Pengaruh Academic Self-Efficacy dan Self-Control Terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa SMA PENGARUH ACADEMIC SELF-EFFICACY DAN SELF-CONTROL TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA SMA Aminatus Tsalitsah Bimbingan Dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya Email : aminatus. 22084@mhs. Najlatun Naqiyah Bimbingan Dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya Email : najlatunnaqiyah@unesa. Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih tingginya prokrastinasi akademik pada siswa SMA yang berdampak pada keterlambatan penyelesaian tugas dan rendahnya kualitas hasil belajar. Prokrastinasi akademik dipengaruhi oleh faktor psikologis internal, terutama academic self-efficacy dan self-control. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh academic self-efficacy dan self-control terhadap prokrastinasi akademik siswa SMA, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Subjek penelitian berjumlah 351 siswa SMA yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dan proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data meliputi uji asumsi klasik serta analisis regresi linier sederhana dan regresi linier berganda dengan bantuan program IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa academic self-efficacy berpengaruh negatif dan signifikan terhadap prokrastinasi akademik dengan kontribusi sebesar 52,6 persen. self-control juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap prokrastinasi akademik dengan kontribusi sebesar 73,6 persen. Secara simultan, academic self-efficacy dan self-control berpengaruh signifikan terhadap prokrastinasi akademik dengan kontribusi sebesar 74,6 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi academic self-efficacy dan self-control siswa, semakin rendah tingkat prokrastinasi Hasil ini berimplikasi pada pentingnya layanan bimbingan dan konseling yang berfokus pada penguatan academic self-efficacy dan self-control, serta memperkuat kajian teoretis terkait faktor psikologis yang memengaruhi prokrastinasi akademik. Kata Kunci: Academic Self-efficacy, self-control. Prokrastinasi Akademik. Siswa SMA Abstract This study was motivated by the high level of academic procrastination among high school students, which results in delayed task completion and low quality learning outcomes. Academic procrastination is influenced by internal psychological factors, particularly academic self-efficacy and self-control. This study aims to analyze the influence of academic self-efficacy and self-control on academic procrastination among high school students, both partially and simultaneously. This study uses a quantitative approach with an ex post facto design. The research subjects consisted of 351 high school students, selected using simple random sampling and proportional random sampling. Data were collected using a Likert scale questionnaire that had met the validity and reliability tests. Data analysis techniques included classical assumption tests and simple linear regression and multiple linear regression analyses using IBM SPSS The results showed that academic self-efficacy had a negative and significant effect on academic procrastination, contributing 52. 6 percent. self-control also has a negative and significant effect on academic procrastination, contributing 73. 6 percent. Simultaneously, academic self-efficacy and selfcontrol have a significant effect on academic procrastination, contributing 74. 6 percent. These findings indicate that the higher a student's academic self-efficacy and self-control, the lower their level of academic These findings highlight the importance of guidance and counseling services that focus on strengthening academic self-efficacy and self-control, as well as the need to further explore the theoretical framework regarding the psychological factors that influence academic procrastination Keywords: Academic self-efficacy, self-control, academic procrastination, high school students . untuk menyelesaikannya. Perilaku ini banyak ditemukan pada peserta didik tingkat Sekolah Menengah Atas dan berdampak pada keterlambatan pengumpulan tugas, rendahnya kualitas hasil belajar, serta meningkatnya PENDAHULUAN Prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda pengerjaan dan penyelesaian tugas akademik meskipun individu memiliki waktu dan kesempatan yang cukup Pengaruh Academic Self-Efficacy dan Self-Control Terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa SMA Di Kabupaten Gresik tekanan akademik yang dialami siswa (Zhang, 2. Prokrastinasi akademik juga dapat menghambat pencapaian tujuan pembelajaran dan perkembangan akademik siswa secara optimal. Kondisi ini menunjukkan permasalahan yang cukup serius dalam konteks Data empiris juga menunjukkan bahwa sebagian siswa berada dalam kategori prokrastinasi akademik tinggi (Dwi Fatmala & Nastiti, 2. Pada masa remaja, siswa SMA berada pada tahap perkembangan yang menuntut kemampuan regulasi diri. Siswa diharapkan mampu mengatur waktu, menetapkan prioritas, serta bertanggung jawab terhadap kewajiban Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengelola tuntutan akademik, sehingga memilih untuk menunda tugas dan lebih mengutamakan aktivitas lain yang dianggap lebih menyenangkan (Muyana, 2. Kondisi ini menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik bukan sekadar persoalan kedisiplinan, tetapi berkaitan dengan faktor psikologis internal siswa. Prokrastinasi akademik tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal, tetapi juga faktor eksternal yang berasal dari lingkungan Faktor tersebut meliputi gaya pengasuhan orang tua, tingkat pengawasan lingkungan, serta sistem penilaian yang diterapkan. Lingkungan dengan kecenderungan menunda tugas karena tidak adanya kontrol yang jelas. Selain itu, lingkungan yang hanya berfokus pada hasil akhir tanpa memperhatikan proses dapat menimbulkan tekanan dan meningkatkan perilaku Beberapa penyebab umum prokrastinasi juga meliputi ketakutan akan kegagalan, ketidaksukaan terhadap tugas, serta kesulitan dalam pengambilan keputusan (Nuryadi & Ginting, 2. Salah satu faktor psikologis yang berperan penting dalam prokrastinasi akademik adalah academic selfefficacy. Academic self-efficacy merujuk pada keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam mengorganisasi dan melaksanakan tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas akademik (Bandura, 1. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa academic self-efficacy merupakan keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas yang menantang sehingga individu tidak mudah menyerah dan memiliki ketekunan dalam mencapai tujuan akademik (Septinityas et al. Hal ini menunjukkan bahwa academic self-efficacy juga berkaitan dengan kesiapan individu dalam menghadapi tantangan serta kemampuan untuk bertahan dalam menghadapi kesulitan (Dandi Prayoga et al. , 2. Siswa dengan academic self-efficacy tinggi cenderung memiliki kepercayaan diri dalam menghadapi tugas yang menantang, lebih berani memulai tugas, serta mampu bertahan ketika mengalami kesulitan. Sebaliknya, siswa dengan academic self-efficacy rendah cenderung meragukan kemampuannya sendiri, memandang tugas sebagai beban, dan menghindari tugas yang dianggap sulit, sehingga meningkatkan kecenderungan prokrastinasi Temuan ini didukung oleh penelitian yang menunjukkan bahwa academic self-efficacy memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap prokrastinasi akademik pada siswa (Hanjani et al. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa academic self-efficacy memengaruhi cara siswa merespons tugas akademik, termasuk dalam menentukan strategi belajar, tingkat ketekunan, serta bagaimana siswa menyikapi kegagalan dalam proses belajar (Sahin et al. , 2. Selain academic self-efficacy, self-control juga merupakan faktor penting yang memengaruhi perilaku prokrastinasi akademik. self-control didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk mengendalikan dorongan, emosi, dan perilaku agar tetap selaras dengan tujuan jangka panjang (Baumeister & Vohs, 2. Sejalan dengan itu, self-control juga diartikan sebagai kemampuan individu dalam mengatur pikiran, emosi, dan perilaku dengan menunda kepuasan sesaat demi mencapai tujuan jangka panjang (Wang & Sun, 2. Dalam konteks akademik, self-control berperan dalam kemampuan siswa menahan godaan aktivitas nonakademik, mengatur waktu belajar, serta menyelesaikan tugas tepat waktu. Rendahnya self-control menyebabkan siswa lebih mudah terdistraksi dan kesulitan mempertahankan fokus, sehingga meningkatkan kecenderungan menunda tugas Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa academic self-efficacy dan self-control memiliki hubungan yang signifikan dengan prokrastinasi akademik. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa academic selfefficacy dan self-control secara simultan berpengaruh negatif terhadap prokrastinasi akademik, di mana peningkatan kedua variabel tersebut diikuti dengan penurunan tingkat prokrastinasi (Wulandari & Umaroh. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa selfcontrol berperan sebagai mediator dalam hubungan antara academic self-efficacy dan prokrastinasi akademik, sehingga peningkatan self-control dapat memperkuat pengaruh academic self-efficacy dalam menurunkan prokrastinasi (Chen & Lopez, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Clara et al. menemukan bahwa academic self-efficacy dan self-control berperan signifikan dalam menurunkan prokrastinasi akademik pada siswa SMA. Penelitian lain menunjukkan bahwa self-control memiliki peran penting dalam hubungan antara academic self-efficacy dan prokrastinasi akademik, sehingga keyakinan diri akan lebih efektif dalam menekan Pengaruh Academic Self-Efficacy dan Self-Control Terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa SMA prokrastinasi apabila disertai dengan kemampuan pengendalian diri yang baik (Liu et al. , 2. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian mengenai pengaruh academic self-efficacy dan self-control terhadap prokrastinasi akademik siswa SMA menjadi penting untuk Kajian ini diharapkan dapat memberikan gambaran empiris mengenai peran kedua variabel psikologis tersebut dalam menjelaskan perilaku prokrastinasi akademik. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi sekolah dan guru bimbingan dan konseling dalam merancang program intervensi yang berfokus pada penguatan academic self-efficacy dan selfcontrol sebagai upaya preventif untuk menurunkan prokrastinasi akademik siswa. pernyataan dinyatakan valid dan instrumen memiliki reliabilitas yang baik. Analisis data dilakukan dengan bantuan program IBM SPSS. Tahapan analisis meliputi uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji linieritas, dan uji homogenitas untuk memastikan data memenuhi syarat analisis regresi. Selanjutnya, analisis regresi linier sederhana digunakan untuk menguji pengaruh academic self-efficacy terhadap prokrastinasi akademik dan pengaruh self-control terhadap prokrastinasi akademik secara parsial. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh academic self-efficacy dan selfcontrol secara simultan terhadap prokrastinasi akademik. Taraf signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 0,05. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Desain ini digunakan karena peneliti tidak memberikan perlakuan terhadap variabel penelitian, melainkan menganalisis hubungan dan pengaruh antarvariabel berdasarkan data yang telah ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh academic self-efficacy dan self-control terhadap prokrastinasi akademik siswa SMA. Sumber data penelitian berasal dari siswa Sekolah Menengah Atas. Subjek penelitian berjumlah 351 siswa yang berasal dari tiga SMA negeri. Pemilihan sekolah didasarkan pada kemudahan akses dan ketersediaan izin dari pihak sekolah. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random dan proportional random sampling agar setiap siswa memiliki peluang yang sama untuk terpilih sebagai responden serta proporsi sampel tetap terwakili. Penggunaan proportional random sampling bertujuan agar sampel mewakili populasi secara proporsional (Sugiyono, 2. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket dengan skala Likert. Skala academic self-efficacy disusun berdasarkan konsep efikasi diri akademik yang dikemukakan oleh Bandura . serta diadaptasi dari academic self-efficacy scale yang dikembangkan oleh Sagone dan De Caroli . Adaptasi dilakukan dengan menyesuaikan redaksi pernyataan agar sesuai dengan karakteristik siswa SMA tanpa mengubah konstruk utama yang diukur. Skala self-control disusun berdasarkan konsep pengendalian diri menurut Baumeister dan Vohs . Skala prokrastinasi akademik disusun berdasarkan konsep dan karakteristik perilaku menunda tugas akademik yang dikemukakan oleh Zhang,. Seluruh instrumen penelitian telah melalui uji validitas menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan koefisien cronbachAos alpha. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh item HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini melibatkan 351 siswa Sekolah Menengah Atas. Seluruh data dinyatakan layak dianalisis dengan nilai Valid N . Responden dari siswa SMA yang dipilih secara proporsional. Deskripsi data disajikan untuk memberikan gambaran umum mengenai kondisi variabel academic self-efficacy, self-control, dan prokrastinasi akademik berdasarkan nilai minimum, maksimum, rata-rata, dan standar deviasi. Tabel 1 Statistik Deskriptif Variabel Penelitian Variabel Mini Academic selfefficacy 89,25 Self-control 80,06 39,05 Prokrastinasi Akademik Valid N . Maxi Mean Stand Devia 11,29 11,00 8,284 Berdasarkan tabel diatas dijelaskan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori sedang pada ketiga variabel penelitian. Kondisi ini menunjukkan bahwa siswa memiliki tingkat academic self-efficacy dan self-control prokrastinasi akademik yang masih berada pada tingkat Setelah dilakukan analisis deskriptif terhadap data penelitian, tahap selanjutnya adalah pengujian asumsi Uji asumsi klasik dilakukan untuk memastikan bahwa data penelitian memenuhi persyaratan sebelum dilakukan analisis regresi. Uji asumsi klasik dalam penelitian ini meliputi uji normalitas, uji linearitas, dan uji Uji normalitas Pengaruh Academic Self-Efficacy dan Self-Control Terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa SMA Di Kabupaten Gresik Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data residual pada model regresi berdistribusi Pengujian normalitas dilakukan menggunakan uji kolmogorov smirnov terhadap nilai residual tidak Data dinyatakan berdistribusi normal apabila nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Self-control Prokrastinasi Akademik Test Statistic Signifikansi (Asymp. Si. Keterangan 0,052 0,023 Tidak 0,046 0,074 Normal Berdasarkan Tabel 2, hasil uji normalitas pada tahap awal menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,023, yang lebih kecil dari 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa data residual belum memenuhi asumsi normalitas. Oleh karena itu, dilakukan pemeriksaan lanjutan melalui analisis grafik residual dan identifikasi data ekstrem. Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat satu data ekstrem, sehingga data tersebut dikeluarkan dari analisis. Setelah pengeluaran satu data ekstrem, uji normalitas dilakukan kembali terhadap 351 data. Hasil uji KolmogorovAe Smirnov menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,074 yang lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data residual telah berdistribusi normal dan memenuhi asumsi normalitas untuk analisis Academic self-efficacy Prokrastinasi Akademik Signifikansi Linearity Signifikansi Deviation Linearity 0,234 0,056 Linier Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan untuk memastikan bahwa varians data prokrastinasi akademik antar kelompok sekolah bersifat homogen sebelum dilakukan analisis Pengujian homogenitas dilakukan menggunakan uji Levene dengan bantuan program IBM SPSS. Data yang diuji adalah skor prokrastinasi akademik siswa yang dikelompokkan berdasarkan asal sekolah. Tabel 4 Hasil Uji Homogenitas Variabel Levene Statistic Prokrastinasi Akademik Sig. 0,405 Berdasarkan Tabel 4, nilai signifikansi uji Levene sebesar 0,405, yang lebih besar dari 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa varians data prokrastinasi akademik antar kelompok sekolah bersifat homogen. Dengan demikian, data penelitian ini memenuhi asumsi homogenitas dan layak digunakan untuk analisis regresi Uji Linearitas Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui apakah hubungan antara variabel independen dan variabel dependen membentuk pola hubungan linier. Dalam penelitian ini, uji linearitas dilakukan antara academic self-efficacy dengan prokrastinasi akademik serta antara self-control dengan prokrastinasi akademik. Pengujian dilakukan menggunakan fasilitas Test for Linearity pada program SPSS. Hubungan antar variabel dinyatakan linier apabila nilai signifikansi pada Deviation from Linearity lebih besar dari 0,05. Tabel 3 Hasil Uji Linearitas Hubungan Variabel Berdasarkan Tabel 3, nilai signifikansi Deviation from Linearity pada hubungan academic self-efficacy dengan prokrastinasi akademik sebesar 0,234, yang lebih besar dari 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel bersifat linier. Selanjutnya, hubungan antara self-control dengan prokrastinasi akademik memiliki nilai signifikansi Deviation from Linearity sebesar 0,056, yang juga lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, kedua variabel independen memenuhi asumsi linearitas dan layak digunakan dalam analisis regresi. Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Residual Tahap Pengujian Sebelum data ekstrem Setelah data ekstrem Uji Hipotesis Setelah data penelitian memenuhi seluruh asumsi klasik, tahap selanjutnya adalah pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui pengaruh academic self-efficacy dan self-control terhadap prokrastinasi akademik siswa, baik secara parsial maupun Keterangan HCA Pengaruh Academic Self-Efficacy terhadap Prokrastinasi Akademik. Hipotesis pertama menyatakan bahwa academic selfefficacy berpengaruh negatif signifikan terhadap prokrastinasi akademik siswa SMA. Pengujian hipotesis ini dilakukan menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan academic self-efficacy sebagai variabel independen dan prokrastinasi akademik sebagai variabel dependen pada taraf signifikansi 0,05. Linier Pengaruh Academic Self-Efficacy dan Self-Control Terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa SMA Tabel 5 Model Summary Regresi Linier Sederhana Academic Self-Efficacy terhadap Prokrastinasi Akademik Model Square Adjust Square 0,725 0,526 0,525 Tabel 9 Hasil Uji ANOVA Regresi Linier Sederhana Std. Error of Estimate 5,71 Model Sum of Squares Regression 17672,44 Residual Total 6343,741 24016,18 Tabel 6 Hasil Uji ANOVA Regresi Linier Sederhana Sum Squares Mea Square Regression ,035 7,035 7,58 Residual Total ,142 ,177 Adjusted R Square 0,858 0,736 0,735 17672,436 18,177 Model Variabel Std. Error (Constan. 90,76 1,674 SelfControl 0,646 0,021 Beta Sig. 0,858 Model Variabel (Constan. SelfControl 0,532 Std. Error 0,027 Beta 0,725 19,687 variabel lain berada dalam kondisi konstan. Nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa self-control berpengaruh signifikan terhadap prokrastinasi akademik siswa SMA. Dengan demikian, hipotesis kedua diterima. Nilai R Square sebesar 0,736 menunjukkan bahwa self-control memberikan kontribusi sebesar 73,6 persen dalam menjelaskan variasi prokrastinasi akademik siswa, sedangkan sisanya sebesar 26,4 persen dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel self-control yang tidak diteliti dalam penelitian ini. HCC Pengaruh Self-Control terhadap Prokrastinasi Akademik Hipotesis kedua menyatakan bahwa self-control berpengaruh negatif signifikan terhadap prokrastinasi akademik siswa SMA. Pengujian dilakukan menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan self-control sebagai variabel independen dan prokrastinasi akademik sebagai variabel dependen. Tabel 8 Model Summary Regresi Linier Sederhana SelfControl terhadap Prokrastinasi Akademik Square Koefisien regresi bernilai negatif menunjukkan bahwa peningkatan self-control diikuti oleh penurunan prokrastinasi akademik. Artinya, setiap peningkatan satu satuan self-control akan menurunkan tingkat prokrastinasi akademik siswa sebesar 0,646 satuan, dengan asumsi Tabel 7 Koefisien Regresi Self-Control terhadap Prokrastinasi Akademik Koefisien regresi bernilai negatif menunjukkan bahwa peningkatan academic self-efficacy diikuti oleh penurunan prokrastinasi akademik. Artinya, setiap peningkatan satu satuan academic self-efficacy akan menurunkan tingkat prokrastinasi akademik siswa sebesar 0,532 satuan, dengan asumsi variabel lain berada dalam kondisi Nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa academic selfefficacy berpengaruh signifikan terhadap prokrastinasi akademik siswa SMA. Dengan demikian, hipotesis pertama diterima. Nilai R Square sebesar 0,526 menunjukkan bahwa academic self-efficacy memberikan kontribusi sebesar 52,6 persen dalam menjelaskan variasi prokrastinasi akademik siswa, sedangkan sisanya sebesar 47,4 persen dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel academic selfefficacy yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Sig. Model Tabel 10 Koefisien Regresi Self-Control terhadap Prokrastinasi Akademik Model Mean Square HCE Pengaruh Academic Self-Efficacy dan Self-Control terhadap Prokrastinasi Akademik Hipotesis ketiga menyatakan bahwa academic self-efficacy dan self-control secara simultan berpengaruh terhadap prokrastinasi akademik siswa SMA. Pengujian dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda. Tabel 11 Model Summary Regresi Linier Berganda Std. Error of the Estimate 4,263 Model Square Adjusted R Square Std. Error of Estimate 0,864 0,746 0,745 4,185 Pengaruh Academic Self-Efficacy dan Self-Control Terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa SMA Di Kabupaten Gresik Tabel 12 Hasil Uji ANOVA Regresi Linier Berganda Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression 17921,98 8960,991 511,704 0,00 Residual Total 6094,195 24016,177 17,512 belum optimal, sehingga perilaku prokrastinasi akademik masih cukup sering terjadi. Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa academic self-efficacy berpengaruh negatif dan signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Koefisien regresi sebesar Oe0,532 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan academic self-efficacy menurunkan prokrastinasi akademik sebesar 0,532 satuan. Kontribusi academic self-efficacy dalam menjelaskan variasi prokrastinasi akademik sebesar 52,6 persen. Temuan ini mendukung teori Bandura . yang menyatakan bahwa keyakinan individu terhadap kemampuannya memengaruhi cara berpikir dan bertindak dalam menghadapi tugas akademik. Siswa dengan academic self-efficacy yang lebih tinggi cenderung lebih berani memulai tugas dan tidak menghindari tantangan akademik, sehingga kecenderungan prokrastinasi menjadi lebih rendah. Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa self-control berpengaruh negatif dan signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Koefisien regresi sebesar Oe0,646 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan selfcontrol menurunkan prokrastinasi akademik sebesar 0,646 Nilai R Square sebesar 73,6 persen menunjukkan bahwa self-control memiliki kontribusi yang lebih besar dibandingkan academic self-efficacy. Temuan ini sejalan dengan konsep self-control dari Baumeister dan Vohs . yang menekankan peran pengendalian diri dalam mengarahkan perilaku menuju tujuan jangka panjang. Siswa dengan self-control yang baik mampu mengelola distraksi dan menunda kepuasan sesaat sehingga lebih konsisten dalam menyelesaikan tugas akademik. Hasil pengujian hipotesis simultan menunjukkan bahwa academic self-efficacy dan self-control secara bersama-sama prokrastinasi akademik dengan kontribusi sebesar 74,6 Temuan ini menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik dipengaruhi oleh kombinasi keyakinan diri dan kemampuan pengendalian perilaku. academic self-efficacy berperan dalam membentuk keyakinan siswa bahwa tugas dapat diselesaikan, sedangkan self-control berperan dalam memastikan keyakinan tersebut diwujudkan dalam tindakan nyata. Temuan ini sejalan dengan penelitian Liu et al. yang menegaskan bahwa self-control memperkuat peran academic self-efficacy dalam menekan perilaku prokrastinasi akademik. Tabel 14 Koefisien Regresi academic self-efficacy dan Self-Control Mode Variabel Std. Erro (Constant 93,79 1,830 Academic -0,117 0,031 SelfControl -0,553 0,032 Sig -0,16 -3,775 0,73 17,37 Beta Persamaan regresi linier berganda yang diperoleh adalah sebagai berikut. Y = 93,796 Oe 0,117XCA Oe 0,553XCC Persamaan regresi tersebut menunjukkan bahwa academic self-efficacy dan self-control memiliki arah pengaruh negatif terhadap prokrastinasi akademik. Artinya, setiap peningkatan satu satuan academic self-efficacy akan menurunkan tingkat prokrastinasi akademik sebesar 0,117 satuan dan setiap peningkatan satu satuan self-control akan menurunkan tingkat prokrastinasi akademik sebesar 0,553 satuan, dengan asumsi variabel lain berada dalam kondisi konstan. Nilai signifikansi uji F sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa academic self-efficacy dan selfcontrol secara simultan berpengaruh signifikan terhadap prokrastinasi akademik siswa SMA. Dengan demikian, hipotesis ketiga diterima. Nilai R Square sebesar 0,746 menunjukkan bahwa academic self-efficacy dan selfcontrol secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 74,6 persen dalam menjelaskan variasi prokrastinasi akademik siswa, sedangkan sisanya sebesar 25,4 persen dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel yang diteliti dalam penelitian ini. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh academic self-efficacy dan self-control terhadap prokrastinasi akademik siswa SMA. Hasil deskripsi data menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori sedang pada ketiga variabel penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa memiliki keyakinan diri dan kemampuan pengendalian diri yang cukup, namun PENUTUP Simpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa academic selfefficacy berpengaruh signifikan terhadap prokrastinasi akademik siswa SMA. Semakin tinggi academic selfefficacy siswa, semakin rendah kecenderungan Pengaruh Academic Self-Efficacy dan Self-Control Terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa SMA prokrastinasi akademik. Keyakinan terhadap kemampuan diri mendorong siswa untuk lebih berani memulai dan menyelesaikan tugas akademik. self-control juga berpengaruh signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Siswa dengan self-control yang baik mampu mengendalikan perilaku, mengatur waktu, dan memprioritaskan tugas akademik sehingga perilaku menunda tugas dapat ditekan. Secara simultan, academic self-efficacy dan self-control berpengaruh signifikan terhadap prokrastinasi akademik siswa SMA. Temuan ini menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik dipengaruhi oleh kombinasi keyakinan terhadap kemampuan diri dan kemampuan pengendalian diri. Upaya penurunan prokrastinasi akademik perlu memperhatikan kedua aspek tersebut secara bersamaan. Chen, , & Lopez. Academic procrastination, self-efficacy, and self- control among Chinese college students. International Journal of Research Studies in Education, 13. https://doi. org/10. 5861/ijrse. Clara. Dariyo. , & Basaria. Peran selfefficacy dan Self-Control terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMA . tudi pada siswa SMA X Tangeran. Versi cetak, 1. , 159Ae Denta. Konseling Sebaya untuk Menurunkan Kecenderungan Prokrastinasi Akademik Siswa. http://ejournal. id/index. php/cognicia Dwi Fatmala. , & Nastiti. The Effect of Learning Motivation and Self-Regulated Learning on the Academic Procrastination of XI Class Students at Antartika High School Sidoarjo [Pengaruh Motivasi Belajar dan Regulasi Diri dalam Belajar terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas XI SMA Antartika Sidoarj. Saran Berdasarkan temuan penelitian, penguatan academic self-efficacy dan self-control perlu menjadi fokus utama dalam upaya menurunkan prokrastinasi akademik siswa. Secara praktis, sekolah dan guru bimbingan dan konseling dapat mengembangkan layanan yang mendorong pengalaman keberhasilan siswa, misalnya melalui pelibatan aktif dalam kegiatan lomba akademik maupun nonakademik yang berorientasi prestasi. Pengalaman tersebut dapat meningkatkan keyakinan diri dan membantu siswa mengaktualisasikan kemampuan pengendalian diri dalam konteks akademik. Secara teoretis, temuan ini memperkuat pandangan bahwa prokrastinasi akademik merupakan hasil interaksi antara faktor keyakinan diri dan pengendalian diri. academic self-efficacy berperan dalam membentuk kesiapan kognitif siswa, sedangkan self-control berperan dalam penerapan perilaku belajar secara nyata. Untuk penelitian lanjutan, disarankan mengkaji faktor psikologis lain yang berpotensi memengaruhi prokrastinasi akademik serta menggunakan desain longitudinal atau pendekatan kualitatif agar dinamika perubahan perilaku prokrastinasi dapat dipahami secara lebih mendalam. Hanjani. Mandang. , & Kaunang. Pengaruh self-efficacy terhadap prokrastinasi akademik pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Likupang Barat. Liu. Cheng. Hu. Pan. , & Zhao. Academic Self-Efficacy and Postgraduate Procrastination: A Moderated Mediation Model. Frontiers Psychology, https://doi. org/10. 3389/fpsyg. Muyana. Prokrastinasi akademik dikalangan mahasiswa program studi bimbingan dan Counsellia: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 8. , https://doi. org/10. 25273/counsellia. Nuryadi. , & Ginting. Self-Control dan self-efficacy akademik pada mahasiswa. Jurnal Ilmiah Adiraga, 3. , http://jurnal. id/index. php/adi_raga Pengaruh Self Control Terhadap Tingkat Prokrastinasi Akademik: Systematic Literature Review (SLR). INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 5, 1753Ae DAFTAR PUSTAKA