Jurnal Pendidikan Sultan Agung JP-SA Volume 2 Nomor 3. Oktober Tahun 2022 Hal. 279 Ae 291 Nomor E-ISSN: 2775-6335 SK No. 27756335/K. 4/SK. ISSN/2021. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sultan Agung Semarang Jl. Kaligawe Raya KM. 4 Kecamatan Genuk Semarang 50112 Jawa Tengah Indonesia Alamat website: http://jurnal. id/index. jpsa/index ================================================================== ANALISIS KESESUAIAN KONTEN BUKU MATEMATIKA KELAS VII SEKOLAH PENGGERAK BERDASARKAN KRITERIA BELL Fatkulil Ambar1*. Imam Kusmaryono2. Nila Ubaidah3 Pendidikan Matematika. Universitas Islam Sultan Agung Email: fatkulilambar@std. 1,2,3 Abstrak Penelitian ini bertujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian konten dalam buku teks matematika SMP kelas VII program sekolah penggerak terbitan Kemdikbudristek tahun 2021 berdasarkan kriteria Bell. Latar belakang dari penelitian ini adalah pentingnya penggunaan buku teks yang tepat untuk siswa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika. Metode penelitian yaitu kuantitatif deskriptif, subjek dalam penelitian adalah penyajian konten dalam buku teks matematika SMP kelas VII program sekolah penggerak terbitan Kemdikbudristek tahun 2021 yang terdiri dari 7 Bab, yang akan di analisis menggunakan 21 indikator kriteria Bell yang berkaitan dengan materi matematika. Hasil analisis berupa persentase tingkat kesesuaian penyajian konten berdasarkan indikator kriteria Bell. Hasil penelitian diperoleh pada Bab 1 bilangan bulat presentase 71%,Bab 2 aljabar presentase 76%. Bab 3 persamaan linear presentase 95% . Bab 4 perbandingan senilai dan perbandingan berbalik nilai presentase 81%. Bab 5 bangun datar presentase 86%. Bab 6 bangun ruang presentase 90%, dan Bab 7 menggunakan data diperoleh presentase 76%. Hasil ratarata persentase tingkat kesesuaian pada buku teks matematika SMP untuk setiap Bab berdasarkan kriteria Bell dengan kategori sangat baik rata-rata hasil analisis sebesar 82%. Kata Kunci: Analisis. Buku Teks. Konten. Kriteria Bell. Abstract This study aims to determine the level of conformity of the content in the mathematics textbooks for class VII SMP, the driving school program published by the Ministry of Education and Culture in 2021 based on Bell's criteria. The background of this research is the importance of using the right textbook for students in improving the quality of mathematics learning. The research method is descriptive quantitative, the subject in the study is the presentation of content in the mathematics textbooks for class VII SMP, the driving school program published by the Ministry of Education and Culture in 2021, which consists of 7 chapters, which will be analyzed using 21 indicators of Bell's criteria related to mathematical material. The results of the analysis in the form of the percentage level of suitability of content presentation based on the Bell criteria indicators. The results obtained in Chapter 1 percentage integers 71%. Chapter 2 algebra percentage 76%. Chapter 3 linear equations 95% percentage. Chapter 4 comparisons worth and comparisons reversed percentage values 81%. Chapter 5 flat shapes 86% percentages. Chapter 6 wakes 90% space percentage, and Chapter 7 using the data obtained a percentage of 76%. The average result of the percentage level of conformity in junior high school mathematics textbooks for each chapter is based on Bell's criteria with the very good category, the average analysis result is 82%. Keywords: Analysis. Textbook. Content. Bell Criteria. Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 2. Nomor 3. Oktober Tahun 2022 PENDAHULUAN Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sudah meluncurkan Program Sekolah Penggerak dengan tujuan sasaran pada sekolah negeri maupun sekolah swasta di seluruh Indonesia. Program ini dengan tujuan untuk memberi fasilitas sekolah untuk menciptakan generasi pembelajar sepanjang hayat yang mempunyai kepribadian Pelajar Pancasila. Pembelajaran penyelenggaraan asesmen dari hasil belajar siswa dilakukan holistik dengan mencakup kompetensi , numerasi, literasi, dan karakter. Matematika mempunyai peran penting untuk memajukan ilmu pengetahuan teknologi dan termasuk dasar ilmu yang berpengaruh dalam sendi pendidikan yang tidak dapat ditinggalkan, dan dibutuhkan dalam suatu peroses pembelajaran untuk mendapat Matematika masih dianggap sebagai pelajaran yang susah dan tidak di minati siswa di Indonesia, sehingga persepsi ini berimbas pada minat belajar dan pemahaman matematika dari siswa yang cenderung menurun. Padahal pada pembelajaran matematika siswa disiapkan agar mampu membentuk pola pikir dari definisi yang disajikan, dengan harapan siswa mampu memahami dan terbentuk soft skill dan hard skill siswa (Ubaidah & Wijayanti, 2. Kusmaryono, et al. menyampaikan tentang rendahnya prestasi siswa Indonesia di bidang matematika, tidak lepas dari adanya miskonsepsi dalam pengajaran. Beberapa hasil penelitian menjelaskan masih banyak siswa mengalami kesalahan konsep dalam kegiatan pembelajaran (Melisari et al. , 2. (Melisari et al. , 2. Kesalahan konsep bila terjadi terus menerus akan mengakibatkan rusakanya sistem konstruksi kognitif oleh siswa mengenai matematika. Matematika merupakan ilmu yang jelas dan tertata rapi, matematika akan menjadi ilmu yang rapuh ketika mempelajari terjadi kesalahan pemahaman konsep, dengan hal tersebut harus dilaksanakan tindakan konkrit agar dapat membantu siswa dan guru saat mempelajari matematika (Rizkianto & Santosa, 2. Di Indonesia mutu pendidikan masih rendah dan inovasi-inovasi baru perlu di kembangankan (Primayana, 2. Semakin rendah pencapaian prestasi belajar peserta didik pada matematika di Indonesia telah menjadi perhatian serius di bidang pendidikan (Kusmaryono et al. , 2. Fatkhuli Ambar, dkk. Analisis Konten Buku AjarA . Dilihat dari kondisi yang sudah dijelaskan dapat dilihat kalau pendidikan matematika jauh dari harapan, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika harus dilaksanakan usaha. Guna meningkatkan mutu pendidikan bisa dilakukan menggunakan sumber buku siswa (Siscasari R et al. , 2. Buku siswa tersebut adalah buku paket atau buku teks, kumpulan kertas yang dijilid dengan sampul berupa kertas tebal bisa disebut buku paket (Wahidah et al. , 2. Buku matematika yang digunakan pada program sekolah penggerak adalah buku teks matematika SMP kelas VII program sekolah penggerak penerbit Kemdikbudristek Buku ini diterjemahkan dan disadur dari buku asli berjudul Mathematics for Junior High School yang disusun dan diterbitkan oleh Gakko Tosho Co. Ltd. Sesuai dengan pernyataan Cahyono & Adilah . bahwa kemampuan siswa sangat berpengaruh terhadap perbedaan dalam penggunaan kualitas buku teks pelajaran, kerena buku teks pelajaran salah satu perangkat inti yang penting saat proses pembelajaran Materi matematika pada buku teks tidak hanya harus tepat dan benar, akan tetapi materi tujuan pembelajaran siswa juga harus disesuaikan. Oleh sebab itu, analisis pada buku teks matematika perlu dilakukan yang sudah diterbitkan dengan menggunakan kiteria tertentu yang telah tersandar, salah satunya dengan kriteria Bell. Terdapat empat kriteria Bell yang dapat digunakan untuk mengevaluasi buku pelajaran matematika yaitu: kriteria yang berhubungan dengan materi matematika, . kriteria yang berhubungan dengan metode penyampaian materi,. kriteria yang berhubungan dengan karakteristik fisik, dan . kriteria yang berhubungan dengan petunjuk untuk guru (Beni et al. , 2. Dalam hal ini yang menjadi fokus perhatian adalah konten penyajian materi pada buku teks menggunakan kriteria Bell yang pertama. Berdasarkan uraian di atas peneliti akan menganalisis buku buku teks matematika SMP kelas VII berjudul AuMatematika untuk Sekolah Menengah PertamaAy program sekolah penggerak terbitan Kemdikbudristek tahun 2021 menggunakan kriteria Bell yang pertama dengan 21 indikator yang bertujuan Untuk mengetahui tingkat Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 2. Nomor 3. Oktober Tahun 2022 kesesuaian konten dalam buku teks matematika SMP kelas VII program sekolah penggerak terbitan Kemdikbudristek tahun 2021 berdasarkan kriteria Bell. METODE PENELITIAN Metode Penelitian Jenis penelitan yaitu penelitian deskriptif kuantitatif, penelitian deskriptif dilakukan dengan cara mencari informasi, dijelaskan dengan jelas tujuan dalam penelitian, dan analisis dilakukan untuk menggambarkan hasil yang diperoleh, pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif karena hasil dari penelitian berupa angka Sumber data yang menjadi fokus penelitian di dapatkan dari konten penyajian materi pada buku teks matematika SMP kelas VII berjudul AuMatematika untuk Sekolah Menengah PertamaAy program sekolah penggerak terbitan Kemdikbudristek tahun 2021. Berisi 7 Bab yaitu Bab 1 bilangan bulat. Bab 2 aljabar. Bab 3 persamaan linear. Bab 4 perbandingan senilai dan perbandingan berbalik nilai. Bab 5 bangun datar. Bab 6 bangun ruang, dan Bab 7 menggunakan data. Instrumen penelitian menggunakan lembar validasi yang digunakan untuk memvalidasi Instrumen analisis kesesuaian buku berdasarkan kriteria Bell dengan validator dosen prodi pendidikan matematika. Ditentukan nilai rata-rata dari semua indikator pada lembar validasi (V. Nilai (V. ditentukan guna melihat tingkat kevalid an Dalam penentuan (V. merupakan modifikasi yang dilakukan (Hobri, 2. Terdapat langkah perhitungan sebagai berikut: . Menentukan rata-rata hasil penilaian validasi semua validator dengan persamaan . digunakan setiap indikator: ycoycn = Ocycyc=1 ycOycycn yc Dengan ycOycycn = Data nilai validator ke j terhdap indikator ke i yc = Banyaknya validator . Menentukan nilai rata-rata dari keseluruhan indikator (V. menggunakan persamaan: ycOyca = Ocycu ycn=1 yaycn ycu Fatkhuli Ambar, dkk. Analisis Konten Buku AjarA . Dengan ycOyca = Nilai Rata-rata kesluruhan untuk semua indikator. yaycn = Rata-rata nilai untuk indikator i ycu = Banyaknya indikator Setelah mendapat nilai ycOyca rata rata total semua indikator selanjutnya diberikan dengan acuan tabel untuk menentukan tingkat ke validan instrumen. Tabel 1. Kategori tingkat kesesuaian Nilai ycyeC Tingkat Kevalidan ycOyca = 5 Sangat Valid 4 O ycOyca < 5 Valid 3 O ycOyca < 4 Cukup Valid 2 O ycOyca < 3 Kurang Valid 1 O ycOyca < 2 Tidak Valid Sumber: (Hobri, 2. Setelah intrumen dinyatakan valid maka dilakukan analisis menggunakan Instrumen analisis kesesuaian buku berdasarkan kriteria Bell. Dengan mengisi form verivikasi analisis dengan menggunakan 21 indikator kriteria Bell. Setelah dilakukan analisis dapat diukur persentase kesesuaian. Dari presentase yang sudah di peroleh dari hasil kesesuaian buku selanjutnya dikategorikan dengan perdikat yang sesuai dengan presentase berdasarkan tabel 2 menurut Arikunto . Kategori dari prosentase kesesuaian materi sebagai berikut: adalah sebagai berikut. Tabel 2. Kategori Presentase Kesesuaian Buku Presentase Kesesuaian Kategori 80% < ycE O 100% Sangat Baik 60% < ycE O 80% Baik 40% < ycE O 60% Cukup 20% < ycE O 40% Kurang ycE O 20% Sangat Kurang Sumber: Arikunto . Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 2. Nomor 3. Oktober Tahun 2022 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Validasi Instrumen Sebelum melakukan penelitian dilakukan validasi untuk instrumen analisis keseuaian buku berdasarkan kriteria Bell, validasi dilakukan oleh dosen prodi pendidikan matematika universitas islam sultan agung semarang, diperoleh hasil validasi sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Validasi Instrumen Indikator Petunjuk pengisian lembar analisis kesesuaian buku berdasarkan kriteria Bell bisa dipahami dan Instrumen pertanyaan menggunakan tata bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar serta menggunakan bahasa yang Instrumen pertanyaan indikator untuk menganalisis kesesuaian buku berdasarkan kriteria Bell sesuai dan dapat digunakan yesyeO ycyeC Validator Berdasarkan hasil validasi diperoleh pada tabel 4. 1 maka dapat dinyatakan bahwa instrumen penelitian pada kategori sangat valid atau valid, sehingga instrumen dapat digunakan, tidak perlu dilakukan revisi atau validasi ulang Hasil Analisis Penyajian Konten Hasil analisis konten terhadap buku teks pada bab 1 sampai bab 7 berdasarkan kriteria Bell yang pertama, mengenai materi matematika dengan 21 indikator yang dilakukan secara mendalam, berikut disajikan hasil analisis pada tabel berikut: Bab Materi Bilangan bulat Tabel 4. Hasil Analisis Penyajian Konten Indikator yang sesuai kriteria Indikator yang tidak Bell sesuai kriteria Bell Indikator ke Presentase Indikator ke presentase 1,2,4,5,6,7,8,9,10,1 3,12,14,16,1 1,13,15 ,18,20,21 Fatkhuli Ambar, dkk. Analisis Konten Buku AjarA . Aljabar 1,2,4,5,6,8,9,10,11, 12,13,15 ,17,18,20, 3 Persamaan linear 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10, 11,12,13,14,15,16,1 7,18,20,21 Perbandingan 1,2,3,4,5,6,7 ,9,10,1 senilai dan 1,12,13,14,15,17,18 , 20 berbalik nilai Bangun datar 1,2,4,5,6,8,9,10,11, 12,13,14,15,16,17,1 8, ,20,21 Bangun ruang 1,2,3,4,5,6,7,9,10,1 1,12,13,14,15,16,17 ,18,19,20,21 Menggunakan 1,2,4,5,6,8,9,10,11, 12,13,15,17,18, ,20. Rata-rata 3,7,14,16,19 8,16,19,21 3,7,19 8,19 3,7,14,16,19 Pembahasan Pada Bab 1 hasil analisis yang sudah dilakukan diperoleh 15 indikator kriteria Bell yang sesuai pada penyajian konten bilangan bulat. indikator 1, fakta konsep prinsip dan ketrampilan pada penyajian konten bilangan bulat sudah sesuai, hasil pengamatan pada Bab bilangan bulat dapat dilihat fakta tentang pemahaman bilangan bulat disajikan dengan jelas bahwa bilangan 8 lebih dari 0 dan disertai penjelasan dari pernyataan tersebut. Pada konsep pengurangan bilangan positif dan negatif dijelaskan dengan benar. Selain itu konsep matematika juga terdapat pada Indikator 5, dari hasil analisis konsep pada bilangan bulat disajikan dengan benar mengenai penjelasan membandingkan dua bilangan dengan penjelasan konsep yang jelas. Prinsip operasi bilangan bulat sesuai pada penyajian konten. Pada indikator 10, dapat dilihat pada penyajian konten Penyajian mengenai membandingkan besarnya bilangan bulat di jelaskan dengan penekanan konsep menggunakan garis bilangan. Pada indikator 2 dapat dilihat dari hasil penelitian sesuai, karena pada penyajian konten terdapat simbol matematika, standar dan notasi lain yang digunakan. Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 2. Nomor 3. Oktober Tahun 2022 simbolik dan notasi untuk mengembangkan kefasihan dalam materi bilangan bulat, terdapat dalam buku pada sifat komutatif, simbol matematika digambarkan lebih eksternal dari konsep. Selain pada sifat komutatif ,penggunaan simbol matematika dijelaskan, contoh pada simbol kurang dari dan lebih dari. Pada indikator 4 apakah dalam buku penyajian konten terlalu simbolis dan abstrak? Seperti dijelaskan pada indikator 2, simbol matematika terdapat pada buku dan diberikan pejelasan pada penggunaan simbol yang terdapat pada penyajian konten. Pada indikator 6, struktur yang mendasari dari bilangan bulat jelas, yaitu bilangan positif dan negatif yang digambarkan dan dijelaskan menggunakan garis bilangan, sehingga pemahaman mengenai struktur bilangan bulat pada konten disajikan. Selanjutnya pada indikator 7, dari hasil analisis pada bab bilangan bulat terdapat sejarah matematika, sejarah matematika membahas asal mula penggunaan simbol negatif dan simbol positif. Pada indikator 8, dapat dilihat tingkat ketelitian dan ketepatan sesuai dan tepat untuk siswa, pada penyajian konten diberi warna yang berbeda agar siswa lebih mudah dalam Selain itu tingkat ketelitian dapat dilihat saat operasi bilangan bulat, penjelasan dengan garis bilangan tepat untuk siswa dan mepermudah pemahaman. Dan dalam mengubah kalimat matematika tingkat ketelitian tepat untuk siswa karena pada contoh sudah disajikan penjelasan. Dari hasil analisis pada indikator 9, pada Bab bilangan bulat menggunakan pendekatan yang tepat yaitu matematika modern, pada penyajian konten pada pembagian bilangan bulat siswa diminta untuk menemukan agar siswa lebih fokus dan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Pada indikator 11, mengenai pembuktian dari konten yang disajikan dilihat dari hasil analisis sesuai dan tepat, karena dapat dilihat terdapat bentuk logis dan valid yang digunakan dalam penyajian konten yaitu pembuktian eksponen yang Hasil analisis pada indikator 13 mengenai pemecahan masalah matematika sesuai, pemecahan masalah digunakan yaitu dalam menyelesaikan masalah sehari hari yang dapat diselesaikan menggunakan konsep bilangan bulat. Selain itu permasalahan sehari hari yang dapat diselesiakan menggunakan bilangan bulat pada permainan kartu dan menghitung jarak antardua stasiun pada penyajian konten dijelaskan. Selanjutnya pada Fatkhuli Ambar, dkk. Analisis Konten Buku AjarA . indikator 15, saat topik baru dalam buku pada konten diperkenalkan, hubungannya dengan topik sebelumnya jelas. Pada bilangan bulat dengan materi sebelumnya pada jenjang Sekolah Dasar saling berhubungan dan jelas sehingga struktur bilangan bulat jelas. Pada indikator 18, dilihat terdapat perbedaan penggunaan istilah dalam bilangan mengenai suku positif dan suku negatif, ditunjukan dalam bab bilangan bulat. Selain pada suku positif dan suku negatif pada penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat perbedaan penggunaan istilah digunakan. Pada indikator 20 bukti dan dugaan dalam buku dibuat dengan jelas, dalam penyelesaian soal diberikan penjelasan jawaban tersebut dapat Selanjutnya pada indikator 21 topik yang diajarkan dalam kursus termasuk dalam buku, dalam memahami konsep bilangan dilengkapi operasi dan urutan. Perbaikan untuk indikator yang tidak memenuhi berdasarkan kriteria Bell indikator 3, 12,14,16,17 dan 19. Gambar 4. 1 Gambar Analisis Indikator 3 Bab 1 Kesalahan pada indikator 3 terdapat pada halaman 144 terdapat kesalahan penulisan yang sudah ditunjukan pada gambar di atas seharusnya penulisan yang benar yaitu pernyataan. Gambar 4. 2 Gambar Analisis Indikator 12 Bab 1 Pada indikator 12 tidak terdapat penekanan dalam pembuktian dari tanda hasil bagi pada bilangan tidak dijelaskan. Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 2. Nomor 3. Oktober Tahun 2022 Gambar 4. 3 Gambar Analisis Indikator 14 Bab 1 Kesalahan pada indikator 14 dan indikator 17 pada penjelasan mengenai tanda positif dan negatif pada perkalian tidak terdapat pembuktian dari pernyataan mengenai perkalian dengan menggunakan tanda positif, negatif, dan nilai mutlak. Gambar 4. 4 Gambar Analisi Indikator 16 Bab 1 Kesalahan pada indikator 16, pada contoh soal penyajian konten dalam menghitung hasil pembagian bilngan-bilangan belum diselesaikan namun pada cara perhitungan dibawah disajikan menggunakan soal yang berbeda, hal ini dapat mempengaruhi pemahaman siswa, seharusnya contoh soal yaitu 7 : 3 diselesaikan terlebih dahulu baru diberi conrtoh untuk perhitungan (Oe 3 ) : (Oe . = 1. Selanjutnya kesalahan pada indikator 19 tidak ada perbedaan yang jelas antara istilah yang ditunjukan dan tidak ditentukan pada theorema. Fatkhuli Ambar, dkk. Analisis Konten Buku AjarA . SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat diperoleh kesimpulan: Persentase kesesuaian penyajian konten pada buku teks matematika SMP kelas VII program sekolah penggerak terbitan Kemdikbudristek tahun 2021 berdasarkan kriteria Bell diperoleh kesimpulan bahwa pada Bab 1 bilangan bulat diperoleh presentase 71% . Bab 2 aljabar diperoleh presentase 76% . Bab 3 persamaan linear 95% . angat bai. Bab 4 perbandingan senilai dan perbandingan berbalik nilai 81% . angat bai. Bab 5 bangun datar 86% . angat bai. Bab 6 bangun ruang 90% . angat bai. , dan Bab 7 menggunakan data diperoleh presentase 76% . Dengan demikian rata-rata tingkat kesesuaian penyajian konten buku teks terhadap kriteria Bell sebesar 82%. Presentase ketidaksesuaian penyajian konten pada buku teks matematika SMP kelas VII program sekolah penggerak terbitan Kemdikbudristek tahun 2021 berdasarkan kriteria Bell diperoleh kesimpulan bahwa pada Bab 1 bilangan bulat diperoleh presentase 29% . idak sesua. Bab 2 aljabar diperoleh presentase 19% . idak sesua. Bab 3 persamaan linear 5% . idak sesua. Bab 4 perbandingan senilai dan perbandingan berbalik nilai 19% . idak sesua. Bab 5 bangun datar 14% . idak sesua. Bab 6 bangun ruang 10% . idak sesua. , dan Bab 7 menggunakan data diperoleh presentase 24% . idak sesua. Dengan demikian rata-rata ketidaksesuaian penyajian konten buku teks dengan terhadap kriteria Bell sebesar 18%. Hasil analisis persentase yang diperoleh 82% dengan kategori sangat baik, menunjukan bahwa buku dinyatakan layak untuk digunakan dengan beberapa saran SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dalam analisis penyajian konten buku teks matematika SMP kelas VII program sekolah penggerak terbitan Kemdikbudristek tahun Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volume 2. Nomor 3. Oktober Tahun 2022 2021 telah ditemukan beberapa ketidaksesuaian dalam penyajian konten buku tersebut, oleh karena itu peneliti memberikan saran sebagai berikut. Perlu adanya perbaikan pada beberapa bagian bab tentang tata tulis dan penyajian konsep matematika sebagaimana masukan dalam perbaikan buku dapat dilihat pada Tabel 4. 3, 4. 4, 4. 5, 4. 6, 4. 7, 4. Sebelum digunakan dalam pembelajaran sebaiknya guru membaca dan memahami secara mendalam tentang penyajian materi matematika tiap bab untuk mengantisipasi adanya kesalahan konsep maupun tata tulis. DAFTAR PUSTAKA