Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 1. Mei 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. PENDAMPINGAN PEMBUATAN LEMBAR KERJA AuSPEAKINGAy SISWA BAGI TUTOR BAHASA INGGRIS DI YAYASAN SAS ANA GROUP Nazriani Lubis. Asnarni Lubis. Baginda Gading S Dasopan. Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah nazrianilubis@umnaw. ABSTRAK Pembelajaran abad 21 merupakan barometer pengajaran bahasa Inggris saat ini karena pengajar dituntut untuk mampu menggali potensi keterampilan komunikasi siswa. Keterampilan berbicara dengan bahasa Inggris menjadi urgensi di era digital dengan keterbukaan informasi dan internasionalisasi di bidang pendidikan, industry dan ekonomi. Lembaga kursus bahasa Inggris merupakan pilihan tempat belajar bahasa Inggris bagi siswa Indonesia karena lembaga kursus menawarkan kelas sesuai dengan tingkat pengetahuan dan relevanasi kebutuhan siswa. Namun, tutor bahasa Inggris Yayasan SAS ANA Group masih mengalami kesulitan dalam merancang lembar kerja speaking siswa. Lembar kerja merupakan alat yang digunakan pengajar untuk mengevaluasi kemampuan siswa. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, tim pengabdian menawarkan pelatihan pembuatan lembar kerja speaking siswa dengan metode communicative approach dan Tahap pelaksanana terdiri dari. sosialisasi, small group discussion, dan demonstrasi. Kemudian, angket dan lembar observasi digunakan untuk mengukur ketercapaian pelatihan ini. Berdasarkan hasil yang diperoleh, keterampilan pembuatan lembar kerja speaking seluruh tutor bahasa Inggris Yayasan SAS ANA meningkat secara signifikan. Kegiatan ini berdampak terhadap pemahaman mereka secara teoritikal dan praktikal dalam mengimplementasikan pembelajaran inovatif berdasarkan barometer pembelajaran abad 21. Kata kunci: lembar kerja, pembelajaran abad 21 . Speaking, tutor bahasa Inggris ABSTRACT 21st-century learning is a barometer of current English teaching because teachers are required to be able to explore the potential of students' communication skills. English speaking skills have become urgent in the digital era with information openness and internationalization in the fields of education, industry, and the English course institutions are the choice of place to study English for Indonesian students because course institutions offer classes according to the level of knowledge and relevance to students' needs. However. SAS ANA Group Foundation English tutors still experience difficulties in designing studentspeaking worksheets. Worksheets are a tool that teachers use to evaluate student abilities. To solve this problem, the service team offers training in making students' speaking worksheets using a communicative approach and discussion methods. The implementation stage consists of. socialization, small group discussions, and demonstrations. Then, questionnaires and observation sheets were used to measure the achievement of this training. Based on the results obtained, the speaking worksheet creation skills of all SAS ANA Foundation English tutors improved significantly. This activity has an impact on their theoretical and practical understanding of implementing innovative learning based on the 21st-century learning barometer. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. Mei 2024 PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Dalam pengajaran bahasa Inggris. Speaking keterampilan yang paling penting yang diperlukan untuk komunikasi (Zaremba. AlEiadeh. Al. Sobh. Al-Zoubi & AlKhasawneh, 2. Mendorong berkomunikasi secara efektif dalam situasi sosial adalah tujuan instruksi berbicara. Ketika mempelajari bahasa, siswa tidak hanya belajar struktur bahasa secara teori saja, namun juga belajar menggunakan bahasa tersebut dengan komunukatif (Jannah & Hartono, 2. Untuk memenuhi tujuan pembelajran bahasa Inggris, maka pengajar bahasa Inggris harus memahami assessment yang digunakan dalam pengajaran Speaking Sejalan dengan tuntutan dunia pendidikan di era digital, tutor bahasa Inggris keterampilan abad ke-21 untuk memenuhi persyaratan kurikulum yang diperlukan dalam proses mengajar saat ini dan sesuai dengan kebutuhan siswa (Bell, 2010. Brears et al. , 2011. Mioduser & Betzer, 2. Namun. Yayasan SAS ANA Group, berlokasi di Jalan Bilal Medan, menghadapi masalah yang konsisten terjadi, yaitu. Para tutor belum memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai konsep mengembangkan lembar kerja siswa untuk materi speaking Tutor bahasa Inggris Yayasan SAS ANA belum memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan mengajar abad 21 melalui kegiatan workshop, seminar, dan lainnya. Pengajaran speaking masih belum sistematis terutama pada penngembangan lembar kerja sesuai dengan indikator yang diharapkan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting bagi Lembaga Kursus, hal ini ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 pada pasal 26 ayat 4 yang menjelaskan bahwa Lembaga kursus. Lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat dan majelis taklim serta satuan Pendidikan yang sejenis dan ayat 6 bahwa hasil program Pendidikan non formal setara dengan Pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan yang mengaju pada standar Pendidikan Nasional. Pihak sekolah/instirusi diminta untuk dapat membangun sistem pendidikan dengan pengajaran kuat yang pekerjaan, dan kewarganegaraan di abad ke21", yang membutuhkan basis modal sumber daya manusia yang kuat, peneliti dan praktisi (Darling-Hammond & Oakes, 2019, p. Sama halnya dengan sistem pendidikan sistem pendidikan informal juga membutuhkan kualitas pengajar yang sesuai dengan perkembangan pendidikan. Para pengajar di lembaga kursus bahasa Inggris diharapkan mampu untuk meningkatkan keterampilan menghubungkan antara teori dan aplikasi dunia nyata, mengitegrasikan Salah satu asesmen pengajaran bahasa Inggris yang memiliki urgensi tinggi adalah asesmen speaking. Speaking adalah kemampuan linguistik yang kita gunakan setiap hari untuk berkomunikasi dengan orang lain, dan mengekspresikan pendapat kita. Saat ini, keterampilan Speaking dengan bahasa Inggris dengan lancar dianggap penting untuk pekerjaan, pendidikan tinggi, dan mobilitas global dalam masyarakat global saat ini. (Fulcher, 2015a. Isaacs, 2. 2 Tujuan Pengabdian pada Masyarakat Berdasarkan analisi situasi, tujuan pengabdian masyarakat ini sebagai berikut:. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. Mei 2024 Meningkatkan merancang lembar kerja speaking yang sesuai dengan indikator speaking . luency, grammar, pronunciation dan vocabular. dengan pendekatan projectbased learning Meningkatkan merancang lembar kerja speaking yang menarik dan berorientasi pada berpikir kritis dan kreatif. dengan pendekatan project-based learning Meningkatkan keterampilan mengajar bahasa Inggris di era digital saat ini project-based Pronunciation merupakan ekspresi pengucapan atau pelafalan kata sesuai pertama/bahasa dan/atau bahasa asing yang sedang digunakan untuk menunjukkan self-image dan mencapai tujuan komunikasi yang diharapkan (Porter & Garvin, 1989, di Christiane & Barbara, 1994, p. Dalam bahasa Inggris pronunciation yang diterima adalah berdasarkan Receieved Pronunciation. Grammar dalam bahasa Inggris merupakan struktur tata bahasa yang mengatur penggunaan bahasa Inggris dalam sebuah kalimat lisan maupun tulisan AuGrammar is the study of all the contrasts of meaning that it is possible to make within sentencesAy (David, 2006, p. Vocabulary merupakan kosakata yang digunakan dalam percakapan. Dalam Speaking, penggunaan kosakata yang luas dan Seluruh indikator ini dikemas dalam sebuah lembar kerja karena lembar kerja yang baik akan meningkatkan hasil belajar yang baik (King, 2. 3 Pendekatan Masalah Assesment speaking skill memiliki jenis yang bervariasi, yaitu. word repetition task, read aloud task, sentence/completion task, picture cued task, question dan answer task, giving direction/instruction, role play, discussion dan conversation (Hidayah 2017. Idayani dan Rugaiyah 2017. Sahyoni and Zaim, 2017. Jannah & Hartono, 2. Assessment speaking terdiri dari tiga jenis, assessment dan self-assessment (Harris dan McCann, 1. Dalam melakukan assessment speaking, pengajar diminta untuk memahami indikator dan deskriptor yang sesuai dengan penilaian speaking, yaitu. fluency, pronunciation, vocabulary, grammar. Fluency atau kelancaran berbicara merupakan ketepatan berbicara tanpa keraguan mencakup. kata-kata yang benar, memproses tata bahasa tanpa keraguan dan ini akan mempengaruhi persepsi pendengar (Lennon 1990. Shumei 2009. Skehan METODE PELAKSANAAN Kegiatan Pengabdian Masyarakat peningkatan keterampilan tutor membuat lembar kerja speaking siswa. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan, tim pengabdi menyusun metode pelaksanaan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh tim pengabdi dan bantuan mitra. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini dilakukan dengan metode pelatihan dengan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. Mei 2024 pendekatan communicative-approach dan small group discussion. Untuk mencapai tujuan pelatihan ini, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, yaitu. hasil wawancara ini digunakan sebagai dasar rancangan program pengembangan lembar kerja Speaking siswa di Yayasan SAS ANA. - Pendahuluan Pada fase ini, tim pengabdi melakukan persiapan surat izin ke pihak yayasan SAS ANA sekaligus melengkapi kebutuhan administrasi dan mempersiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan selama kegiatan Kemudian, tim pengadi juga melakukan persiapan materi pembuatan lembar kerja dan melakukan koordinasi dengan seluruh anggota tim pengabdi untuk pembagian tugas. Tim pengabdi juga melakukan koordinasi dengan mitra untuk kesepakatan waktu pelaksanaan pelatihan. Pengisian Angket oleh Peserta Pada tahap ini, tim pengabdi menyediakan angket yang diisi oleh peserta. Pengisian angket ini dilakukan sebelum kegiatan/agenda utama untuk mendapatkan persepsi awal peserta tentang keterampilan mereka dalam mengembangkan lembar kerja Speaking siswa selama proses pembelajaran di Yayasan SAS ANA. Hasil angket menunjukkan bahwa persepsi tutor Yayasan SAS ANA pengembangan lembar kerja speaking masih sangat rendah. Tutor Yayasan SAS ANA masih menggunakan lembar kerka yang sangat konvensional, belum ada variasi dengan pendekatan teknis yang sesuai dan indikator penilaian speaking. Indikator penilaian speaking menjadi dasar pengetahuan yang harus dimiliki oleh tutor untuk merencanakan bentuk lembar kerja - Sosialisasi Pada tahap ini, tim pengabdi berkunjung ke lokasi mitra untuk melakukan wawancara kepada pihak Yayasan SAS ANA yang terdiri dari. pimpinan yayasan, koordinator tutor, dan salah satu perwakilan Wawancara dengan mitra ini bertujuan untuk menggali permasalahan mitra dalam membuat lembar kerja speaking dan kesulitan yang dihadapi mitra dalam mengelola pengajaran speaking Berdasarkan wawancara, tim pengabdi menyimpulkan bahwa para tutor Yayasan SAN ANA masih memiliki pemahaman yang rendah mengenai pembuatan lembar kerja Speaking siswa secara teori, kemudian mereka juga masih memiliki informasi yang sangat terbatas tentang prosedur dan teknik pembuatan lembar kerja Speaking siswa. Berdasarkan hal ini, proses pembelajaran yang dilakukan di Yayasan SAS ANA masih belum maksimal sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan belum Selama proses wawancara, para tutor menjawab dan merespom pertanyaan wawancara dengan sangat baik sehingga Penyampaian Materi Dasar Lembar Kerja Speaking dengan Pendekatan Communicative-Approach dan tutorial. Pada menyampaikan materi pembuatan Lembar Kerja Speaking kepada peserta dengan pendekatan Communicative-Approach dan Materi yang disampaikan kepada peserta mencakup. teori dasar pengajaran Speaking, indikator penilaian Speaking, variasi jenis task/tugas Speaking. Sesi communicative approach agar pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan dua arah. Communicative Approach pendekatan pengajaran yang membuka komunikasi dua arah melibatkan peserta pengabdian selama kegiatan pelatihan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. Mei 2024 Tim pengabdi secara proaktif memberikan ruang bagi peserta untuk berdiskusi, bertanya dan berbagi informasi kepada peserta. Communicate Approach juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerima informasi dengan menggunakan bahasa Inggris secara natural. Tujuan implementasi Communicate Approach adalah untuk meningkatkan kompetensi komunikasi yang mencakup. grammatical competence, sociolinguistic competence, discourse competence and strategic competence (Kachru,1992. Koike and Tanaka,1. Dengan demikian. Communicate Approach sangat tepat digunakan pada pelatihan ini karena pendekatan ini sangat tepat digunakan pada pengajaran bahasa Inggris di konteks EFL dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran menggunakan bahasa Inggris (Demirezen, 2. Selama pelatihan berlangsung, seluruh peserta sangat antusias dengan penyampaian materi pembuatan lembar kerja Speaking bagi siswa. Seluruh peserta mengikuti materi pembuatan lembar kerja dimulai dengan perencanaan, pemilihan jenis tugas . epaking tes. yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, dan pemahaman indikator penilaian speaking. Pada tahap ini, para peserta diberikan kesempatan untuk Gambar 1. Pemateri sedang Memaparkan materi Materi pembuatan lembar kerja yang disampaikan kepada peserta menggunakan pendekatan pembelajaran abad 21. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan pedagogi tutor agar relevan dengan perkembangan zaman. Tim pengabdi memberikan variasi jenis tugas Speaking kepada peserta berorientasi dengan 6C Communication. Collaboration. Creativity. Critical Thinking. Computaion and Compassion. - Praktek Pembuatan Lembar Kerja Speaking Pada tahap ini, tim pengabdi melakukan sesi praktek dengan metode demonstrasi. Tim pengabdi memberikan penjelasan tahap demi tahap pembuatan lembar kerja. Selama sesi praktek, seluruh peserta terlihat sangat antusias karena mereka membuat lembar kerja sesuai dengan materi ajar yang mereka bawakan selama ini. Tim pengabdi juga melakukan pemantauan sebagai bentuk asistensi kepada peserta yang mengalami kendala mengikuti praktek pembuatan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. Mei 2024 lembar kerja Speaking. Tim pengabdi mengamati bahwa seluruh peserta mampu memahami secara teoritikal dan pratikal. Para peserta pelatihan ini merasakan suatu perubahan dalam memberikan tugas kepada peserta didik, mereka menyadari bahwa pembuatan lembar kerja yang sistematis akan meningkatkan kualitas pengajaran dan memberikan dampak yang signifikan terhadap keterampilan Speaking siswa. Dengan demikian, tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai. - Small Group Discussion Pada tahap ini, tim pengabdi senantiasa melakukan diskusi dengan permasalahan, tantangan dan kesullitan yang dihadapi oleh perseta selama sesi pelatihan berlangsung. Pada tahap ini juga tim pengabdian memberikan satu topik yang akan dibahas oleh peserta secara Tujuan Small Group Discussion ini untuk mempertajam pemahaman peserta dan meningkatkan keterampilan komunikasi, kolaborasi dan berpikir kritis. mengenai tantangan dan rintangan yang dihadapi oleh guru selama pelatihan. Pada tahap ini, tim pengabdi akan memeriksa hasil diskusi, dan memberikan pengarahan lebih lanjut. Gamber 2. Praktek Pembuatan Lembar Kerja Speaking Evaluasi Pada tahap evaluasi, tim pengabdi melakukan penilaian terhadap hasil lembar kerja siswa yang telah diselesaikan oleh peserta. Tim pengabdi meminta peserta untuk melakukan presentase terhadap hasil lembar kerja mereka dan peserta lainnya diberikan kesempatan untuk melakukan evaluasi hasil kerja rekannya. Tim pengabdi memberikan penilaian dari tiap lembar kerja yang telah mereka desain dengan memberikan apresiasi, saran dan masukan agar pengembangan lembar kerja lebih baik lagi. - Pengisian Angket Pada tahap ini, tim pengabdi akan mendistribusikan angket kepada peserta untuk mengumpulkan data pemahaman dan persepsi tutor setelah mendapatkan pelatihan. Hasil angket ini nanti akan dibandingkan dengan hasil angket data Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. Mei 2024 Pendampingan Keberlanjutan Pada tahap ini, tim pengabdi komunikasi secara berkala. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah kegiatan pelatihan ini sudah efektif, memastikan bahwa para tutor sudah melaksanakan pembuatan videoproyek kreatif ini kepada siswa, dan melihat sejauh mana sudah ketercapaiannya. Gambar 3. Foto bersama Mitra HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan selanjutnya adalah tanya jawab dan latihan, kegiatan dapat dilihat di media sosial youtube dan berikut suasana diskusi terbuka dengan pembicara. Setelah dilakukan kegiatan, maka dilakukan diberikan angket persepsi assessment. Angket yang diberikan untuk 15 pengetahuan baru dalam pentingnya Dari hasil angket yang disebarkan kepada peserta pelatihan, peserta memiliki ersepsi tugas proyek kreatif dalam pengajaran bahasa Inggris. Hasil penilaian dilakukan oleh mitra dengan mengisi angket Skala Likert dengan pilihan jawaban 4 = Sangat Memahami, 3 = Memahami, 2 = Kurang Memahami dan 1 = Tidak Memahami. Para peserta pengabdian dapat mengikuti pelaksaan pengabdian dengan baik, sehingga para tutor dapat meningkatkan keterampilan mendesain tugas proyek kreatif dalam kontek pengajaran bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian ini dilakukan selama 2 hari dengan jumlah peserta sebanyak 15 tutor bahasa Inggris Yayasan SAS ANA. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara langsung dengan alokasi waktu yang telah Lokasi kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di salah satu ruangan di Yayasan SAS ANA dengan alamat Jl. Bilal Ujung. Medan. Peserta dihari pertama masih mengalami beberapa kebingungan mendengarkan penjelasan, kegiatan masih berlangsung tenang dan kondusif. Untuk kegiatan pengabdian ini, tim pengabdi merancang instrumen yang digunakan untuk mengetahui keberhasilan tutor bahasa Inggris Yayasan SAS ANA dalam membuat lembar kerja Speaking bagi siswa. Ada dua instrument yang digunakan, yaitu. angket dan lembar Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. Mei 2024 group discussion dan evaluasi. Partisipasi peserta sangat baik sekali karena peserta terlibat langsung dalam pembuatan lembar Pembicara/tim pengabdi juga selalu membangun suasana yang menyenangkan dan interaktif sehingga peserta tidak merasa malu dan sungkan ketika ingin bertanya, bahkan peserta juga dengan sukarela memberikan pendapat kepada sesama rekan tutor dan tim pengabdi. Tabel 3. 1 Pertanyaan Angket Kemudian, keberhasilan program ini juga ditunjukkan dari peningkatan pemahaman para tutor dalam pembuatan lembar kerja speaking yang berorientasi pembelajaran Selain itu, hasil observasi selama pelaksanaan pelatihan mencakup. materi oleh tim pengabdian, pemberikan kesempatan dalam bertanya, layanan selama pelatihan, kesopanan dan keraman tim pengabdi, relevansi materi pelatihan. kejelasan dalam penyajian, sistematika penyampaian materi pelatihan, ketersediaan konsumsi selama pelatihan (Marlena et all, 2. divisualisasikan pada tabel di bawah Grafik 3. 1 Hasil Observasi Partisipan Berdasarkan hasil angket, pemahaman seluruh peserta terhadap peningkatan secara signifikan pembuatan lembar kerja Speaking yang ditampilkan pada tabel di bawah ini. Pembahasan Kegiatan pengabdian ini menjadi solusi terhadap permasalahan mitra dalam pembuatan lembar kerja Speaking. Setelah mengikuti rangkaian pelatihan, tutor bahasa Inggris Yayasan SAS ANA memiliki pemahaman pembuatan lembar kerja Speaking yang baik mulai dari perencanaan, variasi jenis tugas, indikator penilaian dan Pemahaman pembuatan lembar kerja ini mengimplematasikan pembelajaran bahasa Inggris dengan pendekatan pembelajaran Pembelajaran abad 21 ini menjadi barometer terciptanya pembelajaran dengan fokus terhadap keterampilan 6C, yaitu. Tabel 3. 2 Hasil Angket Pemahaman Hasil angket menunjukkan bahwa seluruh peserta mengikuti seluruh rangkaian kegaiatan pelatihan yaitu. pengisian angket awal, pemaparan materi, praktek, small Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 8 No. Mei 2024 Communication. Collaboration. Creativity. Critical Thinking. Computaion and Compassion (Lubis & Lubis, 2. Ini akan membantu tutor bahasa Inggris menyiapkan siswa untuk memiliki keterampilan komunikasi bahasa Inggris yang baik. Keterampilan komunikasi yang baik merupakan urgensi di era digital (Lubis, et Untuk keterampilan berkomunikasi dengan bahasa Inggris, pengajaran Speaking harus diimplementasikan secara kreatif agar siswa pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari (Lubis, et all 2. Pengajaran yang kreatif akan mendorong keterampilan komunikasi bahasa Inggris siswa. Pengembangan pembuatan lembar kerja akan menjadi salah satu urgensi yang tinggi agar pengajaran bahasa Inggris bermuara pada sistem penilaian dan evaluasi yang sistematis. kerja yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan relevanasi kebutuhan siswa yang mengambil kelas kursus bahasa Inggris di Yayasan SAS ANA. Kegiatan ini memberikan rekomendasi kepada tutor bahasa Inggris Yayasan SAS ANA Group pembuatan lembar kerja sesuai indikator dan mengintegrasikan dengan teknologi agar pembelajaran inovatif dapat dicapai pada tingkat pendidikan informal . Ucapan Terima Kasih Terima kasih kepada UMN Al Washliyah yang telah memberi kepercayaan untuk memberi Dana Hibah Internal Pengabdian Kepada Masyarakat dengan nomor kontrak 018/LPIMUMNAW/B. 07/2023 dan ucapan terima kasih kepada mitra yang telah mengadopsi bidang Pendidikan terutama pada pembelajaran Bahasa Inggris Kesimpulan DAFTAR PUSTAKA