pembuatan lilin aromaterapi dapat diamati secara langsung setelah Peserta kegiatan merasa antusias dan merespon positif kegiatan sosialisasi. Limbah harian yang selalu diproduksi oleh kegiatan rumah tangga setiap hari dapat menjadi hal yang sangat inovatif ketika limbah tersebut dapat diubah menjadi kerajinan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan seharihari. Hasil produk lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah yang dibuat dalam kegiatan ini dibawa pula mengguanakan bahan yang telah tersedia dirumah. Dengan adanya pengolahan limbah rumah tangga berupa minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi mengajarkan ibu-ibu PKK di Kelurahan Harjosari II untuk menjadi lebih inovatif dalam memanfaatkan limbah yang memiliki dampak negative terhadap lingkugan. Dengan Gambar 1. Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Limbah Minyak Jelantah Gambar 2. Produk Lilin Aromaterapi Cara Penyajian Lilin aromaterapi dari limbah minyak jelantah dapat digunakan seperti lilin pada umumnya yaitu menyalakan menggunakan api. Lilin aromaterapi yang berwarna-warni akan menambah keindahan ruangan serta kebutuhan seperti menyalakan lilin satu sampai dua jam saat pertama Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) modal awal yang tergolong rendah dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai jual tinggi sehingga dapat dipasarkan ke konsumen di sekitar Kelurahan Harjosari II. Hasil aromaterapi tersebut, nantinya dapat meningkatkan perekonomian dalam rumah tangga. Setelah mengetahui cara pengolahan yang cukup sederhana, maka ibu-ibu PKK di Kelurahan Harjosari II. Jl. Dwikora No. Kecamatan Medan Amplas. Kota Medan. Provinsi Sumatera Utara memiliki antusias yang tinggi untuk belajar mencoba dan membuat sendiri lilin aromaterapi di rumah bahkan ingin menjualnya. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat, tahap selanjutnya Adalah tahap evaluasi kegiatan untuk melihat sukses atau tidaknya program Peserta merasa lebih pembuatan lilin aromaterapi yang ramah lingkungan, yang paling menonjol adalah tentang peningkatan kewirausahaan ibu-ibu PKK di Kelurahan Harjosari II. Jl. Dwikora No. Kecamatan Medan Amplas. Kota Medan. Provinsi Sumatera Utara. Pemikiran ibu-ibu PKK Kelurahan Harjosari II lebih terbuka karena adanya arahan dari tim Mahasiswa/i PPG Prajabatan Gelombang 2 Tahun 2024. Vol. 9 No. Mei 2025 Tabel 1. Kriteria dan Indikator Keberhasilan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Kriteria Indikator Partisipasi Kehadiran peserta kegiatan pelatihan ini yaitu ibu-ibu PKK Kelurahan Harjosari II. Jl. Dwikora No. Kecamatan Medan Amplas. Kota Medan. Provinsi Sumatera Utara Pemahaman Ada Peserta tentang pembuatan lilin Materi aromaterapi dari minyak Peserta kegiatan aktif dalam diskusi, tanya jawab, menyampaikan ide Dampak Peserta Kegiatan membuat lilin aromaterapi Peserta dapat minyak jelantah dengan bahan-bahan aromaterapi, serta dapat pemasaran untuk produk yang dihasilkan. Sumber: Data Diolah dan Dokumentasi . SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil kegiatan dilakukan oleh Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 2 Tahun 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) yang berjudul Au Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan AmplasAy maka dapat Kesimpulan Limbah minyak jelantah dapat aromaterapi yang bernilai jual tinggi dengan peralatan dan bahan yang mudah didapatkan di sekitar. Pengolahan limbah rumah tangga seperti limbah minyak jelantah belum dilakukan secara maksimal dikarenakan masyarakat tidak memiliki pemahaman tentang bagaimana cara pengolahannya agar memiliki nilai jual yang Cara pengolahan limbah minyak jelantah oleh Mahasiswa PPG Prajabatan Gelombang 2 Tahun 2024 menjadi produk lilin perhatian dan minat ibu-ibu PKK di Kelurahan Harjosari II. Jl. Dwikora No. Kecamatan Medan Amplas. Kota Medan. Provinsi Sumatera Utara. Saran Adapun saran yang diharapkan yaitu sebagai berikut. Bagi peneliti selanjutnya kiranya dapat mengembangkan limbah dimanfaatkan sebagai apa lagi selain dalam pembuatan lilin Kepada institusi diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan Vol. 9 No. Mei 2025 sebagai sumber bacaan atau peningkatan kualitas Pendidikan. DAFTAR PUSTAKA