Pengaruh Pengalaman Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Etos Kerja Karyawan Pada PT. Rhino Rope Access Indonesia di Surabaya Fitri Ayu Romadhona. Ketut Surabagiantra. Dicky Surya Putra Pradana Email correspondence: donaanod998877@gmail. Prodi Manajemen. Universitas PGRI Adi Buana. Surabaya. Indonesia ABSTRACT In the world, every employee needs to have adequate skills and So that they can work and complete the various tasks given. Human resources are most important factors that must be managed properly to increase the effectives and efficiency of the company. Therefore, management is a sense of achievement to achieve the goal of a company. However the organization must pay attention to the needs and welfare of the employees who work in the organization. One of the supporting factors is the individual characteristics in the work environment that provide a high sense of work ethic. Therefore, this science is designed to analyze and understand the impact of work experience on the work ethic of PT. Rhino Rope Access Indonesia in Surabaya. By using quantitative research The population and sample used this study amounted to 50 In collecting data, the respondents of this study used saturated The data obtained using a questionnaire that is arranged systematically which contains questions or statements that meet the conditions of validity and reliability. The data analyzed in form of classical test, multiplelinier regression analysiss, hypothesis test. The result of being partial test shows that work experience and work environment have a significant effect on employees' work ethic. With good work experience so that it can foster an increased work ethic, so that a safe and comfortable work environment, can enhance the work ethic of employees. Keywords: work experience, work environment, work ethic. PENDAHULUAN Dalam dunia kerja, setiap karyawan perlu memiliki keterampilan dan kemampuan yang memadai. Memungkinkan mereka untuk melakukan atau menyelesaikan berbagai tugas yang diberikan. Namun, perusahaan tidak hanya menggunakan kinerja sebagai tolak ukur atau evaluasi karyawan. Ada poin penting lain dibalik ini, yaitu sikap atau perilaku. Anda cerdas berbakat, inovasi, dan kreatif, tetapi sikap buruk tidak ada gunanya. Misalnya selalu terlambat masuk kerja, bergosip atau perilaku buruk lainnya. Karyawan dengan kinerja dan JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis etos kerja yang baik cenderung akan diterima oleh perusahaan. Sumber daya manusia yang sangat baik seperti itu adalah kekayaan berharga perusahaan. Inilah yang disebut karyawan yang berkualitas. Jika anda memiliki paket lengkap ini, karir anda dijamin akan melejit. Sumber daya manusia faktor terpenting yang wajib dikelola menggunakan denganbaik agar menaikkan efektivitas dan efisiensi suatu perusahaan. Oleh karenanya manajemen sumber daya manusia merupaka planning kegiatan untuk memperoleh, membeberkan, menjaga dan memanfaatkan tenaga sumber daya manusia bertujuan memajukan perusahaan hingga tujuan. Sumber daya manusia tidak hanya pencerahan buat mencapai tujuan pada suatu organisasi, namun organisasi wajib memperhatikan keinginan, manfaat dan kebutuhan karyawan bekerja dalam perusahaan, keselarasan prinsip fenomena yang ada dalam suatu organisasi berdampak positif bagi organisasi, dimana karyawan merasa perlu untuk menerima faktor-faktor pendukung yang memuaskan mereka dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari. Tugas dan kegiatan yang sesuai. Salah satu faktor pendukungnya adalah karakteristik pribadi dan pengalaman kerja. Pengalaman kerja merupakan faktor terpenting buat menumbuhkan beban kerja dan kualitas pegawai. Banyak orang menyampai bahwa pengalaman kerja merupakan pengajar terbaik, hal ini pula berlaku buat pengalaman kerja karyawan perusahaan. Pengalaman kerja adalah kapital primer seorang buat memasuki suatu bidang karyawan dengan pengalaman kerja membangun keahlian dibidangnya karena hasil pengerjaan produk cepat terselesaikan. Memiliki banyak pengalaman untuk cepat beradaptasi dengan dunia kerja suatu organisasi menciptakan Menurut Nurul . Menjelaskan lingkungan dimana perusahaan menjalankan tugas dan fungsinya tanpa adanya interksi antar karyawan untuk mencapai pekerjaan yang lancer dan harmonis. Kondisi lingkungan kerja adalah faktor yang sangat krusial dan berpengaruh terhadap etika professional karyawan perusahaan. Dengan syarat lingkungan kerja baik, tentram dan aman, karyawan semakin kerasa dilingkungan kerja lebih termotivasi buat melakukan pekerjaan menggunakan baik termasuk syarat lingkungan kerja fisik serta syarat lingkungan kerja. Tidak hanya untuk mencapai tujuan kerjanya sendiri tetapi juga tujuan tim atau organisasi. Tingkat etika etos kerja karyawan menjadi evaluasi atasan. Inilah sebabnya mengapa dunia kerja menuntut etos kerja. Jansen Sinamo . etos kerja merupakan perangkat konduite positif yang memiliki akar keyakinan mendasar, disertai mengghunakan kewajiban penuh terhadap kerangka berpikir kerja Karena pegawai yang berpengalaman memiliki keahlian yang lebih dibandingkan pegawai lainnya, hal ini akan berdampak positif terhadap etos kerja karyawan tersebut sehingga memiliki wawasan yang lebih luas dapat mendorong karyawan yang lain. Selain pengalaman yang mempengaruhi etos kerja. Adapun lingkungan kerja yang mempengaruhi etos kerja. Dalam konteks ini, kenyamanan JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis dan keamanan lingkungan kerja juga penting, karena jika suatu organisasi memiliki suasana yang relative kondusif dan nyaman, maka semangat kerja karyawan akan meningkat, dan dengan demikian tingkat produktivitas para pekerja juga akan meningkat. Penelitian ini dilakukan pada karyawan PT. Rhino Rope Access Indonesia, perusahaan jasa yang bergerak dibidang pembersih dan perawatan gedung bertingkat. Organisasi membutuhkan sumber daya manusia yang , efesien dan aman karena perusahaan berharap sumber daya manusia yang bisa merencanakan, mengatur, dan mengambil keputusan. Oleh karenanya, sumber daya manusia didayagunaka semaksimal mungkin dan dikembangkan sesuai dengan kemampuannya agar hasil kerjanya produktif. METODE PENELITIAN Jenis penelitian berikut berupa pendekatan kuantitatif. Dalam penelitian, populasi merupakan pegawai aktif PT. Rhino Rope Access Indonesia di Surabaya sebanyak 50 orang. Sampel dalam penelitian adalah 50 partisipan. Teknik sampel yang diperlukan yaitu jenis teknik sampling jenuh. Data diambil menggunakan kuesioner, studi pustaka dengan mencari referensi yang relevan dalam penelitian melalui penelitian terdahulu. Variabel yg diteliti meliputi pengalaman kerja(X. , lingkungan kerja(X. , sehingga dapat diketahui pengaruh etos kerja(Y) yg merupakan variabel terikat. Adapun teknik yg dipakai untuk penelitian ini adalah ujivaliditas dan reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, dilanjutkan dengan analisis regnresi lienier berganda, serta uji hipotesis yg meliputi ujit dan ujiF dilakukan. JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis DISKUSI DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Uji Validitas Variabel Pengalaman Kerja (X. Lingkungan Kerja (X. Etos Kerja (Y) Item Pertanyaa n X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. Total Correlatio n X2. X2. X2. X2. X2. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Nilai Keterang Sig. 0,2787 0,2787 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,2787 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumberi: Lampiran Output SPSS dan diolah 2022 Berdasarkan hasil pengujian,semua pernyataan angket tentang variabel pengalaman kerja, lingkungan kerja, dan etos kerja menunjukkan bahwa nilai korelasi total item yang dimodifikasi untuk setiap item adalah > 0,30, dinyatakan terverifikasi valid. JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis Uji Reliabilitas Suatu penyelidikan dikatakan redibel atau jika jawaban responden atas pernyataan yang tercantum konsisten dalam jangka ke jangka. Uji reliabilitas memanfaatkan faktor alpha Cronbach imenunjukkan reliabilitas yang tinggi ketika nilai alpha Cronbach di atas 0,70. Faktor reliabilitas yang diperoleh dari hasil analisis adalah: Tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Pengalaman Kerja(X. Lingkungan Kerja(X. Alpha Cronbach Etos Kerja(Y) Reliabel Sumber:Lampiran Output SPSS Pengujian Instrumen Nilai Kritis 0,70 Keterangan Reliabel Reliabel Dari Tabel 2 di atas, variabel pengalaman kerja Cronbach's alpha memiliki nilai faktor reliabilitas alpha sebanyak 0,915, variabel lingkungan kerja sebanyak 0,935, dan variabel etos kerja sebanyak 0,811. Hasil tabel 2 dapat disimpulkan bahwa nilai kooefisien reliabilitas alpha cronbach lebih besar dari 0,70 dan alat atau survey yang digunakan sangat reliabel. Oleh karena itu, poin pernyataan untuk survei ini akan diperoleh dari para peserta. Uji Normalitas Uji normalitas data digunaka untuk uji variabel terikat, suatu variabel bebas atau meskipun berdistribusi normal dalam model regresi. Dari analisis dengan menggunakan uji normalitas dapat ditemukan apa yang berada di dekat garis diagonal dari citra PPlot. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa semua data berdistribusi normal. Tabel 3 Hasil Uji Normalitas Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Unstandardized Residual Sumber : Lampiran Output SPSS dan diolah 2022 JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas berguna untuk memeriksa model regrensi dan mencari korelasi antara pendeteksian variabel bebas. Dari analisis menggunakan uji multikolinearitas didapatkan nilai VIF guna variabel pengalaman kerja sebanyak 3,081, variabel lingkungan kerja sebanyak3,081. Dari hasil tabel 4 dapat dikatakan jika regrensi berganda yang dipakai dalam penelitian ini jauh dari multikolinearitas. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi berguna untuk mengenali ada tidaknya kesalahan dari asumsi autokorelasi klasik. ini adalah korelasi kesamaan penganalisis dan pengamatan berbeda dari model regresi. Berdasarkan pengujian diperoleh dari uji DW (Durbin Watso. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa menunjukkan tidak terjadi autokorelasi. JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regrensi linier berganda untuk mengetahui pengaruh pervariabel independent terhadap variabel dependen. Untuk mempermudah perhitungan digunkan software SPSS, maka diperoleh output sebagai berikut: Berdasarkan hasil analisis pada Tabiel 6, persamaan garis regresinya sebagai beroikut: Y = 0. 266 X1 0. 510 X2 e Persamaan regnresi pada table 6 dijelaskan sebagai berikut : Nilai konsatanta . 222, maka apabila variabel pengalaman kerja dan lingkungan kerja nilainya 0, maka pengalaman kerja akan bertambah Nilai koefisien variabel pengalaman kerja (X. 266 maka bertambah satu satuan variabel pengalaman kerja (X. maka akan mentinggi etos kerja (Y) Nilai koefisien yang diperoleh variabel lingkungan kerja (X. artinya setiap kenaikan atau penambahan satuan variabel lingkungan kerja (X. akan bertambah etos kerja sebesar 0. Uji t (Uji Parsia. Berikut merupakan hasil uji t berdasarkan data-data yang diperoleh di PT. Rhino Rope Access Indonesia di Surabaya : JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis Berdasarkan output uji t-test dalam tabel 5 pada atas memperlihatkan bahwa nilai t-hitung dalam variabel pengalaman kerja merupakan 2,144 dari t table 2,021 adalah nilai yang signifikan. Berdasarkan output tadi maka bisa dinyatakan bahwa hipotesis diterima yaitu pengalaman kerja mensugesti dan memperlihatkan bahwa nilai t-hitung dalam variable merupakan 2,021, menggunakan nilai signifikansi 0,001 < 0,. Berdasarkan output tadi maka bisa dinyatakan bahwa hipotesis diterima yaitu lingkungan kerja terhadap etos kerja. Uji F (Uji Smulta. Berikut merupakan hasil uji f berdasarkan data-data yang diperoleh di PT. Rhino Rope Access Indonesia di Surabaya : Berdasarkan output uji F-test dalam tabel 6 pada atas memperlihatkan bahwa F hitung merupakan 71,501 menggunakan nilai signifikansi. 000 (. 000< . Berdasarkan output tadi maka bisa dikatakan bahwa hipotesis bahwa pengalaman dan lingkungan kerja mengerjakan terhadap etos kerja diterima. Berdasarkan hasil yang didapatkan melalui penelitian dapat dilihat bahwa pengalaman kerja (X. dan lingkungan kerja (X. memilik hubungan erat dengan etos kerja (Y) variabel tersebut juga mempunyai krontibusi positif dan signifikan dalam mempengaruhi tingkat etos kerja karyawan. Berdasarkan hasil uji statistika yang sudah diperoleh bahwa variabel bebas berupa pengalaman kerja dan lingkunggan kerja yang berpengaruh secara signifikan terhadap etos kerja. Didapatkan dari uji t variabel pengalaman kerja dan lingkunggan kerja menujukkan nilai<0. 05 yang HO ditolak Ha diterima. Artinya menunjukkan bahwa pengalaman kerja dan lingkungan kerja mempengaruhi etos kerja karyawan pada PT. Rhino Rope Access Indonesia. KESIMPULAN Pengalaman kerja berpengaruh positif serta signifikan terhadap lingkungan Dapat disimpulkan hasil yg diperoleh berasal pengujian memakai uji-t menggunakan nilai signifikansi<0,05 maka bisa dikatakan hipotesis yg diajukan diterima serta terbukti. Lingkungan kerja berpengaruh positif serta signifikan JAMANIS : Jurnal Manajemen dan Bisnis terhadap etos kerja. dari akibat yg diperoleh berasal pengujian memakai uji-t menggunakan nilai signifikansi<0,05 maka bisa dikatakan hipotesis yang diajukan diterima serta terbukti. Pengalaman kerja dan lingkungan kerja berpengaruh silmultan terhadap etos kerja. dari akibat yg diperoleh berasal pengujian memakai ujiF menggunakan nilai signifikansi<0,05 maka bisa dikatakan hipotesis yang diajukan diterima serta terbukti. REFERENSI