JURNAL JUMBIWIRA Vol 1 No. 3 (Desember 2. Ae E-ISSN : 2829-2502 P-ISSN : 2829-260X JURNAL MANAJEMEN BISNIS KEWIRAUSAHAAN Halaman Jurnal: https://jurnal-stiepari. id/index. php/jumbiwira Halaman UTAMA Jurnal : https://jurnal-stiepari. id/index. Pengaruh Intensitas Asset Tetap. Intensitas Modal. Pertumbuhan Penjualan dan Leverage terhadap Tax Avoidance Sari Yulyanti a. Dirvi Surya Abbas b. Imam Hidayat c. Watiyarrahmah d Universitas Muhammadiyah Tangerang Email : sariyulyanti1@gmail. ABSTRAK This study aims to examine the effect of fixed asset intensity, capital intensity, sales growth, and leverage on tax avoidance in manufacturing companies in the consumer goods industry sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2016-2021 period. The sampling technique used in this study is purposive sampling with the number of selected samples as many as 8 companies. The type of data used is secondary data obtained from the Indonesia Stock Exchange website. The analytical method used is panel data regression analysis. The results show that the intensity of fixed assets,capital intensity, sales growth . ales growt. , profitability and leverage have a simultaneous effect on tax avoidance. Partially, the intensity of fixed assets has no effect, sales growth has a negative effect, and leverage has a positive effect on tax avoidance. Keywords: Tax Avoidance. Fixed Asset Intensity, capital intensity. Sales Groth. Profitability and Leverage Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh fixed asset intensity, capital intensity, sales growth, dan leverage terhadap tax avoidance pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel terpilih sebanyak 8 perusahaan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas aset tetap, intensitas modal, pertumbuhan penjualan . ales growt. , profitabilitas dan leverage berpengaruh secara simultan terhadap penghindaran pajak. Secara parsial, intensitas aset tetap tidak berpengaruh, pertumbuhan penjualan berpengaruh negatif, dan leverage berpengaruh positif terhadap penghindaran pajak. Kata Kunci: Penghindaran Pajak. Intensitas Aset Tetap. Intensitas Modal. Pertumbuhan Penjualan. Profitabilitas dan Leverage PENDAHULUAN Pajak adalah pungutan wajib yang dibayar rakyat untuk negara dan digunakan untuk kepentingan pemerintahan dan masyarakat. Rakyat yang membayar pajak tidak akan merasakan manfaat dari pajak itu secara langsung karena pajak yang mereka bayar digunakan untuk kepentingan umum, bukan untuk kepentingan pribadi. Pajak juga merupakan salah satu sumber dana terbesar bagi pemerintah atau negara yang digunakan untuk melakukan suatu pembangunan di daerah pemerintahan pusat maupun pemerintahan daerah. Sedangkan bagi perusahaan pajak merupakan suatu biaya atau beban yang akan mengurangi suatu laba bersih atau penghasilan seseorang yang ada di perusahaan tersebut. Maka dari itu, perbedaan kepentingan inilah yang menyebabkan wajib pajak cenderung akan mengurangi jumlah pembayaran pajaknya, baik secara legal maupun illegal (Dowling, 2013 dalam Januari & Suardikha, 2. Received September 30, 2022. Revised Oktober 2, 2022. Accepted November 17, 2022 Pengurangan pembayaran secara legal inilah yang disebut dengan penghindaran pajak . ax avoidanc. , sedangkan pengurangan pembayaran pajak secara illegal disebut dengan penggelapan pajak . ax evasio. (Maraya dan Yendrawati, 2016 dalam Januari & Suardikha, 2. Tax avoidance adalah suatu tindakan untuk melakukan pengurangan atau meminimalkan kewajiban pajak dengan memanfaatkan keuntungan dari celah-celah dalam ketentuan perpajakan (Pitaloka, 2. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tax avoidance, diantaranya adalah intensitas aset tetap. Intensitas aset tetap perusahaan menggambarkan banyaknya investasi perusahaan terhadap aset tetap Aset tetap mencakup bangunan, pabrik, peralatan, mesin dan properti. Investasi perusahaan dalam bentuk aset tetap ini akan menyebabkan adanya beban depresiasi atau penyusutan dari aset tetap yang Beban depresiasi yang ada pada kepemilikan aset tetap akan mempengaruhi pajak perusahaan, hal ini karena beban depresiasi dapat mengurangi pajak. Semakin banyak perusahaan menggunakan aset tetap dalam kegiatan operasi perusahaanya maka semakin berkurang laba kena pajak perusahaan sehingga dapat mengurangi pajak terutang perusahaan (Dharma, 2010, dalam Andro, 2. Semakin berkurangnya laba yang di dapat oleh perusahaan maka perusahaan akan cenderung melakukan praktik penghindaran pajak karena perusahaan tidak mampu dalam melakukan pembayaran beban pajak perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh (Meilina, 2. menunjukkan bahwa intensitas aset tetap berpengaruh secara signifikan terhadap tax avoidance. Namun hasil berbeda didapatkan dalam penelitian (Andro, 2. yang menunjukkan bahwa intensitas aset berpengaruh negatif terhadap tax avoidance. TINJAUAN PUSTAKA Landasan teori Teori Keagenan (Agency Theor. Teori keagenan adalah teori yang menjelaskan perbedan kepentingan antara pemegang saham dengan manajer dimana masing masing memiliki kepentingan pribadi mereka sendiri. Teori agensi juga menyatakan adanya asimetri informasi antara manajer . dan pemegang saham . karena manajer lebih mengetahui informasi internal dan prospek perusahaan di masa yang akan datang dibandingkan pemegang saham. Asimetri informasi adalah keadaan dimana informasi yang diberikan kepada prinsipal berbeda dengan yang diberikan kepada agen untuk melakukan tindakan yang yang mementingkan kepentingan pribadi (Haryaningsih, 2. Untuk meminimumkan asimetri informasi maka dibuatlah laporan keuangan untuk menjelaskan kinerja perusahaan. Berdasarkan teori keagenan yang menjelaskan perbedaan kepentingan antara prinsipal dan agen dapat mempengaruhi kebijakan perusahaan dalam hal perpajakan. Sistem perpajakan di Indonesia menggunakan self assessment system yang menghitung dan melaporkan pajaknya sendiri, hal inilah yang membuat agen untuk menghitung pajak penghasilan serendah mungkin, sehingga beban pajak yang ditanggung perusahaan menjadi turun. Hal ini dilakukan dengan melakukan manajemen pajak yaitu melakukan penghindaran pajak. Dengan melakukan penghindaran pajak maka agen akan memperoleh keuntungan sendiri tanpa ada campur tangan prinsipal (Ardyansah dan Zulaikha, 2014 dalam Septy, 2. Teori Pecking Order (POT) Pecking Order Theory adalah teori yang menjelaskan bahwa suatu perusahaan bisa menentukan hierarki sumber dana yang paling disukainya (Tristianto, 2. Teori ini menjelaskan adanya asimetri Asimetri informasi adalah situasi dimana adanya perbedaan perolehan informasi antara pihak manajemen yang mempunyai informasi perusahaan lebih banyak dengan pihak pemegang saham atau pemilik Asimetri informasi ini akan mempengaruhi pilihan sumber dana yang akan digunakan oleh Apakah perusahaan akan memilih penggunaan dana internal atau dana eksternal dan penambahan hutang baru atau melakukan penerbitan equitas baru dalam memilih sumber dananya (Tristianto & Oktaviani, 2. Pajak Pengertian pajak berdasarkan UU KUP Nomor 28 Tahun 2007 Pasal 1 ayat 1 "Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undangundang dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara dan sebesar besarnya kemakmuran rakyat". Direktorat Jenderal Pajak (DJP) merupakan Lembaga Pemerintahan yang mengelola perpajakan di Indonesia. Direktorat Jenderal Pajak berada dibawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Tax Avoidance Tax avoidance dilakukan untuk memaksimalkan laba perusahaan. Pajak merupakan pengurang laba yang merugikan perusahaan. Menurut (Kurniasih, 2013, dalam. Hidayat, 2. Tax avoidance adalah pengaturan untuk meminimalkan atau menghilangkan beban pajak dengan mempertimbangkan akibat pajak yang ditimbulkannya dan bukan sebagai pelanggaran pajak karena usaha wajib pajak untuk mengurangi, menghindari, meminimumkan dan meringankan beban pajak yang dilakukan dengan cara yang dimungkinkan oleh undang-undang pajak. Tax Evasion Penggelapan pajak . ax evasio. adalah usaha yang dilakukan oleh wajib pajak untuk meringankan beban pajak dengan cara melanggar undang-undang. Penggelapan pajak ini dilakukan dengan cara yang tidak Maksud dari cara yang tidak legal itu yaitu para wajib pajak sama sekali mengabaikan ketentuan formal perpajakan yang menjadi kewajibannya, memalsukan dokumen atau mengisi data dengan tidak lengkap dan tidak benar. Menurut Setiawan . dalam (James Tumewu, 2. menyatakan tax evasion yaitu " cara menghindari pajak dengan cara cara yang bertentangan dengan ketentuan perundang undangan perpajakan yang berlaku. Bila diketemukan dalam pemeriksaan pajak. maka Wajib Pajak akan dikenakan sanksi administrasi dan pidana sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Intensitas Asset Tetap Aset tetap adalah aset berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun terlebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun (PSAK 16 Tahun 2. Aset tetap adalah aset yang bersifat jangka panjang atau secara relatif memiliki sifat permanen seperti peralatan, mesin, gedung dan tanah (Warren. Reeve. Duchac. Suhardianto. Kalanjati, 2. Dapat disimpulkan bahwa intensitas aset tetap dapat mempengaruhi jumlah kena pajak perusahaan karena adanya beban penyusutan yang ada pada aset tetap. Hal inilah yang mendorong manajemen perusahaan melakukan praktik penghindaran pajak . ax avoidanc. (R. Andro, 2. Intensitas modal Pertumbuhan Penjualan (Sales Growt. Pertumbuhan penjualan adalah perubahan pada laporan keuangan per tahun yang dapat mencerminkan prospek perusahaan dan profitabilitas di masa yang akan datang (Haryaningsih, 2. Pertumbuhan penjualan mencerminkan keberhasilan investasi periode masa lalu dan dapat dijadikan sebagai prediksi pertumbuhan pada masa yang akan datang. Laju pertumbuhan perusahaan akan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam mempertahankan keuntungannya di masa yang akan datang. Pertumbuhan penjualan dapat dilihat dari perbandingan penjualan tahun sekarang dengan penjualan tahun sebelumnya (Septy, 2. Leverage Leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana perusahaan dibiayai oleh Perusahaan yang memilih utang sebagai sumber pendanaanya akan menimbulkan adanya beban bunga yang harus dibayar oleh perusahaan. Beban bunga inilah yang akan mengurangi laba perusahaan sebelum dikenakan pajak, sehingga beban pajak yang harus dibayar perusahaan akan mengecil. Semakin besar utang yang digunakan maka laba kena pajak perusahaan pun semakin kecil Semakin kecilnya laba kena pajak perusahaan maka semakin kecil pula beban pajak yang dikenakan pada perusahaan. Sehingga perusahaan bisa melakukan tindakan penghindaran pajak karena perusahaan tidak mampu melakukan pembayaran (Rini Handayani, 2. Perumusan Hipotesis Berdasarkan hubungan antara landasan teori dengan rumusan masalah maka hipotesis atas dengan sementara permasalahan adalah sebagai berikut: Pengaruh Intensitas Aset Tetap Terhadap Tax Avoidance Pada dasarnya dalam bisnis perusahaan para manajer akan menggunakan segala cara untuk dapat memuaskan para pemilik saham. Salah satu caranya adalah dengan memperbesar laba perusahaan. Untuk mendapatkan laba yang besar salah satu caranya yaitu dengan meningkatkatkan jumlah aset tetap dalam Intensitas aset tetap perusahaan merupakan investasi perusahaan pada aset tetap yang digunakan oleh perusahaan untuk melakukan kegiatan produksi sehingga dapat menghasilkan laba. Investasi perussahaan pada aset tetap akan menyebabkan adanya beban depresiasi dari aset tetap yang diinvestasikan. Semakin besar intensitas aset tetap yang diinvestasikan maka semakin besar beban penyusutan sehingga membuat beban pajak yang harus dibayar perusahaan semakin kecil. Jadi semakin tinggi intensitas aset tetap maka semakin tinggi penghindaran pajak yang dilakukan perusahaan (Septy, 2. Penelitian yang dilakukan (Dharma, 2016, dalam Andro, 2. menunjukkan intensitas aset tetap perusahaan berpengaruh positif terhadap tax avoidance. Dari penemuan ini maka hipotesis yang diajukan oleh penelitian adalah sebagai berikut: H1: intensitas aset tetap berpengaruh positif terhadap tax avoidance. Pengaruh Intensitas Modal Terhadap Tax Avoidande Pemilihan modal dalam bentuk aktiva tetap akan menimbulkan beban penyusutan. Beban penyusutan bagi aktiva tetap akan menimbulkan biaya yang mengakibatkan penghasilan yang didapat oleh perusahaan menjadi berkurang. Hal ini dapat menyebabkan laba kena pajak perusahaan dapat berkurang pula dan pada akhirnya jumlah pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan juga ikut berkurang. Melalui intensitas modal, perusahaan dapat melakukan praktik tax avoidance, dengan cara memperbanyak modal perusahaan berupa aktiva tetap agar timbul biaya penyusutan aktiva tetap yang lebih besar, sehingga dapat digunakan sebagai pengurang jumlah pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Hasil penelitian Wijayanti et al. menjelaskan bahwa intensitas modal secara positif memengaruhi penghindaran pajak. Hal tersebut didukung oleh penelitian yang dilakukan Dwilopa . , bahwa . apital intensit. intensitas modal secara positif dan signifikan memengaruhi penghindaran pajak. Berdasarkan penjelasan tersebut, hipotesis yang diturunkan yaitu: H2: intensitas modal berpengaruh positif terhadap tax avoidance Pengaruh Pertumbuhan Penjualan (Sales Growt. Terhadap Tax Avoidance Perusahaan dengan sales growth yang meningkat akan berdampak terhadap ETR perusahaan yang digunakan sebagai rasio pengukuran fax avoidance. Sales growth yang meningkat akan menyebabkan ETR perusahaan meningkat. ETR perusahaan yang meningkat menunjukkan tax avoidance yang menurun. Jadi semakin meningkatnya sales growth perusahaan makan akan membuat tindakan penghindaran pajak semakin Semakin besar penjualan maka semakin besar laba yang akan diperoleh perusahaan sehingga laba yang dibebankan oleh peusahaan akan semakin besar (Hidayat, 2. Penelitian yang dilakukan oleh (Made, 2. menunjukkan bahwa sales growth berpengaruh negatif terhadap tax avoidance. Maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian adalah : H3: sales growth berpengaruh negatif terhadap tax avoidance. Pengaruh Leverage Terhadap Tax Avoidance Leverage menunjukkan seberapa besar kebutuhan dana perusahaan dibelanjai atau didanai dengan pinjaman (Irawati, 2006, dalam Hilmia, 2. Perusahaan yang memilih menggunakan utang sebagai sumber pendanaannya akan membuat beban bunga muncul. Beban bunga akan mengurangi laba perusahaan, sehingga beban pajak yang akan dibayar oleh perusahaan akan berkurang. Semakin besar utang perusahaan maka laba yang akan dikenakan pajak akan semakin kecil karena adanya beban bunga yang semakin besar. Hal ini akan membuat perusahaan melakukan tindakan penghindaran pajak. Penelitian yang dilakukan (Rachmitasari, 2015, dalam Pitaloka, 2. menunjukkan leverage berpengaruh positif terhadap tax Dari penemuan ini maka hipotesis yang diajukan oleh peneliti adalah sebagai berikut: H4: leverage berpengaruh positif terhadap tax avoidance. METODOLOGI PENELITIAN Menggunakan metode penelitian kuantitatif. Pendekatan kuantitatif memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan sebab akibat antara dua variabel atau lebih (Andro, 2. Penelitian ini menggunakan data sekunder, berupa laporan keuangan. Berdasarkan penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa metode penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang berdasarkan data yang berbentuk bilangan atau angka pada suatu populasi atau sampel yang menggunakan instrumen penelitian dan bertujuan untuk menguji suatu hipotesis. Selain itu dalam penelitian ini dilakukan pengujian hipotesis yang dikembangkan dalam penelitian lain. Variabel Independen yang digunakan dalam penelitian ini yaituIntensitas Aset Tetap (X. Pertumbuhan Penjualan (Sales Growt. (X. Leverage (X. dan Variabel Dependen adalah Tax Avoidance (Y). Didalam penelitian ini memerlukan adanya hipotesis yang kemudian akan diuji sesuai dengan Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ber alamat di Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53 Senayan Kebayoran Baru Jakarta Selatan DKI Jakarta. Alasannya dipilihnya Bursa Efek Indonesia sebagai tempat penelitian karena memberikan informasi laporan keuangan yang lengkap dan mudah di akses pada situs resminya yaitu di web. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan data laporan keuangan selama tahun 2016-2019. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Objek Penelitian Objek penelitian ini menggunakan perusahaan sektor Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2016 sampai 2021. Data yang digunakan berasal dari laporan keuangan yang Adapun terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2016-2021. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling dengan kriteria yang terangkum dalam tabel sebagai berikut: Tabel 4. Kriteria Pemilihan Sample Kriteria Sample Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2021 Perusahaan sektor industri barang konsumsi yang tidak mempublikasikan Laporan Keuangan secara berturut turut dari tahun 2016-2021. Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang tidak menyediakan informasi lengkap mengenai variabel - variabel yang diukur selama tahun 2016-2021. Total sampel selama periode penelitian 2016-2021 Periode Pengamatan Penelitian Jumlah data observasi Sumber : Data Diolah, 2022 Tabel 4. Daftar Sample Nama Perusahaan Nama Perusahaan Budi Starch & Sweetener Tbk. Darya-Varia Laboratoria Tbk. Gudang Garam Tbk. Indofood Sukses Makmur Tbk. Kalbe Farma Tbk. Mayora Indah Tbk. Industri Jamu dan Farmasi Sido Sekar Laut Tbk. Sekar Laut Tbk. Siantar Top Tbk. Sierard Produce Tbk. Tempo Scan Pacific Tbk. Ultra Jaya Milk Industry & Tra. Unilever Indonesia Tbk. Multi Bintang Indonesia Tbk. Jumlah . KODE BUDI DVLA GGRM INDF KLBF MYOR SIDO SKLT STTP SIPD TSPC ULTJ UNVR MLBI Penyajian Data Dari 14 sampel perusahaan yang digunakan untuk diteliti selama 4 tahun periode 2016-2019, tahap berikutnya adalah menghitung variabel variabel yang terdapat dalam penelitian sesuai dengan metode Berikut variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Beban Pajak Data diperoleh dari laporan keuangan pada laporan laba rugi perusahaan yaitu pajak bersih yang merupakan penjumlahan dari pajak kini . dan pajak tangguhan . idak fina. pada sektor industri barang konsumsi yang memenuhi kriteria pengambilan sampel. Berikut penyajian data Beban Pajak periode 20162021 adalah sebagai berikut: Laba Sebelum Pajak Data diperoleh dari laporan keuangan pada laporan laba rugi perusahaan pada sektor industri barang konsumsi yang memenuhi kriteria pengambilan sampel. Berikut penyajian data Laba Sebelum Pajak periode 2016-2021 adalah sebagai berikut : Total Asset Tetap Data Total Aset Tetap diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan sektor industri barang konsumsi yang memenuhi kriteria pengambilan sampel. Berikut penyajian data Total Aset Tetap periode 2016-2021 adalah sebagai berikut : Total Asset Data Total Asset diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan sektor industri barang konsumsi yang memenuhi kriteria pengambilan sampel. Berikut penyajian data Total Asset periode 2016 - 2021 adalah sebagai berikut: Pertumbuhan Penjualan (Sales Growt. Data diperoleh dari laporan keuangan pada laporan laba rugi perusahaan pada sektor industri barang konsumsi yang memenuhi kriteria pengambilan sampel. Berikut penyajian data Laba Sebelum Pajak periode 2016-2021 adalah sebagai berikut: Total Utang (Deb. Data Total Utang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan pada sektor industri barang konsumsi yang memenuhi kriteria pengambilan sampel. Berikut penyajian data total utang periode 20162021 adalah sebagai berikut: Total asset 1 Data Total Asset diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan sektor industri barang konsumsi yang memenuhi kriteria pengambilan sampel. Berikut penyajian data Total Asset periode 2016 2021 adalah sebagai berikut: Analisis Data Analisis Data Deskritif Analisis statistik deskriptif dilakukan agar memberikan gambaran atau deskriptif terhadap variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Pengujian statistik deskriptif dilakukan untuk memberikan penjelasan mengenai nilai minimum, nilai maksimum, nilai standar deviasi dan nilai rata-rata dari masing-masing Variabel yang digunakan adalah Intensitas Aset Tetap. Pertumbuhan Penjualan dan Leverage (DAR). Dari hasil pengujian statistik atas variabel tersebut, maka diperoleh hasil dengan tabel dibawah ini: Pada tabel 4. 14 dapat dijelaskan bahwa jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 56 data. Mean adalah rata-rata data, diperoleh dengan menjumlahkan seluruh data dan dibagi dengan cacah data (Winarno, 2015 dalam Eksandy, 2. Variabel leverage (DAR) memiliki nilai mean terbesar yaitu 413893, sementara variabel pertumbuhan penjualan memiliki nilai mean terkecil yaitu 0. Pemilihan Model Regresi Data Panel Tabel 4. Uji Chow Redundant Fixed effects Tests Equation: Untitled Test cross-section fixed effects Effects Cross-section F Cross-section Chi-square Statistic . Prob. Sumber : Output Eviews 9. Berdasarkan hasil perhitungan di atas, maka dapat dilihat bahwa nilai Probabilitas (Prob. ) Crosection random sebesar 0. 5397 > a . Maka dapat disimpulkan bahwa Random Effect Model (REM) lebih layak digunakan dibandingkan Fixed Effect Tabel 4. 19 Uji Hausman Chi-Sq. Statistik 2. 160997 ChiSq. Masalah. Model (FEM). Kesimpulan Model Berdasarkan hasil dari ketiga uji yang sudah dilakukan bahwa model regresi data panel yang digunakan untuk mengestimasi pengaruh Intensitas Aset Tetap. Pertumbuhan Penjualan . ales growt. dan Leverage (DAR) terhadap Tax Avoidance. adalah Common Effect Model (CEM). Hasil tersebut ditunjukkan pada tabel sebagai berikut: Tabel 4. Kesimpulan Pengujian Model regresi Data Panel Model Pengujian Uji Chow CEM VS FEM Uji Hausman REM VS FEM Uji Largance Multiplier CEM VS REM Hasil FEM REM REM KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh intensitas aset tetap, pertumbuhan penjualan . ales growt. dan leverage terhadap penghindaran pajak. Data yang digunakan dalam penelitian adalah perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2016-2021: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:. Dari hasil uji t yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa variabel intensitas aset tetap tidak berpengaruh terhadap penghindaran pajak . ax avoidanc. pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi tahun 2016-2019. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t yang menunjukan bahwa nilai t-statistik intensitas aset tetap (-1. 0. 05 Yang artinya H, dalam penelitian ini ditolak. Ini menunjukan bahwa intensitas aset tetap tidak berpenharuh terhadap penghindaran pajak . ax avoidanc. Hal ini karena aset tetap tersebut semata-mata memang digunakan untuk kepentingan operasional perusahaan bukan untuk melakukan tindakan penghindaran pajak. Dari hasil uji t yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa variabel pertumbuhan penjualan . ales growt. berpengaruh negatif terhadap penghindaran pajak . ax avoidanc. pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi tahun 2016-2019. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t yang menunjukan bahwa nilai nilai t statistik pertumbuhan penjualan . ales growt. t-Tabel . , dan nilai Prob. leverage (DAR) sebesar 5583> 0. Yang artinya Hy dalam penelitian ini ditolak. Perusahaan yang memilih menggunakan utang sebagai sumber pendanaannya tidak semata mata untuk menciptakan pendapatan, ada kemungkinan hutang digunakan untuk berinvestasi jangka panjang, sehingga beban bunga tidak timbul per periode pada laporan keuangan, jadi tidak dapat digunakan sebagai pengurang beban pajak yang harus dibayarkan perusahaan. SARAN