Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2024, pg. Perilaku Ketidaksopanan pada Mahasiswa Keperawatan Tahun Kedua The Behavioral Incivility in Second-Year Nursing Students Afse Windia Manurung | 2Elsa Pertiwi Purba | 3Rifka Fiolisa Sibarani | 4Peggy Sara Tahulending*| 5Windy Sapta H. Zega 1 Fakultas Keperawatan. Universitas Pelita Harapan, e-mail: afsewindiamanurung@gmail. 2 Fakultas Keperawatan. Universitas Pelita Harapan, e-mail: 01501200130@student. 3 Fakultas Keperawatan. Universitas Pelita Harapan, e-mail: rifkafiolisa10@gmail. 4 Fakultas Keperawatan. Universitas Pelita Harapan, e-mail: peggy. tahulending@uph. 5 Fakultas Keperawatan. Universitas Pelita Harapan, e-mail: *Corresponding Author: peggy. tahulending@uph. ARTICLE INFO Article Received: November, 2023 Article Accepted: January, 2024 ABSTRAK Latar belakang: Perilaku Incivility juga terjadi dalam lingkup pendidikan. Pada setting pendidikan keperawatan juga tidak lepas dari masalah Incivility. Insiden ketidaksopanan atau perilaku Incivility dalam pendidikan keperawatan semakin meningkat sehingga dapat mempengaruhi lingkungan belajar, proses pembelajaran di kelas, dan juga saat praktik klinik Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran perilaku Incivility pada mahasiswa fakultas keperawatan tahun kedua di Universitas X Metode: Metode pada penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan pendekatan crosectional. Populasi sebanyak 191 mahasiswa keperawatan tahun kedua. Kuesioner versi Indonesia Clark Civility Indeks for Students and Classmates digunakan pada penelitian ini. Analisis univariate dilakukan pada penelitian ini. Periode waktu penelitian dengan waktu penelitian dari Januari-April 2023 Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku Incivility pada mahasiswa keperawatan tahun kedua berada dalam kategori rendah sebanyak 83 . ,5%) dalam kategori civil dan sangat Incivility hanya 0. Begitu juga dengan kategori penilaian teman kelas 61 . ,9%) termasuk dalam kategori civil Implikasi: Mayoritas responden menggambarkan perilaku dalam rentang cukup Civil hingga sangat Civil. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat perilaku Incivility pada mahasiswa tahun kedua di salah satu Universitas X termasuk dalam kategori rendah baik dalam kategori penilaian diri sendiri maupun penilaian pada teman sekelas Kata Kunci: Incivility. Keperawatan. Mahasiswa ISSN (Prin. : 2088-6098 ISSN (Onlin. : 2550-0538 Website: https://jurnal. E-mail: jkmmalang@gmail. DOI: https://doi. org/10. 36916/jkm ABSTRACT Background: Incivility behavior also occurs in the scope of education. The nursing education setting is also not free from the problem of incivility. The incidence of incivility or incivility behavior in nursing education is increasing so that it can affect the learning environment, the learning process in the classroom, and also during clinical practice Purpose: The purpose of this study was to determine the description of Incivility behavior in second year nursing faculty students at University X Methods: The method in this study was descriptive quantitative with a crosectional approach. The population was 191 second-year nursing students. The Indonesian version of the Clark Civility Index for Students and Classmates questionnaire was used in this study. Univariate analysis was conducted in this The research period from January-April 2023 Result: The results showed that the level of Incivility behavior in second year nursing students was in a low category as many as 83 . 5%) in the civil category and very incivility was only 0. Likewise, the 61 . 9%) classmates' assessment category is included in the civil category Implication: The majority of respondents described behavior in the range of moderately civil to very civil. So it can be concluded that the level of Incivility behavior in second year students at one of the X Universities is in the low category Keywords: Incivility. Nursing. Students Copyright A The Author. 2024 | Page 1 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2024, pg. LATAR BELAKANG Ketidaksopanan atau perilaku Incivility digambarkan sebagai perilaku mengganggu yang dapat mengakibatkan tekanan fisiologis atau psikologis bagi mereka yang terlibat (Natarajan et , 2. Incivility merupakan perilaku sosial dimana kurangnya rasa hormat kepada orang lain (Saputri et al. , 2. Incivility merupakan perilaku yang dapat merusak pekerjaan, proses pembelajaran, serta relasi yang dapat mengakibatkan terjadinya tekanan fisik dan mental pada seseorang yang berada di lingkungan tersebut. Perilaku Incivility juga terjadi dalam lingkup Pada lingkup pendidikan keperawatan juga tidak lepas dari masalah Incivility. Hal tersebut dibuktikan dengan pengakuan secara global oleh negara-negara beragam seperti Amerika Serikat. Mesir. Iran. Korea. Indonesia. Afrika Selatan. Oman, dan Kanada (Natarajan et al. , 2. Perilaku Incivility menjadi masalah yang serius pada beberapa perguruan tinggi, hal ini dapat dibuktikan dari pengalaman yang dialami oleh sesama mahasiswa maupun tenaga pengajar di universitas umum di Alaska, 399 staf pengajar menunjukkan 96% pelajar wanita dan 99% pelajar laki-laki, mengalami, dan mengetahui satu tindakan Incivility (Lampman, 2. Pada tahun 2014. Burke menyatakan bahwa sekitar 1. 500 staf pengajar di universitas Indiana, 80% dari mereka menyaksikan setidaknya 23 dari 30 bentuk perilaku Incivility di kelas. Perilaku Incivility juga memiliki potensi untuk membahayakan kesejahteraan emosional dan memiliki dampak negatif dalam pengembangan perawat masa depan yang berkualitas dan percaya diri (Natarajan et al. , 2. Incivility dipengaruhi oleh konteks sosial dan budaya, hal ini berarti perilaku Incivility dapat dirasakan secara berbeda berdasarkan kelompok sosial dan hubungan sosial seperti orang-orang di Amerika Serikat dapat memandang perilaku Incivility secara berbeda dengan orang di Asia. Selain itu makna perilaku Incivility akan berkembang seiring waktu karena perubahan norma sosial dan budaya (Eka & Chambers, 2. Dalam lingkungan keperawatan, perilaku Incivility dapat berdampak negatif terhadap pembelajaran dimana hal tersebut dapat menghambat pencapaian dan kesejahteraan dalam pembelajaran yang kooperatif. Perawat yang incivil dapat mempengaruhi komitmen nya pada organisasi (Tahulending et al. , 2. Incivility sangat mengganggu proses pembelajaran yang dimana jika diabaikan akan dapat menyebabkan kompleksitas perilaku dan akhirnya kekerasan dan agresi di dalam kelas (Rad & Karimi Moonaghi, 2. Akibat dari perilaku tersebut dapat meningkatnya jumlah perawat yang tidak profesional. Beberapa perilaku Incivility yang umum dan sering dijumpai di ruangan kelas seperti datang terlambat saat ingin kelas, menguap dan mengantuk saat kelas, makan dan minum, menggunakan handphone saat pembelajaran sedang berlangsung, berbicara atau menggosip dengan teman saat di kelas dan tidak jarang Copyright A The Author. 2024 | Page 2 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2024, pg. mahasiswa mengemasi buku-buku mereka sebelum kelas berakhir (Fibriansari, 2. Menurut American Association of Critical-Care Nurse (AACN, 2. menyatakan dalam melaksanakan kualitas perawatan pasien yang profesional harus didukung dengan terciptanya lingkungan yang baik, kondusif, saling menghargai sesama, serta menjalin komunikasi yang baik. Salah satu dampak yang sangat merugikan dari perilaku Incivility adalah kekerasan, seperti salah satu kasus yang pernah terjadi pada seorang mahasiswa keperawatan di salah satu perguruan tinggi di California saat memasuki ruang kelas keperawatan menembak dan menewaskan tujuh Hal ini membuktikan bahwa dampak negatif dari perilaku Incivility tidak bisa dianggap ringan (Sprunk et al. , 2. Menurut (Eka et al. , 2. menyatakan perilaku Incivility merupakan permasalahan serius yang dapat terjadi dikalangan mahasiswa, staf akademik, dan Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perilaku Incivility lebih banyak ditemukan pada ruang kelas dari pada praktik klinik akibat pengetahuan yang minim mengenai peraturan dan kebijakan yang berlaku di kelas. Berdasarkan mini survey yang diberikan hampir sebagian besar mahasiswa keperawatan . ,6%) memilih mahasiswa tahun kedua sebagai angkatan yang cenderung berperilaku Incivility. Fenomena tersebut mendorong peneliti untuk melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran incivility pada mahasiswa keperawatan di Tangerang METODE Desain penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilakukan di Fakultas Keperawatan, di area Tangerang. Banten. Indonesia pada bulan Januari hingga April 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan populasi sebanyak 306 mahasiswa. Perhitungan sampling dengan Slovin sebanyak 191 Instrumen penelitian adalah kuesioner Clark Civility Indeks for Students and Classmates . yang berisi 20 pertanyaan untuk melihat tingkat Civility-Incivility pada diri Penelitian No. 065/KEPFON/I/2023 dari Komite Etik Penelitian Fakultas Keperawatan Tangerang. Kuesioner disebar menggunakan google form serta menghubungi responden melalui aplikasi WhatsApp Group. Teknik analisa data dalam penelitian ini adalah analisis univariat dengan menggunakan komputerisasi dan melihat distribusi frekuensi data dari variabel Incivility. Copyright A The Author. 2024 | Page 3 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2024, pg. HASIL Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa perilaku Incivility pada mahasiswa 1% menilai dirinya sendiri dan sebanyak 43,5% mahasiswa menilai dirinya sendiri mempunyai perilaku Civil. Tabel 1 Kategori Penilaian Diri Sendiri . Kategori Sangat Incivility Incivility Ringan Civil Cukup Civil Civil Sangat Civil Hasil Penelitian N (%) 1 . Sumber: data primer, 2023 Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa . %) mahasiswa dinilai oleh teman sekelasnya memiliki perilaku Incivility dan sebanyak . ,9%) mahasiswa dinilai oleh teman sekelasnya memilki perilaku Civil. Tabel 2 Penilaian Teman Sekelas . Kategori Sangat Incivility Incivility Ringan Civil Cukup Civil Civil Sangat Civil Hasil Penelitian 1 . Sumber: data primer, 2023 PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, tingkat perilaku Incivility pada mahasiswa keperawatan tahun kedua yaitu 2 responden . %) penilaian teman sekelas, dan 2 responden . %) penilaian diri sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat perilaku Incivility pada mahasiswa keperawatan tahun kedua dalam kategori rendah. Hasil ini didukung oleh penelitian (Farzi et , 2. yang menunjukkan bahwa persentase tingkat perilaku Civility lebih tinggi dibandingkan dengan perilaku Incivility pada saat belum diberikan intervensi pendidikan kepada Penelitian lain yang dilakukan oleh (Kim et al. , 2. mengenai perilaku Incivility pada mahasiswa keperawatan di Korea Selatan dimana hasil analisa data penelitian yang dilakukan pada 410 mahasiswi keperawatan menunjukkan perilaku Incivility selama kelas dan praktikum klinis berlangsung cukup tinggi. Dalam mempertimbangkan penjelasan yang mungkin menyebabkan adanya perbedaan temuan dengan (Kim et al. , 2. , tercatat bahwa sampel penelitian kami hanya mencakup 191 mahasiswa keperawatan tahun kedua, sedangkan penelitian (Kim et al. , 2. mencakup mahasiswi keperawatan junior dan senior sebanyak 410 mahasiswi. Jumlah sampel yang lebih besar berpotensi mempengaruhi hasil Copyright A The Author. 2024 | Page 4 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2024, pg. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Farzi et al. , 2. juga menunjukkan bahwa cara yang efektif untuk mengurangi perilaku Incivility pada mahasiswa adalah perlunya mengadakan pertemuan bulanan, pembiasaan mahasiswa yang berperilaku Incivility untuk meninjau dan memikirkan kembali perilaku Incivility yang telah dilakukan, serta melakukan pengenalan kepada mahasiswa terkait beberapa perilaku Incivility dari sudut pandang mahasiswa itu sendiri seperti mempelajari mata pelajaran lain di kelas, tidur selama kelas, dan lain-lain (Farzi et al. , 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden menunjukkan perilaku dalam rentang cukup Civil hingga sangat Civil. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat perilaku Incivility pada mahasiswa tahun kedua di salah satu Universitas X termasuk dalam kategori rendah 1% baik dalam kategori penilaian diri sendiri maupun penilaian pada teman sekelas DAFTAR PUSTAKA