Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 5 No. July Ae December 2025 | p. STRENGTHENING THE CHARACTER OF STUDENTS THROUGH THE PANCASILA STUDENT PROFILE IN MADRASAH IBTIDAIYAH Moch. Farich Alfani1 UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta Email : farichalfani25@gmail. Sholikin2 UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta Email : sholikin290480@gmail. Article Info Received Date: 29-05-2025 Revised Date: 26-11-2025 Accepted Date: 01-12- 2025 Abstract Character is a trait that every student must have. The strengthening of character in each curriculum has been renewed. In the 2013 curriculum it is known as Strengthening Character Education (PPK) which includes eighteen characters that students should have. Strengthening character in the Merdeka Curriculum through the Pancasila Student Profile which has six dimensions, namely: . faith, devotion to God Almighty, and noble character, . independence, . mutual cooperation, . global diversity, . critical reasoning, . and creative. The aim of this research is to describe the strengthening of the character of students in the Madrasah Ibtidaiyah (MI) education unit through the Pancasila Student Profile. Information about strengthening character through P5 is very urgent in shaping the morals or manners of students at the primary school. Apart from that, the independent curriculum which contains P5 (Strengthening Pancasila Student Profile Projec. is a new term, so it needs to be studied in depth in the attitude dimension. and its implementation in educational units. The method used in this study is library research by examining journals, scientific articles and other literature as sources of information. The results of this study can strengthen the profile of Pancasila students through intra-curricular, cocurricular and extra-curricular activities. Besides that, it can also be developed through exemplary, habituation, and enforcement of rules in educational units. Keyword: Character. Pancasila Student Profile. Madrasah Ibtidaiyah Correspondent *Moch Faricj Alfan. uO farichalfani25@gmail. https://doi. org/ 10. 47766/jga. : Copyright . 2025 Genderang Asa: Journal of Primary Education 63 |Moch. Farich Alfani & Sholikin. Penguatan Karakter Peserta DidikA Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 5 No. July Ae December 2025 | p. Abstrak Karakter merupakan sifat yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik. Penguatan karakter dalam setiap kurikulum mengalami pembaharuan. Jika dalam kurikulum 2013 dikenal dengan istilah Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang meliputi delapan belas karakter yang sebaiknya dimiliki oleh peserta didik. Penguatan karakter dalam Kurikulum Merdeka melalui Profil Pelajar Pancasila yang memiliki enam dimensi yakni: . beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, . mandiri, . bergotong royong, . berkebhinekaan global, . bernalar kritis, . dan kreatif. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan penguatan karakter peserta didik pada satuan pendidikan madrasah ibtidaiyah (MI) melalui Profil Pelajar Pancasila. Informasi tentang penguatan karakter melalui P5 sangat urgen sekali dalam membentuk akhlak atau budi pekerti peserta didik pada tingkat madrasah ibtidaiyah selain itu pula, kurikulum merdeka yang memuat P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasil. merupakan istilah yang baru, sehingga perlu dikaji secara mendalam dimensi sikap dan implementasinya dalam satuan pendidikan. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah library reseach dengan menelaah jurnal, artikel ilmiah, dan pustaka lainnya sebagai sumber informasi Hasil dari penelitian ini penguatan profil pelajar pancasila dapat dilakukan melalui kegiatan intra kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Selain itu, dapat dikembangkan melalui keteladanan, pembiasaan, dan penegakan aturan pada satuan pendidikan. Kata Kunci: Karakter. Profil Pelajar Pancasila. Madrasah Ibtidaiyah INTRODUCTION Perubahan zaman para era disrupsi ang ditandai dengan kemajuan ilmu pengatahuan dan teknogi. (Nurasiah. Kemajuan yang terjadi tentunya dampak yang mengikutinya baik dampak positif maupun negatif. (Naufal, 2. Dampak negatif yang membekap tentunya harus diantisipasi agar tidak menghilangkan ciri dari Bangsa Indonesia yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. (Basri. , 2. Nilai yang terkandung pada kelima sila tersebut harus dipahami dan diamalkan oleh bangsa Indonesia, secara umum terkecuali pelajar. Sebagai seorang pelajar tentunya memiliki perilaku yang mencerminkan nilia-nilai Pancasila untuk mengikat kearifan lokal yang menjadi identitas Pelajar menjadi sasaran untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila, karena penanaman nilai pada pelajar dapat dipantau perkembangannya. Selain dapat dipantau 64 |Moch. Farich Alfani & Sholikin. Penguatan Karakter Peserta DidikA Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 5 No. July Ae December 2025 | p. perkembangannya melalui lembaga pendidikan, usia pelajar terutama pada tingkat dasar masih tergolong usia keemasan, sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan hal-hal yang baik. Di sisi lain, pada usia tersebut dianggap lebih efektif, sehingga ketika sudah beranjak dewasa karakter tersebut sudah terbentuk dan melekat. (Gifari Suyatno. Terobosan yang dilaksanakan oleh Pemerintah dalam rangka memulihkan pembelajaran pasca pandemi terlihat nyata, hal ini dapat dilihat dari Keputusan Menristek Dikti nomor 56 Tahun 2022, isi surat tersebut menjelaskan tentang Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran (Kurikulum Merdek. sebagai penyempurnaan kurikulum sebelumnya. (Khoirurrijal. , 2. Perubahan pada kurikulum menunjukkan bahwa sistem pendidikan yang ada bersifat dinamis (Hidayat, 2. serta adaptif sesuai dengan perkembangan masa tersebut. Karena memiliki sifat adaptif, kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pada masa sekarang dan mendatang . (Hamalik, 2. Lahirnya kurikulum merdeka merupakan bentuk adaptasi untuk menjawab permasalahan pendidikan yang sedang dialami oleh bangsa Indonesia saat Kurikulum merdeka yang lahir untuk mengatasi permasalahan Pendidikan di masa pandemi Ini merumuskan beberapa kebijakan baru yang secara konseptual memberikan kebebasan baik bagi lembaga maupun peserta didik dalam pelaksanaan proses (Ardianti & Amalia, 2. Ada tiga hal yang menjadi karakteristik dalam kurikulum merdeka yaitu: Pertama, fokus pada materi esensial, kedua, lebih fleksibel, dan ketiga adalah ketersediaan perangkaat pelajaran yang cukup. Pada kurikulum tersebut terdapat Proyek Pengembangan Profil Pelajar Pancasila/ P5. Harapan dari luaran dengan P5 adalah pelajar di Indonesia menjadi anak-anak yang berkomitmen kebangsaan yang kuat, memiliki sikap toleran terhadap sesamanya, memiliki prinsip menolak tindakan kekerasan baik secara fisik maupun verbal dan menghargai tradisi. (Asrohah, 2. Nilai-nilai yang terkandung dalam Profil Pelajar Pancasila dirangkum menjadi enam dimensi, yaitu: . beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, . mandiri, . bergotong-royong, . berkebinekaan global, . bernalar kritis, dan . (Kemendikbudristek No. 09, 2. 65 |Moch. Farich Alfani & Sholikin. Penguatan Karakter Peserta DidikA Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 5 No. July Ae December 2025 | p. Profil Pelajar Pancasila merupakan interpretasi dari tujuan pendidikan nasional. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan proses pembelajaran yang menyeluruh rpadu (Dilfa. dikembangkan melalui kegiatan intra-kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler pada setiap jenjang pendidikan. (Kemdikbud, 2. METHOD Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode library research, dengan metode tersebut peneliti mencari rujukan berupa jurnal, karya tulis ilmiah maupun pustaka. Untuk dapat memperkuat data penelitian yang solid, maka peneliti mengidentifikasi literatur yang berupa jurnal artikel yang diperoleh melalui mesin pencari (Creswell, 2. digital online dengan menggunakan aplikasi HarzingAos Publish or Persih (Windows GUI Editia. Pencarian dimulai dengan mengetik kata kunci (Creswell, 2. AuPenguatan Karakter dan Profil Pelajar PancasilaAy, pada aplikasi tersebut menampilkan sebanyak 61 artikel, yang kemudian disimpan dengan munggunakan softwere office exel 2019 dengan format CSV. Dari 61 jurnal artikel tersebut diambil kemudian dishortir kembali yang berhubungan dengan judul penelitian, sehingga mendapatkan lima judul yang sesuai dengan tujuan penelitian. Artikel dimaksud didownload secara penuh dalam bentuk PDF. Selain itu pula, peneliti mengambil refrensi lainnya yang ada hubungan dengan judul yang sedang diteliti. Analisis data dalam penelitian ini melalui tahapan koding, (Creswell, 2. yaitu mengambil data yang sudah ditranskipkan dan memaknainya. Pada tahapan koding ini peneliti mengelompokkan data-data yang berkaitan dengan profil pelajar pancasila, aktivitas penguatan karakter dengan melalui P5, kemudian menuliskan ulasan dari hasil pengkodingan tersebut. Akurasi dari ulasan yang telah disusun oleh penulis perlu diukur akurasinya dengan uji Dalam penelitian kualitatif, validitas adalah ukuran yang baik yang melandasi sesuatu yang terkumpul . aliditas kunstru. (Creswell, 2. Tingkat akurasi dalam penelitian ini dapat diukur melalui pandangan pengulas penelitian, para penilai yang Dengan demikian, peneliti akan membandingakan antara penelitian yang terdahulu dengan hasil penelitian yang sedang dilakukan atau dengan membandingkan ulasan tentang implementasi P5 dalam satuan pendidikan yang diterbitkan oleh 66 |Moch. Farich Alfani & Sholikin. Penguatan Karakter Peserta DidikA Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 5 No. July Ae December 2025 | p. kemendikbud ristekdikti, karena sumber informasi yang pertama kali adalah lembaga RESULT AND DISCUSSION Penelaahan dari beberapa artikel tentang penguatan karakter peserta didik melalui profil pelajar pancasila dapat dideskripsikan melalui tabel berikut: Tabel 1. Telaah Artikel Nama Penulis dan Tahun Terbit Judul artikel/Jurnal Resume Hasil Penelitian Yurike Ernawati. Analisis Profil Pelajar Pancasila Fitri Puji Elemen Bernalar Kritis dalam Rahmawati, 2022 Modul Belajar Siswa Literasi dan Numerasi Jenjang Sekolah Dasar Proyek Pengembangan Profil Pelajar Pancasila (P. dikembangkan pada Sekolah Dasar melalui kegiatan literasi dan numerasi yang tersusun pada modul belajar siswa Nadiah Nur Faizah. Analisis Implementasi Proyek , 2023 Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. dan Profil Pelajar Rahmatal LilAoAlamin (PPRA) pada KMA Nomor 347 Tahun 2022 Implementasi nilai-nilai P5 dan PPRA Madrasah Ibtidaiyah Negeri I Banyuwangi, kewirausahaan nilai P5nya adalah gotong-royong, kreatif, dan mandiri. Sedangkan nilai PPRAnya adalah berkeadaban, keteladanan, dan musyawarah. Saimin. Ana Penguatan Profil Pelajar Fitrotun Nisa, 2023 Pancasila melalui Tari Cepetan dalam Membangun Karkater Siswa Sekolah Dasar Penguatan Profil Pelajar Pancasila dikembangkan melalui kearifan lokal berupa tari cepetan yang dilaksanakan pada kegiatan Liya Lisnawati, dkk. Analisis Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Mengembangkan Karakter Siswa Sekolah Dasar Profil Pelajar Pancasila sebagai upaya penguatan karakter pembelajaran intra kurikuler dan ekstra kurikuler. Primanita Sholihah. Proyek Profil Pelajar Pancasila Pelaksanaan , 2023 Dalam Penguatan pembentukan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila diintegrasikan dengan program 67 |Moch. Farich Alfani & Sholikin. Penguatan Karakter Peserta DidikA Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 5 No. July Ae December 2025 | p. Pembentukan Karakter Peserta pembiasaan. Didik di Sekolah Dasar serta kerjasama dengan wali Yurike Ernawati (Rahmawati, 2. dalam penelitiannya menjelaskan bahwa Profil Pelajar Pancasila dapat dikembangkan melalui modul ajar literasi dan numerasi. Dalam kegiatan literasi ada beberapa aktivitas di dalamnya yaitu: pesan pagi dengan durasi 15 menit, membaca interaktif/ mandiri durasinya 15 menit, menulis dengan durasi 30 menit, balima durasi yang dibutuhkan adalah 10 menit, dan membaca terbimbing durasi yang diperlukan adalah 20 menit. Sedangkan kegiatan numerasi mencakup beberapa aktivitas yaitu: intuisi bilangan dengan alokasi waktu 15 menit, konsep matematika waktunya 15 menit, eksplorasi matematika waktu yang dibutuhkan 30 menit, latihan waktunya 20 menit, dan refleksi membuthkan waktu 10 menit. Elemen yang dikembangkan dalam literasi berpikir kritis, pertemuan pertama peserta didik diminta untuk untuk berbahasa secara produktif melalui aktivitas membaca kemudian menceritakan informasi dari bacaan baik secara lisan atau tulisan, selain itu pula peserta didik diminta untuk melengkapi kalimat rumpang berdasarkan teks bacaan. Tujuan dari aktivitas tersebut adalah untuk menguji pemahaman peserta didik dan karakter berpikir kritis terhadapa fenomena/ teks bacaan. Aktivitas numerasi pada peserta didik dilaksanakan dengan kegiatan pembagian waktu 24 dan 12 jam. Peserta didik diminta untuk mengamati fenomena alam/ gejalagejala alam pada waktu tertentu, contohnya adalah kejadian terebitnya matahari, terbenamnya matahari, mengidentifikasi ukuran tak baku seperti halnya jengkal, depa dan lain sebagainya. Pada akhir kegiatan, peserta didik diminta untuk mempersiapkan diri mengerjakan proyek berupa pembuatan kamus matematika yang berisi tentang simbol dan lambang bilangan dengan menggunakan bahasa daerah/ bahasa asing. (Ernawati & Rahmawati, 2. Hasil dari penelitian Nadiah Nur Faizah, dkk . (Faizah. , 2. mendeskripsikan tentang penerapan P5 dengan kegiatan proyek kewirausahaan. Penanggung jawab proyek ini adalah wali kelas IV yaitu Bapak Tamanuri. Pada proyek tersebut siswa kelas 68 |Moch. Farich Alfani & Sholikin. Penguatan Karakter Peserta DidikA Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 5 No. July Ae December 2025 | p. IV dibagi menjadi 3 kelompok, dengan nama kelompok Diponegoro. Kartini, dan Cur Nyak Dien. Masing-masing kelompok membuat produk yang berbeda-beda. Kelompok Diponegoro membuat nasi goreng, produk es buah diproduksi oleh kelompok Kartini, sedngkan jasuke . agung susu kej. dibuat oleh kelompok Cut Nyak Dien Pembelajaran berbasis proyek tersebut menguatkan profil pelajar pancasila pada dimensi kreatif dan mandiri, kedua dimensi tersebut dapat dilihat dari panyajian produk yang dihasilkan dan penampilan peserta didik yang seolah menjadi pedagang sesungguhnya dengan menggunakan ikat kepala, dan celemek. Produk yang dibuat dari proses awal sampai packing dikerjakan sendiri oleh team, bahkan sampai Mereka membuat produk secara mandiri tanpa dibantu oleh guru atau orang tua. Mereka mampu bekerja secara team. Hal ini yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran agar mereka dapat berkreasi sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki, dan dapat juga menghilangkan rasa penat ketika harus belajar dalam ruang kelas secara terus menerus. Profil Pelajar Rahmatal LilAoalamin dari proyek kewirausahaan ini adalah: Pertama, nilai peradaban . Nilai tersebut dapat dilihat dari rasa saling menghargai antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya. Mereka tidak saling menjatuhkan terhadap produk yang telah mereka buat. Nilai yang kedua adalah keteladanan, sebagaimana Rasulullah Saw telah melaksanakan perdagangan untuk memenuhi Ketika mereka melakukan proyek wirausaha akan memunculkan inspirasi dalam kehidupannya, sehingga dapat dijadikan contoh untuk masa depan setelah mereka benar-benar berada di masyarakat. Nilai PPRA yang ketiga adalah musyawarah . Sebelum menentukan jenis produk yang akan mereka buat, anggota kelompok malaksanakan musyawarah, setelah tercapai kata mufakat anggota kelompok, maka produk dari masing-masing kelompok dapat dibuat, dan dibagi juga jenis pekerjaan yang harus dilakukan oleh anggota kelompok masing-masing. Saimin dan Ana Fitrotun Nisa (Nisa, 2. dalam kajiannya menjelaskan penguatan P5 pada Sekolah Dasar dilaksanakan dengan melestarikan kearifan lokal yang ada pada tempat tersebut. Jenis kearifan lokak yang dikembangkan pada satuan 69 |Moch. Farich Alfani & Sholikin. Penguatan Karakter Peserta DidikA Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 5 No. July Ae December 2025 | p. pendidikan melalui kegitan ektra kurikuler adalah tarian cepetan yang merupakan kearifan lokal dari tempat tersebut. Ada beberapa nilai yang terkandung dalam kearifan lokat tarian tersebut, yang berhubungan dengan Profil Pelajar Pancasila yaitu: Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sejarah lahirnya tari ini untuk menimbulkan rasa takut pada penjajah. Dimensi kepercayaan pada Tuhan masuk dalam tarian ini, karena mereka . ara penar. meyakini bahwa dengan ritual yang dilaksanakan akan memberi kekuatan kepada mereka sehingga mengecilkan nyali penjajah saat itu, meskipun mereka tidak mengangkat senjata. Dimensi P5 yang kedua adalah keberanian dan semangat, dalam tarian ini melambangkan seseorang yang memiliki semangat juang tinnggi dan dilaksanakan penuh dengan keberanian. Profil yang ketiga adalah solidaritas dan persaudaraan, tarian ini dilaksanakan secara kolosal, meilibatkan kelompok tertentu yang di dalamya terdapat kerjasama untuk mencapai tujuan. Budaya dan kreatifitas menjadi profil yang keempat, tarian ini diiringi dengan musik untuk memainkannya, selain itu pula para penari dapat mengembangkan tarian tersebut agar gerakannya memiliki makna sesuai dengan perkembangan zaman. Profil yang terakhir adalah keharmonisan alam, yang menggambarkan keserasian antara alam dengan manusia yang dipaduakan dalam sebuah gerakan tari. Hasil penelitian Liya Lisnawati (Lisnawati & Caturiasari, 2. terkait implementasi P5 pada satuan pendidikan tingkat dasar dilaksanakan pada berbagai aspek kehidupan di sekolah, di antaranya adalah mushafahah . kepada peserta didik setiap Hal ini dilaksanakan oleh segenap guru saat pertama kali masuk lingkungan sekolah, guru berada di pintu gerbang untuk menyalami peserta didik yang datang. Bersalaman dengan guru menunjukkan bahwa dirinya dengan orang memiliki kesamaan derajat, dan memiliki anggapan setiap manusia setara di hadapan Tuhan YME. (Irawati , 2. Hasil observasi ini menunjukkan Profil Pelajar Pancasila dimensi berakhlak mulia, baik kepada orang lain ataupun lingkungan sekitar adalah membawa bekal dengan tujuan mengurangi sampah. Berakhlak mulia memiliki lima objek yaitu akhlak mulia beragama, akhlak pribadi, akhlak pada manusia, akhlak kepada alam, dan akhlak (Kemendikbudristek, 2. Selain itu, pihak sekolah juga menjadikan pojok 70 |Moch. Farich Alfani & Sholikin. Penguatan Karakter Peserta DidikA Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 5 No. July Ae December 2025 | p. baca pada setiap sudut kelas, dengan tujuan membangkitkan semangat literasi bagi peserta didiknya. Literasi yang dicanangkan oleh sekolah menunjukkan P5 pada dimensi bernalar kritis pada peserta didik, bentuk penalarannya adalah peserta didik mampu (Kemendikbudristek, 2. Tak kalah pentingnya pihak sekolah juga membuat tata tertib untuk berbaris di depan kelas dan berdoAoa sebelum memulai pembelajaran (Lisnawati & Caturiasari, 2. Berbaris di depan kelas sebelum dimulainya pembelajaran sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan sebelumya. Ketaatan peserta didik dengan budaya yang ada menunjukkan kemampuan dirinya untuk mengahargai identitas kelompok tertentu yang diikat dengan aturan yang ada. Perilaku tersebut menunjukkan dimensi Profil Pelajar Pancasila pada ranah berkebinekaan global. Implementasi Profil Pelajar Pancasila pada dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah perilaku berdoAoa sebelum memulai pelajaran. BerdoAoa menunjukkan penghambaan kepada Tuhan dan penyerahan diri seseorang kepada Sang Pencipta, serta pemahaman seseorang akan kekurangan yang dimiliki dan perlunya sandaran dalam segala aktivitas yang dilaksanakan. Hasil penelitian lainnya terkait pelaksanaan penguatan karakter dengan membentuk team dari satuan pendidikan. Koordinator dari team tersebut diambilkan dari waka kesiswaan, waka sarana prasarana, dan waka hubungan masyarakat (Rosmana , 2. Team yang dibentuk tersebut kemudian menyusun rancangan penguatan pembentukan karakter P5 yang dilaksanakan terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran di sekolah, baik kegiatan yang dilaksanakan pada jam pelajaran atau di luar pelajaran. P5 yang dilaksanakan saat pembelajaran melalui program intrakurikuler, contohnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, guru peserta didiknya untuk belajar secara kelompok, dari kegiatan tersebut guru dapat menilai P5 pada aspek gotong royong . dalam sebuah kelompok. Setelah kegiatan berkelompok, peserta didik diminta untuk mengerjakan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang telah 71 |Moch. Farich Alfani & Sholikin. Penguatan Karakter Peserta DidikA Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 5 No. July Ae December 2025 | p. dipelajari dari kelompok tersebut, kegiatan ini untuk menguatkan P5 pada aspek kemandirian dan berpikir kritis. Penguatan P5 pada satuan pendidikan tersebut juga dapat dilaksanakan dengan program kokurikuler yang memadukan lintas mata pelajaran. Pemaduan lintas pelajaran menuntut peserta didik untuk melaksanakan pembelajaran proyek. Proyek yang diberikan akan memunculkan beberapa profil pelajar yang menunjukkan nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong. Karena dalam proyek ini guru yang membimbing melibatkan wali dari peserta didik untuk mengikuti kegiatan tersebut. Penguatan P5 yang dilaksanakan dengan program tersebut senada dengan apa yang canangkan oleh Kementerian Pendidikan bahwa AuProyek Pengauatan Profil Pelajar Pancasila dapat dilaksanakan pembelajaran yang melibatkan berbagai macam disiplin ilmu, untuk mengamati, serta memikirkan permasalahan dan mencari solusinyaAy (Satria dkk. , 2. Selain program tersebut, ada juga upaya penguatan P5 melalui tata tertib yang telah dibuat untuk warga sekolah. Adanya aturan tersebut menjadikan warga sekolah terbiasa dengan hal-hal yang positif. Deminsi P5 dengan adanya tata tertib di sekolah adalah seorang pelajar yang mampu untuk mempertahankan budaya luhur, (Kemendikbudristek, 2. yang berada pada lokal tertentu, melalui tata tertib yang ditetapkan pada satuan pendidikan. Tidak ketinggalan pula dewan guru memberikan tauladan yang baik bagi peserta didiknya dengan disiplin, memberikan kasih sayang kepada peserta didiknya. Kasih sayang, disiplin merupakan implementasi dari P5 pada domain beraklak mulia. Hal ini diperkuat dengan pendapat Asrohah yang menyatakan kehadiran Profil Pelajar Pancasila akan mewujudkan tatanan dunia dengan kedamaian dan kasih sayang. (Asrohah dkk. , 2. 72 |Moch. Farich Alfani & Sholikin. Penguatan Karakter Peserta DidikA Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 5 No. July Ae December 2025 | p. CONCLUSION Kurikulum merdeka merupakan upaya pemerintah dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajaran yang terjadi selama pandemi. Perebaikan kualitas pembelajaran bukan hanya pada aspek kognisi semata, namun juga tetap menitikberatkan pada aspek sikap/karakter pada peserta didik. Dalam kurikulum merdeka penguatan karakter tersebut diimplementasikan melalui Profil Pelajar Pancasila yang memuat enam dimensi. Dimensi yang pertama adalah beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, dimensi kedua adalah mandiri, ketiga adalah gotong royong, keempat adalah berkebinekaan global, kelima adalah bernalar kritis, dan keenam adalah kreatif. Uraian di atas menjelaskan bahwa untuk mencapai keenam dimensi tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan intra kurikuler, kokurikuler, dan ekstra kurikuler. REFERENCE