Volume7. Nomor 2. Desember 2016 e-ISSN : 2540-9611 | p-ISSN :2087-8508 I ILM Jurnal Medika Saintika AT A N S EKO L SY E Jurnal Medika Saintika Vol 7 . D Z A SA I NT I K A http://syedzasaintika. id/jurnal HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN JENIS KELAMIN PERAWAT DENGAN PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK KEPADA PASIEN Vino Rika Nofia Stikes Syedza Saintika ABSTRAK Perilaku perawat saat berkomunikasi terapeutik dengan pasien berhubungan dengan apa yang diketahui perawat dan seharusnya berbuat seperti yang diketahuinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Jenis Kelamin Perawat dengan Penerapan Komunikasi Terapeutik kepada Pasien. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini telah dilakukan di Ruangan Rawat Inap Interne dan Bedah RSUD Pariaman dimulai bulan September 2015 - bulan Februari Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bekerja di Ruangan Rawat Inap Interne dan Bedah RSUD Pariaman yang berjumlah 33 orang. Sampel diambil secara total Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner untuk diisi langsung oleh Tahap pengolahan data melalui editing, coding, entry, cleaning dan tabulating dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian univariat menunjukkan responden dengan penerapan komunikasi terapeutik yang kurang baik yaitu 57,6%, responden dengan tingkat pengetahuan yang rendah mengenai komunikasi terapeutik yaitu 72,7%, dan responden dengan jenis kelamin perempuan 69,7%, laki-laki 30,3%. Dan hasil penelitian bivariat menggunakan uji chi square terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan perawat dengan penerapan komunikasi terapeutik . = 0,. , terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin perawat dengan penerapan komunikasi terapeutik . = 0,. Kesimpulan penelitian ini bahwa semakin baik pengetahuan perawat maka pelaksanaan komunikasi terapeutik semakin baik, dan pelaksanna komunikasi terapeutik lebih baik pada perawat perempuan dibandingkan pada perawat laki-laki. Kata Kunci : Komunikasi terapeutik, pengetahuan, jenis kelamin PENDAHULUAN Perawat adalah orang yang mengasuh Komunikasi ini merupakan proses yang dan merawat orang lain yang mengalami berkesinambungan dan dinamis, dimana masalah kesehatan. Perawat merupakan informasi tetapi juga untuk membantu penyembuhan pasien (Sheldon, 2. memberikan perawatan kepada pasien yang Komunikasi mengalami masalah kesehatan (Rifiani dan Hartanti, 2. Masalah kesehatan pada pasien dapat diketahui oleh perawat melalui komunikasi. enyembuhan/pemulihan Komunikasi Volume7. Nomor 2. Desember 2016 e-ISSN : 2540-9611 | p-ISSN :2087-8508 nilai, latar belakang sosial budaya, emosi, (Damaiyanti, 2. Komunikasi terapeutik merupakan komunikasi yang dilakukan hubungan, lingkugan dan jarak. Tingkat secara sadar, bertujuan untuk meningkatkan yang dilakukan. Seseorang dengan tingkat untuk penyembuhan pasien (Rifiani dan Hartanti, 2. pertanyaan yang mengandung bahasa verbal Komunikasi dengan tingkat pengetahuan yang lebih proses keperawatan yaitu sebagai sarana Penerapan komunikasi terapeutik di yang sangat efektif dalam memudahkan Rumah Sakit akan terlaksana dengan baik perawat melaksanakan peran dan fungsinya bila didukung oleh pengetahuan perawat dengan baik, tanpa komunikasi pelayanan mengenai komunikasi terapeutik . untuk diaplikasikan. tujuan, manfaat, prinsip, tahapan, maupun teknik-teknik dari Komunikasi terapeutik Dalam komunikasi ditujukan untuk mengubah (Potter & Perry dalam Damaiyanti, 2. prilaku pasien guna mencapai tingkat Jenis kesehatan yang optimal, yang bertujuan kemampuan komunikasi terapeutik perawat untuk terapi, maka komunikasi dalam (Damaiyanti, 2. Menurut Friedman keperawatan disebut sebagai komunikasi . mengatakan bahwa Pria memiliki terapeutik (Suryani, 2. sifat agresif dan Wanita memiliki sifat Memiliki keterampilan berkomunikasi Menurutnya yang terapeutik, perawat akan lebih mudah energi wanita dicurahkan untuk hamil, menjalin hubungan saling percaya dengan melahirkan dan menyusui, sehingga insting klien, sehingga akan lebih efektif dalam maternal ini menjadikan wanita memiliki mencapai tujuan asuhan keperawatan yang kelebihan dalam merawat dan menjalin telah diterapkan dan memberikan kepuasan komunikasi yang baik dengan orang lain. profesional dalam pelayanan keperawatan. Hal Manfaat dari komunikasi terapeutik adalah komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh mendorong kerja sama antara perawat dengan pasien melalui hubungan perawat- dengan perawat pria. Di Indonesia penelitian yang dilakukan masalah dan mengevaluasi tindakan yang oleh Mahmud . tentang AuHubungan dilakukan oleh perawat (Damaiyanti, 2. Pengetahuan Berhasilnya Terapeutik Perawat dengan kemampuan Komunikasi Terapeutik dalam Melaksanakan Asuhan diantaranya adalah perkembangan, persepsi. Keperawatan pada Pasien di Ruang Rawat Komunikasi Volume7. Nomor 2. Desember 2016 e-ISSN : 2540-9611 | p-ISSN :2087-8508 Inap Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango tahun 2015 yaitu 1347 orang, dengan rata- tahun 2014Ay menunjukkan bahwa sebagian . ,4%) Bed pengetahuan komunikasi terapeutik kurang Occupation Rate (BOR) adalah 78,23%. baik, memiliki kemampuan yang kurang Dan jumlah pasien yang dirawat Di baik pula dalam penerapan komunkasi Instalasi Rawat Inap Bedah bulan Januari terapeutik yaitu sebagan besar responden sampai Oktober . ,9%). Dan Menurut Nurmeila . orang, dengan rata-rata pasien rawat inap dalam penelitiannya tentang AuHubungan perbulannya berjumlah 145 orang dimana Pengetahuan dan Sikap Perawat dengan Bed Penerapan Komunikasi Terapeutik kepada 67,81%. tahun 2015 yaitu 1458 Occupation Rate (BOR) Pasien di Ruangan Rawat Inap Penyakit Berdasarkan survei awal penelitian Dalam dan Bedah RSU Mayjen H. pada tanggal 2 September 2015 terhadap 10 Thalib Kabupaten Kerinci Tahun 2014Ay . orang perawat yang bekerja di menunjukkan bahwa lebih dari separuh Instalasi Rawat Inap Interne dan Bedah responden . %) dengan pengetahuan RSUD Pariaman mengenai pengetahuan rendah terhadap komunikasi terapeutik, perawat tentang penerapan komunikasi memiliki kemampuan yang kurang baik terapeutik, 8 orang menyatakan tidak dalam penerapan komunikasi terapeutik yaitu sebagian besar responden . ,7%). terapeutik, 7 orang mengatakan tidak Rumah Sakit Umum Daerah Pariaman merupakan Rumah Sakit Umum terapeutik, 6 orang mengatakan tidak Milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang dijadikan rujukan bagi Puskesmas dan terapeutik, 7 orang mengatakan tidak Rumah Sakit yang ada diwilayah kerja mengetahui tahapan komunikasi terapeutik Sumatera Barat bahagian barat. Ruang dan 8 orang mengatakan tidak mengetahui Instalasi Rawat Inap Interne dan Bedah teknik dari komunikasi terapeutik. Dan dari merupakan ruang rawat inap dengan jumlah pengamatan selama survei awal kepada pasien terbanyak dibandingkan dengan perawat laki-laki dan perawat perempuan ruang rawat inap lain. Perawat yang yang bekerja di Ruangan Rawat Inap bekeraja di Ruang Rawat Inap Interne Interne dan Bedah, menunjukkan bahwa 1 berjumlah 33 orang. Interne 17 orang . dari 4 orang perawat laki-laki sudah orang perawat S1 dan 13 orang perawat menyapa pasien dengan ramah sambil D. dan Bedah berjumlah 16 orang . orang perawat S1 dan 10 orang perawat Sedangkan 2 dari 4 perawat perempuan D. Adapun jumlah pasien rawat inap sudah menyapa pasien dengan ramah Interne pada bulan Januari sampai Oktober sambil memperkenalkan diri dengan baik. Volume7. Nomor 2. Desember 2016 e-ISSN : 2540-9611 | p-ISSN :2087-8508 Berdasarkan hal tersebut maka penulis telah telah dilakukan di Ruangan Rawat Inap melakukan penelitian tentang "Hubungan Interne Pengetahuan dan Jenis Kelamin Perawat dimulai dari dengan Penerapan Komunikasi Terapeutik bulan Februari 2016. kepada Pasien di Ruangan Rawat Inap penelitian ini adalah seluruh perawat yang Interne dan Bedah RSUD Pariaman Tahun bekerja di Ruangan Rawat Inap Interne dan 2016Ay. Bedah METODE PENELITIAN Februari 2016 yang berjumlah 33 orang. Desaian Bedah RSUD Pariaman, bulan September 2015 s/d RSUD Populasi dalam Pariaman Teknik penelitian ini adalah Total Populasi, dalam pendekatan cross sectional study. Pada hal ini yang menjadi sampel adalah seluruh penelitian ini variabel independen adalah perawat yang bekerja di Ruangan Rawat komunikasi terapeutik perawat, sedangan Inap Interne dan Bedah RSUD Pariaman variabel dependennya adalah Pengetahuan sebanyak 33 orang responden. dan Jenis Kelamin perawat. Penelitian ini HASIL PENELITIAN Tabel 1. 1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Penerapan Komunikasi Terapeutik Perawat Penerapan Komunikasi Terapeutik Kurang Baik Baik Jumlah Berdasarkan tabel 1. 1 diketahui lebih dari separoh responden memiliki Penerapan komunikasi terapeutik yang kurang baik yaitu 57,6%. Tabel 1. 2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengetahuan Perawat Tentang Komunikasi Terapeutik Tingkat Pengetahuan Rendah Tinggi Berdasarkan Jumlah sebagian besar responden memiliki tingkat komunikasi terapeutik yaitu 72,7%. Tabel 1. 3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Perawat Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Berdasarkan tabel 1. 3 diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki Volume7. Nomor 2. Desember 2016 e-ISSN : 2540-9611 | p-ISSN :2087-8508 jenis kelamin perempuan yaitu 69,7% dan kelamin laki-laki yaitu 30,3%. sebagian kecil responden memiliki jenis Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat dengan Penerapan Komunikasi Penerapan komunikasi terapeutik hubungan yang signifikan antara tingkat yang kurang baik lebih banyak pada pengetahuan perawat dengan penerapan responden dengan tingkat pengetahuan komunikasi terapeutik di ruangan rawat rendah . ,8%) dibandingkan pada tingkat inap interne dan bedah RSUD Pariaman pengetahuan tinggi . ,2%). Hasil uji tahaun 2016 dengan nilai p = 0,019 . value < 0,. Hubungan Jenis kelamin Perawat dengan Penerapan Komunikasi Terapeutik Tabel 1. 4 Penerapan Komunikasi Terapeutik Penerapan Komunikasi Terapeutik Jenis kelamin Total Kurang Baik Baik Laki-laki Perempuan Jumlah Berdasarkan tabel 1. 4 diketahui p-value 0,021 ada hubungan yang signifikan antara jenis bahwa penerapan komunikasi terapeutik yang kurang baik lebih banyak pada komunikasi terapeutik di ruangan rawat responden dengan jenis kelamin laki-laki inap interne dan bedah RSUD Pariaman . ,0%) tahaun 2016 dengan nilai p = 0,021 . value dengan jenis kelamin perempuan . ,5%). < 0,. Hasil uji statistik chi square didapatkan. PEMBAHASAN Hubungan Tingkat Pengetahuan Penerapan Komunikasi hubungan yang signifikan antara tingkat Terapeutik Berdasarkan pengetahuan perawat dengan penerapan komunikasi terapeutik di ruangan rawat diketahui bahwa penerapan komunikasi inap interne dan bedah RSUD Pariaman terapeutik yang kurang baik lebih banyak tahaun 2016 dengan nilai p = 0,019 . value pada responden dengan tingkat pengetahuan < 0,. ,8%) masih ditemukan sebagian Hasil penelitian ini sejalan dengan kecil responden yang memiliki pengetahuan penelitian yang dilakukan oleh Diana tinggi . ,2%) namun kurang baik dalam . penerapan komunikasi terapeutik. Hasil uji komunikasi terapeutik perawat terhadap Volume7. Nomor 2. Desember 2016 e-ISSN : 2540-9611 | p-ISSN :2087-8508 kemampuan komunikasi terapeutik perawat di Rumah Sakit Elisabeth Purwokerto menggunakan uji chi-square dengan tingkat disebabkan karena semakin tinggi tingkat signifikansi . lfa = 0,. diperoleh hasil p- value = 0,001 . value < 0,. Dari hasil motivasi dan kesadaran untuk menerapkan penelitian tersebut membuktkan bahwa ada komunikasi terapeutik akan semakin tingg hubungan yang bermakna antara tingkat Sebaliknya jika pengetahuan rendah pengetahuan perawat dengan penerapan maka adanya kecendrungan perawat untuk komunikasi terapeutik dalam memberikan tidak menerapkan komunikasi terapeutik asuhan keperawatan kepada pasien. dengan baik. Masih ditemukan sebagian Terbukti bahwa pengetahuan akan kecil responden yang memiliki pengetahuan tinggi . ,2%) namun kurang baik dalam terapeutik pada perawat. Hal ini sesuai penerapan komunikasi terapeutik hal ini dengan pendapat Damaiyanti . , bahwa disebabkan oleh kurangnya motivasi dan Tingkat pengetahuan akan mempengaruhi tidak adanya reword dari rumah sakit itu komunikasi yang dilakukan. Seseorang dengan tingkat pengetahuan rendah akan komunikasi terapeutik yang baik, serta juga bagi perawat yang menerapkan mengandung bahasa verbal dengan tingkat lingkungan, peran dan hubungan, budaya, pengetahuan yang lebih tinggi. Pendapat dan faktor emosi. lainnya dikemukakan oleh Wawan dan Hubungan Jenis Kelamin dengan Dewi . , bahwa pengetahuan itu Penerapan Komunikasi Terapeutik sendiri dipengaruhi oleh faktor pendidikan Pengetahuan diketahui bahwa penerapan komunikasi hubungannya dengan pendidikan, dimana terapeutik yang kurang baik lebih banyak diharapkan bahwa dengan pendidikan yang pada responden dengan jenis kelamin laki- tinggi maka orang tersebut akan semakin laki . ,0%) dibandingkan pada responden luas pula pengetahuannya. Akan tetapi dengan jenis kelamin perempuan . ,5%). perlu ditekankan, bukan berarti seseorang Hasil uji statistik menggunakan chi-square didapatkan, ada hubungan yang bermakna Berdasarkan Hal mengingat bahwa peningkatan pengetahuan tidak mutlak diperoleh melalui pendidikan ruangan rawat inap interne dan bedah formal saja, akan tetapi dapat diperoleh RSUD Pariaman tahaun 2016 dengan nilai melalui pendidikan non formal. p = 0,021 . value < 0,. Menurut analisa peneliti terhadap Setiap jenis kelamin mempunyai gaya panelitian ini adalah terdapatnya hubungan komunikasi yang berbeda-beda. Tanned Volume7. Nomor 2. Desember 2016 e-ISSN : 2540-9611 | p-ISSN :2087-8508 dalam Damaiyanti . menyebutkan bahwa wanita dan laki-laki mempunyai memiliki jenis kelamin perempuan . ,5%) perbedaan gaya komunikasi. Dari usia 3 namun kurang baik dalam penerapan komunikasi terapeutik hal ini disebabkan karena perempuan walaupun memiliki sisi lebih dari laki-laki dari segi kemampuan kejelasan, meminimalkan perbedaan, serta berkomunikasi dan sifat pengasuh/merawat, membangun dan mendukung keintiman. namun dari segi emosionalitas memiliki Laki-laki, sifat subjektif dan sentimental bahasa untuk mendapatkan kemandirian KESIMPULAN dari aktivitas dalam grup yang lebih besar. Berdasarkan analisis data hasil dimana jika mereka ingin berteman mereka penelitian tentang hubungan pengetahuan melakukannya dengan bermain. Menurut Friedman . mengatakan penerapan komunikasi terapeutik kepada bahwa Pria memiliki sifat agresif dan pasien di Ruangan Rawat Inap Interne Dan Wanita Bedah RSUD Pariaman Tahun 2016 dapat Menurutnya sebagian besar energi wanita disimpulkan bahwa terdapat lebih dari dicurahkan untuk hamil, melahirkan dan separoh responden yaitu . ,6%) memiliki menyusui, sehingga insting maternal ini Penerapan komunikasi terapeutik yang menjadikan wanita memiliki kelebihan kurang baik. Sebagian besar responden dalam merawat dan menjalin komunikasi yaitu . ,7%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik dengan orang lain. Hal ini akan Sebagian terapeutik yang dilakukan oleh perawat memiliki jenis keamin perempuan yaitu wanita yang memiliki sifat mengasuh dan 69,7% dan laki-laki yaitu 30,3% terdapat merawat dibandingkan dengan perawat hubungan yang bermakna antara tingkat Pria. pengetahuan perawat dengan penerapan Menurut komunikasi terapeutik di Ruangan Rawat panelitian ini adalah terdapatnya hubungan Inap Interne Dan Bedah RSUD Pariaman jenis kelamin perawat dengan penerapan Tahun komunikasi terapeutik disebabkan karena hubungan yang bermakna antara jenis sifat dan karakter dari seorang laki-laki yang cendrung tegas, simple dan tidak komunikasi terapeutik di Ruangan Rawat banyak beramah tamah, sedangkan karakter Inap Interne Dan Bedah RSUD Pariaman dari perempuan adalah keibuan, perhatian. Tahun 2016. = 0,. senang beramah tamah dan sensitif terhadap DAFTAR PUSTAKA