https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. Februari 2025 DOI: https://doi. org/10. 38035/jgpp. https://creativecommons. org/licenses/by/4. Pengaruh Jarak Tanam dan Pemangkasan Daun Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Brokoli (Brassica Oleracea L Var. Italic. Hudaya Mulyana1*. Asep Samsul Mustopa2. Rina Krisnawati3 Universitas Winaya Mukti. Bandung. Indonesia, hudayamulyana@unwim. Universitas Winaya Mukti. Bandung. Indonesia. Universitas Winaya Mukti. Bandung. Indonesia. Universitas Winaya Mukti. Bandung. Indonesia. Corresponding Author: hudayamulyana@unwim. Abstract: The purpose of this study was to study the interaction between plant spacing and leaf pruning on the growth and yield of broccoli plants. The research was carried out at the Cibogo Farmers' Garden. Lembang District. West Bandung Regency with an altitude of 1000 meters above sea level, with Andisol soil type. The time of the study was carried out from June to August 2021. The study used a factorial Randomized Block Design (RAK), consisting of two factors, namely the first factor was plant spacing . 0: 50cm x 40cm. t1: 50cm x 60c. and the second factor was leaf pruning . 0: control. d1: 40% percentage, d2: 60% percentag. , and each was repeated 4 times. The results showed that there was an interaction between plant spacing and leaf pruning on the parameters of flower diameter per plant, and flower weight per plant, but there was no interaction with plant height, number of leaves, and root length. The use of 50cm x 60cm . spacing with 60% . leaf pruning gave the best results on flower diameter and flower weight. Keywords: Broccoli, plant spacing, leaf pruning. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari interaksi antara jarak tanam dan pemangkasan daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli. Penelitian dilaksanakan di Kebun Petani Cibogo Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat dengan ketinggian tempat 1000 meter di atas permukaan laut, dengan jenis tanah Andisol. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Agustus 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, terdiri dari dua faktor yaitu faktor pertama jarak tanam . 0: 50cm x 40cm. t1: 50cm x 60c. dan faktor kedua pemangkasan daun . 0: kontrol. d1: persentase 40%, d2: persentase 60%), dan masing-masing diulang 4 kali. Hasil penelitian menunjukan terjadi interaksi antara jarak tanam dan pemangkasan daun terhadap parameter diameter bunga per tanaman, dan bobot bunga per tanaman, tetapi tidak terjadi interaksi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar. Penggunaan jarak tanam 50cm x 60cm . dengan 13 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. Februari 2025 pemangkasan daun persentase 60% . memberikan hasil terbaik pada diameter bunga dan bobot bunga pertanaman. Kata Kunci: Brokoli, jarak tanam, pemangkasan daun. PENDAHULUAN Sayuran merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang sangat diperlukan karena memiliki berbagai macam kandungan yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Brokoli (Brassica oleracea L Var. Italic. yaitu tanaman sayuran yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan mengandung fitokimia seperti senyawa fenolik, serat dan senyawa antioksidan (Lutfiyati et. Juga mengandung senyawa glucoraphanin yang merupakan bentuk alami senyawa antikanker (Indriyati, 2. Brokoli jenis sayuran yang sering dikonsumsi masyarakat dengan tren pola hidup sehat. Di Indonesia permintaan brokoli dari tahun ke tahun mengalami peningkatan terutama dari restoran, hotel dan pasar modern. Produksi brokoli nasional di Jawa Barat pada tahun 2018 449 ton mengalami penurunan produksi pada tahun 2019 sebesar 275. 419 ton (BPS, 2. Untuk memenuhi jumlah produksi pertahun yang masih sedikit dengan permintaan pasar sayuran brokoli yang terus meningkat, dan apalagi hanya bisa di produksi dibeberapa wilayah tertentu secara optimal maka upaya untuk meningkatkan produksi tanaman brokoli dengan memperbaiki teknik budidaya tanaman brokoli yang tepat. Pengatur jarak tanam harus sangat dipertimbangkan agar produktivitas lahan dapat termanfaatkan secara maksimal jika termanfaatkan secara maksimal maka dapat meningkatkan produktivitas tanaman brokoli. Kerapatan tanaman berkaitan dengan jarak tanam, kerapatan tanaman mempengaruhi jumlah daun dan populasi tanaman. Jumlah daun mempengaruhi penerimaan cahaya, unsur hara dan air, sedangkan populasi mempengaruhi besar kecil nya kompetisi antar tanaman maka pemangkasan daun dilakukan dengan bertujuan pemangkasan produksi, yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman brokoli. Jarak tanam merupakan salah satu teknik budidaya yang mengatur tata letak dan populasi Tanaman yang mempunyai tajuk dengan daun lebih banyak memungkinkan terjadinya persaingan terhadap penerimaan radiasi matahari, sirkulasi CO2 dan penyerapan air sehingga dapat menurunkan hasil tanaman. Sebaliknya, tajuk yang mempunyai daun lebih sedikit memungkinkan radiasi matahari sampai ke seluruh permukaan daun (Sembiring dan Karo, 2. Pemangkasan daun khususunya bagian bawah dapat lebih meningkatkan dari pada yang tidak di pangkas. Upaya untuk meningkatkan hasil bobot bunga, proses pengurangan daun bawah dapat dimanfaatkan (Ruska dan Edy, 2. selain itu, mengurangi kompetisi yang intensif antar tanaman, kompetisi dapat mengakibatkan perubahan morfologi pada tanaman, seperti berkurangnya organ yang terbentuk sehingga perkembangan tanaman menjadi Pemangkasan daun adalah tindakan pembuangan sebagian dari organ tanaman berupa daun. Pemangkasan daun khususnya bagian bawah salah satu bentuk pendekatan yang dapat dilakukan, untuk mengurangi kompetisi dan agar hasil asimilat dapat terkonsentrasikan pada proses pembentukan bunga. Daun bagian bawah disebut parasit karena tidak dapat bertindak sebagai sumber . tetapi lebih berfungsi sebagai pengguna . Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap peningkatan persentase pengurangan daun menghasilkan hasil panen yang berbeda-beda, hal tersebut ditinjau dari bobot curd per tanaman, pada saat tidak dilakukan pengurangan daun . , menghasilkan bobot curd per tanaman paling rendah, namun ketika persentase pengurangan daun rerata bobot curd mengalami peningkatan (Ruska dan Edy, 2. , oleh sebab itu perlu adanya penelitian untuk mempelajari interaksi 14 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. Februari 2025 pemanfaatan pengaturan jarak tanam dan pemangkasan daun terhadap tanaman brokoli, maka dilakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Jarak Tanam dan Pemangkasan Daun terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman BrokoliAy. METODE Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Petani Cibogo Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat dengan ketinggian tempat 1000 meter di atas permukaan laut dengan jenis tanah Andisol. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Agustus 2021. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah: tanaman brokoli, pupuk kandang ayam, air. NPK Mutiara . -16-. NPK Growth . -09-. Pestisida, kokeran, daun pisang, furadan 3GR, tali rapia, dan kertas mipa. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah timbangan, alat tulis kantor, cangkul, trey, kored, meteran pita, tugal, ember, bambo, pisau, handsprayer, selang, gunting. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor pertama adalah berbagai jarak tanam yang digunakan untuk jarak tanam terdiri atas 2 taraf dan faktor kedua pemangkasan daun terdiri atas 3 taraf, sehingga terdapat kombinasi 6 perlakuan. Masing-masing diulang sebanyak 4 kali. Jumlah petak keseluruhan adalah 24 petak dengan ukuran . m x 1. pada luas lahan 88. 35 m2. Rancangan perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari 2 faktor dengan 6 kombinasi perlakuan yaitu: Faktor 1 adalah berbagai Jarak Tanam (T) yaitu: t0 = 50cm x 40cm t1 = 50cm x 60cm Faktor II adalah Pemangkasan Daun (D) yaitu: d0 = kontrol (Tanpa Pemangkasan Dau. d1 = Persentase 40 % d2 = Persentase 60 % Respon yang diamati terdiri dari pengamatan penunjang dan pengamatan utama. Pengamatan penunjang adalah pengamatan yang datanya tidak dianalisis secara statistik. Pengamatan penunjang meliputi, suhu harian, kelembaban, hama dan penyakit yang menyerang selama penelitian, dan gulma yang tumbuh dominan. Pengamatan dilakukan pada 2 sampel tanaman contoh. Pengamatan utama meliputi: Tinggi tanaman . Tinggi tanaman adalah rata-rata tinggi tanaman, dari 2 sampel tanaman contoh tanaman brokoli yang di ukur dari pangkal batang sampai titik tumbuh tanaman brokoli, menggunakan meteran pita. Pengamatan tinggi tanaman dilakukan pada tanaman brokoli umur 33 HST, 38 HST, 43 HST dan 48 HST. Jumlah daun . Jumlah daun adalah rata-rata jumlah daun, dari 2 sampel tanaman contoh tanaman brokoli yang dihitung dengan cara menghitung daun yang membuka sempurna. Pengamatan jumlah daun dilakukan pada tanaman brokoli umur 33 HST, 38 HST, 43 HST dan 48 HST. Panjang akar . Panjang akar adalah rata-rata panjang akar tanaman, dari 2 sampel tanaman contoh tanaman brokoli yang diukur menggunakan meteran pita dari pangkal batang sampai ke ujung akar yang paling panjang. Pengamatan panjang akar dilakukan pada tanaman brokoli umur 48 HST. 15 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. Februari 2025 Diameter bunga per tanaman . Diameter bunga per tanaman adalah rata-rata diameter bunga per tanaman, dari 2 sampel tanaman contoh tanaman brokoli yang diukur dari garis tengah bunga menggunakan meteran Pengamatan diameter bunga per tanaman dilakukan pada tanaman brokoli umur 48 HST. Bobot bunga per tanaman . Bobot bunga per tanaman adalah rata-rata bobot bunga per tanaman, dari 2 sampel tanaman contoh tanaman brokoli yang diukur dengan cara menimbang berat bunga per tanaman setelah dipanen dengan menggunakan timbangan. Pengamatan bobot bunga per tanaman dilakukan pada tanaman brokoli umur 48 HST. Analisis hasil pengamatan diuji menggunakan metode statistik berdasarkan model linier rancangan acak kelompok (RAK) pola factorial apabila dari analisis ragam menunjukan (Fh > F tabe. maka pengujian lanjutan dilakukan mengunakan uji jarak berganda duncan (DuncanAos Multiple Range tes. pada taraf nyata 5%. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengamatan Penunjang Pengamatan penunjang yaitu pengamatan yang datanya tidak dianalisis secara statistik. Pengamatan penunjang meliputi, suhu harian, kelembaban, hama penyakit yang menyerang selama penelitian, dan gulma yang tumbuh dominan. Suhu dan Kelembaban Selama Penelitian. Rata-rata suhu harian dari bulan Juli sampai Agustus selama penelitian adalah 21. 8AC-22. 1AC. Temperatur udara di lokasi penelitian dikategorikan sesuai untuk pertumbuhan tanaman brokoli, karena tanaman brokoli memerlukan kondisi yang relatif sejuk dengan kisaran suhu kurang dari 23AC selama proses pertumbuhan bunga (Zaenul Gafari. Eniek Kriswiyanti, 2. Jika suhu lebih dari yang ditentukan maka fase vegetatifnya akan terus berlanjut, hal ini akan memperlambat proses pertumbuhan bunga. Kelembaban udara selama penelitian adalah 67. 9%-68. Kelembaban udara di lokasi penelitian dikategorikan sesuai untuk pertumbuhan tanaman brokoli, karena tanaman brokoli akan tumbuh pada kelembaban yang cukup tinggi . -69%) (Lumoly et al. , 2. Jika kelembaban lebih dari yang ditentukan maka tanaman brokoli akan rentan terhadap penyakit, penyakit pada tanaman brokoli akan menghambat pertumbuhan tanaman brokoli. Serangan Hama dan Penyakit. Pada saat penelitian terdapat gangguan hama dan penyakit terhadap tanaman brokoli, intensitas serangan hama mencapai 15% dan serangan penyakit mencapai 6% di fase vegetatif dari jumlah populasi tanaman. Perlakuan faktor kedua yaitu pemangkasan daun secara tidak langsung berpengaruh memutus siklus hama dan penyakit pada tanaman brokoli. Hama dan penyakit yang menyerang selama penelitiaan diantaranta : Ulat daun kubis Plutella xylostella L Serangga Plutella xylostella L. merusak tanaman pada stadium larva, dengan memakan jaringan bagian permukaan atas daun dan permukaan bawah daun yang meninggalkan lapisan tipis/transfaran seperti berjendela akhirnya sobek dan membentuk lubang. Pada umumnya larva menyerang permukaan daun bagian bawah (Septariani1 et al. , 2. Upaya yang dilakukan untuk mengendalikan hama tersebut yaitu dengan cara mekanik dan Kimia. Pada saat serangan sudah mencapai 15% dari total tanaman, disemprot menggunakan insektisida berbahan aktif Abamektin g L-1. Ini dilakukan pada umur 35 HST dengan konsentrasi 0. 5 ml L-1. 16 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. Februari 2025 Gambar 1. Hama Ulat Daun Kubis Ulat Tanah Agrotis ipsilon Ulat tanah menyerah dan memotong pangkal batang, sehingga pertumbuhan tanaman brokoli terhenti. Upaya pengendalian yang dilakukan dengan cara mekanik dan kimia jika sudah melebihi ambang ekonomis dilakukan penyemprotan berbahan aktif Abamektin 18 g L1 dengan konsentrasi 0. 5 ml L-1. Gambar 2. Hama Ulat Tanah Ulat Grayak Spodoptera litura Fabr Menyerang tanaman brokoli dengan cara memakan seluruh bagian daun hingga tertinggal hanya tulang daunnya saja. Upaya pengendalian dengan cara mekanik, dan kimia jika sudah melebihi ambang ekonomis dilakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif Abamektin g L-1 dengan konsentrasi 0. 5 ml L-1. Gambar 3. Hama Ulat Grayak Ulat jengkal Trichoplusiana sp. Menyerang dengan cara memakan daun muda dan daun tua sehingga mengakibatkan daun berlubang. Upaya pengendalian yang dilakukan dengan cara mekanik, dan kimia jika sudah melebihi ambang ekonomis dilakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif Abamektin g L-1 dengan konsentrasi 0. 5 ml L-1. Gambar 4. Hama Ulat Jengkal 17 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. Februari 2025 Akar Gada Plasmodiophora brassicae wor. Penyebab adalah cendawan Plasmodiophora brassicae penyakit ini menyebabkan akar bengkak dan terdapat bercak hitam. Upaya pengendalian yang dilakukan dengan cara mekanik pencabutan tanaman, dan kimia jika sudah melebihi ambang ekonomis dilakukan penyemprotan berbahan aktif Propineb 70% dengan konsentrasi 1. 5 g L-1. Gambar 5. Penyakit Akar Gada Bercak Daun Kubis Penyakit ini menyerang daun muda maupun tua, dengan terdapat banyak bercak pada daun kemudian berkembang dan membusuk, karena jamur Alternaria brassicae. Upaya pengendalian yang dilakukan dengan cara mekanik pencabutan bagian daun pada tanaman, dan kimia jika sudah melebihi ambang ekonomis dilakukan penyemprotan berbahan aktif Propineb 70% dengan konsentrasi 1. 5 g L-1. Gambar 6. Bercak Daun Kubis Pertumbuhan Gulma Selama Percobaan Upaya pengendalian gulma yang berada disekitar tanaman dilakukan secara mekanis dengan membersihkan gulma yang tumbuh disekitar tanaman brokoli secara hati-hati agar tidak menganggu tanaman brokoli. Gambar 7. Gulma: . Rumput Bermuda (Cynodon dactylon L), . babadotan (Ageratum conyzoides L, . krokot (Portulaca olerace. (Dokumentasi Pribadi, 2. Pengamatan Utama Tinggi Tanaman Hasil analisis menunjukkan perlakuan jarak tanam dan pemangkasan daun terhadap tinggi tanaman umur 33 HST, 38 HST, 43 HST, dan 48 HST tidak terjadi interaksi (Tabel . 18 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. Februari 2025 Tabel 1. Pengaruh Jarak Tanam dengan Pemangkasan Daun terhadap Tinggi Tanaman Umur 33 HST, 38 HST, 43 HST, dan 48 HST. Perlakuan Jarak Tanam (T) t0 . cm x 40c. cm x 60c. Pemangkasan daun (D) d0 . d1 (Persentase 40%) d2 (Persentase 60%) Rata-Rata Tinggi Tanaman . 33 HST 38 HST 43 HST 48 HST Keterangan : Angka rata-rata perlakuan pada kolom yang sama diikuti oleh huruf yang sama menunjukkan berbeda tidak nyata menurut uji jarak berganda duncan pada taraf nyata 5%. Berdasarkan Tabel 1. Hasil uji mandiri penggunaan jarak tanam 50cm x 60cm menunjukkan respon berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 43 HST. Perlakuan pemangkasan daun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 33 HST, 38 HST, 43 HST, dan 48 HST. Jumlah Daun Hasil analisis menunjukkan perlakuan jarak tanam dan pemangkasan daun terhadap jumlah daun umur 33 HST, 38 HST, 43 HST, dan 48 HST tidak terjadi interksi (Tabel . Tabel 2. Pengaruh Jarak Tanam dengan Pemangkasan Daun terhadap Jumlah Daun Umur 33 HST, 38 HST, 43 HST, dan 48 HST. 33 HST Rata-Rata Jumlah Daun (Hela. 38 HST 43 HST 48 HST cm x 40c. cm x 60c. Pemangkasan Daun (D) d0 . d1 (Persentase 40%) d2 (Persentase 60%) Perlakuan Jarak Tanam (T) Keterangan : Angka rata-rata perlakuan pada kolom yang sama diikuti oleh huruf yang sama menunjukkan berbeda tidak nyata menurut uji jarak berganda duncan pada taraf nyata 5%. Berdasarkan Tabel 2. Hasil uji mandiri penggunaan jarak tanam 50cm x 60cm menunjukkan respon berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 33 HST dan 43 HST. Perlakuan pemangkasan daun d0 . menunjukkan respon berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 33 HST, dan 43 HST. Panjang Akar Hasil analisis menunjukkan perlakuan jarak tanam dan pemangkasan daun terhadap panjang akar umur 48 HST tidak terjadi interaksi (Tabel . 19 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. Februari 2025 Tabel 3. Pengaruh Jarak Tanam dengan Pemangkasan Daun terhadap Panjang Akar Umur 48 HST. Perlakuan Rata-Rata Panjang Akar . 48 HST Jarak Tanam (T) t0 . cm x 40c. cm x 60c. d1 (Persentase 40%) d2 (Persentase 60%) Pemangkasan Daun (D) Keterangan : Angka rata-rata perlakuan pada kolom yang sama diikuti oleh huruf yang sama menunjukkan berbeda tidak nyata menurut uji jarak berganda duncan pada taraf nyata 5%. Berdasarkan Tabel 3. Hasil uji mandiri penggunaan jarak tanam 50cm x 60cm menunjukkan respon berpengaruh nyata terhadap panjang akar umur 48 HST. Perlakuan pemangkasan daun berpengaruh tidak nyata terhadap panjang akar 48 HST. Diametr Bunga Per Tanaman Hasil analisis menunjukkan perlakuan jarak tanam dan pemangkasan daun terhadap diameter bunga per tanaman umur 48 HST terjadi interaksi (Tabel . Tabel 4. Pengaruh Jarak Tanam dengan Pemangkasan Daun terhadap Diameter bunga Umur 48 HST. Diameter Bunga Per Tanaman . Pemangkasan Daun Perlakuan (Persentase (Persentase . cm x 40c. 38 a 10. 76 a 11. cm x 60c. 58 a 11. 10 a 12. Keterangan : Angka rata-rata perlakuan pada kolom yang sama diikuti oleh huruf yang sama menunjukkan berbeda tidak nyata menurut uji jarak berganda duncan pada taraf nyata 5%. Berdasarkan Tabel 4. Penggunaan jarak tanam terhadap berbagai pemangkasan daun menunjukkan berbeda nyata terhadap semua perlakuan pemangkasan daun. Perlakuan pemangkasan daun terhadap penggunaan jarak tanam menunjukkan berbeda nyata pada d2 . ersentase 60%) dan interaksi terbaik pada perlakuan kombinasi t1d2 . cm x 60cm. Persentase 60%) terhadap diameter bunga per tanaman umur 48 HST. Bobot Bunga Per Tanaman Hasil analisis menunjukkan perlakuan jarak tanam dan pemangkasan daun terhadap bobot bunga per tanaman umur 48 HST terjadi interaksi (Tabel . Tabel 5. Pengaruh Jarak Tanam dengan Pemangkasan Daun terhadap Bobot Bunga Per Tanaman Umur 48 HST. Perlakuan Bobot Bunga Pertanaman . Pemangakasan Daun 20 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP t0 . cm x 40c. Vol. No. Februari 2025 d0 . (Persentase (Persentase t1 . cm x 60c. Keterangan : Angka rata-rata perlakuan pada kolom yang sama diikuti oleh huruf yang sama menunjukkan berbeda tidak nyata menurut uji jarak berganda duncan pada taraf nyata 5%. Berdasarkan Tabel 5. Penggunaan jarak tanam terhadap berbagai pemangkasan daun menunjukkan berbeda nyata pada semua perlakuan pemangkasan daun. Perlakuan pemangkasan daun terhadap penggunaan jarak tanam menunjukkan berbeda nyata pada d0 . dan d2 . ersentase 60%) kecuali pada d1 . ersentase 40%) terhadap perlakuan jarak tanam dan interaksi terbaik pada perlakuan kombinasi t1d2 . cm x 60cm. Persentase 60%) terhadap bobot bunga per tanaman umur 48 HST. Pembahasan Hasil analisis ragam menunjukan terjadi interaksi antara jarak tanam dengan pemangkasan daun terhadap hasil tanaman brokoli terlihat pada parameter diameter bunga pertanaman, dan bobot bunga pertanaman, tetapi tidak terjadi interaksi pada Parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang akar. Tabel 1. Penggunaan jarak tanam bertujuan untuk mengoptimalkan produktivitas lahan dan produksi tanaman brokoli. Jarak tanam yaitu besarnya ruang atau kerapatan yang diatur antar dan barisan tanaman, jarak tanam dapat menunjang pertumbuhan tanaman karena dapat mempengaruhi penyediakan hara yang dibutuhkan tanaman dan penyediaan intensitas cahaya ke seluruh bagaian tanaman, maka jarak tanam yang semakin rengang intesitas cahaya keseluruh bagian tanaman terpenuhi, semakin bertambahnya intensitas cahaya maka bertambah pula pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian Donatus Dahang . menyatakan pada 42 HST bahwa pemakaian jarak tanam yang semakin renggang memberikan kesan terhadap pertumbuhan yang semakin tinggi terlihat bahwa penggunaan jarak tanam 50cm x 60cm merupakan tinggi tanaman yang rata-ratanya paling tinggi. Tabel 2. Penggunaan Jarak tanam yang semakin rapat, menghasilkan jumlah daun yang Pentumbuhan jumlah daun pada 42 HST dihasilkan paling tinggi pada jarak tanam 50cm x 60cm (Dahang, 2. Daun merupakan organ terpenting bagi tumbuhan dalam melangsungkan hidupnya karena tumbuhan adalah organisme autotroph obligat, harus memasok kebutuhan energinya sendiri melalui fotosintesis, yang terjadi di daun membutuhkan dua bahan utama yaitu CO2 dan H2O. Reaksi utama fotosintesis terjadi di kloroplas dengan agen utamanya yakni klorofil. Pembentukan klorofil pada daun paling banyak dipengaruhi oleh cahaya matahari, namun umur daun juga mempengaruhi kadar klorofil yang terdapat pada suatu daun (Hidayat, 2. Umur daun mempengaruhi laju fotosintesis, semakin tua daun kemampuan berfotosintesis semakin berkurang karena adanya perombakan klorofil dan berkurangnya fungsi kloroplas, selain itu daun yang lebih tua lebih rentan terhadap penyakit, maka dilakukan pemangkasan daun khususnya daun bagian bawah agar terbentuknya daundaun muda yang berpotensi menyediakan asimilat untuk pembentukan bunga sekaligus memutus hama dan penyakit pada tanaman brokoli, dan mengurangi kerapatan agar kompetisi antar tanaman berkurang. 21 | P a g e https://greenationpublisher. org/JGPP Vol. No. Februari 2025 Tabel 3. Akar adalah organ tumbuhan yang berperan penting dalam menompang berdirinya tumbuhan dan menyerap air serta nutrisi ke dalam tubuh tumbuhan, akar memegang peranan yang sangat penting dalam proses pertumbuhan tanaman brokoli. Menurut Lakitan . , fungsi akar adalah penyerapan air dan unsur hara yang menunjang proses fotosintesis di dalam daun. Semakin renggang kerapatan tanaman maka tajuk tanaman yang semakin lebar, hal ini akan mempengaruhi kemampuan jangkauan akar pada tanaman. Jangkauan akar dapat penyerapan air dan unsur hara dalam tanah untuk pertumbuhan tanaman brokoli (Aliyaman. Tabel 4. Tanaman yang mempunyai tajuk dengan daun lebih banyak memungkinkan terjadinya persaingan terhadap penerimaan radiasi matahari, sirkurasi CO2 dan penyerapan air sehingga dapat menurunkan hasil tanaman, maka dilakukan pemangkasan daun dengan persentase 60% dan menghasilkan rata-rata tertinggi. Pemangkasan daun khususnya daun bagian bawah yang disebut daun parasit dimana daunnya sudah tidak bertindak sebagai sumber . tetapi lebih berfungsi sebagai pengguna . , sehingga untuk proses asimilat hanya terfokus pada pembentukan bunga. Dilakukan pemangkasan daun dengan persentase yang terus meningkat menghasilkan rata-rata yang terus meningkat dari pada yang tidak dipangkas. Pada diameter curd, persentase pengurangan daun yang dilakukan sebanyak 60% menghasilkan diameter curd yang paling besar (Ruska dan Edy, 2. Tabel 5. Untuk jarak tanam yang renggang dengan banyak pertumbuhan daun mengakibatkan hasil yang berkurang, maka dilakukan pemangkasan hal ini meningkatkan hasil tanaman brokoli, sedangkan jarak tanam yang sedikit rapat dengan populasi yang banyak dilakukan pemangkasan daun dapat meningkatkan hasil tanaman brokoli karena mengurangi kompetisi antar tanaman, terlihat hasil rata-rata yang lebih tinggi pada penggunaan jarak tanam 50cm x 40cm dengan persentase pemangkasan daun 40% dibandingkan pengunaan jarak tanam 50cm x 40cm tanpa pemangkasan daun. Peluang untuk mengoptimalkan hasil kacang tanah dengan minimum pengurangan hasil jagung adalah perompesan daun jagung sebesar 40 % (Zuchri, 2. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan sebagai Terjadi interaksi antara jarak tanam dan pemangkasan daun terhadap parameter diameter bunga per tanaman, dan bobot bunga per tanaman tetapi tidak terjadi interaksi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar. Penggunaan jarak tanam 50cm x 60cm . dengan pemangkasan daun persentase 60% . memberikan hasil terbaik pada diameter bunga dan bobot bunga pertanaman. Setiap peningkatan persentase pemangkasan daun menghasilkan hasil yang terus meningkat dibandingkan yang tidak di pangkas. Perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan jarak tanam dan pemangkasan daun yang sama tetapi pada tempat dan lahan yang berbeda. REFERENSI