Jurnal Pelita Sains dan Kesehatan (JPASAIK) Volume 4. No 2 Mei 2024 HUBUNGAN PARITAS DAN JARAK KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEMBO, KECAMATAN LEMBO. KABUPATEN KONAWE UTARA Titin Dwi Cahyati1. Andriyani2. Ano Luthfa3* STIKes Pelita Ibu * anyoluthfa@yahoo. Received: 11-03-2024 Revised: 09-05-2024 Approved: 25-05-2024 ABSTRACT This study aims to determine the relationship between parity and pregnancy spacing with the incidence of anemia in pregnant women in the working area of the Lembo Health Center. Lembo District. North Konawe Regency. This type of research is an analytic observational study with a cross sectional approach. The population in this study were all anemic pregnant women with a total of 48 mothers. This study used the Total Sampling technique with a total sample of 48 pregnant women who experienced The results of the chi square statistical test obtained a p-value . < from a value- . so it can be concluded that H0 is rejected and Ha is accepted, which means that there is a relationship between parity and the incidence of anemia. Pregnancy Spacing The results of the chi square statistical test obtained a p-value . from a value . so it can be concluded that Ha is rejected and H0 is accepted, which means there is a relationship between pregnancy spacing and the incidence of anemia. Keywords: Anemia. Parity. Distance of Pregnancy PENDAHULUAN Anemia secara praktis didefinisikan sebagai kadar Hematokrit. Konstrasi Hemoglobin, atau hitung eritrosit dibawah batas AunormalAy. Namun nilai akurat untuk ibu hamil sulit dipastikan karena ketiga paramameter laboratorium tersebut bervariasi selama periode kehamilan. Umumnya ibu hamil dianggap anemic jika kadar hemoglobin kurang dari 11 g/dl atau hematokrit kurang dari 33%. (Saifuddin, 2018:. Penyebab anemia tersering adalah defisiensi zat-zat nutrisi. Sering kali defisiensinya bersifat multiple dengan manifestasi klinik yang disertai infeksi, gizi buruk, atau kelainan herediter seperti hemoglobinopati. Namun, penyebab mendasar anemia nutrisional meliputi asupan yang tidak cukup, absorpsi yang tidak adekuat bertambahnya zat gizi yang hilang, kebutuhan yang berlebihan, dan kurangnya utilisasi nutrisi hemopoietik. Penyebab anemia tersering kedua adalah anemia megalobplastik yang dapat disebabkan oleh defisiensi asam folat dan defisiensi vitamin B12. Penyebab anemia lainnya yang jarang ditemui antara lain adalah hemoglobinopati, proses inflamasi, toksisitas zat kimia, dan keganasan (Safiuddin, 2014 : . Dampak anemia Pada Trimester I dapat terjadi abortus, hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim, pada Trimester II dapt terjadi persalinan prematuritas, mudah infeksi, ancaman dekompensasi kordis (Hb <6 g%), molahidatidosa, hiperemesis gravidarum. Trimester i dapat terjadi perdarahan antepartum, ketuban pecah dini (KPD) (Manuaba, 2014:. Dalam Konvensi Anemia Sedunia tahun 2017 lalu, dinyatakan bahwa sekitar 41,8% ibu hamil di dunia mengalami kondisi anemia. Dan 60% kasus anemia pada ibu hamil ini dikarenakan kekurangan zat besi. Setiap tahunnya, terjadi 500 ribu kematian ibu pasca melahirkan di seluruh Dunia, sebanyak 20-40% penyebab utama kematian Jurnal Pelita Sains dan Kesehatan (JPASAIK) Volume 4. No 2 Mei 2024 tersebut adalah anemia (Rilyani, 2. Berdasarkan hasil dari Riset Kesehatan Dasar ( RisKesda. Tahun 2013. Anemia yang terjadi pada ibu hamil di Indonesia adalah sebesar 37,1%, sedangkan hasil dari Riset Kesehatan Dasar ( Riskesda. Tahun 2018, anemia yang terjadi pada ibu hamil di Indonesia yaitu sebesar 48,9%. Berdasarkan data tersebut angka kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia masih meningkat dan tergolong tinggi (Profil Kesehatan Indonesia, 2. Tabel 1 Data Ibu Hamil dan Komplikasi Di Provinsi Sulawesi Tenggara Jumlah Ibu Jumlah ibu Hamil Tahun Persen (%) Hamil Dengan Komplikasi 19,99 19,99 14,08 19,99 21,85 Sumber : Dinkes Prov. Sultra, 2022 Tabel 1 menunjukkan bahwa dari tahun 2018 hingga 2022 jumlah ibu hamil sangat banyak dan pada tahun 2019 jumlah ibu hamil dengan komplikasi meningkat dan pada tahun 2022 jumlah ibu hamil dengan komplikasi menurun. Tabel 2 Data Ibu Hamil dan Komplikasi Di Kabupaten Konawe Utara Jumlah Ibu Jumlah ibu Hamil Tahun Persen (%) Hamil Dengan Komplikasi 18,68 19,98 20,01 20,65 Sumber : Dinkes Konut, 2018-2022 Tabel 2 menunjukkan bahwa dari tahun 2018 hingga 2022 jumlah ibu hamil sangat banyak pada tahun 2019 dan 2020 jumlah ibu hamil dengan komplikasi mengalami peningkatan kemudian pada tahun 2021 jumlah ibu hamil dengan komplikasi kembali menurun. Tabel 3 Data Ibu Hamil dan Komplikasi Di Puskesmas Lembo Jumlah ibu Hamil Tahun Jumlah Ibu Hamil Persen (%) Dengan Anemia Sumber : Puskesmas Lembo, 2018-2022 Tabel 3 menunjukkan jumlah ibu hamil dengan anemia pada tahun 2018 sangat sedikit yaitu berjumlah 5 . ,5%) ibu hamil dan pada tahun 2022 jumlah ibu hamil dengan anemia mengalami peningkatan berjumlah 13 . ,5%) ibu hamil Menurut penelitian (Lia Novianti dkk 2. Paritas 2 sampai 3 merupakan paritas paling aman ditinjau dari sudut kematian maternal maupun kesehatan ibu dan Paritas 4 mempunyai resiko tinggi terkena anemia, hal ini disebabkan karena jumlah kelahiran . yang banyak dapat mempengaruhi keadaan kesehatan ibu Jurnal Pelita Sains dan Kesehatan (JPASAIK) Volume 4. No 2 Mei 2024 sehingga ibu mudah terkena anemia. Menurut penelitian (Krisdiyanti, 2. Jarak kehamilan merupakan interval waktu antara dua kehamilan yang beruntun dari seorang wanita. Jarak kehamilan yang terlalu pendek secara langsung akan memberikan efek terhadap kesehatan wanita maupun kesehatan janin yang dikandungnya. Ibu yang melahirkan anak dengan jarak yang berdekatan <2 tahun akan mengalami peningkatan resiko terhadap terjadinya perdarahan pada TM3, anemia, ketuban pecah dini serta dapat melahirkan bayi dengan berat badan rendah (<2500gra. Berdasarkan dari masalah uraian diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai AuHubungan paritas dan jarak kehamilan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Lembo Kecamatan LemboAy METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain crosectional yang bertujuan menganalisis hubungan antara paritas ibu dan jarak kehamilan terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lembo. Kecamatan Lembo. Kabupaten Konawe Utara pada bulan Mei 2023. Populasi penelitian adalah semua ibu hamil dengan anemia yang terdapat dalam buku register Puskesmas Lembo tahun 2018-2022 yang berjumlah 48 orang (Notoadmodjo, 2018:. Dengan menggunakan teknik total sampling, seluruh populasi dijadikan sebagai sampel Data sekunder dikumpulkan dari buku register puskesmas untuk mengidentifikasi variabel bebas . aritas dan jarak kehamila. serta variabel terikat . ejadian anemi. Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS melalui tahapan editing, coding, scoring, processing, entry, dan cleaning (Riyanto, 2017: . , kemudian dianalisis secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik variabel dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% ( = 0,. untuk menguji hubungan antar variabel, dengan hasil disajikan dalam bentuk narasi dan tabel distribusi frekuensi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Berikut adalah hasil penelitian tentang Hubungan Usia dan Paritas dengan Kejadian Retensio Plasenta di Rumah Sakit Umum Dewi Sartika Kota Kendari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi usia dan paritas ibu bersalin serta menganalisis hubungannya dengan kejadian retensio plasenta. Data yang digunakan adalah data primer tahun 2023. Tabel 1. Distribusi Berdasarkan Usia Usia Ibu Frekuensi Persentase <20 dan >35 tahun 63,1% 20Ae35 tahun 36,9% Sumber: Data Primer Tahun 2023 Sebagian besar ibu bersalin berada pada kelompok usia <20 dan >35 tahun yaitu sebanyak 106 orang . ,1%), sedangkan kelompok usia 20Ae35 tahun sebanyak 62 orang . ,9%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada usia yang termasuk dalam kategori risiko tinggi terhadap komplikasi kehamilan, termasuk retensio plasenta. Jurnal Pelita Sains dan Kesehatan (JPASAIK) Volume 4. No 2 Mei 2024 Tabel 2. Distribusi Berdasarkan Paritas Paritas Frekuensi Persentase 1 dan Ou4 70,2% 2Ae3 29,8% Sumber: Data Primer Tahun 2023 Sebanyak 118 ibu . ,2%) memiliki paritas 1 dan Ou4, sedangkan 50 ibu . ,8%) memiliki paritas 2Ae3. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki paritas yang juga termasuk dalam kategori risiko tinggi, yang berpotensi berhubungan dengan kejadian retensio plasenta. Tabel 3. Hubungan Usia dengan Kejadian Retensio Plasenta Usia Ibu Retensio ( ) Retensio (A. Total A-value <20 dan >35 tahun 20Ae35 tahun Sumber: Data Primer Tahun 2023 Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan kejadian retensio plasenta (A-value = 0. Retensio plasenta lebih banyak terjadi pada ibu yang berusia <20 dan >35 tahun . , dibandingkan dengan usia 20Ae35 tahun . Hal ini mengindikasikan bahwa usia di luar rentang reproduktif sehat berpotensi meningkatkan risiko retensio plasenta. Tabel 4. Hubungan Paritas dengan Kejadian Retensio Plasenta Paritas Retensio ( ) Retensio (A. Total A-value 1 dan Ou4 2Ae3 Sumber: Data Primer Tahun 2023 Terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian retensio plasenta (Avalue = 0. Sebagian besar kasus retensio plasenta ditemukan pada ibu dengan paritas 1 dan Ou4 . , dibandingkan dengan paritas 2Ae3 . Ini menunjukkan bahwa paritas ekstrem . erlalu sedikit atau terlalu banyak kelahira. dapat meningkatkan risiko retensio plasenta. Pembahasan Hubungan Antara Paritas Dengan Kejadian Anemi Pada Ibu Hamil Berdasarkan tabel 4. 7 didapatkan hasil dari 18 ibu hamil yang memiliki kategori paritas tidak beresiko, terdapat 12 ibu hamil . %) yang mengalami anemia ringan dan yang mengalami anemia sedang berjumlah 6 ibu hamil . ,5%) sedangkan dari 30 ibu hamil yang memiliki paritas kategori beresiko, terdapat 9 ibu hamil . ,7%) yang mengalami anemia ringan dan yang mengalami anemia sedang berjumlah 21 ibu hamil . ,7%). Berdasarkan hasil uji statistic chi square dengan menggunakan SPSS, di peroleh nilai p . < dari nilai . maka dapat di simpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan antara frekuensi paritas dengan kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Lembo Kecamatan Lembo Kabupaten Konawe Utara Tahun 2018 - 2022. Jurnal Pelita Sains dan Kesehatan (JPASAIK) Volume 4. No 2 Mei 2024 Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Desi Mailan dan Dessy . yang berjudul Hubungan Antara Usia dan Paritas Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak, dari hasil hubungan paritas dengan kejadian anemia diperoleh bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil . -value = 0,. Paritas 2-3 . ehamilan 2-. merupakan paritas yang aman ditinjau dari sudut kematian maternal. Sementara Paritas 1 . ehamilan pertam. dan paritas tinggi . ebih dari . mempunyai angka kematian maternal (Purwoastuti dkk, 2015:. Ibu dengan paritas lebih dari 3 memiliki angka maternal yang tinggi karena dapat terjadi gangguan endometrium. Penyebab gangguan endometrium dikarenakan kehamilan berulang. Pada paritas pertama beresiko karena rahim baru pertama kali menerima hasil konsepsi dan keluwesan otot rahim masih terbatas untuk pertumbuhan janin (Anwar dkk, 2022:. Menurut asumsi penulis dengan paritas tidak beresiko dan bersiko dapat mengalami anemia hal ini bisa saja terjadi karena kurangnya kesadaran dan kemampuan ibu hamil dalam menjaga kesehatannya dengan baik selama kehamilannya, kurangnya kepatuhan seperti minum tablet Fe dan juga komposisi makanan yang tidak tepat sehingga mengganggu penyerapan zat besi di dalam tubuh. Hubungan Antara Jarak Kehamilan Dengan Kejadian Anemi Pada Ibu Hamil Berdasarkan tabel 4. 8 didapatkan hasil dari 29 ibu hamil yang memiliki kategori jarak kehamilan tidak beresiko, yang mengalami anemia ringan sebanyak 18 . ,5%) ibu hamil dan yang mengalami anemia sedang berjumlah 11 ibu hamil . ,9%) sedangkan dari 19 ibu hamil yang memiliki kategori jarak kehamilan beresiko, terdapat 3 ibu hamil . ,2%) yang mengalami anemia ringan dan yang mengalami anemia sedang berjumlah 16 ibu hamil . ,3%). Berdasarkan hasil uji statistic chi square dengan menggunakan SPSS, di peroleh nilai p . < dari nilai . maka dapat di simpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan antara jarak kehamilan dengan kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Lembo Kecamatan Lembo Kabupaten Konawe Utara Tahun 2018 - 2022. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Vevi Gusnidarsih . yang berjudul Usia dan Jarak Kehamilan Dengan Kejadian Anemia Klinis Selama Kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Talang Randai Kabupaten Bengkulu, data dari hasil uji statistic jarak kehamilan diperoleh p = 0,003 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara jarak kehamilan dengan kejadian anemia klinis selama kehamilan. Handayani . alasan tidak diperbolehkannya hamil dengan jarak terlalu dekat (< 2 tahu. yaitu karena kondisi ibu masih belum pulih dan pemenuhan kebutuhan zat-zat gizi belum optimal, sudah harus memenuhi kebutuhan nutrisi janin yang dikandungnya, dan jarak kehamilan terlalu dekat dapat mengakibatkan terjadinya penyulit dalam kehamilan seperti anemia, dapat menghambat proses persalinan seperti gangguan kekuatan kontraksi, kelainan letak dan posisi janin, dapat menyebabkan perdarahan pasca persalinan. Menurut asumsi penulis dengan jarak kehamilan tidak beresiko dan bersiko dapat mengalami anemia hal ini bisa saja terjadi karena kurangnya kesadaran dan kemampuan ibu hamil dalam menjaga kesehatannya dengan baik selama kehamilannya, seperti kurangnya kepatuhan minum tablet Fe dan juga komposisi makanan yang tidak tepat sehingga mengganggu penyerapan zat besi di dalam tubuh. Jurnal Pelita Sains dan Kesehatan (JPASAIK) Volume 4. No 2 Mei 2024 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Puskesmas Lembo Kecamatan Lembo Kabupaten Konawe Utara, maka dapat disimpulkam Berdasarkan hasil uji statistic chi square dengan menggunakan SPSS, di peroleh nilai p . < dari nilai . maka dapat di simpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan antara frekuensi paritas dengan kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Lembo Kecamatan Lembo Kabupaten Konawe Utara Tahun 2018 - 2022. Berdasarkan hasil uji statistic chi square dengan menggunakan SPSS, di peroleh nilai p . < dari nilai . maka dapat di simpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan antara jarak kehamilan dengan kejadian anemia di wilayah kerja Puskesmas Lembo Kecamatan Lembo Kabupaten Konawe Utara Tahun 2018 - 2022 DAFTAR PUSTAKA