E-ISSN 2798-3846 Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA MELALUI PENGEMBANGAN 3 Nomor 2 Desember KETERAMPILAN PEMBUATAN KERAJINANVolume TANGAN RAJUT DALAM2023 PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA Doni Mardiyanto1* Universitas Surakarta mardiyanto@unsa. ABSTRAK Masyarakat pedesaan khususnya kalangan perempuan masih banyak menjadi ibu rumah tangga, sehingga belum memiliki pekerjaan yang tetap. Selain itu, sebagian juga mengandalkan pekerjaan di sawah yang bekerjanya pada saat tanam dan panen saja. Tentunya para perempuan ini tidak hanya ingin menjadi ibu rumah tangga biasa dan hanya mengerjakan pekerjaan rumah pada umumnya. Akan tetapi selain bisa menjaga keutuhan rumah tangga juga tetap bisa produktif di dalam rumah. Program pengabdian ini menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat desa melalui pengembangan keterampilan merajut dalam upaya peningkatan ekonomi keluarga di Kecamatan Polokarto. Sukoharjo. Di samping itu, para peserta juga diberi penyuluhan materi tentang bauran pemasaran dan strategi bisnis. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah adanya penambahan keterampilan dan terbentuknya kelompok usaha bidang rajut serta menghasilkan pendapatan bagi keluarga. Kata Kunci: Kewirausahaan. Pemberdayaan. Keterampilan. Masyarakat Desa ABSTRACT Rural communities, especially women, are still mostly housewives, so they do not have permanent jobs. In addition, some of them also rely on work in the rice fields, working only during planting and harvesting. Of course, these women do not just want to be ordinary housewives and only do housework in general. However, besides being able to maintain the integrity of the household, they can also still be productive at home. This service program focuses on empowering village communities through the development of knitting skills in an effort to improve the family economy in Polokarto District. Sukoharjo. In addition, the participants were also given counseling on the marketing mix and business strategies. The result of this service activity is the addition of skills and the formation of a knitting business group and generating income for the family. Keywords: Entrepreneurship. Empowerment. Skills. Village Community Tanggal Masuk: 2 Oktober 2023 Tanggal Diterima: 27 Desember 2023 Halaman: 100-108 Mardiyanto Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 PENDAHULUAN Pemberdayaan masyarakat merupakan usaha untuk mengatasi sebagian permasalahan yang dihadapi oleh suatu kelompok manusia. Konsep pemberdayaan masyarakat dapat diartikan sebagai tindakan kolektif dalam mengorganisir diri oleh penduduk suatu komunitas, dengan tujuan menyelesaikan masalah sosial atau memenuhi kebutuhan sosial. Proses pemberdayaan ini melibatkan partisipasi aktif, peluang, dan akses terhadap sumber daya serta layanan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup, baik secara individu maupun secara kelompok, sesuai dengan kapasitas dan sumber daya yang tersedia (Gunawan, 2009:. Mayoritas penduduk di pedesaan menghadapi tantangan ekonomi, tingkat pendidikan yang rendah, dan produktivitas yang kurang memadai. Oleh karena itu, keterlibatan dalam pengabdian masyarakat di desa sangat penting. Peran ibu rumah tangga saat ini perlu diakui dan ditingkatkan untuk meningkatkan kesejahteraan Sebaiknya, seorang ibu dapat menjadi mandiri dan tidak hanya bergantung pada suaminya. Ibu yang mandiri adalah individu yang proaktif dalam mengambil langkah-langkah konkret untuk mendukung dan memajukan kehidupan keluarganya. Dukungan terhadap inisiatif perempuan sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, menjadi dasar bagi aspirasi kaum perempuan di Kecamatan Polokarto. Sukoharjo, untuk meningkatkan ekonomi keluarga melalui peningkatan Perempuan yang berusaha dianggap lebih tanggung jawab dan profesional dalam mengelola keuangan. Pemerintah dan lembaga perbankan juga telah memberikan dukungan finansial kepada para wirausaha, dengan harapan bahwa akses tersebut akan memberikan peluang bagi mereka untuk mengembangkan usaha mereka. Kaum perempuan dianggap sebagai kelompok yang proaktif, yang dalam beberapa situasi berani mengambil inisiatif, terutama ketika dihadapkan pada kondisi sosial ekonomi yang langsung berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup keluarga mereka. Mereka tidak hanya bercita-cita menjadi ibu rumah tangga biasa yang hanya menangani pekerjaan rumah, tetapi juga ingin tetap produktif di dalam rumah sambil menjaga keutuhan rumah tangga. Mardiyanto Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 I Gede Bayu Wijaya . melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pengrajin Tujuannya adalah agar mereka mampu mengembangkan usaha mereka dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, seperti pelatihan pemasaran modern . -commerc. dan pembentukan kelompok usaha. Istiqomah . juga melaksanakan pengabdian masyarakat dengan fokus pada pengembangan pemberdayaan di desa. Melalui pelatihan pembuatan krupuk samiler, upaya ini ditujukan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Masyarakat di desa diharapkan dapat menggunakan waktu luang mereka untuk menghasilkan krupuk samiler, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan mereka. Tujuan pengabdian ini adalah menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni dengan melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa melalui pelatihan keterampilan merajut dalam upaya meningkatkan ekonomi . Diharapkan masyarakat memiliki tambahan keterampilan merajut yang dapat dikembangkan sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga dan juga dapat terbentuk kelompok usaha. METODE Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan Pendekatan Partisipatif dalam Penilaian Pedesaan (Participatory Rural Appraisal/PRA). PRA adalah suatu metode pengembangan potensi masyarakat di mana masalah-masalah yang dihadapi diidentifikasi oleh masyarakat itu sendiri, dan solusi-solusi yang dihasilkan dari masalah tersebut dapat digunakan oleh masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut (Adimiharjo & Hikmat, 2. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan pelatihan keterampilan dalam pembuatan kerajinan tangan rajut, dengan melibatkan 34 peserta perwakilan dari setiap desa yang berada di Kecamatan Polokarto. Tahap pelaksanaan diawali dengan identifikasi jenis kegiatan pelatihan, menentukan peserta yang akan terlibat sesuai dengan kuota kebutuhan, sosialisasi kegiatan dan memperkenalkan tentang rajut, kemudian penentuan grup diskusi dan Mardiyanto Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 kelompok usaha, pelatihan dan pendampingan hingga pembuatan grup di media sosial dalam rangka memudahkan proses pendampingan dan diskusi secara keberlanjutan Tahap evaluasi merupakan tahap mengukur tingkat keberhasilan program kegiatan yang dilakukan, yakni mulai kualitas produk yang dihasilkan hingga potensi bisnis yang dapat dikembangkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Merajut merupakan keterampilan yang sangat dekat dengan kalangan perempuan terlebih ibu-ibu, produk yang dapat dihasilkan sangat banyak dan beragam model sehingga memiliki potensi bisnis yang sangat baik. Rajut terdapat dua jenis yakni rajut yang dihasilkan mesin dan rajut tangan. Pada pelatihan ini lebih diajarkan rajut tangan, dikarenakan rajut tangan memiliki keunggulan lebih dibandingkan mesin diantaranya kualitas produk lebih baik dan awet, model lebih beragam dan inovatif, minim modal, dapat dijual dengan harga yang lebih mahal sehingga keuntungan lebih besar dan banyak peminatnya. Produk rajut yang dihasilkan antara lain berupa tas, dompet, aksesoris hingga pakaian. Bahan dasar yang digunakan adalah benang rajut dengan beragam jenis benang seperti nilon dan polyester. Benang ini paling banyak digunakan bagi kalangan para pangrajin rajut. Bahannya cukup mudah untuk didapatkan di pasaran dengan harga yang cukup terjangkau, sementara jika telah menjadi produk rajut, maka harga akan menjadi jauh lebih mahal. Adapun bahan dan peralatan yang diperlukan meliputi jarum rajut . , benang rajut . ilon/ polyeste. , gunting, jarum jahit dan benang jahit biasa. Mardiyanto Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 Gambar 1. contoh produk rajut Pra Pelaksanaan Sebelum dilaksanakan kegiatan pelatihan tersebut, para peserta diberikan informasi tentang maksud dan tujuan dari kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh tim Pada keterampilan dalam meningkatkan kompetensi diri dan potensi menambah pendapatan Kemudian para peserta dijelaskan mengenai mekanisme kegiatan, hal-hal yang harus dipersiapkan dan pengenalan rajut. Keterampilan rajut merupakan keterampilan yang sangat dekat dengan kalangan perempuan atau khususnya ibu-ibu dan mereka cenderung antusias untuk Terlebih tuntutan ekonomi yang semakin tinggi mendorong kaum perempuan berkeinginan untuk mengikuti kegiatan pelatihan tersebut sebagai bagian alternatif dalam upaya menambah pendapatan keluarga. Selain itu juga diperkenalkan mengenai macam-macam alat dan bahan yang digunakan meliputi benang rajut satu gulung, jarum hakpen, gunting, jarum jahit dan benang, disampaikan pula estimasi harga dan lokasi penjualan hingga penjelasan mengenai potensi bisnis yang dapat dikembangkan, hambatan dan kendala yang dihadapi, suka duka dalam menekuni bisnis rajut sehingga peserta bersemangat hadir mengikuti serangkaian kegiatan program pengabdian. Mardiyanto Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 Pelaksanan Pada tahap pelaksanaan program kegiatan pengabdian, para peserta yang telah didata dan dipersiapkan sebelumnya hadir di lokasi yang telah ditentukan, yakni di balai/ pendopo kantor Kecamatan Polokarto. Target peserta awal sebanyak 30 orang, tetapi setelah dipresensi bertambah menjadi 34 orang, hal ini dikarenakan antusias yang cukup tinggi dari kalangan warga masyarakat. Tim telah menyiapkan saran dan prasarana yang dibutuhkan dan kemudian dibagikan kepada para peserta. Berikutnya pemandu materi mempresentasikan materi yang diawali dengan perkenalan tentang ruang lingkup rajut dan jenis peralatan rajut dan mempraktekkan cara merajut tangan dengan membuat grup atau kelompok-kelompok yang lebih kecil sehingga materi dapat tersampaikan dengan lebih efektif. Pelaksanaan pelatihan diagendakan selama dua hari. Fokus hari pertama adalah praktek dan simulasi materi, kemudian pemateri memberikan tugas untuk dilanjutkan di rumah. Selanjutnya hari kedua, para peserta melanjutkan kegiatan pelatihan dan dilakukan evaluasi. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberi target untuk menyelesaikan satu sampel produk berupa dompet. Pada saat proses praktek merajut, para peserta didampingi dan dibimbing secara langsung, diajarkan secara pelan-pelan dan penuh kesabaran. Peserta juga sangat aktif bertanya, saling berdiskusi dan berinteraksi satu dengan yang lain. Gambar 2. Proses Pengenalan materi Gambar 3. Proses Praktek Mardiyanto Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 Evaluasi Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Kecamatan Polokarto. Sukoharjo telah berjalan dengan baik dan lancar serta sesuai dengan rencana yang Target peserta pelatihan sebagaimana yang direncanakan sebelumnya sebanyak 30 peserta ibu-ibu di Kecamatan Polokarto, justru dalam pelaksanaannya, kegiatan ini diikuti lebih banyak peserta yakni sebanyak 34 peserta. Banyak peserta yang telah menyelesaikan tugas membuat produk tersebut, tetapi ada juga yang belum Hasil karya peserta kemudian ditunjukkan dan ditampilkan untuk dievaluasi, dan diberi masukan atau saran agar hasil lebih rapi dan baik. Untuk menguasai teknik merajut dengan baik, memang dibutuhkan waktu dan ketekunan dalam berlatih di rumah, kesabaran menjadi modal utama untuk menekuni usaha inimenjadikan hobi dan mencoba terus berkreasi/ berinovasi. Para peserta juga diberi kiat-kiat khusus dalam menjalankan usaha rajut bagi yang serius menekuni. Di akhir kegiatan, para peserta dibuatkan forum grup diskusi dan informasi melalui media sosial sebagai upaya untuk dapat dilakukan pendampingan Gambar 4. Proses Evaluasi hasil Gambar 5. Penjelasan potensi bisnis SIMPULAN DAN SARAN Secara umum permasalahan yang terjadi di masyarakat pedesaan meliputi masih banyak waktu yang terbuang dan kurang produktif, pendapatan yang tidak tetap, dan rendahnya kompetensi yang dimiliki, sehingga berdampak pada rendahnya tingkat pendapatan dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Program Mardiyanto Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 Pengabdian kepada masyarakat melalui model pelatihan merajut bagi warga masyarakat di Kecamatan Polokarto ini telah memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat. Walaupun belum 100% semua peserta menguasai keterampilan, akan tetapi masyarakat peserta pelatihan minimal telah memiliki tambahan keterampilan merajut yang dapat dikembangkan sebagai usaha di rumah atau sampingan disela-sela waktu yang tersedia, sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga. Pemantauan dan pendampingan berikutnya dilakukan secara langsung ataupun tidak langsung melalui grup media sosial. Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan dan bahkan berkeinginan untuk dapat diadakan kembali. Sehingga diharapkan program pengabdian ini dapat berkelanjutan. Tentu penulis berharap agar program ini terus ditingkatkan dan dilaksanakana pada waktu mendatang dengan menitikberatkan pada proses dan hasil yang efektif. Lembaga dan tim PkM terkait juga terus melakukan pendampingan, pemantauan dan evaluasi sehingga ada tindak lanjut dari para peserta program untuk memaksimalkan hasil keterampilan yang sudah UCAPAN TERIMAKASIH Tim pengabdian kepada masyarakat menyampaikan terimakasih kepada Kepala Kantor Kecamatan Polokarto. Ketua UPK DAPM Kecamatan Polokarto dan segenap jajaran yang sudah berkenan memberikan ijin dan membantu terlaksananya kegiatan serta segenap warga masyarakat yang sudah berpartisipasi aktif dan mengikuti kegiatan dengan sangat antusias. Semoga ilmu yang telah diberikan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari dan mampu mengembangkan usaha sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga. DAFTAR PUSTAKA