Volume 2. No. Agustus 2024 ISSN (P) 2962-2247 Puding Ekstrak Daun Kelor (Moringacae oliever. Jadi Produk Pangan Pencegahan Stunting Di Desa Kaliwining Rambipuji Vina Farah Amalia 1. Muhammad Rofiki2. Ikhsan Fani Hidayah3 Tadris Biologi FTIK UIN KHAS Jember Agribisnis,Pertanian. Universitas Islam Hukum Ekonomi Syariah. Syariah. UIN KHAS Jember. Article Info ABSTRAK . PT) Article history: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kekurangan gizi dalam jangka panjang sehingga menyebabkan terhambatnya pertumbuhan pada anak umumnya diusia 12-36 bulan. Keterbelakangan pertumbuhan pada usia berarti pertumbuhan anak berbeda pada usianya. Ini cenderung tumbuh lebih sedikit dibandingkan yang lain. Upaya yang kita lkukan untuk menganatasi stunting dengan memperluas pengetahuan dan kreafitas pada masyarakat desa kaliwining yang menjadi sasaran mahasiswa KKN Kolaboratif posko 091. Dengan menggunakan daun kelor stunting dapat dicegah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperluas pengetahuan masyarakat tentang stunting dan menggali potensi partisipasi masyarakat setempat dalam meningkatkan gizi balita dan ibu hamil, misalnya dengan menggunakan ekstrak daun kelor sebagai Metode pelaksanaannya memberikan materi tentang pengertian stunting, penyebab stunting pada anak usia dini, pencegahan stunting, manfaat daun kelor untuk mencegah stunting, dan penyiapan makanan tambahan dari ekstrak daun kelor melalui poster dan presentasi. Hasil evaluasi kegiatan ini adalah masyarakat dapat memahami pentingnya kesehatan, efek buruk stunting untukmasa depan dan masyarakat dapat memanfaatkan ekstrak daun kelor untuk mencegah terjadinya stunting. Harapan kami setelah kegiatan ini masyarakat Desa Kaliwining Rambipuji memanfaatkan daun kelor . dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah stunting di Desa Kaliwining Rambipuji. Received July 18, 2024 Revised July 25, 2024 Accepted Augt 14, 2024 Kata kunci: Puding Kelor. Sosialisasi. Kaliwining ABSTRACT . PT) Keywords: Moringa Pudding. Socialization. Kaliwining Stunting is a chronic nutritional problem caused by long-term malnutrition, causing stunted growth in children generally aged 12-36 Growth retardation at age means that a child's growth is different at their age. It tends to grow less than the others. The efforts we are making to overcome stunting are by expanding knowledge and creativity in the Kaliwining village community which is the target of Collaborative KKN students at post 091. By using Moringa leaves, stunting can be prevented. The aim of this activity is to expand community knowledge about stunting and explore the potential for local community participation in improving the nutrition of toddlers and pregnant women, for example by using Moringa leaf extract as an The implementation method provides material on the meaning of stunting, the causes of stunting in early childhood, preventing stunting, the benefits of Moringa leaves to prevent id/index. php/Berdaya/index C Vina Farah Amalia C Muhammad Rofiki C Ikhsan Fani Hidayah C stunting, and preparing additional food from Moringa leaf extract through posters and presentations. The results of the evaluation of this activity are that the community can understand the importance of health, the bad effects of stunting for the future and the community can use Moringa leaf extract to prevent stunting. Our hope is that after this activity, the people of Kaliwining Rambipuji Village can use Moringa leaves . in their daily lives to prevent stunting in Kaliwining Rambipuji Village. Corresponding Author: Vina Farah Amalia Tadris Biologi. Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan. UIN KHAS Jember Email: vinafa199@gmail. Pendahuluan Stunting yaitu suatu masalah gizi buruk kronis yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi gizi jangka panjang akibat penyediaan pangan yang tidak memenuhi kebutuhan gizi. Stunting dapat terjadi sejak dalam kandungan janin dan baru terjadi hingga anak berusia 2 tahun (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Stunting yang terjadi akan mengakibatkan pertumbuhan terhambat bila tidak diimbangi dengan growth catch-up. Masalah stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terkait dengan peningkatan risiko kesakitan dan kematian, serta gangguan keterampilan motorik dan pertumbuhan intelektual. Stunting terjadi karena pertumbuhan yang tidak mencukupi, mengambarkan ketidak mampuan mencapai pola tumbuh optimal. Hal ini menggambarkan bahwa sebagian bayi yang lahir dengan berat badan pada umumnya dapat mengalami stunting apabila kebutuhannya di kemudian hari tidak tercukupi (Sandjojo, 2. (Kementerian Kesehatan Republik Indonesi. , 2. Pendeknya jangka waktu tersebut disebabkan karena kekurangan makanan dalam jangka waktu yang lama, akibat menurunnya pertumbuhan anak yang ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih rendah dari standar umur. Dampak jangka pendek lainnya adalah buruknya pembangunan, kesehatan, dan produktivitas, sehingga jika tidak ditangani, hal ini dapat menimbulkan lebih banyak masalah. Gizi buruk atau kurang gizi pada anak menjadi penyebab anak mudah sakit ketika beranjak dewasa dan kondisi fisiknya buruk. Sedangkan gizi buruk pada usia muda meningkatkan risiko kematian pada bayi dan anak. Untuk mengurangi besarnya kehilangan prestasi, perlu dilaksanakan kerjasama dari banyak pihak, termasuk dunia Pemilihan daun kelor sebagai topik penelitian dinilai perlu untuk mengurangi risiko gizi buruk pada anak balita. Makanan ringan seperti puding merupakan salah satu jenis makanan yang dapat diberikan kepada bayi karena memiliki tekstur dan rasa yang beragam yang disukai bayi. Penambahan ekstrak daun kelor pada pembuatan puding diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak kecil, sehingga anak dapat makan dengan baik dan mencegah anak menjadi pendek. Oleh karena itu penting untuk memberikan pelatihan. Puding Ekstrak Daun Kelor (Moringacae oliever. Jadi Produk Pangan Pencegahan Stunting Di Desa Kaliwining Rambipuji Volume 2. No. Agustus 2024 ISSN (P) 2962-2247 Metode Kegiatan masyarakat ini diakdakan pada tanggal 19 agustus 2024, adapun metode tahapan kegiatan pengabdian yang kita pakai secara dinamis melalui daring dengan tahapan Tahap persiapan : dilakukannya survei tempat posyandu yang ada di desa kaliwining rambipuji diadakannya survei pada posyandu dikarnakan kita akan mentargetkan sasaran pada balita bumil dan baduta yang terkena stunting sekaligus meminta Kemudian mempersiapkan sarana dan prasarana untuk keperluan penhyuluhan seperti pembuatan poster dan pembuatan puding ekstrak daun kelor untuk dibagi pada sasaran-sasaran Tahap pelaksannan : pelaksanaan sosialisasi dan penyuluhan di posyandu bougenville 24 di desa kaliwining rambipuji. Hal ini dilakukan meninjau berdasarkan hasil survei sebelumnya kepada ketua tpk posyandu se kaliwining mengenai pencegahan stunting dan ketahanan pangan melalui puding kelor ini. Tahap evaluasi : tahap ini dilakukan setelah kegiatan penyuluhan, dalam tahap ini keberhasilan diluhat dari pemahaman para ibu dan bumil terkait informasi stunting dan pembuatan puding ekstrak daun kelor, mahasiswa kkn kolaboratif juga terus memberikan informasi-informasi mengenai pencegahan stunting kepada para ibu dan Kegiatan pengabdian masyarakat penyulihan sosialisasi ini dilaksanakan dengan menjaga protokol kesehatan dengan beberapa metode yang dilaksanakan kepada masyarakat sebagai berikut: Metode ceramah : metode ini dipilih dikarnakan sangat mudah untuk memberikan informasi terkait pencegahan stunting kepada sasaran, hal-hal yang disamoaikan kepada sasaran ada mengenai pengertian stunting itu sendiri, dampak dari terjangkitnya stunting dengan sederhana supaya sasaran bisa cepat faham dan dimengerti oleh peserta. Suapaya kegiatan memberikan informasi ini lebih menarik mahasiswa kkn kolaboratif menyajikannya dengan memberikan ilustrasi dan gambarAy untuk memberikan kepahaman lebih dan memberikan materi dengan relefan baik singkat dan padat. Penyebaran poster: dalam metode ini setiap sasaran diberikan satu lembar poster yang didalamnya terdapat informasi mengenai stunting yaaitu pengertian stunting, dampak terjangkit stunting, dan pembuatan stunting. Pemberian poster ini bertujuan untuk memudahkan sasaran untuk pembuatan puding jelly di rumah dan melihat informasi yang telah dijelaskan melalui presentasi ketika sosialisasi Tanya jawab / konsultasi : metode ini di lakukan dikarnakan merupakan metode yang paling pas dikarnakan kita sebagai informan makin lebih tau apa keluhan mayarakat dalam pola hidup dan pola makan mereka. Denganmetode ini juga id/index. php/Berdaya/index C Vina Farah Amalia C Muhammad Rofiki C Ikhsan Fani Hidayah C diharapkan lebih banyak menggali masalah- masalah sebanyak banyaknya oleh keluhan masyarakat terhadap permasalahan stunting yang ada dan yang Hasil dan Pembahasan Ilmu yang masyarakat ketahui mengenai tanaman kelor sangat berguna dan bermanfaat untuk kalangan masyarakat sendiri. Dikarnakan gizi pada daun kelor sendiri yang begitu tinggi, untuk kesehatan bumil dan balita yang ada didesa kaliwining. Mayoritas masyarakat juga mengetahui apa itu tanaman kelor tetapi mereka hanya memanfaatkannya melalui sayur dan lauk untuk makan sehari-hari. Tetapi dibalik itu masyarakat kaliwining belum mengetahui apa manfaat dan kandungan gizi dan banyaknya nutrisi yang terdapat pada daun kelor sendiri. Pandangan Masyarakat Terhadap Kelor Kelor ini sudah terkenal mulai zaman dulu yaitu zaman penjajahan dan daun kelor ini memberikan pengaruh kuat bersamaan dengan masuknya budaya Hindu dan Budha di Indonesia sehingga masyarakat mulai membudidayakan tanaman kelor. Saat ini pemanfaatan kelor sudah menunjukkan efek positif terutama untuk bidang kesehatan, kelor dikenal di Indonesia sebagai sayur dan bagi sebagian masyarakat dipercaya dapat digunakan untuk mengusir setan. Cuaca indonesia yang tropis mampu diadaptasi oleh tanaman kelor yang mudah untuk ditanam. Kelor sudah tidsk asing dikalangan pedesaan, di pekarangan warga atau juga sebagai pagar hidup serta terkadang masyarakat menanam ditepi sawah atau ladang oleh karna itu kelor tertanam terbesar luas di indonesia. Walaupun di Indonesia kelor tumbuh dan tersebar luas, tetapi pemanfaatannya masih minim hanya pada pakan ternak serta makanan sehari-hari. Berbeda dengan bagian negara Eropa, tanaman kelor diteliti secara bagus dan diketahui sebagai miracle tree yang sangat berguna untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. Kelor memiliki banyak manfaat dan telah digunakan sebagai obat sejak zaman dahulu untuk mencegah atau mengobati berbagai penyakit. Masyarakat dari berbagai daerah/suku dan pengobat tradisional di Indonesia menggunakan beberapa olahan berbahan dasar kelor dalam bentuk tunggal atau untuk menyembuhkan luka, beri-beri, demam, penyakit kulit, nyeri, anemia, dan lain-lain. Pengetahuan Pemanfaatan Kelor merupakan tanaman yang telah dinaturalisasi di Indonesia. Masyarakat Indonesia sudah lama memanfaatkan kelor sebagai makanan dan obat. Bagian daunnya biasa digunakan. Kelor dimanfaatkan sebagai sayuran oleh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Daun segarnya digunakan untuk mengobati pembengkakan bernanah di perut dengan cara dimasak bersama kacang hijau dan diminum setiap pagi. Daun hijaunya juga digunakan untuk mengatasi kurap pada anak-anak dengan cara meremas sedikit jeruk nipis dengan tangan hingga keluar cairan berwarna kuning kehijauan tua. Oleskan cairan ini ke kulit yang terkena. Kelor juga digunakan oleh masyarakat Indonesia dan Indo-Eropa sebagai obat topikal dan pengobatan beri-beri. Kegunaan lain dari kelor dalam pengobatan termasuk penggunaannya sebagai Puding Ekstrak Daun Kelor (Moringacae oliever. Jadi Produk Pangan Pencegahan Stunting Di Desa Kaliwining Rambipuji Volume 2. No. Agustus 2024 ISSN (P) 2962-2247 pencahar saluran kemih untuk gonore, penggunaannya sebagai antiemetik, dan pereda mabuk. Untuk mengobati demam, letakkan kulit kayu kelor yang sudah dihaluskan dan dipanaskan di atas perut Anda. Mencampur kulit batangnya dengan jeruk nipis dan mengoleskannya pada tubuh dapat menyembuhkan tremor pada kepala dan tangan akibat serangan penyakit Tanaman kelor mengandung khasiat gizi yang sangat baik baik untuk pangan, obatobatan, maupun lingkungan. Oleh karena itu, perlu adanya sosialisasi secara luas mengenai manfaat tanaman kelor kepada masyarakat agar dapat dibudidayakan secara luas dan dimanfaatkan secara maksimal (Haidar & Hutama, 2. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2019 tentang Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Masyarakat, kita mengetahui bahwa ibu hamil mengalami peningkatan kebutuhan vitamin, mineral, energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, dan air. Sementara UU Nomor 18 Tahun 2012 mewajibkan pemerintah dan pemerintah daerah untuk meningkatkan ketersediaan pangan dan pengembangan produksi pangan lokal yang beragam guna menjamin pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman secara alami. Di Indonesia, konsumsi daun kelor (Moringa oleifer. telah menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan gizi. Tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik dan cocok untuk dikonsumsi maupun sebagai obat (Haidar & Hutama, 2. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tanaman lokal yang banyak mengandung nutrisi ini dapat meningkatkan kadar hemoglobin. Penelitian ilmiah mengenai berbagai metode memasak dan pilihan menu menggunakan daun kelor dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Hal ini didukung oleh penelitian lain yang menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kelor sebagai suplemen makanan dapat mempengaruhi kadar hemoglobin. Pemberian ekstrak kelor 1400 mg per hari meningkatkan hemoglobin secara signifikan (Nurdin et al. , 2. Faktor - Faktor Pemanfaatan Daun Kelor Ilmu masyarakat yang belum upgrade terkait pengolahan dan pemanfaatan daun kelor serta adat masyarakat yang terkadang cukup tinggi yaitu menganggap daun kelor itu berhubungan dengan mistis atau mitos-mitos sebagai contoh mengkonsumsi dauun kelor dapat mempersulit dalam persalinan hal ini menjadi salah satu faktor didalam pengetahuan masyarakat untuk lebih memanfaatkan dan mengolah daun kelor ini menjadi kurang dan bahkan bsa menurun. Minimnya ilmu pengetahuan dan pengolahan serta budaya yang kuat menjadi salah satu faktor yang menjadikan daun kelor tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Apalagi Budaya mengenai buruknya daun kelor di masyarakat juga menjadi factor pemanfaatan daun Pengolahan daun kelor yang sudah menjadi tradisi turun temurun yang masih monoton membuat masyarakat hanya mengolah daun kelor sebagai makanan sehari-hari, padahal dilain itu daun kelor dapat dimanfaatkan dan diproses sebagai bahan lain seperti puding/ agar-agar, masker, teh, tepung lain-lain. Penyuluhan terkait Pencegahan Stunting Salah satu cara untuk mencegah stunting adalah dengan pengolahan daun kelor yang bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat serta meningkatkan kesehatan dan gizi id/index. php/Berdaya/index C Vina Farah Amalia C Muhammad Rofiki C Ikhsan Fani Hidayah C Selain rutin memberikan makanan tambahan dan jajanan kepada anak-anak kecil penderita stunting di wilayah desa Kaliwin. KKN Kaliwining juga memberikan bantuan kebun kelor kepada masyarakat anak-anak penderita stunting. Masyarakat tidak hanya menderita Kedepannya manfaat daun kelor bisa Anda peroleh dengan dipadukan dengan asupan daun kelor serta nutrisi dari makanan tambahan. (Firmanshah, 2. Daun kelor efektif membantu bayi penderita stunting mendapatkan tambahan nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang anak. Selain sebagai tambahan camilan bagi anak kecil, kerja sama dengan KKN juga menyebutkan bahwa daun kelor dapat dikonsumsi oleh anak kecil dan ibu hamil karena mengandung protein dua kali lipat dari yogurt dan tiga kali lipat potasium dan vitamin dari ekstrak daun kelor puding juga akan tersedia untuk umum. Daun kelor 4 kali lebih tinggi dibandingkan A di jajanan pinggir jalan, sehingga sangat penting bagi anak kecil penderita stunting untuk mendapatkan A untuk memenuhi kebutuhan vitaminnya. (Iskandar dkk. , 2. Mahasiswa KKN kolaboratif telah menyiapkan puding ekstrak daun kelor yang sangat mudah disiapkan dan juga memungkinkan Anda menikmati daun kelor itu sendiri tanpa merendamnya dalam air mendidih. Kami juga mengajari Anda cara menikmati Anda bisa mengonsumsi sayur seduh tersebut agar vitamin yang terkandung pada daun kelor tetap utuh sehingga baik untuk kesehatan anak dan ibu hamil serta mencegah stunting pada anak. Pembagiannya puding ekstrak daun kelor kepada warga kaliwining merupakan salah satu langkah kecil yang dapat menjadi penyembuhan pada balita penderita stunting. Kreasi yang diciptakan oleh mahasiswa kkn ini dibagikan untuk mencegah stunting pada balita dan bumil di Desa Kaliwining. Mengatasi stunting tidak harus dengan anggaran yang Balita bisa mendapatkan gizi daun kelor dari air susu ibu yang mengkonsumsi daun Kkn kolaboratif kaliwining juga menyarankan setiap rumah di Desa Kaliwining minimal 1 pohon kelor di pekarangan, sehingga masyarakat bisa setiap hari mengkonsumsi daun kelor. Tanaman kelor bisa ditanam di potkecil, dan juga tanaman ini mudah untuk dipelihara dikarnakan hanya membutuhkan jarak satu bulan untuk bisa dikonsumsi. Diluar memiliki kandungan gizi dan nutrisi cukup tinggi, daun kelor juga murah dan sangat mudah didapat apalagi pada pedesaan daun kelor sangat mudah didapatkan, karena merupakan tanaman asli dari Indonesia. Mahasiswa KKN Kolaboratif melakukan pemeriksan kesetiap posyandu yang Puding Ekstrak Daun Kelor (Moringacae oliever. Jadi Produk Pangan Pencegahan Stunting Di Desa Kaliwining Rambipuji Volume 2. No. Agustus 2024 ISSN (P) 2962-2247 memiliki jumlah 20 posyandu yang dinamakan bougenvile di seluruh dusun pada desa kaliwining dan hasil menunjukkan prevalensi balita stunting di Desa Kaliwining masih terbilang tinggi. Oleh karna itu mahasiswa kkn kolaboratif memberikan pengarahan kepada masyarakat bahwa tidak mahal untuk mendapatkan Sebab, daun kelor yang banyak tumbuh di lingkungan pekarangan masyarakat di Desa Desa Kaliwining mengandung nutrisi yang tinggi, sehingga bisa mengatasi stunting. Bahakan daun kelor kerap dikenal sebagai makanan seribu manfaat. (Kemenkes RI, 2. Kehidupan dan Pola asuh anak yang tidak tepat menjadi salah satu penyebab stunting pada anak. Pola asuh yang dimaksud adalah perilaku dan praktik pemberian makanan kepada Ketika orang tua tidak dapat memberikan asupan gizi yang baik, maka anak bisa mengalami stunting. Selain itu, faktor ibu yang masa remaja dan kehamilannya kurang nutrisi serta masa laktasi yang kurang baik juga dapat memengaruhi pertumbuhan dan otak anak. (Oyeyinka & Oyeyinka, 2. Melalui penyuluhan ini, mahasiswa berusaha memberikan penyuluhan dan pemberian makanan tambahan kepada masyarakat melalui poster yang diberikan kepada setiap masyarakat yang mengikuti posyandu untuk menekan angka stunting di desaKaliwining. Masyarakat dalam hal ini memberi dukungan dan respon yang baik, khususnya para ibu-ibu sangat antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung. Mereka menyambut baik kegiatan ini bahkan mendukung pemberian makanan tambahan berupa puding kelor guna pengentasan masalah stunting pada balita. Hasil dari penyuluhan ini merupakan pemahaman ibu-ibu dari orangtua balita dan bu hamil untuk pembuatan puding ekstrak daun kelor serta pemahaman ibu-ibu terkait bahaya stunting, akibat dari stunting keberlanjutannya dan pentingnya menjaga pola hidup dan makanan untuk keluarga tercinta. Gambar 1. Poster informasi stunting. id/index. php/Berdaya/index C Vina Farah Amalia C Muhammad Rofiki C Ikhsan Fani Hidayah C Kesimpulan Dalam melaksanakan pengabdian Masyarakat ini di Desa kaliwining rambipuji berlangsung lancer, pengabdian ini dilaksanakan 16 mahasiswa dari beberapa universitas diantaranya universitas uin khas jember, uas kencong, universita dr. soebandi, universitas islam jember, dan unipar. dan warga antusias menerima makanan tambahan puding kelor yang kita salurkan kepada masyarkat. Kegiatan ini Masyarakat lebih menambah ilmu pengetahuan dan kegunaan daun kelor yang banyak dipekarangan rumah mereka masingAy di desa kaliwining rambipuji ini. Dalam penyampaian materi dengan menjelaskan stunting serta dampak buruk dari stunting itu sendiri sampai pembuatan pudding jelly kelor antusias masyrakat yang tinggi dibuktikan dengan kepahaman mereka terhadap stunting dan proses konsultasi dalam berbagi pengalaman tanya jawab yang mereka lontarkan. Kegiatan ini meliputi silaturrahmi dengan ketua tpk posyandu, sosialisasi cara pembuatan pudding kelor dan pembagian snak puding Kendala yang kita rasakan pada proses oengabdian Masyarakat ini yaitu mengkalkulasi waktu untuk mengumpulkan warga dalam satu ruangan dikarnakan setiap warga yang mengikuti posyandu tidak serentak pada jam yang sama, orang dating dan yang lain pergi membuat kita meruabh metode presentasi dengan ceramah 4 mata dan diharapkan untuk pelaksanaan berikutnya bisa terlaksana dengan baik dan konsisten. Ucapan Terima Kasih Ucapan terimakasih diberikan kepada kepala desa yang telah memberikan kami kesempatan untuk mengadakan pengabdian masyarkat ini didesa kaliwining rambipuji, dan kami juga beriterimakasih kepada posyandu-posyandu diseluruh desa kaliwining yang telah memberikan waktu dan tempat guna kita melaksanakan penyuluhan dan sosialisasi didesa kaliwinibg rambipuji. Referensi