Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 4 Nomor 2 Desember 2024. Pages 71-77 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Penerapan Pengenal Bahasa Sunda Melalui Program Rebo Nyunda di TK Negeri Pembina Ciawigebang Mila Hilmalia Aina1. Badroeni2 Info Artikel Abstract Keywords: Early Childhood. Regional Language Learning. Rebo Nyunda. Sundanese Language. Teacher Strategies This study aims to describe: . the implementation of the Rebo Nyunda program in enhancing children's ability to use the Sundanese language at TK Negeri Pembina Ciawigebang, . the inhibiting factors and solutions in the implementation of the Rebo Nyunda program, and . the strategies used by teachers in organizing the program and their effectiveness. This research employs a qualitative method with a case study The research subjects include the principal, teachers, and parents of the students, while the object of the research is the Rebo Nyunda program. Data collection techniques consist of structured interviews, observation, and document analysis. The data were analyzed descriptively through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that the Rebo Nyunda program is carried out through the introduction of basic Sundanese vocabulary in daily activities and songs, allowing children to recognize and use basic Sundanese words. The obstacles include the lack of Sundanese language teachers and the daily use of Indonesian at home, which are addressed by encouraging the use of Sundanese every Wednesday at Teacher strategies involve introducing various traditional games to maintain children's interest, and the success of the program is observed through the children's active participation in Sundanese language activities. Kata kunci: Anak Usia Dini. Bahasa Sunda. Pembelajaran Bahasa Daerah. Rebo Nyunda. Strategi Guru Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: . penerapan program Rebo Nyunda dalam meningkatkan kemampuan anak menggunakan bahasa Sunda di TK Negeri Pembina Ciawigebang, . faktor penghambat dan solusi dalam pelaksanaan program Rebo Nyunda, serta . strategi guru dalam menyelenggarakan program tersebut dan Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan orang tua peserta didik, sedangkan objeknya adalah program Rebo Nyunda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Rebo Nyunda dilaksanakan melalui pengenalan kosakata dasar bahasa Sunda dalam kegiatan sehari-hari dan lagu, sehingga anak dapat mengenal dan menggunakan bahasa Sunda dasar. Hambatan pelaksanaan program meliputi keterbatasan guru bahasa Sunda dan penggunaan bahasa Indonesia di rumah, yang diatasi dengan pembiasaan berbahasa Sunda setiap hari Rabu. Strategi guru mencakup pengenalan permainan tradisional untuk menjaga minat anak, dan keberhasilan program diamati melalui partisipasi aktif anak dalam kegiatan berbahasa Sunda. PENDAHULUAN Universitas Muhammadiyah Kuningan. Indonesia Email: milahilmalia371@gmail. Universitas Muhammadiyah Kuningan. Indonesia Email: badroeni_best@upmk. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Bahasa merupakan sarana utama dalam berkomunikasi dan membedakan manusia dengan makhluk lain. Melalui bahasa, manusia mampu menyampaikan pikiran, perasaan, dan nilai-nilai budaya yang hidup dalam masyarakatnya (Yanti & Wibowo, 2. Fungsi bahasa tidak sekadar alat komunikasi, tetapi juga sebagai cerminan budaya dan identitas suatu Bahasa menjadi alat ekspresi yang menciptakan keterikatan antara individu dan lingkungan sosialnya. Oleh karena itu, bahasa memiliki kedudukan penting dalam membentuk karakter dan jati diri seseorang sejak usia dini. Pada masa kanak-kanak, terutama usia dini, kemampuan berbahasa berkembang dengan pesat seiring dengan lingkungan dan stimulasi yang diterimanya. Di sinilah pentingnya pengenalan bahasa ibu atau bahasa daerah sebagai bagian dari proses tumbuh kembang anak. Dalam konteks budaya lokal di Indonesia, pengenalan bahasa daerah seperti Bahasa Sunda memiliki nilai strategis dalam menanamkan identitas budaya dan menjaga kelestariannya di tengah dominasi bahasa nasional dan global (Rahmawati & Suryana, 2. Anak usia dini yang dikenalkan bahasa daerah sejak awal akan lebih mudah menyerap nilainilai lokal dan membangun kepekaan sosial terhadap budayanya sendiri. Bahasa Sunda sebagai salah satu bahasa daerah dengan jumlah penutur yang besar di Indonesia, kini menghadapi tantangan eksistensi. Perkembangan teknologi dan arus globalisasi membawa dampak terhadap pergeseran penggunaan bahasa, termasuk pada anak-anak usia dini yang lebih akrab dengan bahasa Indonesia dan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari (Mustika & Ramdani, 2. Jika tidak ada upaya serius dalam pelestarian, maka Bahasa Sunda berpotensi mengalami penurunan penggunaan antar Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah melalui pendidikan formal di jenjang anak usia dini. Program AuRebo NyundaAy merupakan salah satu upaya pemerintah daerah Jawa Barat dalam melestarikan Bahasa Sunda. Program ini dilaksanakan setiap hari Rabu, di mana seluruh aktivitas di sekolah menggunakan Bahasa Sunda baik dalam lisan maupun tertulis, dan anak-anak serta guru menggunakan pakaian adat Sunda (Dewi & Kurniawan, 2. TK Negeri Pembina Ciawigebang, program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2010 dan menjadi bagian dari rutinitas mingguan yang bertujuan untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya Sunda sejak dini. Namun demikian, belum banyak kajian yang secara spesifik meneliti efektivitas program ini pada aspek perkembangan bahasa anak usia dini. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah bagaimana program Rebo Nyunda diterapkan dalam pembelajaran di TK Negeri Pembina Ciawigebang, serta bagaimana pengaruhnya terhadap pengenalan dan pelestarian Bahasa Sunda pada anak usia dini. Mengingat pentingnya pendidikan holistik di usia dini yang mengintegrasikan aspek budaya lokal, perlu dilakukan kajian mendalam terhadap strategi pembelajaran berbasis budaya Penelitian ini berupaya untuk menjawab tantangan tersebut dengan mendokumentasikan dan menganalisis proses penerapan Rebo Nyunda secara komprehensif. Terdapat beberapa penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik ini. Pertama, penelitian oleh Fitriani . yang menunjukkan bahwa pengenalan bahasa ibu memiliki dampak positif terhadap perkembangan sosial dan emosional anak. Kedua, studi dari Pratiwi & Widiastuti . menjelaskan bahwa program pembelajaran berbasis budaya lokal meningkatkan minat belajar anak. Ketiga, penelitian oleh Lestari . menyatakan bahwa Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 pelestarian bahasa daerah perlu dimulai dari satuan pendidikan anak usia dini. Meskipun demikian, masih jarang ditemukan penelitian yang secara khusus membahas penerapan program Rebo Nyunda dalam konteks pendidikan anak usia dini di wilayah Kabupaten Kuningan. Oleh karena itu, terdapat celah penelitian . esearch ga. yang ingin diisi oleh penelitian ini, yaitu kurangnya dokumentasi dan analisis empiris mengenai implementasi program Rebo Nyunda sebagai media pengenalan Bahasa Sunda pada anak usia dini di lembaga pendidikan formal. Penelitian ini juga menghadirkan novelty, yakni pendekatan deskriptif kualitatif berbasis budaya lokal yang berfokus pada pengalaman dan praktik pembelajaran dalam konteks program Rebo Nyunda. Fokus penelitian diarahkan pada proses, metode, dan peran guru serta orang tua dalam mendukung keberhasilan program ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan program Rebo Nyunda dalam mengenalkan Bahasa Sunda kepada anak usia dini di TK Negeri Pembina Ciawigebang. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kegiatan yang dilakukan, partisipasi guru dan orang tua, serta respon anak terhadap program Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai budaya yang ditanamkan melalui bahasa dan praktik pembelajaran selama kegiatan Rebo Nyunda Manfaat penelitian ini secara teoritis adalah memperkaya literatur mengenai pendidikan anak usia dini berbasis budaya lokal dan pelestarian bahasa daerah. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi guru, kepala sekolah, dan dinas pendidikan dalam mengembangkan model pembelajaran berbasis budaya yang kontekstual dan efektif untuk diterapkan di satuan pendidikan anak usia dini. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif orang tua dalam pelestarian bahasa dan budaya lokal di lingkungan rumah. Bahasa sebagai cerminan budaya tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter dan nilai. Anak usia dini yang dikenalkan bahasa daerah sejak awal akan tumbuh dengan identitas budaya yang kuat. Dalam konteks ini, program Rebo Nyunda merupakan ruang yang potensial untuk memperkenalkan kekayaan bahasa dan budaya Sunda secara sistematis. Pelaksanaan yang konsisten dan terstruktur di lingkungan sekolah akan menjadi fondasi penting dalam pelestarian bahasa daerah. Kegiatan seperti menyebutkan nama-nama anggota tubuh dalam Bahasa Sunda, menyanyikan lagu daerah, hingga mengenakan pakaian adat menjadi bentuk pembelajaran yang tidak hanya bersifat kognitif tetapi juga afektif dan psikomotorik. Anak tidak hanya belajar kata, tetapi juga nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Sunda, seperti kesopanan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap yang lebih tua. Hal ini sejalan dengan prinsip pendidikan anak usia dini yang holistik dan integratif (Mulyasa, 2. Pembelajaran berbasis budaya lokal juga meningkatkan partisipasi dan motivasi belajar anak karena mereka merasa dekat dengan materi yang dipelajari. Guru pun lebih mudah membangun kedekatan emosional dengan anak melalui media bahasa dan budaya yang sudah dikenal. Dalam hal ini, program Rebo Nyunda menjadi wahana edukatif yang Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna. Keberhasilan program ini tentu tidak lepas dari dukungan semua pihak, terutama guru dan orang tua. Dengan demikian, program Rebo Nyunda di TK Negeri Pembina Ciawigebang merupakan contoh implementasi pembelajaran berbasis budaya yang relevan untuk dijadikan Melalui penelitian ini, diharapkan dapat terpetakan bentuk kegiatan yang dilakukan, strategi yang digunakan oleh guru, serta efektivitas kegiatan dalam menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya Sunda. Hasil penelitian ini juga bisa dijadikan dasar untuk pengembangan kebijakan pelestarian budaya lokal di satuan pendidikan. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Dalam hal ini peneliti menganalisis permasalahan sosial yang terjadi serta menghubungkannya dengan Penerapan Pengenalan Bahasa Sunda Melalui Program Rebo Nyunda. Sehingga penelitian ini dapat memecahkan suatu masalah dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk kepentingan banyak orang. Sumber data terdiri dari data primer yaitu Data diperoleh dari kepala sekolah, guru, orang tua, serta peserta didik di lembaga terkait dan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari kajian-kajian tertulis atau penunjang berupa bukti dan catatan yang telah disusun untuk melengkapi data yang berhubungan dengan topik penelian. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data terdiri dari enam langkah yaitu: . Pengumpulan data. Penyempurnaan Data. Pengolahan Data. Analisis data. Proses analisis data. Simpulan hasil penelitian. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penerapan Program Rebo Nyunda Implementasi program Rebo Nyunda dilaksanakan dengan menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa pengantar, memakai pakaian tradisional Sunda. Pengenalan bahasa Sunda terdapat pada proses pembelajaran. Guru tidak sepenuhnya menggunakan bahasa Sunda agar informasi yang disampaikan oleh guru dapat diterima dengan baik oleh anak (Siska Auliani, 2. Berdasarkan hasil penelitian, pengenalan bahasa Sunda melalui program Rebo Nyunda dilaksanakan setiap hari rabu dengan beberapa kegiatan diantaranya pengenalan kosakata dasar atau kosakata sederhana yang sering digunakan, seperti nama-nama benda disekitar anak, warna, angka, dan kata-kata sehari-hari. Selain itu juga melalui lagu dan nyanyian. Dari pengenalan tersebut anak dapat mengenal dan menggunakan kata-kata dasar sehari-hari dalam bahasa Sunda serta dapat memahami intruksi atau perintah sederhana dalam bahasa Sunda. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilaksanakan di TK Negeri Pembina Ciawigebang ditemukan kesenjangan antara teori dan hasil penelitian. Kesenjangan tersebut ada karena TK Negeri Pembina Ciawigebang mengenalkan bahasa Sunda dengan melalui pengenalan kosakata dasar atau kosakata sederhana yang sering Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 digunakan, dan penggunaan bahasa Sunda sepenuhnya diterapkan dari awal penyambutan anak hingga sekolah selesai. Faktor Penghambat Penerapan Pengenalan Bahasa Sunda Melalui Program Rebo Nyunda Faktor penghambat implementasi program Rebo Nyunda dalam pengenalan kosa kata bahasa Sunda, dapat diketahui bahwa faktor penghambatnya adalah belum adanya pelatihan terhadap guru, sarana prasarana yang belum lengkap, dan guru kelas tidak memakai pakaian khas Sunda pada saat program Rebo Nyunda dilaksanakan (Siska Auliani, 2. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat empat faktor penghambat dalam penerapan pengenalan bahasa Sunda, yaitu tidak ada guru khusus bahasa Sunda, kurangnya kemampuan guru dalam menggunakan bahasa Sunda, belum adanya guru yang melakukan pelatihan bahasa Sunda, serta penggunaan bahasa sehari-hari dirumah. Cara menghadapi hambatan tersebut setiap hari rabu guru dan anak dibiasakan menggunakan bahasa Sunda yang baik di sekolah dari awal penyambutan anak sampai sekolah selesai. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilaksanakan di TK Negeri Pembina Ciawigebang tidak banyak ditemukan kesenjangan antara teori dan hasil Kesenjangan tersebut ada karena guru TK Negeri Pembina Ciawigebang kurang kemampuan dalam menggunakan bahasa Sunda dikarenakan tidak ada guru Strategi Guru Dalam Menyelenggarakan Program Rebo Nyunda Strategi guru dalam pengenalan bahasa Sunda yaitu dari baris nadzhom, sebagai salah satu media anak mengenal kosa kata bahasa sunda, kemudian berangkat dari kosakata anak akan belajar memahami makna atau nilai pesan yang terkandung dalam nadzhom tersebut. Hal ini dapat dilihat dari anak mampu menyimak perkataan orang lain dalam Bahasa Sunda, mengikuti menyanyikan nadzhom tauhid, menyebutkan kata yang dikenal dalam bahasa Sunda, mengulang kata dan kalimat sederhana dalam bahasa Sunda. Bahkan anak menjadi senang melakukan kegiatan ngawih nadzhom tauhid (Annisa Mayasari, 2. Berdasarkan hasil penelitian, strategi guru dalam menyelenggarakan program Rebo Nyunda yaitu mengenalkan permainan tardisional yang berbeda-beda agar anak tidak mudah bosan, seperti oray-orayan, pyrypyt jyngkol, dan bermain congklak. Pendekatan, metode, dan strategi tersebut sudah relevan dan memudahkan anak karena sesuai dengan karakteristik peserta didik atau anak usia dini. Untuk mengukur strategi tersebut berhasil dalam mencapai tujuan penerapan Rebo Nyunda yaitu dengan mengamati secara langsung dalam proses pembelajaran apakah anak-anak dapat mengikuti materi pembelajaran sehingga tujuan pengenalan Rebo Nyunda dapat tercapai. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilaksanakan di TK Negeri Pembina Ciawigebang ditemukan kesenjangan antara teori dan hasil penelitian. Kesenjangan tersebut ada karena TK Negeri Pembina Ciawigebang menggunakan strategi yang sederhana dan mudah yaitu dengan cara mengenalkan permainan tradisional yang berbeda-beda, sehingga anak tidak mudah bosan. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengenalan bahasa Sunda melalui program Rebo Nyunda dilaksanakan setiap hari rabu dengan beberapa kegiatan diantaranya pengenalan kosakata dasar atau kosakata sederhana yang sering digunakan, seperti nama-nama benda di sekitar anak, warna, angka, dan kata-kata sehari-hari. Selain itu juga melalui lagu dan nyanyian. Dari pengenalan tersebut anak dapat mengenal dan menggunakan kata-kata dasar sehari-hari dalam bahasa Sunda serta dapat memahami intruksi atau perintah sederhana dalam bahasa Sunda. Faktor penghambat penerapan pengenalan bahasa sunda melalui program Rebo Nyunda yaitu tidak ada guru khusus bahasa Sunda, kurangnya kemampuan guru dalam menggunakan bahasa Sunda, belum adanya guru yang melakukan pelatihan bahasa Sunda, serta penggunaan bahasa sehari-hari di rumah. Cara menghadapi hambatan tersebut setiap hari rabu guru dan anak dibiasakan menggunakan bahasa Sunda yang baik di sekolah dari awal penyambutan anak sampai sekolah selesai. Strategi guru dalam menyelenggarakan program Rebo Nyunda yaitu mengenalkan permainan tardisional yang berbeda-beda agar anak tidak mudah bosan. Untuk mengukur strategi tersebut berhasil dalam mencapai tujuan pengenalan Rebo Nyunda yaitu dengan mengamati secara langsung dalam proses pembelajaran apakah anak-anak dapat mengikuti materi pembelajaran sehingga tujuan pengenalan Rebo Nyunda dapat tercapai. DAFTAR KEPUSTAKAAN Annisa Mayasari. Rohimah Nurul Bayyinah. Indah Wahyu Ningsih . Upaya Menambah Kosa Kata Bahasa Sunda Melalui Kegiatan Menyanyikan Nadzhom Tauhid. Jurnal Tahsinia 3 . , 29-36 Cica Sri Oktapiani. Rudiyanto Rudiyanto. Leli Kurniawati . Kecepatan Menambah Kosakata Bahasa Sunda Anak Melalui Kegiatan Ngawih Pupuh Sunda. Edukids: Jurnal Pertumbuhan. Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini 15 . , 58-73 Dewi. , & Kurniawan. Pelestarian Bahasa Sunda melalui Program Rebo Nyunda di Sekolah Dasar. Jurnal Bahasa dan Sastra, 7. , 133-145. Fitriani. Peran Bahasa Ibu dalam Pengembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini . Jurnal Obsesi, 1. , 56Ae65. Ginanti Dwi Destiadi . Penggunaan Video Pembelajaran Terhadap Penguasaan Kosakata Bahasa Sunda Anak Usia Dini. Tesis S1. Universitas Pendidikan Indonesia. Kurniati. Perkembangan Bahasa Anak dalam Psikologi Serta Implikasinya dalam Pembelajaran. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 17. ,47-56 Kusmiarti. Pembelajaran Bahasa Berbasis Karakter . Bandung: Alfabeta. Lestari. Pentingnya Bahasa Daerah dalam Pendidikan Anak Usia Dini . Jurnal Pendidikan Anak, 3. , 45-52. Matthiessen. Lexicogrammatical Cartography: English Systems. International Language Sciences Publishers. Maudhy Julia Hartanto Putri . Analisis Program Rebo Nyunda Dalam Upaya Mengenalkan Budaya Sunda Pada Anak Usia Dini. Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini 4 . , 87-93, 2022 Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 4 Nomor 2 Desember 2024 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Maudhy Julia Hartanto Putri. Dewi Siti Aisyah. Lilis Karyawati . Analisis Program Rebo Nyunda Untuk Mengenalkan Budaya Sunda Pada Anak Usia Dini. Early Childhood : Jurnal Pendidikan : Vol. 5 No. November 2021. Mufti. Hagia Anisa. AuSosialisasi Program Rebo Nyunda Oleh Ridwan KamilAy Jurnal eProceeding of Management : Vol. No. 1, 2015: ISSN : 2355-9357. Mulyasa. Manajemen PAUD. Jakarta: Kencana. Mustika. , & Ramdani. Bahasa Daerah dalam Ancaman Globalisasi . Jurnal Ilmu Budaya, 8. , 22-33. Nely Yosfiani. Sri Nurhayati . Implementasi Pembelajaran Bahasa Daerah (Sund. Anak Usia Dini Melalui Metode Gerakan Dan Lagu. HIKMAH: Jurnal Pendidikan Islam 12 . Noermanzah Noermanzah . Bahasa Sebagai Alat Komunikasi. Citra Pikiran, dan Kepribadian. Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra, 306-319 Noermanzah, dkk. Retorika dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia . Yogyakarta: Deepublish. Pratiwi. , & Widiastuti. Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal untuk Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5. , 15-28. Rahmawati. , & Suryana. Peran Bahasa Daerah dalam Pembentukan Identitas Budaya Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 11. , 110-121. Siska Auliani, . Implementasi Program Rebo Nyunda Dalam Pengenalan Kosakata Bahasa Sunda Untuk Anak Usia 6 Tahun. Universitas Pendidikan Indonesia Sofa Urwatul Wusqo. Lia Maelani . Jun. Penggunaan Bahasa Sunda pada Mahasiswa PBSI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Tinjauan Sosiolinguisti. Jurnal Bastrindo. Vol. 3 No. Tri Wiratno. Riyadi Santosa . Bahasa. Fungsi Bahasa, dan Konteks Sosial. Modul Pengantar Linguistik Umum, 1-19 Umrati, & Wijaya. Analisis Data Kualitatif Teori Konseo dalam Penelitian Pendidikan. Makassar: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray. Retrieved Wibisono. Mare. Memahami Metode Penelitian Kualitatif. Retrieved from Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Republik Indonesia: https://w. id/artikel/baca/12773/Memahami-MetodePenelitianKualitatif. Yanti. , & Wibowo. Bahasa sebagai Representasi Budaya. Jurnal Linguistik dan Sastra, 5. , 1-10. Yeni Sintia . Pola Komunikasi Guru Dengan Anak Dalam Berbahasa Sunda Pada Program Rebo Nyunda : studi deskriptif di TK Al Fitroh Cipaganti. S1 thesis. Universitas Pendidikan Indonesia.