Jurnal Ilmiah Sosio Agribis (JISA) Volume 22. Nomor 1: 1-8 ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . ANALISIS SEKTOR PERTANIAN. KEHUTANAN. DAN PERIKANAN SEBAGAI SEKTOR POTENSIAL YANG BERKELANJUTAN DI KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH Analysis of The Agriculture. Forestry, and Fisheries Sectors as Potential Sustainable Sectors in Palu City. Central Sulawesi Province 1*,2,3 Danendra Eriansyah Putra1*. Erna Haryanti2. Koesriwulandari3 Department Agribusiness. Faculty of Agriculture. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya *Correspondence author: Danendra Eriansyah Putra danendra216@gmail. ABSTRACT The objectives of this study are to Analyze the potential of the agriculture, forestry, and fisheries sectors as base/potential sectors, analyze whether the agriculture, forestry, and fisheries sectors are sustainable sectors or not. Knowing the pattern and structure of the agricultural, forestry, and fishery sectors in an area. The data source used in writing this thesis was sourced from the Central Statistics Agency (BPS) of Palu City and Central Sulawesi Province from 2012 to 2019. The methods used in writing the thesis are Location Quotient analysis. Dynamic Location Quotient and Klassen Typology. The results of the study are based on the results of the LQ analysis of the Agriculture. Forestry and Fisheries sector in Palu City from 2012-2019 is a base / potential sector with an LQ value of 0. The results of the LQ and DLQ analysis show that the LQ value is 0. 14 while the DLQ with a value of 5. 34 shows that the Agriculture. Forestry and Fisheries sector in Palu City from 2012-2019 is the Mainstay sector, meaning that the agriculture, forestry and fisheries sectors are currently non-base but in the future the sector will become a base sector. This shows that the agriculture, forestry and fisheries sectors in Palu City are sustainable sectors. The results of the typology analysis of klassen, namely, rik > ri and yik < yi, the pattern and structure of the agricultural, forestry, and fisheries sectors in Palu City can be declared to be a fast-developing sector. Keywords: GRDP. Agribusiness Sector. LQ. DLQ. Klassen Typology. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis potensi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebagai sektor basis/potensial. Menganalisis apakah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan merupakan sektor berkelanjutan atau tidak. Mengetahui gambaran pola dan struktur sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di suatu wilayah. Sumber data yang dipakai dalam penulisan skripsi ini bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu dan Provinsi Sulawesi Tengah dari tahun 2012 hingga tahun 2019. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi yaitu analisis Location Quotient. Dynamic Location Quotient dan Typologi Klassen. Hasil dari penelitian adalah Berdasarkan hasil analisis LQ sektor Pertanian. Kehutanan dan Perikanan di Kota Palu dari tahun 2012-2019 merupakan sektor basis/potensial dengan nilai LQ sebesar 0,14. Hasil persandingan analisis LQ dan DLQ menunjukan bahwa nilai LQ sebesar 0,14 sedangkan DLQ dengan nilai sebesar 5,34 ini menunjukkan bahwa sektor Pertanian. Kehutanan dan Perikanan di Kota Palu dari tahun 2012-2019 sektor Andalan, artinya sektor pertanian, kehutanan dan perikanan saat ini non basis tetapi di masa yang akan datang sektor tersebut akan menjadi sektor Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kota Palu merupakan sektor berkelanjutan. Hasil dari analisis tipologi klassen yaitu, rik > ri dan yik < yi maka pola dan struktur dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di Kota palu dapat di nyatakan menjadi sektor yang berkembang cepat. Kata Kunci: PDRB. Sektor Agribisnis. LQ. DLQ. Tipologi Klassen. Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 22 (Nomor . , 2022: 1-8 PENDAHULUAN Dalam perencanaan pembangunan ekonomi suatu negara atau daerah, memerlukan bermacam-macam data statistik untuk dasar penentuan strategi dan kebijaksanaan, agar sasaran pembangunan dapat dicapai dengan tepat. Maka dari itu, perencananaan pembangunan ekonomi memerlukan perhitungan analisis PDRB (Produk Domestik Regional Brut. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah jumlah nilai tambah bruto yang timbul dari seluruh sektor perekonomian di daerah tersebut. Menghitung PDRB bertujuan untuk membantu membuat kebijakan daerah atau perencanaan, evaluasi hasil pembangunan, memberikan informasi yang dapat menggambarkan kinerja perekonomian daerah. Dalam penelitian ini menggunakan 3 sektor, yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan Penelitian ini dilakukan di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Kota Palu adalah sebuah kota dan sekaligus Ibukota dari provinsi Sulawesi Tengah. Indonesia. Palu merupakan kota yang terletak di Sulawesi Tengah, berbatasan dengan Kabupaten Donggala di sebelah Barat dan Utara. Kabupaten Sigi di sebelah Selatan, dan Kabupaten Parigi Moutong di sebelah Timur. Menurut BPS Kota Palu . Pertumbuhan ekonomi pada sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan di kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah berfluktuasi selama 5 . tahun terakhir. Pada tahun 2015 pertumbuhan ekonomi sektor ini berada pada level 6,24 persen. Pada tahun berikutnya, pertumbuhan sektor ini menurun menjadi 4,11 persen dan kembali mengngkat menjadi 5,21 persen. Pada tahun 2018 dan 2019 pertumbuhan ekonomi menurun hingga mencapai angka -4,88 persen di tahun 2019. Penurunan PDRB di sektor ini diakibatkan oleh gempa dan stunami yang melanda Kota Palu pada akhir tahun 2018. Bencana tersebut menyebabkan banyak area persawahan yang rusak. Selain itu nelayan juga sulit untuk menangkap ikan. Adapun adanya pernyataan tersebut, maka peneliti akan membahas permasalahaan berikut apakah sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah merupakan sektor basis atau potensial terhadap Produk Domestik Regional Bruto, apakah pertumbuhan sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah merupakan sektor berkelanjutan tau bukan sektor berkelanjutan pada Produk Domestik Regional Bruto dan bagaimana pola dan struktur sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah? Berdasarkan uraian permasalahan tersebut, maka peneliti bermaksud untuk menganalisis sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebagai sektor basis atau potensi, yang berkontribusi terhadap produk domestik regional bruto, menganalisis apakah sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan merupakan sektor berkelanjutan atau tidak, serta mengetahui gambaran pola dan struktur sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di kota palu. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi pusat perhatian dalam pembangunan nasional, khususnya yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan hasil-hasil strategis terutama yang menyangkutn komoditas pangan. Pengelolaan dan pemanfaatan hasil-hasil produk pertanian ini diharapkan dapat dilakukan secara lebih terencana dengan pemanfaatan yang optimum serta dapat dinikmati oleh seluruh penduduk Indonesia. lain pihak, luas lahan pertanian yang semakin sempit digilas oleh lahan perumahan dan lahan industri serta jumlah penduduk yang semakin tinggi berdampak terhadap sulitnya pemenuhan komoditas pangan khususnya dan kehidupan generasi yang akan datang pada umumnya. Oleh karena itu, masalah pertanian menjadi sangat kompleks karena berkaitan dengan hajat hidup masyarakat sekarang dan yang akan datang. Sektor kehutanan merupakan kegiatan atau aktivitas pegolahan budidaya komoditas hasil dari hutan. Komoditas hasil dari sektor kehutanan ada dua jenis, yaitu yang pertama komoditas hasil dari kayu contohnya berupa kayu jati, kayu ulin, kayu agathis, kayu meranti, kayu sengon dan lain- lain. Sedangkan komoditas hasil dari hutan non kayu berupa rotan damar, kapur barus, terpentin, bambu, sutra alam, minyak kayu putih, madu dan lain-lain. Hutan dan kehutanan merupakan sektor yang strategis karena merupakan sistim penyangga kehidupan, dalam arti dapat menjaga keseimbangan ekosistem untuk kelestarian lingkungan hidup, baik untuk Indonesia JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Danendra Eriansyah Putra Ae Analisis Sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan Sebagai . maupun dunia. Kehutanan juga strategis bagi perekonomian, politik, sosial dan budaya (Wiriadinata 2. Sektor perikanan merupakan kegtiatan atau aktivitas pengolahan budidaya komoditas hasil dari laut. Komoditas hasil dari sektor perikanan yaitu berupa ikan laut, lobster, cumi Ae cumi kepiting, rumput laut dan masih banyak lagi. Sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu sektor ekonomi yang memiliki peranan dalam pembangunan ekonomi nasional, khususnya dalam penyediaan bahan pangan protein, perolehan devisa, dan penyediaan lapangan kerja. Sub sektor perikanan air laut di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar di Indonesia. Pembangunan sektor perikanan merupakan bagian dari pembangunan ekonomi yang dilaksanakan selama ini mengalami pasang surut, pada suatu saat sektor perikanan dijadikan sebagai unggulan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat maupun pemerintah, akan tetapi pada saat yang lain kurang diperhatikan (Nurlina 2. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu faktor penting untuk mengetahui kondisi ekonomi disuatu daerah dalam suatu periode tertentu, baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga per tahun berjalan, sedangkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa dihitung menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun sebagai tahun dasar (Dama 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini dimulai pada pertengahan November 2021. Lokasi ini dipilih karena Kota Palu merupakan kawasan yang memiliki potensi sektor unggulan yaitu sektor pertanian kehutanan dan perikanan dan dilakukan selama 8 tahun terakhir, yaitu 2012-2019. Populasi dari penelitian ini yaitu seluruh data tahunan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Sulawesi Tengah dan sampel dalam penelitian ini yaitu data tahunan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Pada penelitian ini akan menggunakan data sekunder, yaitu dimana data tersebut diartikan sebagai data yang sudah ada sebelumnya dan sudah dipastikan Sumber dari data ini yakni berbagai pustaka, hasil penelitian dan juga karya ilmiah penulis, yang mana telah dilakukan pengeolaan oleh berbagai macam peneliti dan telah dilakukan publikasi pada situs yang tersedia. Proses publikasi tersebut dilakukan guna menyediakan data PDRB dari setiap daerah dan tentunya dapat dilakukan pengecekan atas benar atau tidaknya data Sumber data yang digunakan untuk menulis penelitian ini berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu. Provinsi Sulawesi Tengah. Dari kedua data tersebut dapat dibuat perbandingan untuk meringkas hasil penelitian. Data tersebut dilakukan selama 8 tahun terakhir dari 2012 hingga 2019 (Statistik 2. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan teknik studi pustaka. Dalam penelitian ini teknik dokumentasi yang digunakan untuk mengetahui tingkat PDRB di Kota Palu dan Provinsi Sulawesi Tengah yaitu data yang diperoleh dari dokumentasi instansi pemerintah yaitu BPS, sedangkan sumber teoritis, informasi dan referensi diperoleh dari analisis studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan metode kuantitatif. Pemakaian metode deskriptif untuk melihat perkembangan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Penggunaan metode kuantitatif digunakan untuk menghitung hal yang berkaitan dengan penelitian. Adapun alat analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian yaitu dengan menggunakan analisis sebagai berikut : Analisis LQ merupakan sumber pengetahuan, yaitu analisis di bidang analisis yang paling akurat dan efektif dalam mengukur struktur perekonomian dan kemampuan mengukur potensi produk. Sedangkan menggunakan rumus perhitungan LQ dalam penelitian ini. JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 22 (Nomor . , 2022: 1-8 Keterangan: LQ : koefisien Location Quotient, : jumlah PDRB i di Kota/Kabupaten Nt : total PDRB di Kota/Kabupaten : jumlah produksi PDRB di Provinsi. N: total produksi PDRB di Provinsi Dari rumus di atas ada 3 kategori hasil perhitungan Location Quotient (LQ) dalam perekonomian daerah yang di jelaskan lebih lanjut oleh Lincolin Arysad. Dari perhitungan Location Quotient (LQ) kriteria umum yang dihasilkan adalah : ) Jika LQ > 1, disebut komoditas basis artinya produksi pertanian kehutanan dan perikanan di wilayah tersebut dapat memenuhi kebutuhan di daerah tersebut bahkan negara lain ) Jika LQ < 1, disebut komoditas non-basis, karena tingkat produksi pertanian, kehutanan, dan perikanan di daerah lebih rendah dari pada tingkat wilayah acuan ) Jika LQ = 1, maka tingkat produksi pertanian, kehutanan, dan perikanan di daerah sama dengan tingkat wilayah acuan. Analisis dynamic location quotient (DLQ) Dalam menentukan suatu sektor yang termasuk dalam sektor potensial . atau non potensial . on basi. menggunakan analisis LQ (Location Quotien. , namun yang kurang dalam analisis LQ yaitu hanya memberikan gambaran kondisi waktu tertentu. Maka dari itu, untuk mengatasi kekurangan dari metode LQ kita harus menggunakan analisis Dynamic Location Quotient (DLQ) untuk perubahan atau reposisi sektor agar dapat mengetahui sektor yang awalnya merupakan sektor basis pada waktu tertentu bisa menjadi non basis, begitupun sebaliknya jika sektor yang merupakan non basis bisa menjadi sektor basis. Dengan analisis Dynamic Location Quotient (DLQ) memungkinkan untuk menentukan apakah sektor tersebut merupakan sektor basis atau non basis di suatu wilayah atau wilayah dalam waktu tertentu, ini membantu analisis LQ dalam menentukan keadaan sektor yang ditugaskan pada wilayah tertentu. Dimana: DLQ : Indeks potensi sektor i di kota : Laju pertumbuhan nilai tambah sektor dan subsektor i di kota. : Rata-rata laju pertumbuhan PDRB di kota. : Laju pertumbuhan nilai tambah sektor dan subsektor i Provinsi. : Rata-rata pertumbuhan PDRB Provinsi. Kriteria DLQ : Apabila DLQ > 1. Potensi pengembangan sektor i lebih cepat dibandingkan sektor yang sama di kota. Apabila DLQ < 1. Potensi pengembangan sektor i lebih rendah dibandingkan sektor yang sama di kota. Persandingan dari perolehan hasil LQ dan DLQ bisa digunakan untuk memberikan ketentuan apakah sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan tergolong sektor unggulan, sektor prospektif, sektor andalan, atau sektor terbelakang. Dimana penjelasannya yakni : Apabila LQ dan DLQ > 1, sektor unggulan artinya sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan tetap akan menjadi sektor yang diunggulkan pada saat ini atau bahkan ke . Apabila LQ > 1 dan DLQ < 1, sektor prospektif, artinya sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan akan mengalami pergeseran menuju ke sektor yang tidak diunggulkan pada waktu ke depannya. JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Danendra Eriansyah Putra Ae Analisis Sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan Sebagai . Apabila LQ < 1 dan DLQ > 1, sektor andalan, artinya sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan akan mengalami pergeseran menuju sektor yang diunggulkan kembali pada waktu ke depannya. Apabila LQ dan DLQ < 1, serktor tertinggal, artinya sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan tetap menjadi sektor yang tidak diunggulkan secara terus menerus pada waktu sekarang hingga ke depannya. Analisis Typologi klassen Metode analisis dengan tipologi kelas ini dipergunakan dalam mengukur ukuran klaster serta perekonomian secara struktural pada setiap wilayah. Metode ini secara umumnya membagikan wilayah kedalam dua indikator penting diantaranya perkembangan ekonomi yang menunjukkan hasil meningkat dan juga pendapat yang diperoleh oleh setiap wilayah per kapitanya. Berikut rumus typologi klassen : Pik yik = ----------- x 100% Ptk yi = ---------x 100% Keterangan : : Laju pertumbuhannya dari produksi di sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan pada PDRB Kota Palu : Laju pertumbuhannya atas nilai produksi sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan pada PDRB Provinsi Sulawesi Tengah. : Peranan dari sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan atas total nilai produksi pada PDRB Kota Palu. : Peranan dari sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan atas nilai produksi pada PDRB Sulawesi Tengah. Pikt :Besaran produksinya sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan pada PDRB Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun tertentu. Piko : Besaran nilai produksinya sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan pada PDRBKota Palu . : Besaran nilai produksinya sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan pada PDRB Pit Provinsi Sulawesi Tengah tahun ke t. Pio : Besaran nilai produksinya sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan pada PDRB Provinsi Sulawesi Tengah awal tahun . Pik : Besaran nilai produksinya sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan pada PDRB Kota Palu. Ptk : Perolehan nilai produksi secara keseluruhan pada PDRB Kota Palu. : Perolehan nilai produksi secara keseluruhan pada sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan terhadap PDRB Sulawesi Tengah. Alat analisis Tipologi Klassen digunakan untuk mengetahui gambaran tentang pola dan struktur pertumbuhan ekonomi di masing-masing daerah. Pada dasarnya Tipologi Klassen membagi daerah berdasarkan dua indikator utama yaitu pertumbuhan ekonomi pada sumbu vertikal dan rata-rata pendapatan perkapita pada sumbu horizontal. Berdasarkan kriteria tersebut daerah yang diamati dapat dibagi menjadi empat kuadran wilayah, diantaranya: A Kuadran 1. Daerah cepat maju dan cepat tumbuh yaitu daerah yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi dan tingkat pendapatan yang lebih tinggi dibanding rata-rata kabupaten/kota. A Kuadran 2. Daerah berkembang yaitu daerah yang memiliki tingkat pertumbuhan tinggi tetapi tingkat pendapatan perkapita lebih rendah dibanding rata-rata kabupaten/kota. A Kuadran 3. Daerah Maju tapi tertekan, yaitu daerah yang memiliki pendapatan perkapita lebih tinggi, tetapi tingkat pertumbuhan ekonominya lebih rendah dibanding dengan rata-rata kabupaten/kota. JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 22 (Nomor . , 2022: 1-8 Kuadran 4. Daerah relatif tertinggal yaitu daerah yang memiliki tingkat pertumbuhan dan pendapatan perkapita yang lebih rendah dibanding dengan rata-rata kabupaten/kota (Badan Pusat Statisti. Tabel 1. Tipologi Pertumbuhan Produksi Sektor menurut Klassen PDRB Per Kapita Laju yi > y Pertumbuhan ri > r Sektor Maju Tumbuh Cepat ri < r Sektor Maju Tapi Tertekan Sumber : (Pesurnay and Parera 2. yi < y Sektor Berkembang Cepat Sektor Relatif Tertinggal Keterangan : yik = Rata-rata PDRB per kapita sektor I di Kabupaten yi = Rata-rata PDRB per kapita di Provinsi rik = Laju pertumbuhan PDRB sektor i di Kabupaten ri = Rata-rata laju pertumbuhan PDRB di Provinsi Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pembangunan dalam suatu negara. Pertumbuhan dapat diartikan sebagai gambaran mengenai dampak dari kebijakan-kebijakan pemerintah yang dilaksanakan dalam bidang ekonomi. Sedangkan menurut beberapa pakar ekonomi pembangunan, pertumbuhan ekonomi merupakan istilah bagi negara-negara yang telah maju untuk menyebut keberhasilan pembangunannya, sementara itu untuk negara yang sedang berkembang digunakan istilah pembangunan ekonomi (Fitriani. Rahim, and Samsir 2. Adapula rumus pertumbuhan ekonomi yang digunakan dalam membantu perhitungan analisis DLQ serta penentuan Typologi Klassen yang akan digunakan dalam pembahasan kali ini, yaitu : Keterangan : R= Tingkat pertumbuhan ekonomi dalam satuan persentase (%) PDBt= Produk Domestik Bruto . endapatan nasional rii. pada tahun AutAy PDBt-1= Produk Domestik Bruto . endapatan nasional rii. pada tahun sebelumnya HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Location Quotient (LQ) Untuk mengetahui sektor tersebut dalam situasi sektor basis atau non basis dapat diketahui dengan metode analisis LQ (Location Quotien. dengan membandingkan jumlah pendapatan di Kota Palu dengan Provinsi Sulawesi Tengah, dalam kasus kali ini akan berpusat pada sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan. Tabel 2. Perhitungan LQ terhadap Sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan. Tahun si /nt Si/ Nt 0,05 0,36 0,05 0,35 0,05 0,34 0,05 0,34 0,04 0,32 0,04 0,30 0,05 0,33 0,04 0,28 0,04 0,27 Rata Ae Rata Sumber : Data Sekunder diolah 0,14 0,14 0,14 0,13 0,14 0,15 0,14 0,16 0,15 0,14 Dari perhitungan pada tabel 2. dapat diketahui bahwa sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan dapat dinyatakan sektor Basis, ini terlihat dari hasil rata rata LQ sebesar 0,14 maka JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Danendra Eriansyah Putra Ae Analisis Sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan Sebagai . dapat dinyatakan sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan di Kota Palu dalam kurun waktu sembilan tahun terakhir dapat dinyatakan sektor Non basis dalam perhitungan LQ, karena memiliki hasil LQ Kurang dari 1 maka sektor tersebut dapat dinyatakan sektor non basis, artinya produksi belum bisa mencukupi kebutuhan Kota Palu dan bahkan belum bisa di ekspor ke daerah lain atau ke negara lain. Analisis Dynamic Location Quotient (DLQ) Dalam pengujian menggunakan analisis LQ suatu sektor dapat dilihat dalam kurun waktu yang berbeda, apakah mengaami kenikan atau penurunan. DLQ (Dynamic Location Quotien. merupakan modifikasi dari SLQ dengan mengakomodasikan besarnya PDRB dari waktu ke waktu, pada kasus kali DLQ / SLQ akan digunakan untuk menganalisa perkembangan sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan dalam kurun waktu yang akan datang. Berikut adalah hasil dari perhitungan DLQ pada Sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan di Kota Palu menggunakan data PDRB Kota Palu yang dibandingkan dengan PDRB Provinsi Sulawesi Tengah melalui Tabel 3. Tabel 3. Hasil Perhitungan DLQ pada sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan di Kota Palu dari tahun 2012 hingga tahun 2019 Tahun Gij 7,21 6,23 2,39 6,24 4,11 5,21 4,87 -0,86 8,18 1,42 1,46 1,46 1,05 1,01 7,30 5,10 5,85 5,66 6,76 6,35 2,40 4,46 4,32 2,20 Rata-Rata 8,79 8,25 8,12 8,89 7,04 6,42 4,83 . ij/g. 0,88 4,39 1,64 4,28 3,91 5,16 0,67 -0,17 (Gi/G) 0,67 0,69 0,83 0,44 0,27 0,63 0,67 0,46 DLQ 1,33 6,40 1,97 9,73 14,50 8,14 0,99 -0,37 5,34 Sumber : Data Sekunder diolah Dari hasil analisis perhitungan DLQ dihasilkan nilai sebesar 5,34 artinya serktor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan di Kota Palu potensi perkembangannya lebih cepat dibanding dengan kabupaten sekitar atau kabupaten dalam wilayah Provinsi Sulawesi Tengah. Analisis Typologi Klassen Analisis Typologi Klassen diperuntukkan untuk mengetahui perkembangan secara detail atau terperinci dari dua perhitungan sebelumnya, di dalam analisis ini akan ditentukan bagaimana sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan di Kota Palu nantinya akan berkembang, di dalam analisis akan dihasilkan struktur pola pertumbuhan ekonomi pada sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan yang dibagi menjadi 4 kelompok diantaranya adalah : Sektor Maju Cepat dan Tumbuh cepat apabila rik > ri dan yik > yi Sektor Berkembang cepat apabila rik > ri dan yik < yi Sektor Maju dan Tumbuh Lambat apabila rik < ri dan yik > yi Sektor Relatif tertinggal apabila rik < ri dan yik < yi Setelah mengetahui nilai yik, yi, rik, ri maka tahap selanjutnya adalah penggabungan dari ke empat nilai tersebut yang nantinya akan menghasilkan kriteria pada sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan di Kota Palu. Tabel 4. Kriteria Sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan di Kota Palu Lapangan Laju Kontribusi Usaha Pertumbuhan Pertanian, 3,91 3,35 rik > ri 4,54 31,04 yik < yi Kehutanan, dan Perikanan Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Tengah dan BPS Kota Palu . Kriteria Sektor Sektor Berkembang Cepat Dari hasil tabel 4 maka dapat di tentukan bahwa sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan di Kota Palu memiliki kriteria pola dan struktur sebagai sektor berkembang cepat ini dapat diketahui dari hasil nilai rik > ri dan yik < yi. JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 22 (Nomor . , 2022: 1-8 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Setelah melalui perhitungan LQ sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dapat dinyatakan sektor non basis/potensial terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan nilai LQ < 1 yaitu 0,14. Dari hasil persandingan LQ dan DLQ yaitu LQ = 0,14 dan DLQ = 5,34 maka sektor pertanian, kehutanan dan perikanan merupakan sektor andalan, yang artinya sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang saat ini di kota palu merupakan sektor non basis dan akan menjadi sektor basis dimasa yang akan datang. Dari hasil analisis Typologi Klassen dimana rik > ri dan yik < yi maka pola dan struktur sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kota Palu merupakan sektor berkembang cepat. Saran Sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan di Kota Palu Saat ini merupakan sektor non basis di masa sekarang, tetapi akan menjadi sektor yang basis di masa yang akan datang. Tetapi patut di perhatikan karena dari hasil analisis Location Quotient menyatakan bahwa kondisi Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan < 1 atau kurang dari satu yang berarti sektor tersebut belum mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah tersebut bahkan belum bisa di ekspor ke daerah lain dan negara lain pada masa ini. Hal ini dapat diatasi dengan meningkatkan penggunaan teknologi pertanian, meningkatkan peran penyuluh pertanian, meningkatkan penggunaan alat alat pertanian yang modern, dan meningkatkan kelembagaan petani. DAFTAR PUSTAKA