Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 270-284 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MENYEBARKAN PESAN NILAI-NILAI ASWAJA AL-NAHDLIYAH BAGI MAHASISWA NU KEBUMEN Afridatul Ismiyah. Benny Kurniawan Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen e-mail: afridatuli@gmail. Abstract Humans as social creatures always interact and socialize with other humans who need each other to survive. Current developments are entering the era of digitalization, people are required to live side by side with technology, including social media. The majority of young people spend 8-15 hours on social media every day, whether for personal, group or work The social media used by generation Z include Facebook. WhatsApp. YouTube. Instagram and TikTok. This research aims to find out and describe the role of social media in embodying the values of Aswaja Al-Nahdliyah. The method used in this research is a descriptive qualitative method, where the results obtained are in the form of explanations regarding the themes raised, not numbers. The research results show that the role of social media in embodying the values of aswaja al-nahdliyah is very good, because the methods used follow current developments such as live broadcasts, podcasts, short videos, motivation and light posts. The conclusion of this research is that the majority of students use social media as a forum for learning about the values of aswaja al-nahdliyah. Students also support the manifestation of Aswaja al-Nahdliyah values through social media. Keywords: Social media. Aswaja Values. Student Abstrak Manusia sebagai makhluk sosial senantiasa berinteraksi dan bersosialisasi dengan manusia lainnya yang membutuhkan satu sama lain untuk bertahan. Perkembangan zaman pada saat ini memasuki era digitalisasi, masyarakat dituntut untuk hidup berdampingan dengan teknologi termasuk media sosial. Mayoritas anak muda menghabiskan 8-15 jam untuk bermain media sosial dalam setiap harinya, baik itu untuk urusan pribadi, kelompok, atau Media sosial yang digunakan generasi Z seperti Facebook. WhatsApp. Youtube. Instagram, dan TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran media sosial dalam mengejawantahkan nilai-nilai aswaja al-nahdliyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dimana hasil yang diperoleh berupa penjelasan mengenai tema yang diangkat bukan merupakan angka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran media sosial dalam mengejawantahkan nilai-nilai aswaja al-nahdliyah tergolong sangat bagus, karena metode yang digunakan mengikuti perkembangan zaman saat ini seperti siaran langsung, podcast, video pendek, motivasi, dan Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 270-284 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. postingan yang ringan. Kesimpulan pada penelitian ini adalah mayoritas dari mahasiswa memanfaatkan media sosial sebagai wadah untuk mendapatkan pembelajaran tentang nilainilai aswaja al-nahdliyah. Mahasiswa juga mendukung adanya pengejawantahan nilai-nilai aswaja al-nahdliyah melalui media sosial. Kata Kunci: Media Sosial. Nilai-Nilai Aswaja. Mahasiswa PENDAHULUAN Media sosial merupakan bagian dari berkembangnya penggunaan internet di era digital yang digunakan oleh manusia untuk melakukan komunikasi atau berinteraksi dengan pengguna media sosial lainnya, serta digunakan untuk mengadakan ikatan sosial diantara manusia melalui daring . alam jaringa. 1 Media sosial sudah menjadi hal yang lazim saat ini dengan kemudahan akses yang diberikan serta informasi yang mudah dan cepat untuk sampai kepada pengguna. Tidak jarang pula, media sosial menjadi pengganti interaksi tatap muka mengingat keefisiensian yang ditawarkan bisa menghemat waktu daripada harus bertatap muka secara langsung. Perkembangan media sosial bisa ditandai dengan banyaknya peralihan penggunaan media massa . nalog dan ceta. menggunakan platform media sosial untuk berbagai jenis kebutuhan manusia. Sesuai dengan perkembangan zaman. Indonesia sudah memasuki era demografi atau era dimana usia produktif lebih banyak dibandingkan usia tidak produktif. 2 Dengan demikian jumlah generasi Z diperkirakan menjadi golongan terbanyak. Media sosial sendiri merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari Generasi Z. Banyak aktivitas dunia maya yang diakses oleh generasi Z bahkan bisa menghabiskan waktu 8-15 jam setiap harinya. Di kota kebumen sendiri prosentase generasi Z laki-laki dan juga perempuan yang menggunakan media sosial memiliki jumlah banyak baik dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Sebagai salah satu komponen besar pengguna media sosial yang ada di Kebumen, mahasiswa berperan untuk menjadi sarana informasi bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi atau tidak kudet. Rulli Nasrullah. Media Sosial: Perspektif Komunikasi. Budaya. Dan Sosioteknologi (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. ,188. MTH. AuKomitmen Pemerintah Wujudkan Bonus Demografi Yang Berkualitas,Ay Kominfo, 2024, https://w. id/content/detail/27423/komitmen-pemerintah-wujudkan-bonus demografi-yangberkualitas/0/berita#::text=Bonus demografi yang dimaksud adalah,dari total jumlah penduduk Indonesia. Diakses 10 Mei 2024. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 270-284 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Peran media sosial dalam penelitian ini adalah sebagai wadah untuk menyajikan berbagai bentuk dan contoh tentang pengejawantahan nilai-nilai Aswaja. 3 Kondisi hari ini tidak sama dengan kondisi masyarakat pada zaman 90Aoan, dimana pemuda saat itu masih senang mengunjungi pengajian-pengajian di masjid untuk mengikuti kajian. Hari ini, jika pemuda dipaksa untuk datang ke masjid secara rutin maka itu tidak benar, karena mereka memilih untuk mendengarkan kajian secara efisien melalui handphone masing-masing. Mereka juga bisa mengimplementasikan ilmu yang dimiliki tanpa harus bertatap muka secara langsung dengan banyak orang di pengajian. Bisa dibuktikan dengan lebih banyak pemuda yang mengunjugi media sosial Habib Husein bin JaAofar dengan podcast Log-In beliau daripada harus mengikuti pengajian Kiai desa setiap minggu. Artinya setiap masa tidak bisa disamakan melihat perkembangan trend global selalu berganti-ganti. Bisa dilihat juga banyak mahasiswa yang membuat postingan memuat dakwah ke-NU-an mulai dari quotes guru, dawuh kiyai, dan postingan lainnya. Namun, dengan kondisi tersebut tidak boleh menjadi cara hidup utama generasi-Z kalangan NU, karena jika membahas etika santri yang sedang menuntut ilmu lebih baik bertemu langsung dengan guru. Artinya media sosial adalah sumber kedua santri NU dalam mendapatkan Ilmu pengetahuan. Prioritas setiap muslim adalah pada pentingnya memiliki ilmu tentang Pendidikan Agama Islam. 4 Pendidikan agama Islam sebagai upaya meningkatkan pengetahuan Agama agar mereka bisa melakukan ibadah keagamaan dan sosial sesuai dengan paham yang benar. Pendidikan khususnya tentang Prinsip keagamaan (Seimbang. Moderat. Toleransi, dan Keadila. sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, contohnya dari dahulu masyarakat mengatur kehidupan yang penuh toleransi dan keadilan mengingat masyarakat Indonesia dihadapkan dengan berbagai perbedaan yang bisa memecah Aulia Rahmawati et al. AuPeran Media Sosial Dalam Penguatan Moderasi Beragama Di Kalangan Gen-Z,Ay JABDI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat . 905Ae20, https://doi. org/10. 53625/jabdi. Syifa Fauziah Syifa et al. AuDampak Penggunaan Media Sosial Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik,Ay Jurnal BELAINDIKA (Pembelajaran Dan Inovasi Pendidika. 5, no. : 21Ae27, https://doi. org/10. 52005/belaindika. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 270-284 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Hingga saat ini masyarakat Indonesia masih mengangap bahwasanya keadilan dan toleransi adalah hak semua orang tanpa diskriminasi. Pembaharuan media dakwah menggunakan beberapa media sosial seperti Instagram. WhatsApp. Facebook. TikTok, dan YouTube merupakan peluang bagi generasi Z untuk mendapatkan informasi lebih cepat. 6 Satu menit bisa mengakses video ceramah Gus Baha yang tinggalnya di DIY Yogyakarta tanpa harus mendatangi ke kediaman beliau. Sesuai dengan pengamatan yang terjadi pada mahasiswa Kota Kebumen bahwasanya kebanyakan dari mereka bersekolah di sekolah umum, yang mana kurang sekali pengetahuan akademi tentang nilai-nilai Aswaja. Nahdlatul Ulama, dan amaliyah-amaliyah lainnya. Maka, dengan sudah banyak perkembangan tentang modernisasi ini mampu membantu generasi-Z khususnya mahasiswa yang kurang memiliki pengalaman kultural. 7 Kondisi yang ada di kebumen, dengan perkembangan ini masih belum maksimal menggunakan media sosial sebagai wadah untuk mengejawantahkan tentang nilai-nilai Aswaja Al-Nahdliyah, bahkan banyak dari kalangan generasi-Z menggunakan media sosial untuk hal-hal yang berbau dengan konten hiburan atau vlog harian. Permasalahan tentang budaya saat ini yang bisa membuat kultur budaya NU hilang dan hanya sibuk dengan gadget masing-masing, yang seharusnya bisa menjadi pilihan kedua dalam mengimlementasikan sebuah keilmuan tetapi belum diprioritaskan oleh mereka. Hal tersebut bisa memberikan efek negatif bagi generasi-Z karena mereka tidak memiliki keinginan untuk mempelajari Pendidikan keagamaan dan mengejawantahkan prinsipnya dalam kehidupan sehari-hari. 8 Dengan demikian, peneliti tertarik untuk menelaah lebih dalam Ali Ridho. Akhmad RifaAoi, and Mohammad Sujud. AuJagat Dakwah Nahdlatul Ulama: Dakwah Berbasis Teknologi Dan Informasi Di Era Digitalisasi Dan Disrupsi,Ay Al-Munazzam : Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Manajemen Dakwah 2, no. : 1, https://doi. org/10. 31332/munazzam. Adi Wibowo et al. AuPenggunaan Media Sosial Sebagai Trend Media Dakwah Pendidikan Islam Di Era Digital,Ay Jurnal Islam Nusantara 03, no. : 339Ae56. Wahyu Khairuz Zaman. AuStrategi Dakwah Kiai Muda Nahdlatul Ulama Jepara Di Era Digital,Ay International Conference DaAowa Islamic Communication . https://proceeding. id/index. php/ICODIC/article/view/392. Ilma KharismatunisaAo and Mohammad Darwis. AuNahdlatul Ulama Dan Perannya Dalam Menyebarkan NilaiNilai Pendidikan Aswaja An-Nahdliyah Pada Masyarakat Plural,Ay Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam 14, no. : 141, https://doi. org/10. 36835/tarbiyatuna. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 270-284 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. lagi dan melakukan penelitian sejauh mana peran media sosial dalam menyebarkan pesan nilai-nilai Aswaja Al-Nahdliyah bagi Mahasiswa NU Kebumen. METODE PENELITIAN Penelitian yang dilakukan oleh peneliti ini adalah penelitian kualitatif. Menurut Prof. Dr. Sugiyono metode penelitian kualitatif adalah metode terbaru yang popularitasnya masih ada hingga saat ini. Metode ini dinamakan juga metode postpositivistik karena menggunakan analisis berdasarkan filsafat postpositivisme. Dalam bukunya, beliau juga menjelaskan bahwa penelitian ini bersifat seni dan datanya lebih berkenaan dengan interpretasi terhadap data yang ditentukan di lapangan. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan dan mengolah data yang sifatnya deskriptif. Tujuannya untuk mendapatkan pemahaman yang sifatnya umum berdasarkan kenyataan sosial yang didapatkan dari perspektif peneliti. Proses dari penelitian ini tidak mudah, peneliti tidak langsung mendapatkan pemahaman tanpa data dari kenyataan Pemahaman akan didapatkan setelah peneliti melakukan analisis terhadap kenyataan sosial yang menjadi fokus penelitian. Kemudian dengan pemahaman yang ada dapat ditarik sebuah kesimpulan berupa abstrak dari kenyataan-kenyataan sosial. Penelitian kualitatif didasarkan pada data kualitatif bukan berupa angka atau bilangan sehingga hasilnya berbentuk pernyataan atau kalimat. Penjabaran data kualitatif dilakukan dengan deskripsi atau bisa disebut dengan kualitatif deskriptif. Tujuan dari jenis penelitian ini adalah mengungkap fakta, keadaan, fenomena, variabel, dan keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan dengan hasil yang tidak direkayasa. Penelitian kualitatif deskriptif menafsirkan data dengan situasi riil, sikap serta tanggapan subjek penelitian, mulai dari pernyataan, hubungan, pertentangan, pengaruh, dan lain-lain. Biasanya penelitian ini meliputi pengumpulan data, menganalisis data, menginterpretasi data, dan penyimpulan data. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2. ,113. Lexy Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Karya, 2. ,90. Kartini Kartono. Pengantar Metodologi Research Sosial, (Bandung: CV. Bandar Maju, 1. ,110. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 270-284 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hubungan Mahasiswa. Aswaja, dan Media Sosial Mahasiswa dan media sosial tidak bisa dipisahkan, karena generasi ini sudah terbentuk sejak lahir dan memiliki pola pikir yang cenderung segala sesuatunya harus instan dan cepat, seperti komunikasi, informasi, dan teknologi. Maka tidak bisa diragukan lagi jika Usia Mahasiswa mampu mengolah media sosial menjadi media untuk bergantung dalam hal sosial. Pendidikan, pengetahuan, dan lain sebagainya. Media sosial merupakan media online yang emberikan kemudahan bagi penggunanya dalam berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isu yang meliputi jejaring sosial. Kemudahan akses sebuah platform untuk mendapatkan informasi dimanapun dan kapanpun bisa didapatan hanya dengan internet. Makanya, habit saat ini, pengeluaran setiap bulan bukan hanya untuk papan, sandang, dan pangan melainkan ada porsi untuk internet. Selagi ada internet, mahasiswa mampu mengetahui dan menjadi pelaku utama dalam kreatifitas media onine. Media sosial yang sering digunakan masyarakat di penjuru dunia pada umumnya dalah blog, tetapi yang digemari adalah TikTok. Facebook. WhatsApp. Instagram. YouTube. Penggunaan internet di Indonesia menunjukkan angkat yang selalu meningkat secara Pada kuartal II tahun 2020, pengguna internet mencapai 73,7% dari populasi Indonesia. Ditahun sebelumnya, berdasarkan riset Wearesocial Hootsuite di Kuartal I pengguna media sosial mencapai 56% dari populasi Indonesia. 12 Hal tersebut terjadi karena tren media sosial yang dirilis oleh Sensor Tower seperti Tiktok. Facebook. Instagram. Snapchat, dan Likee sedang berkembang dan marak digunakan. Apalagi dampak Covid-19 membuat banyak kegiatan dilakukan dirumah dan memberikan dampak kepada masyarakat untuk mengoperasikan media sosial ketika membutuhkan hiburan dari rumah. Terdapat kasus yang diakibatkan oleh penggunaan media sosial yang berlebihan dikalangan generasi Z yaitu kasus cyberbulliying. Tentu perilaku tersebut berbanding terbalik dari nilai-nilai Aswaja AlNahdliyah (Nilai toleransi dan keadila. Bahkan APPJI mengafirmasi kasus tersebut dengan hasil survey di tahun 2019 ada 49% pengguna media sosial pernah menjadi korban bulliying. Kebutuhan mahasiswa saat ini adalah media sosial yang mengedukasi. Seiring Yunita Sari and Dan Hendri Prasetya. AuLiterasi Media Digital Pada Remaja. Ditengah Pesatnya Perkembangan Media Sosial,Ay Jurnal Dinamika Ilmu Komunikasi 8, no. : 12Ae25. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 270-284 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. berjalannya waktu, bnayak kalangan yang memanfaatkan media sosial sebagai wadah untuk saling berbagi dan mensyiarkan ilmu agama Ahlussunnah Waljamaah. Seperti halnya para habib, kiyai, dan penceramah yang berbagi ilmu sebagai bentuk memberikan fasilitas kepada masyarakat yang mau belajar walau hanya memaui media sosial. 13 Misalnya dakwah Habib Husein JaAofar Al-Hadar di Media sosialnya yang mampu meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap hidup penuh dengan toleransi dan Rahmatan LilAoalamin. Aswaja merupakan suatu disiplin ilmu yang membahas firqoah-firqah dalam masalah Aqidah. Tasawuf, dan fiqih. Semua pembahasan tersebut tentang keagamaan yang indah, memanusiakan manusia, menghimpun, dan berperilaku yang baik. Aswaja juga sebagai sistem ajaran yang telah menjalani proses akulturasi dan transmisi dari generasi ke generasi dalam budaya yang Namun, nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Aswaja masih tetap sama dan bertahan sepanjang masa yaitu : nilai toleransi, nilai moderat, nilai keseimbangan, dan nilai keadilan untuk seluruh umat manusia. Oleh sebab itu Aswaja juga mengarah pada kesepakatan antar manusia sehingga mereka bisa hidup rukun dan saling berdampingan di dalam sebuah negara, karena memegang teguh nilai-nilai Aswaja Al-Nahdliyah. Mahasiswa memiliki potensi untuk belajar banyak hal dari media sosial, jika memiliki kemampuan literasi media. Seseorang akan mendapatkan banyak makna dan pesan dari konten media sosial jika memiliki literasi media yang tinggi. Sebaliknya semakin sedikit kemampuan literasinya cenderung akan menerima pesan sesuai dengan apa yang dinarasikan oleh media apa adanya tanpa menggali lebih dalam makna dari pesan tersebut. Jadi, pemahaman terhadap konten media sosial dapat meningkatkan kapasitas ilmu yang mengkomunikasikan isi pesan media. Muncullah keberpihakan media, memahami kontroversi antar aliran dan mampu berpegang teguh pada keyakinan bahwa Aswaja Al-Nahdliyah adalah Memilih media sosial yang bisa memberikan kepuasan akan pengetahuan yang dibutuhkan adalah kunci dari menemukan peran media sosial dalam mengejawantahkan nilainilai aswaja Al-Nahdliyah. Dede Setiawan. AuFraming Nilai Perdamaian Di YouTube : Studi Tayangan Ao Login Ao Bersama Pemuka Agama Indonesia,Ay 2024. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 270-284 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Peran Media Sosial dalam Menyebarkan Pesan Nilai-Nilai Aswaja Al-Nahdliyah Berdasarkan teori use and gratification, teori komunikasi yang digunakan fokus kepada bagaimana individu atau kelompok memanfaatkan media sosial untuk memnuhi Dalam penelitian ini, peneliti melakukan wawancara kepada mahasiswa NU untuk mengatahui peran media sosial untuk individu dan untuk organisasi yang diikuti. Pemilihan media sosial antara Tiktok. Facebook. WhatsApp. Instagram, dan Youtube untuk digunakan sesuai kebutuhan individu dan kelompok. Secara khusus Kebutuhan disini adalah kebutuhan terhadap keilmuan dirinya yang menginisiasi melalui media sosial dan kebutuhan Nahdlatul Ulama untuk mensosialisasikan nilai-nilai Aswaja. Sedangkan secara umum, pengguna media memiliki empat kebutuhan sederhana yaitu melarikan diri dari masalah kehidupan sehari-hari, emosional dan interaksi dengan oranglain, sebagai cermin diri dan pembelajaran, dan menggunakan media untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi disekitar TikTok Media sosial berjejaring seperti Tiktok dapat digunakan untuk tema Aswaja yang bertujuan untuk mempengaruhi publik. Kehadiran Tiktok memberikan manfaat sebagai alat komunikasi oleh Organisasi NU. Banom-banom, aktivis, dan beberapa profesi lain, karena system komunikasi yang digunakan bukan lagi dua arah tetapi broadcast. Bisa dilihat dari pada akun milik Habib Husein JaAofar Al-Haddar @huseinjafar yang merupakan pendakwah dan penulis memiliki pengikut 3 juta di Tiktok. Beliau adalah sarjana Filsafat Islam dan S2 ilmu Al-QurAoan dan Tafsir dari UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta. Dengan Karya-karya beliau, mampu membuat banyak kalangan tertarik untuk mengikuti cara pandangnya terhadap dunia. Di akun TikToknya, konten yang disajikan pasti update dengan isu terkini dan selalu bisa menarik perhatian penonton. Habib begitu disayangi karena beliau sangat cinta toleransi, beliau berdakwah dengan memperhatikan nilai-nilai Aswaja AlNahdliyah. Generasi Z sangat mudah memahami beliau dengan konsep yang diajarkan memahami karakter generasi Z. Berdasarkan wawancara dengan narasumber mengatakan bahwa : AuSaya menggunakan banyak media sosial seperti TikTok. Instagram. Youtube, whatsApp, dan blog. Media sosial yang saya gunakan tidak Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 270-284 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. terfokus kepada Pendidikan Aswaja saja, tetapi banyak hal yang bisa diketahui melalui media sosial. Saya tidak mengerucutkan kepada satu keperluan saja, misalnya untuk tuktok saya gunakan untuk melihat konten motivasi keagamaan dan tips bisnis dari beberapa pakar ekonomi, media Instagram digunakan untuk mengikuti banyak tokoh agama, pendakwah. Lembaga keagamaan, politik, ekonomi, dan Pendidikan. Tiktok memiliki video yang bervariasi mulai dari dakwah dari pendakwah industri, pendakwah yang viral di media sosial, dan pasti saya mengikuti lembaga PBNU dan kemenag untuk update informasi Misalnya terakit isu PBNU dan partai PKB yang sedang memanas di kalangan kaum Nahdliyin berbarengan dengan kongres PMII di Palembang yang sedang berjalanAy. Kemudian dari akun Habib JaAofar. Gus Baha. Gus Miftah. Gus Kautsar. Gus Muwafiq. Syarifah Halimah Alaydrus, dan lain sebagainyaAy. Berdasarkan pernyataan diatas dapat diuraikan, ternyata tetap ada generasi Z yang memaksimalkan kegunaan media sosial untuk mengikuti isu yang berkembang tentang NU. Politik, dan ekonomi. Sebagai mahasiswa dan kader nahdliyin tentu perlu memiliki ketajaman pemahaman kepada segala isu yang terjadi di negara kita, karena mahasiswa hari ini menjadi garda terdepan untuk menyalurkan aspirasi masyarakat khususnya masyarakat ekonomi menengah kebawah. Mengikuti beberapa media kenegaraan, keagamaan, dan bidang lainnya bisa menjadikan kita ikut andil dalam proses pengawalan isu dan penyelesaiannya. Sehingga kitab isa mengetahui proses tersebut sudah mempertimbangkan keadilan dan toleransi bagi semua atau tidak, proses tersebut sudah moderat dan seimbang atau belum. Generasi Z sebagai kaum yang paling dekat dengan media sosial memiliki peran untuk memantau berjalannya media sosial hari ini, walau belum berkontribusi langsung dalam bidang tersebut. Facebook Facebook dapat digunakan pula untuk menyampaikan pesan bercirikan Aswaja AlNahdliyah yang bertujuan untuk memengaruhi pengguna dengan edukasi yang tepat. Sasaran yang tepat untuk menyebarkan konten bermuatan nilai-nilai aswaja adalah para orangtua, pelajar, dan generasi Z. Namun, facebook juga merupakan media sosial yang paling banyak menyebarkan berita hoax. Hal tersebut menjadi kekurangan bagi Generasi Z yang Ila Khafia Wafda. AuEtika Komunikasi Islam Mahasiswa Organisasi PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesi. Dalam Menangkal Berita Hoaks Di Facebook,Ay Islamic Communication Journal 5, no. : 155, https://doi. org/10. 21580/icj. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 270-284 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. memiliki emosional terhadap situasi sebuah berita sehingga mudah terpengaruhi dan lengah untuk menguji kebenarannya. Maka kader NU harus mengambil Langkah untuk lebih massif memberikan edukasi kepada masyarakat. Contoh komunikasi yang sudah dipraktikan oleh akun facebook @NUOnline, mereka menggunakan media ini untuk memberikan konten edukasi seputar kehidupan, fiqih, dan jawaban dari isu yang sedang banya dicari masyarakat. Akun ini adalah media resmi Nahdlatul Ulama yang focus pada layanan informasi sosial kemasyarakatan dan kebangsaan serta layanan keagamaan dengan mengedepankan sikap Kemudian dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan generasi Z sesuai dengan teori kegunaan terhadap facebook dan kepuasan dalam memakai facebook, berdasarkan hasil wawancara tersebut tidak ada yang menggunakan facebook untuk media sehari-hari karena sudah mengikuti trend terkini menggunakan media sosial yang lebih popular seperti Instagram. Bukannya sama sekali tidak menggunakan facebook, tetapi facebook jarang digunakan karena ketinggalan zaman, biasanya facebook tetap diinstal di handphone supaya bisa menggunakan saat ingin mengetahui informasi dari sana. Biasanya keluarga-keluarga juga masih menggunakan facebook, jadi media ini digunakan sekedar untuk menghubungi keluarga jauh. Artinya generasi Z khususnya para mahasiswa hanya sekedar mengetahui facebook namun tidak digunakan dari waktu ke waktu karena tidak memiliki tujuan yang penting yang menunjang aktivitas sehari-hari. Kebutuhan generasi Z adalah untuk memposting kegiatan yang disukai, mencari berita terkini, dan mencari kepuasan lain, aplikasi facebook sudah jarang digunakan oleh organisasi besar, sehingga jarang diminati generasi Z. WhatsApp WhatsApp adalah media sosial yang paling banyak digunakan untuk komunikasi dengan oranglain, sesuai dengan fitur unggulan yang ada yaitu Chat, pembaruan, komunitas, dan panggilan. Fungsi WhatsApp adalah sebagai alat komunikasi seperti saling memberi kabar kepada teman, keluarga, dan saudara, biasa juga untuk penyampaian informasi kepada individu lain atau kelompok melalui grup. Berdasarkan teori komunikasi . epuasan dan kegunaa. yang terjadi pada aplikasi ini dalam memenuhi kebutuhan pengguna adalah bersifat interaksi dalm transaksi, artinya terjadi Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 270-284 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. tukar menukar informasi dan komunikasi yang dilakukan secara sengaja atau tidak sengaja. Sengaja apabila komunikator menyampaikan pesan tertentu kepada penerima pesan yang dituju, contoh pertama apabila kita mendapatkan chat dari oranglain, contoh lainnya apabila ada pengguna mengikuti saluran @JamaAoah Gus Kautsar yang ada di whasapp atau saluran @islamic reminders yang berisi kuotes dari kyai, ulama, ning atau tokoh lainnya. Sedangkan pada situasi tidak sengaja apabila pengguna mendapatkan berita kabar dari grup atau dari pembaruan yang diunggah oleh oranglain. Contohnya adalah pembaruan yang dibuat oleh seorang teman yang berisi ayat Al-QurAoan itu bisa menjadi salah satu ilmu yang diterima oleh pengguna tanpa sengaja. Berdasarkan hasil wawancara peneliti kepada narasumber menyebutkan bahwa : AuMenurut saya aplikasi whatsapp ini media yang paling banyak digunakan oleh berbagai kalangan, jika dimanfaatkan dengan baik tentu proses penyebaran nilai-nilai aswaja akan tersampaikan dengan cepat kepada orang terdekat dan orang-orang yang kita kenal. Walaupun cangkupannya tidak seluas media lain, tetapi yang perlu diperhatikan adalah konsisten yang dilakukan pasti akan membuahkan hasil yang terbaik untuk diri kita maupun orang disekitar kita. Untuk implementasi yang lebih banyak bisa melalui fitur grup, komunitas, dan saluran yang sudah tersedia di whatsapp. Kalau sudah memiliki niat yang baik pasti aka nada jalannya. Saya juga sering mendapatkan banyak ceramah, motivasi dari tokoh atau orang tersekat melalui story yang diunggah oleh Untuk ruang diskusi sendiri kita bisa membuat grup untuk saling berdiskusi dan berbagi informasiAy. Berdasarkan hasil pernyataan diatas dapat diuraukan bahwa aplikasi whatsapp menjadi salah satu aplikasi yang bisa digunakan untuk mengejawantahkan nilai-nilai aswaja dengan cara membagikan melalui pembaharuan atau grup atau saluran. Apalagi mahasiswa di kebumen memiliki jaringan yang kuat, tentu akan mempermudah untuk saling berbagi informasi, bahan diskusi, informasi tentang kegiatan yang bermanfaat. Yang mempengaruhi komunitas dalam media sosial ini adalah lingkungan sekitar, apabila orang yang kita simpan kontaknya di whatsapp adalah orang yang produktif dan mengedukasi pasti kita akan mendapat kebaikannya dan bisa saja termotivasi untuk mengikuti aktivitasnya. Instagram Akun Instagram lainnya adalah akun milik syarifah @halimahalaydrus yang merupakan tokoh ulama perempuan yang memiliki 2,5 juta pengikut di Instagram. Dakwah beliau Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 270-284 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. dikemas dengan desain yang menarik dan kontennya sangat disukai oleh semua kalangan karena sangat bermanfaat atau sngat dibutuhkan oleh generasi media sosial untuk tetap mencintai kebaikan, tetap memiliki suntikan keilmuan ditengah kesibukan lainnya. Berdasarkan teori yang digunakan oleh peneliti dapat dilihat pada model komunikasi yang dilaukan pada akun @nugarislucu di Instagram. Salah satu media yang menyebrkan nilai-nilai Aswaja menggunakan metode yang NU banget tersebut melakukan hubungan keakraban dengan wagra NU, menjalin Kerjasama dengan banyak media yang bisa menambah popularitas, komunikasi yang dilakukan oleh akun tersebut sangat baik dalam interaksi tulisan dan gambar. Berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber, salah satunya adalah jawaban dari . AuMedia sosial yang sering digunakan sehari-hari adalah Instagram. Biasanya aplikasi ini saya gunakan 5 jam dalam sehari diwaktu luang, sedangkan jika sedang tidak ada aktivitas saya bisa menggunakan aplikasi ini sekitar 10-12 jam dalam sehari semalam. Dari media sosial ini banyak yang bisa didapatkan, mulai dari hiburan, update postingan teman-teman, mendapat berita terkini, mengikuti tokoh atau influencer yang disukai, dan untuk mengaji saya juga biasanya mendapatkan tambahan dari media sosial ini karena saya mengikuti akun-akun banom NU atau para ning dan gus yang sudah melakukan dakwah melalui postingan Instagram. Sebenernya tinggal kita mau atau tidak untuk memulai produktif dalam bermedia sosial, karena jika nafsu yang ditinggikan maka kita hanya menggunakan media sosial untuk kebutuhan gaya hidup atau hiburan. Padahal dengan media sosial ini kitab isa mengetahui banyak hal dari berbagai elemenAy. Dari pernyataan diatas, dapat diuraikan bahwa narasumber menggunakan media sosial secara produktif untuk melihat update dari orang disekitarnya, orang yang dikagumi, dan akun-akun yang bisa menambah wawasan ke-NU-an dan ke-Indonesia-an. Berdasarkan penjelasan media sosial dari narasumber, dapat kita ketahui bahwa media sosial bisa menjadi tempat yang terbaik untuk membuat konten yang mudah diakses oleh khalayak. Kemauan dari generasi Z menjadi modal utama untuk bisa memanfaatkan Instagram sebaik-baiknya. YouTube Merambahnya akses keagamaan di media sosial, memantik banyak orang untuk menampilkan berbagai konten bermuatan nilai-nilai keagamaan. Contohnya adalah program Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 270-284 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Login milik Deddy Corbuzier yang khusus disiarkan saat bulan Ramadhan. Program ini dipandu oelh Habib Husein Jafar Al-Haddar dan Onadio Lenardo dengan mendatangkan bintang tamu yang beragam, mulai dari para artis, pemuka agama dari semua agama di Indonesia, cendekiawan dari berbagai latar belakang agama, dan tokoh lain yang penuh Program Login dikemas dengan model talkshow dengan memperbincangkan seputar isu-isu keagamaan yang menjadi permasalahan di Nusantara. Pada Ramadhan tahun 2024 ini tayangan login diakhiri dengan judul AuLoe Liat Nih Login!! Ini Indonesia Bung!! 6 Pemuka Agama Jadi Satu Di Lebaran!!. Berdasarkan wawancara peneliti yang sudah dilakukan dengan narasumber sebagai informan terkait media Youtube dan perannya adalah : AuSaya menggunakan media sosial Youtube ketika penjelasan yang saya terima di perkuliahan atau di postingan media lain sangat singkat dan belum saya pahami, maka dengan begitu untuk meluruskan hal yang belum saya ketahui saya akan menggunakan youtube untuk mencari informasi yang lebih lengkap dan detail. Menurut saya media sosial ini sangat membantu proses pembelajaran dan menarik karena durasi videonya yang Panjang serta mudah untuk dicariAy. Berdasarkan hasil pernyataan diatas dapat diuraikan bahwa peran media sosial Youtube adalah media penjelas dari berbagai pertanyaan yang timbul dari media lainnya. Materi yang disajikan di youtube biasanya lebih lengkap karena durasinya bisa sangat Panjang sesuai Hal ini cocok untuk generasi Z yang memiliki daya ingin tahu tinggi terhadap sesuatu yang baru saja dijumpai. Generasi Z juga tidak suka jika mendapat informasi yang belum jelas kebenarannya, maka jika ada media sosial seperti youtube akan dijadikan sebagai referensi untuk menggali informasi lebih banyak lagi. Sebagai contoh, biasanya di Instagram ada dawuh dari kiyai yang diposting hanya highlight nya saja dan di caption akan dicantumkan link untuk menonton lebih lengkapnya di youtube. Era globalisasi yang terjadi sekarang menjadikan media sebagai sarana yang sangat penting untuk melakukan komunikasi politik. 15 Teknologi tidak dapat dipisahkan dari para pendakwah besar atau ranah kecil, apalagi Indonesia ini menjunjung tinggi kebebasan Imam Khoirul Ulumuddin. MaAoas Shobirin, and Ali Martin. AuPenguatan Dakwah Islam Aswaja Pada Generasi Muda Di Era Digital,Ay Kifah: Jurnal Pengabdian Masyarakat 1, no. : 95Ae106, https://doi. org/10. 35878/kifah. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 270-284 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. berpendapat dalam hal apapun, jadi semua orang boleh mengekspresikan kebutuhannya di meida sosial selama tidak menyalahi hukum kode etik yang berlaku. Digitalisasi sebagai bagian dari kemajuan teknologi memberikan kesempatan untuk menghubungkan sesuatu yang renggang karena jarak atau karena perbedaan. Istilah lainnya adalah sebagai globalisasi yang memiliki makna peyambung lintas negara dimanapun manusia dengan internet semuanya bisa KESIMPULAN Media sosial adalah sebuah alat yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan pengguna untuk berbagi dan bekerjasama diantara pengguna. Media sosial juga disebut komunikasi publik dimana dengan berkembangnya zaman membuat orang terus berinteraksi melalui media sosial, salah satunya adalah mahasiswa yang menggunakan media sosial untuk berbagai hal. Media sosial yang digunakan oleh generasi Z adalah Facebook. WhatsApp. Youtube. Instagram, dan TikTok. Adapun fungsi dari media sosial itu sendiri adalah untuk medukung pengejawantahan nilai-nilai Aswaja AlNahdliyah. Seperti video ceramah, motivasi dawuh kiyai, video penjelasan tentang moderat, seimbang, toleransi, dan keadilan yang dikemas dengan perkembangan saat ini dan lain sebagainya. Media sosial juga berfungsi untuk mentransformasikan praktik komunikasi dialogis antar banyak DAFTAR PUSTAKA