Dakwah Majelis Taklim Tajul Muhajirin Dalam Meningkatkan Spiritualitas Masyarakat Omben Sampang Nurhalimatus. Zubadatul Munawwarah Institut Agama Islam Negeri Madura nurhalimatus42@gmail. com, zubdatulmunawarah@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dakwah yang dilakukan oleh majelis Tajul Muhajirin, serta bagaiman prilaku jamaah . adAo. dalam pengaplikasikan materi dakwah, yang dilakukan oleh majelis dalam upaya meningkatkan Spiritualitasmasyarakat desa Omben kabupaten Sampang. Keberhasilan dakwah yaitu mampu membawa jamaah . adAo. mencapai kesadaran sepiritualnya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dangan pengumpulan data melalu observasi non partisapan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa majelis Tajul Muhajirin melakukan dakwah dengan beberapa pendekatan dengan mempertimbangkan metode sebagai strategi dakwahnya. dan hasilnya terbilang Hal ini dilihat dari sisi kualitas keagamaan, secara sepiritual mayoritas jamaah mengaku mengalami perubahan, seperti meninggalkan perbuatanperbuatan dosa, melaksanakan kewajiban sholat, puasa dan beramal sholeh serta perubahan kualitas hidup yang lebih positif dari yang buruk menjadi baik, dari yang baik menjadi lebih baik. Kata Kunci: Dakwah. Majelis Taklim. Spiritualitas. Abstract This study aims to find out the daAowah carred out by the Tajul Muhajirin assembly, as well as how the congregation . behaves in applying da'wah material, carried out in an effort to increase the spirituality of the people of Omben village. Sampang district. The success of da'wah is being able to bring the congregation . to achieve spiritual awareness in everyday life. By using a descriptive qualitative research method with data collection through non-participant observation and in-depth interviews. The results of this study indicate that the Tajul Muhajirin assembly carries out da'wah with several approaches by considering the method as its da'wah strategy and the results are fairly effective. This is seen from the side of religious quality, spiritually the majority of the congregation claim to have experienced changes, such as leaving sinful acts, carrying out the obligations of prayer, fasting and good deeds as well as changes in the quality of life that are more positive from bad to good, from good to better. Keyword: DaAowa. Majelis Taklim. Spiritualitas. VOL. 3 NO. Page 47 / 78 kepada jalan Allah swt. Pendahuluan Agama Islam merupakan agama Sedangkan Amrullah Achmad, penting dari agama Islam. Oleh sebab adalah aktualisasi imani . itu setiap umat muslim diharapkan yang dimanifestasikan dalam suatu sistem kegiatan manusia beriman pelaksanaan dakwah. Yaitu mengajak dalam bidang kemasyarakatan yang dilaksanakan secara teratur untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan mempengaruhi cara merasa, berfikir, akhirat dengan berbagai cara yang bersikap, dan bertindak, manusia 1 Tujuan dilaksanakannya pada dataran kenyataan individual dakwah adalah mengajak manusia ke dan sosial kultural dalam rangka jalan Tuhan, jalan yang benar, yaitu mengusahakan terwujudnya ajaran Islam. Disamping itu dakwah juga Islam dalam semua aspek kehidupan dengan menggunakan cara tertentu. Allah berpikir manusia, cara merasa, cara Ada bersikap dan bertindak sesuai dengan dakwah yang dapat diambil, yaitu : prinsip-prinsip Islam2. Bahwa Islam. Pertama, dakwah merupakan proses mendorong manusia untuk mengikuti mengajak kepada jalan yang diridhoi kebenaran dan petunjuk, menyeru Allah. Proses mengajak ini dapat manusia untuk berbuat kebajikan dilakukan secara individu seperti yang dilakukan oleh para daAoi . Dakwah mendapatkan kebahagiaan dunia dan mauidzahhasanah . Kedua, 3 Tujuan umum dakwah, dakwah merupakan sebuah sistem artinya dalam aktivitasnya dakwah dakwah, untuk mengajak manusia 1 Syaiful Lukman, dkk. Peran Majelis Taklim dalam meningkatkan Pemahaman Keagamaan Masyarakat, (Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam. Vo. No. 1, 20. 2 Rafiuddin dan Maman AJ. Prinsip dan Strategi Dakwah, (Pustaka Setia. Bandung. VOL. 3 NO. sistem yang terencana dan terorganisir 2. 3 Wahidin Saputra. Pengantar Ilmu Dakwah (Jakarta: Rajawali Pers, 2. , h. 4 A. Basit. Dakwah Antar Individu Teori dan Aplokasi, (Yogyakarta. Grafindo Litera Media, 2. , h. Page 48 / 78 dengan baik, dari segi metode maupun pendapat Quraish Shihab, diperlukan Jika didalam teori sistem, keinsafan atau kesadaran masyarakat minimal ada input, process, dan untuk melakukan perubahan dari output, begitupun dengan system keadaan yang tidak atau kurang baik dalam dakwah. Lebih sempurna lagi menjadi baik. ditambah dengan adanya timbal balik Perkembangan masyarakat saat . Ketiga, ini telah banyak berubah dalam segala aspek, baik aspek kehidupan social . , hakekat yang pertama, mempengaruhi komerosostan moral dan pergaulan tidak hanya sekedar mengajak tetapi bebas bahkan rasa empati terhadap sesama telah mulai luntur, hal ini dipengaruhi itu mau ikut dengan diakibatkan oleh tuntunan yang sudah orang yang mempengaruhi. Dalam makin beragam. Lemanhya iman dan mempengaruhi yang dimaksud yakni pengaruh besar terhadap kesadaran memepengaruhi dengan lembut dan indvidu masyarakat muslim dalam menjalankan ajaran agama. Permasalahan memperhatikan situasi dan kondisi sasaran dakwah itu sendiri. Sayyid Qutub lebih memandang kurangnya pemimpin agama yang dakwah secara holistik, yaitu sebuah usaha untuk mewujudkan sistem dalam hidup beragama sehari-hari Islam dalam kehidupan nyata dari tataran yang paling kecil, seperti keluarga, hingga yang paling besar, seperti negara atau ummah dengan tujuan mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. 5 Untuk mewujudkan tombak kekuatan baik Islam 5 Syekh Ali Mahfuz. Hidayat al-Mursyidin Ila Turuq al-WaAzi Wa al-Khitabah, (Beiruth: Dar alMaArifah, t. ), h. 6 Sayyid Qutb. Terjemah Tafsir fi Zilal al- VOL. 3 NO. Problematika QurAan, (Beirut: Dar al-Syuruq, 1. Juz. Ke1. , h. Page 49 / 78 masyarakat kelas atas maupun kelas dilakukan, susuai dengan tujuan dan Muhammadiyah Agung Danarto Mendidik menuntut skil planning dan handal bahwa sepiritual merupakan sikap serta ilmu yang mumpuni, untuk dapat mengajak dan mempengaruhi. merefleksikan Allah sebagai sesuatu Untuk itu dibutuhakn sekelompok yang penting dan vital dari segala orang yang secara terus menerus Hal itu diwujudkan mengkaji, meneliti dan meningkatkan dalam kesempurnaan amal ibadah, aktivitas dakwah secara profesinal. kesucian rohani, dan kesholihan amal Untuk mengajak, mendorong dan . l-akhlaq al-karima. Spiritualitas mempunyai fungsi menyeru tampa tekanan dan paksaan. Membimbing yaitu berfungsi untuk mendorong gerak ke depan dan pada saat yang sama pendekatan dan strategi serta media membuat hidup lebih seimbang. yang tepat, tidak hanya daAoi dan materi yang perlu dipersiapkan akan Spiritualitas dimasa-masa mendatang tetapi sarana dan prasarana juga tidak menjadikan Islam tidak sekedar ethical kalah penting, seperti tempat dan religion . tika agam. dimana Islam Dengan lebih berfungsi sebagai ajaran etika mendampingi proses modernisasi dan Selain . Peran lebih dari itu. Islam majelis sholawat, pengajian, yasinan, memiliki kecenderungan sebagai civil dan lainya, tentunya akan lebih religion . gama sipi. yang dihayati dan mudah mentransfer nilai-nilai agama diamalkan sebagai reaksi terhadap yang kemudian dapat meningkatkan perubahan masyarakat yang sangat sepiritualitas masyarakat. Usaha Kebutuhan 7 M. Munir. Motode Dakwah, . Jakrata Kencana, 2. 8 Tujuh Tingkat Sepiritualitas dalam Islam. VOL. 3 NO. https://muhammadiyah. id/tujuh-tingkatspiritual-dalam-islam-apa-saja/ Page 50 / 78 Dimensi termasuk menemukan arti, sebagai startegi dakwahnya. Majelis taklim adalah lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat keyakinan hidup dan kebutuhan akan yang dibimbing oleh tokoh agama, kiai atau alim ulama yang tujuanya adalah Tuhan9. membina untuk taat kepada perintah Tujuan utama spiritual tak lain Allah. adalah untuk meningkatkan kualitas Telah lama perkumpulan seperti iman taqwa, meningkatkan kualitas Majelis diminati oleh masyarakat. Majelis tercapainya perdamaian hakiki dan keselamatan dunia akhirat. Hal ini dikalangan umat islam dengan tujuan yang sama, yakni menjadikan media mendekatkan diri pada kebaikan, dan belajar dan bimbingan agama serta melatih diri sendiri dengan ilmu dan kegiatan lainya dan menjadi media pengetahuan agama yang benar. silaturrahim yang juga menjadi salah Berbagai cara ntuk mencapai satu anjuran agama. Majelis taklim komunitas yang memiliki semangat keagamaan dan pendidikan agama serta whiroh . yang kuat menjadi pendukung diluar pendidikan yang berlangsung secara rutin dan formal, sperti majelis taklim. Majelis Melalui lembaga majelis taklim yang berkembang di masyarakat. ukhuwah Islamiyah, etika dan moral. Keberadaannya Sehingga benih-benih Pasalnya, selain merupakan produk Dakwah yang dilakukan oleh majelis peradaban yang telah dicapai oleh taklim pada umunya meiliki metode umat Islam di abad modern ini. Sugeng Sejati. Perekembangan Spiritual Remaja Dalam Perspektif Ahli, (Jurnal Hawa. Vol. 1 No. 1, 2. VOL. 3 NO. 10 Mukhtar MasAoud. Efektivitas Majelis Taklim Dalam Pengembangan Keagamaan. ( Jurnal AL-ISLAH. No. 1, 2. Page 51 / 78 lembaga ini juga berakar dari sirah sangat potensial dalam memecahkan dan dakwah yang dilakukan oleh persoalan-persoalan Rasulullah SAW dahulu. Bahkan, majelis taklim telah memberikan makna tersendiri dalam dakwah dan pengembangan umat serta menjadi dilakukan oleh majelis taklim Tajul salah satu bentuk dan cara melakukan Muhajirin yang ada di Sampang. Awal sosialisasi ajaran Islam yang secara majelis ini terbentuk dikarenakan menyeluruh masuk kepada lapisan kebutuhan pembimbingan terhadap masyarakat yang tidak hanya di para pemuda yang saat itu sudah bisa dikatan nakal dan jauh dari ajaran dan saja, melainkan menyentuh pada Lembaga Majelis pemuda yang menjadi jamaahnya tapi merupakan salahsatu lembaga non formal yang berperan penting dalam Omben Sampang. pembentukan karakter keagamaan Namun umum disekitar Telah banyak penelitian yang mengkaji dan menelaah peran majelis taklim dari berbagai dalam lingkungan yang berbeda sosio- perspektif dan obyek kajian yang Program-program yang berbeda-beda baik sebagai lembaga oleh Majelis terencana dan aktual sesuai dengan pendidikan dan pengajaran agama kebutuhan masyarakat, menjadi daya tarik dan ciri khas tersendiri, dari ditulis oleh Jana Rahmat 11 menurut lembaga Majelis taklim bagi kalangan hasil penelitianya yang membahas tentang majelis taklim dari sudut memanfaatkan keberadaan Majelis kelembagaanya, yakni bahwa majelis taklim sangat terasa keberadaannya Keberadaan 11 Jana Rahmat dan M. Mansur. Majelis Taklim Sebagai Lembaga Dakwah. Studi Tentang Tipologi Mjaelis Taklim Di Kecamatan Paseh VOL. 3 NO. Kabupaten Bandung, (Jurnal JAWI. Vol. No. 1, 2. Page 52 / 78 langsung pada masyarakat paling perubahan baik dari sikap maupun perilaku masyarakatnya yang semakin Sehingga terhadap warga sekitar lingkungan Menelaah penelitian terdahulu majelis taklim, baik pada pemahaman yang relevan dengan penelitian ini masyarakat terhadap ilmu agama mengenai majelis taklim, meskipun Islam maupun sikap keagamaan itu objek kajian memiliki kesamaan akan tetapi focus penelitianya berbeda. Selanjutnya dalam penelitian lain memfokuskan dilakukan oleh Syaiful Lukman12 yaitu pada fungsi dan peran majelis taklim. tentang peran majelis taklim dalam Sedangkan keagamaan masyarakat, bahwa dalam dakwah yang dilakukan majelis taklim Taklim At- Taubah yang menjadi objek kajianya Spiritualitasmasyarakat ingin diketahui tentang bagaimana kaum remaja. Sehingga penelitian ini fokus dan objek kajian berbeda. lingkungan desa Kebonjati Sumedang. Hasil terhadap majelis taklim At-Taubah dapat diketahui bahwa majelis taklim ini berperan sebagai lembaga non formal yang berada ditengah-tengah masyarakat memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perkembangan Kebonjati. Hal 12 Syaiful Lukman, dkk. Peran Majelis Taklim dalam meningkatkan Pemahaman Keagamaan Masyarakat, (Jurnal Komunikasi VOL. 3 NO. Melihat mengurai terkait bagaiman dakwah yang dilakukan oleh Majelis taklim Tajul Muhajirin dan bagaiman prilaku jamaah . adAo. dalam pengaplikasian materi dakwah yang dilakukan oleh Spiritualitasmasyrarakat desa Omben kabupaten Sampang. Madura Metode Penelitian Studi ini merupakan penelitian Penyiaran Islam. Vo. No. 1, 20. Page 53 / 78 lapangan . ield reseac. menggunakan masyarakat umum dikarenakan prilaku metode kualitatif deskriptif, dengan mereka yang mengarah pada hal-hal tujuan mengungkap fakta, fenomena dakwah yang dilakukan oleh Majelis Berangkat dari fakta tersebut maka Tajul Muhajirn Kecamatan Omben Habib Ahmad Al Baiti yang dekenal Sampang Madura. dengan panggilan Bib Ahmad, beliau Prosedur masih terbilang muda selaku putra dan penggalian data pada penelitian ini tokoh agama di Oben Sampang. Beliau menggunakan observasi lapangan dan 13 Wawancara yang peneliti komunitas pemuda tersebut menjadi sebuah perkumpulan yang lebih positif. Dengan perencanaan yang disepakati dengan tujuan mendapatkan informasi pemuda tersebut beliau mendirikan yang lebih luas dengan ide, dan gagasan serta tanggapan dari infonman. Dalam Muhajirin upaya menjawab focus dalam studi ini Aumahkota orang-orang yang berhijrahAy terkait dakwah Majelis Tajul Muhajirin pada bulan Agustus 2018. Tajul Dengan startegi yang dilakukan sumber data baik data primer maupun oleh Habib Ahmad Al Baiti ini dengan data sekunder. hati-hati, supaya keberadaan majelis dapat diterima oleh masyarakat. Pada Hasil dan Diskusi Dakwah Majelis Tajul Muhajiarin mendapat respon positif sehingga yang Majelis Tajul Muhajirin pada awalnya hanya kalangan muda terbentuk berawal dari keresahan atas tapi justru masyarakat umum juga didalamnya terdiri dari pemuda dan diadakan oleh majelis ini, sampai saat pemudi yang berasal dari berbagai latar ini majelis ini sudah memiliki jamaah belakang keluarga. Komunitas pemuda kurang lebih sebanyak 300 orang yang ini keberadaanya sangat mengaggu Wahyu Purhsntara. Motode Penelitian Kualitatif Untuk Bisnis (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2. , 79. VOL. 3 NO. Page 54 / 78 masyarakat yang diinginkan. Adapun term dakwah belakang ekonomi, pendidikan, umur dapat dilakukan melalui tiga cara, yakni maupun latar belakang pekerjaan. denga hikmah, mauidzoh hasanah dan Dimulailah kegiatan majelis ini Menurut Hamka dalam dengan kegiatan yang ringan seperti menggunakan tiga metode. Al-Azhar keliling, dan lainya demi untuk menarik . Hikmah . minat, kemudian kegiatan ditambah yakni memposisikan diri, menurut bahasa . , hikmah berarti materi-materi terkait ibadah sehari- sehari dan berlangsung rutin sampai Dakwah dengan hikmah saat ini. Hamka, dengan bijaksana, akal budi yang Metode Dakwah Majelis Tajul terpuji, lapang dada, dan hati yang Muhajirin bersih, agar menarik perhatian orang Materi dakwah . addah ad daAowa. pesan-pesan terhadap ajaran agama, atau pada kepercayaan terhadap Tuhan. dakwah atau segala sesuatu yang harus Bedasarkan hasil observasi pada disampaikan oleh subjek kepada objek dakwah, yaitu keseluruhan ajaran Islam wawancara terhadap beberapa jamah yang ada dalam Al-Quran maupun Sunnah Rasul. Pesan-pesan dakwah sebagian jamaahnya dari golongan Tajul Muhajirin dakwah adalah pesan-pesan yang berisi sebenarnya terbuka untuk umum, baik ajaran Islam. Meliputi bidang akidah, usia, maupun berbagai latar belakang. badah dan muamala. , dan Maka Dalam melaksanakan kegiatan . dakwah diperlukan metode yakni taktik nasehat dan peringatan. Dikarenakan atau cara dalam upaya mencapai tujuan persoalan yang terjadi di Omben Saputra. Pengantar Ilmu Dakwah, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada 2. , h. VOL. 3 NO. Munir. Metode Kencana, 2. Dakwah, (Jakarta. Page 55 / 78 Sampang ini yakni masalah-masalah yang muncul terkait remaja seperti Meskipun majelis taklim tidak kebiasaan minuman keras, judi, dan secara langsung memberikan dampak perbuatan-perbuatan yang terlihat, akan tetapi lambat laun Hal dipengaruhi oleh pergaulan bebas dan bijaksana, tidak ada paksaan terhadap jamaah, mampu merubah akhlak dan masih sangat kurang. dengan perubahan akhlak pula mampu Langkah pertama pembinaan meningkatkan sepiritualitas mereka. dengan cara hikmah telah dilakukan . Mauidzoh Hasanah yang oleh majelis Tajul Muhajirin tersebut menurut bahasa yaitu nasehat yang untuk merubah akhlak masyarakat. baik yang dapat menyentuh hati. Akhlak yang juga biasa dipahami Yakni sebagai moral ini menjadi hal yang mampu menyentuh hati madAou secara lemah lembut tampa ada paksaan atau dalam seseorang akan melahirkan karakter, tingkah laku yang tercela mencela serta mengungkit aib masa begitupula yang terjadi pada remaja, krisis moral dalam diri remaja akan syariAoat Islam. disampaikan oleh salah satu jamaah Dengan Seperti rutinan majelis bahwa. AuKegemaran remaja mengikuti trend masa kini yang menjadikan mereka nakal, bolos sekolah, merokok belum waktunya, meminum meskipun tidak meminumnya disini istilahnya ongghe . ergi ke Surabay. tapi sekarang sudah tidak lagi sejak mengikuti majelis ini, meskipun tidak langsung berubah tapi sudah lumayanAy. Nasehat Dan terjadi tentu menjadi keresahan dan merasa menjadi tanggung jawab bagi Majelis Tajul Muhajirin membuat perubahan. Sebaran dakwah kegiatan yang dikenal dengan istilah AurutinanAy yakni pertemuan secara rutin 16 Ibid VOL. 3 NO. Page 56 / 78 berpindah-pindah Penggunaan metode ini terdapat permintaan jamaah. Hal ini membuat juga pada program tahunan, mauideah jamaah merasa senang dan semangat hasanah . , pada pengajian dalam mengikuti kegiatan tersebut akbar yang biasa dilakukan setiap hari- sehingga jamaah tidak merasa bosan. hari besar agama Islam. para jamaah Keberadaan Majelis Tajul Majelis Tajul Muhajirin Muhajirin ini, sebagai wadah dalam mendengarkan tausiyah-tausiyah para memperdalam wawasan agama bagi habaib, kiyai dan ngaji kitab serta masyarakat tentu menjadi hal yang membahas permasalahan agama secara sangat dibutuhkan. Sebab salah satu bergantian dengan waktu yang sudah pengaruh, terjadinya perubahan sikap Banyak yang positif dari sikap sebelumnya, seperti yang disampaikan oleh Maqsudi perubahan sikap yang dulunya tidak Azis salah satu jamaah aktif pengajian mengerjakan kewajiban seperti sholat AurutinanAy menuturkan bahwa: dan puasa, saat ini mereka sudah AuPenanggulangan kenakalan dulu dan sekarang memang memiliki perbedaan kalau dulu orang tua super ketat, sangat keras dan disiplin terhadap anakanaknya terutama yang punya anak sedah menginjak remaja, tetapi saat ini orang tua sudah tidak bisa memberi nasehat sendiri makanya sekarang perlu adanya nasehat dari luar keluarga seperti kiai atau tokoh agama yang mengerti agama. Alhamdulillah ada majelis Tajul Muhajirin itu, alhmdulillah nyata walaupun belum bisa dikatakan berubah Karna ketelatenan pengasuh majelis yaitu Habib Ahmad yang pandai menedekati masyarakat terutama anak mudanyaAy17 melakukan itu. Dapat dilihat bahwa dakwah dengan perkataan yang lemah lembut akan mampu melunakkan hati seseorang dan hal itu akan melahirkan seseorang lebih dekat dengan Tuhan. Seperti apa yang disampaikan oleh Habib Ahmad seseorang akan dekat dengan Allah jika dirinya berupaya untuk itu. Maka semakin lama akan tumbuh sendiri kesadaran sepiritualnya. Mujadalah . adal al-husn. dengan baik, dapat pula dimaknai debat, adu argument, dialog antara daAoi VOL. 3 NO. Page 57 / 78 telah memberikan hal positif bagi para remaja, bahkan saya pernah berterimakasih secara langsung pada Habib Ahmad lantaran telah membuat wadah bagi masyarakat begitu kita tetap harus waspada dan saling menjaga dan saling mengontrol remaja-remaja yang ada disisni, di tempat majelis berubah tetapi diluar, kita tidak Pengawasan harus jalan, sebisa mungkin kita giring para remaja di Omben ini untuk menghidupkan dan mencintai acara-acara kegiatan sholawatan. Ay dan madAou. 18 Bisa dikatakan berdiskusi memiliki dasar atau dalil yang benar. Melihat perkembangan zaman yang kian maju dan pola pikir masyarakat dakwah dengan cara berdebat dan berdiskusi dalam konteks ini sangat Karna objek . yang dihadapi terbilang banyak yang masih Kegiatan dakwah tidak hanya menggunakan pendekatan-pendekatan lain yang lebih persuasive. Terkadang seorang daAoi harus melihat kondisi sasaranya . adAo. metode ceramah dengan materi yang rumit dan tidak perubahan bahkan akan menimbulkan kebosanan, maka metode yang tepat seharusnya menjadi pertimbangan daAoi dalam berdakwah. Metode dan materi Taufikurrahman sebagai pengasuh pesantren di daerah Sampang bahwa: AuMajelis Tajul Muhajirin ini Tajul Muhajirin ini telah banyak dirasakan oleh masyarakat sekitar. Gambaran kesimpulan bahwa keberadaan majelis masyarakat baik pada pemahaman masyarakat terhadap ilmu agama Islam maupun sikap keagamaan masyarakat itu sendiri Dari hasil wawancara dengan keberhasilan dakwah. Seperti yang Keberhasilan pendiri sekaligus pengasuh majelis Tajul Muhajirin bahwa strategi dakwah mempertimbangkan situasi dan kondisi sasaran dakwah . adAo. oleh karena 18 Ibid VOL. 3 NO. Page 58 / 78 itu lingkungan Omben, pada saat burling dihadirkan narasumber . ini sebelum berangkat biasanya masih dari tokoh-tokoh agama yang mumpuni dalam ilmu agama. esan-pesa. hanya itu ada doAoa bersama juga dan Strategi Dakwah Majelis Tajul hampir dalam setiap kegiatan hal Muhajirin demikian dilakukan. Ditambah lagi Seorang muballiw menentukan untuk berdzikir yang tujuannya adalah dakwahnya memerlukan pengetahuan mengigat Allah dengan ucapan-ucapan dan kecakapan ilmu untuk memenuhi lisan yang mengandung arti pujian, kebutuhan materi dakwahnya. Selain ampunanNya. dengan kegiatan dzikir, jamaah diajari pendekatan sistem, bahwa dakwah merupakan suatu sistem dan materi TaAolim . roses mentransfer merupakan salah satu komponen dan pengetahua. , secara istilah berarti unsur yang ada didalamnya. Maka kedudukan yang sejajar dengan unsur- Menurut Fattah Jalal, unsur dakwah yang lainnya. Penerapan taAolim merupakan proses pemberian materi dakwah sangat penting karena pemahaman dan pengetahuan kepada seseorang, sehingga seseorang tersebut dakwah berlangsung. menjadi suci dan bersih agar dapat menerima hikmah dan hal-hal yang Tilawah Implementasi . bermanfaat bagi dirinya. dalam strategi seprti tilawah pada majelis taklim Tajul Muhajirin terdapat pada program strategi taAolim ini proses transfer pesan yang biasa disebut dengan burling dakwah biasanya dilakukan secara . urdah kelilin. yakni pembacaan mendalam dan formal dalam artian burdah dengan mengelilingi komplek di sistematis, dengan tema ceramah yang 19 Syaiful Lukman, dkk. Peran Majelis Taklim Penyiaran Islam. Vo. No. 1, 20. dalam meningkatkan Pemahaman Keagamaan Masyarakat, (Jurnal Komunikasi VOL. 3 NO. Page 59 / 78 sudah ditentukan. Selain itu juga bahwa adanya majelis Tajul Muhajirin ini memberikan kesan positif dan dapat bahasannya lebih mendalam sehingga menjadi harapan bersama terutama pesan dakwah lebih diterima dan Sampang. Dengan harapan kedepan taAolim Pendekatan dakwah secara taAolim ini dilakukan dalam seluruh kegiatan yang dilakukan baik kegiatan ceramah. Al-QurAoan. Omben Omben Sampang ini dapat terus meingkat. Dakwah tidak dapat berhenti, harus terus dilakukan melalui berbagai sholawatan dan kegiatan social. Ada cara baik dakwah yang dilakukan oleh pula kegiatan bershalawat bersama, pribadi maupun melalui perkumpulan dengan tuntunan dari habaib dan seperti majelis taklim. Lingkungan diiringi oleh tabuhan hadrah yang membuat para jamaah majelis lebih keagamaan yang kuat akan sangat semangat dalam melantunkan sholawat berdampak bagi generasi yang akan pada Nabi Muhammad Saw. Keberhasilan dakwah tentunya Adanya Majelis sangat berkaitan dengan unsur-unsur yang ada didalamnya, jika unsur-unsur dirasakan bagi masyarakat khususnya tersebut dapat berjalan bersama maka para remaja, penerapan strategi dan InsyaAllah metode yang digunakan dapat menarik mencapai tujuannya. Romli memberikan kesan positif, kepala desa Omben. Kesimpulan Dari uraian hasil penelitian ini pernyataan bahwa sejauh ini adanya sejatinya adalah jalan untuk dapat aset bagi desa maka harus terus menjadi kebiasaan yang baik dan menjadikan seseorang yang sudah baik dengan begitu majelis ini merupakan keberlangsungannya, tidak hanya dari Dengan tokoh masyarakat saja bahkan tokoh pembelajaran dan pendidikan non agama juga memberikan pernyataan formal seperti majelis taklim menjadi 20 Ibid VOL. 3 NO. Page 60 / 78 DAFTAR PUSTAKA