Journal of Economic and Islamic Research Vol. 4 No. 01 November . IMPLEMENTASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM MEWUJUDKAN ISLAM RAHMATAN LIL-ALAMIN (Studi Multisitus Lembaga Amil Zakat Pamekasa. Mohammad Atiqurrahman1 Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah Pamekasan1 Mohammad. atiqurrahman91@gmail. ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) in realizing the concept of Islam Rahmatan Lil-Alamin by Amil Zakat Institutions (LAZ) in Pamekasan, through a multi-site study at LAZISNU and LAZISMU. Using a qualitative approach with a case study design, the research explores the roles, implementation models, and impacts of CSR programs carried out by these two organizations. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis related to CSR programs, and subsequently analyzed using Miles and Huberman's interactive method. The findings reveal that both organizations have strong organizational structures, high transparency, and a variety of data-driven programs focusing on education, healthcare, economy, and social aid. LAZISNU emphasizes community empowerment through programs like NUCare and NU-Entrepreneur, while LAZISMU prioritizes individual approaches through initiatives such as the Medical Mobile Service and ZISPRO. Both institutions have successfully created positive impacts through collaborations with local communities and external partners, despite challenges in program sustainability and stakeholder The study recommends enhancing strategic synergy between the two organizations, leveraging technology for fund management, and strengthening collaboration with businesses to expand sustainable social impacts. These findings underscore the importance of thorough planning, transparency standards, and participatory approaches in CSR implementation to uphold the values of Islam Rahmatan Lil-Alamin. Keywords: LAZ. CSR. Islam Rahmatan Lil-Alamin ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) dalam mewujudkan konsep Islam Rahmatan Lil-Alamin oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Pamekasan melalui studi multisitus pada LAZISNU dan LAZISMU. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi peran, model implementasi, dan dampak program CSR kedua lembaga Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen terkait program CSR, yang kemudian dianalisis menggunakan metode interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua lembaga memiliki struktur organisasi yang kuat, transparansi tinggi, dan beragam program berbasis data yang fokus pada pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan bantuan sosial. LAZISNU menekankan pemberdayaan komunitas melalui program seperti NU-Care dan NU-Interpreneur, sementara LAZISMU memprioritaskan pendekatan individu melalui program Medical Mobile Service dan ZISPRO. Kedua lembaga berhasil menciptakan dampak positif melalui kolaborasi dengan masyarakat lokal dan mitra eksternal, meskipun menghadapi tantangan dalam keberlanjutan program dan keterlibatan pemangku kepentingan. Rekomendasi penelitian meliputi peningkatan sinergi strategis antara kedua lembaga, inovasi berbasis teknologi untuk pengelolaan dana, serta penguatan kolaborasi dengan dunia usaha guna memperluas dampak sosial yang berkelanjutan. Hasil ini menunjukkan Journal of Economic and Islamic Research Vol. 4 No. 01 November . pentingnya perencanaan yang matang, standar transparansi, dan pendekatan partisipatif dalam pelaksanaan CSR untuk mendukung nilai-nilai Islam Rahmatan Lil-Alamin. Kata Kunci: LAZ. CSR. Islam Rahmatan Lil-Alamin PENDAHULUAN Dalam konteks Islam Rahmatan Lil-Alamin, penelitian ini akan mengidentifikasi konsep tersebut dan mengaitkannya dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Pemahaman mendalam tentang hubungan antara konsep tersebut dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam akan memberikan dasar untuk mengukur sejauh mana sektor ekonomi dapat berperan dalam menciptakan keadilan sosial dan memberdayakan masyarakat. Hal ini penting dalam rangka mengevaluasi apakah kondisi ekonomi masyarakat di Pamekasan mendukung atau perlu disesuaikan dengan visi Islam Rahmatan Lil-Alamin. Lembaga Amil Zakat memiliki peran yang krusial dalam mendukung kesejahteraan Oleh karena itu, penelitian ini akan menganalisis perbandingan peran dan kinerja lembaga Amil Zakat tersebut. Setidaknya di Kabupaten Pamekasan ada beberapa Lembaga amil zakat seperti Lazisnu, dan Lazismu. Dengan melibatkan lembaga-lembaga ini dalam penelitian, kita dapat menelusuri kontribusi masing-masing lembaga dalam Islam Rahmatan Lil-Alamin. Perbandingan ini akan memberikan gambaran yang komprehensif tentang efektivitas lembaga Amil Zakat dalam konteks keberlangsungan ekonomi masyarakat Pamekasan. Selain peran tradisional mereka sebagai penyalur zakat dan sadaqah, lembaga Amil Zakat di Pamekasan juga terlibat dalam program CSR. Program CSR dianggap sebagai langkah konkret lembaga Amil Zakat dalam memberikan dampak positif kepada Program-program ini mencakup berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Analisis mendalam terhadap kontribusi program CSR ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang sejauh mana lembaga Amil Zakat aktif dalam mendukung prinsip-prinsip Islam Rahmatan Lil-Alamin. Latar belakang penelitian ini menyoroti pentingnya memahami secara mendalam implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) oleh lembaga Amil Zakat di Pamekasan dan hubungannya dengan konsep Islam Rahmatan Lil-Alamin. Pamekasan, sebagai lokasi penelitian, dipilih secara kontekstual karena keberagaman masyarakatnya dan peran strategis lembaga Amil Zakat dalam mendukung kesejahteraan umat. Sebagai landasan, kita akan menjelajahi peran lembaga Amil Zakat dalam mencapai visi Islam Rahmatan Lil-Alamin dengan penekanan pada aspek CSR. Journal of Economic and Islamic Research Vol. 4 No. 01 November . Dalam penelitian ini, program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diimplementasikan oleh lembaga Amil Zakat juga akan ditinjau. Evaluasi terhadap sejauh mana program CSR tersebut berkontribusi dalam mencapai tujuan Islam Rahmatan LilAlamin akan menjadi fokus dalam menganalisis dampak positif yang dapat dihasilkan. Dengan demikian, penelitian ini akan memberikan pemahaman mendalam tentang kontribusi CSR sebagai program pendukung visi Islam Rahmatan Lil-Alamin. Kontribusi penelitian ini sangat penting dalam meningkatkan pemahaman terhadap implementasi CSR oleh lembaga Amil Zakat. Rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari penelitian ini akan memberikan panduan bagi pemangku kepentingan dan pemerintah lokal untuk memperkuat peran ekonomi dalam mencapai tujuan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Dengan memberikan pandangan yang komprehensif terhadap potensi integrasi antara prinsip ekonomi Islam, lembaga Amil Zakat, dan program CSR, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan Islam Rahmatan Lil-Alamin di Pamekasan. Penelitian ini dilakukan karena perlunya pemahaman mendalam tentang bagaimana aspek-aspek ekonomi, kelembagaan Amil Zakat, dan program CSR dapat saling berintegrasi untuk menciptakan dampak positif dalam mencapai tujuan visi Islam Rahmatan Lil-Alamin. Dengan demikian, penelitian ini bukan hanya memberikan gambaran tentang kondisi ekonomi dan peran lembaga Amil Zakat di Pamekasan, tetapi juga memberikan landasan untuk perbaikan dan pengembangan kebijakan yang dapat lebih efektif dalam mewujudkan visi Islam Rahmatan Lil-Alamin di tingkat lokal. Terdapat tiga permasalahan spesifik yang akan diteliti oleh peneliti, yaitu sejauh mana lembaga Amil Zakat di Pamekasan terlibat dalam program Corporate Social Responsibility (CSR)?. Bagaimana model implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) oleh lembaga Amil Zakat di Pamekasan?. Seberapa efektif kontribusi program CSR tersebut dalam mendukung prinsip-prinsip Islam Rahmatan LilAlamin, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi? METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis desain studi kasus multisitus (Sugiyono, 2. Pendekatan kualitatif memberikan ruang untuk mendalami implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) dalam mewujudkan Islam Rahmatan Lil-Alamin pada Lembaga Amil Zakat Pamekasan. Melalui metode studi kasus, penelitian ini menganalisis dampak dan efektivitas penerapan CSR terhadap Journal of Economic and Islamic Research Vol. 4 No. 01 November . keadilan dalam transaksi serta model implementasinya pada lembaga amil zakat di Pamekasan. Pendekatan studi kasus memfasilitasi eksplorasi kontribusi CSR dalam mencapai visi Islam Rahmatan Lil-Alamin secara spesifik di Pamekasan. Peneliti akan mengidentifikasi lembaga amil zakat yang menjadi subjek penelitian. Langkah berikutnya adalah menjadwalkan observasi dan wawancara (Bungin, 2012. Hal. dengan pengelola, staf terkait, dan masyarakat penerima manfaat. Data juga dikumpulkan dari analisis dokumen kebijakan CSR, laporan kegiatan CSR, serta evaluasi dampak program untuk mendukung pemahaman tentang kontribusi CSR terhadap visi Islam Rahmatan Lil-Alamin. Pendekatan kombinasi wawancara mendalam dan analisis dokumen akan menjadi prosedur pengumpulan data untuk memahami implementasi CSR di Lembaga Amil Zakat Pamekasan. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Lembaga Amil Zakat di Pamekasan dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) LAZISNU dan LAZISMU, sebagai lembaga amil zakat yang berafiliasi dengan dua organisasi keagamaan besar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, menunjukkan peran strategis dalam pengelolaan zakat, infaq, sedekah (ZIS), dan dana sosial lainnya. Keduanya memiliki kesamaan dalam struktur organisasi yang terorganisir dan hierarki yang jelas, yang ditunjukkan melalui papan informasi dan peran anggota yang terstruktur di kantor masing-masing. Poster visi dan misi yang terpampang menegaskan komitmen terhadap transparansi, amanah, dan profesionalitas. Berdasarkan analisis, tata kelola organisasi yang baik ini menjadi landasan utama dalam memastikan efektivitas program yang dilaksanakan. Struktur organisasi yang kuat membantu kedua lembaga dalam mengelola koordinasi internal serta mempertahankan akuntabilitas kepada masyarakat dan donatur. Kedua lembaga memiliki fokus program yang mirip, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan bantuan sosial. LAZISNU mengimplementasikan program seperti NUCARE yang mencakup bedah rumah, santunan anak yatim, dan bantuan bencana, bertujuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang rentan. Sebaliknya. LAZISMU menjalankan Medical Mobile Service untuk menyediakan layanan kesehatan keliling, serta santunan yatim dan lansia melalui program sosialnya. Perbedaan pendekatan ini menunjukkan fokus LAZISNU yang lebih luas pada pemberdayaan komunitas melalui akses ke kebutuhan dasar, sementara LAZISMU lebih menekankan pada pelayanan Journal of Economic and Islamic Research Vol. 4 No. 01 November . kesehatan dan kesejahteraan individu. Analisis menunjukkan bahwa kedua pendekatan ini saling melengkapi dalam mengatasi permasalahan social di komunitas target masingmasing. (Andani, 2020, hal. Di bidang pendidikan. NU-SMART dari LAZISNU memberikan beasiswa kepada siswa kurang mampu namun berprestasi, sementara LAZISMU menawarkan Beasiswa Berkah. Dhuafa', dan Prestasi. Selain itu. LAZISMU memiliki program inovatif seperti Sekolah Asuh, yang mendukung kesejahteraan guru. Berdasarkan hasil survei, pendekatan ini memberikan dampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan Keberhasilan program pendidikan ini sangat dipengaruhi oleh strategi kedua lembaga dalam melakukan survei kebutuhan masyarakat sebelum mendesain program. Pendekatan berbasis data ini memastikan bahwa penerima manfaat benar-benar berasal dari kelompok masyarakat yang membutuhkan. (Lestari & Talkah, 2020, hal. Pada aspek pemberdayaan ekonomi. NU-INTERPRENEUR dari LAZISNU menawarkan pelatihan kewirausahaan dan bantuan modal usaha untuk masyarakat yang ingin memulai bisnis, sementara LAZISMU memiliki program ZIS Produktif (ZISPRO) yang menyediakan modal usaha bagi pelaku UMKM dengan skema bebas riba. Program ZISPRO juga mencakup pelatihan kewirausahaan untuk meningkatkan kapasitas bisnis Analisis menunjukkan bahwa kedua program ini memberikan dampak signifikan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, meskipun terdapat perbedaan dalam strategi pelaksanaan. LAZISNU cenderung fokus pada pengembangan kewirausahaan komunitas, sedangkan LAZISMU lebih menitikberatkan pada pelaku usaha kecil dengan pembinaan berkelanjutan. Kedua lembaga memiliki pandangan yang sama tentang pentingnya CSR sebagai bagian integral dari misi mereka. CSR bagi LAZISNU tercermin dalam kerja sama dengan mitra eksternal untuk menjalankan program sosial seperti NU-CARE dan NUHEALTH. Perencanaan CSR dilakukan melalui identifikasi kebutuhan masyarakat, survei lapangan, serta penyusunan proposal yang terstruktur. Tahapan pelaksanaan meliputi penggalangan dana, koordinasi program, hingga evaluasi dampak, yang memastikan program berjalan secara transparan dan tepat sasaran. Di sisi lain. LAZISMU mendefinisikan CSR sebagai tanggung jawab sosial untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan dakwah. Contoh program seperti Medical Mobile Service dan Tabungan Fasilitas Qurban menunjukkan inovasi LAZISMU dalam merespons kebutuhan masyarakat secara holistik. Journal of Economic and Islamic Research Vol. 4 No. 01 November . Analisis menunjukkan bahwa keberhasilan CSR di kedua lembaga ini didukung oleh partisipasi aktif masyarakat lokal dan donator (Sewandi, dkk, 2024, 562-. LAZISNU lebih menonjol dalam pelibatan masyarakat setempat, seperti melalui diskusi bersama komunitas untuk menentukan prioritas program. Sementara itu. LAZISMU unggul dalam inovasi program yang berorientasi jangka panjang, seperti skema tabungan kurban yang membantu donatur merencanakan ibadah mereka secara finansial. Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan inovatif ini menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan. (Brawijaya & Hakim, 2023, hal. Kedua lembaga memiliki harapan besar terhadap pengembangan program mereka di masa depan. LAZISNU berharap dapat memperluas cakupan penerima manfaat, terutama di bidang pendidikan dan ekonomi. Harapan ini sejalan dengan visi lembaga untuk memberdayakan kaum mustadhAoafin sesuai nilai-nilai keislaman NU. Tantangan yang dihadapi adalah kebutuhan untuk meningkatkan keterlibatan dunia usaha dan masyarakat dalam mendukung program-program CSR mereka. Penelitian mencatat bahwa keterlibatan mitra eksternal menjadi faktor kunci untuk memperluas cakupan (Zunaidi, 2. Sementara itu. LAZISMU berkomitmen untuk memperkuat program pendidikan melalui tambahan beasiswa dan kesejahteraan guru, serta memperluas pelatihan kewirausahaan bagi pelaku usaha kecil. Harapan ini mencerminkan orientasi Muhammadiyah yang berfokus pada penguatan kapasitas individu untuk menciptakan perubahan sosial. Penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama LAZISMU adalah memastikan keberlanjutan program dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada dan menciptakan inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Berdasarkan analisis. LAZISNU dan LAZISMU memiliki peran signifikan dalam pengelolaan ZIS dan program pemberdayaan masyarakat. Perbedaan pendekatan dalam desain program mencerminkan nilai-nilai organisasi induk masing-masing, yang memberikan keragaman solusi terhadap masalah sosial (Alia, dkk, 2023, hal 70-. Peneliti merekomendasikan agar kedua lembaga mempertimbangkan kolaborasi strategis untuk berbagi praktik terbaik, khususnya dalam bidang pendidikan dan ekonomi. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas kedua lembaga dalam menciptakan dampak sosial yang lebih luas dan berkelanjutan. Selain itu, inovasi program berbasis teknologi juga dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan dana ZIS di masa depan. (Luntajo & Hasan, 2023, hal 14-. Journal of Economic and Islamic Research Vol. 4 No. 01 November . Model Implementasi Program Corporate Social Responsibility (CSR) pada Lembaga Amil Zakat di Pamekasan LAZISNU memiliki pendekatan sistematis dalam perencanaan dan pelaksanaan program CSR, dimulai dengan identifikasi kebutuhan masyarakat. Proses ini mencakup survei lapangan, dialog dengan masyarakat, dan koordinasi dengan tokoh lokal. Informasi yang dikumpulkan digunakan untuk menyusun perencanaan program, termasuk alokasi anggaran, penentuan sasaran penerima manfaat, dan metode pelaksanaan. Proses ini bertujuan memastikan bahwa program dirancang sesuai dengan kebutuhan nyata Sebagai contoh, dalam program Bedah Rumah, kebutuhan dasar akan hunian layak menjadi fokus utama. Dengan melibatkan sukarelawan dan donatur lokal, program ini menghasilkan dampak signifikan bagi penerima manfaat. LAZISMU menggunakan pendekatan serupa tetapi dengan penekanan yang lebih spesifik pada kolaborasi dengan komunitas lokal. Setelah mengidentifikasi kebutuhan masyarakat melalui survei lapangan dan pendataan calon penerima manfaat, mereka menyusun program CSR yang mencakup rincian anggaran. SOP, dan jadwal pelaksanaan. Koordinasi dengan mitra dan tim lokal menjadi langkah penting untuk memastikan keberhasilan implementasi. Sebagai contoh, pada program Beasiswa Pendidikan, proses seleksi dilakukan secara ketat untuk memastikan bahwa bantuan diberikan kepada siswa berprestasi dari keluarga dhuafa. Perbedaan pendekatan ini menunjukkan fleksibilitas masing-masing lembaga dalam menyesuaikan strategi dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang dilayani. Kedua lembaga berhasil menunjukkan bahwa perencanaan yang matang adalah fondasi penting untuk keberhasilan program CSR. Tahapan identifikasi kebutuhan masyarakat menjadi elemen kunci dalam perencanaan program CSR, baik untuk LAZISNU maupun LAZISMU. LAZISNU mengutamakan pendekatan dialogis dalam proses identifikasi kebutuhan. Survei lapangan dilakukan untuk memahami permasalahan yang dihadapi masyarakat, diikuti dengan diskusi intensif bersama tokoh masyarakat dan perangkat desa. Hasilnya, mereka mampu merancang program berbasis kebutuhan riil, seperti akses terhadap layanan kesehatan atau dukungan ekonomi. Misalnya, pada program Pelatihan Kewirausahaan, mereka mengundang instruktur berpengalaman untuk memberikan pelatihan yang relevan bagi masyarakat yang ingin memulai usaha mandiri. Langkah ini tidak hanya memberikan Journal of Economic and Islamic Research Vol. 4 No. 01 November . keterampilan baru, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi. (Hastuti, dkk, 2022, hal. Sebaliknya. LAZISMU menitikberatkan pada survei berkala dan kolaborasi dengan komunitas lokal untuk memastikan akurasi data. Pendekatan ini memungkinkan mereka memahami tantangan utama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Salah satu program yang dihasilkan adalah Medical Mobile Service, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan di daerah terpencil. Dengan menyediakan akses langsung ke layanan medis, program ini berhasil menjangkau masyarakat yang sebelumnya tidak terlayani. Identifikasi kebutuhan yang dilakukan kedua lembaga menunjukkan bahwa program CSR yang berbasis data dan dialog langsung dengan masyarakat mampu memberikan dampak yang signifikan dan berkelanjutan. (Andrai & Perkasa, 2024, hal. Kedua lembaga menekankan pentingnya standar dan prosedur dalam pelaksanaan program CSR untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas (Azzahra, dkk, 2024, hal. LAZISNU menerapkan prinsip syariah dalam setiap programnya, dengan memastikan penggunaan dana dilakukan secara amanah. Proses pelaporan dibuat transparan agar donatur dapat memantau perkembangan program. Selain itu, dokumentasi dan monitoring rutin memastikan program berjalan sesuai rencana. Sebagai contoh, dalam program Khitan Massal, mereka mendokumentasikan setiap tahapan mulai dari persiapan hingga pelaksanaan untuk menjamin akurasi dan transparansi. Sementara itu. LAZISMU mengacu pada standar Muhammadiyah, yang menekankan amanah dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana. Setiap program dijalankan dengan SOP yang jelas, mulai dari kriteria penerima manfaat hingga mekanisme pelaporan. Contohnya, program ZISPRO Modal Usaha memiliki panduan operasional yang mencakup pelatihan kewirausahaan dan pendampingan berkelanjutan. Langkah ini memastikan bahwa bantuan modal tidak hanya selesai pada tahap distribusi, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi penerima. Konsistensi penerapan standar ini menunjukkan komitmen kedua lembaga untuk memastikan bahwa setiap Tahapan monitoring dan evaluasi merupakan langkah krusial untuk memastikan keberhasilan program CSR. LAZISNU melakukan monitoring secara berkala dengan mengunjungi lokasi program dan berkoordinasi dengan tim lapangan. Proses ini bertujuan Journal of Economic and Islamic Research Vol. 4 No. 01 November . mengidentifikasi kendala yang mungkin muncul dan mencari solusi secara cepat. Misalnya, dalam program Bedah Rumah, monitoring dilakukan untuk memastikan kualitas renovasi sesuai standar yang telah ditetapkan. Setelah program selesai, evaluasi dilakukan untuk mengukur dampaknya terhadap penerima manfaat. Data evaluasi ini digunakan untuk menyempurnakan program di masa depan. (Iryadana, 2024, hal. Demikian pula. LAZISMU memiliki mekanisme monitoring yang melibatkan laporan perkembangan dari tim lapangan dan kunjungan langsung ke lokasi program. Evaluasi dilakukan di akhir setiap program, dengan mengumpulkan umpan balik dari penerima manfaat dan menilai dampak jangka panjang. Sebagai contoh, evaluasi program Beasiswa Pendidikan mencakup penilaian keberhasilan akademik siswa penerima Hasil evaluasi ini tidak hanya membantu dalam perbaikan program, tetapi juga meningkatkan kepercayaan donatur. (Bustani, 2024, hal. Proses monitoring dan evaluasi yang sistematis menunjukkan komitmen kedua lembaga untuk memastikan program CSR mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Diandra & Dewi, 2024, hal. Sasaran program CSR LAZISNU difokuskan pada masyarakat yang paling rentan, seperti anak yatim, dhuafa, dan komunitas terdampak bencana. Program mereka tidak hanya memberikan bantuan langsung, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Misalnya. Pelatihan Kewirausahaan memberikan keterampilan yang dapat digunakan untuk menciptakan peluang usaha baru. Di sisi lain. LAZISMU menargetkan kelompok masyarakat fisabilillah di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Program seperti Medical Mobile Service memberikan solusi nyata terhadap masalah ini, sementara ZISPRO Modal Usaha membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Keberhasilan kedua lembaga dalam menetapkan sasaran menunjukkan bahwa fokus pada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan adalah langkah yang efektif untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. (Supriandi, 2. Pendekatan sistematis LAZISNU dan LAZISMU dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi program CSR menunjukkan komitmen mereka terhadap transparansi dan dampak sosial. Program-program yang berbasis data dan kebutuhan masyarakat nyata menjadi kunci keberhasilan kedua lembaga. (Candarmaweni, 2020, hal. Journal of Economic and Islamic Research Vol. 4 No. 01 November . Efektifitas Program CSR dalam Mendukung Prinsip-prinsip Islam Rahmatan LilAlamin LAZISNU memiliki program pendidikan unggulan, seperti NU-SMART, yang berfokus pada pemberian beasiswa kepada siswa dari keluarga kurang mampu. Beasiswa ini terbukti efektif dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan, mengurangi angka putus sekolah, dan membuka peluang bagi siswa untuk meraih prestasi lebih baik. Selain bantuan finansial. LAZISNU juga memberikan pendampingan pendidikan yang bertujuan mengembangkan karakter dan keterampilan siswa. Keberhasilan program ini terlihat dari meningkatnya jumlah penerima manfaat dan dampaknya pada peningkatan kualitas pendidikan lokal, khususnya di Pamekasan. Sementara itu. LAZISMU menjalankan program Beasiswa Berkah. Dhuafa, dan Prestasi, serta memberikan bantuan untuk kesejahteraan guru. Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan. Efektivitasnya terlihat dari peningkatan prestasi akademik penerima beasiswa dan meningkatnya motivasi tenaga pendidik di daerah Dengan kombinasi dukungan finansial dan motivasi bagi guru. LAZISMU berkontribusi signifikan pada peningkatan mutu pendidikan di daerah kurang terjangkau. Kedua program pendidikan ini menunjukkan bahwa investasi dalam sumber daya manusia melalui pendidikan dapat menciptakan dampak jangka panjang yang berkelanjutan bagi masyarakat. (Alfiana, 2023, hal. Dalam bidang kesehatan. LAZISNU menjalankan program NU-HEALTH yang mencakup layanan seperti Khitan Massal dan pemberian obat gratis. Program ini dirancang untuk meningkatkan akses masyarakat kurang mampu terhadap layanan kesehatan dasar. Efektivitasnya terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat dan peningkatan kualitas hidup mereka. Dalam jangka pendek, program ini membantu memenuhi kebutuhan kesehatan dasar, sementara dalam jangka panjang, program ini meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan. (Rizayani & Syaharuddin, 2023, hal. Di sisi lain. LAZISMU mengimplementasikan program kesehatan seperti Medical Mobile Service, yang menyediakan layanan kesehatan keliling, serta program Khitan Massal dan pemberian obat gratis. Program ini dinilai sangat efektif karena mampu menjangkau masyarakat di daerah terpencil dengan layanan kesehatan yang layak tanpa Tingginya antusiasme masyarakat menjadi indikator keberhasilan program ini dalam meningkatkan akses dan kesadaran terhadap layanan kesehatan. Journal of Economic and Islamic Research Vol. 4 No. 01 November . Kedua lembaga ini menunjukkan komitmen untuk mendukung masyarakat melalui program kesehatan yang inklusif, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan jangka pendek tetapi juga menciptakan dampak jangka panjang yang positif. (Moento, dkk, 2024, hal 33-. LAZISNU menjalankan program ZISPRO dan NU-INTERPRENEUR, yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin. Program ini mencakup pelatihan kewirausahaan dan pemberian modal usaha. Efektivitasnya tercermin dari peningkatan pendapatan penerima manfaat dan terciptanya lapangan kerja baru di komunitas lokal. Dengan memberikan pelatihan keterampilan dan modal, program ini ketergantungan pada bantuan eksternal. (Alfiansyah, 2023, hal. LAZISMU, melalui program ZISPRO, memberikan pelatihan UMKM dan modal usaha tanpa riba. Program ini berhasil memberdayakan masyarakat miskin dengan membantu mereka memulai atau mengembangkan usaha kecil. Hasilnya adalah peningkatan pendapatan penerima manfaat dan pengurangan ketergantungan terhadap pinjaman berbasis riba. Selain itu, program ini mendukung pengembangan ekonomi mikro yang inklusif di komunitas lokal. (Cahyono, dkk, 2024, hal. Keberhasilan kedua lembaga dalam program ekonomi menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan keterampilan dan bantuan modal adalah langkah efektif untuk menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. (Kesumadewi, & Aprilyani, 2024, hal. Baik LAZISNU maupun LAZISMU menekankan pentingnya inklusivitas dalam pelaksanaan program CSR mereka. LAZISNU memastikan program-programnya, seperti beasiswa dan layanan kesehatan, didistribusikan secara merata melalui proses identifikasi kebutuhan yang mendalam dan seleksi transparan. Monitoring berkala dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mendukung prinsip keadilan sosial, dan mencerminkan nilai Rahmatan Lil-Alamin. (Hasibuan, 2023, hal. Di sisi lain. LAZISMU menerapkan pendekatan inklusif dengan memprioritaskan kelompok rentan, seperti fakir miskin, dhuafa, dan kelompok fisabilillah. Dengan asesmen kebutuhan mendalam dan kerjasama dengan komunitas lokal. LAZISMU memastikan bahwa bantuan tepat sasaran. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara rutin untuk menilai dampak program dan mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan. Journal of Economic and Islamic Research Vol. 4 No. 01 November . Pendekatan ini menunjukkan komitmen kedua lembaga untuk memastikan manfaat program CSR dirasakan oleh semua lapisan masyarakat tanpa diskriminasi, menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan dan inklusif. (Suwandi, dkk, 2022, hal. Program CSR yang dijalankan oleh LAZISNU dan LAZISMU terbukti efektif dalam meningkatkan akses pendidikan, layanan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi Efektivitas program mereka terlihat dari peningkatan indikator kesejahteraan masyarakat, seperti akses pendidikan yang lebih baik, peningkatan pendapatan, dan kualitas hidup yang lebih baik secara keseluruhan. (Luthfi, 2019, hal. KESIMPULAN Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Pamekasan memiliki peran signifikan dalam mendukung program Corporate Social Responsibility (CSR). Keterlibatan ini ditunjukkan melalui berbagai program yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. LAZ berperan sebagai mitra strategis perusahaan dalam mengelola dana CSR untuk disalurkan secara terencana dan tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal. Namun, sejauh mana intensitas dan cakupan keterlibatan ini bervariasi tergantung pada kapasitas lembaga, kemitraan dengan perusahaan, serta dukungan dari pihak-pihak Model implementasi CSR yang diterapkan oleh LAZ di Pamekasan mengacu pada pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat dengan prinsip pemberdayaan. Programprogram yang dilaksanakan mencakup pemberian beasiswa pendidikan, layanan kesehatan gratis, pelatihan keterampilan kerja, hingga bantuan modal usaha mikro. Proses implementasi diawali dengan identifikasi kebutuhan masyarakat, perencanaan bersama mitra CSR, pelaksanaan program, hingga evaluasi keberlanjutan. Pendekatan ini tidak hanya memberikan bantuan material tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat yang menjadi sasaran program. Kontribusi program CSR yang dikelola oleh LAZ di Pamekasan terbukti efektif dalam mendukung prinsip-prinsip Islam Rahmatan LilAlamin. Hal ini terlihat dari dampak positif yang dihasilkan, terutama dalam tiga sektor Pendidikan Program beasiswa dan peningkatan akses pendidikan telah membantu menciptakan generasi yang lebih berdaya dan berilmu. Kesehatan Journal of Economic and Islamic Research Vol. 4 No. 01 November . Layanan kesehatan gratis dan penyuluhan kesehatan masyarakat meningkatkan kualitas hidup warga, khususnya kelompok rentan. Ekonomi Bantuan modal usaha dan pelatihan keterampilan memberikan kontribusi signifikan dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan taraf hidup masyarakat. Keterlibatan dan implementasi CSR oleh LAZ di Pamekasan telah memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan harmoni sosial dan memenuhi prinsip kebermanfaatan universal dalam Islam. DAFTAR PUSTAKA