Proceedings Series on Physical & Formal Sciences. Volume 5 Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan ISSN: 2808-7046 Potensi Mikroorganisme Lokal pada Reklamasi Lahan Terdegradasi Sebagai Pendukung Terwujudnya Ketahanan Pangan Nasional Oetami Dwi Hajoeningtijas Postdoctoral Program. Research Center for Horticultural and Estate Crops. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Jl. Raya Bogor km 46. Cibinong. West Java. Indonesia 16911 Agrotechnology Department. Agriculture and Fishery Faculty. Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Jl. Ahmad Dahlan PO BOX 202. Banyumas. Central Jawa. Indonesia 53182 corresponding author: oetamidwihajoeningtyas@ump. oeta002@brin. Pendahuluan Mikroba endofit merupakan mikroorganisme yang hidup di dalam jaringan tanaman tanpa membahayakan inangnya. Penelitian tentang mikroba endofit telah menunjukkan berbagai manfaatnya, termasuk sebagai agen biokontrol tanaman (Harni et al. , 2. Selain itu, mikroba endofit dan mikroba tanah lokal telah diuji potensinya dan menjadi penting bagi kehidupan tanaman. Lebih dari 85% mikroorganisme yang terdapat di tanah berperan penting dalam merangsang pertumbuhan tanaman melalui mekanisme langsung dan tidak langsung (Aly et al. , 2. Mikrobioma tanah, terutama dalam pertanian, berperan besar dalam kesuburan tanaman yang tumbuh di atasnya, dan penggunaan mikroba lokal telah membuktikan tidak menyebabkan kerusakan ekosistem lokal (Sudiana dkk. , 2. Mikroorganisme rizosfer memiliki peran penting dalam memberikan nutrisi, melindungi tanaman dari patogenik, dan mendorong pertumbuhan serta meningkatkan hasil panen (Sumarsih, 2. Namun, persoalan yang dihadapi adalah adanya 14 juta lahan kritis di Indonesia akibat degradasi lahan, yang menurunkan kapasitas produksi dan mengancam ketahanan pangan nasional (Hudoyo, 2. Lahan terdegradasi memiliki karakteristik fisik, kimia, dan biologi yang rendah, sehingga pemupukan dengan memperhatikan keseimbangan pupuk anorganik dan organik diperlukan untuk meningkatkan kesuburan tanah (Food and Fertilizer Technology Center, 2. Dalam upaya mengatasi degradasi lahan, penggunaan mikroorganisme seperti fungi mikoriza arbuskula (FMA) dan bakteri penambat nitrogen (Rhizobi. telah terbukti efektif dalam mempercepat pertumbuhan tanaman dan meningkatkan kualitas serta daya hidup tanaman di lahan-lahan marginal (Prematuri. Kombinasi pupuk hayati dan inokulan FMA terbukti meningkatkan hasil panen tanaman pangan pada lahan terdegradasi (Margarettha, dkk. , 2. Pengembangan potensi mikroorganisme lokal juga menjadi fokus penelitian, termasuk eksplorasi dan uji mikroorganisme lokal pada lahan terdegradasi untuk penggunaan pada reklamasi lahan tersebut. Uji interaksi dan kompatibilitas antara mikroorganisme dan bahan organik serta amelioran lain menjadi langkah selanjutnya untuk meningkatkan efektivitas penggunaan mikroorganisme pada reklamasi lahan terdegradasi dan produksi Dalam rangka pembangunan hutan berwawasan lingkungan, pengembangan strategi alternatif dengan memanfaatkan mikroorganisme seperti mikoriza dan bakteri penambat N menjadi penting untuk mendukung program revegetasi dan rehabilitasi lahan-lahan rusak akibat pertambangan (I Ketut Widnyana, -----). Penggunaan mikoriza sebagai pemicu pertumbuhan tanaman dan bakteri penambat nitrogen telah berhasil meningkatkan hasil tanaman pada lahan terdegradasi (Santoso et al. , 2008. Sitorus et al. , 2. Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional, riset pengembangan potensi mikroorganisme lokal pada lahan terdegradasi perlu dilakukan. Eksplorasi dan uji mikroorganisme lokal pada lahan terdegradasi untuk pemanfaatan lebih lanjut menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan peran mikroba endofit dan mikroba tanah dalam reklamasi lahan terdegradasi. Penggunaan mikroba lokal yang unggul dapat meningkatkan produktivitas tanaman dan mengembalikan kualitas lahan yang baik untuk pertanian. Dengan demikian, potensi mikroorganisme lokal pada reklamasi lahan terdegradasi berperan penting dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Sintesis Potensi mikroba pada lahan terdegadasi Dalam rangka pembangunan hutan berwawasan lingkungan, upaya rehabilitasi lahan terdegradasi menjadi sangat penting untuk memulihkan ekosistem yang rusak akibat aktivitas manusia. Namun, untuk mencapai keberhasilan dalam program revegetasi dan rehabilitasi lahan-lahan rusak tersebut, dibutuhkan alternatif strategi yang tidak hanya efektif tetapi juga ramah lingkungan dan ekonomis. Salah satu alternatif strategi yang menarik adalah pemanfaatan mikroba endofit, seperti fungi mikoriza arbuskula (FMA) dan bakteri penambat nitrogen (Bradyrhizobium/Rhizobiu. FMA adalah jenis mikroba endofit yang hidup dalam simbiosis dengan akar tanaman dan membentuk struktur khusus yang disebut mikoriza. Mikoriza berfungsi sebagai perpanjangan akar tanaman yang dapat meningkatkan penyerapan unsur hara, terutama fosfor, dari tanah. Dalam proses revegetasi lahan terdegradasi. CMA memiliki peran penting dalam mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan kualitas serta daya hidup tanaman kehutanan pada lahan-lahan yang miskin unsur hara (Smith dan Read, 2. Di sisi lain, bakteri penambat nitrogen, seperti Bradyrhizobium dan Rhizobium, juga menjadi kunci dalam keberhasilan rehabilitasi lahan terdegradasi. Bakteri ini hidup di dalam akar tanaman legum dan membentuk nodul yang berfungsi untuk menambat nitrogen dari udara dan mengubahnya menjadi bentuk yang dapat digunakan oleh tanaman. Proses ini meningkatkan ketersediaan nitrogen di tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman legum pada lahan yang miskin nitrogen (Giller, 2. Beberapa penelitian telah menunjukkan keberhasilan pemanfaatan CMA dan bakteri Bradyrhizobium/Rhizobium dalam memperbaiki lahan marginal dan mengembalikan produktivitasnya. Studistudi sebelumnya oleh De La Cruz . Gracia . , dan Setiadi . telah mendokumentasikan manfaat signifikan dari mikroba endofit ini dalam proses revegetasi dan rehabilitasi lahan terdegradasi. Dengan pemanfaatan mikroba endofit seperti CMA dan bakteri penambat nitrogen, diharapkan rehabilitasi lahan terdegradasi dapat dilakukan dengan lebih efisien, efektif, dan berkelanjutan. Pemanfaatan mikroba endofit sebagai salah satu alternatif strategi dalam program revegetasi dan rehabilitasi lahan dapat menjadi langkah yang tepat menuju pembangunan hutan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Potensi bakteri pada lahan terdegadasi Bakteri merupakan mikroorganisme yang memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman melalui berbagai mekanisme yang menguntungkan. Salah satu manfaat utama bakteri bagi tanaman adalah dalam penyediaan unsur hara, seperti nitrogen (N) dan fosfor (P). Kelompok bakteri Rhizobia, misalnya, memiliki kemampuan untuk menambat nitrogen dari udara dan membentuk nodul akar pada tanaman kacangkacangan dalam proses simbiosis (Bhattacharjee et al. , 2. Bakteri Azotobacter dan Azospirillum juga memiliki kemampuan menambat nitrogen dan bersimbiosis dengan tanaman, sehingga berkontribusi pada peningkatan produktivitas tanaman (Vessey, 2. Selain itu, beberapa kelompok bakteri seperti Bacillus subtilis dan B. polymixa memiliki kemampuan untuk melarutkan fosfat dalam tanah yang tidak tersedia bagi tanaman menjadi bentuk yang dapat digunakan. Mekanisme ini, seperti pelarutan unsur P dari bahan organik seperti fitat, berperan dalam meningkatkan ketersediaan fosfat bagi tanaman (Richardson et al. , 2. Beberapa penelitian juga menyoroti pentingnya bakteri indigenuus seperti Azotobacter sebagai pupuk hayati untuk tanaman lokal, seperti padi gogo, pada lahan marjinal. Bakteri ini mampu beradaptasi di lingkungan yang kurang subur dan dapat berfungsi sebagai sumber nitrogen dan fosfor bagi tanaman (Nurmas et , 2. Selain itu, bakteri pelarut fosfat (BPF) juga berhasil dieksplorasi dari lahan gambut terdegradasi akibat kebakaran di suatu wilayah, menunjukkan potensi dalam meningkatkan ketersediaan fosfat bagi tanaman di lingkungan yang terdegradasi (Sari et al. , 2. Secara keseluruhan, pemanfaatan berbagai kelompok bakteri, seperti Rhizobia. Azotobacter, dan BPF, memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman pada lahan terdegradasi dan marginal. Penggunaan bakteri ini sebagai biofertilizer dan PGPR telah menunjukkan potensi dalam meningkatkan produktivitas tanaman dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, sehingga berkontribusi pada pembangunan hutan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Potensi FMA pada lahan terdegadasi Rehabilitasi lahan pasca tambang merupakan tantangan besar dalam upaya memulihkan ekosistem yang terdegradasi. Dari segi teknis, bekas areal pertambangan dapat dijadikan lahan pertanian atau tujuan produktif lainnya setelah dilakukan perbaikan kondisi lahan. Namun, kendala utama dalam rehabilitasi lahan adalah rendahnya kandungan unsur hara dan bahan organik, adanya toksisitas dari beberapa unsur tertentu, serta sifat fisik dan pH tanah yang buruk. Untuk mengatasi permasalahan ini, pemanfaatan pupuk hayati menjadi salah satu solusi yang menarik. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Pupuk hayati, seperti fungi mikoriza arbuskula (FMA), dapat digunakan untuk memperbaiki sifat biologi tanah dan sebagai pemicu pertumbuhan tanaman (Santoso et al. , 2008. Sitorus et al. , 2. Beberapa penelitian telah menunjukkan keefektifan pemanfaatan FMA dalam meningkatkan produktivitas tanaman, terutama pada padi gogo. Studi oleh Margarettha et al. menemukan bahwa pemberian pupuk hayati FMA dari genus Glomus dan Acaulospora meningkatkan anakan produktif padi gogo sebesar 15% hingga 23,78%. Inokulan FMA yang diproduksi oleh Lab. Biotek Hutan dan Lingkungan Ae PPSHB IPB juga terbukti bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman pada tanah latosol dan tailing tambang emas. Selain FMA, beberapa jenis mikroba endofit lainnya juga memiliki potensi sebagai agen bioremediasi lahan terdegradasi. Fungi non-simbiosis . dan bakteri juga menjadi fokus penelitian untuk meningkatkan kualitas tanah dan produktivitas tanaman (Sayer dan Gadd, 1997. Baldrian, 2003. Munir et al. , 2005. Siham. Satria et al. , 2015. Ihsan dan Jawhary, 2014. Hajoeningtijas et al. , 2. Dalam upaya rehabilitasi lahan terdegradasi, pemanfaatan mikroba endofit sebagai alternatif strategi dapat menjadi solusi yang lebih efisien, efektif, dan berkelanjutan. Berbagai penelitian telah memberikan bukti tentang manfaat signifikan dari penggunaan mikroba endofit dalam memperbaiki kondisi tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman pada lahan yang miskin unsur hara. Seiring dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi, diharapkan pemanfaatan mikroba endofit akan semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi rehabilitasi lahan terdegradasi. Riset pengembangan potensi mikroorganisme lokal pada reklamasi lahan terdegradasi Eksplorasi dan uji mikroorganisme lokal merupakan langkah awal yang penting dalam upaya pemanfaatan mikroba endofit untuk reklamasi lahan terdegradasi. Proses eksplorasi dilakukan dengan mengambil sampel mikroorganisme dari berbagai lokasi lahan terdegradasi, termasuk lahan asal yang mengalami degradasi. Sampel-sampel tersebut kemudian diuji secara laboratorium dan lapangan untuk mengetahui potensi dan kemampuan masing-masing isolat dalam memperbaiki kondisi tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman (Riyanto, 2. Selanjutnya, isolat-isolat mikroorganisme yang menunjukkan hasil uji yang unggul dipilih untuk diuji lebih lanjut dalam skala yang lebih besar dan lebih representatif. Uji efektivitas jenis isolat tersebut dilakukan pada lahan terdegradasi yang lebih luas dan beragam. Hasil dari uji efektivitas ini akan menjadi dasar untuk menentukan isolat mana yang memiliki potensi terbaik dalam reklamasi lahan terdegradasi (Mardewi et al. Identifikasi terhadap isolat-isolat unggul ini juga sangat penting dilakukan untuk mengetahui spesies mikroorganisme secara pasti. Teknik biomolekuler seperti analisis DNA dapat digunakan untuk mengidentifikasi secara akurat jenis mikroorganisme yang terlibat dalam proses reklamasi lahan terdegradasi (Prayogo et al. , 2. Selain itu, penting juga untuk menguji interaksi dan kompatibilitas antara mikroorganisme yang dipilih dengan bahan organik dan amelioran lain yang akan digunakan dalam reklamasi lahan terdegradasi. Interaksi yang baik antara mikroorganisme dan bahan organik serta amelioran akan meningkatkan efektivitas mikroorganisme dalam memperbaiki kondisi tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman (Susilawati et al. Penutup Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa mikroorganisme endofit, terutama fungi mikoriza arbuskula (FMA) dan bakteri, memiliki potensi besar dalam mendukung reklamasi lahan terdegradasi. Penggunaan mikroba endofit sebagai salah satu alternatif strategi dalam program revegetasi dan rehabilitasi lahan dapat menjadi langkah yang efisien, efektif, dan berkelanjutan dalam upaya mendukung pembangunan hutan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Eksplorasi dan uji mikroorganisme lokal pada lahan terdegradasi menjadi langkah awal penting dalam memanfaatkan mikroba endofit untuk reklamasi lahan tersebut. Proses ini melibatkan pengujian kemampuan masing-masing isolat dalam memperbaiki kondisi tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman. Isolat-isolat mikroorganisme yang menunjukkan hasil uji yang unggul dipilih untuk diuji lebih lanjut dalam skala yang lebih besar dan lebih representatif, sehingga dapat menentukan isolat terbaik dalam reklamasi lahan terdegradasi. Selain itu, identifikasi spesies mikroorganisme secara pasti melalui teknik biomolekuler seperti analisis DNA menjadi penting untuk memahami peran dan potensi masing-masing mikroba dalam proses reklamasi Uji interaksi dan kompatibilitas antara mikroorganisme dengan bahan organik dan amelioran lain juga perlu dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan mikroba endofit pada reklamasi lahan terdegradasi dan produksi tanaman. Pemanfaatan potensi mikroorganisme lokal pada reklamasi lahan terdegradasi akan berkontribusi pada peningkatan produktivitas tanaman dan perbaikan kualitas lahan yang baik untuk pertanian. Dengan demikian. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 riset dan pengembangan potensi mikroorganisme lokal pada lahan terdegradasi menjadi kunci penting dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional melalui pemulihan dan rehabilitasi lahan terdegradasi. Daftar Pustaka