Vol. No. November 2024, hal, 110-118 https://doi. org/10. 54214/efada. Vol1. Iss2. Optimalisasi TPA Masjid Agung Randusari Melalui Mahasiswa KKN STAI Ali bin Abi Thalib di Dusun Randusari Wahyudi Wahyudi. Hilal Hamdi. Budi Santoso. 1,2,. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Indonesia Info Artikel Kata kunci : Optimalisasi TPA Mahasiswa KKN Dusun Randusari Email Koresponden : 11wahyudimustima@gmail. hamdihilal499@email. Budi. Santoso@stai-ali. ABSTRAK Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) merupakan salah satu lembaga pendidikan Al-Quran yang berada di tengah masyarakat, lembaga ini berperan sangat penting dalam memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai Al-Quran sejak usia dini. Sehingga, dalam proses pembelajarannya menitikberatkan pada membaca Al-Quran dengan ditambah orientasi untuk pembentukan akhlak dan kepribadian Islamiyah pada diri anak. Dalam TPQ juga, anak didik diharapkan tidak hanya cerdas secara intelek dan emosional akan tetapi juga cerdas dalam hal rohani yang mulai dibangun sejak usia dini. Melalui TPQ yang telah tersebar di berbagai daerah,ini telah memberikan andil yang besar dalam pengenalan AlQuran kepada generasi muda kaum muslimin. Agar pelaksanaan program kerja berjalan dengan baik Pelaksan dan metode yang penulis gunakan adalah melakukan empat tahap pendekatan, yaitu. tahap sosialisasi. tahap persiapan dan perencanaan. tahap pelaksanaan. tahap evaluasi. Kegiatan yang dilakukan oleh KKN STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya untuk mengoptimalisasi Taman Pembelajaran Al-QurAoan di dusun Randusari, desa Watusigar, kec Ngawen, gunungkidul, selama 4 pekan tehitung dari tanggal 1sampai 31 Januari 2024 yang bertempat di masjid Agung Randusari dan kami mengadakan kegiatan bimbingan belajar yang juga bertempat di masjid Agung Randusari. Waktu pelaksanaan TPA lima kali dalam sepekan : senin, selasa,rabu ,kamis ,jumAoat dan sabtu di sore hari, program kerja yang kami lakukan diantranya adalah mengajar TPQ, dan kajian tauhid. PENDAHULUAN Al-QurAoan merupakan pedoman hidup bagi manusia yang harus dipegang teguh maknanya dalam kehidupan sehari-hari. Namun dalam kenyataannya di kehidupan masyarakat masih banyak ditemui kesulitan dalam membaca AlQurAan secara baik dan benar. Bahkan masih banyak buta huruf Al-QurAan. Hal ini dibuktikan dengan pendapat Ustadz Achmad Farid Hasan mengatakan bahwa, umat Islam Indonesia sampai saat ini masih banyak yang belum bisa membaca Al-QurAan. (Raka Hasanal Ihsan dkk. , 2. Pendidikan merupakan perkara yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan memegang peran penting dalam kemajuan suatu bangsa atau negara. Hal ini dapat kita lihat dari sejarah yang telah lalu. Sejarah membuktikan suatu bangsa yang maju disokong dengan majunya pendidikan bangsa tersebut. Pendidikan merupakan sebuah proses pembelajaran, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi yang umumnya dilakukan melalui proses Pendidikan pada dasarnya juga sebuah upaya yang bertujuan mengembangkan seluruh potensi dalam mempersiapkan karakter seseorang agar dapat menyikapi berbagai hal yang akan dihadapi dalam hidupnya. Dengan demikian, pendidikan merupakan sarana dalam Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Wahyudi. Hilal Hamdi. Budi Santoso menginternalisasikan nilai-nilai ajaran hidup dan kehidupan kepada seseorang dalam rangka membentuk karakter serta kepribadian ke arah yang lebih baik. Selain itu, pendidikan adalah suatu proses internalisasi dan transformasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai pada diri peserta didik melalui penumbuhan dan pengembang potensi fitrahnya guna mencapai keselarasan kesempurnaan dalam segala aspek kehidupan. Didalam pendidikan tentunya tidak terlepas dari pembelajaran. Pembelajaran sendiri berasal dari kata belajar, yang menurut KBBI, yaitu usaha memperoleh kepadaian atau ilmu. Tujuan pendidikan sebagaimana diamanatkan konstitusi adalah memanusiakan manusia. Pendidikan berbasis masyarakat adalah penyelenggaraan pendidikan berdasarkan kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi, dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan . Masyarakat melahirkan beberapa lembaga pendidikan nonformal sebagai bentuk tanggung jawab masyarakat terhadap pendidikan. Masyarakat merupakan kumpulan individu dan kelompok yang terikat oleh kesatuan bangsa, negara, kebudayaan, dan agama. Setiap masyarakat, memiliki cita -cita yang diwujudkan melalui peraturan-peraturan dan sistem kekuasaan tertentu. Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk yang mayoritas beragama Islam. Akan tetapi sebagian masyarakat Indonesia masih ada yang acuh terhadap kitab yang menjadi pedoman hidupnya yaitu Al-Quran. Berdasarkan data survei yang di ambil dalam sebuah artikel yang dilakukan oleh Fitriyani dan Hayati, bahwa dari sekitar 225 juta muslim di Indonesia terdapat 54% Muslim Indonesia belum bisa baca Al-Quran dan 46% muslim yang sudah mampu membaca AlQuran beserta tajwidnya. Sebagai seorang muslim sebelum mengajarkan, memahami dan mengamalkan kedalam kehidupan sehari-hari, hal utama yang harus dipelajari yaitu membaca AlQuran dengan baik dan benar (Wardhani & Astriani, 2. Maka sungguh memprihatinkan melihat realita yang ada, bahwasanya banyak diantara kaum muslimin yang belum bisa membaca Al-Quran, melihat saranasarana untuk belajar Al-Quran mudah untuk didapati. Salah satu dari sarana tersebut adalah Taman Pendidikan Al-Quran (TPA). Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) merupakan salah satu lembaga pendidikan Al-Quran yang berada di tengah masyarakat, lembaga ini berperan sangat penting dalam memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai Al-Quran sejak usia dini. Sehingga, dalam proses pembelajarannya menitikberatkan pada membaca Al-Quran dengan ditambah orientasi untuk pembentukan akhlak dan kepribadian Islamiyah pada diri anak. Dalam TPA juga, anak didik diharapkan tidak hanya cerdas secara intelek dan emosional akan tetapi juga cerdas dalam hal rohani yang mulai dibangun sejak usia Melalui TPA yang telah tersebar di berbagai daerah,ini telah memberikan andil yang besar dalam pengenalan Al-Quran kepada generasi muda kaum muslimin. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Optimalisasi TPA Masjid Agung Randusari MelaluiA TPA juga sebagai salah satu sarana dakwah Islam yang dirancang sesuai dengan kebutuhan Dalam dakwah Islam melalui TPA, anak diajarkan bagaimana mulai mengenal huruf hijaiyah, mampu membacanya, mampu menulisnya, dan sampai pada bacaan al-Quran. Dalam TPA tidak hanya diajarkan Baca Tulis al-Quran saja, tetapi juga diperkenalkan dengan ajaran-ajaran dasar Islam, seperti cara berwudlu dengan benar, bacaan-bacaan ketika wudlu, cara sholat dengan benar, bacaanbacaan sholat, dan seterusnya. Para ustadz/ustadzah juga mengenalkan sejarah nabi, cerita para nabi, cerita - cerita sejarah Islam yang dirangkum sesuai dengan bahasa anak. Berdasarkan hal yang telah disebutkan, maka telah nampak jelas akan pentingnya keberadaan Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) dalam pengenalan Al-Quran kepada generasi muda. Tidak hanya itu. TPA juga berperan dalam memperbaiki akhlak anak didik. TPA masjid Agung Randusari yang terletak di Dusun Randusari . Desa Watusigar . Kecamatan Ngawen. Kabupaten Gunung Kidul, berupaya berkontribusi dalam pendidikan dan dakwah Islam di Desa Randusari. TPA Nur Hidayah sendiri adalah lembaga yang dimiliki perorangan. Penanggung jawab dari TPA Nur Hidayah sendiri adalah selaku ketua taAomir Ketua TPA Nur Hidayah. Pengajar di TPA ini adalah Ustad Teguh . Ustad Abdullah dan Ustazah Bela. Sebelumnya pernah ada pengajar lain, namun itu tidak berlangsung lama, dikarenakan pengajar tersebut memiliki kesibukan lain dan ada juga yang melanjutkan studynya di luar sehingga memutuskan tidak mengajar lagi di TPA sehingga TPA kekurangan pengajar dan berjalan hanya tiga kali sepekan saja, maka dari itu dengan ada nya mahasiswa KKN harapan dari ketua TPQ bisa mengaktifkan lagi TPQ yang sudah lama Terbengkalai. Adapun Jumlah santri TPQ ini sebanyak 40 orang lebih. Bahan ajar yang digunakan di TPQ adalah buku mengaji IQROAo Jilid 1-6, kemudian dilanjutkan ke Al-Quran. Pengajaran doAoa -doAoa harian, selain dari pembelajaran Iqra kami juga mengajarkan doAoa harian juga adab harian, tujuannya agar anak-anak dapat ber-akhlak mulia terhadap dirinya terlebih terhadap Ilmu. Hal ini kami terapkan berdasarkan apa yang kami terima dari BADKO (Badan Kordinas. BADKO adalah organisasi resmi yang diakui oleh Kementerian Agama, dalam kurikulum BADKO didalamnya ada beberapa tingkatan kurikulum. Maka ketika kami konsultasi bersama tokoh yang sukses menjalankan TPQ sampai 500 an siswa/i (Ustadz Abduh Tuasika. sebagai langkah awal kita diharap bisa menemui BADKO dengan tujuan ada pembinaan berlanjut mengenai keberlangsungan jangka panjang TPQ Nur Hidayah. Terbatasnya waktu KKN Al-Munawwir STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya yang hanya 1 bulan (Januar. , membuat kami mencari berbagai cara untuk menghidupkan TPQ ini agar terus berjalan, bukan hanya tiga kali dalam sepekan, namun bisa berjalan lagi seperti dulu yakni lima kali dalam sepekan sebagaimana harapan dari ketua TPQ Nur Hidayah. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Wahyudi. Hilal Hamdi. Budi Santoso Faktor terbesar kurang berjalannya TPQ ialah kurangnya SDM pengajar TPQ. Aubanyak orang yang mampu, namun sangat sedikit yang mauAy. begitu juga yang terjadi di dusun randusari, ada yang mampu namun dia tidak bisa menjadi pengajar TPQ karna kesibukan dalam rumah tangga pekerjaan, bekerjasama dengan BADKO, merupakan satu langkah dari kami, agar TPQ Nur Hidayah mendapatkan perhatian ketika kami sudah kembali dari KKN ini. Rumysho Academy merupakan kepanjangan dari program dari Yayasan Darus Sholihin yang dibina oleh Ustadz Abduh Tuasikal. Rumaysho Academy mempunyai program jangka panjang yaitu Aumen-sertifikasi guru-guru TPQ se-gunung kidul dan pemberdayaan wirausaha untuk TPQ, dengan tujuan agar pengajar TPQ memiliki standard yag selaras, dari TPQ yang berada di tengah perkotaan Wonosari, di desa -desa maupun di pelosok gunungkidul, agar apa yang diajarkan ada kurikulumnya dan terstruktur. Pengoptimalan TPQ menjadi target utama dalam KKN kali ini, maka hal yang dapat kami lakukan ialah mencari Solusi agar TPQ Nur Hidayah bisa berjalan dengan optimal dikarenakan kekurangan guru maka murid-murid pun tidak semangat untuk mengikuti TPQ. Harapan kami akan ada yang melanjutkan estafet pengoptimalan TPQ Masjid Agung Randusari. malaikat Jibril As adalah sebagai petunjuk atau huddan bagi manusia karena di dalamnya terdapat petunjuk-petunjuk bagi keselamatan manusia baik di dunia maupun di akhirat. Selain menjadi kewajiban setiap muslim, mempelajari Alquran termasuk ibadah yang utama terlebih lagi jika mampu untuk menghafalkannya (Maskur, 2. Terdapat beberapa manfaat dan keutamaan tentang kedudukan para penghafal al-QurAoan di antaranya Pertama, menghafal al-QurAoan berarti menjaga otentisitas al-QurAoan yang hukumnya fardlu kifayah, sehingga orang yang menghafal al-QurAoan dengan hati bersih dan ikhlas mendapatkan kedudukan yang sangat mulia di dunia dan di akhirat, karena mereka merupakan makhluk pilihan Allah. Jaminan kemuliaan ini antara lain bahwa orang yang A-QurAoan akan memberi syafaat baginya, menghafal al-QurAoan merupakan sebaik-baik ibadah, selalu dilindungi malaikat, mendapat rahmat dan ketenangan, mendapat anugerah Allah, dan menjadi hadiah bagi orang tuanya. Kedua, menghafal al-QurAoan membentuk akhlak mulia baik bagi pribadi sang haidz maupun menjadi contoh bagi masyarakat luas. Al-QurAoan merupakan Auhudan li annasAy . etunjuk bagi manusi. Semakin dibaca, dihafal dan dipahami, maka semakin besar petunjuk Allah didapat. Petunjuk Allah berupa agama Islam berisi tentang aqidah, ibadah dan akhlak. Akhlak merupakan inti dari agama yang menjadi misi utama Nabi Muhammad Saw diutus Allah. Akhlak yang baik menjadi ukuran kebaikan seseorang yang dengan akhlak baik itu ia menjadi manusia yang ideal. Ketiga, menghafal al-QurAoan meningkatkan kecerdasan. Pada dasarnya setiap manusia dibekali dengan Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Optimalisasi TPA Masjid Agung Randusari MelaluiA bermacam-macam potensi/kecerdasan meliputi kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual . ultiple intelligenc. Jika kecerdasan ini dapat dikembangkan dimaanfaatkan secara optimal, akan membuka peluang besar untuk hidup bahagia lahir dan batin. Dengan menghafal al-QurAoan, seseorang akan terbiasa mengingat-ingat setiap huruf, kata dan kalimat. Ia juga menjadi mudah dalam memahami Menghafal al-QurAoan menjadi langkah awal bagi seseorang yang ingin mendalami ilmu apapun. Dalam al-QurAoan. Allah menyatakan bahwa: AuAllah telah mengeluarkan manusia dari perut ibunya dalam keadaan yang tidak mengetahui sesuatu apapun, kemudian Allah memberi pendengaran, penglihatan dan hatiAy (Hidayah, t. Salah satu metode tahfidz Alquran yaitu metode talaqqi merupakan metode yang diajarkan malaikat Jibril kepada Nabi Saw dalam menyampaikan Alquran, sebagaimana ketika wahyu pertama yaitu surat al-Alaq:1-5 diturunkan di Gua Hiro. Bahkan dalam beberapa riwayat diceritakan bahwa Nabi Saw selalu membacakan ayat Alquran kepada malaikat Jibril setiap bulan Ramadan. Metode talaqqi diajarkan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya. Metode yang digunakan Nabi Saw merupakan salah satu metode yang banyak digunakan oleh para pengajar di berbagai macam tingkatan sekolah. Metode talaqqi memudahkan pengajar memilih cara yang tepat dalam menyampaikan ilmu, karena dengan bertemu langsung antara pengajar dan siswa, membuat pengajar lebih mudah mengenali kepribadian siswa, memudahkan pedidik mengawasi serta mengevaluasi hasil belajar siswa secara langsung (Jalil & Alfurqan, 2. Menurut Imana. tentang metode talaqqi adalah cara guru menyampaikan bacaan AlQurAan secara musyafahah . nak melihat gerak bibir guru secara tepa. yaitu berhadapan langsung dengan murid dalam posisi duduk dengan tenang dan nyaman, kemudian guru membimbing anak untuk mengulang-ulang ayat yang dibacakan dan diperdengarkan kepada anak sampai anak benarbenar hafal. Cara seperti ini dianggap sebagai salah satu cara yang efektif dalam menyampaikan materi hafalan Al-QurAan pada anak usia dini dan dipandang sebagai salah satu metode yang sesuai dengan perkembangan usia anak (Susianti, t. Di antara kelebihan metode talaqqi adalah guru lebih leluasa mengawasi perkembangan siswanya secara langsung. Selain itu, anak dapat melihat langsung gerakan bibir pendidik dalam mengucapkan makhorijul huruf karena berhadapan secara langsung. Sedangkan kelemahan metode talaqqi yakni tidak dapat digunakan secara klasikal karena kurang Selain itu, siswa akan merasa bosan menunggu giliran untuk diuji hafalan oleh guru karena guru harus menguji secara individu (Salma Nadhifa Asy-Syahida & A. Mujahid Rasyid, 2. Peneliti memilih salah satu SD di kabupaten gunung kidul, yogyakarta yaitu SD Muhammadiyah Unggulan Ash-Shiddiq. SD Muhammadiyah Unggulan Ash-Shiddiq merupakan salah satu SD yang terletak di pedukuhan randusari desa watusigar kec. ngawen, kabupaten gunung SD ini berdiri pada tahun 2018 yang mana peserta didiknya tidak hanya berasal dari daerah Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Wahyudi. Hilal Hamdi. Budi Santoso pedukuhan randusari melainkan berasal dari berbagai daerah yang ada di kecamatan ngawen bahkan ada yang peserta didiknya bukan berasal dari kecamatan ngawen. Sebelum berdiri. SD Muhammadiyah Unggulan Ash-Shiddiq awalnya merupakan TPA yang berfokus pada hapalan, karena siswa TPA yang begitu banyak yang hampir mencapai 70 orang maka para pengajar TPA berinisiatif untuk mendirikan SD. Berdasarkan dari hasil observasi awal yang dilakukan peneliti pada tanggal 10 januari 2024, terkait dengan peningkatan kemampuan siswa dalam menghafal Alquran, peneliti juga melakukan wawancara kepada pihak terkait seperti guru tahfidz ustadz teguh, terkait visi dan misi dalam pembelajaran tahfiz. METODE PENGABDIAN Pelaksanaan pengabdian di masyarakat yang dilakukan berupa Optimalisasi TPA Nur Hidayah di Masjid Agung Randusari Melalui Mahsiswa KKN STAI Ali Bin Abi Thalib Di Dusun Randusari. Desa watusigar . Kec. Ngawen. Kegiatan ini dilakukan lima kali dalam satu pekan. Dalam kegiatan ini difokuskan kepada pendampingan tenaga pendidik agar anak-anak mampu terkordinasi dengan baik. Selain itu, kegiatan ini juga memfokuskan kepada baca tulis anak-anak yang terdiri atas pelafalan dan Agar pelaksanaan program kerja berjalan dengan baik, penulis melakukan empat tahap pendekatan, yaitu. tahap sosialisasi. tahap persiapan dan perencanaan. tahap pelaksanaan. Tahap sosialisasi. Kegiatan ini diawali dengan melakukan observasi pada hari rabu 3 Januari Observasi dilakukan untuk mengetahui dan memperoleh data serta informasi mengenai TPA Nur Hidayah Dusun Randusari sekaligus meminta izin untuk melakukan program kerja yang terkait di tempat tersebut. Tahap persiapan dan perencanaan, sebelum melakukan pendampingan TPA Nur Hidayah, penulis melakukan pendekatan kepada anak-anak untuk mengetahui situasi dan kondisi yang terjadi selama kegiatan baca tulis Al-QurAoan berlangsung. Dalam hal ini, penulis melakukan kegiatan perkenalan, mengamati tenaga pendidik dan berinteraksi dengan anak-anak yang belajar di sana. Tahap pelaksanaan, pelaksanaan TPA Nur Hidayah dilakukan lima hari dari hari senin sampai sabtu selama satu bulan. Pelaksanaan dilakukan dengan metode membaca doa sehari-hari, membaca Iqra dan tadabbur surah-surah pendek dan saling tanya jawab Bersama anak-anak serta membenarkan bacaan yang masih keliru. Pendampingan TPA Nur Hidayah di Masjid Agung Randusari ini diawali dengan ice breaking yang kemudian dilanjutkan dengan doa sehari-hari dan tadabur surah-surah pendek agar anak-anak menjadi tertib sesuai dengan arahan penulis dan tenaga pendidik serta menjadi semangat belajar dan mengingat kembali apa yang telah diajarkan. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Optimalisasi TPA Masjid Agung Randusari MelaluiA Setelah itu, anak-anak dipisah sesuai dengan kemampuan baca Al-QurAoan mereka yaitu iqro dan juz. Ada pun data yang diperoleh merupakan hasil dari studi kasus dan observasi langsung di SD Muhammadiyah Unggulan Ash-Shiddiq. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan triangulasi . dan analisis data dalam penelitian ini bersifat induktif. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan yang dilakukan oleh KKN STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya untuk mengoptimalisasi Taman Pembelajaran Al-QurAoan di dusun Randusari, desa watusigar, kec ngawen, gunungkidul, selama 4 pekan tehitung dari tanggal 1 sampai 31 Januari 2024 yang bertempat di masjid Agung Randusari dan. Waktu pelaksanaan TPA lima kali dalam sepekan : senin, selasa, rabu, kamis , dan sabtu di sore hari, adapun bimbingan kajian tauhid dilaksanakan satu kali dalam sepekan yaitu :di hari jumAoat. Mahasiwa KKN turut berpartisipasi dalam mengajar TPQ dengan memberikan pengetahuan mendasar mengenai Ilmu tajwid, memotivasi anak-anak agar cinta terhadap Al-QurAoan dan menikmati setiap proses pembelajaran, begitu juga ketika bimbel, kami berbagi wawasan yang kami tahu bersama anak-anak dan membangun suasana belajar ceria, juga kami sisipkan motivasi kepada mereka agar selalu giat belajar dan bisa terus dipraktekan metode kami ini walaupun kami telah usai dari pengabdian masyarakat ini. Selama kegiatan pengabdian yang berupa pengoptimalisasian Taman Pendidikan Al-QurAoan peneliti menemukan beberapa permasalahan serta perikulaku yang kurang konsisten dari Pembelajaran Al-QurAoan. berdasarkan hasil observasi TPQ ada beberapa hal berikut : Kurangnya SDM pengajar Kurangnya metode pembelajaran IQRA Beberapa rangkaian masalah diatas masing-masing memiliki efek yang cukup besar. Kurangnya SDM pegajar membuat keefektifan pembelajaran TPA tidak maksimal sehingga muridmuridnya pun malas mengikuti kegiatan TPA. Kurangnya metode pembelajaran membuat muridmurid asal asalan dalam membaca IQRA maka dari salah satu dari Program KKN kami ialah Aumembuat sebuah rancangan untuk mengoptimalkan pembelajaran IQRA dan menambahkan DoAoa HarianAy dengan harapan anak-anak lebih maksimal lagi dalam mempelajari Iqra, dengan begitu kami selipkan juga adab-adab yang baik dengan harapan yang tinggi agar murid-murid bisa lebih menghormati orangtua mereka. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Wahyudi. Hilal Hamdi. Budi Santoso Kegiatan Pembelajaran TPA Pembagian Buku Doa Harian Pembagian buku doAoa harian. sebagaimana disampaikan oleh BADKO, diantara kurikulum TPA ialah hendaknya kita mengajarkan juga doAoa -doAoa harian, maka dari itu untuk menunjang kurikulum yang disarankan oleh BADKO, kami berusaha mengajarkan doAoa harian kepada anak-anak di akhir sesi pembelajaran TPA disetiap pertemuan, dan kami berikan buku doAoa harian kepada anak TPA dengan tujuan agar anak-anak bisa mengulangulang doAoa yang baru dipelajari dan mudah dalam Membangun hubungan dengan subjek penelitian yaitu anak-anak TPA dimulai dengan mengumpulkan mereka di hari jumAoat tanggal 3, untuk mengobservasi dan diskusi kapan anak-anak dapat mengikuti TPA, lalu pada hari sabtu tanggal 6 Januari kami sudah memulai kegiatan TPA, lalu setelah itu di hari jumat kita adakan kajian pengenalan dasar tentang tauhid, pada mulanya dipekan pertama, para siswa/i TPA sangat antusias dengan kehadiran kami yang mana siswa/i TPA yang hadir sangat banyak begitu juga di pekan ke-2 ke-3 dan ke-4. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Optimalisasi TPA Masjid Agung Randusari MelaluiA Pada mulanya TPA hanya diadakan 1 pekan tiga kali yaitu di hari senin , rabu dan ahad di waktu sore,. kekurangan SDM pengajar membuat kegiatan TPA tidak berjalan dengan baik dikarenakan gurunya pun suit menangani semuanya . dan namun dengan kehadiran kkn STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya membuat kegiatan TPA Kembali optimal. Hasil realisasi kegiatan tersebut memberikan banyak dampak positif bagi anak-anak TPA maupun kegiatan pembelajaran serial Aqidah Dampak positif ini dapat dilihat dari kehadiran anakanak yang kian bertambah disetiap pertemuannya. Tahap evaluasi, kegiatan ini berupa penyetoran hafalan surah-surah pendek dan doa harian dan pembacaan IQRA. Hal ini bertujuan sebagai salah satu dasar untuk mengetahui cara baca huruf-huruf hijaiyyah dengan benar dan melatih tingkat hafalan anak Ae anak dan mengetahui hasil perkembangan belajar anak. Adapun kegiatan pembelajaran serial Aqidah hasilnya dapat dilihat dengan mereka bisa mengetahui tentang pengenalan Rabb serta rukun islam dan rukun iman Alhamdulillah, ini merupakan suatu gambaran hasil dari apa yang diterapkan oleh KKN STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis yang telah dijelaskan diatas,dapat disimpulkan bahwa inti masalah di TPA Nur Hidayah Masjid Agung dusun Randusari yaitu . Kurangnya Pengajar TPA yang tidak optimalnya TPA Nur Hidayah, . Kurangnya buku panduan belajar. Untuk mengoptimalisasi TPA tersebut. Mahasiswa KKN STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya ikut andil dan terjun langsung dalam proses kegiatan pembelajaran dengan mengajar TPA secara rutin lalu mengajarkan ilmu tajwid, pengetahuan islam dan doAoa -doAoa harian. Menjalankan kegiatan kajian serial Aqidah yang membantu siswa/I TPA lebih mengenal lagi pengetahuan dasar tentang islam. Untuk masyarakat sekitar hendaknya lebih perhatian lagi terhadap pendidikan agama anak-anak sejak dini, pembelajaran Al-QurAoan sejak dini akan sangat kuat membekas dihatinya, memotivasi anak dan mengevaluasi materi yang sudah disampaikan oleh guru anaknya, dengan demikian anak akan mengerti bahwasanya pembelajaran agama merupakan hal yang DAFTAR PUSTAKA