Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 189 Ae 196 OPTIMALISASI SARANA UJIAN DIGITAL: PENERAPAN DAN SIMULASI UJIAN CBT DI SMAN 1 SUTERA Eka Iswandy1. Lilik Suhery2. Feri Musharyadi3,Asriwan Guci4. Luxfy Roya Azmi5. Ade Putra Nanda6. Yani Maidelwita7. Eka Putri Primasari8 1,2,4,5,6,7,8 Universitas Mercubaktijaya/Prodi S1 Informatika Kesehatan 3Universitas Mercubaktijaya/Prodi S1 Logistik E-mail korespondensi: ekaiswandy. rs@gmail. Abstrak: Latar Belakang : Perkembangan teknologi informasi telah mendorong perubahan signifikan dalam sistem evaluasi pembelajaran di sekolah. Salah satu inovasi yang berkembang adalah ujian berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) yang dinilai lebih efisien, objektif, dan ramah lingkungan dibandingkan ujian berbasis kertas. Namun, penerapannya di sekolah menengah masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan infrastruktur, kurangnya pemahaman guru, serta kesiapan siswa. Menyikapi hal tersebut, tim dosen Universitas MercuBaktiJaya Padang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan fokus pada penerapan dan simulasi ujian CBT di SMAN 1 Sutera. Metode : Kegiatan dilaksanakan pada 3 September 2025 melalui tahapan observasi, persiapan sarana, pelatihan, dan simulasi ujian digital. Sebanyak 40 siswa kelas XII dan guru pendamping terlibat secara aktif dalam praktik penggunaan sistem CBT berbasis jaringan lokal. Hasil : Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesiapan guru serta siswa dalam melaksanakan ujian digital. Laboratorium komputer sekolah dapat dioptimalkan secara efektif, dan pihak sekolah menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan CBT secara berkelanjutan pada ujian selanjutnya. Kata Kunci: Computer Based Test (CBT). Ujian Digital. Literasi Digital. SMAN 1 Sutera Abstract: Background: The development of information technology has driven significant changes in the educational assessment system in schools. One of the innovations is the implementation of Computer-Based Testing (CBT), which is considered more efficient, objective, and environmentally friendly compared to paper-based testing. However, its implementation in secondary schools still faces challenges, such as limited infrastructure, lack of teacher understanding, and student preparedness. In response to this, a team of lecturers from Universitas MercuBaktiJaya Padang carried out a Community Service Program focused on the implementation and simulation of CBT at SMAN 1 Sutera. Method: The activity was held on September 3, 2025, through several stages: observation, preparation of facilities, training, and digital exam simulation. A total of 40 twelfth-grade students and accompanying teachers actively participated in practicing the use of the CBT system based on a local network. Result: The results showed an improvement in understanding and readiness among both teachers and students to conduct digital exams. The school's computer laboratory was effectively optimized, and the school expressed its readiness to continue using CBT in future ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/qyx23v84 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 189 Ae 196 Keywords: Computer-Based Testing (CBT). Digital Examination. Digital Literacy. SMAN 1 Sutera Pendahuluan Ujian berbasis komputer (Computer Based Test atau CBT) merupakan sistem evaluasi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi komputer sebagai alat bantu pelaksanaan ujian. Menurut Wibowo . CBT adalah metode penilaian berbasis teknologi yang memungkinkan peserta ujian menjawab soal secara langsung melalui komputer, sehingga proses pemeriksaan dapat dilakukan secara otomatis dan lebih akurat. Dalam dunia pendidikan. CBT telah menjadi solusi modern untuk menggantikan ujian berbasis kertas yang memerlukan waktu dan biaya lebih besar (Suryani & Rahmawati, 2. Melalui penerapan CBT, sekolah dapat mengefisienkan penggunaan sumber daya, mempercepat proses rekap nilai, serta meminimalkan kesalahan dalam pemeriksaan hasil ujian. Bagi SMAN 1 Sutera, penerapan CBT menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi ujian nasional atau seleksi berbasis komputer yang kini menjadi standar di berbagai lembaga pendidikan dan perguruan tinggi. Sarana digital, seperti laboratorium komputer, jaringan internet, dan perangkat lunak pendukung, merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan berbasis teknologi. Namun, menurut Gunawan . , banyak sekolah di daerah belum memaksimalkan penggunaan fasilitas digital yang mereka miliki, terutama untuk kegiatan evaluasi dan pembelajaran daring. Kegiatan PKM yang dilakukan di SMAN 1 Sutera menjadi upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan laboratorium komputer yang sudah ada agar berfungsi secara lebih luas. Dengan pendampingan dari tim dosen Universitas Mercubaktijaya, sekolah kini dapat menggunakan fasilitas tersebut tidak hanya untuk kegiatan praktikum, tetapi juga untuk pelaksanaan simulasi dan ujian berbasis komputer. Optimalisasi sarana ini berdampak langsung terhadap peningkatan mutu pembelajaran, efisiensi pelaksanaan ujian, serta kesiapan sekolah dalam menghadapi transformasi digital di dunia pendidikan. Menurut Setiawan . , literasi digital adalah kemampuan individu dalam memahami, mengelola, dan memanfaatkan teknologi informasi secara efektif, etis, dan Di era digital saat ini, guru dan siswa dituntut tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara mengelola data dan informasi secara bertanggung jawab. Kegiatan PKM di SMAN 1 Sutera turut berperan dalam meningkatkan literasi digital guru dan siswa. Guru memperoleh pelatihan tentang cara membuat soal digital, mengelola server ujian, dan memantau hasil peserta secara real time. Sementara siswa belajar beradaptasi dengan sistem ujian berbasis komputer, mulai dari login, menjawab soal, hingga mengirim jawaban secara otomatis. Dampak langsungnya adalah peningkatan kemampuan teknis dan kepercayaan diri dalam menghadapi sistem evaluasi digital yang kini menjadi bagian dari kebijakan nasional pendidikan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan wujud nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang ketiga. Berdasarkan Permendikbud No. 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, kegiatan PKM bertujuan untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan hasil penelitian guna memberikan manfaat langsung bagi Melalui kegiatan PKM ini, dosen dan mahasiswa Universitas Mercubaktijaya Padang dapat menerapkan keilmuan di bidang teknologi informasi dan kesehatan untuk mendukung kebutuhan sekolah mitra, khususnya SMAN 1 Sutera. Program ini juga memperkuat sinergi antara universitas dan sekolah dalam pengembangan pendidikan digital serta pembinaan ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/qyx23v84 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 189 Ae 196 berkelanjutan di bidang teknologi pendidikan. Metode Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan PKM ini dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut: Tabel 1. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahapan Kegiatan Uraian Kegiatan Output yang Diharapkan Tahap Persiapan Tahap Pelaksanaan C Melakukan koordinasi dengan pihak sekolah . epala sekolah dan guru TIK) untuk menentukan kebutuhan dan jadwal pelaksanaan kegiatan. C Menyiapkan perangkat lunak Computer Based Test (CBT) berbasis lokal menggunakan jaringan intranet sekolah. C Menyiapkan perangkat keras seperti komputer, server lokal, dan jaringan Wi-Fi yang stabil. C Membuat bahan ajar, panduan pengguna sistem CBT, serta media pendukung seperti spanduk kegiatan. C Sesi pembukaan dan pengenalan teknologi CBT: Tim PKM memperkenalkan konsep dasar ujian digital, manfaat penerapan CBT, serta tata cara penggunaannya. C Demonstrasi sistem CBT: Tim dosen langkah-langkah penggunaan sistem, mulai dari proses login, navigasi soal, hingga pengumpulan C Simulasi langsung oleh siswa: A40 siswa kelas XII mengikuti ujian simulasi menggunakan komputer di laboratorium C Pendampingan guru dan teknisi sekolah: Guru TIK dan operator sekolah dilatih untuk mengelola sistem, termasuk input pengunduhan hasil ujian. C Terbentuk pelaksanaan kegiatan. C Tersedianya sistem CBT berbasis lokal yang siap C Perangkat jaringan siap beroperasi. C Dokumen pendukung dan media publikasi kegiatan selesai disiapkan. C Guru dan siswa memahami konsep serta penggunaan sistem ujian CBT. C Terlaksananya ujian digital secara lancar. C Guru dan teknisi sekolah sistem CBT secara mandiri. C Terbentuknya melaksanakan ujian digital secara berkelanjutan. Tahap Evaluasi Setelah kegiatan simulasi selesai, dilakukan evaluasi melalui: C Kuesioner kepuasan peserta . uru dan sisw. untuk menilai kemudahan penggunaan C Diskusi dan umpan balik terkait kendala teknis, kecepatan sistem, serta kesiapan sarana ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/qyx23v84 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 189 Ae 196 Rekomendasi perbaikan untuk pengembangan sistem CBT dan pelatihan lanjutan bagi Tahap Tindak Lanjut Sebagai tindak lanjut kegiatan, tim PKM memberikan rekomendasi kepada pihak sekolah untuk: C Melaksanakan ujian sekolah secara digital secara bertahap. C Menugaskan satu tim internal . uru TIK dan operator sekola. sebagai pengelola sistem CBT. C Mengembangkan kerja sama berkelanjutan dengan Universitas MercuBaktiJaya Padang untuk peningkatan kapasitas teknologi pendidikan. Alat dan Bahan Dalam pelaksanaan kegiatan digunakan alat dan bahan sebagai berikut: Tabel 2. Alat dan Bahan Alat/Bahan Keterangan Laptop/Komputer Digunakan oleh peserta simulasi CBT Server lokal & jaringan Wi-Fi Sebagai pusat data ujian Aplikasi CBT berbasis web Media pelaksanaan ujian digital Proyektor dan layar Untuk presentasi dan demonstrasi ATK & dokumentasi Untuk kebutuhan administrasi kegiatan Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan kegiatan ini ditetapkan berdasarkan pencapaian berikut: Minimal 80% peserta . uru dan sisw. dapat mengikuti simulasi ujian digital dengan Guru mampu mengelola sistem ujian CBT secara mandiri setelah kegiatan pelatihan. Sekolah dapat mengoptimalkan laboratorium komputer sebagai sarana pelaksanaan ujian berbasis teknologi. Terjalin kerja sama lanjutan antara Universitas MercuBaktiJaya Padang dengan SMAN 1 Sutera dalam pengembangan sistem pendidikan digital. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/qyx23v84 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 189 Ae 196 Gambar 1. Foto Bersama Team PKM dengan guru SMA 1 Sutera Hasil Kegiatan Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMAN 1 Sutera menunjukkan hasil yang sangat positif, baik dari segi pemahaman maupun implementasi sistem ujian berbasis komputer (CBT). Secara keseluruhan, hasil kegiatan ini dapat dibagi dalam beberapa aspek sebagai berikut: Peningkatan Pemahaman Guru Guru-guru yang terlibat dalam kegiatan pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan terkait dengan pengelolaan ujian digital. Sebelum kegiatan ini, sebagian besar guru di SMAN 1 Sutera tidak memiliki pengalaman dalam menggunakan sistem ujian berbasis komputer. Namun, melalui sesi pelatihan yang meliputi cara membuat soal digital, mengelola server ujian, dan memantau hasil ujian secara real-time, para guru kini dapat mengelola sistem CBT dengan percaya diri. Mereka juga dilatih untuk mengatasi berbagai masalah teknis yang mungkin timbul selama pelaksanaan ujian, yang meningkatkan kesiapan mereka untuk melaksanakan ujian berbasis komputer pada ujian mendatang. Kesiapan Siswa Menggunakan Sistem CBT Sebanyak 40 siswa kelas XII yang mengikuti simulasi ujian CBT menunjukkan antusiasme yang tinggi. Selama simulasi, siswa berhasil mengadaptasi diri dengan sistem ujian berbasis komputer yang menggunakan jaringan lokal sekolah. Mereka dapat melakukan login, menjawab soal, dan mengirimkan jawaban secara otomatis tanpa kendala berarti. Hasil ini menunjukkan bahwa siswa dapat beradaptasi dengan cepat dengan teknologi baru dan siap menghadapi ujian berbasis komputer di masa depan. Pengalaman ini juga membantu mereka untuk mengatasi rasa cemas yang mungkin timbul ketika menghadapi ujian berbasis komputer. Optimisasi Penggunaan Laboratorium Komputer Sebelum kegiatan PKM, laboratorium komputer di SMAN 1 Sutera hanya dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran konvensional. Namun, melalui pelatihan dan simulasi CBT, laboratorium komputer kini dapat digunakan lebih efektif untuk tujuan ujian digital. Sistem CBT berbasis jaringan lokal yang diterapkan memungkinkan ujian dapat dilakukan tanpa bergantung pada koneksi internet eksternal, yang sangat penting mengingat keterbatasan akses internet di beberapa daerah. Penggunaan laboratorium komputer yang lebih optimal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan ujian, tetapi juga mendukung perkembangan teknologi pendidikan di sekolah. Keberlanjutan Implementasi CBT Setelah kegiatan ini, pihak sekolah menyatakan kesiapan untuk melaksanakan ujian berbasis komputer secara berkelanjutan. Keberhasilan simulasi ujian digital ini membuktikan bahwa SMAN 1 Sutera telah siap untuk mengimplementasikan sistem CBT dalam ujian sekolah Selain itu, sekolah juga berencana untuk memperluas penerapan sistem CBT ke evaluasi harian dan ujian semester, yang menunjukkan komitmen sekolah dalam meningkatkan ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/qyx23v84 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 189 Ae 196 kualitas evaluasi pembelajaran. Peningkatan Literasi Digital Guru dan Siswa Salah satu dampak langsung dari kegiatan PKM ini adalah peningkatan literasi digital di kalangan guru dan siswa. Guru-guru memperoleh pelatihan tentang cara mengelola ujian digital, sementara siswa belajar menggunakan teknologi dalam evaluasi pembelajaran. Peningkatan literasi digital ini sangat penting, mengingat di era digital saat ini, kemampuan untuk mengelola dan memanfaatkan teknologi informasi dengan baik menjadi keterampilan yang wajib dimiliki oleh semua pihak, baik pendidik maupun peserta didik. Secara keseluruhan, hasil kegiatan ini tidak hanya berhasil mencapai tujuan jangka pendek, yaitu memberikan pelatihan dan simulasi ujian berbasis komputer, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang berupa kesiapan SMAN 1 Sutera untuk mengimplementasikan ujian berbasis komputer secara mandiri. Kegiatan ini juga memperkuat hubungan kerja sama antara Universitas MercuBaktiJaya Padang dan SMAN 1 Sutera, yang membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut dalam penerapan teknologi pendidikan di masa depan. Diskusi Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMAN 1 Sutera bertujuan untuk membantu sekolah mengoptimalkan sarana laboratorium komputer melalui penerapan sistem Computer Based Test (CBT). Berdasarkan hasil observasi awal, sekolah telah memiliki fasilitas perangkat komputer dan jaringan lokal yang memadai, namun pemanfaatannya masih terbatas pada kegiatan pembelajaran konvensional. Melalui pelatihan dan simulasi CBT berbasis intranet lokal, tim dosen Universitas MercuBaktiJaya Padang berupaya memperkenalkan sistem ujian digital yang efisien, akurat, serta mudah diimplementasikan di lingkungan sekolah. Menurut Rahayu & Pratama . , penerapan CBT di sekolah menengah mampu meningkatkan efisiensi waktu, mengurangi risiko kesalahan koreksi, dan mendukung transparansi hasil ujian. Pelaksanaan kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, baik guru maupun Para guru memperoleh pemahaman tentang manajemen sistem ujian digital, mulai dari pembuatan akun, input soal, pengawasan pelaksanaan ujian, hingga pengunduhan hasil ujian. Sementara itu, siswa mendapatkan pengalaman langsung menggunakan sistem CBT melalui simulasi ujian di laboratorium komputer sekolah. Seluruh proses berjalan lancar, tanpa kendala teknis yang berarti. Hasil ini sejalan dengan temuan Saputra dkk. , yang menyatakan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung mampu meningkatkan keterampilan digital guru dan kesiapan siswa dalam menghadapi ujian berbasis komputer secara signifikan. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital di lingkungan SMAN 1 Sutera. Guru menjadi lebih percaya diri untuk mengelola sistem ujian digital, sedangkan siswa lebih terbiasa dengan penggunaan teknologi dalam proses evaluasi pembelajaran. Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung transformasi digital pendidikan. Sebagaimana dijelaskan oleh Handayani & Putra . , kolaborasi antara universitas dan sekolah menengah merupakan strategi efektif dalam mempercepat adopsi teknologi pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital. Dengan demikian, kegiatan PKM ini tidak hanya berhasil mencapai tujuan jangka pendek berupa pelatihan dan simulasi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya digitalisasi sistem evaluasi di satuan pendidikan menengah. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di SMAN 1 Sutera ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/qyx23v84 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 189 Ae 196 dengan tema AuOptimalisasi Sarana Ujian Digital: Penerapan dan Simulasi Ujian CBTAy telah berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang direncanakan. Melalui kegiatan pelatihan dan simulasi, guru dan siswa memperoleh pemahaman serta pengalaman langsung dalam menggunakan sistem Computer Based Test (CBT). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekolah memiliki kesiapan sarana yang memadai untuk mengimplementasikan ujian berbasis komputer secara mandiri menggunakan jaringan lokal tanpa ketergantungan pada internet. Kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital serta kemampuan adaptasi teknologi bagi tenaga pendidik dan peserta didik. Selain itu, kegiatan PKM ini memperkuat hubungan kemitraan antara Universitas MercuBaktiJaya Padang dan SMAN 1 Sutera dalam menjalankan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah memiliki peran penting dalam mempercepat transformasi digital di bidang pendidikan (Handayani & Putra, 2. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berhasil memberikan solusi terhadap kebutuhan sekolah dalam pengelolaan ujian digital, tetapi juga menjadi model pengembangan sistem evaluasi berbasis teknologi di lingkungan pendidikan Saran Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, beberapa saran dapat diajukan untuk keberlanjutan program. Pertama, sekolah disarankan untuk terus mengembangkan dan memperluas implementasi sistem CBT, tidak hanya pada ujian akhir tetapi juga pada kegiatan evaluasi harian dan ujian semester. Kedua, diperlukan pelatihan lanjutan bagi guru TIK dan tenaga administrasi agar mampu melakukan pemeliharaan sistem serta pembaruan perangkat lunak secara mandiri. Ketiga, pihak universitas diharapkan dapat melanjutkan pendampingan melalui kegiatan serupa di sekolah lain, sehingga dampak positif dari kegiatan ini dapat meluas dan mendukung pemerataan literasi digital di wilayah Pesisir Selatan. Selain itu, hasil kegiatan ini dapat dijadikan dasar penelitian atau pengembangan sistem CBT yang lebih adaptif dan terintegrasi dengan kebutuhan sekolah. Sebagaimana disampaikan oleh Rahayu & Pratama . , keberhasilan implementasi ujian berbasis komputer tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia dan dukungan kelembagaan yang Oleh karena itu, diharapkan kegiatan PKM seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari program rutin pengabdian universitas untuk mendukung modernisasi sistem pendidikan di era digital. Ucapan Terimakasih