Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/jbpai. Online Available at: https://journal. id/index. php/jbpai Peran Pengajian Bulanan dalam Membentuk Sikap Beragama Siswa di SMAS Budi Agung Medan Azaman Andra1*. Mahariah2. Makmur Syukri3 1,2,3 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Indonesia E-mail: azamannandra05@uinsu. id1, mahariah@uinsu. id2, makmursyukri@uinsu. *Korespondensi penulis: azamannandra05@uinsu. Abstract. This study focuses on the importance of the role of monthly religious studies in shaping studentsAo religious attitudes at SMAS Budi Agung Medan, considering that religious studies are one of the effective means to teach religious values, strengthen faith, and shape studentsAo character and morals in everyday life. The method used is a qualitative method with a descriptive approach. Data collection was carried out through documentation, observation and interviews. The subjects of the study were the principal, vice principal for student affairs. Islamic Religious Education teachers, and students. Data analysis was carried out by data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that . Monthly religious studies activities at SMAS Budi Agung Medan are carried out once a month on the first week starting at 08. 00 to 11. 00 WIB at the Al-Huda Marelan Mosque. The three activities carried out in this monthly religious study are the opening, core and closing. The materials discussed include faith, jurisprudence, morals, as well as the QurAoan and Hadith of the Prophet. The role of monthly religious studies in forming the religious attitudes of SMAS Budi Agung Medan students includes spiritual, moral, social and educational roles. The monthly religious study program held at SMAS Budi Agung Medan is considered to have a positive impact on SMAS Budi Agung Medan students, because the religious studies are able to gradually improve the studentsAo religious attitudes. Keywords: Monthly Study. Religious Attitude. Students. Abstrak. Penelitian ini berfokus pada pentingnya peran pengajian bulanan dalam membentuk sikap beragama siswa di SMAS Budi Agung Medan, mengingat bahwa pengajian merupakan salah satu sarana yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai agama, memperkuat keimanan, serta membentuk karakter dan akhlak siswa dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi, observasi, dan wawancara. Subyek penelitiannya adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru PAI, dan siswa. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . Kegiatan pengajian bulanan di SMAS Budi Agung Medan dilakukan sebulan sekali pada minggu pertama mulai pukul 00 hingga pukul 11. 00 WIB di Masjid Al-Huda Marelan. Tiga kegiatan yang dilakukan dalam pengajian bulanan ini adalah pembuka, inti, dan penutup. Materi yang dibahas meliputi akidah, fikih, akhlak, serta AlQur'an dan Hadis Nabi. peran pengajian bulanan dalam membentuk sikap beragama siswa SMAS Budi Agung Medan mencakup peran spiritual, moral, sosial, dan pendidikan. program pengajian bulanan yang diadakan di SMAS Budi Agung Medan dinilai berdampak positif bagi para siswa SMAS Budi Agung Medan, dikarenakan pengajian tersebut mampu meningkatkan sedikit demi sedikit sikap beragama siswa. Kata Kunci: Pengajian Bulanan. Sikap Beragama. Siswa. LATAR BELAKANG Pendidikan adalah suatu proses yang direncanakan dengan tujuan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sehingga peserta didik dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya, baik dalam aspek spiritual, emosional, intelektual, maupun Proses ini bertujuan untuk memberikan manfaat bukan hanya untuk individu, tetapi juga untuk masyarakat umum, bangsa, dan negara. (Citriadin, 2. Received Desember 30, 2024. Revised Januari 18, 2025. Accepted Februari 04, 2025. Online Available Februari 07, 2025 Peran Pengajian Bulanan dalam Membentuk Sikap Beragama Siswa di SMAS Budi Agung Medan Pendidikan merupakan proses penyampaian ilmu pengetahuan yang berperan penting dalam membangun pola pikir serta membentuk karakter generasi penerus bangsa. Menurut Muhammad Ali, pendidikan adalah upaya yang dilakukan secara sadar oleh seseorang untuk mengembangkan potensi individu lain serta mentransfer nilai-nilai yang dimilikinya kepada Proses ini dapat dilakukan melalui tiga metode utama, yaitu pengajaran, pelatihan, dan doktrinisasi. (Ali, 2. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Menurut Pasar 1 ayat . undang-undang tersebut: AuPendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan peroses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang di perlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Ay (Indonesia, 2003. Pasal 1 ayat . Pendidikan agama Islam dapat diartikan sebagai suatu program yang bertujuan untuk mengajarkan agama Islam kepada siswa agar mereka dapat memahami, menghayati, mengamalkan, dan menjelaskan ajaran-ajarannya, serta siap untuk mengajarkan agama-agama Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap orang diperlakukan dengan hormat, yang akan dapat meningkatkan Bangsa dan Persatuan. (Alim, 2. Pendidikan Agama Islam merupakan usaha yang dijalankan secara cermat dan metodis untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendidikan ini, seseorang dibimbing untuk memahami, menyerap, dan mengamalkan nilai-nilai Islam, baik dalam aspek dasar maupun secara menyeluruh. Tujuannya adalah agar setiap individu dapat menaati ajaran Allah dan Rasul-Nya, menerapkan ajaran Islam dan Iman serta menonjolkan ajaran Rasulullah yang terdapat dalam Al-Qur'an dan hadis. Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting bagi generasi muda saat ini, mengingat agama merupakan pedoman utama dalam kehidupan manusia. Agama tidak hanya membentuk sikap dan perilaku seseorang, tetapi juga menentukan arah kehidupannya. Ketika seseorang menjadikan Islam sebagai pedoman hidup, ia berada di jalan yang benar, sebagaimana yang dijelaskan dalam firman Allah dalam Q. Az-Zukhruf: 43. e a e eaIA sAA as aI e a aCOIA a a AaEs aEacaO A a AEaOA a saAOs uaEaOeEas uaIacEA a AOA AuTetaplah berpegang teguh pada agama yang telah diturunkan kepadamu, karena sesungguhnya kamu berada di jalan yang benar. Ay (QS Az- Zukhruf :. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. Menurut tafsir Ibnu Katsir. Allah TaAoala berfirman bahwa manusia diperintahkan untuk berpegang teguh pada agama yang telah diwahyukan. Maksudnya adalah berpeganglah pada Al-Qur'an ditafsirkan dengan hati-hati karena mengandung kebenaran hakiki. Al-Qur'an adalah petunjuk yang menuntun manusia ke jalan Allah yang selalu benar dan membantu mereka melewati situasi sulit dengan kenikmatan dan kebaikan abadi (Al-Sheikh, 2. Sebab agama yang di terima disisi Allah hanyalah agama Islam sebagai mana yang telah Allah tegaskan didalam Al quran surat Ali Imran Ayat : 85. a asAaO aI eIs Oa e aA saAeaE aIs aOIU AaEa eIs Oa eCa aEs aI eINsa aO aN aOs AaO e a asa aIIas eEa a aOIA a e sAO aeA AuSiapa pun yang mencari agama selain Islam, maka agama itu tidak akan diterima darinya, dan dia akan menjadi salah satu orang yang merugi di akhirat. Ay (QS Ali Imran: Menurut tafsir Al-Misbah, hakikat yang disampaikan dalam ayat ini adalah peringatan bagi mereka yang enggan menaati aturan sebagaimana yang telah diperintahkan. Barang siapa mencari agama selain IslamAiyang hakikatnya adalah ketaatan kepada Allah, termasuk kepatuhan terhadap syariat-Nya, keimanan akan keesaan-Nya, serta keyakinan terhadap para rasul dan ajaran yang mereka bawaAimaka agamanya tidak akan diterima. Jika seseorang tetap patuh kepada selain Allah hingga ajal menjemput, maka di akhirat ia termasuk orang-orang yang merugi, karena seluruh amalnya tidak akan diterima oleh-Nya, meskipun perbuatannya tampak baik dan bermanfaat bagi sesama. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Furqan . : 23, yang menyatakan bahwa segala amal kebaikan mereka akan menjadi seperti debu yang berterbangan. Rasulullah saw. juga bersabda bahwa setiap amal yang tidak didasarkan pada ketetapan Allah akan tertolak. Meskipun di dunia seseorang mungkin memperoleh kehormatan, nama baik, atau kedudukan tinggi, namun di akhirat ia pasti akan mengalami kerugian dan kesengsaraan. (Shihab, 2. Didalam sebuah hadits juga di sebutkan bahwa Agama Islam adalah agama yang mudah, mudah untuk di pelajari dan mudah untuk di amalkan. Rasulullah Shalallahu Aoalihi wasallam bersabda: sAsOEa eIAU a saEacOsEENA a AsOA a saA eIsaaOs aN aO ae asOsEENsINs a aIssEIac aOA a AsAua acIsEaOIa sOa UeA:AEac aIsCa aEA a AEa eO aNA a sAOacsEaOIa s a a Usua acacEA s aAsIIA a sAsOA a sAa eOA ca AsOA a aAsAAUaAEaaNA a aOsOCA a AE eO a aA a aAsO ea aOIaOsa eEa aeOAUAOA a AsO a e aUAaOA a AA a A aA ]Ass[ONsEOA. AsAE eacE a aA Abu Hurairah -rasiyallAhu Aoanhu- meriwayatkan bahwa Nabi s AA AuSesungguhnya agama ini mudah. Tidaklah seseorang berlebih-lebihan dalam urusan Peran Pengajian Bulanan dalam Membentuk Sikap Beragama Siswa di SMAS Budi Agung Medan agama melainkan dia akan kalah. Sebab itu, hendaklah kalian melakukan yang seharusnya atau berusahalah mendekati, serta bergembiralah. Manfaatkanlah waktu pagi, sore, dan sebagian malam hari . ntuk melakukan ketaata. Ay (Al-Bukhari, 256 Dalam kitab Syarah Hadis Al-Bukhari disebutkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Sesungguhnya agama adalah kemudahan. " Pernyataan ini menegaskan bahwa agama Islam pada hakikatnya adalah kemudahan, bukan sekadar bagian dari kemudahan atau memiliki unsur kemudahan di dalamnya. Nabi menggunakan bentuk masdar untuk menunjukkan bahwa Islam secara keseluruhan membawa kemudahan bagi umatnya. Hal ini membuktikan bahwa seluruh aturan dalam syariat Islam dirancang untuk memberikan kemudahan. Setiap ibadah yang diwajibkan, seperti thaharah, shalat, zakat, puasa, dan haji, semuanya memiliki aspek kemudahan dalam pelaksanaannya. Jika ada kondisi yang membuat seseorang mengalami kesulitan dalam menjalankan suatu kewajiban, maka Islam memberikan keringanan. Bahkan, jika seseorang tidak mampu melaksanakan suatu ibadah, kewajiban tersebut bisa gugur baginya. Sebagai contoh. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pernah memberikan petunjuk kepada Imran bin Hushain terkait pelaksanaan shalat. Beliau bersabda, "Lakukanlah shalat dalam keadaan Berdiri. Jika Anda tidak mampu, maka Anda harus sambil duduk. Jika Anda merasa tidak enak badan, jangan ragu untuk berbaring. Ini menunjukkan bahwa Islam benarbenar memberikan rasa aman. dalam menjalankan ibadah sesuai dengan kemampuan masingmasing individu (Al-Utsaimin, 2. Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam sistem pendidikan nasional, karena berkaitan dengan pembentukan generasi muslim di Indonesia. Pelaksanaannya dapat dilakukan melalui dua aspek utama pendidikan, yaitu pendidikan formal, seperti pengajaran di kelas, dan nonformal yang mencakup pembelajaran dan kajian di berbagai lembaga pendidikan di luar sekolah di luar mata pelajaran. Disamping mudahnya agama Islam, ternyata masih banyak masyarakat Indonesia yang masih rendah pengetahuan tentang Agama Islam, entah itu dikarena malas atau ketidakpedulian mereka terhadap agamanya. Saat ini, kerusakan moral di masyarakat Indonesia makin hari makin meningkat, terbukti dengan maraknya kasus-kasus amoral seperti korupsi, perampokan, perkosaan, pornografi, dan keterlibatan HAM. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap penurunan moral ini adalah kurangnya pemahaman agama Islam yang mendalam serta ketidakkonsistenan dalam mengamalkan ajarannya. Banyak individu yang memahami ajaran Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. agama, namun karena kurangnya kesadaran untuk menerapkannya secara konsisten, mereka justru terjerumus dalam perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Agama memiliki peran penting dalam memengaruhi kehidupan manusia, baik dalam konteks individu maupun sosial. Dalam kehidupan pribadi seseorang, agama berfungsi sebagai pedoman untuk menegakkan integritas spiritual seseorang, sehingga mampu mengembangkan rasa beragama secara sistematis. Dengan demikian, seseorang dapat merasakan kedamaian dan ketenangan batin dalam menjalani kehidupannya. (Alim, 2. Pengajian bulanan disekolah SMA memang cukup jarang di dengar dan jarang di Namun yang menarik dari sekolah SMAS Budi Agung Medan, memiliki program kajian rutin setiap bulan, dan program lainnya, seperti literasi Al QurAoan, dan program tahfidz yang di harapkan mampu meningkatkan kualiatas sikap keberagamaan dan mengatasi penyimapanggan-penyimpangan yang dilakukan oleh remaja, seperi mebuk-mabukan, narkoba, judi online. LGBT, tauran antar pelajar, meninngalkan shalat, melawan orang tua, melawan guru, dan lain sebagainya. Ada beberapa kasus yang pernah terjadi di sekolah SMAS Budi Agung seperti tauran antar pelajar, pergaulan bebas, dan ada salah satu siswa kadapan mengunakan narkoba. Dengan adanya pengajian bulanan ini diharapkan mampu mengatasi permasalah yang ada di sekolah tersebut, menutupi kekuranggan jam belajar pendidikan agama islam dikelas, dan mampu membentuk sikap beragama siswa. Kajian bulanan melibatkan kepala sekolah, bidang kurikulum, dan guru PAI SMAS Budi Agung Medan. Kajian bulanan ini di laksanakan pada pagi hari waktu dhuha. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Menurut Nana Syaodih Sukmadinata, metodologi kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, observasi, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, dan persepsi, dan perilaku individu maupun kelompok. Dua tujuan utama penelitian kualitatif adalah untuk mengilustrasikan dan mengklarifikasi (Sukmadinata, 2. Metode kualitatif deskriptif dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi fenomena yang terjadi secara alami dalam konteks yang spesifik, serta menggambarkan situasi yang ada dengan detail dan kaya akan informasi (Fenti Hikmawati, 2. Peran Pengajian Bulanan dalam Membentuk Sikap Beragama Siswa di SMAS Budi Agung Medan Penelitian ini akan dilaksanakan di dua lokasi yang memiliki relevansi dalam pengembangan pendidikan agama Islam, yaitu: SMAS Budi Agung Medan Sebagai salah satu lembaga pendidikan menengah atas yang berkomitmen dalam penerapan kurikulum pendidikan agama Islam. SMAS Budi Agung Medan menjadi tempat yang strategis untuk mengkaji bagaimana proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) diterapkan di sekolah. Dalam konteks ini, penelitian ini akan melibatkan guru PAI sebagai subjek utama yang memberikan wawasan dan informasi terkait metode pengajaran, tantangan yang dihadapi, serta dampak dari pembelajaran agama terhadap siswa. Masjid Al Huda Marelan Sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi masyarakat sekitar. Masjid Al Huda Marelan menjadi lokasi penting untuk mengamati interaksi antara pendidikan formal dan non-formal. Penelitian di masjid ini akan fokus pada kegiatan pengajian, ceramah, dan pelatihan yang dilakukan oleh pengurus masjid serta partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut. Hal ini bertujuan untuk memahami peran masjid dalam mendukung pendidikan agama dan pengembangan karakter masyarakat. Penelitian ini akan dilakukan dengan metode pengumpulan data yang meliputi observasi langsung, wawancara dengan guru PAI di SMAS Budi Agung Medan, serta dokumentasi kegiatan di Masjid Al Huda Marelan. Peneliti sendiri yang akan berperan melakukan pengamatan dan pengumpulan data, sehingga dapat memberikan perspektif yang mendalam mengenai dinamika pendidikan agama di kedua lokasi tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang menyeluruh mengenai pelaksanaan pendidikan agama Islam di sekolah dan masjid, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter siswa dan masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran yang berharga untuk pengembangan pendidikan agama Islam ke depan di Indonesia. HASIL DAN PEMBAHASAN Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. Pelaksanaan Pengajian Bulanan di SMAS Budi Agung Medan Pendidikan tertua dalam sejarah Islam adalah pengajian yang dimulai sejak awal dakwah Islam. Ini dimulai saat Rasulullah SAW. mengadakan kegiatan pengajian di rumah Arqam bin Abil Arqam, yang juga dikenal sebagai Baitul Arqam, yang dilakukan secara (Yusuf. Mufakhir, & Rezian, 2. Pengajian adalah penyebaran prinsip-prinsip agama Islam melalui dakwah. (Efendi & Maksum, 2. Pengajian merupakan kegiatan yang dilakukan oleh setiap individu untuk mempelajari agama Islam dan untuk ikut serta dalam serta mendiskusikan ajaran-ajarannya. Pengajian tidak hanya ditujukan bagi mereka yang sudah lebih maju dalam pemahaman agamanya, tetapi juga bagi mereka yang sudah menguasainya. Hal ini dikarenakan sebagian orang memiliki tingkat keislaman yang tinggi, yang berarti mereka memiliki hawa nafsu yang perlu diteliti. (Ghazali, 2. Pengajian yang dilakukan di SMAS Budi Agung Medan merupakan salah satu program keagamaan berupa pengajian rutin yang diadakan sebulan sekali pada minggu pertama di Masjid Al Huda Marelan. Pelaksanaan kegiatan pengajian bulanan di SMAS Budi Agung Medan dilakukan pada pukul 08. 00 Ae 11. 00 WIB. Kegiatan pengajian bulanan ini terdiri dari kegiatan pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan dimulai dengan sesi pembuka yang diawali dengan shalat dhuha berjamaah, diikuti oleh pembacaan tilawah Al-QurAoan. Selanjutnya, kegiatan inti berupa tausiah yang disampaikan oleh pemateri yang berkompeten di bidangnya. Untuk menciptakan suasana yang lebih dinamis, disisipkan penampilan nasyid oleh organisasi Rohis di sela-sela jeda pengajian agar suasana tetap menarik. Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan merangkum materi dari tausiah yang telah disampaikan. Dalam pendidikan, pemilihan metode pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan efektif. Metode pembelajaran merupakan cara yang diterapkan oleh pendidik untuk menyampaikan materi kepada peserta didik agar tujuan pembelajaran yang telah ditentukan tercapai. (Uno, 2. Begitu juga dalam pengajian bulanan di SMAS Budi Agung Medan, metode pembelajaran diterapkan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar agama. Sebagai salah satu bentuk pendidikan nonformal, pengajian memerlukan pendekatan dan metode khusus agar prosesnya lebih terorganisir, menarik, dan materi yang disampaikan dapat dengan mudah dipahami oleh Pemilihan metode yang digunakan dalam pengajian biasanya disesuaikan dengan tujuan, karakteristik peserta didik, dan materi yang ingin disampaikan. Berikut ini adalah metode yang diterapkan dalam pengajian bulanan di SMAS Budi Agung Medan: Peran Pengajian Bulanan dalam Membentuk Sikap Beragama Siswa di SMAS Budi Agung Medan . Metode Ceramah Metode ceramah adalah teknik penyampaian materi pelajaran di mana pengajar menjelaskan topik secara lisan kepada peserta didik. Dalam metode ini, pengajar berperan aktif sebagai sumber informasi, sementara peserta didik mendengarkan dan mencatat poin-poin penting. (Mu'awanah, 2. Pengajian bulanan di SMAS Budi Agung Medan menjadikan metode ceramah sebagai sarana utama untuk menyampaikan ajaran agama kepada peserta didik. Pemateri atau ustadz memberikan penjelasan lisan mengenai topik keagamaan dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan peserta didik tentang ajaran Islam. Metode ini efektif dalam menyampaikan informasi secara langsung dan memungkinkan pengajar menekankan aspek-aspek penting dari materi yang disampaikan. Metode ini cocok untuk memberikan penjelasan tentang akidah, fikih, atau tafsir Al-QurAoan. Metode Nasihat Metode nasihat adalah pendekatan dalam pendidikan di mana pendidik memberikan saran, motivasi, dan arahan kepada peserta didik untuk membentuk iman, akhlak, jiwa, dan rasa sosial mereka. Metode ini efektif dalam membuka hati dan pikiran peserta didik terhadap nilai-nilai positif dan prinsip-prinsip Islami. (Asmuri. Pengajian bulanan di SMAS Budi Agung Medan menggunakan metode nasihat untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Penyampaian nasihat dilakukan melalui ceramah, kisah-kisah, atau dialog yang mengandung nilai-nilai moral dan spiritual. Hal ini bertujuan untuk menyentuh hati para peserta didik, sehingga mereka terdorong untuk mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan metode nasihat dalam pengajian dapat meningkatkan kesadaran religius dan mendorong perubahan perilaku yang lebih baik di kalangan peserta didik. Metode Praktik Metode praktik adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada keterlibatan langsung peserta didik dalam melakukan suatu aktivitas atau keterampilan Dalam metode ini, peserta didik tidak hanya menerima teori, tetapi juga mempraktikkan apa yang telah dipelajari untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka. (Ali, 2. Pengajian bulanan di SMAS Budi Agung Medan menggunakan metode praktik untuk melatih peserta didik dalam melaksanakan ibadah atau amalan tertentu sesuai dengan ajaran agama. Misalnya, dalam pengajian yang membahas tata cara shalat. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. wudhu, atau ibadah lainnya. Metode praktik diterapkan dengan cara memandu peserta didik untuk mempraktikkan langsung tata cara tersebut. Hal ini bertujuan agar peserta didik tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu melaksanakan ibadah dengan benar sesuai tuntunan. Metode Tanya Jawab Metode tanya jawab merupakan suatu teknik pendidikan yang memfasilitasi interaksi berkelanjutan antara siswa dan guru melalui tanya jawab. Dalam metode ini, guru menjawab pertanyaan yang perlu dijawab oleh siswa, atau sebaliknya, siswa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru. Tujuannya adalah untuk mendorong partisipasi aktif, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan memperdalam pemahaman materi. (Djamarah & Zein, 2. Pengajian bulanan di SMAS Budi Agung Medan menggunakan metode tanya jawab untuk meningkatkan interaksi antara pemateri dan peserta didik. Dengan metode ini, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan terkait materi yang disampaikan, sehingga tercipta diskusi yang konstruktif dan pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran agama. Selain itu, metode tanya jawab dalam pengajian dapat membantu mengklarifikasi konsep yang mungkin kurang dipahami dan mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Pengajian bulanan di SMAS Budi Agung Medan dirancang untuk mendorong partisipasi aktif peserta didik melalui diskusi, tanya jawab, dan kegiatan praktik yang memperkuat pemahaman mereka. Keterlibatan ini tidak hanya menjadikan peserta didik sebagai pendengar, tetapi juga memungkinkan mereka berperan langsung dalam proses Interaksi yang terjadi selama pengajian memberikan ruang bagi peserta didik untuk berbagi pandangan dan pengalaman yang tidak hanya memperkaya pemahaman agama mereka tetapi juga mempererat ikatan sosial di antara mereka. Penggunaan metode ceramah, nasihat, praktik, dan tanya jawab dalam pengajian bulanan di SMAS Budi Agung Medan dapat dikatakan efektif sebab diterapkan secara tepat dan sesuai dengan konteks dan kebutuhan peserta didik. Kombinasi dari beberapa metode tersebut seringkali memberikan hasil yang lebih optimal, karena dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar dan prereferensi peserta Peran Pengajian Bulanan dalam Membentuk Sikap Beragama Siswa di SMAS Budi Agung Medan Materi Pengajian Bulanan Serta Relevansinya terhadap Pembentukan Sikap Beragama Siswa SMAS Budi Agung Medan Materi pengajian adalah isi pesan atau materi ajaran Islam itu sendiri. (Saputra, 2. Secara umum dapat dibagi menjadi tiga kategori: akhlak, syariah, dan akidah. Yang pertama dan utama, akidah mencakup iman kepada Allah SWT, iman kepada Malaikat-Nya, iman kepada Kitab-kitab-Nya, iman kepada Rasul-Rasul-Nya, iman kepada hari akhir, dan iman kepada qada-qadar. Selain itu, syariah juga mencakup muamalah, hukum perdana, hukum publik, ibadah thaharah, shalat, zakat, puasa, dan haji. Dengan demikian, akhlak itu termasuk akhlak kepada Allah SWT. dan akhlak terhadap makhluk, baik terhadap diri sendiri, tetangga, maupun masyarakat, juga lingkungan. (Illahi, 2. Berikut materi yang disampaikan dalam pengajian bulanan di SMAS Budi Agung Medan: Fikih Dalam pendidikan Islam, pendidikan fikih berperan krusial dalam membantu peserta didik memahami hukum Islam, yang berkaitan dengan ibadah dan muamalah. Pembelajaran fikih biasanya mencakup ibadah, muamalah, munakahat, jinayah, dan (Hafsah, 2. Materi fikih yang diajarkan dalam pengajian bulanan SMAS Budi Agung Medan, mencakup tata cara bersuci, tata cara sholat, cara menghitung dan membayar zakat, serta tata cara pelaksanaan haji dan umrah. Biasanya, jika tema pengajian pada hari tersebut berkaitan dengan fikih, pemateri yang diundang adalah seseorang yang berkompeten di bidangnya serta menggunakan metode praktik. Hal ini dilakukan agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat langsung mempraktikannya. Pembelajaran fikih ini bertujuan untuk memastikan siswa mampu melaksanakan ibadah kepada Allah dengan ilmu, bukan sembarangan. Akidah Salah satu aspek terpenting dalam pendidikan Islam adalah pendidikan akidah, yang bertujuan untuk menanamkan rasa keimanan yang kuat kepada peserta didik serta membantu mereka memahami Allah SWT. Kurikulum pendidikan akidah mencakup berbagai topik, seperti ketaatan kepada Allah, ketaatan kepada Rasul, ketaatan kepada kitab-kitab Allah, ketaatan kepada Malaikat, ketaatan hingga akhir zaman, serta ketaatan kepada qada dan qadar. (Kodina. Rama. Getteng, & Said, 2. Akidah yang diajarkan dalam pengajian bulanan SMAS Budi Agung Medan berlandaskan pada keyakinan ahli sunnah wal jamaah. Materi akidah ini disampaikan Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. dengan tujuan untuk menjadi pondasi keimanan siswa, sehingga mereka terhindar dari penyimpangan akidah. Hal ini penting karena akidah berperan signifikan dalam membentuk sikap beragama yang kokoh dan benar pada diri siswa. Tafsir Al-QurAoan dan Hadis Nabi Pembelajaran tafsir Al-Qur'an dan hadis Nabi dalam pendidikan agama Islam memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk pemahaman dan pengamalan ajaran Islam secara menyeluruh. Al-Qur'an dan hadis merupakan dua warisan yang ditinggalkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman utama dalam pendidikan Islam. Kedua sumber ini menjadi acuan utama dalam proses pembelajaran, guna memastikan bahwa materi yang disampaikan sesuai dengan ajaran Islam yang sahih dan (Sari, 2. Materi tafsir Al-QurAoan dan hadis Nabi yang diajarkan dalam pengajian bulanan SMAS Budi Agung Medan berfungsi sebagai metode pembelajaran yang mendalam, membantu siswa memahami makna ayat-ayat Al-QurAoan dan makna hadis secara Melalui tafsir Al-QurAoan dan hadis Nabi, siswa diajak untuk menggali hikmah dan aplikasi praktis dari ajaran Al-QurAoan dan ajaran Nabi dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak Dalam pendidikan Islam, pendidikan akhlak menjunjung tinggi prinsip dasar pengembangan akhlak dan karakter siswa. Akhlak dalam konteks pendidikan Islam berfokus pada moralitas, etika, dan perilaku orang-orang yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip seperti etika, krama, dan nilai-nilai yang digariskan dalam pendidikan Islam. (Hawa. Anggriani. Devi. Suyana. Fitria, & Febriyani, 2. Materi akhlak yang diajarkan dalam pengajian bulanan di SMAS Budi Agung Medan dirancang agar relevan dengan kehidupan siswa, membahas topik-topik yang berkaitan dengan moralitas, etika, dan tantangan kehidupan sehari-hari yang dihadapi Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada pemahaman agama secara teoritis, tetapi juga pada penerapan ajaran-ajaran tersebut dalam kehidupan nyata. Misalnya, siswa diajarkan pentingnya nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial sebagai bentuk implementasi dari ajaran Islam. Tujuan utama dari materi ini adalah membantu siswa mengintegrasikan nilai-nilai agama ke dalam sikap dan perilaku mereka sehari-hari. Peran Pengajian Bulanan dalam Membentuk Sikap Beragama Siswa di SMAS Budi Agung Medan Pengajian bulanan di SMAS Budi Agung Medan menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengembangkan keimanan dan ketaatan siswa. Materi akidah, fikih, akhlak, serta tafsir Al-QurAoan dan Hadis Nabi memiliki relevansi yang sangat kuat terhadap pembentukan sikap beragama siswa karena materi-materi ini menyentuh berbagai aspek keimanan, ibadah, perilaku, dan pedoman hidup seorang muslim. Selain itu, materi akidah, fikih, akhlak, serta tafsir Al-QurAoan dan Hadis Nabi juga saling melengkapi dalam membentuk sikap beragama Dengan pemahaman yang mendalam terhadap materi-materi ini, siswa tidak hanya menjadi individu yang taat beragama, tetapi juga mampu menjalankan perannya sebagai insan yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, dan agama. Peran Pengajian Bulanan dalam Membentuk Sikap Beragama Siswa SMAS Budi Agung Medan Peran mengacu pada perilaku yang diyakini dimiliki oleh individu yang memiliki kedudukan dalam masyarakat. Selain itu, peran juga dapat dilihat sebagai prinsip atau standar yang ada dalam kehidupan manusia dan berfungsi untuk mendukung setiap orang dalam kedudukannya tertentu. (Suhardono, 2. Berdasarkan definisi di atas, peran dapat dipahami bukan hanya sebagai suatu tingkah laku yang melekat pada diri seseorang, tetapi juga sebagai patokan atau ukuran yang berfungsi untuk mengatur kehidupan manusia. Patokan atau ukuran ini berfungsi sebagai tolok ukur dalam perolehan pengetahuan. Di sisi lain, pengajian merupakan salah satu bentuk dakwah yang mencakup lembaga pendidikan nonformal yang berciri khas Islam. Tujuan pengajian adalah untuk menegakkan norma-norma agama melalui berbagai media agar manusia dapat hidup dengan baik dan tenteram di dunia maupun di akhirat dengan senantiasa bertasbih kepada Allah SWT. (Machendrawaty & Safei, 2. Jika ditinjau dari defenisi diatas maka peran pengajian merujuk pada fungsi atau kontribusi kegiatan keagamaan berupa ceramah, diskusi, atau kajian yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Pengajian berfungsi sebagai sarana pendidikan informal yang tidak hanya memperkaya wawasan keagamaan, tetapi juga membentuk sikap, moral, dan karakter individu, khususnya dalam konteks keberagamaan. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, berikut peran pengajian bulanan dalam membentuk sikap beragama siswa SMAS Budi Agung Medan: Peran Spiritual Peran spiritual dalam pengajian adalah aspek penting yang berkontribusi pada peningkatan kesadaran, pemahaman, dan pengamalan nilai-nilai agama. Pengajian tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan agama secara teoritis, tetapi juga mendukung pertumbuhan spiritual individu, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan berlandaskan keimanan. (Mubaraq. Efendi. Murnika. Putri, & Wismanto, 2. Nilai-nilai spiritual, seperti nilai akidah, syariah, dan akhlak, tersampaikan dengan baik melalui kegiatan pengajian bulanan di SMAS Budi Agung Medan. Hal ini tercermin dari materi pengajian yang disampaikan, meliputi akidah, fikih, akhlak, serta tafsir Al-QurAoan dan hadis nabi. Materi-materi tersebut saling melengkapi dan sangat relevan dalam membentuk sikap beragama siswa. Selain itu, materi-materi tersebut juga mampu menyentuh berbagai aspek keimanan, ibadah, perilaku, dan pedoman hidup seorang muslim. Peran Moral Pengajian memainkan peran penting dalam pembentukan moral individu dan Melalui pengajian, nilai-nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan saling menghormati diajarkan dan ditanamkan kepada peserta. Hal ini sejalan dengan peran pendidikan agama Islam yang mengajarkan nilai-nilai moral untuk membentuk karakter yang kuat dan beretika. (Romadan, 2. Nilai-nilai moral, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan saling menghormati tersampaikan dengan baik melalui kegiatan pengajian bulanan di SMAS Budi Agung Medan. Hal ini tercermin dari materi akhlak dalam pengajian bulanan di SMAS Budi Agung Medan dirancang relevan dengan kehidupan siswa, membahas topik-topik yang berkaitan dengan moralitas, etika, dan tantangan kehidupan seharihari yang dihadapi remaja. Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada pemahaman agama secara teoritis, tetapi juga pada penerapan ajaran-ajaran tersebut dalam kehidupan nyata. Misalnya, siswa diajarkan pentingnya nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial sebagai bentuk implementasi dari ajaran Islam. Peran Pengajian Bulanan dalam Membentuk Sikap Beragama Siswa di SMAS Budi Agung Medan . Peran Sosial Pengajian memiliki peran sosial yang signifikan dalam masyarakat, berfungsi sebagai sarana untuk mempererat hubungan antarindividu dan komunitas. Dengan demikian, pengajian tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran agama, tetapi juga sebagai instrument penting dalam membangun dan memperkuat struktur sosial (Kholida & Satria, 2. Nilai-nilai sosial tersampaikan dengan baik melalui kegiatan pengajian bulanan di SMAS Budi Agung Medan. Hal ini tercermin dari kegiatan sosial seperti bakti sosial dan penggalangan dana untuk kegiatan amal yang dilakukan oleh para siswa. Kegiatan tersebut dapat membentuk karakter peduli dan tanggung jawab, meningkatkan solidaritas diantara siswa, dan menanamkan nilai-nilai agama dan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Peran Pendidikan Pengajian memiliki peran penting dalam pendidikan agama Islam, terutama dalam membentuk sikap beragama siswa. Sebagai wadah pendidikan, pengajian berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman agama siswa, membentuk karakter, dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pengajian, siswa dapat memperdalam ilmu agama, yang pada gilirannya membentuk sikap beragama mereka. (Kholida & Satria, 2. Pengajian bulanan di SMAS Budi Agung Medan berkontribusi signifikan dalam memperdalam pengetahuan keagamaan siswa. Melalui pengajian bulanan, siswa diajarkan mengenai konsep dasar agama, seperti rukun iman, rukun Islam, serta nilainilai moral yang terkandung dalam Al-QurAoan. Dampak Pengajian Bulanan dalam Meningkatkan Sikap Beragama Siswa SMAS Budi Agung Medan Secara umum, dampak dapat diartikan sebagai akibat atau akibat yang timbul akibat suatu kejadian, peristiwa, atau fenomena tertentu, yang dapat berdampak positif maupun Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dampak adalah faktor penting yang menimbulkan reaksi, baik positif maupun negatif. (Suharso & Retnoningsih, 2. Dampak pengajian bulanan dalam meningkatkan sikap beragama siswa SMAS Budi Agung Medan menjadi salah satu fokus utama dalam penelitian ini, mengingat peran penting pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter dan moral siswa. Dalam konteks ini, sikap beragama tidak hanya mencakup aspek keyakinan, tetapi juga perilaku, etika, dan interaksi Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. sosial yang berlandaskan pada ajaran agama. Berikut ini dampak pengajian bulanan dalam meningkatkan sikap beragama siswa SMAS Budi Agung Medan: Peningkatan Pengetahuan Keagamaan Kehadiran pengajian bulanan di SMAS Budi Agung Medan mewujudkan dampak positif di kalangan siswa. Munculnya kegiatan pengajian bulanan ini telah berhasil menarik partisipasi aktif dari siswa. Fenomena ini bukan sekadar indikator kehadiran fisik siswa dalam kegiatan pengajian bulanan tersebut, tetapi juga mencerminkan semangat tinggi siswa dalam meningkatkan dimensi spiritual dan moralitas dalam kehidupan sehari-hari. Pengajian bulanan di SMAS Budi Agung Medan berkontribusi signifikan dalam memperdalam pengetahuan keagamaan siswa. Melalui pengajian bulanan, siswa diajarkan mengenai konsep dasar agama, seperti rukun iman, rukun Islam, serta nilainilai moral yang terkandung dalam Al-QurAoan. Hasil observasi yang peneliti lakukan di lapangan menunjukkan bahwa siswa aktif bertanya dan berdiskusi dalam kegiatan pengajian bulanan yang mencerminkan minat dan keinginan mereka untuk memahami ajaran agama secara mendalam. Hal ini berkontribusi pada pembentukan sikap positif terhadap agama sebagai landasan dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan Kualitas Ibadah Dengan adanya pengajian bulanan di SMAS Budi Agung Medan, siswa menjadi lebih memahami tata cara ibadah yang benar dan meningkatkan kualitas Sebagian besar siswa rutin melaksanakan ibadah wajib seperti shalat lima waktu, puasa, dan kegiatan keagamaan lainnya. Observasi di lapangan menunjukkan bahwa siswa seringkali mengadakan kegiatan bersama, seperti Shalat berjamaah di masjid sekolah dan peringatan hari-hari besar Islam merupakan kegiatan yang tidak hanya meningkatkan kesadaran spiritual siswa, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan dan solidaritas di antara mereka. Selain itu, siswa juga turut serta dalam berbagai kegiatan sosial yang mengembangkan kepedulian dan Kerjasama seperti bakti sosial dan penggalangan dana untuk kegiatan amal, yang menunjukkan penerapan nilainilai agama dalam tindakan nyata. Peningkatan Etika dan Moral Sikap beragama siswa di SMAS Budi Agung Medan tercermin dalam perilaku etis dan moral mereka. Siswa diajarkan untuk menghormati orang tua, guru, dan teman sebaya, serta menjunjung tinggi nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan saling menghargai. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa, mereka menyadari Peran Pengajian Bulanan dalam Membentuk Sikap Beragama Siswa di SMAS Budi Agung Medan pentingnya menerapkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Siswa mengaku bahwa mereka berusaha untuk tidak terlibat dalam perilaku negatif seperti bullying, pergaulan bebas, atau tindakan yang merugikan orang Hal ini menunjukkan bahwa pengajian bulanan di SMAS Budi Agung Medan berhasil membentuk karakter siswa yang lebih baik. Toleransi Beragama Dalam konteks keberagaman, sikap beragama siswa di SMAS Budi Agung Medan juga mencerminkan kehidupan beragama yang penuh toleransi. Sekolah ini memiliki siswa dari berbagai latar belakang agama dan budaya, sehingga penting bagi mereka untuk belajar hidup berdampingan secara harmonis. Siswa diajarkan untuk menghargai perbedaan dan memahami bahwa setiap individu memiliki hak untuk menjalankan keyakinannya masing-masing. Kegiatan pengajian bulanan yang diadakan di sekolah menjadi salah satu sarana untuk memperkuat sikap toleransi ini. Para siswa menunjukkan sikap menghargai dan menerapkan prinsip toleransi terhadap perbedaan keyakinan tanpa adanya sikap menghakimi atau merendahkan agama lain. Program pengajian bulanan yang diadakan di SMAS Budi Agung Medan dinilai berdampak positif bagi para siswa SMAS Budi Agung Medan. Pengajian bulanan tersebut terbukti mampu meningkatkan kereligiusan siswa secara bertahap. Setelah beberapa kali diadakan, pengajian ini berhasil memodifikasi sikap dan perilaku siswa. Selain itu, pembelajaran bulanan memberikan siswa SMAS Budi Agung Medan pemahaman yang lebih mendalam dan pemahaman agama yang lebih komprehensif. Sebelumnya, siswa hanya belajar tentang Islam di sekolah melalui kurikulum pendidikan Islam. Namun, dengan adanya pembelajaran bulanan, siswa sekarang dapat belajar tentang Islam di luar kelas, yang pada akhirnya meningkatkan perilaku mereka. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengajian bulanan di SMAS Budi Agung Medan berperan penting dalam membentuk sikap beragama siswa. Pengajian ini dilaksanakan setiap bulan pada minggu pertama di Masjid Al Huda Marelan dengan tiga rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, inti, dan penutup. Materi yang disampaikan mencakup akidah, fikih, akhlak, serta Al-QurAoan dan Hadis Nabi. Pengajian ini berkontribusi dalam aspek spiritual, moral, sosial, dan pendidikan siswa. Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak positif, terbukti dengan meningkatnya sikap beragama siswa secara Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. DAFTAR REFERENSI Al-Bukhari. bin I. H). Kitab Shahih Al-Bukhari. Addarul Alamiyyah. Ali. Dasar-dasar ilmu pendidikan. Alfabeta. Alim. Pendidikan agama Islam: Upaya pembentukan dan kepribadian Muslim. Remaja Rosdakarya. Asmuri. Metodologi pembelajaran PAI perspektif kontekstual. Mutiara Pesisir Sumatera. Citriadin. Pengantar pendidikan. Sanabil. Djamarah. , & Zein. Strategi belajar mengajar . th ed. Rineka Cipta. Efendi. , & Maksum. Efektivitas pengajian rutin terhadap peningkatan religiusitas siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Sawit Boyolali. ISEEDU: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices, 239-250. Fikmawati. Metodologi penelitian. Rajawali Pers. Ghazali. Pesantren berwawasan lingkungan. Pedoman Ilmu Jaya. Hafsah. Pembelajaran fiqih. Citapustaka Media Perintis. Hawa. Anggriani. Devi. Suyana. Fitria. , & Febriyani. Akhlak dalam perspektif pendidikan agama Islam. Al Anbiya: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 1. , 49-65. Illahi. Komunikasi dakwah. Remaja Rosdakarya. Kholida. , & Satria. Peran kegiatan pengajian sebagai wadah pelaksanaan pendidikan Islam berbasis masyarakat. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5. , 3825-3830. Kodina. Rama. Getteng. , & Said. Hakikat materi akidah perspektif pendidikan agama Islam dalam kurikulum sekolah dasar kelas V. Jurnal Diskursus Islam, 4. , 523-551. Machendrawaty. , & Safei. Pengembangan masyarakat Islam: Dari ideologi strategi sampai tradisi. Remaja Rosdakarya. Mu'awanah. Strategi pembelajaran. Stain Kediri Press. Mubaraq. Efendi. Murnika. Putri. , & Wismanto. Mesjid tempat ibadah yang menyucikan jiwa dan menguatkan spiritual. Moral: Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 1. , 42-50. Romadan. Pendidikan agama Islam sebagai solusi atas krisis moral dalam masyarakat modern. Adz-Zikr: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 8. , 8-15. Saputra. Pengantar ilmu dakwah. Rajawali Press. Peran Pengajian Bulanan dalam Membentuk Sikap Beragama Siswa di SMAS Budi Agung Medan Sari. Islam kaffah menurut pandangan Ibnu Katsir. Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin. Adab, dan Dakwah, 1. , 132-151. Suhardono. Teori peran (Konsep, deviasi, dan implikasiny. Gramedia Pustaka Utama. Suharso, & Retnoningsih. Kamus besar bahasa Indonesia edisi lux. Widya Karya. Sukmadinata. Metode penelitian pendidikan. Remaja Rosdakarya. Uno. Model pembelajaran: Menciptakan proses belajar mengajar yang kreatif dan efektif. Bumi Aksara. Yusuf. Mufakhir. , & Rezian. Peran pengajian rutin mingguan dan manfaatnya dalam pemahaman keagamaan bagi masyarakat. Jurnal Edukasi: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 172-188. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam - Volume 3. Nomor 2. Tahun 2025