PRINTED ISSN: 2798-2645 ONLINE ISSN: 2798-2653 Published by LP3MKIL YLIP . ayasan Linggau Inda Pen. South Sumatera. Indonesia Vol. 2 No. Januari 2022 Page: 25 - 35 Linggau Jurnal Language education and literature Analisis Sikap Bahasa Siswa Kelas Vi SMP Ar-Risalah Kota Lubuklinggau terhadap Bahasa Indonesia Muhammad Ikhsan1. Nur Nisai Muslihah2. Sri Murti3 Prodi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. STKIP PGRI Lubuklinggau1,2,3 Email : mi5201617@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap bahasa siswa kelas Vi SMP Ar-Risalah Kota Lubuklinggau terhadap bahasa Indonesia. Analisis sikap bahasa ini untuk melihat bagaimana respon siswa terhadap bahasa Indonesia, sikap bahasa terdiri dari dua jenis yaitu sikap positif dan sikap negatif. Adapun komponen pada sikap bahasa yaitu komponen kognitif, komponen afektif, dan komponen konatif. Pada penelitian ini terfokuskan pada kelas Vi SMP Ar-Risalah Kota Lubuklinggau yang berjumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan kuisioner/angket. Pada penelitian ini didapatkan hasil berdasarkan komponen kognitif berjumlah rata-rata 84,1%, komponen afektif berjumlah rata-rata 85%, dan komponen konatif berjumlah 95%. Sedangkan hasil keseluruan siswa berjumlah rata-rata 85,52% dengan kategori baik. Berdasarkan dari penelitian tersebut dapat disimpulkan sikap bahasa siswa terhadap bahasa Indonesia positif karena 85,52% terletak pada interval 76-85 dengan skala B yaitu baik. Kata kunci: sikap bahasa, siswa, bahasa Indonesia ABSTRACT This study aims to analyze the language attitudes of eighth grade students of Ar-Risalah Junior High School in Lubuklinggau City towards Indonesian. This language attitude analysis aims to see how students respond to Indonesian, language attitudes consist of two types, namely positive attitudes and negative attitudes. The components of language attitudes are cognitive components, affective components, and conative components. This study focused on class Vi SMP Ar-RisalahLubuklinggau City, which amounted to 31 students. The technique of collecting data in this research is by using a questionnaire/questionnaire. In this study, the results obtained based on the cognitive component amounted to an average of 84. 1%, the affective component amounted to an average of 85%, and the conative component amounted to 95%. While the overall results of students amounted to an average of 85. 52% with good categories. Based on the research, it can be concluded that the students' language attitude towards Indonesian is positive because 85. 52% lies in the 76-85 interval with a B scale, which is good. Keywords: language attitude, students. Indonesian language PENDAHULUAN Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari bahasa. Bahasa berfungsi menyerap masuk ke dalam pemikiran-pemikiran pengguna bahasa, menjembatani hubungan antara satu otang dengan orang lain. Perangkat pengetahuan manusia yang demikian banyak juga tersimpan dan disebarluaskan melalui bahasa. Bahasa digunakan sehari-hari oleh siapa saja dalam transaksi apa saja, dan oleh karena itu bahasa didefinisikan sebagai alat komunikasi antar makhluk manusia, yang dicirikan dengan penggunaan simbol-simbol lisan atau tertulis secara acak sesuai makna yang telah diterima masyarakat penutur. Bahasa adalah alat komunikasi antaranggota masyarakat berupa lambang bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bahasa dihasilkan oleh alat ucap dan arti atau makna yang tersirat dalam arus bunyi itu sendiri. Menurut Martinet (Yanti,dkk, 2017:. bahasa adalah sebuah alat komunikasi untuk menganalisis pengalaman manusia, secara berbeda di dalam masyarakat. Bahasa menjadi salah satu kemampuan yang digunakan oleh manusia untuk berinteraksi dalam bermasyarakat bahkan pada proses Sikap pada tuturan akan mencerminkan pandangan seseorang terhadap pemakai bahasa, oleh sebab itulah bahasa menjadi media atau alat yang memiliki fungsi utama sebagai alat komunikasi antar masyarakat bahasa. Salah satu sikap yang bisa dijadikan kajian penelitian adalah sikap bahasa. Sikap bahasa adalah tata keyakinan atau kognisi yang relatif berjangka panjang, sebagian mengenai bahasa, mengenai objek bahasa, yang memberikan kecenderungan kepada seseorang untuk bereaksi dengan cara tertentu yang disenanginya. Chaer & Agustia . Sikap bahasa dapat terlihat dari cara seseorang yang memiliki loyalitas terhadap bahasa tertentu seperti bahasa Indonesia. Sikap tersebut bisa berupa sikap positif dan sikap negatif terhadap bahasa Indonesia. Sikap merupakan respon seseorangterhadap sesuatu objek yang sifatnya tidak sementara , salah satu sikap yang bisa dijadikan kajian penelitian adalah sikap bahasa yang memiliki komponen seperti kognitif, afektif, dan konatif. Menurut rokhman . sikap bahasa terdiri dari tiga komponen yaitu komponen kognitif, afektif, dan komponen konatif. Komponen kognitif mengandung kepercayaan atau keyakinan seseorang terhadap suatu objek, komponen afektif menyangkut perasaan terhadap suatu objek dan konatif menyangkut mengenai kesiapan atau reaksi seseorang terhadap suatu objek. Adapun objek kajian sikap bahasa yang dipilih penulis adalah sikap bahasa pada siswa SMP Ar-risalah Kota Lubuklinggau terhadap bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil observasi di sekolah yang dilakukan pada 30 Maret 2021 didapatkan informasi bahwa siswa SMP Ar-risalah kota Lubuklinggau dalam proses pembelajaran menggunakan lebih dari satu bahasa. Adapun bahasa yang digunakan yaitu bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Inggris. Selain itu juga siswa SMP Arrisalah kota Lubuklinggau memiliki latar belakang daerah yang berbeda yang tentunya memiliki bahasa berbeda pula. Dari hal tersebut tentunya setiap siswa memiliki sikap yang berbeda mengenai bahasa Indonesia. Penelitian yang dilakukan oleh Wardani, dkk . dengan judul Ausikap bahasa terhadap bahasa Indonesia: studi kasus di SMA negeri 1 SingarajaAy yang menunjukkan hasil berkategorikan positif meskipun ada juga yang netral sikap siswa terhadap bahasa Indonesia. Dari penelitian yang dilakukan oleh Wardani. Dkk memiliki persamaan dengan penelitian yang akan dilakukan penulis. Persamaannya terletak pada jenis penelitian, yaitu menganalisis sikap bahasa siswa sekolah. Sedangkan perbedaan pada penelitian ini adalah hanya terletak pada objek yang diteliti jika pada penelitian Wardani, dkk . pada siswa SMA sedangkan penulis pada siswa SMP. Penelitian relevan kedua yaitu penelitian yang dilakukan oleh oleh Al Ashadi, dkk tahun 2017 dengan judul AuSikap Bahasa Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris terhadap Bahasa IndonesiaAy. Pada penelitian yang dilakukan oleh Al Ashadi memiliki persamaan dan perbedaan dengan peneliti, persamaannya terletak pada menganalisis sikap bahasa, sedangkan perbedaannya yaitu jika pada penelitian yang dilakukan oleh Al Ashadi terhadap mahasiswa lain halnya pada peneltian yang dilakukan oleh peneliti yaitu terhadap siswa. Penelitian relevan berikutnya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Nur Nisai Muslihah tahun 2015 dengan judul penelitian AuMenumbuhkan Sikap Positif Terhadap Bahasa Indonesia Melalui Pemahaman Makna Sumpah PemudaAy. Pada penelitian yang dilakukan oleh Nur Nisai Muslihah pada tahun 2015 tersebut memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, adapun persamaan pada penelitian ini yaitu kudua penelitian ini mencari atau bagaimana sikap siswa terhadap bahasa Indonesia. Sedangkan perbedaannya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Nur Nisai Muslihah hanya meneliti sikap positifnya sedangkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti menganalisis sikap bahasa. Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti akan melakukan penelitian dengan judul AuAnalisis Sikap Bahasa Siswa Kelas Vi SMP Ar-Risalah Kota Lubuklinggau Terhadap Bahasa IndonesiaAy dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat mengetahui sikap siswa terhadap bahasa Indonesia. METODE Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian studi kasus. Pada penelitian ini juga menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun langkah-langkah penelitian deskriptif yaitu reduksi data penyajian data, dan kesimpulan. Sumber data pada penelian ini yaitu siswa kelas Vi SMP Ar-Risalah Kota Lubuklinggau. Adapun data yang menjadi sumber dalam penelitian ini berasal dari buku-buku yang relevan dengan pembahasan yaitu mengenai sikap bahasa beserta buku mengenai bahasa Indonesia dan angket yang diberikan kepada siswa . Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan sikap bahasa terhadap bahasa Indonesia yang meliputi aspek seperti kognitif, afektif, dan konatif yang ada positif jika dinilai baik atau disukai dan akan negatif jika dinilai tidak baik atau tidak disukai pada bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kuesioner . Jenis yang digunakan pada penelitian ini yang digunakan adalah jenis angket tertutup, yaitu jenis angket yang sudah disajikan sedemikian rupa sehingga responden hanya memberikan tanda cek (A. pada kolom atau tempat yang sesuai. Pengumpulan data melalui teknik kusioner ini dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan yang memiliki aspek kognitif, afektif, dan konatif yang berjumlah 18 pertanyaan untuk dijawab oleh responden, adapun pertanyaan yang diberikan kepada responder berupa pertanyaan mengenai sikap bahasa siswa kelas 8 MTs Ar-Risalah Kota Lubuklinggau yang merupakan objek yang diteliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penemuan penelitian ini adalah menganalisis angket sikap bahasa siswa kelas Vi SMP Ar-Risalah Kota Lubuklinggau terhadap bahasa Indonesia yang dilakukan pada tanggal 5 Agustus 2021 sampai dengan 7 Agustus 2021 di ruang kelas Al-fatih SMP Ar-risalah kota Lubuklinggau. Dari angket yang diberikan kepada siswa terdapat 20 pertanyaan, yang terdiri dari 10 pernyataan positif dan 10 pertanyaan pernyataan negatif, pada angket ini juga terdapat tiga komponen sikap bahasa yaitu, sikap kognitif, sikap, afektif, dan sikap konatif. Tabel 1. Sikap Bahasa Siswa pada Komponen Kognitif Skala Keterangan Siswa 82,8% Baik 78,5% Baik Baik Sekali 88,5% Baik Sekali 94,2% Baik Sekali 88,5% Baik Sekali 68,5% Cukup Baik 78,5% Baik S 10 Baik S 11 91,4% Baik Sekali S 12 78,5% Baik S 13 78,5% Baik S 14 84,2% Baik S 15 Baik S 16 75,7% Baik S 17 81,4% Baik S 18 95,7% Baik Sekali S 19 77,1% Baik S 20 72,8% Cukup S 21 92,8% Baik Sekali S 22 82,8% Baik S 23 Baik Sekali S 24 84,2% Baik S 25 87,1% Baik Sekali S 26 87,1% Baik Sekali S 27 2,8% Baik Sekali S 28 85,7% Baik S 29 81,4% Baik S 30 84,2% Baik S 31 94,2% Baik Sekali 84,1% Baik Rata-rata Skor Persentase Tabel di atas menunjukan bahwa komponen kognitif sikap bahasa siswa kelas Vi SMP Ar-Risalah kota Lubuklinggau menunjukan skala baik, dengan rincian siswa yang mendapatkan skala baik sekali (A) berjumlah 12 siswa, yang mendapatkan skala baik ( B) 17 siswa , dan siwa lainnya mendapatkan skala cukup (C) 2 siswa. Pada komponen kognitif ini didapatkan rata-rata 84,1%. Nilai 84,1% pada penentuan kriteria dengan penghitungan persentase berada pada sklala baik (B). Dapat disimpulkan bahwa sikap bahasa siswa kelas Vi pada komponen kognitif termasuk kepada positif. Tabel 1. Sikap Bahasa pada Komponen Afektif Kode Siswa Skor Persentase Baik Baik Baik Sekali Cukup Baik Sekali Cukup Baik Cukup Baik Sekali S 10 Baik Sekali S 11 Baik S 12 Baik S 13 Baik Sekali S 14 Kurang S 15 Baik Sekali S 16 Cukup S 17 Baik Sekali S 18 Baik Sekali S 19 Baik S 20 Baik Sekali S 21 Baik Sekali S 22 Baik Sekali S 23 Baik Sekali S 24 Baik Sekali S 25 Baik S 26 Baik Sekali S 27 Baik Sekali S 28 Cukup S 29 Cukup S 30 Baik S 31 Baik Sekali Baik Rata-rata Skala Keterangan Tabel di atas menunjukan bahwa komponen afektif sikap bahasa siswa kelas Vi SMP Ar-Risalah kota Lubuklinggau menunjukan skala baik, dengan rincian siswa yang mendapatkan skala baik sekali (A) berjumlah 16 siswa , yang mendapatkan skala baik ( B) 8 siswa , dan siwa lainnya mendapatkan skala cukup (C) 6 siswa dan 1 siswa mendapatkan skala kurang (D). Pada komponen kognitif ini didapatkan rata-rata 85,%. Nilai 85,% pada penentuan kriteria dengan penghitungan persentase berada pada skala baik (B). Dapat disimpulkan bahwa sikap bahasa siswa kelas Vi pada komponen kognitif termasuk kepada positif. Tabel 1. Sikap Bahasa pada Komponen Konatif Kode Siswa Skor Persentase Baik Sekali Baik Sekali Baik Sekali Baik Sekali Baik Sekali Baik Sekali Baik Sekali Baik Sekali Baik Sekali S 10 Baik Sekali S 11 Baik Sekali S 12 Baik S 13 Baik Sekali S 14 Cukup S 15 Baik Sekali S 16 Baik Sekali S 17 Baik Sekali S 18 Baik Sekali S 19 Baik Sekali S 20 Baik Sekali S 21 Baik Sekali S 22 Baik Sekali S 23 Baik Sekali S 24 Baik Sekali S 25 Baik Sekali S 26 Baik Sekali S 27 Cukup S 28 Baik Sekali S 29 Baik Sekali S 30 Baik Sekali S 31 Baik Sekali Baik Sekali Rata-rata Skala Keterangan Tabel di atas menunjukkan bahwa komponen konatif sikap bahasa siswa kelas Vi SMP Ar-Risalah kota Lubuklinggau menunjukan skala baik, dengan rincian siswa yang mendapatkan skala baik sekali (A) berjumlah 28 siswa, yang mendapatkan skala baik ( B) 1 siswa , dan siwa lainnya mendapatkan skala cukup (C) 2 siswa. Pada komponen kognitif ini didapatkan rata-rata 95%%. Nilai 95%,1% pada penentuan kriteria dengan penghitungan persentase berada pada skala sangat baik (B). Dapat disimpulkan bahwa sikap bahasa siswa kelas Vi pada komponen kognitif termasuk kepada positif. Pada penelitian yang dilakukan pada tanggal 5 agustus 2021 dengan menggunakan angket yang berjumlah 20 instrumen didapatkan hasil sebagai berikut: Tabel 1. Sikap Bahasa Siswa Secara Keseluruhan Kode Siswa Skor Persentase Skala Keterangan Baik Baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Baik Cukup Baik Baik S 10 Baik S 11 Sangat baik S 12 Baik S 13 Baik S 14 Cukup S 15 Baik S 16 Cukup S 17 Baik S 18 Sangat baik S 19 Baik S 20 Baik S 21 Sangat baik S 22 Sangat baik S 23 Sangat baik S 24 Sangat baik S 25 Sangat baik S 26 Sangat baik S 27 Sangat baik S 28 Baik S 29 Baik S 30 Sangat baik S 31 Sangat baik Rata-rata 85,52 85,52% Baik Dari data di atas, penulis membuat kesimpulan tentang kategori sikap bahasa SMP Ar-risalah Lubuklinggau Indonesia. Kategori skala instrumen pada sikap bahasa yang digunakan penulis yaitu baik sekali (A), baik (B), cukup (C), dan kurang (D). Dari total persentase rata-rata yang didapatkan penulis ketika melakukan penelitian di Ar-risalah kota lubuklinggau didapatkan hasil rata-rata 85,52%. Hasil ini pada penentuan kriteria dengan penghitungan persentase berada pada skala 76%-85%. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kategori skala yang dimiliki oleh siswa kelas Vi SMP Ar-risalah kota lubuklinggau terhadap bahasa Indonesia baik dan dapat dikategorikan pada jenis positif. Penelitian sikap bahasa merupakan jenis penelitian yang bertujuan untuk menganalisisbagasimana respon siswa terhadap bahasa Indonesia. Penelitian sikap bahasa ini dilakukan pada siswa kelas Vi Ar-Risalah kota Lubkulinggau terhadap bahasa Indonesi. Hasil dari penelitian yang dilakukan pada tanggal 5 Agustus 2021 menunjukan bahwa sikap siswa terhadap bahasa Indonesia baik, hal ini telah menjawab pertnyaan dari penulis mengenai bagaimana sikap siswa kelas Vi SMP Ar-Risalah kota Lubuklinggau terhadap bahasa Indonesia. Pada tahap penelitian yang dilakukan oleh peneliti, peneliti menggunakan satu kelas yang terdapat 31 sisiwa untuk menjawab pernyataan pada angket yang telah disediakan oleh peneliti yang berjumalh 20 pernyataan yang terdapat tiga komponen, yaitu komponen kognitif, afektif, dan konatif. Pada penelitian tersebut didapatkan hasil respon siswa berdasarkan komponen kognitif didapatkan rata-rata 84,1%, berdasarkan komponen afektif berjumlah rata-rata 85%, dan pada komponen konatif berjumlah 95%. Sedangkan pada hasil keseluruhan angket sikap bahasa siswa kelas Vi Ar-Risalah kota Lubuklinggau terhadap bahasa Indoneseia didapatkan hasi rata-rata berjumlah 85,52%. Nilai 85,52% pada penentuan kriteria dengan penghitungan persentase beradapada interval 76%-85% yang berada pada skala B . Sikap merupakan respon seseorsng terhadap sesuotu objek dalam hal ini objeknya berupa bahasa. Menurut Anderson (Mulyaningsih, 2017:. Sikap bahasa merupakan suatu respon seseorang secara sadar terhadap suatu objek. Sikap bahasa atau language attitude merupakan tata keyakinan atau kognisi yang relatif berjangka panjang mengenai bahasa yang memberikan kecenderungan kepada seseorang untuk bereaksi dengan cara tertentu yang disenangi. Berdasarkan penemuan peneliti dan dari pendapat di atas dapat dikaitkan dengan teori tesebut bahwa hasil penelitian tersebut dilakukan untuk mendapatkan hasil respon siswa terhadap bahasa Indonesia SIMPULAN Berdasarkan hasil dari analisis data dan pembahasan yang dilakukan oleh peneliti mengenai analisis sikap bahasa siswa kelas Vi SMP Ar-Risalah kota Lubuklinggau, disimpulkan bahwa sikap bahasa siswa kelas Vi Ar-Risalah kota Lubuklinggau terhadap bahasa Indonesia menunjukan hasil positif. Hal ini dibuktikan dengan skala sikap siswa terhadap bahasa Indonesia berada di skala baik, dengan total persentase 85,25%. Adapun pada setiap komponen juga berada pada sikap positif karena pada kompponen kognitif didapatkan jumlah rata-rata 84,1%, afektif berada pada 85% dan konatif berada pada 95%. Penelitian ini perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai sikap bahasa, oleh karena itupeneliti mengajukan beberapa rekomendasi yiatu: Bagi guru, akan lebih baik jika mereka memotivasi siswa selama proses Dengan memotivasi siswa untuk belajar bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Bagi siswa, yang ingin menguasai bahasa Indonesia untuk lebih menyukai bahasa Indonesia dari pada bahasa asing, sehingga dapat dengan mudah menguasi bahasa Indonesia tersebut dan juga dapat melestarikan bahasa Indonesia. bagi peneliti selanjutnya, yaitu peneliti harus lebih memperhatikan responden untuk mengisi angket karena pada dasarnya responden yang mengisi angket pada penelitian ini hanya siswa kelas Vi SMP Ar-risalah kota Lubuklinggau . Untuk peneliti selanjutnya dapat diharapkan lebih melihat kelas lain atau mengambil beberapa kelas tidak hanya satu kelas saja. DAFTAR PUSTAKA