KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2026. Vol. 3 No. 1: 10-16 Pemberdayaan Ekonomi Lokal melalui Wisata Edukasi di Taman Botani Negara Shah Alam Malaysia Muhammad Adli Syafiq1. Muhammad Shafiq2. Muhammad Isa Selamat3. Een Erlina4. Muhammad Fadhil Junery5. Mohamad Hilmi Hisyamuddin bin Mohamad Rosli6 . Danish Alhafizh7 ,Puan Siti Nooha BT Adzha8 1,2,3,4,5,6,7Institut Syariah Negeri Junjungan Bengkalis. Riau. Indonesia 8University Islam Malaysia https://doi. org/10. 46367/khidmah. Info Artikel Riwayat: Dikirim: 12 April 2026 Direvisi: 16 April 2026 Diterima: 05 Mei 2026 Kata Kunci: Ekonomi wisata edukasi. ekonomi lokal. Abstrak Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis wisata edukasi di Taman Botani Negara Shah Alam. Malaysia. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi yang melibatkan observasi, penyuluhan, diskusi interaktif, serta praktik lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep ekonomi kreatif, kemampuan dalam mengidentifikasi potensi lokal, serta keterampilan dalam penataan lingkungan wisata dan pemanfaatan digital marketing sebagai strategi pemasaran. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas lingkungan wisata edukasi yang lebih menarik dan nyaman bagi pengunjung. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi antara ekonomi kreatif, wisata edukasi, dan pemanfaatan teknologi digital merupakan pendekatan yang efektif dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal secara berkelanjutan, meskipun masih diperlukan pendampingan lanjutan untuk optimalisasi hasil program. Korespondensi: Muhammad Adli Syafiq adlisyafiq786@gmail. This work is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercialShareAlike 4. International License. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2026. Vol. 3 No. 1: 10-16 PENDAHULUAN Pengembangan ekonomi lokal merupakan salah satu strategi penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi sumber daya daerah secara optimal dan Pendekatan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menciptakan peluang usaha, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat daya saing ekonomi wilayah. Dalam konteks globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, penguatan ekonomi lokal tidak lagi hanya bertumpu pada ketersediaan sumber daya alam, melainkan juga pada kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola kreativitas, inovasi, serta teknologi sebagai sumber nilai tambah ekonomi, (Anif & Yusfi, 2025. Roberth Christofel Wamaf et al. , 2. Sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal karena mampu menghasilkan dampak ekonomi berantai . ultiplier effec. yang luas. Aktivitas pariwisata tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta membuka peluang kerja di berbagai sektor pendukung. Selain itu, pengelolaan pariwisata yang berbasis pada potensi alam dan lingkungan secara berkelanjutan dapat memperkuat daya tarik kawasan sekaligus meningkatkan identitas lokal suatu daerah, (Fadilla et al. , 2. Dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif berperan sebagai elemen kunci yang mampu memberikan nilai tambah terhadap produk dan layanan yang dihasilkan. Ekonomi kreatif menitikberatkan pada pemanfaatan ide, kreativitas, dan inovasi dalam menghasilkan produk yang memiliki daya saing tinggi di pasar. Seiring dengan perkembangan teknologi, pemanfaatan media digital, khususnya digital marketing, menjadi strategi yang efektif dalam memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan akses pasar secara lebih efisien, (Haridison et al. , 2. Taman Botani Negara Shah Alam. Malaysia, merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi besar sebagai destinasi pariwisata berbasis lingkungan dan konservasi. Kawasan ini memiliki keunggulan dari sisi keanekaragaman hayati serta keindahan lanskap yang dapat menjadi daya tarik wisata. Namun demikian, pemanfaatan potensi tersebut dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal masih belum Beberapa permasalahan yang dihadapi antara lain keterbatasan pemahaman masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis kreativitas, belum maksimalnya pengelolaan potensi pariwisata, serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital sebagai media promosi, (Ilham Khalid, 2. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat yang terencana dan berkelanjutan guna mengoptimalkan potensi pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mengembangkan ekonomi lokal melalui penguatan ekonomi kreatif dan pemanfaatan teknologi digital. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola potensi pariwisata secara inovatif dan berdaya saing, sehingga mampu mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal secara berkelanjutan, (Khodijah Ishak, 2025. Selamat & Ishak. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yaitu suatu pendekatan pemberdayaan yang berorientasi pada pemanfaatan aset dan potensi yang dimiliki oleh masyarakat sebagai dasar dalam pengembangan ekonomi lokal. Pendekatan ini menekankan bahwa masyarakat memiliki kekuatan internal yang dapat dioptimalkan melalui proses partisipatif, sehingga pemberdayaan tidak hanya berfokus pada permasalahan yang ada, tetapi lebih pada identifikasi dan penguatan potensi yang tersedia di lingkungan masyarakat(Green et al. , 2. Dalam implementasinya, pendekatan ABCD dinilai efektif karena mampu meningkatkan kapasitas masyarakat serta mendorong kemandirian melalui pengelolaan sumber daya lokal secara berkelanjutan(Adinugraha et , 2. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama lima hari dengan melibatkan dosen, mahasiswa, serta mitra di kawasan Taman Botani Negara Shah Alam. Malaysia. Tahapan kegiatan mengacu pada prinsip utama dalam pendekatan ABCD yang meliputi discovery, dream, design, dan destiny(Fauzi et al. , 2. Tahap discovery dilakukan melalui observasi lapangan dan interaksi langsung dengan peserta untuk mengidentifikasi serta memetakan aset yang dimiliki, baik berupa potensi ekonomi lokal, kondisi lingkungan, maupun peluang pengembangan sektor pariwisata. Tahap ini bertujuan untuk membangun kesadaran bahwa masyarakat memiliki sumber daya yang dapat dikembangkan secara optimal. Selanjutnya, tahap dream dilaksanakan melalui diskusi interaktif guna merumuskan visi, harapan, serta gagasan peserta terhadap pengembangan potensi pariwisata berbasis kekuatan lokal. Tahap ini E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2026. Vol. 3 No. 1: 10-16 berfungsi untuk meningkatkan partisipasi dan motivasi masyarakat dalam merancang masa depan yang diinginkan secara kolektif. Tahap design difokuskan pada penyusunan rencana aksi yang aplikatif melalui kegiatan penyuluhan mengenai ekonomi kreatif, pengembangan usaha berbasis potensi lokal, serta pemanfaatan digital marketing sebagai strategi pemasaran. Selain itu, dilakukan praktik lapangan berupa penataan lingkungan dan peningkatan fasilitas kawasan wisata sebagai upaya meningkatkan daya tarik Pendekatan ini terbukti mampu mengintegrasikan aspek pengetahuan dan keterampilan secara langsung dalam proses pemberdayaan masyarakat(Asyahidda et al. , 2. Tahap terakhir, yaitu destiny, merupakan tahap implementasi sekaligus evaluasi kegiatan yang dilakukan secara kualitatif dengan mengamati perubahan pengetahuan, keterampilan, serta partisipasi peserta selama program berlangsung. Selain itu, dilakukan refleksi bersama untuk mengidentifikasi capaian kegiatan, kendala yang dihadapi, serta peluang pengembangan program secara berkelanjutan. Melalui pendekatan ABCD, kegiatan pengabdian ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi pariwisata sebagai upaya pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan, (Kamelia et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Taman Botani Negara Shah Alam menunjukkan bahwa pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi lokal. Hasil kegiatan dianalisis berdasarkan tahapan discovery, dream, design, dan destiny, yang masing-masing menunjukkan capaian yang saling terintegrasi dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata. Pada tahap discovery, dilakukan identifikasi dan pemetaan aset melalui observasi serta interaksi langsung dengan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kawasan Taman Botani Negara Shah Alam memiliki potensi yang besar dari aspek lingkungan, keindahan lanskap, serta peluang pengembangan usaha berbasis pariwisata. Selain itu, masyarakat juga memiliki potensi berupa kreativitas dan kemampuan adaptif yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Gambar 1 Penyuluhan dan Identifikasi Potensi Lokal Gambar 1 menunjukkan pelaksanaan kegiatan penyuluhan yang menjadi bagian dari tahap Pada tahap ini, tim pelaksana memberikan pemahaman awal kepada peserta mengenai pentingnya mengenali dan memanfaatkan aset yang dimiliki lingkungan sekitar. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana membangun kesadaran kolektif peserta terhadap potensi yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pendekatan partisipatif, peserta didorong untuk aktif mengidentifikasi kekuatan lokal yang dapat dikembangkan sebagai sumber Tahap dream difokuskan pada perumusan visi dan harapan peserta terhadap pengembangan potensi pariwisata. Kegiatan ini dilaksanakan melalui diskusi interaktif yang melibatkan seluruh peserta secara aktif. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2026. Vol. 3 No. 1: 10-16 Gambar 2 Diskusi Interaktif Pengembangan Wisata Gambar 2 menggambarkan proses diskusi interaktif yang berlangsung antara tim pelaksana dan Pada tahap ini, peserta diberikan ruang untuk mengemukakan ide, gagasan, serta aspirasi terkait pengembangan kawasan wisata. Diskusi ini berperan dalam mendorong terbentuknya pola pikir yang lebih inovatif dan terbuka terhadap peluang ekonomi yang dapat dikembangkan. Selain itu, proses ini juga memperkuat rasa memiliki . ense of ownershi. peserta terhadap program yang dilaksanakan, sehingga meningkatkan motivasi untuk berpartisipasi secara aktif. Tahap design diarahkan pada penyusunan dan implementasi rencana aksi yang konkret dan Kegiatan pada tahap ini tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga melibatkan praktik langsung di lapangan. Gambar 3 Penataan dan Perbaikan Fasilitas Kawasan Wisata Gambar 3 menunjukkan aktivitas praktik lapangan berupa penataan dan perbaikan fasilitas kawasan wisata. Kegiatan ini mencakup perbaikan sarana pendukung, penataan ruang terbuka, serta penambahan elemen estetika untuk meningkatkan daya tarik kawasan. Intervensi ini memberikan dampak langsung terhadap kualitas lingkungan, sehingga kawasan menjadi lebih nyaman dan menarik bagi Selain itu, keterlibatan peserta dalam kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan praktis serta kesadaran akan pentingnya menjaga dan mengelola lingkungan secara berkelanjutan. Tahap destiny merupakan tahap implementasi lanjutan sekaligus evaluasi terhadap seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilakukan. Kegitan Hal ini dapat terlihat pada gambar 4. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2026. Vol. 3 No. 1: 10-16 Gambar 4 Evaluasi dan Refleksi Kegiatan Bersama Peserta Gambar 4 memperlihatkan kegiatan evaluasi dan refleksi yang dilakukan bersama antara tim pelaksana dan peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai capaian program, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta merumuskan langkah perbaikan untuk pengembangan kegiatan di masa mendatang. Proses refleksi ini menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan program, karena memberikan ruang bagi peserta untuk mengevaluasi pengalaman yang telah diperoleh serta memperkuat komitmen dalam mengelola potensi lokal secara mandiri. Secara keseluruhan, hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ABCD efektif dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh peningkatan pengetahuan, tetapi juga oleh keterlibatan aktif peserta dalam setiap tahapan kegiatan. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu pelaksanaan dan belum optimalnya kemampuan dalam pemanfaatan teknologi digital. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan lanjutan guna memastikan keberlanjutan program dan optimalisasi pengembangan sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi lokal. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Taman Botani Negara Shah Alam, dapat disimpulkan bahwa program ini mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman dan kapasitas peserta terkait pengembangan ekonomi lokal berbasis wisata Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif peserta dalam mengidentifikasi dan mengembangkan potensi lokal secara kreatif dan inovatif. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pemanfaatan kawasan wisata edukasi, seperti taman botani, memiliki peluang yang signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal apabila dikelola secara Integrasi antara konsep ekonomi kreatif dan pemanfaatan digital marketing menjadi strategi yang relevan dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi serta memperluas jangkauan pemasaran. Selain itu, kegiatan praktik lapangan yang dilakukan turut memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas lingkungan wisata, sehingga mampu mendukung daya tarik kawasan secara berkelanjutan. Meskipun demikian, optimalisasi hasil kegiatan masih memerlukan upaya lanjutan, khususnya dalam bentuk pendampingan berkelanjutan dan penguatan kapasitas dalam pemanfaatan teknologi digital. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara berbagai pihak untuk memastikan keberlanjutan program dan pengembangan ekonomi lokal yang lebih inklusif dan berdaya saing. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model implementasi dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi wisata edukasi di masa mendatang. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Institut Syariah Negeri (ISNJ) Junjungan Bengkalis beserta Universitas Islam Malaysia, termasuk Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ISNJ Bengkalis, serta seluruh mahasiswa dan dosen dari kedua institusi atas kolaborasi strategis, partisipasi aktif, dan kontribusi intelektual yang substansial sepanjang pelaksanaan kegiatan pengabdian ini. Penulis juga mengapresiasi komitmen pihak Taman Botani Negara Shah Alam. Malaysia, dalam menyediakan fasilitas dan dukungan operasional, khususnya untuk program peningkatan ekonomi lokal berbasis wisata edukasi. Apresiasi mendalam turut disampaikan kepada seluruh tim pelaksana. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2026. Vol. 3 No. 1: 10-16 fasilitator, dan peserta yang telah berkontribusi secara dedikatif, sehingga kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2026. Vol. 3 No. 1: 10-16 DAFTAR PUSTAKA