Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 PERANCANGAN SPIRITUAL CENTER DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR SYMBOLIC DI KOTA TOMOHON Heryan N. Balo1 Claudia I. Lombok S. Eng2 Cindy M. Liando S. Eng3 Universitas Negeri Manado Program Studi Arsitektur123 e-mail: heryanbalo@gmail. ABSTRACT Spirituality is the highest human divine consciousness since ancient times, then developed in such a way until now. Since ancient times, architecture has been a physical component as a means for humans to express their spirituality. These traditions and practices are full of symbolism and meaning which are expressed in the development of awareness and enlightenment. The distribution of the population and the dynamics of the cultural life of mankind shape each of the different spiritual traditions. These differences form a rich and authentic diversity. To achieve harmony of civilization, of course, architecture is one of the most beautiful components in realizing expressions that can trigger this divine awareness. Indonesia is a country rich in natural beauty, tribes and traditions, awareness is needed to preserve this, especially in the northern hemisphere, namely the cities of Manado and Tomohon. Social harmony in the area requires an important appreciation through the provision of spiritual facilities that cover universally. The idea of this architectural design is an illustration of ideas and a contribution of ideas for the existence of a spiritual facility that elevates the authentic meaning and symbolism of each religious tradition in Indonesia . Keywords: Spiritual Center. Symbolic Architecture. Tomohon. ASTRAK Spiritualitas merupakan kesadaran ilahiah tertinggi manusia sejak purba, kemudian berkembang sedemikian rupa hingga sekarang. Sejak purba arsitektur merupakan komponen fisik sebagai sarana manusia mengekspresikan spiritualitas mereka. Tradisi serta praktik ini begitu sarat akan simbolisme dan pemaknaan yang terekspresi dari perkembangan kesadaran serta pencerahan. Persebaran populasi serta dinamika kehidupan berbudaya umat manusia membentuk tradisi spiritual masing-masing yang berbeda. Perbedaan ini membentuk keragaman yang kaya serta otentik. Untuk menuju keharmonisan peradaban tentunya arsitektur salah satu komponen yang paling indah dalam mewujudkan ekspresi yang dapat memicu kesadaran ilahi ini. Indonesia merupakan negara kaya akan keindahan alam, suku, serta tradisi, dibutuhkan kesadaran melestarikan ini, khususnya di belahan utara yaitu Kota Manado serta Tomohon. Keharmonisan sosial di Daerah tersebut dibutuhkan apresiasi penting lewat penyediaan sarana spiritual yang mencakup secara universal. Gagasan perancangan arsitektur ini sebagai gambaran ide serta menjadi sumbangan gagasan untuk adanya sebuah fasilitas spiritual yang mengangkat makna serta simbolisme yang otentik dari masing-masing tradisi keagamaan yang ada di Indonesia. Kata Kunci: Spiritual Center. Arsitektur Simbolik. Tomohon. PENDAHULUAN Komponen spiritual atau rohaniah merupakan salah satu komponen manusia yang bersama dengan komponen fisik atau jasmani dan mental membentuk pengertian manusia secara utuh atau Arsitektur sejak purba menjadi salah satu komponen fisik dalam perkembangan peradaban manusia yang menjadi media untuk tujuan pencapaian, baik pengembangan dan penyempurnaan batin Perancangan Spiritual Center dengan Pendekatan Arsitektur Symbolic di Kota Tomohon Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 dan roh, seperti. Candi. Kuil. Gereja. Masjid. Pura dan lain-lain sebagainya. Arsitektur atau bisa disebut ruang spiritual merupakan komponen fisik mengakomodir kebutuhan manusia tersebut. Secara umum, ruang memiliki karakter yang terbentuk dari kualitas ruang seperti proporsi dan skala, bentuk dan pola jalur, tekstur, suara, intensitas cahaya, dan sebagainya . Sulawesi Utara yang Ibu Kotanya Manado ini, merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki tingkat toleransi yang tinggi di Indonesia. Kerukunan antar umat beragama sangat baik di daerah tersebut. Provinsi ini memiliki penduduk yang mayoritas adalah Kristen. Untuk lebih melestarikan keharmonisan beragama dan toleransi ini, tentu perlu adanya wadah yang dapat merumpun semua agama dalam satu tempat, yang dapat memberi kesempatan setiap antar agama untuk mengangkat identitas masing-masing dalam satu kawasan yang harmoni. Ini juga sebagai salah satu dukungan kepada FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragam. yang dikelola pemerintah lewat Kementerian agama. Badan ini dikoordinasi langsung di masing-masing Provinsi dan Kota di seluruh Indonesia. Tentu sangat indah jika melihat perbedaan duduk bersama saling menunjukkan identitas dan membangun literatur dalam satu kawasan sehingga terjalin interaksi yang harmoni dan kaya. Wadah tersebut adalah Spiritual Center. Pada umumnya setiap agama memiliki pusat kerohaniannya masingmasing. Spiritual Center ini nantinya dengan berbagai sarana utama misalnya tempat ibadah masingmasing agama, amfiteater sebagai tempat pertemuan untuk dialog atau mediasi, perpustakaan dan museum di masing-masing kawasan tiap agama sebagai sarana literatur umum dan lain sebagainya. Tentunya ini akan merumpun semua agama di Indonesia, khususnya enam agama yang diakui yaitu. Islam. Kristen. Katolik. Hindu. Budha, dan Konghucu. Pada biasanya Spiritual Center hanya berfokus pada bangunan, atau bersifat indoor. Tapi objek yang akan diangkat kali ini, akan memakai konsep yang terbuka dengan alam yang nanti akan merujuk pada suatu kawasan. Dengan merenungkan uraian di atas. Arsitektur Symbolic dapat menjadi jalan yang baik dalam mengangkat makna dan nilai yang kaya ini melalui arsitektur sehingga menjadi komunikatif. Arsitektur Simbolik diakui secara prinsip dapat menghormati dan menghargai nilai-nilai yang suci dan sakral dari setiap agama yang akan PENDEKATAN KONSEP DAN TEMA PERANCANGAN Teori Simbol Arsitektural Dalam Meaning and Behavior in The Built Enviroment . sign terbagi atas 3, yaitu: Iconic Sign: Sign yang mengingatkan kita pada objeknya melalui beberapa macam persamaan yang kompleks. Contohnya, stand yang menjual hot dog mempunyai bentuk seperti hot dog. Indexial Sign: Sign yang menunjukan pada objek tertentu dalam hal fisik, maknanya dapat dibaca tanpa symbol pengetahuan budaya. Terdapat hubungan yang eksis antara signifier . dengan signified . Contoh: jendela berarti mempunyai fungsi untuk melihat view luar maupun dalam. Symbol. Sign yang dipelajari sebagai makna sesuatu dalam konteks budaya tertentu. Sedangkan dalam Sign. Symbol and Architecture . Simbol adalah suatu tanda atau gambar yang mengingatkan kita kepada penyerupaan benda yang kompleks yang diartikan sebagai sesuatu yang dipelajari dalam konteks budaya yang lebih spesifik atau lebih khusus. Menurut Charles Sanders Perancangan Spiritual Center dengan Pendekatan Arsitektur Symbolic di Kota Tomohon Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 Peirce (Teori Trikonomi Semiotika Arsitektura. Simbol merupakan tanda yang hadir karena mempunyai hubungan yang sudah disepakati bersama atau sudah memiliki perjanjian antara penanda dan petanda. Menurut Charles Jencks . , dalam arsitektur, ketika seseorang melihat suatu bangunan, mengekspresikan bentuknya, dan menebak apa maksud yang ingin diekspresikan atau dikomunikasikan oleh bentuk tersebut. Ungkapan simbolis dalam arsitektur erat kaitannya dengan fungsi arsitektur sendiri yang melayani dan memberikan suatu arti khusus dalam interaksi antara manusia dengan Ekspresi dalam arsitektur merupakan suatu hal yang mendasar di dalam tiaptiap komunikasi arsitektur. Ekspresi selalu berhubungan dengan bentuk-bentuk. Makna dari simbol-simbol ini biasanya dipengaruhi oleh tata letak bangunan, organisasi dan karakter Ada 3 cara untuk mengenal simbol dalam arsitektur, yaitu. yn Simbol sebagai tanda yang mengacu kepada suatu objek tertentu. Hal ini dimaksudkan dengan tujuan agar simbol dapat diinterpretasikan sesuai dengan maksud sesungguhnya. yn Iconic sebagai simbol atau tanda yang menyerupai suatu objek yang diwakili oleh suatu karakter tertentu yang dimiliki oleh objek yang sama. Di sini rancangan bangunan dimulai dengan memperbaiki beberapa citra atau image tertentu yang mewakili suatu yn Indeks sebagai tanda dan representasi yang tidak selalu mengacu kepada suatu objek tertentu walaupun ada kesamaan atau analogi yang terdapat pada indeks tersebut. Indeks biasanya menghasilkan hubungan yang dinamis antara ruang dan objek di satu sisi dengan ingatan orang yang akan mempengaruhi tanda tersebut di sisi lainnya. METODE PERANCANGAN Metode deskriptif dan deduktif merupakan studi pendekatan dalam objek perancangan ini. Berikut merupakan tahap-tahap yang di perlukan : Pengumpulan Data Tahap awal ini penulis mengumpulkan data terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer merupakan hasil pengumpulan data dari pengamatan langsung, kemudian dikorelasikan dengan informasi serta data yang diperlukan dan melalui pengamatan langsung di lapangan beserta Sedangkan data sekunder merupakan data yang diperoleh dari kajian literatur , buku, jurnal, artikel ilmiah atau internet dan diperoleh juga dari studi kasus atau komparasi. Analisis Setelah memperoleh data, kemudian di analisis sesuai dengan maksud dan tujuan pada perancangan tersebut. Analisis dibagi menjadi dua yaitu, analisis programatik dan analisis tapak pada Analisis programatik mencakup fungsional serta analisis zonasi kawasan serta ruang. Analisis tapak adalah analisis yang dilakukan terhadap unsur-unsur diluar bangunan, termasuk sirkulasi, iklim, vegetasi, kebisingan, view, material, dan teori yang diperlukan dalam pendekatan pada objek Konsep Perancangan Spiritual Center dengan Pendekatan Arsitektur Symbolic di Kota Tomohon Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 Konsep tentunya menjadi acuan dalam proses perancangan. Konsep desain merupakan proses memadukan hasil analisis dan lingkungan dengan pendekatan tematik. ELABORASI KONSEP PADA PERANCANGAN Aspek Fungsional Analisis Fungsi Fungsi-fungsi yang termasuk dalam perancangan spiritual Spiritual Center dikelompokkan menurut jenis kegiatan dan kebutuhan pengguna. Fungsi Primer Fungsi utama dari objek ini adalah: A Pengembangan A Pengalaman Ruang A Edukasi A Spiritual Fungsi sekunder Fungsi pendukung dari objek ini terdiri dari Kegiatan pendukung. Penerimaan, pengawasan, serta perawatan. Pelaku Aktivitas dan Program Ruang Pengelompokan kegiatan pada Spiritual Center adalah sebagai berikut. Kegiatan Penerimaan Kegiatan penerimaan pada Spritual Center mengacu pada tempat parkir, pos keamanan, lobi dan servis. Kegiatan Pengembangan Kegiatan umum berupa pertunjukan, konser, ibadah atau Silahturahmi yang digelar oleh pemerintah atau lembaga tertentu. Kegiatan ini mengacu pada lahan terbuka berupa amfiteater. Pengalaman Ruang. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan utama yang membawa pengunjung untuk merasakan sensasi spiritual lewat pengalaman ruang dengan melewati sirkulasi pada kawasan Spiritual Center tersebut. Ini merupakan simbolis perjalanan spiritual oleh arsitektur. Kegiatan Edukasi dan Literatur Kegiatan ini merupakan sebuah pengenalan langsung pengunjung untuk setiap agama melalui tempat dan perpustakaannya masing-masing agama. Serta ruang studi atau seminar yang bisa diakomodasi oleh lembaga tertentu masing-masing agama dengan pengelolanya. Kegiatan ini mengacu pada kawasan masing-masing agama melalui perpustakaan serta ruang studi. Kegiatan Spiritual Kegiatan ini merupakan bentuk perenungan oleh setiap pengunjung di masingmasing agama baik itu berupa doa, perenungan, meditasi dan lain sebagainya. Ini merupakan kegiatan dimanah ruang sakral harus merespons dengan arsitektur yang sesuai dan mendukung. Kegiatan Penunjang Ini merupakan kegiatan penunjang bagi para pengunjung atau wisatawan yang datang. Keiatan ini mencakup kafetaria dan suvenir. Kegiatan Pengawasan dan Perawatan Kegiatan ini dilakukan secara ruting untuk menunjang kenyamanan dan kebutuhan pada fasilitas di seluruh kawasan Spiritual Center melalui pengawasan dengan metode terintegrasi dan Perancangan Spiritual Center dengan Pendekatan Arsitektur Symbolic di Kota Tomohon Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 Analisis Perancangan Lokasi Perancagan Lokasi Perancangan Spiritual Center dengan Pendekatan Arsitektur Simbolik di Kota Tomohon berada di Kaskasen II, lebih tepatnya dikompleks Bukit Doa Tomohon. Kecamatan Tomohon Utara. Kota Tomohon. Provinsi Sulawesi Utara. Gambar 1. Lokasi Perancangan Sumber : Penulis 2022 Luas total luas lahan keseluruhan tapak mencapai 50. 432m2, dan lahan efektif yang dapat dibangun sekitar 33. Luas keseluruhan dan luas efektif dipertimbangkan sudah berdasarkan berbagai pertimbangan, seperti garis sempadan serta kondisi permukaan elevasi tanah. Klimatologi Gambar 2. Elevasi Azimut Matahari Sumber : Penulis 2022 Gambar ini menyajikan representasi kompak dari ketinggian matahari . udut matahari di atas cakrawal. dan azimut . antalan kompasny. untuk setiap jam setiap hari dalam periode pelaporan. Sumbu horizontal adalah hari dalam setahun dan sumbu vertikal adalah jam dalam sehari. Untuk hari dan jam tertentu pada hari itu, warna latar belakang menunjukkan azimut matahari pada saat itu. Isoline hitam adalah kontur elevasi matahari konstan. Perancangan Spiritual Center dengan Pendekatan Arsitektur Symbolic di Kota Tomohon Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 Gambar 3. Persentase Angin Sumber : Penulis 2022 Arah angin per jam rata-rata yang dominan di Tomohon bervariasi sepanjang tahun. Angin paling sering bertiup dari selatan selama 5,7 bulan, dari 8 Mei hingga 31 Oktober, dengan persentase tertinggi 94% pada tanggal 15 Agustus. Angin paling sering bertiup dari barat 4 selama 3,9 minggu, dari 31 Oktober hingga 27 November, dengan persentase tertinggi 41% pada tanggal 26 November. Angin paling sering bertiup dari utara selama 4,8 bulan, dari 27 November hingga 22 April, dengan persentase tertinggi 62% pada tanggal 1 Januari. View Gambar 4. View Tapak Sumber : Penulis 2022 Citra dari dalam tapak hampir sepenuhnya memberikan view dan panorama alamiah yang dapat memberi kesan tenang, sejuk dan dekat dengan alam. Pada arah barat merupakan view utama yang mengarah langsung ke kota Tomohon serta pegunungan Lokon dan Empung. Arah utara tapak Perancangan Spiritual Center dengan Pendekatan Arsitektur Symbolic di Kota Tomohon Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 menghadap langsung ke Kota Manado serta hamparan pulau-pulau di sekitar teluk. Citra-citra ini tentunya dapat memberikan kesan dan sensasi Spiritual bagi pengunjung objek tersebut. Aksesibilitas Gambar 5. Aksesibilitas Sumber : Penulis 2022 Terlihat pada gambar di atas peta sirkulasi pencapaian yang menunjukkan letak tapak yang tidak terlalu jauh dari jalan utama Kota Tomohon. Kemudian dari jalan utama akses ke tapak dapat melalui jalan lingkar Kota. Konsep Perancangan Hubungan Ruang Gambar 6. Buble diagram makro Sumber : Penulis 2022 Hubungan antar ruang dibagi atas tiga bagian, yaitu. Langsung. Tidak Langsung, dan Jauh. Berhubungan langsung adalah dua aktivitas area atau ruangan serta lebih yang memiliki keterkaitan yang tidak bisa dipisahkan secara akses pencapaian. Sedangkan Aoberhubungan tidak langsungAo dibedakan dengan dihubungkan oleh ruangan lain. Dan untuk Aotidak berhubungan atau jauhAo merupakan aksesibilitas yang tidak bisa dicapai secara langsung. Perancangan Spiritual Center dengan Pendekatan Arsitektur Symbolic di Kota Tomohon Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 Konsep Tapak Gambar 7. Konsep Tapak Sumber : Penulis 2022 Berdasarkan hasil kajian literatur, simbol atau makna yang akan konsepkan pada tapak yaitu Golden Ratio yang nanti akan pembagian proporsional zonasi fungsi, dan sirkulasi yang akan berpatokan pada sumbu imajiner utara dan selatan. Konsep ini tentunya juga diterapkan dengan berbagai pertimbangan fisik atau analisis lokasi, topografi, iklim, berdasarkan data yang ada. Proses transformasi bentuk kawasan mengambil pemaknaan universe dalam bentuk galaksi yang terbentuk dari pola alamiah yang dapat mewakili dari setiap prinsip agama bahwa manusia sebagai satu kesatuan dengan alam. Ini terepresentasi ke pola sirkulasi kawasan sebagai konsep Perancangan Spiritual Center dengan Pendekatan Arsitektur Symbolic di Kota Tomohon Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 Zoning Gambar 8. Zoning Kawasan Sumber : Penulis 2022 Pola zonasi kawasan dibagi atas empat area, yaitu. publik, semi publik, privat, dan servis. Area publik mencakup area penerimaan, rekreasi, serta pengembangan. Area semi publik mencakup daerah sakral mulai dari awal sirkulasi sampai pada pusat kawasan. Area privat mencakup zona spiritual dan Area servis mencakup pengelola, serta MEP. Sirkulasi Gambar 9. Sirkulasi Kawasan Sumber : Penulis 2022 Untuk sirkulasi terbagi dua, yaitu pejalan kaki dan kendaraan. Sirkulasi kendaraan berawal dari sebelah selatan tapak yaitu jalan utama kemudian masuk ke entrance yang dibagi dua pintu untuk masuk dan keluar, kemudian ke area parkiran dan depan lobi. Kemudian selanjutnya untuk akses lebih Perancangan Spiritual Center dengan Pendekatan Arsitektur Symbolic di Kota Tomohon Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 ke dalam kawasan tersedia hanya sirkulasi pejalan kaki berupa pedestrian dan koridor-koridor sebagai akses pencapaian. Kontur dan Pola Drainase Gambar 10. Kontur dan Pola Drainase Sumber : Penulis 2022 Pengolahan kontur membutuhkan beberapa area untuk dilakukan cut and fill kurang lebih 40% sebagai penempatan beberapa masa. Di antaranya gedung pengelola. Office, serta parkiran membutuhkan daerah landai sekitar 15%. Kemudian untuk area rekreasi, kuliner dan suvenir dibutuhkan sebanyak 5%. Dan untuk area keagamaan dibutuhkan sebanyak 20%. Dan untuk sisanya adalah area alami sebagai daerah resapan dan drainase sebanyak 60% dengan danau buatan kurang lebih 20%. Konsep Material Gambar 11. Konsep Material Sumber : Penulis 2022 Konsep material yang akan dipakai tentunya berdasarkan objek dan pendekatan perancangan. Untuk memaknakan dan memberi kesan kokoh, monumental serta alamiah dibutuhkan material yang Perancangan Spiritual Center dengan Pendekatan Arsitektur Symbolic di Kota Tomohon Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 Konsep Kolam Gambar 12. Konsep Kolam Sumber : Penulis 2022 Pada sebagian kawasan diberikan bebrapa permukaan genagan air berupa kolam dangkal. Ini dapat menjadi komponen pemberi experience yang mengangkat makna ketenangan dari sifat air Juga menamba beberapa kesan monumentak diarea tertentu. HASIL PERANCANGAN Blok Plan Gambar 13. Blok Plan Sumber : Penulis 2022 Perancangan Spiritual Center dengan Pendekatan Arsitektur Symbolic di Kota Tomohon Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 Perspektif Kawasan Gambar 14. Perspektif Kawasan Sumber : Penulis 2022 LayOut Kawasan Gambar 15. LayOut Sumber : Penulis 2022 PENUTUP Kesimpulan AuPerancangan Spiritual Center dengan Pendekatan Arsitektur Simbolik di Kota TomohonAy merupakan salah satu karya ilmiah yang memadukan kesadaran pengetahuan dengan kreativitas. Sekiranya dengan karya ini dapat menjadi salah satu sumbangsih referensi bagi akademisi serta instansi pemerintahan dalam menanggapi isu sosial, masyarakat melalui arsitektur. Dengan penerapan pendekatan Simbolik dalam Arsitektur, sekiranya dapat menambah kesadaran tantang pemaknaan keyakinan masing-masing dalam merenungi pengalaman Spiritual. Perancangan Spiritual Center dengan Pendekatan Arsitektur Symbolic di Kota Tomohon Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 3 No. Desember 2023 E-ISSN : 2829 Ae 7237 Saran Dalam proses penyusunan ini tentunya ada keterbatasan dan kekurangan, kiranya kritik dan saran sangat berguna untuk evaluasi selanjutnya dalam pengembangan Arsitektur dengan Spiritualitas. DAFTAR PUSTAKA