E-ISSN : 2797-1910 Vol. No. Desember 2023. Hlm. DOI: 10. 37274/ukazh. Memahami Makna Semantik Lafaz Nasihat dan Wasiat dalam AlQuran: Pendekatan Teori Toshihiko Izutsu Roni Abdurrohman *. Yayan Nurbayan. Asep Sopian UniversitassPendidikansIndonesia,sIndonesia * roni. abdurrohman@upi. Abstrak Untuk memahami Al-Quran terdapat beberapa metode yang bisa digunakan, salah satunya adalah yang dianjurkan oleh Toshihiko Izutsu: metode semantik. Salah satu persoalan yang dibahas dengan metode semantik Tashihiko adalah bagaimana menginterpretasikan konsep Al-Quran tentang Nasihat dan wasiat melalui penggunaan semantik. Langkah yang akan digunakan meliputi pencarian makna dasar dan relasional yang kemudian mencari worldview dalam hal ini bagaimana Al-Quran menggunakan dua kata tersebut. Kata Nasihat beserta derivasi nya di sebutkan sebanyak 12 kali, sedangkan kata wasiat dan derivasinya disebutkan sebanyaak 26 kali dalam Al-Quran. Kata Nasihat yang diartikan sebagai kalimat yang mengungkapkan sebuah frasa berupa ajakan kepada orang yang diNasihati dan wasiat yang diartikan sebagai amanat dan pesan yang disambungkan dari pewasiat kepada penerima wasiat memiliki kedekatan makna. Kata Kunci: Al-QurAoan. Nasihat. Semantik. Toshiku Izutsu. Wasiat Abstract There are several methods for understanding Al-Quran, one of which is encouraged Onesof bystashihiko'semantic method of semantics is how to interpret Al-Quran concepts of Nasihat and Wasiat the use of semantics. The move would involve a basic and relational search for worldview in this case how the Al-Quran uses the two words. The words of counselsswith its derivatives are 12 times mentioned, while the wills and derivatives are mentioned 26 timessin the Al-Quran. Thesword counsel is defined asa sentence expressing a phrase of invitation to the person recommended and the will defined asa commission and a message connected from the wills to the beneficiaries has a closeness to meaning. Keywords: semantics. Al-Quran. Nasihat. Wasiat . Toshihiko Izutsu PENDAHULUAN Tekstualitas Al-Quran membutuhkan interpretasi dan analisis kontekstual yang luas. Demikian pula agar umat Islam dapat mengambil ibrah dari ayat-ayat lokal yang menggambarkan peristiwa tertentu, perlu adanya pemahaman terhadap makna Diserahkan: 07-10-2023 Disetujui: 03-11-2023. Dipublikasikan: 28-12-2023 Memahami Makna Semantik Lafaz Nasihat dan Wasiat dalam Al-Quran: Pendekatan Teori Toshihiko Izutsu Adasayat-ayatsdalamsAl-Quran yang menggunakan frase mubham, mushtarak, dan mutashbihat. Agar dapat menemukan makna yang dimaksudkan pada kata-kata tersebut, pemahaman yang dalam dan linguistic sangatlah diperlukan. Dari generasi ke generasi, metode penafsiran Al-Quran maju. Dimulai dengan era klasik dan teknik interpretasi tematiknya, berlanjut ke era modern dengan berbagai metode penafsiran, termasuk sastra, ilmiah, dan lainnya, dan akhirnya sampai pada era sekarang dengan penggunaan metode linguistik yang diadaptasi dari penelitian Barat (Azima. Sarjana modern mulai berkonsentrasi pada pendekatan linguistik, seperti tafsir bayani oleh Amin al-Khulliy. Bintu Syathi, dan M. Syahrur. Hermeneutika linguistik oleh Nasr Hamid Abu Zayd. Fazlur Rahman, dan M. Syahrur dengan, dan Toshihiko Izutsu yang menempatkan lebih penekankan pada bahasa semantik historis Al-Quran. Subbidang linguistik yang disebut semantik mempelajari hubungan antara tanda-tanda bahasa dan ide-ide yang ditandakannya. Semantik, kemudian, adalah bidang linguistik yang berfokus pada makna yang terkandung dalam struktur linguistik. Semantik, menurut Abdul Chaer, berbagi ruang yang sama dalam penyelidikan linguistik seperti fonologi, tata bahasa, dan (Chaer, 1. Berkenaan tentang semantik. Izutsu mendefinisikan semantik sebagai studi analisis frasa utama suatu bahasa dengan tujuan menghasilkan pemahaman konseptual tentang weltanschauung . andangan duni. penutur bahasa itu. mengenai Al-Quran. Analisis semantik bertujuansuntuk memperkaya ontologi Al-Quran dengan cara yang dinamis dan relevan. Menurut Izutsu, pendekatan ini melibatkan pemeriksaan analitis dan metodologis terhadap konsep-konsep fundamental yang membentuk dasar pemahaman Al-Quran tentang alam semesta. Dengan demikian, analisis semantik bertujuan untuk mengembangkan konsepsi Al-Quran yang hidup dan terus berkembang dalam konteks (Izutsu, 2. Terinspirasi oleh konteks tersebut, penulis merasa tertarik untuk mengulasemantik Al-Quran, yang mengkaji tentang bagaimana Al-Quran diterjemahkan ke dalamsbahasa. Melalui semantik Al-Quran, terbuka peluang untuk melakukan penafsiran yang teliti terhadap kata-kata spesifik dalam Al-Quran, denganstujuansuntuk menggali pemahaman dan makna yang lebih mendalam yang ingin Al-Quran sampaikan kepada para pembaca. (Azima, 2. Dalam praktek untuk memahami makna Al-Quran baik kalimat ataupun kata, ada banyak usaha yang dilakukan seperti penggunaan Al-Quran terjemah, termasuk pada kata nasihat dan wasiat. Kata nasihat dan wasiat jika di telaAoah menimbulkan permasalahan apakah kedua kata tersebut memilik makna yang sama atau tidak. Maka penulis memutuskan untuk melakukan analisis makna semantik dari kata nasihat dan wasiat dengan meneggunakan teori semantic Toshihiko Izutsu. Ukazh. Vol. No. 2 Desember, 2023 Abdurrohman. Nurbayan. Sopian Sebelumnya penelitian tentang makna semantik dengan terori Izutsu pernah dilakukan Ridwan Mansur dengan pembahasan AoAl-Saum: Suatu Kajian Semantik pada Al QuranAo. Namun pada penelitan yang akan dilakukan penulis akan lebih menekankan analisis semantik keterhubungan dua kata nasihat dan wasiat. Besar harapan penelitian ini dapat amat bermanfaat dan sebagai upaya partisipasi dalam mengembangkan metode penafsiran untuk lebih memahami makna kalimat dan kata dalam Al-Quran. II. METODE PENELITIAN Studi ini mengadopsi pendekatan penelitian kualitatif dan memanfaatkan metode pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Teori semantik yang menjadi landasan adalah pendekatan yang dikembangkan oleh Toshihiko Izutsu yaitu SemantiksAl-Quran dalam bukunya yang berjudul "Men and God in the Quran. " Izutsu menjelaskan langkahlangkah yang harus diambil dalam menerapkan pendekatan semantiksAl-Quran tersebut. (Izutsu, 1. Tahap awal penelitian dimulai dengan pencarian makna mendasar dan makna terkait yang terkait dengan kata kunci yang diselidiki. Peneliti akan meneliti makna dasar kata pada langkah ini serta bagaimana hubungannya dengan kata lain dalam Al-Quran. Kedua, langkah selanjutnya adalah mencoba memahami bagaimana kata kunci ini digunakan dalam pandangan dunia dunia . Al-Quran. Hal ini meliputi bagaimana AlQuran menggunakan kata kunci tersebut serta bagaimana pemaknaan kata kunci tersebut terhubung dengan kata-kata lain dalam konteks Al-Quran. Kajian ini akan menganalisis makna fundamental dan relasional kata kunci dengan menggunakan pendekatan semantik Al-Quran. Juga akan diperoleh pemahaman tentang bagaimana kata kunci tersebut dimanfaatkan dari perspektif dunia ASl-Quran dan bagaimana kaitannya dengan kata-kata lain yang terdapat dalam Al-Quran. HASIL DAN PEMBAHASAN Temuan penelitian Dalam upaya analisis semantik Al-Quran. Izutsu berusaha memahamismakna ayatayatsAl-Quran dengan mempertimbangkan konteksnya danshubungannya dengan ayatayat lain dalam Al-Quran. Dia menganggap bahwa hubungan ini memainkan peran penting dalam membentuk pemahaman yang lebih utuh tentang pesan dan konsepsi tentang realitas yang tercermin dalamsAl-Quran. (Izutsu, 1. Dengan menggali relasisdan munasabah antara ayat-ayat Al-Quran, teorissemantik Al-Quran olehsIzutsu membantu dalam memahamiskonteks yang lebih luas dan memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang teks suci tersebut. Pendekatan ini memungkinkan kita untuk melihat bagaimana ayat-ayat saling terkait dan membentuk kerangka pandangan dunia Al-Quran secara keseluruhan. (Izutsu, 1. Izutsu Ukazh. Vol. No. 2 Desember, 2023 Memahami Makna Semantik Lafaz Nasihat dan Wasiat dalam Al-Quran: Pendekatan Teori Toshihiko Izutsu mengemukakan langkah-langkah dalam menggunakan pendeketan semantik Al-Quran pada karyanya tersebut. Pertama. Melacak makna mendasar dan hubungan makna yang terkait dengan kata kunci. Kedua, mencari worldview penggunaan kata tersebut dalam Al-Quran, yaitu bagaimana Al-Quran menggunakan kata kunci tersebut serta bagaimana kata kunci tersebut terhubung pemaknaannya dengan kata lain. (Fahimah, 2. Penerapan teori Izutsu pada tulisan ini tentang makna semantik lafaz nasihat dan wasiat dalam al-quran adalah dengan mengikuti langkah-langkah yang di contohkan Izutsu dalam pendekatan semantik Al-Quran. Pertama. Mencari makna dasar dan makna relasional yang berkaitan dengan kata nasihat dan wasiat. Kedua, mencari worldview penggunaan katasnasihat dan wasiat dalam Al-Quran. dan ketiga pembahasan relasi dan munasabah makna nasihat dan wasiat. Lafaz Nasihat dan Wasiat merupakan kata serapan dari bahasa Arab A IAOAdan AOAOA yang keduanya dimuat dalam Al-quran beserta derivasinya baik dalamsbentuk fiAoilsmadhi, fiAoilsmudhari, dansmashdar. Berdasarkan pendekatan semantik Al-Quran penelitian dimulai dengan menelusuri penggunaan lafaz Nasihat dan wasiat dalam AlQuran beserta berbagai derivasinya. Selanjutnya, dilakukan penelitian terhadap makna relasional antara lafaz Nasihat dan Wasiat yang digunakansdalam Al-Quran. Makna Nasihat dan Derivasinya Makna Dasar Dalam MuAojam Al Munjid kata Nasihat merupakan bentuk Isim Masdar dari kata nashaha-yanshahu, yang terbentuk dari 5 huruf A( I A O AMaAoLuf, 1. Ayat-ayat AlQuran memuat berbagai bentuk derivasi kata "nasihat". Bentuk kata "nasihat" dalam bentuk A IAAdisebutkan dua kali dalam dua ayat. Bentuk kata A IAAdisebutkan dua kali dalam dua ayat. Bentuk kata A IAOAdisebutkan satu kali dalam satu ayat. Bentuk kata AA Ua e aAIA disebutkan satu kali dalam satu ayat. Bentuk kata A IAAdisebutkan satu kali dalam satu Bentuk kata A IAOIAdisebutkan dua kali dalam dua ayat. Sedangkan bentuk kata A IAOIAdisebutkan tiga kali dalam tiga ayat. Derivasi yang ditemukan dalam Al-Quran ialah dalamsbentuk fiAoil mudariAo dalamssatu bentuk yang muncul sebanyak dua kali pada dua ayat berbeda, fiAoil madhi dengan dua bentuk yang muncul masing-masing sebanyak dua dan satu kali, bentuk mashdar sebanyak satu kali, dan yang terbanyak dalam bentuk isim faAoil dalam tiga bentuk dengan masing-masing muncul sebanyak sekali, dua kali dan tiga Setelah dilakukan penelusuran, tidak ditemukan lafaz nasihat dalam al-Quran selain dalam bentuk derivasinya yang lain. Nasihat merupakan shigat isim masdar dari fiAoil AA aA a aA IA. Kata AA aA a aA IAdalam kamus AlMunawwir bermakna nasihat (Ahmad Warson Munawwir, 1. Nasihat dalam KBBI dimaknai sebagaisajaran atauspelajaran yang baik, spetunjuk, speringatan, steguran dan ibarat yangsterkandung dalam suatu cerita dan sebagainya (Tim Penyusun Pusat Bahasa. Ukazh. Vol. No. 2 Desember, 2023 Abdurrohman. Nurbayan. Sopian Dalam ajaran islam, pemberian nasihat sendiri merupakan metode pendekatan yang penting dalam pendidikan sebab dengan nasihat dapat membantu memahami hakikat segala sesuatu, menginspirasi mereka untuk terlibat dalam kegiatan yang mulia, dan mendandani mereka dengan akhlak mulia dan nilai-nilai Islam (Siregar, 2. Dalam MuAojam Al-Ghaniy kalimat nasihat didefinisikan sebagai ajakan yang benar, petunjuk, dan juga wejangan . 3 ,A ) EIO O EIA. Makna Nasihat lain juga dikemukakan oleh Dr. Ahmad Mukhtar Umar yaitu sebuah perkataan yang mengandung ajakan kepada kebaikan dan ajakan untuk meninggalkan kerusakan (FuadAoabd al Baqi, 1. , pendapat yang sama jugasdikemukakan oleh Imam Al-Jurjani dalam kitab nya At-TaAorifat yaitu (Jurjani, 1. A OEINO I AON EAA,AE uEO IAON EAEA: AEIAO NOA Artinya : Nasihat adalah seruan kepada apa saja yang terdapat kebaikan padanya, dan larangan dari apa saja terdapat hal-hal yang merusak padanya. Nasihat dalam beberapa penggunaan kalimat dapat menghasilkan makna-makna Seperti yang tertulis dalam kitab MuAojam Al-Wasit, kalimat A IA CEaNAdimaknai membersihkan hati dari kecurangan. AA ONA a aA IAdimaknai ganjarannya tidak cacat. A E IAAdimaknai meminum air hingga merasa segar (Anis, 1. Makna Relasional Secara tekstual kata Nasihat (A )IAOAtidak ada dalamsAl-Quran, akan tetapi berbagai derivasinya dimuat didalam Al-Quran. Disebutkan dalam kitab MuAojamsMufahras Lia AlfazsAl-Quran setidaknya derivasi kata Nasihat dimuat sebanyak 12 kali dengan beberapa bentuk seperti fiAoilsmudariAo. SfiAoil madi . dan isim faAoil (FuadAoabd al Baqi, 1. Pada sigat fiAoil madi kata Nasihat dimuat dalam bentuk kata A IAApada 2 ayat dari Qs. Al-AAoraf . : 79 dan 93. Menurut Ibnu Katsier kata aA IAApada dua ayat tersebut menunjukan pada intensi yang berbeda. Pada Qs. Al-AAoraf . : 79 kata aA IAAdiucapkan oleh Nabi Saleh A. S sedangkan pada 93 diucapkan oleh Nabi SyuAoaib (Ad-Dimasyqi. Ahmad Hassan dalam kitabnya Tafsir Al-Furqon memaknai kata aA IAApada dua ayat tersebut dengan memberi Nasihat (Hassan, 2. Selain dimuat dengan bentuk kata aAIAA, derivasi kata Nasihat juga di muat dalam AlQuran dengan fiAoil mudariAo bentuk kata A IAAyangSterdapat padaSQs. Al-AAoraf . : 62 yaitu AA a Ea aEI aOaEa aI Iac Ia acEEac aI aE aEa aIOIA ca A AEa AA a a acEa aEI acA a A aacU aOaIA Juga Qs. Hud . : 34, juga dalam bentuk A IAOApada Qs. At-Tawbah . : 91 yang semuanya menunjukan kepada makna memberi Nasihat yang menggambarkan keikhlasan Nabi dalam menyampaikan wahyu (Hassan, 2. Selain dalam Al-Quran, lafadz yang menyebutkan Nasihat secara tekstual terdapat juga dalam hadis Nabi yang diterima dari jalur periwayatan Abu Dawud dengan matan yang berbunyi ,: Ukazh. Vol. No. 2 Desember, 2023 Memahami Makna Semantik Lafaz Nasihat dan Wasiat dalam Al-Quran: Pendekatan Teori Toshihiko Izutsu UA OEaNAUaA NEEA:AOE NEEa CEA a A IEI OA:A CEOA. aAEOI EIAOA a A uIAUaAEOI EIAOA a A uIAUaAEOI EIAOA a AuIA a A OAUAOOEaNA UAOIaNIA ca AI IEiOA Artinya : Sesungguhnyadagama itu adalahSNasihat, sesungguhnya agamaSitu Nasihat. Mereka . bertanya : wahai Rasululloh, kepada siapakah (Nasihat it. Beliaus menjawab : Skepada Alloh. Skepada Kitab-Nya. Skepada Rasul-Nya, kepada pemimpin kaum muAominin danSkepada masyarakatnya. Berdasarkan hadis tersebut. Ibnu Athir mengklasifikasikan nasihat kepada beberapa makna sesuai intensi nya (AOA, n. Pertama, nasihat Lillah adalah sehatnya keyakinan tentang ke esaan-nya dan juga ikhlas dalam beribadah. Kedua, nasihat kitab adalah mempercayai dan mengamalkan semua yang terkandung didalamnya. Ketiga, nasihat rasul adalah mempercayai kenabian dan kerasulannya, serta melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya. Keempat, nasihat aimmah adalah mentaati setiap pemimpin umat muAomin dalam kebenaran. Kelima, nasihat Aoammatul muslimin adalah mengajak kepada kebaikan. Makna Wasiat dan Derivasinya Makna Dasar Kata wasiat merupakan kata serapan dari kata wasiyyah (A)OAOA. Sighat dari kata wasiyyah (Wasia. adalah Isim Masdar seperti yang disebutkan pada kamus AlMunawwir (Al Munawir, 1. dan Imam Addarusi menyebutkan bahwa AOAOA merupakan Muannath Majazi (Muhyidin Addarusi, 1. Dikatakan juga wasiyyah derikasi dari kata Wasotun (A)OAA, dinamai demikai karena berhubungan dengan kematian (Manzhur, n. Berbagai derivasi kata wasiat dimuat dalam ayat-ayat AlQuran. Lafaz wasiat dan derivasinya yang dimuat dalam Al-Quran ialah sebagai berikut (FuadAoabd al Baqi, 1. A OAOAdisebutkan sebanyak Sembilan kali dalam enam ayat. AAOA a AOA disebutkan sebanyak dua kali dalam dua ayat. AAOIaA a A OAdisebutkan sebanyak lima kali dalam lima ayat. A OOAOAdisebutkanSsebanyakSdua kali dalam dua ayat. A OOAOIAdisebutkan sebanyak satu kali dalam satuSayat. A OAOIAdisebutkan sebanyakSsatu kali dalam satuSayat. AAOA a A OaOAdisebutkan sebanyak satu kali dalamSsatu ayat. A OAOAdisebutkan sebanyak lima kali dalam tiga ayat. jadi jumlahnya 26 kali dalam 21 ayat. Berdasarkan Tabel 2, terdapat delapan bentuk derivasi dari kata wasiat. Derivasi yang ditemukan dalam Al-Quran ialahSdalam bentuk fiAoilSmudhariAo dalam empat bentuk yang muncul masing-masing sebanyakSdua kali danSsatu kali, fiAoil madhi dengan tiga bentuk yang muncul masing-masing sebanyak dua kali, lima kali dan lima kali, dan bentuk mashdar sebanyak satu kali. Berbeda dengan lafaz Nasihat setelah dilakukan penelusuran, lafz wasiat disebutkan sebanyak sembilan kali dalam Al-Quran. Ukazh. Vol. No. 2 Desember, 2023 Abdurrohman. Nurbayan. Sopian Dalam kamus Munawwir sendiri wasiyyah bermakna wasiat (Al Munawir, 1. , yang dalam KBBI wasiat dimaknai sebagaiSpesan terakhir yangSdisampaikan oleh orang yang akan meninggalS (Penyusun, 2. Sedangkan Imam Al-Jurjani mendeskripsikan wasiat sebagai akad yang berkaitan dengan apa yang terjadi setelah kematian ( ,AEIOA Dalam kamus Al-Munjid kata A OAOAberkmakna A uAE EOAyaitu menyambungkan memerintahkan seseorang dengan sesuatu. dan membuat seseorang menanggung sesuatu. Dalam kamu Lisanul Arab kata A OAOAbermakna A N EOAyaitu berjanji tentang sesuatu (Manzhur, n. Dalam kitab MuAojam Al-Ghaniy dikemukakan makna dari wasiat diantaranya membuat perjanjian dan membebani. menetapkan agar seseorang memiliki sesuatu seteleh kematiannya. dan meminta sesuatu . 3 ,A) EIO O EIA. Selain dikalangan ulama bahasa, kata wasiat sudah tidak asing dikalangan fuqoha. Wasiat dalam shariAoat dihukumi dengan sesuatu yang wajib dikerjakan oleh orang yang dibebani dengan wasiat tersebut kecuali apabila ada sebab yang membatalkan kewajiban Syeh Salih Bin Fauzan mendeskripsikan wasiat dengan AE EIE EIO O EI EAA EIOA Artinya : menyumbangkan harta setelah kematian, atau perintah untuk melakukan sesuatu setelah kematian . 2 ,A)AE I AOIA. Adapun sumber landasan tentang adanya syariAoat wasiat adalah Al-Quran, sunnah dan Ijma. Seperti yang terdapat dalam Qs. Al-Baqoroh . ]: 180, aAEaO eE aIaCacOIA a AIOa acu eI aEa aOe eE aOAOaa E eacE aOE aO aceI aOE a eC a acOIa ac eE aI e aOAac aCA e A a a a aEI eEA a AacA a AaEA a AEa eO aE eI acu aA Artinya : diwajibkan atas kamu. Sapabila seorang daripada kamu hampirSmeninggal, jika iaSmeninggalkan harta, . endaklahSi. smembuat wasiatSuntuk ibu bapa dan keluarga dekat denganScara yangSbaik, sebagai satu kewajiban bagi orang-orang yang Makna Relasional Kata wasiat dan derivasinya ditemukan dalam Al-Quran hingga 26 kali. Derivasi yang ditemukan dalamSAl-Quran ialah dalam bentukSfiAoil mudariAo. fiAoil madi . lafaz wasiat itu sendiri diulang hingga 9 kali. Pengulangan kata wasiat dalam Al-Quran terdapat 9 kali pada 6 ayat, yaitu diantaranya pada Qs. Al-Baqoroh . ]: 180. Menurut Imam Al Baghowi ayat tersebut berkenaan tentang shariAoat kewajiban berwasiat sebelum kematian apabila meninggalkan harta untuk orang tua dan kerabat, namun ayat tersebut di Mansukh dengan ayat-ayat berkenaan harta waris . 5 ,A)O EOI I IO EOOA. Menurut AlQurthubi ayat berkenaan shariAoat wasiat dalam Al-Quran hanya terdapat pada ayat ini. Meski pengulangan tekstualnya ada pula di ayat lain, namun makna pragmatic berkenaan kewajiban wasiat hanya ada di ayat ini saja (Al-Qurtubi, n. Ukazh. Vol. No. 2 Desember, 2023 Memahami Makna Semantik Lafaz Nasihat dan Wasiat dalam Al-Quran: Pendekatan Teori Toshihiko Izutsu Wahbah Zuhaili dalam kitab tafsirnya memberikan makna bahasa kata wasiat, yaitu A U AEOOA II OE EO EIO IEN ECNAU a AacO Eac aE aIA uEO aI EIOA a a AA. Artinya : penyerahan harta tirkah yang biasanya setelah kematian, dan hendaklah seorang mewasiatkan sebagian hartanya untuk keluarga sebelum kematiannya (AzZuhaili, 2. Derivasi wasiat lain yang ditemukan dalam Al-Quran adalah dalamSbentukSfiAoil, baik itu fiAoil mudariAoataupun fiAoil madI yang kebanyakan makna wasiat pada ayat-ayat tersebut berkenaan Nasihat, pesan, dan amanat. Seperti kata wasiat yang terdapat pada Qs. Al-Baqoroh . ]: 133 a AcEE AA AA aO Ea aE aI acEOIa Aa aE a aIO a aI acu aE aOaIaI I acE aIOIA a AaO aOA a AA O ac aN acu a acN A aI a acIO acN aO aOCaOa aO A a acIA a a AU acu aI A Artinya : dan Ibrahim telah berpesan kepada anak-anaknya dan . YaAoqub . upaya mereka berpegan. itu :Ay Hai anak-anaku! Sesungguhnya Alloh telah menentukan agama untuk kamu. Oleh karena itu, janganlah kamu maniggal melainkan dalam keadaan menjadi seorang Muslim. Pada ayat tersebut kata wasiat yang dimuat dalam bentuk fiAoil AA OA a A aO aOAbermakna pesan dan nasihat dari Nabi Ibrahim dan YaAoqub kepada anak-anaknya agar berpegang dengan agama yang telah Alloh SWT pilihkan untuk mereka (Al-Qurtubi, n. Ayat lain berkenaan dengan wasiat yang dimaknai sebagai nasihat, petuah, pesan, dan amanah dengan intensi yang berbeda adalahSQs. Al-Ankabut . ]: 8. Qs. Luqman . ]: 14 . Qs. Al-Al-Ahqof . : 15 :berkenaan wasiat untuk berbuat baik kepada orang (AII A ECOA, n. Hubungan Lafaz Nasihat Dan Wasiat Ditinjau Berdasarkan Pendeketan Semantik Al-Quran teori Toshihiko Izutsu Nasihat secara bahasa berarti : Ikhlas dan Jujur, dan segala sesuatu yang murni dapat disebut Nasih seperti Al AoAsAolu An Nasih . adu murn. dan sebagainya. ( AOA, n. Dan dalam hadits dikatakan : Agama itu Nasihat. Skepada Alloh, kepadaSKitab-Nya, kepada Rasul-Nya, kepadaSpemimpin kaumSmuAominin dan kepada masyarakatnya. Ibnu Athir mengatakan : Nasihat adalah kalimat yang mengungkapkan sebuah frasa berupa ajakan kepada orang yang diNasihati, dan tidak mungkin dia mengungkapkan makna ini dengan satu kata yang mengandung makna lain. Dan makna Nasihat Lillah : Sehatnya keyakinan tentang ke esaan-Nya dan juga ikhlas dalam beribadah . Nasihat kitab : mempercayai dan mengamalkan semua yang terkandung d dilamnya. Nasihat Rasul : mempercayai kenabian dan kerasulannya, serta melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya. Nasihat aimmah : mentaati setiap pemimpin umat muAomin dalam Nasihat Aoammatul muslimin : mengajak kepada kebaikan (AOA, n. Wasiat secara bahasa berarti : sampai dan menyampaikan, membuat janji dan Kata Nasihat dan wasiat keduanya memiliki makna yang berdekatan, karena Ukazh. Vol. No. 2 Desember, 2023 Abdurrohman. Nurbayan. Sopian maksud dari kedua kata tersebut adalah menginginkan kebaikan bagi yang diberi Nasihat dan wasiat serta ajakan kepada apa saja yang menjadi maslahah. Hal yang membedakan keduanya adalah bahwa Nasihat lebih terkhususkan tentang raut keikhlasan sedangkan wasiat terkhusukan untuk raut kecintaan dan penuhnya Pendapat ini dikuatkan dengan melihat dalil Al-Quran yang memuat kedua lafaz ini. maka kita lihat dalil tentang Nasihat terdapat berkenaan penyebutan ikhlas dan kejujuran sperti perkataan Nabi Nuh dalam Qs. Al-AAoraf . : 62 : AA a Ea aEIA ca A AEa AA a a acEa aEI acA a A aacU aOaIA aA aOaEa aI Iac Ia acEEac aI aE aEa aIOIA. Kemudian pada kata wasiat kita mendapatinya dimuat pada ayat yang berkenaan dengan janji karena rasa cinta kepada orang yang diwasiati seperti pada a AcEE AA Qs. Al-Baqoroh . ]: 133 : AA aO Ea aE aI acEOIa Aa aE a aIO a aI acu aE aOaIaIA a AaO aOA a ca O ac aN acu a acN A aI aIacO acN aOOaCaOa Oa AaIA a a AU acu aI A AI acE aIOA IV. KESIMPULAN Nasihat memiliki makna dasar sebagai ajaran yang baik , petunjuk,peringatan, teguran, dan ajakan kepada kebaikan. Ini berkaitan erat dengan memberikan pengarahan atau saran kepada seseorang untuk tujuan moral atau spiritual. Pemberian nasihat penting dalam pendidikan islam untuk membantu memahami hakikat sesuatu, menginspirasi untuk kegiatan mulia, dan membentuk akhlak dan nilai-nilai islam. Sedangkan wasiat memiliki makna dasar sebagai pesan terakhir yang disampaikan oleh seseorang sebelum meninggal. Wasiat dapat berarti membuat perjanjian, meminta seseorang untuk melakukan sesuatu,atau menetapkan sesuatu setelah kematian. Nasihat seringkali digunakan dalam konteks pendidikan, pengajaran, dan pemberian arahan moral atau spiritual. Sedangkan wasiat digunakan dalam konteks hukum, perjanjian dan instruksi yang harus dilaksanakan setelah kematian. Meskipun memiliki makna dasar dan konteks yang berbeda, ada beberapa korelasi antara nasihat dan wasiat. Nasihat dan wasiat melibatkan penyampaian pesan atau instruksi kepada pihak lain dan sama-sama berhubungan dengan kebaikan. DAFTAR PUSTAKA