Review of Management. Accounting, and Tourism Studies (RMATS) Vol. November, 2025: Hal 91-102 DOI: https://doi. org/10. 51170/rmats. Peran Ukuran Perusahaan dan Struktur Modal dalam Mendorong Manajemen Laba pada Perusahaan Konstruksi Berat dan Teknik Sipil Firm Size and Capital Structure Roles in Driving Earnings Management in Heavy Constructions and Civil Engineering Firms Nur Fitriana. Tutik Siswanti. * A Program Studi Akuntansi. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Jakarta. Indonesia, 1181063017@students. Program Studi Akuntansi. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Jakarta. Indonesia, tutiks@unsurya. Corresponden Author 2tutiks@unsurya. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap manajemen laba pada perusahaan sub-sektor Heavy Constructions and Civil Engineering yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019Ae2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan sebanyak 95 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba . = 2,951. p = 0,. , sedangkan DER juga berpengaruh positif signifikan . = 2,803. p = 0,. Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba (F = 10,028. p = 0,. Temuan ini mendukung teori keagenan (Jensen & Meckling, 1. dan teori akuntansi positif (Watts & Zimmerman, 1. , yang menjelaskan bahwa tekanan eksternal dari utang serta ekspektasi pasar terhadap perusahaan besar mendorong perilaku oportunistik manajer melalui praktik manajemen laba. Hasil penelitian memberikan kontribusi bagi perusahaan untuk memperkuat kontrol internal aktual, menetapkan kebijakan batas aman DER. Kata kunci: Ukuran Perusahaan. Debt to Equity Ratio. Manajemen Laba. Teori Keagenan. Teori Akuntansi Positif. ABSTRACT This study aims to analyze the influence of firm size and Debt to Equity Ratio (DER) on earnings management in the Heavy Constructions and Civil Engineering sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2019Ae Using a quantitative associative approach, the research employed secondary data from 95 firm-year observations obtained from annual financial reports. The data were analyzed using multiple linear regression with classical assumption tests, t-tests, and F-tests. The results indicate that firm size has a positive and significant effect on earnings management . = 2. p = 0. , while DER also has a positive and significant effect . = 2. p = 0. Simultaneously, both variables significantly influence earnings management (F = 10. p = 0. These findings support Agency Theory (Jensen & Meckling, 1. and Positive Accounting Theory (Watts & Zimmerman, 1. , suggesting that external financial pressure and market expectations in large firms encourage managerial opportunism through earnings manipulation. Keywords: Firm Size. Debt to Equity Ratio. Earnings Management. Agency Theory. Positive Accounting Theory. Article history: Received 2 November 2025. Accepted 18 November 2025. Available online 28 November 2025 RMATS 91 Review of Management. Accounting, and Tourism Studies (RMATS) Vol. November, 2025: Hal 91-102 DOI: https://doi. org/10. 51170/rmats. PENDAHULUAN Perkembangan pasar modal Indonesia yang semakin dinamis menuntut perusahaan untuk menampilkan kinerja keuangan yang optimal guna mempertahankan kepercayaan investor, kreditor, dan pemangku kepentingan lainnya. Laporan keuangan menjadi instrumen utama yang merepresentasikan kondisi ekonomi dan kinerja perusahaan, sekaligus menjadi dasar bagi pihak eksternal dalam pengambilan keputusan ekonomi perusahaan (Rianto & Gantino, 2. Dalam konteks tersebut, manajemen memiliki peran penting dalam memastikan laporan keuangan yang disajikan dapat menggambarkan posisi keuangan perusahaan secara wajar. Namun, tekanan kompetitif di pasar dan ekspektasi pemangku kepentingan terhadap pencapaian laba seringkali memicu praktik manajemen laba . arnings managemen. (Wulan Astriah dkk. , 2. Manajemen laba merupakan tindakan yang dilakukan oleh pihak manajemen untuk mempengaruhi laba yang dilaporkan melalui pemilihan kebijakan akuntansi tertentu, pengaturan waktu transaksi pendapatan maupun beban, dengan tujuan untuk mencapai target finansial tertentu (Healy & Wahlen, 1. Praktik ini dapat bersifat oportunistik untuk memaksimalkan kepentingan manajerial jangka pendek, atau bersifat informasional dalam upaya menyampaikan prospek perusahaan yang sesungguhnya kepada investor. Meskipun demikian, manajemen laba yang berlebihan dapat mengurangi kredibilitas laporan keuangan dan menurunkan kualitas informasi akuntansi, yang pada akhirnya berpotensi menurunkan kepercayaan pasar terhadap perusahaan. Fenomena manajemen laba seringkali ditemukan pada perusahaan yang beroperasi di sektor dengan karakteristik proyek jangka panjang, salah satunya sektor infrastruktur, khususnya sub-sektor konstruksi berat dan teknik sipil. Kompleksitas kontrak proyek, fluktuasi arus kas, dan fleksibilitas dalam metode pengakuan pendapatan menjadikan sektor ini memiliki potensi tinggi terhadap praktik manajemen laba (Scott, 2. Kasus restatement laporan keuangan pada beberapa perusahaan konstruksi seperti PT Waskita Karya Tbk pada tahun 2021 (Otoritas Jasa Keuangan, 2. memperkuat bukti empiris bahwa manipulasi laporan keuangan dapat terjadi dalam industri dengan karakteristik operasional yang kompleks dan bergantung pada kebijakan pemerintah. Beberapa penelitian yang mengkaji pengaruh ukuran perusahaan dan DER terhadap manajemen laba, namun bukti empiris masih menunjukkan inkonsistensi. Beberapa studi menemukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap manajemen laba (Wati & Surasa, 2. , sementara penelitian lain menunjukkan pengaruh positif (Puspitasari & Irwandi, 2. Di sisi lain, variabel DER dalam beberapa studi ditemukan berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba (Anggraeni & Widati, 2. , namun hasil berbeda RMATS 92 Review of Management. Accounting, and Tourism Studies (RMATS) Vol. November, 2025: Hal 91-102 DOI: https://doi. org/10. 51170/rmats. diperoleh dalam penelitian Raharjo & Trisnawati . yang menunjukkan tidak terdapat pengaruh signifikan. Ketidakkonsistenan hasil tersebut menunjukkan adanya research gap yang perlu dikaji lebih lanjut, terutama dalam konteks sektor infrastruktur di Indonesia yang memiliki karakteristik keuangan berbeda dengan sektor lainnya. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menguji dan menganalisis secara empiris pengaruh ukuran perusahaan dan Debt to Equity Ratio terhadap manajemen laba pada perusahaan sub-sektor Heavy Constructions and Civil Engineering yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019 Ae2024. Masalah yang menjadi kajian dalam penelitian ini adalah bagaimana ukuran perusahaan berpengaruh terhadap manajemen laba, apakah Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh terhadap manajemen laba, serta bagaimana keduanya berdampak terhadap manajemen laba. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam memperkaya literatur akuntansi keuangan mengenai determinan praktik manajemen laba, serta memberikan implikasi praktis bagi manajemen perusahaan, investor, kreditor, dan regulator dalam meningkatkan transparansi dan kualitas pelaporan keuangan di pasar modal Indonesia. TINJAUAN PUSTAKA Menurut Wulan Astriah dkk. , perusahaan berskala besar cenderung menghadapi tuntutan lebih tinggi untuk menampilkan laba yang konsisten, sehingga berpotensi mendorong praktik manajemen laba sebagai strategi menjaga citra dan nilai pasar Sebaliknya, pengawasan yang lebih ketat dari auditor eksternal, regulator, dan investor institusional dapat menekan perilaku oportunistik manajemen laba pada perusahaan Sementara itu Political Cost Theory menegaskan bahwa perusahaan besar dengan eksposur publik tinggi cenderung menekan laba untuk menghindari sorotan politik dan regulasi yang berlebihan (Watts & Zimmerman, 1. Debt to Equity Ratio (DER) juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap praktik manajemen laba. DER menggambarkan tingkat leverage atau proporsi pendanaan perusahaan yang berasal dari utang terhadap modal sendiri. Semakin tinggi DER, semakin besar beban kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan kepada pihak kreditur. Kondisi ini dapat menciptakan tekanan finansial yang mendorong manajemen melakukan manajemen laba untuk memenuhi perjanjian utang . ebt covenant hypothesi. atau mempertahankan kepercayaan kreditur terhadap kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban (Bianca & Susanto, 2. Sebaliknya, perusahaan dengan leverage rendah cenderung memiliki fleksibilitas keuangan yang lebih besar dan tidak memiliki insentif kuat untuk melakukan manipulasi terhadap laba. RMATS 93 Review of Management. Accounting, and Tourism Studies (RMATS) Vol. November, 2025: Hal 91-102 DOI: https://doi. org/10. 51170/rmats. Teori Agensi menjelaskan bahwa konflik kepentingan antara pemilik . dan manajer . mendorong manajer melakukan manajemen laba untuk memaksimalkan kepentingan pribadi, seperti bonus atau reputasi, dengan memanfaatkan asimetri informasi dalam pelaporan keuangan (Jensen & Meckling, 1976. Healy & Wahlen, 1. Hal ini menjadikan manajemen laba sebagai konsekuensi logis dari hubungan keagenan. Menurut Stakeholder Theory, manajemen laba muncul sebagai respons manajemen terhadap tekanan dan ekspektasi berbagai pihak seperti investor, kreditor, pemerintah, dan Untuk menjaga hubungan harmonis dan memenuhi kepentingan para pemangku kepentingan tersebut, manajer dapat memodifikasi laporan keuangan agar terlihat stabil dan menguntungkan (Freeman, 1984. Donaldson & Preston, 1. Manajemen laba adalah tindakan manajer memilih kebijakan akuntansi tertentu untuk mencapai tujuan spesifik, memaksimalkan utilitas, atau meningkatkan nilai pasar perusahaan (Scott, 2. Manajer terdorong melakukan manajemen laba untuk mencapai tujuan tertentu, seperti memperoleh bonus tinggi . onus plan hypothesi. , menjaga reputasi agar tidak melanggar perjanjian utang . ebt equity hypothesi. , serta menghindari tekanan politik dengan menurunkan laba perusahaan besar . olitical cost hypothesi. (Sulistyanto, 2. Menurut Gunny . , manajemen laba efisien bermanfaat untuk mengurangi asimetri informasi, mencegah keputusan suboptimal, menjaga fleksibilitas operasional, dan mengelola ekspektasi pasar secara efektif. Manajemen laba dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor kontraktual, pasar modal, regulasi dan perpajakan, tata kelola perusahaan, karakteristik perusahaan, budaya dan etika, serta faktor ekonomi makro yang mencakup siklus bisnis, krisis keuangan, dan perubahan teknologi yang memengaruhi tekanan serta insentif manajerial (Healy dan Palepu, 2020. Jensen dan Meckling, 2018. Watts dan Zimmerman, 2019. Klein, 2022. Dechow dan Dichev, 2021. Cohen et. al, 2. Ukuran perusahaan . irm siz. merefleksikan besarnya total aset, kapasitas ekonomi, dan tingkat eksposur publik suatu entitas bisnis (Mahariana & Ramantha, 2. Ukuran perusahaan memiliki hubungan erat dengan praktik manajemen laba karena besarnya skala perusahaan mempengaruhi tingkat pengawasan, eksposur publik, serta tekanan kinerja yang dihadapi manajemen. Perusahaan dengan ukuran besar umumnya memiliki sumber daya yang lebih besar, sistem pengendalian internal yang lebih baik, serta pengawasan eksternal yang ketat dari investor, auditor, dan regulator. Kondisi ini dapat menekan peluang manajemen untuk melakukan manajemen laba, karena setiap penyimpangan laporan keuangan lebih mudah terdeteksi (Watts & Zimmerman, 1986. Richardson, 2. RMATS 94 Review of Management. Accounting, and Tourism Studies (RMATS) Vol. November, 2025: Hal 91-102 DOI: https://doi. org/10. 51170/rmats. Perusahaan besar umumnya memiliki sistem pengendalian internal yang kuat dan diawasi lebih ketat oleh investor institusional, auditor, serta regulator, sehingga ruang bagi manajemen untuk melakukan manipulasi laba menjadi lebih terbatas (Watts & Zimmerman. Namun, tekanan untuk mempertahankan reputasi dan memenuhi ekspektasi pasar dapat mendorong manajemen perusahaan besar untuk tetap melakukan manajemen laba demi menjaga citra dan stabilitas kinerja keuangan (Scott, 2015. Wulan Astriah et al. , 2. Sebaliknya, perusahaan kecil memiliki tingkat pengawasan lebih rendah, sehingga lebih leluasa melakukan manipulasi laba untuk menarik perhatian investor atau meningkatkan nilai perusahaan (Richardson, 2. Berdasarkan argumentasi teoritis dan bukti empiris tersebut, maka kerangka pemikiran dan hipotesis penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut: Ukuran Perusahaan H1( ) H3( ) Debt To Equity Manajemen Laba H2( ) Ratio GAMBAR 1. KERANGKA PEMIKIRAN (Fitriana, 2. HCA: Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap manajemen laba. HCC: Debt to Equity Ratio berpengaruh positif terhadap manajemen laba. H3: Ukuran perusahaan dan DER berpengaruh positif terhadap manajemen laba. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif, yaitu menguji pengaruh antara variabel independen (Ukuran Perusahaan dan DER) dengan variabel dependen (Manajemen Lab. Populasi perusahaan sektor infrastruktur sub sektor heavy constructions and civil engineering yang terdaftar di BEI periode 2019Ae2024. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling, menghasilkan 95 observasi data laporan keuangan. Data dalam penelitian merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahuan. Sementara pengumpulan data dengan metode dokumentasi yang diperoleh melalui situs resmi BEI . Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan model regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik . ormalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelas. RMATS 95 Review of Management. Accounting, and Tourism Studies (RMATS) Vol. November, 2025: Hal 91-102 DOI: https://doi. org/10. 51170/rmats. uji hipotesis parsial . dan simultan . ji F), serta koefisien determinasi. Pengolahan data menggunakan software SPSS versi 25. 1 PENGUKURAN VARIABEL Variabel penelitian terdiri dari variabel dependen manajemen laba, variabel independen ukuran perusahaan dan DER. Berikut disajikan tabel pengukuran variabel penelitian pada tabel di bawah ini: TABEL 1. PENGUKURAN VARIABEL PENELITIAN Variabel Manajemen Laba (EM) (Jones, 1991. Dechow,2. Pengukuran Modified Jones: Mengukur Total Accrual (TAC): TAC = NIACu - CFOACu Menghitung nilai accruals yang diestimasi melalui persamaan regresi Menghitung non-discretionary accruals model (NDA) Menghitung discretionary accruals: DAACu = (TACACu/AACuCUCA) - NDAACu Ukuran Perusahaan (Siz. Ukuran Perusahaan = Ln (Total Asse. Debt to Equity Ratio (DER) Debt to Equity Ratio = Total Utang / Total Modal Hartono . Kasmir . Sumber: (Jones. Hartono . Kasmir . HASIL PENELITIAN 1 DESKRIPTIF STATISTIK Deskriptif statistik membantu memahami karakteristik data, seperti rata-rata . , nilai tengah . , nilai yang sering muncul . , serta sebaran data . tandar deviasi, varian, rentang, dan sebagainy. TABEL 2. DESKRIPTIF STATISTIK Size DER Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Hasil Olah Data, 2024 Keterangan: Size: Ukurang Perusahaan. DER. Debt to Equity ratio. EM. Manajemen Laba Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan dan DER memiliki nilai mean lebih besar diabndingkan standar deviasi, hal ini menjelaskan bahwa memiliki sebaran data yang rendah sehingga cenderung homogen. Sementara itu variabel manajemen laba nilai mean lebih rendah dibandingkan standar deviasi. Ini menunjukkan jika data memiliki sebaran yang sangat besar atau variabilitas yang tinggi. RMATS 96 Review of Management. Accounting, and Tourism Studies (RMATS) Vol. November, 2025: Hal 91-102 DOI: https://doi. org/10. 51170/rmats. 2 UJI NORMALITAS Uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak, karena distribusi normal merupakan asumsi dasar bagi banyak metode statistik parametrik. Uji normalitas dalam penelitian ini dengan Kolmogorov-Smirnov, dengan kriteria data dinyatakan berdistribusi normal jika nilai Asymp. Sig. -taile. KS > 0,05. Dari hasil normalitas menunjukkan niai Asymp. Sig. -taile. KS 0,200 > 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebaran data berdistribusi normal. 3 MODEL REFRESI LINIER BERGANDA Model persamaan regresi linier berganda dalam penelitian ini untuk menjelaskan, mengukur, dan memprediksi pengaruh variabel ukuran perusahaan dan Debt to Equiti Ratio (DER) terhadap manajemen laba, serta menguji kebenaran teori atau hipotesis dalam TABEL 4. MODEL PERSAMAAN REGRESI BERGANDA Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model 0,036 0,107 (Constan. Size DER Dependent Variable: EM Std. Error Beta 2,951 2,803 Sig. 0,007 0,062 Sumber: Hasil Olah Data, 2024 Keterangan: Size: Ukurang Perusahaan. DER. Debt to Equity ratio. EM. Manajemen Laba. Berdasarkan tabel 4 model persamaan regresi linier berganda: Ukuran Perusahaan = 0,036 Size 0,107 DER e 4 UJI ASUMSI KLASIK Uji asumsi klasik dilakukan dalam regresi linier berganda karena berfungsi untuk memastikan bahwa model regresi memenuhi syarat statistik agar hasil analisis valid, reliabel, dan dapat dipercaya. TABEL 4. UJI ASUMSI KLASIK Uji Asusmsi Klasik Multikolinearitas Heterokedastisitas Autokorelasi Hasil - Nilai Tolerance Size . DER . > 0,10 - Nilai VIF Size . DER . < 10 Nilai Signifikansi Size . DER . > 0,05 Run Test: Asymp. Sig. -taile. 0,387 > 0,05 Sumber: Hasil Olah Data, 2024 Kesimpulan Tidak terjadi gangguan multikolinearitas antar variabel independen pada model Tidak terjadi gejala heterokedastisita pada model regresi Tidak terdapat autokorelasi pada model RMATS 97 Review of Management. Accounting, and Tourism Studies (RMATS) Vol. November, 2025: Hal 91-102 DOI: https://doi. org/10. 51170/rmats. Berdasarkan pada tabel 5 menunjukkan bahwa model regresi dalam penelitian ini memenuhi persayaratan asumsi klasik. HIPOTESIS PENELITIAN Hipotesis penelitian ini untuk membuktikan pengaruh ukuran perusahaan dan DER terhadap manajemen laba, baik secara individu maupun bersama-sama. TABEL 5. HASIL UJI HIPOTESIS PARSIAL Hipotesis H1: Size -> EM H2: DER-> EM Sumber: Hasil Olah Data, 2024 Koefisien 0,036 0,107 T Statistik 2,951 2,803 P-Value 0,007*** 0,062** Hasil Diterima Diterima Keterangan: Size: Ukurang Perusahaan. DER. Debt to Equity ratio. EM. Manajemen Laba. *** signifikan pada 1%, ** signifikan pada 5%, * signifikan pada 10% (Hair dkk. , 2. Hasil uji hipotesis pertama (H. diterima, artinya ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan . -statistik: 2,951, p-value: 0,. terhadap manajemen laba. Hasil uji hipotesis kedua (H. juga diterima, artinya DER berpengaruh positif signifikan . -statistik: 2,803, pvalue: 0,. terhadap manajemen laba. Dengan demikian prediksi penelitian terbukti. PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP MANAJEMEN LABA Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba . -statistik = 2,951. p-value = 0,. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin besar ukuran perusahaan, semakin tinggi kecenderungan perusahaan untuk melakukan manajemen laba. Secara teoretis, hasil ini dapat dijelaskan melalui teori keagenan (Agency Theor. yang dikemukakan oleh Jensen dan Meckling . Perusahaan besar menghadapi asimetri informasi tinggi antara manajer dan pemilik akibat kompleksitas operasional dan banyaknya pemangku kepentingan. Hal ini memberi peluang bagi manajer melakukan manajemen laba untuk menampilkan kinerja lebih baik. Selain itu, sesuai Watts & Zimmerman . , perusahaan besar cenderung menjaga reputasi dan stabilitas laba melalui kebijakan akuntansi yang memoles kinerja keuangan. Hasil penelitian ini konsisten dengan temuan Siregar dan Utama . menemukan bahwa perusahaan dengan ukuran besar cenderung melakukan manajemen laba efisien untuk menstabilkan kinerja. Pramudita . juga melaporkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur di Indonesia, karena semakin besar perusahaan, semakin besar pula tekanan untuk menampilkan kinerja keuangan yang stabil dan menarik. Rahmawati . menegaskan bahwa perusahaan besar memiliki akses terhadap sumber daya dan tekanan eksternal yang lebih tinggi, sehingga RMATS 98 Review of Management. Accounting, and Tourism Studies (RMATS) Vol. November, 2025: Hal 91-102 DOI: https://doi. org/10. 51170/rmats. manajemen lebih termotivasi melakukan manajemen laba untuk mempertahankan citra positif di pasar modal. Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat teori keagenan bahwa ukuran perusahaan menjadi faktor penting yang mempengaruhi perilaku oportunistik manajer dalam pengelolaan laba, baik untuk menjaga reputasi perusahaan maupun untuk memenuhi ekspektasi pemangku kepentingan. PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO (DER) TERHADAP MANAJEMEN LABA Hasil penelitian menunjukkan bahwa DER berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba . -statistik = 2,803. p-value = 0,. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat leverage perusahaan, semakin besar kecenderungan manajemen untuk melakukan manajemen laba. Hasil ini sejalan dengan teori keagenan Jensen & Meckling . yang menyatakan perusahaan berutang tinggi menghadapi tekanan memenuhi kewajiban kepada kreditor. Untuk menjaga kepercayaan dan menghindari pelanggaran perjanjian utang, manajer cenderung melakukan manajemen laba agar kinerja keuangan terlihat lebih baik dibandingkan kondisi Selain itu, berdasarkan teori positive accounting (Watts & Zimmerman, 1. , manajer perusahaan dengan leverage tinggi cenderung memilih kebijakan akuntansi yang meningkatkan laba . ncome-increasin. agar dapat menjaga kepercayaan kreditor dan mempertahankan akses pendanaan eksternal. PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN DAN DER TERHADAP MANAJEMEN LABA Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan Debt to Equity Ratio (DER) secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba dengan nilai Fstatistik sebesar 10,028 dan p-value 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar ukuran perusahaan dan semakin tinggi tingkat leverage, semakin besar pula kecenderungan manajer melakukan manajemen laba. Temuan ini sesuai dengan teori keagenan Jensen & Meckling . yang menjelaskan bahwa konflik kepentingan antara manajer dengan pemilik dan kreditor semakin tinggi pada perusahaan besar dan berutang tinggi. Kompleksitas aktivitas dan tekanan untuk menjaga citra keuangan mendorong manajer melakukan tindakan oportunistik melalui manipulasi laba. Selain itu, berdasarkan teori akuntansi positif Watts & Zimmerman . , manajemen menyesuaikan laba untuk menghindari pelanggaran perjanjian utang dan menjaga reputasi perusahaan besar dari sorotan publik. RMATS 99 Review of Management. Accounting, and Tourism Studies (RMATS) Vol. November, 2025: Hal 91-102 DOI: https://doi. org/10. 51170/rmats. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba, menunjukkan perusahaan besar lebih berpeluang melakukan manajemen laba demi menjaga reputas DER berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba, menunjukkan bahwa perusahaan berutang tinggi cenderung meningkatkan laba untuk menjaga kepercayaan Ukuran perusahaan dan DER berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba, menunjukkan kedua faktor tersebut dapat mendorongan manajer melakukan manajemen laba strategis. Saran yang dapat diberikan bagi manajemen perusahaan adalah bahwa Praktik manajemen laba yang berlebihan dapat menurunkan kredibilitas laporan keuangan dan kepercayaan Oleh karena itu, perusahaan disarankan memperkuat sistem pengendalian internal dan fungsi audit internal untuk meminimalkan peluang terjadinya manipulasi akrual. Maka dari itu. Investor dan kreditor perlu lebih kritis dalam menganalisis laporan keuangan, terutama pada perusahaan besar dengan tingkat utang tinggi. DAFTAR PUSTAKA