Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya E-ISSN : 2828-5018 Vol. No. 1 Februari 2025 RESTORASI SATUA BALI DALAM PENDAMPINGAN KEGIATAN LITERASI BUDAYA DI DESA YANGAPI Ni Ketut Sri Partini1. I Nengah Sueca2 Institut Teknologi dan Pendidikan Markandeya Bali. Indonesia Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Ilmu Pendidikan *e-mail: ketutsripartini@gmail. com, su3ca. nngah@gmail. Abstrak Restorasi Satua Bali ini bertujuan untuk mengembalikan dan memperkenalkan kembali kebudayaan Satua Bali di Desa Yangapi khususnya bagi siswa SD N 1 Yangapi dan SD N 6 Yangapi. Subjek dari penelitian ini ialah siswa kelas 5 dan 6 dari SD N 1 Yangapai dan SD N 6 Yangapi. Metode Pengabdian ini dilaksanakan melalui metode PALS . articipatory action learning syste. yaitu dengan tiga metode penelitian diantaranya persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil pendampingan kegiatan restorasi Satua Bali . iterasi buday. di Desa Yangapai ini berjalan dengan lancar. Hal ini terlihat dari hasil pelaksanaan pendampingan yang terlaksana menunjukkan bahwa . kegiatan pendampingan ini dapat meningkatkan keterampilan membaca sehingga mampu membantu pengembangan keterampilan literasi siswa . meningkatkan pengetahuan siswa menganai budaya-budaya Bali dan nilai-nilai lokal . meningkatkan pendidikan karakter siswa melalui cerita-cerita Satua Bali . meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan bahasa Bali. Kata kunci: literasi, pendampingan Abstract The restoration of Satua Bali aims to restore and reintroduce Satua Bali culture in Yangapi Village, especially for students at SD N 1 Yangapi and SD N 6 Yangapi. The subjects of this research were students in grades 5 and 6 of SD N 1 Yangapai and SD N 6 Yangapi. This service method is carried out through the PALS method . articipatory action learning syste. , namely with three research methods including preparation, implementation and The results of assistance for Satua Bali . ultural literac. restoration activities in Yangapai Village went smoothly. This can be seen from the results of the mentoring that has been carried out showing that . this mentoring activity can improve reading skills so that it can help develop students' literacy skills . increase students' knowledge about Balinese and local culture. increasing students' character education through the Satua Bali story . increasing students' knowledge about the importance of preserving the Balinese language. Keywords: literacy, mentoring PENDAHULUAN Budaya merupakan identitas yang melekat pada setiap masyarakat dan bangsa, mencerminkan nilai-nilai, tradisi, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Di Bali, salah satu bentuk warisan budaya yang kaya dan penuh makna adalah Satua Bali, atau cerita rakyat Bali. Satua Bali, atau cerita rakyat Bali, merupakan salah satu warisan budaya yang kaya akan nilai-nilai moral, etika, dan spiritual. Kisah-kisah ini telah diwariskan dari generasi ke generasi melalui tradisi lisan, menggambarkan kehidupan masyarakat Bali dengan segala keunikan, adat istiadat, dan kebijaksanaannya. Sejalan dengan pendapat . Satua Bali ialah bagian dari warisan budaya Indonesia yang memiliki peranan penting dalam membentuk karakter dan literasi anak-anak di tingkat Sekolah Dasar (SD). Hal ini tentu memperkaya ilmu bahasa bali dilingkungan tempat tinggal anak-anak, menjadi sumber kearifan lokal yang dapat diperkaya melalui restorasi Satua Bali yang beredar di dalamnya . Namun seiiring dengan perkembangan jaman Satua Bali ini mulai dilupkan oleh generasi muda, dimana anak-anak lebih suka Oleh karena itu, upaya untuk merestorasi dan menghidupkan kembali Satua Bali menjadi semakin mendesak. Dengan adanya restorasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan literasi di kalangan Desa Yangapi yakni siswa SD N 1 Yangapi dan siswa SD N 6 Yangapi. Restorasi Satua Bali merupakan upaya untuk menghidupkan kembali, melestarikan, dan mempopulerkan kembali cerita-cerita tradisional Bali yang dikenal dengan istilah Satua Bali. Satua Bali adalah kumpulan ceritacerita tradisional dalam Bahasa Bali yang mengandung berbagai unsur mitologi, moralitas, dan ajaran kehidupan . Sejalan dengan pendapat . cerita rakyat atau Satua Bali ini mempunyai banyak manfaat dalam pembentukan kepribadian, karakter dan mental siswa, yang merupakan salah satu tujuan dari pendidikan Satua Bali berfungsi membantu memberikan gambaran kepada siswa tentang nilai-nilai moral yang harus mereka terapkan dalam kehidupan sehari hari. Jadi dapat disimpulkan Satua Bali merupakan Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya E-ISSN : 2828-5018 Vol. No. 1 Februari 2025 kumpulan cerita tradisional dalam bahasa Bali yang mencakup naratif, legenda, atau dongeng. Satua Bali ini diceritakan secara lisan dari mulut-kemulut sehingga tidak diketahui siapa pengarang peratamanya, sehingga cerita-cerita ini lah yang memiliki akar dalam budaya Bali dan diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. dari satu generasi ke generasi berikutnya. Cerita Satua Bali ini seringkali mencerminkan nilai-nilai budaya dan etika Bali, serta mengisahkan tentang dewa-dewi, raja-raja, dan makhluk mitos sehingga restorasi Satua Bali dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan literasi dan membentuk karakter anak-anak. Cerita-cerita tersebut sering menyajikan pesan moral yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari bagi anak - anak. Cerita-cerita ini ditulis dalam bahasa Bali, membacanya atau mendengarkan mereka dapat membantu mempertahankan dan mempromosikan penggunaan bahasa Bali di kalangan Masyarakat Bali . Selain membaca cerita-cerita Satua Bali. Restorasi Satua Bali juga dapat menggabungkan seni dan kreativitas dalam merangkai kembali naratif tersebut, seperti melalui pertunjukan teater, seni lukis, atau tarian tradisional. Melalui pendekatan ini, generasi muda dapat lebih mendalam dan menghargai cerita-cerita tersebut melalui berbagai bentuk ekspresi seni. Pendampingan Restorasi Satua Bali juga memiliki potensi untuk melibatkan komunitas lokal dan pendidik, dalam upaya melestarikan warisan budaya Ini dapat memperkuat rasa kepemilikan dan perhatian Masyarakat terhadap warisan budaya yang merupakan bagian integral dari identitas mereka. Pengadaan Pendampingan restorasi Satua Bali ini penting dilakukan guna memperkuat literasi berbudaya khususnya bahasa bali bagi siswa di Desa Yangapi. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan di Banjar Kalanganyar yang merupakan bagian dari Desa Yangapi. Kec. Tembuku. Kab. Bangli. Bali. Kegiatan pelaksanaan pendampingan ini bertampat di Bale Banjar Kalanganyar Desa Yangapi dengan melibatkan siswa SD N 1 Yangapi dan siswa SD N 6 Yangapi yakni pada siswa kelas 5 dan 6, kegiatan pendampingan ini dilaksanakan sebab kurangnya pendampingan guru dalam mengajarkan literasi budaya . atau bal. , sebab ketidakadanya guru dalam mengajarkan bahasa bali di kelas. Oleh karena itu SD N 1 Yangapi dan SD N 6 Yangapi menjadi salah satu SD sasaran dalam melaksanakan kegiatan program pendampingan ini. Berikut terlampir gambar 1 wawancara dengan kepala sekolah SD N 1 dan 6 Yangapi. Gambar 1. Wawancara dengan kepala sekolah Berdasarkan hasil wawancara dan observasi di SD N 1 Yangapi dan SD N 6 Yangapi mengungkapkan beberapa temuan krusial. Pertama, tidak memiliki guru bahasa bali. Kedua, kekurangan buku cerita Satua Bali di Ketiga, sebagian besar anak-anak di SD N 1 Yangaapi dan SD N 6 Yangapi memiliki pemahaman yang terbatas tentang kosa kata bahasa Bali. Keempat. SD N 1 Yangapi dan SD N 6 Yangapi mengalami keterbatasan dalam sarana pendidikan, termasuk kekurangan sumber literasi dalam bentuk hard copy. Kelima, rendahnya pengalaman dalam membaca Satua Bali. Sehingga kegiatan pendampingan restorasi Satua Bali ini penting untuk dilakukan untuk meningakatkan pemahaman mereka mengenai Satua Bali, adapun restorasi Satua Bali ini memiliki tujuan untuk memperkaya pendidikan dan melestarikan budaya . sebagai berikut: . Meningkatkan keterampilan membaca anak - anak di SD Negeri 1 Yangapi dan SD Negeri 6 Yangapi. Dengan memperkenalkan cerita-cerita Satua Bali, diharapkan anak Ae anak akan lebih aktif membaca, sehingga kemampuan membaca dan pemahaman anak Ae anak dapat berkembang dengan lebih baik. Melestarikan kekayaan budaya Bali. Dengan menghidupkan kembali dan memperkenalkan cerita-cerita Satua Bali kepada generasi muda. Mengambil hikmah moral dari cerita-cerita Satua Bali. Fokusnya adalah menggunakan cerita-cerita ini sebagai alat untuk membentuk karakter anak Ae anak, termasuk nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, kerja sama, dan rasa . Meningkatkan minat anak - anak terhadap literasi dengan memilih cerita-cerita yang menarik dan Dengan demikian, anak Ae anak lebih tertarik dan terlibat dalam proses pembelajaran membaca dan menulis. Berdasarkan hal tersebut maka sangat diperlukan adanya restorasi Satua Bali dalam pendampingan kegitan literasi budaya (Satua Bal. di desa yangapi ini. Dengan adanya restorasi Satua Bali yang tersedia di Banjar Kalanganyar Desa Yangapi tentunya memiliki sejumlah manfaat penting dalam peningkatan literasi siswa sekolah dasar yang ada di Banjar Kalanganyar. Pertama, dengan adanya restorasi Satua Bali sebagai sumber literasi tambahan bagi siswa tentu akan dapat merangsang minat baca anak - anak serta meningkatkan kemampuan membaca mereka sehingga mampu membantu pengembangan keterampilan literasi mereka. Kedua, melalui cerita-cerita Satua Bali. Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya E-ISSN : 2828-5018 Vol. No. 1 Februari 2025 anak Ae anak akan semakin tau mengenai budaya-budaya Bali dan nilai-nilai lokal, serta menambah wawasan mereka pentingnya sejara, tradisi, dan nilai-nilai yang menjadi dasar masyarakat Bali, sehingga dapat memperkuat identitas budaya mereka. Ketiga, meningkatkan pendidikan karakter siswa melalui cerita-cerita Satua Bali, yang sering kali mengandung pesan moral dan ajaran kehidupan yang kuat, sehingga dapat membantu dalam pembentukan karakter siswa dengan nilai-nilai seperti kejujuran, kesabaran, rasa hormat, dan kerja sama. Keempat, restorasi Satua Bali ini juga berperan dalam menjaga keberlanjutan bahasa Bali. Penting bagi anak-anak generasi muda untuk menjaga dan melestarikan warisan bahasa yang sudah ada sehingga tidak punah. Berdasarkan penjabaran diatas maka restorasi Satua Bali dalam pendampingan kegitan literasi budaya ini penting dan perlu dilakukan, sebab kegiatan pendampingan ini dapat memberikan perubahan terhadap siswa Desa Yangapi di dalam menambahkan bahan literasi mereka melalui kegiatan meSatua Bali serta mengingatkan mereka akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya kita. METODE Kegiatan pendampingan ini dilaksankan di Bale Banjar Kalanganyar yang terletak di Desa Yangapi. Kec. Tembuku. Kab. Bangli. Bali. Subjek pendampingan ini adalah siswa kelas 5 dan 6 yang berasal dari SD N 1 Yangapi dan SD N 6 Yangapi. Pendampingan dilakukan mulai dari akhir bulan Agustus sampai bulan September yang pertemuannya dilakukan setiap 1 minggu sekali, yakni setiap hari Sabtu atau Minggu dengan waktu pelaksanaan selama 90 menit. Siswa yang mengikuti kegiatan pendampingan ini berjumlah 20 orang yaitu siswa kelas 5 dan 6 dari SD N 1 Yangapi dan SD N 6 Yangapi. Proses pelaksanaan pendampingan ini dilaksanakan menggnakan metode pendampingan belajar secara langsung di Bale Banjar, yang dilaksanakan diluar jam pelajaran sekolah. Mahasiswa membantu dalam pendampingan pengajaran untuk mendampingi siswa kelas 5 dan 6 melalui kegitan pendampingan restorasi Satua Bali. Gambar 2. Langkah-langkah pelaksanaan pendampingan Restorasi Satua Bali Metode pelaksanaan yang digunakan untuk mengatasi permasalahan literrasi budaya anak-anak di SD N 1 Yangapi dan SD N 6 Yangapi dapat dikelompokkan menjadi 3 tahap yaitu : Kegiatan Tahap Pertama, persiapan sebelum pelaksanaan kegiatan yaitu: . Tim pendampingan melakukan wawancara dengan kepala sekolah serta guru yang ada di SD N 1 Yangapi dan SD N 6 Yangapi. Tim pendampingan meminta izin kepada pihak Sekolah. Kepala Desa Yangapi serta Kelian/ Prajuru Adat Banjar Kalanganyar bahwa akan melaksankan kegiatan pendampingan pada siswa kelas 5 dan 6 yang bertempat di Bale Banjar Kalanganyar. Melakukan penyebaran browsur dan komunikasi awal dengan siswa yang akan ikut pendampingan kegitan literasi budaya (Satua Bal. Penentuan tempat pelaksanaan kegiatan di Bale Banjar Kalanganyar pada pukul 2 sore selama 90 menit dari 00 sampai 03. Kegiatan Tahap Kedua, yaitu . Tim pendampingan memberikan pendampingan kepada siswa kelas 5 dan 6 dari SD N 1 Yangapi dan SD N 6 Yangapi yang masing-masing mahasiswa mendampingi 2 orang siswa. Dalam pendampingan ini siswa dibantu mengenal apa itu Satua, siswa diingatkan akan warisan budaya bagaimana siswa itu mampu menjaga dan melastarikan warisan budayanya, kemudian siswa diajarkan untuk mengenal tembang-tembang rare sebelum mengenal lebih jauh apa itu satua sehingga siswa ingat akan warisan budaya yang sudah ada selain itu siswa akan tau sejarah-sejarah budaya yang ada. Siswa akan diajak untuk mengenal jenisjenis satua yang ada mulai dari satau yang tergolong jenis beburon atau hewan, manuse atau manusia serta satua jenis para dewa sehingga siswa menjadi tau dan dapat mengkualifikasikan jenis-jenis satua yang ada. Siswa akan diajarkan mengenai unsur-unsur intrinsik dari satua itu sendiri atau unsur yang membangun dari satua. Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya E-ISSN : 2828-5018 Vol. No. 1 Februari 2025 mulaidari tema, alur, tokoh, latar serta amanat yang terdapat dalam cerita satua itu sendiri. Siswa selanjutnya akan diajak menonton salah satu satua, mengajarkan bagaimana cara penyampaian Satua Bali sehingga siswa tau bagaimana mengekpresikan Satua itu sendiri, bagaimana intonasi suara dalam menceritakan Satua tersebut serta siswa diajak mencari pesan-pesan moral yang ada dalam cerita Satua terbeut sehingga sampai akhirnya siswa dapat memperagakan secara langsung Satua yang mereka kuasai. Kegiatan ini dilaksanakan secara kontinu selama akhir bulan Agustus-September agar siswa paham akan pentingnya warisan budaya serta menambah hahan literasi mereka melalui kegiatan pendampingan literasi budaya (Satua Bal. Kegiatan Tahap Ketiga, yaitu Evaluasi hasil bertujuan untuk mengukur sejauh mana tujuan kegiatan pendampingan telah tercapai, yakni menggunakan observasi atau lembar penilaian dengan memperagakan secara langsung cerita satua tersebut untuk melihat perubahan siswa dalam memperagakan cerita satua tersebut dalam kegiatan pendampingan restorasi ini serta menambah bahan literasi mereka sehingga anak-anak juga akan mengingat kembali warisan budaya yang mereka miliki. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian Pelaksanaan pengabdian Masyarakat AuRestorasi Satua BaliAy diawali dengan kegiatan wawancara kepada Kepala Sekolah serta guru-guru SD N 1 Yangaapi dan SD N 6 Yangapi. Hasil wawancara tersebut menyatakan bahwa pelaksanaan Satua Bali di sekolah tersebut masih kurang dikarenakan tidak adanya guru Bahasa Bali di sekolah tersebut sehingga anak-anak jarang mendapatkan Satua Bali. Kegiatan selanjutnya yaitu melaksanakan sosialisasi menganai pentingnya literasi budaya . atu bal. serta pembagian browsur pendampingan literasi budaya (Satua Bal. kepada siswa-siswi kelas 5 dan 6 Desa Yangapi, seperti terlihat pada Kegiatan Pendampingan Restorasi Satua Bali ini dilaksanakan di Bale Banjar Kalanganyar Desa Yangapi yang dimulai pada tanggal 25 Agustus 2024 sampai awal bulan Oktober, dimana pelaksanaanya dilakukan setiap satu minggu sekali yaitu pada hari sabtu/minggu. Gambar3. Sosialisasi dan pembagian browsur. Hasil pengabdian masyarakat Restorasi Satua Bali dalam Pendampingan Kegitan Literasi Budaya (Satua Bal. di Desa Yangapi berjalan dengan lancar. Hal ini dapat terlihat dari hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat AuRestorasi Satua BaliAy yang sudah dilaksankan lebih dari satu bulan. Hasil pelaksanaan pengabdian masayarakat Restorasi Satua Bali dalam Pendampingan Kegitan Literasi Budaya menunjukkan dua keberhasilan dalam pengabdian ini. Pertama, pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dapat mengatasi permasalahan siswa-dan siswa Desa Yangapi dalam mengenal dan mempelajari Satua Bali. Hasil observasi dan evaluasi kegiatan pelatihan yang dilakukan tim pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahan siswa dalam mempelajari Satua Bali, yakni dengan mengadakan pendampingan Satua Bali terhadap anak-anak Desa Yangapi. Hasil ini dicapai berkat pelatihan dan pendampingan dalam mempelajari Satua Bali. Sebelum dilakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan Satua Bali ini, kemampuan siswa dalam mSatua Bali masih kurang sehingga diberikan pendampingan Satua Bali kepada anak-anak Desa Yangapi dalam meningkatkan pengetahuan mereka mengenai Restorasi Satua Bali. Tim pelaksanaan memberikan pendampingan Satua Bali yang dilaksanakan di Bale Banjar Kalanganyar. Hasil evaluasi terhadap kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa sudah mampu membawakan Satua Bali dengan baik dan benar, seperti siswa sudah mengetahui apa itu satua, jenis-jenis satua, unsur instrinsik satua serta siswa mampu membawakan satua dengan intonasi serta postur gerakan tubuh yang tepat sesui dengan isi dari Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya E-ISSN : 2828-5018 Vol. No. 1 Februari 2025 Gambar 4. Pengenalan Satua Bali. Berdasarkan gamabar 3, siswa-siswi Desa Yangapi terlihat sangat antusias mengikuti pendampingan kegiatan litrasi budaya (Satua Bal. Selain memahami dalam meSatua Bali, mereka juga belajar mengenal jenisjenis Satua Bali serta unsur intrinsic yang membangun satu bali. Tim pengabdian juga mengajarkan bagaimana cara mesatua dengan baik dan benar, baik itu dari intonasi suara maupun dari gerakan tubuh anak-anak saat mesatua sehingga nantinya saat anak tampil dalam lomba Satua Bali, yang awalnya gugup menjadi sedikit demi sedikit menunjukkan peningkatan dalam tingkat kepercayaan dirinya melalui penampilan diri didepan orang Anak mulai belajar bicara dihadapan audiens dan dapat mengatasi rasa gugupnya. Gambar 5. Pelatihan Satua Bali Kedua, kegiatan pengabdian masyarakat melalui Restorasi Satua Bali meningkatkan semangat generasi muda nntuk melestarikan warisan budaya dan kearifan local serta dapat meningkatkan bahan literasi anak-anak Desa Yangapi. Hal tersebut dapat dilihat pada gambar 5 terlihat melalui partisipasi anak-anak yang sangat semangat serta antusias dalam kegiatan belajar MeSatua Bali, menunjukkan bahwa anak-anak desa Yangapi mulai menghargai dan mencintai budaya Bali. Melalui hasil evaluasi yang diberikan tim pengabdian kepada anak-anak yang mengikuti kegiatan pengabdian ini, menunjukkan perkembangan kemampuan mereka dalam menceritakan Satua Bali. Peningkatan kemampuan dalam menceritakan serta membawakan Satua Bali pada anak-anak desa Yangapi merupakan tanda peningkatan kemampuan literasi budaya mereka. Penguasaan Satua ini menjadi bukti konkret bahwa kemampuan literasi budaya sedang diperkuat. Selain itu, hasil dari pengabdian Restorasi Satua Bali ini juga menunjukkan terjadinya peningkatan di dalam pendidikan karakter dari anak-anak desa Yangapi . Satua Bali mengandung berbagai nilai moral seperti kejujuran, keberanian, tanggung jawab, kerja keras, dan kerjasama. Anak-anak Desa Yangapi menjadi belajar nilai-nilai ini melalui Satua Bali, yang membuatnya lebih mudah dipahami dan diinternalisasi. Sehingga, melalui Satua Bali ini membantu anak-anak mengembangkan pemahaman tentang mana yang baik dan buruk serta bagaimana bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Melalui karakter dan alur cerita dalam Satua Bali, anak-anak diajak untuk memahami perasaan, pikiran, dan tindakan orang lain. Sehingga, anak-anak Desa Yangapi dapat mengembangkan empati, kemampuan untuk merasakan dan menghargai perspektif orang lain, yang merupakan bagian penting dari pendidikan karakter. Anak-anak juga belajar untuk mengatasi emosi dan tantangan secara positif melalui tokoh-tokoh cerita Satua Bali yang mereka kenali. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan Restorasi Satua Bali memiliki dampak yang positif terhadap penguatan literasi budaya (Satua Bal. di Desa Yangapi, dapat diihat pada gambar 6. Jurnal Pengabdian Masyarakat Markandeya E-ISSN : 2828-5018 Vol. No. 1 Februari 2025 Gambar 6. Evaluasi Pendampingan Satua Bali KESIMPULAN Berdasarkan temuan di atas dapat simpulkan bahwa . kegiatan pendampingan Restorasi Satua Bali ini dapat dijadikan sebagai acuan bagi siswa Desa Yangapi dalam mengetahui pentingnya restorasi Satua Bali . Pendampingan Restorasi Satua Bali ini juga dapat mengatasi permasalahan siswa yang ada di Desa Yangapi, dengan adanya restorasi Satua Bali dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai satua, jenis-jenis satua dan menambah bahan literasi siswa serta mengingatkan akan pentingnya melestarikan warisan budaya. Sejalan dengan simpulan diatas, tim pelaksana merekomendasikan beberapa saran terkait hasil temuan ini: . kegiatan Restorasi Satua Bali disarankan untuk diterapkan di Desa-desa agar dapat menguatkan bahan literasi dan meningatkan pentingnya warisan budaya . Kegiatan Restorasi Satua Bali tidak hanya diimplementasikan di tingkat SD, tetapi juga dilaksankan pada jenjang pendidikan lainnya. Kepada guru dan kepala desa disarankan agar hasil pengabdian ini dijadikan acuan dalam kegiatan penguatan nilai-nilai karakter. Kepada peneliti lain disarankan agar meneliti lebih lanjut mengenai kegiatan Restorasi Satua Bali pendidikan lainnya. UCAPAN TERIMA KASIH Dalam penyesaikan pengabdian ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada I Ketut Merdana. Pd. Pd. , dan I Nengah Widastra. Pd. Pd. , selaku Kepala Sekolah SD N 1 Yangapi dan Kepala Sekolah SD N 6 Yangapi yang telah memberikan kesempatan kepada tim pelaksana untuk mengizinkan siswa-siswinya mengikuti kegiatan pendampingan Restorasi Satua Bali. Begitu pula Bapak I Wayan Edi Korniawan selaku Kepala Desa Yangapi yang secara langsung memberikan wadah bagi tim pelaksana. Terima kasih juga kepada Bendesa Adat Banjar Kalanganyar Bapak I Wayan Rendah Setiawan, guru, orang tua siswa, dan siswa yang telah bersedia menerima dan mengizinkan tim pelaksana untuk melakukan pengabdian Restorasi Satua Bali, serta semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan pengabdian ini sehingga dapat diselesaikan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA