Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 11 No. 4 Desember 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 153 Ae 164 PENGARUH DANA PIHAK KETIGA. LDR. ROA. DAN ROE TERHADAP JUMLAH PENYALURAN KREDIT Oleh Intan Yunnyarti Permatasari Ekonomi dan Bisnis/Akuntansi. Universitas Muhammadiyah Surakarta Email: b200160020@student. Agus Endro Suwarno Ekonomi dan Bisnis/Akuntansi. Universitas Muhammadiyah Surakarta Email: aes202@ums. Article Info Article History : Received 16 Des - 2022 Accepted 25 Des - 2022 Available Online 30 Des Ae 2022 Abstract This study aims to determine the effect of Third Party Funds. LDR. ROA, and ROE on the amount of lending in all commercial banks listed on the IDX for the period 2013-2018. The population in this study were all commercial banks listed on the IDX for the period 2013-2018. The data collection technique in this study used a documentation study. To analyze the research using the Multiple Linear Regression analysis method assisted by the SPSS 17 program. The results of the study prove that third party funds. LDR. ROA and ROE simultaneously affect the amount of credit disbursement. the results of the coefficient of determination test (R. obtained a value of 69. 9% of the independent variables affect the distribution of commercial bank loans and the remaining 30. 1% is influenced by other variables not examined in this study. Keyword : Third Party Funds. LDR. ROA. ROE, and Total Loans. ekspansi terhadap pinjamannya atau harus Return On Asset (ROA) yaitu merupakan rasio pengelolaan aset yang dilakukan oleh bank yang Rasio ROA ini digunakan untuk mengukur kemampuan dari manajemen bank dalam memperoleh laba secara keseluruhan (Kuncahyono, 2. Menurut Hadad . Return On Asset adalah indikator yang menunjukkan bahwa apabila rasio ini meningkat maka aktiva bank telah digunakan dengan optimal diperkirakan ROA dan kredit memiliki hubungan yang positif dalam kegiatan usaha bank yang mendorong perekonomian. Return On Equity (ROE) merupakan rasio yang dipakai untuk mengukur kemampuan perusahaan dengan seluruh dana yang tertanam dalam modal sendiri . dalam memperoleh Laba atau keuntungan diperlukan oleh perusahaan, agar perusahaan tersebut dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya serta mengembangkan dirinya dan menginvestasikan kembali sebagian atau seluruh laba tersebut kedalam perusahaan. PENDAHULUAN Keberadaan perekonomian suatu negara memiliki peran penting dalam upaya untuk meningkatkan pertumbuhan Sektor keuangan yang berkembang dengan baik akan dapat mendorong kegiatan Sebaliknya sektor keuangan yang tidak dapat berkembang dengan baik akan me-ngalami hambatan likuiditas dalam upaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Melalui kegiatan perkreditan dan berbagai jasa yang diberikan, bank melayani kegiatan pembiayaan serta melancarkan mekanisme sistem pembayaran bagi semua sektorperekonomian. Besarnya jumlah kredit yang disalurkan akan menentukan keuntungan bank. Jika bank tidak mampu menyalurkan kredit, sementara dana yang terhimpun dari simpanan banyak, akan menyebabkan bank tersebut rugi (Najakhah dkk. Loan to Deposit Ratio (LDR) merupakan rasio untuk mengukur komposisi jumlah kredit yang diberikan dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri yang digunakan (Kuncahyono, 2. Rasio ini dapat dijadikan patokan apakah bank masih dapat melakukan akan Dengan kata lain investor tidak akan perusahaan yang bernilai tidak baik. Teori Penawaran Uang Bank mempunyai fungsi sebagai lembaga intermediasi atau perantara antara pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana, serta menjadi lembaga yang memperlancar lalu lintas pembayaran. Bank dapat berperan sebagai perantara keuangan dengan melakukan penghimpunan dana dari masyarakat yang kelebihan dana dalam berbagai bentuk simpanan. Kemudian bank akan membayar bunga kepada nasabahnya serta menyalurkan dana kepada masyarakat yang kekurangan dana dalam bentuk Dimana kredit tersebut terdiri dari tiga, yaitu kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit Penyaluran kredit kepada masyarakat yang kekurangan dana ini dapat diartikan sebagai penawaran uang. Dalam pengaplikasiaanya hukum penawaran uang akan bergantung kepada permintaan yang dilakukan oleh debitur. Jumlah uang yang beredar dapt dipengaruhi oleh tingkat suku bunga, sehingga akan berpengaruh terhadap tingkat permintaan uang yang dilakukan oleh Manakala suku bunga pinjaman itu rendah, maka kecenderungan akan permintaan uang juga akan meningkat. Namun hal sebaliknya akan terjadi saat suku bunga pinjaman yang diberikan oleh bank tersebut tinggi, maka kecenderungan yang timbul adalah permintaan uang yang akan menurun, dalam hal ini akan berimbas terhadap jumlah penyaluran kredit yang akan menurun pula. Trade Off Theory Trade off theory merupakan model yang didasarkan pada trade off antara keuntungan dengan kerugian penggunaan hutang. Struktur modal optimal akan tercapai bila manfaat nilai tambah dari penggunaan hutang yang berupa penghematan pajak dapat menutupi peningkatan biaya financial distress sehubungan peningkatan hutang (Bradley,Jarrel and Kim 1. Dengan teoritrade off perusahaan berusaha menyeimbangkan manfaat daripendanaan dengan hutang dan suku bunga serta biaya kebangkrutan yang lebih tinggi (Brigham dan Houston, 2. Dana Pihak Ketiga Dana Pihak Ketiga (DPK) merupakan sumber dana bank yang dihimpun dari masyarakat sebagai nasabah dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito (Abdullah dalam Febrianto. Berdasarkan UU No. 10 tahun 1998 tentang perbankan dijelaskan bahwa dana pihak ketiga bank, untuk selanjutnya disebut DPK, adalah kewajiban bank kepada penduduk dalam rupiah dan valuta asing. Umumnya dana yang KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Signalling Theory (Teori Sinya. Teori dasar dalam penelitian ini yaitu signaling theory . eori sinya. Nuswandari . teori sinyal menjelaskan mengapa perusahaan mempunyai dorongan untuk memberikan informasi laporan keuangan kepada pihak Signalling Theory atau teori sinyal dikembangkan oleh Ross . yang menyatakan bahwa pihak eksekutif perusahaan memiliki informasi lebih baik mengenai perusahaannya akan terdorong untuk menyampaikan informasi tersebut kepada calon investor agar harga saham perusahaannya meningkat. Teori sinyal menjelaskan bagaimana seharusnya sebuah perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan. Manajer perusahaan akan memberikan informasi melalui laporan keuangan bahwa mereka menerapkan menghasilkan laba yang lebih berkualitas. Teori sinyal merupakan basis teori yang mendasari hubungan dari pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. Informasi diterima oleh investor terlebih dahulu diterjemahkan sebagai sinyal yang baik . ood new. atau sinyal yang jelek . ad new. Jika laba yang dilaporkan oleh perusahaan meningkat maka informasi tersebut dapat dikategorikan sebagai sinyal baik karena mengindikasikan kondisi perusahaan yang baik. Sebaliknya jika laba yang dilaporkan menurun maka perusahaan berada dalam kondisi tidak baik sehingga dianggap sebagai sinyal yang jelek. Menurut Jogiyanto . , signalling theory menekankan kepada pentingnya informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan terhadap keputusan investasi pihak di luar perusahaan. Informasi merupakan unsur penting bagi investor dan pelaku bisnis karena informasi pada hakekatnya menyajikan keterangan, catatan atau gambaran baik untuk keadaan masa lalu, saat ini maupun keadaan masa yang akan datang bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan dan bagaimana pasaran efeknya. Informasi yang lengkap, relevan, akurat dan tepat waktu sangat diperlukan oleh investor di pasar modal sebagai alat analisis untuk mengambil keputusan investasi. Hubungan signaling theory dengan nilai yang baik dapat menjadi signal positif dan buruk dapat menjadi signal negatif. Hal ini investor melakukan investasi adalah untuk perusahaan yang bernilai tidak baik cenderung dihimpunoleh perbankan dari masyarakat akan konsep persediaan yang berbentuk rasio pinjaman digunakan untuk pendanaan aktivitas sektor riil terhadap deposit. Sedangkan menurut Kasmir melalui penyaluran kredit (Warjiyo dalam . LDR (Loan to Deposit Rati. adalah rasio Febrianto, 2. yang digunakan untuk mengukur komposisi jumlah Dana pihak ketiga terdiri atas beberapa jenis, yaitu kredit yang diberikan dibandingkan dengan jumlah sebagai berikut (Febrianto, 2. dana masyarakat dan modal sendiri yang Giro Giro adalah simpanan dari pihak ketiga atau Loan To Deposit Ratio (LDR) dapat nasabah kepada bank yang penarikannya dapat menjadi indikator utama dalam menilai fungsi dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, intemediasi perbankan. Semakin tinggi penyaluran bilyet giro, surat perintah pembayaran lainnya, kredit menggunakan DPK, maka fungsi atau dengan pemindah bukuan. intemediasi perbankan berjalan dengan sangat Tabungan Sebaliknya, rendahnya penyaluran kredit Tabungan adalah simpanan pihak ketiga atau DPK nasabah kepada bank yang penarikannya hanya intermediasi tidak berjalan dengan lancar, karena dapat dilakukan menurut ketentuan atau syaratDPK tidak disalurkan kembali kepada masyarakat, syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat melainkan diguinakan untuk kepentingan lain, ditarik dengan cek, bilyet giro, dan atau lainnya misalnya untuk membeli Sertifikat Bank Indonesia yang dapat dipersamakan dengan itu. (SBI), inventaris, dan sebagainya (Ambaroita. Deposito Deposito adalah simpanan pihak ketiga atau Menurut Kasmir . batas aman dari nasabah kepada bank yang penarikannya hanya LDR suatu bank adalah sekitar 80%. Namun batas dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu maksimal LDR adalah 110%. Rasio LDR dihitung sesuai dengan perjanjian antara pihak ketiga dan dengan membandingkan kredit dengan dana pihak bank yang bersangkutan. Deposito dapat ketiga dimana kredit yang digunakan merupakan dibedakan sebagai deposito berjangka, sertifikat total kredit yang diberikan kepada pihak ketiga, deposito, dan deposito on call. dan tidak termasuk kredit yang diberikan kepada pihak lain. Sedangkan dana pihak ketiga LDR (Loan to Deposit Rati. Menurut Darmawi . LDR (Loan to merupakan giro, tabungan, dan deposito yang tidak Deposit Rati. adalah salah satu ukuran likuid dari termasuk antar bank Adapun penentuan peringkat serta predikat LDR bank ditentukan sebagai berikut: Tabel 2. 2 Peringkat Komposit LDR Rating Ratio Predicate 50% < LDR O 75% Sangat Baik 75% < LDR O 85% Baik 85% < LDR O 100% Cukup Baik 100% < LDR O 110% Kurang Baik LDR > 110% Tidak Baik Sumber: Kodifikasi Penilaian Bank Indonesia (Kelembagaan: Penilaian Tingkat Kesehatan Ban. (Munawir dalam Putri, 2. ROA merupakan ROA (Return on Asset. Return on Asset (ROA) merupakan salah hasil dari perbandingan antara laba bersih sebelum satu indikator keuangan yang sering dipakai untuk pajak terhadap total aset. Peningkatan nilai ROA menilai kinerja perusahaan karena mudah dihitung pada suatu bank mengindikasikan bahwa bank dan dipahami. Return on Assets diukur dari laba tersebut telah bekerja secara efektif, yaitu dengan bersih setelah pajak . arnings after ta. terhadap memanfaatkan aset atau aktiva yang dimiliki untuk total asset yang mencerminkan kemampuan memperoleh laba yang lebih besar. Begitu pula perusahaan dalam penggunaan investasi yang sebaliknya, suatu bank disebut memiliki kinerja digunakan untuk operasi perusahaan dalam rangka yang tidak efektif ketika ROA mengalami menghasilkan profitabilitas perusahaan (Abdillah, penurunan, karena bank dinilai tidak mampu ROA merupakan rasio keuangan memanfaatkan aktiva untuk memperoleh laba yang lebih besar (Yatiningsih dan Chabachib, 2. profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan Indikator profitabilitas yang berdasarkan menghasilkan keuntungan atau laba pada tingkat Return On Asset (ROA) mempunyai keunggulan pendapatan, aset dan modal saham tertentu sebagai berikut (Ikhwal, 2. Merupakan indikator pengukuran yang divisional Return On Asset (ROA), meskipun komprehensif untuk melihat keadaan suatu sebenarnya project-project tersebut dapat perusahaan berdasarkan laporan keuangan meningkatkan tingkat keuntungan perusahaan yang ada. secara keseluruhan. Mudah dihitung, dipahami dan sangat berarti Manajemen cenderung untuk berfokus pada dalam nilai absolute. tujuan jangka pendek dan bukan tujuan jangka Merupakan diterapkan pada setiap unit organisasi yang Sebuah project dalam Return On Asset (ROA) bertanggung jawab terhadap profitabilitas dan dapat meningkatkan tujuan jangka pendek, unit usaha. Selain mempunyai keunggulan Return On konsekuensi negatif dalam jangka panjang Asset (ROA) juga memiliki kelema han sebagai yang berupa pemutusan beberapa tenaga berikut (Ikhwal, 2. penjualan, pengurangan budget pemasaran Pengukuran kinerja dengan menggunakan dan penggunaan bahan baku yang relatif Return On Asset (ROA) membuat manajer murah sehingga menurunkan kualitas produk divisi memiliki kecenderungan untuk dalam jangka panjang. melewatkan project-project yang menurunkan Adapun penentuan peringkat serta predikat ROA bank ditentukan sebagai berikut: Tabel 2. 1 Kriteria Peringkat ROA Rating Ratio Predicate ROA > 1,5% Sangat Sehat 1,25% < ROA O 1,5% Sehat 0,5% < ROA O 1,25% Cukup Sehat 0% < ROA O 0,05% Kurang Sehat ROA O 0% Tidak Sehat Sumber: Kodifikasi Penilaian Bank Indonesia (Kelembagaan: Penilaian Tingkat Kesehatan Ban. Adapun semakin tinggi ROE suatu ROE (Return on Equit. Menurut Kasmir . Return on Equity perusahaan berarti semakin besar return yang akan (ROE) adalah rasio untuk mengukur laba bersih diterima investor dari investasinya tersebut. Begitu sesudah pajak dengan modal sendiri. Return on pula sebaliknya, jika semakin rendah ROE suatu Equity (ROE) merupakan rasio untuk mengukur perusahaan maka akan semakin rendah return yang tingkat pengembalian investasi pemegang saham. akan diterima investor, sehingga berdampak Sedangkan menurut Fahmi . Return on negatif terhadap harga saham di pasar (Alwi. Equity (ROE) adalah rasio yang digunakan untuk mengkaji sejauh mana suatu perusahaan Jumlah Penyaluran Kredit mempergunakan sumber daya yang dimiliki untuk Berdasarkan Undang-Undang Perbankan mampu memberikan laba atas ekuitas yang Nomor 10 Tahun 1998 kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan ROE adalah kemampuan perusahaan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan memperoleh laba yang tersedia bagi pemegang pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain saham perusahaan. ROE sangat penting bagi yang mewajibkan pihak peminjam melunasi pemilik bank, karena mereka akan mengukur utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan kecakapan dan kemampuan manajer dalam pemberian bunga. merekayasa modal yang tersedia untuk Istilah kredit berasal dari bahasa latin, mendapatkan net income yang wajar. Manajer yang credo, yang berarti I believe. I trust, saya percaya mampu meningkatkan ROE berarti manajer bank atas saya menaruh kepercayaan (Rivai, 2. itu mampu dan cakap mengelola dana-dana yang Dengan demikian, maka pengertian kredit yaitu: dikuasai bank bersangkutan. Setiap kenaikan dari Kredit adalah suatu penyerahan uang atau rasio ini berarti terjadi kenaikan laba bersih, tagihan tersebut kepada pihak lain dengan sehingga setiap terjadi kenaikan berarti akan harapan member pinjaman ini, bank akan menaikkan harga saham dipasar modal. Rasio ini memperoleh suatu tambahan nilai dari pokok menarik bagi pemegang saham serta para investor pinjaman tersebut berupa bunga sebagai dipasar modal yang ingin membeli saham . ika pendapatan bagi bank yang bersangkutan. telah go publi. (Rivai, 2. Dari proses kredit itu telah didasarkan pada suatu perjanjian yang saling mempercayai kedua belah pihak akan mematuhi kewajiban masing-masing. Dalam pemberian kredit ini terkandung kesepakatan pelunasan hutang dan bunga akan diselesaikan dalam waktu tertentu yang telah disepakati bersama. Menurut Kasmir . unsur-unsur yang terkandung dalam pemberian suatu fasilitas kredit adalah sebagai berikut: Kepercayaan Kepercayaan yaitu suatu keyakinan pemberi kredit . bahwa kredit yang diberikan baik berupa uang, barang atau jasa akan benar-benar diterima kembali dimasa tertentu di masa datang. Kepercayaan ini diberikan oleh bank, karena sebelum dana dikucurkan, sudah dilakukan penelitian dan penyelidikan yang mendalam tentang nasabah. Penelitian dan penyelidikan dilakukan untuk mengetahui kemauan dan kemampuannya dalam membayar kredit yang Kesepakatan Disamping unsur kepercayaan di dalam kredit juga mengandung unsur kesepakatan antara si pemberi kredit dengan si penerima kredit. Kesepakatan ini dituangkan dalam suatu perjanjian di mana masingmasing pihak menandatangani hak dan masing-masing. Kesepakatan penyaluran kredit dituangkan dalam akad kredit yang ditangani oleh kedua belah pihak yaitu pihak bank dan nasabah. Jangka waktu Setiap kredit yang diberikan pasti memiliki jangka waktu tertentu, jangka waktu ini mencakup masa pengembalian kredit yang telah disepakati. Hampir dapat dipastikan bahwa tidak ada kredit yang tidak memiliki jangka waktu. Resiko Faktor resiko kerugian dapat diakibatkan dua hal yaitu resiko kerugian yang diakibatkan nasabah sengaja tidak mau membayar kreditnya pada hal mampu dan resiko kerugian yang diakibatkan karena nasabah tidak sengaja yaitu akibat terjadinya musibah seperti bencana alam. Penyebab tidak tertagih sebenarnya dikarenakan adanya suatu tenggang waktu pengembalian . angka wakt. Semakin panjang jangka waktu suatu kredit semakin besar resikonya tidak tertagih, demikian pula sebaliknya. Resiko ini menjadi tanggungan bank, baik resiko yang disengaja maupun resiko yang tidak disengaja. Balas jasa Akibat dari pemberian fasilitas kredit bank tentu mengharapkan suatu keuntungan dalam jumlah Keuntungan atas pemberian suatu kredit atau jasa tersebut yang kita kenal dengan nama bunga bagi bank prinsip konvensional. Balas jasa dalam bentuk bunga biaya provisi dan komisi serta biaya administrasi kredit ini merugikan keuntungan utama bank. Sedangkan bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah balas jasanya ditentukan dengan bagi hasil. Lebih lanjut Kasmir . juga menjelaskan bahwa tujuan pemberian suatu kredit sebagai Mencari keuntungan Tujuan utama pemberian kredit adalah untuk memperoleh keuntungan. Hasil keuntungan ini diperoleh dalam bentuk bunga yang diterima oleh bank sebagai balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan kepada nasabah. Membantu usaha nasabah Tujuan selanjutnya adalah untuk membantu usaha nasabah yang memerlukan dana, baik dana untuk investasi maupun dana untuk modal kerja. Dengan dana tersebut, maka pihak debitur akan dapat mengembankan dan memperluaskan usahanya. Dalam hal ini baik bank maupun nasabah samasama diuntungkan. Membantu pemerintah Tujuan lainnya adalah membantu pemerintah dalam berbagai bidang. Bagi pemerintah semakin banyak kredit yang disalurkan oleh pihak perbankan, maka semakin baik, mengingat semakin banyak kredit berarti adanya kucuran dana dalam rangka peningkatan pembangunan di berbagai sektor, terutama sektor rill. Selanjutnya mengenai fungsi kredit menurut Kasmir . adalah sebagai berikut: Untuk meningkatkan daya guna uang Dengan adanya kredit daat meningkatkan daya guna uang, maksudnya jika uang hanya disimpan saja di rumah tidak akan menghasilkan sesuatu yang berguna. Untuk meningkatkan peredaran dan lalu lintas Dalam hal ini uang yang diberikan atau disalurkan akan beredar dari satu wilayah ke wilayah lainnya, segingga suatu daerah yang kekurangan uang dengan memperoleh kredit, maka daerah tersebut akan memperoleh tambahan uang dari daerah Untuk meningkatkan daya guna barang Kredit yang diberikanoleh bank akan dapat digunakan oleh si debitur untuk mengeolah barang yang semula tidak berguna menjadi berguna atau Meningkatkan peredaran barang Kredit dapat pula menambah atau memperlancar arus barang dari satu wilayahke wilayah lainnya, sehingga jumlah barang yang beredar dari satu wilayah ke wilayah lainnya bertambah atau kredit dapat pula meningkatkan jumlah barang yang e. Sebagai alat stabilitas ekonomi Dengan memberikan kredit dapat dikatakan sebagai alat stabilitas ekonomi, karena dengan adanya kredit yang diberikan akan menabah jumlah barang yang diperlukan oleh masyarakat. Untuk meningkatkan kegairahan berusaha Bagi si penerima kredit tentu akan dapat meningkatkan kegairahan berusaha, apa lagi bagi si nasabah yang memeang modalnya pas-pasan. Dengan memperoleh kredit nasabah bergairah untuk dapat memperbesar atau memperluas Untuk meningkatkan pemerataan pendapatan Semakin banyak kredit yang disalurkan, maka akan semakin baik, terutama dalam hal meningkatkan Jika sebuah kredit diberikan untuk membangun pabrik, maka pabrik tersebut tentu membutuhkan tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran. Bagi masyarakat sekitar pabrik juga akan dapat memperoleh pendapatan seperti gaji bagikaryawan yang bekerja di pabrik dan membuka warung atau menyewa rumah kontrakan atau jasa lainnya bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pabrik. Untuk meningkatkan hubungan internasional Dalam hal pinjaman internasional akan dapat meningkatkan saling membutuhkan antara si penerima kredit dengan si pemberi kredit. Menurut Kasmir . terdapa lima faktor penilaian permohonan kredit yang perlu diperhatikan oleh Bank, antara lain yaitu: Kepribadian atau Watak (Characte. Character adalah sifat atau watak seseorang. Sifat atau watak dari orang-orang yang akan diberikan kredit benar-benar harus dapat dipercaya. Untuk membaca watak atau sifat dari calon debitur dapat dilihat dari latar belakang si nasabah, baik yang bersifat latar belakang pekerjaan maupun yang bersifat pribadi. Kemampuan atau Kesanggupan (Capacit. Capacity adalah analisis untuk mengetahui kemampuan nasabah dalam membayar kredit. Kemampuan ini dihubungkan dengan latar belkang pendidikan dan pengalamannya selama ini dalam mengelola usahanya, sehingga akan terlihat kemampuannya dalam mengembalikan kredit yang Modal atau Kekayaan (Capita. Capital adalah menganalisis dari sumber mana saja modal yang ada sekarang ini, termasuk persentase modal yang digunakan untuk membiayai proyek yang akan dijalankan, berapa modal sendiri dan berapa modal pinjaman. Jaminan (Colletera. Collateral adalah jaminan yang diberikan calon nasabah baik yang bersifat fisik maupun nonfisik. Jaminan hendaknya melebihi jumlah kredit yang Kondisi (Conditio. Condition adalah penilaian kondisi politik, ekonomi, dan sosial yang ada sekarang dan prediksi untuk di masa yang akan datang. Penilaian kondisi atau prospek bidang usaha yang dibiayai hendaknya benar-benar memiliki prospek yang baik, sehingga kemungkinan kredit tersebut bermasalah relatif kecil. Adapun yang dimaksud dengan jumlah penyaluran kredit adalah jumlah kredit yang disalurkan oleh bank umum di Indonesia (Febrianto, 2. METODE PENELITIAN Dana Pihak Ketiga (X. Dana pihak ketiga (DPK) merupakan sumber dana bank yang dihimpun dari masyarakat sebagai nasabah dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito (Abdullah dalam Febrianto, 2013:. Variabel ini disimbolkan dengan DPK yang dirumuskan sebagai berikut: yaycEya = yaycu . ciycnycycu ycycaycaycycuyciycaycu yccyceycyycuycycnycyc. Dengan Skala Pengukuran Rasio LDR (X. LDR (Loan to Deposit Rati. adalah rasio yang digunakan untuk mengukur komposisi jumlah kredit yang diberikan dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri yang digunakan (Kasmir, 2014:. Variabel ini disimbolkan dengan LDR yang dirumuskan sebagai berikut: yayaycI = ycu 100% yaycaycuyca ycEycnEaycayco yayceycycnyciyca Dengan Skala Pengukuran Rasio ROA (X. ROA merupakan rasio keuangan perusahaan yang berhubungan dengan profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan atau laba pada tingkat pendapatan, aset dan modal saham tertentu (Munawir dalam Putri, 2017:. Variabel ini disimbolkan dengan ROA yang dirumuskan sebagai berikut: yaycaycayca ycIyceycayceycoycyco ycEycaycycayco ycIycCya = ycu 100% ycIycaycyca Oe ycycaycyca ycNycuycycayco yaycyceyc Dengan Skala Pengukuran Rasio ROE (X. Return on Equity (ROE) adalah rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri (Kasmir, 2012:. Variabel ini disimbolkan dengan ROE yang dirumuskan sebagai berikut: ycIycCya memberikan keuntungan/pendapatan bagi bank. Dalam suatu bank jumlah dana pihak ketiga yang dihimpun berpengaruh terhadap kemampuan bank dalam menyalurkan kredit. Pengaruh ROA terhadap jumlah penyaluran Berdasarkan hipotesis penelitian yang ketiga yang diajukan dalam penelitian ini adalah Return On Assets (ROA) berpengaruh terhadap jumlah penyaluran kredit. Namun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Return On Assets (ROA) terhadap jumlah penyaluran kredit diperoleh nilai signifikansi 0,539 dengan t hitung -0. 616 < t tabel artinya Return On Assets (ROA) berpengaruh tidak signifikan dengan jumlah penyaluran kredit. Dengan demikian, penelitian ini tidak menjawab hipotesis ketiga, maka pada penelitian ini hipotesis 3 ditolak. Hal ini disebabkan karena ada beberapa pendanaan yang diprioritaskan selain pada pendanaan kredit. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Anggraini . ROA tidak terbukti berpengaruh terhadap penyaluran kredit bank. ROA tidak memengaruhi karena bukan merupakan sumber pendanaan utama bank serta nilai rata-rata ROA selama tahun penelitian kurang dari nilai minimum ROA yang sudah ditetapkan. Hasil penelitian ini tidak didukung oleh penelitian Sitanggang . bahwa Return on Asset (ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit Bank BUMN di Indonesia. Menurut Taswan . mengatakan bahwa dana ROA ditempatkan pada aktiva tetap dan inventaris untuk mengoperasikan kegiatan Perbankan. ROA yang ditanamkan pada aktiva tetap . ixed asset. bisa digunakan untuk pertumbuhan perusahaan. Disamping itu. ROA juga bukan merupakan sumber pendanaan utama untuk kredit perbankan, sehingga naik atau turunnya rasio ROA pada perbankan tidak mempengaruhi jumlah penyaluran kredit. Pengaruh LDR terhadap jumlah penyaluran Berdasarkan hipotesis penelitian kedua yang diajukan dalam penelitian ini adalah Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh terhadap jumlah penyaluran kredit diperoleh nilai signifikansi 0,000 dengan t hitung -6. 357 < t tabel 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LDR berpengaruh signifikan terhadap jumlah penyaluran kredit sehingga dalam penelitian ini hipotesis kedua Hasil penelitian ini menunjukkan adanya LDR berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Idqan . bahwa yang berjudul Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyaluran Kredit Untuk Usaha ycAycuyccycayco ycIyceycuyccycnycycn ycu 100% yaycaycayca yaAyceycycycnEa ycIyceycyceycoycaEa ycEycaycycayco Dengan Skala Pengukuran Rasio Jumlah Penyaluran Kredit (X. Jumlah kredit yang disalurkan oleh bank umum di Indonesia (Febrianto, 2. Variabel ini disimbolkan dengan ROE yang dirumuskan sebagai berikut: yaycycoycoycaEa ycEyceycuycycaycoycycycaycu yaycyceyccycnyc = yaycu . aycycoycoycaEa ycyyceycuycycaycoycycycaycu ycoycyceyccycny. Dengan Skala Pengukuran Rasio HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh dana pihak ketiga terhadap jumlah penyaluran kredit Berdasarkan hipotesis penelitian yang diajukan dalam penelitian ini adalah dana pihak ketiga berpengaruh terhadap jumlah penyaluran Dalam penelitian ini dana pihak ketiga penyaluran kredit, artinya hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima. Berdasarkan hasil pengujian di atas, didapatkan hasil estimasi variabel dana pihak ketiga memiliki koefisien regresi sebesar 3755,005 dengan arah yang positif dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari = 0,05 dengan t hitung 12,820 > t tabel 1. Hal ini menunjukkan bahwa Bank Umum di Indonesia telah melaksanakan fungsinya dengan baik sebagai lembaga perantara Hal ini tidak terlepas dari sifat usaha bank sebagai lembaga intermediasi antara unit surplus dengan unit defisit, dan sumber utama dana bank berasal dari masyarakat sehingga secara moral mereka harus menyalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Sitanggang . bahwa Dana Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit Bank BUMN di Indonesia. Hasil penelitian lainnya yang mendukung adalah penelitian Sinaga dan Masdjojo . tentang faktor internal bank terhadap penyaluran kredit perbankan yang terdaftar di otoritas jasa keuangan tahun 2016-2020 yaitu Dana Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh psoitif dan signifkkan terhadap penyaluran kredit. Besaran penyaluran kredit sangat tergantung pada besaran dana yang tersedia terutama dana dari pihak ketiga. Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun oleh bank merupakan sumber dana terbesar bagi bank untuk membiayai aktivitas/kegiatan bank sehari-hari serta usaha bank untuk melakukan aktivitas penyaluran kredit. Kredit merupakan alokasi dana terbesar bagi bank yang bisa Mikro. Kecil dan Menengah oleh Bank Umum di Indonesia salah satunya adalah Loan to the Deposit Ratio (LDR). Hasil penelitian hampir sama juga didukung oleh penelitian Afriandi . LDR berpengaruhi terhadap distribusi kredit. Penelitian hampir sama juga dilakukan oleh Harmayati dan Rahayu . membuktikan bahwa Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh positif terhadap penyaluran kredit pada bank umum yang go publik BEI Hasil mengindikasikan bahwa semakin tinggi rasio LDR, maka akan menyebabkan menurunnya rasio penyaluran kredit, sebaliknya semakin rendah rasio LDR maka akan menyebabkan meningkatkan rasio penyaluran kredit. Jika penyaluran kredit terus mengalami peningkatan maka jumlah kredit yang disalurkan oleh bank akan mengalami penurunan, karena bank mengalami penurunan jumlah modal. Hasil penelitian ini juga didukung oleh penelitian Amelia dan Murtiasih . Analisis Pengaruh DPK. LDR. NPL dan CAR Terhadap Jumlah Penyaluran Kredit Pada PT. Bank QNB Indonesia Tbk Periode 2005-2014. Hasil penelitian menunjukkan Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah penyaluran kredit. Variabel Non Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah penyaluran kredit. Variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah penyaluran Pengaruh ROE terhadap jumlah penyaluran Berdasarkan hipotesis penelitian yang ketiga yang diajukan dalam penelitian ini adalah Return On Equity (ROE) berpengaruh terhadap jumlah penyaluran kredit. Namun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Return On Equity (ROE) terhadap jumlah penyaluran kredit diperoleh nilai signifikansi 0,155 dengan t hitung -1. 432 < t table artinya Return On Equity (ROE) berpengaruh tidak signifikan berpengaruh terhadap jumlah penyaluran kredit. Dengan demikian, penelitian ini tidak menjawab hipotesis, maka pada penelitian ini hipotesis 4 ditolak. Return On Equity (ROE) merupakan ukuran kemampuan bank dalam menghasilkan keuntungan dengan menggunakan modal sendiri, sehingga ROE ini sering disebut sebagai rentabilitas modal sendiri. Penelitian Rosyid dan Sosrowidigdo . secara parsial Return On Assets (ROE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Capital Adequacy Ratio. Return On Equity (ROE) atau hasil pengembalian atas ekuitas merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar kontribusi ekuitas dalam menciptakan laba bersih. Dengan kata lain, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa besar jumlah laba bersih yang akan dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total ekuitas. Rasio ini dihitung dengan membagi laba bersih terhadap ekuitas. Hasil penelitian Febriansyah. Yulinda dan Yuniarti . menunjukkan bahwa ROE (Return On Equit. berpengaruh signifikan dan bernilai positif terhadap jumlah kredit yang disalurkan. Hasil penelitian Afriandi . variabel ROE mempengaruhi signifikan terhadap Kredit. Pengaruh dana pihak ketiga. ROA. LDR, dan ROE secara bersama-sama terhadap jumlah penyaluran kredit Hasil analisis menunjukkan bahwa dana pihak ketiga. ROA. LDR, dan ROE secara simultan berpengaruh terhadap jumlah penyaluran kredit dengan nilai signifikansi 0,000. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Febriansyan. Yulinda dan Yuniarti . bahwa secara simultan NPL. ROA. ROE. LDR berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit. Hasil penelitian serupa juga dilakukan oleh Sie . bahwa Dana Pihak Ketia. CAR. LDR secara bersama-sama berpengaruh tehadap Penyaluran kredit. Hasil penelitian hampir sama juga dilakukan oleh Harmayati dan Rahayu . tentang faktorfaktor yang mempengaruhi penyaluran kredit pada Bank Umum yang Go Publik di Bursa Efek Indonesia meliputi Non Performing Loan (NPL). Capital Adequacy Ratio (CAR). Loan Deposit Ratio (LDR). Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Return On Asset (ROA). Penleitian Putri dan Akmalia . menyatakan bahwa CAR. NPL. ROA, dan LDR secara simultan berpengaruh signifikan terhadap penyaluran kredit perbankan. Pada penyaluran kredit sangatlah baik kemampuan dalam mengelola jumlah penyaluran kredit dengan kinerja yang baik dalam manajemen investasi yang masuk dari pihak Untuk ROE perlu adanya peningkatan kinerja kesehatan Bank Umum dalam menyalurkan Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi (R. diperleh nilai 69,9% variabel independen berpengaruh pada penyaluran kredit Bank Umum serta 30,1% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Jumlah penyaluran keedit menunjukan kemampuan bank dalam menyalurkan kredit untuk masyarakat. KESIMPULAN Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya tentang pengaruh dana pihak ketiga. LDR. ROA, dan ROE terhadap jumlah penyaluran kredit dapat disimpulkan sebagai berikut: Ada pengaruh dana pihak ketiga terhadap jumlah penyaluran kredit . tudi pada bank 2019Ay. Jurnal Ilmu Manajemen Volume 9 Nomor 3. Jurnal Ilmu Manajemen. ISSN (Onlin. : 2549-192X. Universitas Negeri Semarang. Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi VI Hal Jakarta: Rineka Cipta. Bradley. Jarrel dan Kim. On the Existence of an Optimal Capital Structure: Theory and Evidence. Journal of Finance, 1. , 857878 Brigham. F dan Houston. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Edisi 8,. Buku 2. Jakarta: Salemba Empat. Darmawi. Manajemen Perbankan (Cet. Yogyakarta: Bumi Aksara. Dendawijaya. Lukman. MM. Manajemen Perbankan. Jakarta: Ghalia Indonesia. Erwin Febriansyah. Ade Tiara Yulinda dan Nensi Yuniarti . yang berjudul AuAnalisis faktor-faktor Mempengaruhi Penyaluran Kredit (Studi Pada Bank Umum Konvensional Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2. Ay. Jurnal Ekombis Review ISSN: 2338-8412 e-ISSN: DOI:https://doi. org/10. 37676/ekombis. Fahmi. Irham. Analisis Kinerja Keuangan . Bandung: Alfabeta. Fatriani R. Bentuk-bentuk Produk Bank Konvensional dan Bank Syariah di Indonesia. Ensklopedia of Journal Vol. No. Edisi Oktober. http://jurnal. Febriansyah E. Yulinda A. dan Yniarti N. AuAnalisis Faktor-faktor Mempengaruhi Penyaluran Kredit (Studi Pada Bank Umum Konvensional Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2. Ay. Jurnal Ekombis Review. ISSN: 2338-8412. e-ISSN: 2716-4411. DOI:https://doi. org/10. 37676/ekombis. Universitas Dehasen Bengkulu. Febrianto. & Muid. AuAnalisis pengaruh dana pihak ketiga. LDR. NPL. CAR. ROA, dan BOPO terhadap jumlah penyaluran kredit . tudi pada bank umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2009-2. Diponegoro journal of accounting, vol. 4, hlm. Firda F. AuPengaruh Non Performing Loan (NPL). Dana Pihak Ketiga (DPK). Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE) Terhadap Penyaluran Kredit Properti Oleh Bank Umum di Jawa Timur umum yang terdaftar di BEI periode 20132. dengan tingkat signifikansi 0,000. Ada pengaruh LDR terhadap jumlah penyaluran kredit . tudi pada bank umum yang terdaftar di BEI periode 2013-2. diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000. Tidak ada pengaruh ROA terhadap jumlah penyaluran kredit . tudi pada bank umum yang terdaftar di BEI periode 2013-2. dengan nilai signifikansi 0,539. Tidak ada pengaruh ROE terhadap jumlah penyaluran kredit . tudi pada bank umum yang terdaftar di BEI periode 2013-2. dengan nilai signifikansi 0,155. Ada pengaruh dana pihak ketiga. LDR. ROA, dan ROE secara bersama-sama terhadap jumlah penyaluran kredit . tudi pada bank umum yang terdaftar di BEI periode 20132. dengan nilai p value 0,000. REFERENSI