JOISIE (Journal Of Information Systems And Informatics Engineerin. Vol. No. Juni 2025. Hlm 269-276 Received: 30 Mei 2025 Revised: 16 Juni 2025. Accepted: 30 Juni 2025 p- ISSN: 2503-5304 e- ISSN: 2527-3116 EVALUASI KEBERHASILAN IMPLEMENTASI LEARNING MANAGEMENT SYSTEM SEKOLAH MENGGUNAKAN MODEL DELONE DAN MCLEAN Widya Pratiwi. Arista Pratama. Anita Wulansari. Ilmu Komputer. UPN Veteran Jawa Timur. Jl. Rungkut Madya. Gn. Anyar. Kec. Gn. Anyar. Surabaya email: widya. praatiwi@gmail. Abstract The development of technology that connects one to another has provided various benefits to society. The field of education utilizes technology by launching innovations to support educational activities through the use of e-learning. This has been implemented by presenting a Learning Management System (LMS) using the moodle Nevertheless, there are remain certain amount of challenges in its application, including the failure when students collect assignments. Therefore, this study will evaluate the implementation of LMS at SMAN 14 Surabaya in order to knowing the aspects that contributing the success implementation. Respondents in this study included 932 students in 2024/2025 where the respondents was determined by utilizing proportionate stratified random sampling method. According to the outcome of the SEM-PLS analysis, it was found that of the 9 hypotheses proposed, only 8 hypotheses were accepted and 1 was rejected. The results of the hypothesis test indicate that user satisfaction is positively correlated with system quality, that information and service quality are positively correlated with use and user satisfaction, that use is positively correlated with user satisfaction and net benefits, and user satisfaction is positively correlated with net benefits. Keywords: DeLone and McLean. LMS. School Abstrak Perkembangan pada teknologi yang menghubungan antara satu dengan lainnya telah memberikan berbagai manfaat kepada masyarakat. Bidang pendidikan memanfaatkan teknologi dengan meluncurkan invosi untuk membantu kegiatan belajar mengajar dalam bentuk e-learning. Hal tersebut telah diimplementasikan oleh SMAN 14 Surabaya dengan menghadurkan Learning Management System (LMS) menggunakan framework Namun dalam penerapnnya masih ditemukan berbagai kendala, salah satunya adalah kegagalan ketika siswa mengumpulkan tugas. Dengan demikian perlu dilakukan evaluasi dalam penerapan LMS di SMAN 14 Surabaya dengan tujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi dalam kesuksesan implementasi Responden dalam penelitian ini meliputi 932 siswa-siswi tahun 2024/2025 dimana sampel ditentukan menggunakan metode proportionate stratified random sampling. Berdasarkan hasil analisis SEM-PLS ditemukan dari 9 hipotesis yang diajukan hanya 8 hipotesis diterima dan 1 hipotesis yang ditolak. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa system quality berpengaruh positif-signifikan terhadap user satisfaction, information quality dan service quality berpnegaruh positif-signifikan terhadap use dan user satisfaction, use berpengaruh positif-signifikan terhadap user satisfaction dan net benefits, dan user satisfaction berpnegaruh positif-signifikan terhadap net benefits. Kata Kunci: DeLone and McLean. LMS. Sekolah PENDAHULUAN Perkembangan teknologi yang semakin masif dalam setiap waktu sehingga mampu menghubungkan manusia satu dengan yang lainnya tanpa harus melakukan pertemuan secara langsung (Alsaleh, 2. Adanya teknologi yang semakin canggih mampu membentuk kebiasaan baru pada perilaku masyarakat. Teknologi dinilai dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat dan memudahkan dalam membantu menyelesaikan aktivitas sehari-hari (Cahyaningtyas et al. , 2. Dari berbagai sektor formal yang ada, sektor pada bidang pendidikan merupakan salah satu yang menerapkan dalam pemanfaatan teknologi. E-learning sebagai media pembelajaran baru dengan memanfaatkan teknologi digital (Husamah & inAoam, 2. E-learning disebut sebagai bentuk revolusi global https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. 270 | Jurnal JOISIE. Volume 9. Nomor 1. Juni 2025 karena dinilai fleksibel dalam melakukan pembelajaran (Haleem et al. , 2. Eksistensi teknologi memberikan dampak positif dalam mendukung pembelajaran, salah satu contohnya ketika terjadi pandemi secara masif di seluruh dunia semua institusi pendidikan tanggap dalam mengadopsi teknologi untuk tetap bisa memberikan pembelajaran kepada para siswa (Nyoto & Nyoto, 2. Adapun salah satu sekolah yang telah menerapkan dari perkembangan teknologi adalah SMAN 14 Surabaya. Learning Management System (LMS) di SMAN 14 Surabaya diciptakan dengan dasar untuk membantu memudahkan kegiatan belajar mengajar para guru dan siswa. Seluruh kegiatan pembelajaran, seperti kuis, penyebaran materi, melakukan presensi dan pengumpulan tugas dapat dilakukan pada satu sistem. Sebelumnya metode dilaksanakan secara pendekatan yang terdahulu, kini dapat dilaksanakan hanya melalui sistem yang terhubung pada internet. Melalui penerapan sistem ini, proses interaksi antara guru dengan siswa dapat berlangsung secara daring tanpa memerlukan pertemuan tatap muka secara fisik. Meski demikian, dalam penerapannya masih ditemukan berbagai kendala. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan pengguna dan pengelola sistem, ketika siswa akan mengumpulkan tugas sistem masih merespon secara lama sehingga bisa terjadi kegagalan yang mengharuskan pengguna untuk mengulangnya dari tahapan awal dan jarang dilakukannya back up data oleh pihak pengelola LMS sehingga dapat beresiko dalam terjadi data hilang dan sekolah tidak memiliki cadangan pada data tersebut. Di samping itu, tampilan pada LMS SMAN 14 Surabaya yang masih monoton sehingga dapat membuat pengguna merasa untuk tidak memiliki niatan dalam menggunakan sistem tersebut. Berdasarkan kendala tersebut, maka perlu dilakukan evaluasi kesuksesan pada LMS SMAN 14 Surabaya menggunakan acuan model DeLone and McLean 2003. Adapun variabel yang digunakan dalam menilai kesuksesan pada LMS SMAN 14 Surabaya adalah system quality, information quality, service quality, use, user satisfaction, dan net benefits. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh pada kesuksesan dari implementasi sistem informasi sehingga dapat mendukung proses bisnis (Utomo et al. , 2. METODE PENELITIAN 1 ALUR PENELITIAN Jenis penelitian yang diadopsi adalah menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian terkait Leraning Management System SMAN 14 Surabaya dilakukan pada seluruh siswa-siswa pada SMAN 14 Surabaya pada tahun ajar 2024/2025 yang terdiri dari kelas 10, kelas 11, dan kelas 12. Pada penelitian ini akan melibatkan seluruh siswa yang berjumlah 935 siswa yang dibagi menjadi 3 kelompok. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode proportionate stratified random sampling. Gambar 1. Alur Penelitian Adapun bentuk data yang digunakan acuan pada penelitian ini adalah data primer serta sekunder. Pada data primer didapatkan menggunakan metode penyebaran kuesioner yang dibagikan pada setiap kelas melalui sosial media yang dikumpulkan Google Form. Skala penelaian pada kuesioner menggunakan pendekatan skala likert dimana penilaian diantara angka 1-5 dengan pernyataan pada nilai 1 adalah sangat tidak setuju hingga nilai 5 adalah sangat setuju. Kemudian untuk data sekunder didapatkan dari berbagai sumber, diantaranya yaitu buku dan jurnal. Dalam melakukan pengolahan analisis data, penelitian ini mengaplikasikan analisis secara deskriptif serta analisis Structural Equation Modelling (SEM). Analisis deskriptif digunakan dalam mendeskripsikan persepsi responden terhadap kesuksesan dari implementasi LMS. Analisis SEM digunakan untuk menganalisa faktor yang mempengaruhi kesuksesan dalam implementasi Learning Management System (LMS) di SMAN 14 Surabaya. Analisis SEM-PLS yang dilakukan pada penelitian ini memanfaatkan software SmartPLS versi 4. https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. Pratiwi. Evaluasi Keberhashilan Implemntasi Learning Management System Sekolah Menggunakan Model Delone dan Mclean, 269-. 2 MODEL KONSEPTUAL Adapun model konseptual yang digunakan pada penelitian ini akan mengadopsi dari penelitian (Meilani et , 2. Gambar 2. Model Konseptual Penelitian Berdasarkan pada Gambar 2 maka dalam penelitian ini mengukur variabel system quality, information quality, service quality, use, user satisfaction, dan net benefits pada LMS di SMAN 14 Surabaya. 3 PENGEMBANGAN HIPOTESIS Berdasarkan model konseptual pada Gambar 1, maka hipotesis yang dirumuskan pada penelitian ini adalah: H1: System quality berpengaruh secara positif-signifikan terhadap use. H2: System quality berpengaruh positif-signfikan terhadap user satisfaction. H3: Information quality berpengaruh positif-signifikan terhadap use. H4: Information quality berpengaruh positif-signifikan terhadap user satisfaction. H5: Service quality berpengaruh positif-signifikan terhadap use. H6: Service quality berpengaruh positif-signfikan terhadap user satisfaction. H7: Use berpengaruh positif-signfikan terhadap user satisfaction. H8: Use berpengaruh positif-signifikan terhadap net benefits. H9: User satisfaction berpengaruh positf-signifikan terhadap net benefits. 3 VALIDITAS DAN RELIABILITAS Sebelum dilakukan penyebaran kuesioner kepada seluruh responden maka dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas pada kuesioner. Adapun hasil pengujian ditampilkan pada Tabel 1. Tabel 2. Hasil Average Variance Extracted Indikator KS1 KS2 KS3 KS4 KS5 KI1 KI2 KI3 KI4 KL1 KL2 KL3 KL4 KL5 KP1 KP2 KP3 KP4 MB1 MB2 MB3 R-Hitung 0,766 0,884 0,915 0,905 ,917 ,936 ,837 ,932 ,944 ,875 ,913 ,911 ,921 ,858 ,870 ,924 ,908 ,892 ,936 ,943 ,866 ,905 ,863 ,897 ,939 R-Tabel 0,361 0,361 0,361 0,361 ,361 ,361 ,361 ,361 ,361 ,361 ,361 ,361 ,361 ,361 ,361 ,361 ,361 ,361 ,361 ,361 ,361 ,361 ,361 ,361 ,361 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. 272 | Jurnal JOISIE. Volume 9. Nomor 1. Juni 2025 Hasil analisis data validitas menampilkan bahwa seluruh indikator yang digunakan pada penelitian ini terkbukti valid dimana nilai r-hitung > r-tabel (Melgis et al. , 2. Dengan demikian, instrument penelitian dapat digunakan sebagai alat ukur. Adapun untuk pengujian reliabilitas pada variabel dalam penelitian ini disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Variabel System Quality Information Quality Service Quality Use User Satisfaction Net Benefits CronbachAos Alpha ,925 ,934 ,938 ,920 ,933 ,880 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Pada pengujian reliabilitas diketahui bahwa seluruh variabel yang digunakan dalam penelitian ini telah memenuhi kriteria. Semua nilai variabel Cronbach's Alpha lebih besar dari 0,60 (Wulansari et al. , n. 3 HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini menjabarkan hasil dari olahan data yang didapatkan melalui penyebaran kuesioner. Hasil dari penelitian yang terdiri dari penjelasan analisis deskriptif, outer model, dan analisis inferensial dalam bentuk pengujian hipotesis yang telah diajukan serta pembahasan hasil penelitian. 3 ANALISIS DESKRIPTIF Data demografi responden penelitian menjelaskan karakteristik dari responden yang terdiri dari informasi terkait usia, jenis kelamin dan jenjang kelas. Tabel 2. Demografi Berdasarkan Kelas Kategori Jumlah Jenis Kelamin Perempuan Laki-Laki Kelas Usia <15 >19 Berdasarkan data yang disajikan dalam Tabel 1, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini didominasi oleh perempuan, dengan jumlah mencapai 174 orang. Selanjutnya, jika dilihat dari tingkat pendidikan, responden terbanyak berasal dari kelas 10, yaitu sebanyak 97 orang. Selain itu, sebagian besar responden berada dalam rentang usia 15 hingga 19 tahun, dengan total sebanyak 270 orang. 2 ANALISIS OUTER MODEL AVERAGE VARIANCE EXTRACTED (AVE) Tabel 2. Hasil Average Variance Extracted Variabel System Quality Information Quality Service Quality Use User Satisfaction Net Benefits AVE ,646 ,621 ,638 ,704 ,722 ,692 Hasil yang ditampilkan pada Tabel 2 menunjukkan seluruh variabel yang diadopsi dalam penelitian memiliki nilai Average Variance Extracted (AVE) di atas 0,5. Nilai tersebut menginterpretasikan bahwa proporsi varians yang dijelaskan oleh indikator-indikator telah memadai, maka dapat disimpulkan bahwa syarat pada validitas konvergen telah terpenuhi (Ghozali & Latan, 2. https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. Pratiwi. Evaluasi Keberhashilan Implemntasi Learning Management System Sekolah Menggunakan Model Delone dan Mclean, 269-. FORNELL-LARCKER Tabel 3. Hasil Fornell-Larcker ,803 ,636 ,742 ,454 ,665 ,502 SEQ SEQ ,788 ,651 ,294 ,591 ,501 ,799 ,383 ,843 ,727 ,839 ,320 ,172 ,850 ,750 ,832 Pada Tabel 3 menunjukkan bahwa nilai Fornell-Larcker Criterion pada setiap variabel mempunyai bobot nilai yang lebih tinggi dari korelasi terhadap variabel yang lain. Hasil luaran tersebut mengindikasikan pada setiap konstruk memiliki kemampuan untuk membedakan dirinya dari konstruk lain secara memadai (Hamid et al. , 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kriteria validitas diskriminan telah terpenuhi sesuai dengan pendekatan Fornell-Larcker Criterion, sehingga model yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan memiliki validitas diskriminan yang memadai dan dapat diterima. RELIABILITY Tabel 3. Hasil Reliability Variabel Variabel SEQ CornbachAos Alpha ,817 ,848 ,810 ,895 ,807 ,851 Composite Reliability ,879 ,891 ,875 ,923 ,886 ,900 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel 3 PENGUJIAN HIPOTESIS Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan perangkat lunak SmartPLS versi 4, menggunakan teknik bootstrapping sebagai metode utama untuk menguji signifikansi hubungan antar variabel laten dalam model. Teknik bootstrapping memungkinkan estimasi parameter dilakukan dengan mengulang proses pengambilan sampel secara acak dari data asli, sehingga menghasilkan nilai-nilai statistik yang lebih andal dan stabil (Ogata, 2. Hasil dari proses bootstrapping ini kemudian divisualisasikan dalam Gambar 4. 4, yang menyajikan secara jelas arah . ositif atau negati. serta kekuatan hubungan antar konstruk dalam model penelitian yang dibangun. Gambar 3. Hasil Analisis SEM-PLS Berdasarkan hasil pengolahan data kuesioner yang dilakukan dengan perangkat lunak SmartPLS menunjukkan pada semua indikator yang ada pada penelitian ini mempunyai bobot nilai loading factor > 0,70. Temuan tersebut membuktikan pada setiap indikator ikut serta dalam memberikan partisipasi yang kuat dan valid dalam merepresentasikan konstruk laten yang diukur. Dengan demikian, seluruh indikator dapat dinyatakan valid secara konvergen karena memenuhi kriteria minimal yang disyaratkan. Selain itu, hasil evaluasi terhadap reliabilitas konstruk menyatakan keseluruhan variabel yang diadopsi memperoleh level reliabilitas tinggi dan konsisten. Hal ini dibuktikan melalui nilai https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. 274 | Jurnal JOISIE. Volume 9. Nomor 1. Juni 2025 yang ada pada composite reliability serta CronbachAos alpha di mana seluruh variabel telah melewati ambang penentu minimum sebesar 0,70. Dengan demikian, didapatkan pemahaman terkait instrument penelitain yang diimplementasikan memiliki kestabilan internal secara baik dalam mengukur setiap konstruk. (Dedi & Rianto Rahadi, 2. Hasil ini menegaskan bahwa instrumen yang diaplikasikan dalam penelitian tidak hanya valid tetapi juga andal dalam mengukur setiap konstruk yang diteliti. Pada hasil analisis R-Square ditemukan bahwa pada variabel use memiliki pengaruh lemah dengan menunjukkan nilai O 0,25, sedangkan pada variabel user satisfaction dan net benefits memiliki pengaruh yang sedang dimana nilai pada R-square tersebut > 0,5 (Pering, 2. Selanjutnya hasil pengujian pada Sem-PLS menggunakan bootstrapping pada SmartPLS 4. 9 didapatkan output yang disajikan di Tabel 3. Hasil Pengujian Hipotesis Pada hasil pengujian menampilkan variabel system quality tidak adanya pengaruh signfikan terhadap use sebagaimana yang ditunjukkan pada original sample -0,073 dan nilai t-statistic 1,425. Hasil temuan tersebut selaras dengan riset (Melgis et al. , 2. di aman menampilkan tidak adanya korelasi antara variabel system quality dengan variabel use. Temuan tersebut juga searah dengan studi sebelumnya yang dilakukan (Setyawan & Anyan, 2. dan (Rulinawaty et al. , 2. Tabel 4. variabel system quality Hipotesis Original Sample T-Statistic P-Values Ket -0,073 1,425 0,077 0,089 2,471 0,007 Signifikan Diterima 0,341 4,364 0,000 Signifikan Diterima 0,374 5,624 0,000 Signifikan Diterima 0,306 3,559 0,000 Signifikan Diterima 0,166 2,943 0,002 Signifikan Diterima 0,441 9,585 0,000 Signifikan Diterima 0,631 10,290 0,000 Signifikan Diterima 0,291 4,450 0,000 Signifikan Diterima Tidak Signifikan Hasil Ditolak System quality menunjukkan hasil pengaruh positif secara signifikan terhadap use. Bobot yang dihasilkan pada H2 menunjukkan bahwa original sample 0,089 dan bobot t-statistic 2,471. Temuan dalam penelitian ini konsisten dengan hasil studi sebelumnya (Setyawan & Anyan, 2. dimana variabel system quality mendapatkan arah secara positif serta pengaruh signifikan terhadap variabel user satisfaction. Temuan ini juga sejalan dengan penelitian (Charisma, 2. dan (Widyaningrum et al. , 2. Information quality menampilkan adanya hubungan positif-signifikan pada variabel use. Hal tersebut dibuktikan pada bobot pada original sample 0,341 dan nilai t-statistic 4,364. Pada hasil temuan tersebut selaras oleh pengkajian yang dilaksanakan (Setyaningtyas et al. , 2. , (Widyaningrum et al. , 2. , serta (Wulansari et al. , 2. , dan (Yudiawan et al. , 2. yang menerangkan adanya pengaruh yang positif secara signfikan anatara variabel information quality dengan use. Sedangkan pada information quality dengan user satisfaction menampilkan bobot original sample sejumlah 0,374 dan t-statistic sejumlah 5,24. Ini mengindikasikan terjadinya hubungan secara positif dan signifikan anatara variabel information quality dengan variabel user Temuan ini selaras dengan studi yang dilaksanakan oleh (Rulinawaty et al. , 2. , (Seliana et al. , serta (Setyaningtyas et al. , 2. Hasil analisis menampilan adanya pengaruh secara positf dan signfikan antara service quality dengan use, sebagaimana ditunjukkan oleh bobot pada original sample sejumlah 0,306 dan t-statistic senilai 3,559. Temuan tersebut selaras dengan hasil studi sebelumnya yang dilaksanakan oleh (Meilani et al. , 2. (Widyaningrum et al. , 2. , dan (Winarno & Legowo, 2. di mana dalam penelitian-penelitian tersebut dinyatakan bahwa kualitas layanan sebagai faktor utama yang mendorong intensitas penggunaan. Service quality terhadap user satisfaction juga menunjukkan adanya pengaruh positif dan signfikan yang dibuktikan oleh bobot original sample sebesar 0,166 serta t-statistic sebesar 2,943. Hasil pada temuan tersebut selaras yang ada pada studi yang ditemukan oleh (Melgis et al. , 2. , (Rulinawaty et al. , 2. , dan (AbdelKader & Sayed, 2. Use menunjukkan adanya hubungan positif secara signifikan terhadap user satisfaction, sebagaimana ditunjukkan oleh bobot t-statistic sebesar 9,585 dengan original sample sebesar 0,441. Temuan itu sejalan oleh https://doi. org/10. 35145/joisie. JOISIElicensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. Pratiwi. Evaluasi Keberhashilan Implemntasi Learning Management System Sekolah Menggunakan Model Delone dan Mclean, 269-. 275 hasil riset sebelumnya pada (Widyaningrum et al. , 2. , (AbdelKader & Sayed, 2. , dan (Meilani et al. yang membuktikan juga bahwa variabel penggunaan menjadi bagian dari aspek penting dalam mendorong kepuasan pengguna sistem informasi. Kemudian, use menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan terhadap net benefits, sebagaimana ditampilkan pada original sample sebesar 0,631 serta t-statistic sebesar 10,290. Hasil pada penelitian tersebut selaras dengan hasil studi yang telah dilakukan oleh (Yudiawan et al. , 2. , (Seliana et al. , 2. , serta (Alfaki, 2. yang juga menyatakan bahwa variabel penggunaan merupakan salah satu faktor penting yang mendorong manfaat bersih. User satisfaction menunjukkan adanya hubungan bernilai positif dengan pengaruh signifikan pada net benefits, sebagaimana ditunjukkan original sample sebesar 0,291 dan nilai t-statistic sebesar 4,450. Temuan ini sejalan dengan hasil riset sebelumnya yang dilaksanakan (Adhi Susano & Khasanah, 2. , (Setyawan & Anyan, 2. , dan (Meilani et al. , 2. yang juga membuktikan sesungguhnya variabel penggunaan merupakan menjadi bagian terpenting yang berpengaruh pada variabel manfaat bersih. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa hanya terdapat 8 hipotesis yang memiliki pengaruh positif-signifikan dan 1 hipotesis yang tidak diterima. Variabel net benefits memiliki jumlah rata-rata paling tinggi jika dikomparasikan antara variabel lain dalam penelitian. Temuan ini mengindikasikan terdapat manfaat atau dampak positif yang dirasakan oleh pengguna menjadi faktor utama dalam menentukan kesuksesan implementasi LMS SMAN 14 Surabaya. Dengan kata lain, persepsi pengguna terhadap sejauh mana LMS memberikan kontribusi nyata, seperti kemudahan dalam mengakses fitur yang ada salah satunya dalam mengunduh materi pembelajaran, serta mengembangkan mutu dalam proses pembelajaran, menjadi kunci dalam menilai keberhasilan sistem tersebut. Hal ini menegaskan bahwa keberlanjutan penggunaan LMS sangat bergantung pada manfaat langsung yang dirasakan oleh penggunanya. SIMPULAN Perkembangan teknologi memberikan dampak pada dunia pendidikan. SMAN 14 Surabaya telah menerapkan Learning Management System (LMS) dalam mengakomodasi pembelajaran di sekolah. Namun, dalam penerapannya masih terdapat berbagai kendala. Penting dilakukannya evaluasi pada penerapan sistem informasi dengan mengadopsi model DeLone and McLean 2003. Adapun faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi adalah information quality berpengaruh terhadap use dan user satisfaction, system quality berpengaruh terhadap user satisfaction, service quality berpengaruh terhadap use dan user satisfaction, use berpnegaruh terhadap user satisfaction dan net benefits, dan user satisfaction berpengaruh terhadap net Pengembang LMS sebaiknya selalu meningkatkan sistem dengan melakukan penyederhaan flow sistem serta backup data secara rutin sehingga pengguna dapat mengadopsi sistem dengan baik. 5 DAFTAR PUSTAKA