Jurnal Keperawatan Degeneratif E-ISSN : x-x https://journal. id/index. php/jkd Received December 2024. Accepted December 2024 Vol. No. Januari 2025 Studi Kasus : Bliblioterapi untuk Mereduksi Kecemasan Remaja Di Kelurahan Paninggilan Utara Kecamatan Ciledug Sri Atun Wahyuningsih1. Buntar Handayani2. Della Oktavia Soedjarwo3 Akademi Keperawatan Pelni, atun_pelni@gmail. Akademi Keperawatan Pelni, handayanibuntar@gmail. Akademi Keperawatan Pelni, dellaoktaviasoedjarwo06@gmail. Abstract: Mental health is important to support a person's quality of life. One mental illness that is often experienced is anxiety. Anxiety is a psychological disorder caused by a mental disorder experienced by a person, who usually suffer from this anxiety disorder experiencing excessive worry accompanied by certain signs. The World Health Organization (WHO), estimates that more than 200 million people worldwide suffer from anxiety disorders, and in Indonesia the highest number of sufferers of mental disorders is in DKI Jakarta Province at 3%, with a prevalence of 6% suffering from emotional mental disorders as indicated by symptoms of depression and anxiety. Blibliotherapy is a therapy that uses reading books as a healing method. Blibliotherapy is psychotherapy support that uses books to help someone solve their problems. The aim of this research is to analyze the action of blibliotherapy to reduce anxiety in patients with general anxiety disorder in Paninggilan Utara Village. Ciledug District. The research method used is a quantitative method with a case study design. The research was conducted for 14 days with 6 meetings and the duration of each meeting was 30-60 minutes. The population in this study consisted of 2 respondents. Research results: showed a decrease in anxiety levels in both respondents. Conclusion: blibliotherapy can be used to reduce anxiety levels in patients with anxiety disorders in Paninggilan Utara Village. Ciledug District. Suggestion: for further research, there is a better understanding of conducting research on anxiety and procedures for implementing blibliotherapy in patients with generalized anxiety disorders. Key Words: Anxiety. Blibliotherapy. Mental Health Abstrak: Kesehatan mental merupakan suatu hal penting untuk mendukung kualitas hidup seseorang. Salah satu penyakit mental yang sering dialami salah satunya adalah kecemasan. Kecemasan adalah gangguan psikologis yang disebabkan oleh gangguan mental yang dialami seseorang, yang biasanya penderita gangguan kecemasan ini mengalami khawatir yang berlebihan disertai tanda gejala tertentu. World Health Organization (WHO), memperkirakan 200 juta orang lebih di seluruh dunia mengalami gangguan kecemasan, dan di Indonesia jumlah penderita gangguan jiwa tertinggi terdapat di Provinsi DKI Jakarta sebesar 24,3%, dengan prevalensi sebesar 6% menderita gangguan mental emosional yang ditunjukan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan. Blibliotherapy merupakan suatu terapi dengan penggunaan buku bacaan sebagai salah satu metode penyembuhan, bliblioterapy ini merupakan dukungan psikoterapi yang menggunakan buku untuk membantu seseorang memecahkan masalahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tindakan blibliotherapy untuk mereduksi kecemasan pada pasien gangguan kecemasan umum di Kelurahan Paninggilan Utara Kecamatan Ciledug. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain studi Penelitian dilakukan selama 14 hari dengan 6x pertemuan dan durasi di tiap pertemuan 30-60 menit. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 2 responden. Hasil penelitian: menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan pada kedua responden. Kesimpulan: tindakan blibliotherapy dapat digunakan terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien gangguan kecemasan di Kelurahan Paninggilan Utara Kecamatan Ciledug. Saran: kepada penelitian selanjutnya lebih memahami dalam melakukan penelitian tentang kecemasan dan tatacara pelaksanaan blibliotherapy pada pasien gangguan kecemasan umum. Kata Kunci: Blibliotherapy. Kecemasan umum. Kesehatan Mental __________________________________________________________________________________ Sri Atun Wahyuningsih, et al. Studi Kasus : Bliblioterapi untuk Mereduksi Kecemasan Remaja Di Kelurahan Paninggilan Utara Kecamatan Ciledug JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 1-9 Pendahuluan Organization (WHO), memperkirakan 200 juta orang lebih di seluruh dunia . ,6% dari Kesehatan mental merupakan suatu hal penting untuk mendukung kualitas hidup Penyakit ini lebih berpotensi pada orang Seseorang yang dianggap sehat yang tinggal di negara yang berpenghasilan rendah dan menengah (Putri, 2. Pada menghadapi stressor/masalah dengan selalu 12 tahun terakhir, negara-negara asia kontribusi dalam lingkungannya. Penyakit gangguan mental. Menurut data statistik mental adalah pola perilaku atau psikologis dari studi komunitas di negara-negara Uni individu yang menyebabkan penderitaan Eropa (UE) terdapat 27% dari populasi yang signifikan, disfungsi, dan kualitas hidup yang buruk (Patimah, 2. Salah satu mental (Triana, 2. Berdasarkan data penyakit mental yang sering dialami salah KEMENKES . , 19 juta penduduk satunya adalah kecemasan. Kecemasan Indonesia mengalami gangguan mental adalah gangguan psikologis yang disebabkan mengalami depresi (Widyawati, 2. seseorang, biasanya penderita gangguan Jumlah penderita gangguan jiwa tertinggi kecemasan ini mengalami kekhawatiran di Indonesia terdapat di Provinsi DKI Jakarta sebesar 24,3%, dengan prevalensi Meskipun gangguan ini banyak sebesar 6% menderita gangguan mental muncul di masyarakat, namun tidak jarang emosional yang ditunjukan dengan gejala- terjadi pada orang lain dan tidak menyadari gejala depresi dan kecemasan (KEMENKES, munculnya gangguan tersebut. (Eridani. Hasil penelitian dari University of Queensland di Australia dan Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di Peningkatan angka kejadian gangguan Amerika kecemasan ini mengalami peningkatan yang Serikat Indonesia-National sangat signifikan, dan setiap tahunnya di (AS). Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS), didapatkan hasil berbagai wilayah di dunia diperkirakan akan bahwa 1 dari 20 atau sekitar 5. 5% remaja terus bertambah. World Health Sri Atun Wahyuningsih, et al. Studi Kasus : Bliblioterapi untuk Mereduksi Kecemasan Remaja Di Kelurahan Paninggilan Utara Kecamatan Ciledug JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 1-9 Indonesia mengalami gangguan mental, hal Teknik blibliotherapy ini bertujuan untuk ini berpacu pada manual Diagnostik Dan membantu pasien gangguan kecemasan Statistik Gangguan Mental (DSM-V) yang di American Psychological menemukan ide atau cara melalui buku Association (APA), bacaannya (Arini & Novikayati, 2. nxiety disorde. menjadi Blibliotherapy gangguan paling umum dialami mereka terapeutik yang memanfaatkan buku untuk yang berusia antara 10-17 tahun di Indonesia sekitar 3,7% (Erskine, 2. Blibliotherapy Individu interaksi tiga arah antara pasien, konselor, biasanya disebabkan proses berpikirnya dan buku. Buku yang dibaca juga bukanlah yang salah, salah mempersepsikan sebuah buku biasa melainkan buku yang serupa kejadian biasa, terlebih pasien dengan dengan masalah yang dihadapi pasien gangguan kecemasan ini terpicu oleh stimulus yang tidak jelas sebagai hal yang menceritakan semua masalah yang dialami Brokvec Biasanya Teknik ini memberi kesempatan mungkin orang bertanya-tanya mengapa seseorang bisa merasa khawatir terus- merenungkan masalah yang dialami melalui menerus. Brokvec dan koleganya ini buku (Elisabet Gunawan & Jesika, 2. khawatiran yang berlebihan ini adalah Berdasarkan pemaparan diatas maka pemikiran negatif dari pasien gangguan peneliti tertarik melakukan penelitian menggunakan blibliotherapy sebagai salah Penerapan beberapa teknik kognitif untuk membantu pasien mampu mengalihkan pemikiran negatif menjadi lebih positif, salah satunya kecemasan umum, karena jika tidak dengan teknik blibliotherapy. ditangani akan berdampak buruk dan akan menyebabkan gangguan tingkah laku serta Sri Atun Wahyuningsih, et al. Studi Kasus : Bliblioterapi untuk Mereduksi Kecemasan Remaja Di Kelurahan Paninggilan Utara Kecamatan Ciledug JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 1-9 Tujuan dari penelitian ini sampel sejumlah 2 . orang sesuai dengan kriteria inklusi yaitu seseorang yang mengalami gangguan kecemasan dengan mengontrol gangguan kecemasan. rentang usia remaja sampai dewasa awal. Metode Penelitian kecemasan pada tahap ringan dan sedang. Desain penelitian ini menggunakan seseorang yang memiliki hobi membaca dan metode deskripsi yaitu studi kasus yang dilakukan dengan menjelaskan gambaran/ keadaan suatu populasi yang bersifat berbicara Bahasa Indonesia dan tidak ada faktual secara sistematis, objektif dan gangguan dalam sistem wicara. Penelitian ini dilakukan dengan Hasil Penelitian cara mengumpulkan data, mengklasifikasi, pengelolaan data, membuat kesimpulan Pertemuan dan laporan (Ramadina, 2. Lokasi penelitian ini dilakukan di Jl. menggunakan HARS, sebelum diberikan Mahkota Simprug Raya. Rt. 004 Rw. intervensi blibliotherapy. Paninggilan Utara Kecamatan Ciledug. Tabel 1. Tabel tingkat kecemasan sebelum Responden Hari/Tanggal Tingkat Kecemasan 7 Agustus 2023 Sedang 7 Agustus 2023 Sedang Sumber : Data Primer . Waktu intervensi ini dilakukan pada tanggal 7 Ae 20 Agustus 2023. Peneliti melakukan intervensi di awal pertemuan, dipertengahan dan diakhir pertemuan. Dalam kali pertemuan Berdasarkan table 1 untuk mengetahui melakukan intervensi pada pasien dengan tingkat kecemasan pada masing-masing durasi 30-60 menit. Populasi menggunakan HARS, dan didapatkan hasil penelitian ini adalah responden dengan gangguan kecemasan umum di RT 1 dan Responden I yaitu sedang dengan total 25 RT 2 RW 14 Kelurahan Paninggilan Utara kecamatan Ciledug. Peneliti mengambil Sri Atun Wahyuningsih, et al. Studi Kasus : Bliblioterapi untuk Mereduksi Kecemasan Remaja Di Kelurahan Paninggilan Utara Kecamatan Ciledug JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 1-9 poin, dan pada responden II yaitu sedang dengan total 21 poin. responden bahwasanya terapi ini efektif menurunkan tingkat kecemasan. Pembahasan Faktor penyebab kecemasan ada 2 penyebab yaitu faktor predisposisi dan Kecemasan yang terjadi pada tiap responden, gangguan kecemasan yang terjadi ini memerlukan perhatian khusus terdapat 3 aspek, aspek biologi, psikologis, dan penanganan agar tidak mengarah ke dan sosial budaya. Pada responden I dan II tidak dilakukan pemeriksaan penunjang diterapkan intervensi blibliotherapy untuk untuk mengetahui aspek biologi penyebab kecemasan yang dialami, akan tetapi dari gangguan kecemasan umum. Intervensi tanda dan gejala yang ditunjukan dari kedua ini dilakukan selama 14 hari kepada dua responden didapatkan hasil norephinefrin responden sebanyak 6 kali pertemuan Pada Terdapat penurunan tanda menyebabkan pengaturan gerak motorik dan gejala setelah diberikan intervensi mengakibatkan tremor. Sedangkan efek questioner HARS yang diberikan sebelum yang dihasilkan dari hormon serotonin dan sesudah intervensi terdapat hasil yang cukup baik. Intervensi yang diberikan pada pasien gangguan makan seperti tidak nafsu makan, gangguan kecemasan adalah intervensi yang gangguan tidur dan mual muntah yang dipilih oleh peneliti dalam penelitian. disebabkan efek dari perifer lain seperti Intervensi blibliotherapy ini bertujuan untuk motilitas gastriointestinal. Dan terakhir membantu pasien gangguan kecemasan disebabkan oleh hormon GABA dimana menemukan ide atau cara melalui buku mengalami gangguan tidur, dan gangguan bacaannya (Arini & Novikayati, 2. Dibuktikan oleh peneliti dengan data berkonsentrasi ini biasanya disebabkan Sri Atun Wahyuningsih, et al. Studi Kasus : Bliblioterapi untuk Mereduksi Kecemasan Remaja Di Kelurahan Paninggilan Utara Kecamatan Ciledug JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 1-9 terhadap seseorang yang membahayakan Sigmund identitas diri, harga diri, dan fungsi sosial Freud dibedakan menjadi dua yaitu id dan yang terintegrasi. pada kedua responden superego, responden I mengatakan bahwa ada keinginan untuk menikah lagi tetapi gangguan kecemasan ini adalah karena pacarnya kasar, akhirnya mengurungkan diri adanya ancaman terhadap diri sehingga untuk menikah dan karena ada trauma menurunnya ketidakmampuan seseorang masa lalu. Sedangkan pada responden II, dirinya mengatakan menyukai saat sendiri diakibatkan oleh penyebab dari gangguan dan takut bila bertemu orang baru, namun kecemasan yang dialami. Aspek karena harus bekerja dan pasti bertemu Pertemuan pertama yang dilakukan dengan orang baru, sehingga memutuskan yakni membina hubungan saling percaya untuk menyesuaikan diri dan jika memang pada pasien dapat berjalan dengan efektif, sudah tidak kuat bila di keramaian orang menimbulkan rasa percaya pasien, dan maka dirinya akan menenangkan dirinya ke pasien merasa puas terhadap pelayanan suatu tempat untuk menenangkan dirinya. keperawatan (Fajrullah & Yulia, 2. Dan faktor predisposisi yang terakhir adalah Pertemuan pertama ini juga bertujuan sosial budaya, dimana pada faktor ini tidak ada pengaruh terhadap rasa cemas yang terhadap gangguan kecemasan, respon dialami responden, dimana rasa cemas ini terhadap kecemasan dan menjelaskan cara dialami karena adanya peristiwa di masalalu yang membuat responden trauma. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan peneliti melakukan evaluasi. Hasil evaluasi dari blibliotherapy yang presipitasi dibedakan menjadi dua yaitu: dilakukan selama 14 hari ini mengalami penurunan tanda dan gejala kecemasan. Menurut Sutejo gambaran diri seseorang seperti Pada responden I, di hari pertama sebelum didapatkan hasil 25 poin dengan tanda Sri Atun Wahyuningsih, et al. Studi Kasus : Bliblioterapi untuk Mereduksi Kecemasan Remaja Di Kelurahan Paninggilan Utara Kecamatan Ciledug JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 1-9 gejala seperti merasa cemas, takut akan intervensi pada responden I dan II. pikiran sendiri, tegang, mudah terkejut. Responden I lebih baik dalam menangis, gelisah, takut bertemu orang dibandingkan dengan responden II dengan kerumunan orang banyak, terbangun ditandai hasil skor evaluasi tanda gejala pada malam hari, sering mimpi buruk, kecemasan setelah diberikan intervensi sulit berkonsentrasi, pelupa, perasaan blibliotherapy selama 14 hari. Kemudahan berubah-ubah sepanjang hari, merasa penelitian adalah respon pasien yang lesu, jantung berdebar-debar, dada terasa terbuka dan kooperatif. Kesulitan adalah sesak, berat badan menurun, sering buang saat awal berinteraksi dengan responden I air kecil, mudah berkeringat, dan merasa dan II yang masih merasa malu untuk tidak tenang. Sedangkan pada responden II, didapatkan hasil 21 poin dengan tanda membina hubungan saling percaya kepada gejala seperti merasa cemas, memiliki responden I dan II. Masih jarangnya untuk firasat buruk, berfikiran negatif, merasa mendapatkan jurnal yang akan digunakan tegang, tidak bisa beristirahat dengan tenang, gemetar, takut bertemu orang, penelitian karena jumlah jurnal yang sulit berkonsentrasi, perasaan berubah terkait dengan judul sangat sedikit dan ubah sepanjang hari, jantung berdebar- sulit didapatkan. debar, nyeri dan tertekan di dada, mual Kesimpulan muntah, keringat dingin, pusing, dan merasa gelisah disertai jari-jari gemetar. Penelitian Sedangkan setelah di lakukan intervensi intervensi blibliotherapy terbukti dapat tiap responden mengalami penurunan menurunkan tingkat kecemasan, tujuan dari penelitian ini adalah teridentifikasi responden I hasil skor setelah dilakukan dan teranalisa intervensi blibliotherapy intervensi mendapat 18 poin sedangkan dalam mengontrol gangguan kecemasan. pada responden II didapatkan hasil 19 Hasil evaluasi intervensi blibliotherapy yang dilakukan selama 14 hari terbukti Uraian keberhasilan peneliti dalam melakukan Sri Atun Wahyuningsih, et al. Studi Kasus : Bliblioterapi untuk Mereduksi Kecemasan Remaja Di Kelurahan Paninggilan Utara Kecamatan Ciledug JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 1-9 terdapat penurunan tanda dan gejala merasa tidak tenang. Sedangkan pada kecemasan pada kedua responden. responden II, responden ini tidak mengerti sebab kecemasannya bahkan sampai tidak tingkat kecemasan berada di tingkat tahu bahwa dirinya menderita kecemasan kecemasan sedang dengan poin 25, jadi tidak pernah berupaya untuk berobat dengan tanda dan gejala yang dirasakan ke psikiater. Oleh karena itu peneliti mudah merasa cemas, takut akan pikiran sendiri, merasa tegang, mudah terkejut, guna menurunkan tingkat kecemasan merasa gelisah, takut bertemu dengan kedua responden, dan terbukti setelah orang asing dan takut bila ditinggal sendiri, takut jika berada di kerumunan pada kedua responden tingkat kecemasan yang dialami kedua responden tersebut Responden I sebelum berubah-ubah mengalami penurunan. Jantung berdebar dan sesak nafas, mudah Pada responden I yang sebelum berkeringat dan merasa tidak tenang. diberikan intevensi blibliotherapy tingkat Sedangkan pada responden II tingkat kecemasan berada di tingkat kecemasan kecemasan sebelum intervensi berada di sedang dengan poin 25, lalu menurun ke tingkat kecemasan sedang dengan poin ringan dengan poin 18. pada responden II 21, dengan tanda gejala sebagai berikut: merasa cemas, selalu berprasangka buruk, kecemasan berada di tingkat kecemasan takut akan pikiran sendiri, merasa tegang, sedang dengan poin 21, lalu menurun ke gemetar, takut bila bertemu dengan orang ringan dengan poin 19. Berdasarkan data penurunan kecemasan pada responden I berubah ubah sepanjang hari, jantung berdebar, sering sakit kepala, merasa blibliotherapy ini terbukti efektif, pasien gelisah, dan jari-jari gemetar. merasa senang, dapat berbicara dengan orang lain. Pada Responden I, sudah berusaha mengobati kecemasan II, berobat ke psikiater karena merasa cemas yang mengganggu kehidupannya dan Sri Atun Wahyuningsih, et al. Studi Kasus : Bliblioterapi untuk Mereduksi Kecemasan Remaja Di Kelurahan Paninggilan Utara Kecamatan Ciledug JKD. Vol. No. 2 Desember 2023 : 1-9 Daftar Pustaka