Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 96-106 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 PENGARUH PERBEDAAN JENIS PELARUT TERHADAP KADAR FLAVONOID TOTAL BATANG KECOMBRANG (Etlingera elatio. Syilvi Adini1*. Vina Prihartati1. Sofi Nurmay Stiani1. Yusransyah Yusransyah1 Prodi Farmasi. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang Email1: silviaddini29@gmail. Artikel diterima: 2025-05-18. Disetujui: 2025-10-21 DOI: https://doi. org/10. 36387/jiis. ABSTRAK Batang kecombrang (Etlingera elatio. mengandung senyawa flavonoid dan dapat digunakan sebagai obat, di antaranya sebagai antibakteri dan antioksidan. Ekstraksi senyawa dalam tanaman, salah satunya dipengaruhi oleh jenis pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis pelarut terhadap kadar flavonoid total pada batang kecombrang. Batang kecombrang diekstraksi menggunakan metanol, etanol 70% dan etanol 96%. Analisis flavonoid secara kualitatif dilakukan menggunakan uji reaksi warna dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) serta analisis kuantitatif dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji flavonoid secara kualitatif menunjukkan bahwa semua ekstrak batang kecombrang positif mengandung flavonoid ditandai dengan perubahan warna menjadi kuning-jingga dan hasil KLT menunjukkan bahwa semua ekstrak positif mengandung flavonoid ditandai dengan fluorosensi biru muda di bawah sinar UV 366 nm dengan nilai Rf rentang 0,62-0,66. Hasil penetapan kadar flavonoid total pada ekstrak metanol yaitu 12,14 mgQE/g, etanol 70% yaitu 13,55 mgQE/g dan etanol 96% yaitu 21,77 mgQE/g. Analisis statistik one way ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan jenis pelarut mempengaruhi kadar flavonoid total batang kecombrang secara signifikan dengan nilai p<0,05. Kadar flavonoid total tertinggi pada batang kecombrang terdapat pada ekstrak etanol 96%. Kata kunci: Batang kecombrang. Etlingera elatior. Flavonoid total. Perbedaan pelarut. Spektrofotometer UV- Vis ABSTRACT Kecombrang stem (Etlingera elatio. contains flavonoid compounds and can be used as a medicine, an antibacterial, and an antioxidant. Several factors influence the extraction compounds in plants, one of which is the type of solvent. This study aimed to determine the effect of different solvents on the total flavonoid content in kecombrang stems. Kecombrang stems were extracted using methanol, 70% ethanol, and 96% ethanol. Qualitative flavonoid analysis was carried out using color reagents and thin-layer chromatography (TLC), and quantitative analysis was carried out using a UV-Vis spectrophotometer. The results of the qualitative flavonoid test showed that all kecombrang stem extracts were positive for flavonoids, indicated by a color change to yellow-orange, and the TLC results showed that all extracts were positive for flavonoids, indicated by light blue fluorescence under UV light 366 nm, with an Rf value range of 0. The results Syilvi Adini, dkk | 96 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 96-106 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 of determining total flavonoid levels in methanol extract were 12. 14 mgQE/g, 70% ethanol was 13. 55 mgQE/g, and 96% ethanol was 21. 77 mgQE/g. One-way ANOVA statistical analysis showed that differences in solvent types significantly affected the total flavonoid levels of kecombrang stems, with a p value <0. The highest flavonoid levels in kecombrang stems were found in 96% ethanol extract. Keywords: Kecombrang stem. Etlingera elatior. Flavonoid total. Solvent variation. UV-Vis spectrophotometer sehingga lebih mudah diekstraksi PENDAHULUAN Kecombrang (Etlingera elatio. menggunakan pelarut polar seperti merupakan tumbuhan yang termasuk etanol, metanol dan air (Fauziyah et dalam keluarga Zingibiraceae dan , 2. Efektivitas proses ekstraksi tersebar cukup luas di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kelarutan (Maimulyanti senyawa dalam pelarut. Jenis pelarut Kecombrang secara empiris telah merupakan salah satu faktor penting yang dapat menentukan kemampuan tradisional (Marzlan et al. , 2. pelarut menarik senyawa aktif dari Bagian kecombrang yang banyak digunakan salah satunya adalah pada mempengaruhi kadar senyawa yang bagian batang. Batang kecombrang tersari (Wulandari et al. , 2. Prihadi. Beberapa demam, antibakteri dan antioksidan pelarut dapat mempengaruhi kadar (Saudah et al. , 2. Senyawa senyawa dari tumbuhan. Misalnya, metabolit sekunder yang terkandung Sulaiman et al. , menunjukkan alkaloid, tanin, saponin dan flavonoid (Resna et al. , 2. Flavonoid merupakan salah satu Penelitian lain pada ditemukan pada tumbuhan (Hanani. Zanthoxylum Senyawa ini bersifat polar karena tersusun atas gugus hidroksil. Syilvi Adini, dkk | 97 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 96-106 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 kadar flavonoid total (Cheng et al. Pakis. Desa Sukalangu. Kecamatan Saketi. Kabupaten Pandeglang. Meskipun berbagai penelitian kuersetin (Sigma Aldric. , plat KLT telah menunjukkan bahwa perbedaan GF254 (Merc. , etanol 70% teknis jenis pelarut berpengaruh terahadap (Merc. , kadar flavonoid total, namun hingga (Pentaza Multi Kary. , etanol 96% saat ini belum terdapat laporan ilmiah teknis (Pentaza Multi Kary. , metanol yang mengkaji pengaruh perbedaan pro analisis . (Merc. , natrium jenis pelarut terhadap kadar flavonoid asetat (Merc. , n-heksan (Merc. , total pada bagian batang kecombrang. Ekstraksi Batang Kecombrang Dengan Metanol Sebanyak 250 gram simplisia penting dilakukan untuk mengetahui jenis pelarut yang paling efektif menggunakan pelarut metanol, etanol dalam menghasilkan kadar flavonoid 70%, dan etanol 96% dengan metode tertinggi dari batang kecombrang, maserasi kinetik perbandingan 1:10 selama 2 jam. Hasil ekstraksi disaring dan dipekatkan menggunakan rotary rendemen ekstrak yang didapatkan. METODE PENELITIAN Uji Kualititaif Rekasi Warna Alat dan Bahan Dimasukkan sebanyak 1 ml Alat-alat yang digunakan dalam ekstrak metanol, etanol 70% batang penelitian ini meliputi alat gelas kecombrang, dan etanol 96% ke (Pyre. , analitik (Fujitsu FS-AR . , hot plate ditambahkan 4 tetes HCl pekat dan 6 (Maspio. , rotary evaporator (IKA). Lampu UV (CAMAG UV), dan perlakuan dilakukan secara triplo. Spektrofotometer Perubahan warna menjadi kuning. UV- Vis (Shimadz. Batang kecombrang (Etlingera elatio. yang terdapat di Kampung Setiap jingga, atau merah menunjukkan sampel positif flavonoid (Oktavia & Sutoyo, 2. Syilvi Adini, dkk | 98 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 96-106 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Uji Kromatografi Lapis Tipis selama 30 menit. Setiap perlakuan Ekstrak metanol, etanol 70%, dan etanol 96% batang kecombrang memperoleh data yang valid secara dianalisis menggunakan KLT dengan fase diam silika gel dan fase gerak n- Sebelum dilakukan kadar flavonoid heksan : metanol : air . :25:. Masing-masing pada lempeng KLT lalu dikeringkan. Lempeng KLT dimasukkan dalam absorbansi larutan standar kuersetin chamber yang telah berisi fase gerak (Nurlinda UV-Vis Bercak yang terbentuk diamati di bawah sinar UV 254 dan (Matsuzaki Fangohoy et al. , 2. 366 nm, serta bercak noda dideteksi dan didapatkan maks 428 nm. menggunakan uap amonia Selanjutnya memastikan kandungan flavonoid di dianalisis pada maks tersebut dan dalamnya (Nurhasanah & Gultom, dihitung kadar total flavonoid dengan Setelah itu, dihitung nilai rumus sebagai berikut (Erwin et al. Rfnya. Analisis Kadar Flavonoid Total Ekstrak metanol, etanol 70%, dan etanol 96% batang kecombrang serta kuersetin dibuat konsentrasi metanol p. Kemudian dibuat seri yayc . ycO ycu yaycE yco C =Total Flavonoid . g QE/g Cq = konsentrasi sampel . g/L) konsentrasi menjadi 20, 40, 60, 80 V = Volume ekstrak (L) dan 100 ppm. Masing-masing larutan m = Berat ekstrak . uji ditambahkan 1,5 mL metanol, 0,1 mL AlCl3 10%, 0,5 mL natrium asetat 1 M dan 2,8 mL akuades. Larutan diinkubasi pada suhu kamar Analisis Data Data penetapan kadar flavonoid Syilvi Adini, dkk | 99 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 96-106 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 SPSS One Way ANOVA. kecombrang (Etlingera elatio. Proses HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil kecombrang dilakukan menggunakan yang dilakukan di Fakultas Sains dan Teknologi etanol 70%, dan etanol 96%. Metode Ahmad Terapan Dahlan Universitas 008/Lab. Bio/B/I/2024, menunjukkah prosesnya tidak membutuhkan waktu bahwa tumbuhan kecombrang yang yang lama. Pemilihan pelarut-pelarut diambil dari Kampung Pakis. Desa polar pada penelitian ini berdasarkan Sukalangu. Saketi, pada polaritas senyawa flavonoid Kabupaten Pandeglang adalah benar yang dapat terlarut pada pelarut polar. Kecamatan Tabel 1. Hasil Pengaruh Perbedaan Pelarut terhadap Rendemen Ekstrak Batang Kecombrang Sampel Berat simplisia . Berat ekstrak . Rendemen ekstrak (%) Metanol Etanol 70% Etanol 96% Berdasarkan Tabel menggunakan uji reaksi warna pada ekstrak metanol, etanol 70%, dan etanol 96% menunjukkan bahwa semua ekstrak positif mengandung tertinggi terdapat pada ekstrak etanol flavonoid setelah ditambahkan HCl 70% yaitu 9,14%, sedangkan pada dan pita magnesium, hasil yang ekstrak etanol 96% yaitu 5,37% dan metanol yaitu 3,05%. Semakin tinggi mengalami perubahan warna menjadi nilai rendemen ekstrak menunjukkan kuning-jingga pada masing-masing semakin besar senyawa yang tersari. sampel (Tabel . Hasil Nilai Syilvi Adini, dkk | 100 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 96-106 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Tabel 2. Hasil Analisis Senyawa Flavonoid dengan Uji Reaksi Warna Jenis ekstrak Hasil Metanol Positif Etanol 70% Positif Terbentuk warna Etanol 96% Positif Terbentuk warna Analisis Keterangan Terbentuk warna Hal tersebut terjadi karena Berdasarkan membentuk garam dan semacam Gambar 1, hasil analisis senyawa struktur pada cincin B, sehingga flavonoid didapatkan nilai Rf pada ikatan rangkap terkonjugasi menjadi ekstrak metanol 0,62, ekstrak etanol lebih panjang dan intensitas warna 70% 0,64, dan ekstrak etanol 96% 0,66 yang positif senyawa flavonoid Dingga, 2. Gambar KLT. ditandai dengan terbentuk fluorosensi (Ladeska Analisis kadar flavonoid total biru muda di bawah sinar UV 366 Menurut Hanani . Spektrofotometer UV-Vis. Senyawa pembanding yang digunakan adalah berfluorosensi biru muda di bawah Kuersetin sinar UV 366nm. Bercak noda pada flavonol yang tersebar luas pada KLT dipertegas dengan pemberian uap Hasil menunjukkan bahwa kuersetin memiliki gugus keto yang intesitas warna bercak noda pada terdapat pada atom C dan gugus masing-masing ekstrak mengalami hidroksil pada atom C3 atau C5 sehingga dapat membentuk ikatan kompleks dengan AlCl3 (Ipandi et al. Syilvi Adini, dkk | 101 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 96-106 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Hasil pembacaan larutan seri dan nilai absorbansi. Berdasarkan Tabel 3, kadar flavonoid tertinggi terdapat pada ekstrak etanol 96% yaitu 21,77 mgQE/g, kemudian pada linear yang akan digunakan untuk ekstrak etanol 70% yaitu 13,55 menghitung konsentrasi dari masing- mgQE/g dan ekstrak metanol yaitu masing sampel uji (Gambar . 12,14% mgQE/g. Hasil analisis SPSS Gambar One Way ANOVA persamaan regresi linear y=0,0101x- 0711, dan koefisien korelasi . adalah 0,9921. Kurva kalibrasi linear flavonoid total yang signifikan pada ditunjukkan oleh nilai r yang dekat dengan angka 1, dan ada hubungan p<0,05. pelarut mempengaruhi kadar kecombrang dengan nilai antara konsentrasi larutan kuersetin Sinar UV 254 nm Sinar UV 366 nm Uap amonia Gambar 1. Hasil analisis senyawa flavonoid dengan KLT. ekstrak metanol. ekstrak etanol 70%. ekstrak etanol 96% Syilvi Adini, dkk | 102 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 96-106 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Absorbansi y = 0. 0101x - 0. r = 0. Konsentrasi Gambar 2. Kurva Kalibrasi Standar Kuersetin pada maks 428 nm Tabel 3. Pengaruh Perbedaan Jenis Pelarut Terhadap Kadar Flavonoid Total Batang Kecombrang Sampel Ekstrak metanol Ekstrak etanol 70% batang Ekstrak etanol 96% batang Replikasi Absorbansi Kadar Total Flavonoid . gQE/. Perbedaan kadar flavonoid Etanol ekstraksi yang paling optimal, yaitu dipengaruhi oleh perbedaan tingkat 21,79 mgQE/g. Tingginya kadar ini polaritas pelarut yang digunakan. diduga karena etanol 96% memiliki Rata-rata Kadar Flavonoid Total . gQE/. Syilvi Adini, dkk | 103 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Oktober 2025, 96-106 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 tingkat polaritas yang ideal untuk kelompok senyawa KESIMPULAN Berdasarkan dapat disimpulkan bahwa perbedaan Pelarut jenis pelarut berpengaruh signifikan terhadap kadar flavonoid total yang . endekati murn. bersifat semi- terdapat pada batang kecombrang polar hingga non-polar ringan, yang (P<0,. , efektif melarutkan jenis flavonoid flavonoid total tertinggi pada ekstrak yang relatif kurang polar seperti etanol 96% yaitu 21,77 mgQE/g. flavonol aglikon . isalnya kuerseti. yang sering mendominasi ekstrak Hal ini sejalan dengan penelitian Khoddami et al. dengan kadar etanol tinggi lebih Sebaliknya, metanol dan etanol 70% yang lebih polar dari etanol 96% cenderung lebih efektif melarutkan senyawa flavonoid yang glikosida atau senyawa fenolik polar Dengan kandungan flavonoid total batang kecombrang paling baik ditarik oleh pelarut dengan kepolaran yang lebih rendah . tanol 96%) dibandingkan metanol dan etanol 70% DAFTAR PUSTAKA