Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) HUBUNGAN KEBISAAN MENGKONSUMSI KOPI DENGAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS KAMONJI KOTA PALU Nurlela H Humolungo*1. Agnes Erlita Distriani Patade *2. Nelky Suriawanto*3 Ilmu Keperawatan Universitas Widya Nusantara nurlelaumolungo540@gmail. ABSTRAK Hipertensi, juga dikenal sebagai tingginya tekanan darah, ditandai dengan tingginya tekanan sistolik darah diatas 140 mmHg dan diastolic diatas dari 90 mmHg. Kebiasaan minum kopi pada lansia bisa menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Secara umum, minum kopi pada lansia sering kali dianggap sebagai bagian dari gaya hidup yang terintegrasi, dan beberapa penelitian telah mengeksplorasi manfaat dan risiko yang terkait dengan konsumsi kopi pada populasi lansia. Tujuan utama dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan kebiasaan mengkonsumsi kopi dengan penyakit hipertensi pada lansia di Puskesmas Kamonji Kota Palu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain observasional analitik dengan pendekatan crosectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang berada di Puskesmas Kamonji yang berjumlah 294 orang, dengan Teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah 75 orang Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dari 75 responden memiliki kebiasaan mengkonsumsi kopi rendah sebanyak 58 orang . 0%) dan yang memiliki penyakit hipertensi pada grade 1 sebanyak 27 orang . 0%), dengan menggunakan uji statistik rank spearman p-value = 0. 002 < 0. Dari penelitian ini yaitu ada hubungan kebiasaan mengkonsumsi kopi dengan penyakit hipertensi pada lansia di Puskesmas Kamonji. Dari penelitian ini diharapkan akan memberikan gambaran kepada Puskesmas Kamonji tentang hubungan kebiasaan mengonsumsi kopi dengan penyakit hipertensi pada lansia di Puskesmas tersebut. Kata Kunci : Kebiasaan Mengkonsumsi Kopi. Hipertensi. Lansia ABSTRACT Hypertension, also known as high blood pressure with characterized by a systolic blood pressure is more than 140 mmHg and a diastolic pressure is more than 90 mmHg. Coffee drinking habits toward elderly become an interesting topic to discuss. In general, coffee drinking in older adults is often considered part of an integrated lifestyle, and several studies have explored the benefits and risks associated with coffee consumption for their The main goal of this study was to analyze the correlation between coffee consumption habits and hypertensive disease toward elderly at Kamonji Public Health Centre. Palu. The type of research is quantitative with an analytical observational design with a cross-sectional approach. The total of population in this study was 294 elderly people at the Kamonji Health Centre, and total of sample was 75 respondents that taken by purposive sampling technique. The results showed that among of 75 respondents, about 58 people . 0%) had low coffee consumption habits and 27 people . 0%) with grade 1 of hypertension, by using the spearman rank statistical test p-value = 0. 002 <0. it mentioned that there is a correlation between coffee consumption habits and hypertension toward elderly at Kamonji Public Health Centre. By this study it expected that need provide an overview to the Kamonji Public Health Centre management about the correlation between coffee consumption habits and hypertension toward elderly at the Public Health Centre. Keywords: Coffee Consumption Habits. Hypertension. Elderly Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) kejadian stroke pada individu berusia 15 tahun PENDAHULUAN Hipertensi mengacu pada pengertian ke atas adalah 7 %, dan prevalensi penyakit mengenai naiknya tekanan darah mencapai 90 Mengalami mmHg bahkan bisa lebih tinggi lagi untuk peningkatan pada tahun 2018 dengan prevalensi diastole sedangkan pada tekanan sistolik adalah obesitas pada individu berusia di atas 18 tahun diatas dari 140 mmHg. Sepanjang hari, secara meningkat menjadi 21,8 %, angka merokok pada alami tekanan darah pada manusia akan menjadi individu berusia di bawah 18 tahun meningkat Namun Jika tekanan darah tinggi menjadi 9,1 %, jumlah stroke pada individu tidak turun, maka bisa menimbulkan komplikasi. berusia 15 tahun ke atas meningkat menjadi 10,9 Peningkatan tekanan darah ini memberikan %, dan prevalensi penyakit kronis meningkat tekanan pada sistem peredaran darah dan organ menjadi 3,8 % pada periode yang sama. Dengan yang bergantung pada suplai darah, seperti otak demikian, ada hubungan kompleks antara dan jantung (Manuntung, 2. hipertensi, obesitas, merokok, stroke, dan Tahun . , badan kesehatan dunia penyakit ginjal kronis. Penting untuk mengelola memberikan data informasi yang menyatakan faktor risiko ini secara efektif untuk mencegah bahwa terdapat individu yang berada di beberapa atau mengendalikan hipertensi dan mengurangi negara negara terkena penyakit tekanan darah risiko komplikasi yang terkait dengannya. Ini Hal ini menunjukkan bahwa diseluruh termasuk mengadopsi bentuk pola hidup yang negara bisa saja terdapat sepertiga orang yang sehat meliputi monitoring berat badan tubuh terkena penyakit hipertensi. Jumlah individu secara intensif, kemudian berhenti merokok atau yang menderita hipertensi secara massif menjadi tidak sama sekali, mengikuti pola makan sehat, dan rutin berolahraga, serta mengontrol tekanan diperkirakan terdapat 1,5 miliar individu yang darah secara teratur dengan bantuan profesional terkena tekanan darah tinggi dan juga sekitar 10,44 juta mengalami kematian yang disebabkan Data dari Dinas Kesehatan Prov. Sulteng pada tahun 2022 ditemukan bahwa sepuluh jenis diperkirakan dapat terjadi pada tahun 2025 yang diagnosa medis penyakit masyarakat tidak akan datang. menular dan banyak menyerang lansia, dengan Pada tahun 2013. Riset kesesahatan dasar penyakit hipertensi yang paling banyak terjadi. mencatat bahwa ada kasus tekanan darah tinggi Penyakit ini menduduki peringkat pertama dari di Indonesia yang mencapai angka 34,1% pada tahun 2018 dimana pada tahun sebalumnya pada Di Sulawesi Tengah tercatat sekitar 2013 adalah 25,8%. Dengan kejadian prevalensi 34,1 % penderita hipertensi yang berjumlah obesitas pada individu berusia lebih dari 18 763 orang. Sedangkan untuk Kota tahun adalah 14,8 %, angka merokok pada usia Palu mempunyai jumlah kasus hipertensi yang di bawah 18 tahun adalah 7,2 %, dan jumlah Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) relatif tinggi, yaitu sekitar 6. 647 orang terkena penyakit tersebut. Kebiasaan minum kopi dapat berdampak negatif karena dapat menyebabkan asam di usus. Faktor- Faktor individual yang dapat Kopi juga merangsang sistem saraf pusat, menyebabkan hipertensi, seperti stres, usia, meningkatkan keasaman lambung, mempercepat genetik, ras, dan gendre sex, kurang sehatnya detak jantung, dan meningkatkan tekanan darah gaya hidup seseorang, merokok dan juga tinggi, serta menghambat absorpsi mineral meminum minuman yang mengandung alkohol, penting seperti kalsium, magnesium, fosfor, dan seperti konsumsi kopi oleh orang tua yang vitamin B kompleks ke dalam aliran darah. Kafein adalah zat yang ditemukan Akibatnya, keasaman ini dapat menyebabkan dalam kopi dan minuman energi lainnya. Kafein tekanan darah meningkat (Kristanto, 2. meningkatkan tekanan darah melalui ikatan Dampak fisik dari hipertensi antara lain adenosine dan memicu sistem saraf penyumbatan pembuluh darah, penyakit jantung simpatik (Sari F, et al. hipertrofi ventrikel. Kopi minuman yang sangat populer jantung kiri, gangguan pemicu arteriosklerosis dinikmati oleh semua kalangan, dianggap serebrovaskular dan koroner, dan merupakan sebagai minuman yang patut dinikmati sehari- penyebab utama kematian. Penderita hipertensi Kebiasaan ini tidak terbatas pada kelas juga mengalami dampak psikologis, seperti sosial tertentu, karena baik kelompok elit merasa hidup namun tidak berarti akibat maupun kelas menengah ke bawah, termasuk kelemahan dan sifat penyakit yang berkelanjutan. generasi muda dan orang tua juga ikut ambil Selain itu, peningkatan aliran darah ke otak dapat bagian di dalamnya. Semuanya dimulai dengan diperhatikan bahwa tekanan darah dapat lebih berdampak negatif pada hubungan sosial mereka. cepat meningkat disebabkan oleh meminum kopi Keengganan yang terlalu banyak dalam sehari mencapai akhirnya dapat menyebabkan ketidaknyamanan empat kali atau lebih. Faktanya, tekanan darah lebih lanjut dan berdampak negatif pada kualitas sistolik bisa meningkat kurang lebih 10 mmHg, hidup lansia penderita hipertensi (Prastika dan sedangkan tingkat tekanan darah diastolic bisa Siyam. naik sekitar 8 mmHg. Selain itu. Seringkali, kopi Ada dikaitkan sebagai faktor pemungkin terjadinya Salah satu aspek penting adalah penyakit jantung koroner, seperti peningkatan mengubah kebiasaan makan dan melakukan kadar kolesterol dan tekanan darah, karena aktivitas fisik secara teratur. Penting bagi setiap orang untuk menjaga pola makan seimbang dan Khususnya diyakini berkontribusi signifikan mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak terhadap berbagai penyakit, terutama hipertensi tidak jenuh, sekaligus memperbanyak asupan (Sihotang, 2. sayur dan buah. Selain itu, disarankan untuk Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) mengurangi konsumsi garam sehari menjadi 5 terhadap penyakit neurodegeneratif, penting gram, mengurangi konsumsi kopi untuk menjaga aliran darah tetap baik, dan berhenti merokok kondisi kesehatan individu, toleransi terhadap untuk mencegah kerusakan dinding arteri kafein, dan potensi risiko kesehatan lainnya. (Bistara. , dan Kartini. Konsultasikan dengan dokter atau ahli Kesehatan faktor-faktor Penelitian dari Warni et al. tentang jika ingin memutuskan untuk meminum kopi hubungan mengonsumsi kopi dengan kejadian maupun minuman berkafein lainnya, terutama hipertensi yang dilakukan pada tahun 2018 di jika ada kekhawatiran tentang dampaknya pada Puskesmas kesehatan (Kaisar. Murni Kab. Tulang Bawang, ditemukan hasil bahwa terdapat hubungan Pengambilan data awal yang dilakukan signifikan antara kedua variable dengan nilai peneliti di PKM Kamonji dihari Jumat 16 hasil atau p value adalah 0,000 dan rasio sebesar Februari 2024, diketahui bahwa pada tahun 2023 5,917. Maka dari itu kesimpulan dari penelitian terdapat total 294 lansia penderita hipertensi tersebut yaitu terdapat hubungan konsumsi kopi yang mencakup 158 pria dan 136 wanita. Hasil dengan hipertensi pada lansia. wawancara dari 4 lansia tentang kebiasaan Sedangkan Peneliti minum kopi dengan peningkatan tekanan darah dilakukan oleh Melizza . terbukti bahwa di tinggi, diperoleh informasi ada 3 lansia yang Puskesmas Dow Kabupaten Malang terdapat mengonsumsi kopi saat menderita hipertensi, dan hubungan antara minum kopi dan tekanan darah terdapat 1 lansia yang mengonsumsi kopi tetapi pasien yang mendapatkan nilai signifikansi tidak menderita hipertensi. Alasan dari 3 lansia adalah 0,010 dan Koefisien . pada rentang yang mempunyai kebiasaan mengkonsumsi kopi karena kopi dapat membangkitkan suasana hati memperlihatkan hasil bahwa terdapat hubungan mereka dan meningkatkan semangat serta sudah erat antara kedua variable yang diteliti, yaitu - menjadi minuman favorit bagi lansia, dan ada 1 0,599, atau 0,424. Koefisien korelasi penelitian lansia yang tidak suka mengonsumsi kopi menunjukkan bahwa hasilnya positif. 0,40, Kebiasaan minum kopi pada lansia bisa menyebabkan sakit maag, dan mengganggu tidur. menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Secara umum, minum kopi pada lansia sering kali dianggap sebagai bagian dari gaya hidup METODE PENELITIAN Penelitian yang terintegrasi, dan beberapa penelitian telah observasional analitik dengan pendekatan mengeksplorasi manfaat dan risiko yang terkait cross-sectional. Tujuan dari desain ini adalah dengan konsumsi kopi pada populasi lansia. Oleh untuk menemukan hubungan antara variabel karena itu, sementara minum kopi dalam jumlah yang diteliti. menghitung variabel bebas moderat mungkin bermanfaat bagi sebagian . ebiasaan lansia dalam hal kognisi dan perlindungan Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) . 3%), (Notoatmodjo, 2. berdasarkan tingkat pendidikan yang paling HASIL banyak ditemukan pada kategori SMP dengan Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 05 sampai dengan 10 Juli 2024 di UPTD Puskesmas Kamonji Kota Palu. Tabel 1 Distribusi suku yang paling banyak ditemukan pada kategori suku kaili dengan jumlah 61 orang . 3%), selanjutnya berdasarkan pekerjaan Karakteristik Responden jumlah 33 orang . 0%), berdasarkan kategori Puskesmas Kamonji Kota Palu yang paling banyak ditemukan pada kategori nelayan dengan jumlah 25 orang . 3%). Tabel 2 Distribusi Frekuensi Kebiasaan Karakteristik Frekuensi Persentase Mengkonsumsi Kopi pada Lansia (%) di Puskesmas Kamonji Kota Palu Usia Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Pendidikan SMA SMP Suku Bugis Kaili Profesi Buru Guru Irt Nelayan Operator gas Pedagang Pensiunan Petani Wiraswasta Sumber Data Primer 2024. Frekusnsi . Persentase (%) Sumber Data Primer 2024. Dari tabel 2 tersebut diatas dapat dilihat bahwa dari total 75 orang terdapat banyak lansia yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi kopi pada kategori sedang sebanyak 58 orang . 3%), kategori rendah sebanyak 14 orang Pada Tabel 1 diatas menjelaskan dari 75 orang responden dengan karakteristik kategori umur paling banyak ditemukan pada kategori usia 60-69 tahun dengan jumlah 57 orang . ,0%), berdasarkan kategori jenis kelamin responden ditemukan pada kategori lelaki Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Kebiasaan Rendah Sedang Tinggi Total . 7%), dan 3 orang kategori tinggi . 0%). Tabel 3 Distribusi Frekuensi Dengan Penyakit Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Kamonji Kota Palu Penyakit Grade 1 Grade 2 Grade 3 Normal Total Frekuensi . Persentasi (%) Dari table 3 diatas dapat dilihat lansia dengan Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) ditemukan pada kategori grade 1 sebanyak sebanyak 58 orang . 3%), kategori rendah 23 orang . 7%), kategori grade 2 dengan sebanyak 14 orang . 7%), dan 3 orang jumlah 27 responden . ,0%), sedangkan kategori tinggi . 0%). kategori grade 3 terdapat 4 responden . 3%), Peneliti berasumsi hasil yang dan kategori normal sebanyak 21 orang menunjukkan bahwa banyaknya lansia . Kebiasaan Mengkonsumsi Kopi Penyakit responden bekerja sebagai nelayan yang Tekanan Tinggi Puskesmas sering bekerja pada malam hari sehingga Darah Kamonji Kota Palu Total Sumber Data Primer 2024. mengurangi rasa kantuk ketika bekerja. Kebiasaan Mengkonsumsi Kopi Penyakit Hipertensi Hubungan Tabel Kandungan yang terdapat pada kopi r = 0,360 p = 0,002 n = 75 mengurangi rasa kantuk, dan responden Hasil analisis bivariat menggunkan uji spearman rank diperoleh hasil p adalah 0,002 kurang dari nilai ketetapan 0,05 sehingga dapat setelah minum kopi. dikatakan adanya keterkaitan antara kebiasaan mengkonsumsi kopi dan juga penyakit tekanan darah tinggi di Puskesmas kamonji. Koefisien korelasi . dengan nilai r = 0,360 menunjukan Berdasarkan dilakukan oleh (Aminuddin. Inkasari and Nopriyanto, 2. penilitiannya di hasilkan dalam korelasi adalah nilai positif maka kebiasaan mengkonsumsi kopi dengan mengkonsumsi kopi dalam kategori penyakit hipertensi di Puskesmas Kamonji Kota sering yaitu sebanyak >1 kali/hari. Palu memiliki hubungan searah. Masyarakat dalam penelitian tersebut hubungan sangat kuat . ,76 Ae 0,. Nilai yang PEMBAHASAN Lansia Di Puskesmas Kamonji menghilangkan rasa kantuk ataupun Dari tabel 2 tersebut diatas dapat dilihat bahwa dari total 75 orang responden dalam penelitian ini terdapat banyak lansia yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi Vol. 10 No. 1 Juni 2025 kopi merupakan salah satu cara untuk Kebiasaan Mengkonsumsi Kopi Pada kopi pada kategori konsumsi Mereka bahwa ketika tidak mengkonsumsi kopi Berdasarakan penelitian yang dilakukan oleh Kristanto. pada warga Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) Ngringo Dimana didapatkan bahwa mengkonsumsi kopi demikian akan memperbaiki kualitas tidur dan istirahatnya. cangkir/hari. Penelitian dikarenakan pada usia dewasa untuk sebelumnya oleh (Indriani, dkk 2. konsumsi kafein adalah 200-300 mg Dimana dalam sehari atau dapat dikatakan setara dengan 2 sampai dengan 4 cangkir yang kafein merupakan komponen utama diminum dalam batas sehari oleh lansia. dalam kopi, dapat mengganggu tidur Teori yang dikemukakan oleh para ahli bahwa suatu bentuk kebiasaan dibutuhkan untuk tertidur, mengurangi mengkonsumsi kopi adalah perilaku durasi tidur total, dan menurunkan atau kebiasaan yang sering dilakukan. kualitas tidur, terutama jika dikonsumsi Umumnya jenis kegiatan ini sudah pada waktu yang dekat dengan jam tidur. dilakukan semenjak mereka masih kecil Lansia, yang cenderung lebih sensitif dan bahkan hingga dewasa seperti terhadap efek kafein, lebih terpengaruh sekarang ini. Ada banyak hal yang oleh konsumsi kopi, bahkan dalam cukup berpengaruh pada kebiasaan jumlah yang lebih kecil. mengkonsumsi kopi seperti pengalaman Teori dalam melakukan pergaulan, umur dan (Wahyuni, 2. bahwa seseorang akan juga ingkungan yang mempengaruhinya (Warni dan Agata, 2. apabila mereka dapat meyakini hasil Kesehatan Peneliti berasumsi untuk kategori tersebut akan bertahan dalam bentuk konsumsi kopi Tingkat rendah pada situasi dan kebaikan tertentu, bahwa kondisi tersebut serius, bahwa manfaat disebabkan oleh karena dari hasil dari tindakan pencegahan lebih besar dari pada hambatannya, dan bahwa mengkonsumsi kopi hanya 1-2 cangkir mereka mampu melakukan tindakan setiap hari dan juga lansia mengatakan Lansia yang mengonsumsi ketika mereka mengkonsumsi kopi kopi dalam jumlah rendah mungkin mereka mengalami kesulitan untuk tidur percaya bahwa mereka rentan terhadap dimalam hari setelah minum kopi, efek negatif kafein, seperti peningkatan risiko hipertensi, gangguan tidur, atau Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) masalah pencernaan, yang lebih umum dengan konsumsi kafein berlebihan, pada kelompok usia ini. Keyakinan seperti hipertensi dan gangguan tidur. bahwa risiko ini serius dan bahwa (Kaisar. bahwa kebiasaan mencegahnya mendorong mereka untuk mengkonsumsi kopi pada lansia bisa mengadopsi kebiasaan minum kopi menjadi topik yang menarik untuk dalam jumlah rendah. Secara umum, minum kopi Peneliti Teori pada lansia sering kali dianggap sebagai responden lansia dalam penelitian ini bagian dari gaya hidup yang terintegrasi, yang meminum kopi dalam golongan frekuensi minum kopi yang tinggi dapat mengeksplorasi manfaat dan risiko yang terkait dengan konsumsi kopi pada karena lansia dengan frekuensi minum sampai 5 gelas dalam sehari sudah sementara minum kopi dalam jumlah meruipakan suatu kebiasaan sudah ada sejak lama, ini membuat sulit bagi sebagian lansia dalam hal kognisi dan mereka untuk mengubah kebiasaan ini meskipun mereka menyadari bahwa faktor-faktor membahayakn kesehatan mereka. Berdasarkan terhadap kafein, dan potensi risiko (Kristanto, kesehatan lainnya. bertahun-tahun. Konsumsi kopi dalam jumlah besar mungkin menjadi bagian dari rutinitas harian mereka yang sudah melekat, sehingga menurunkan motivasi untuk mengurangi konsumsi, bahkan ketika mereka mengetahui risiko yang terkait Vol. 10 No. 1 Juni 2025 konsumsi kafein, sering kali sulit diubah, terutama kebiasaan yang melibatkan Oleh kondisi kesehatan individu, toleransi menunjukkan bahwa kebiasaan yang Penyakit Hipertensi Pada Lansia di PKM Kamonji Dari table 3 diatas dapat dilihat lansia dengan tekanan darah tinggi paling terbesar ditemukan pada kategori grade 1 sebanyak 23 orang . 7%), kategori grade 2 dengan jumlah 27 responden . ,0%), sedangkan kategori grade 3 terdapat 4 responden . 3%), dan kategori normal sebanyak 21 orang Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) . 0%). Peneliti berasumsi bahwa dari (Sari. Zulfitri. dan Nopriadi 75 orang lansia, sebagian besar yang mengalami penyakit hipertensi pada kategori grade 2 karena disebabkan responden tidaklah sama ukurannya beberapa faktor seperti usia, gaya hidup karena terdapat beberapa faktor yang yang tidak sehat, riwayat keluarga atau cukup berpengaruh dalam peningkatan keturunan, tingginya garam, stres, dan konsumsi kafein yang kegemukan gaya hidup asupan garam genetik dan juga konsumsi alkohol serta Asumsi Peneliti kafein maupun mengkonsumsi kopi- penelitian Bistara 2018, bahwa faktor Di mana peningkatan tekanan usia adalah penyebab utama hipertensi karena perubahan struktur yang terjadi beberapa faktor lain dan yang paling pada pembuluh darah besar seiring sering berpengaruh adalah faktor jenis bertambahnya usia, yang menyebabkan genetik atau hereditas serta usia di mana tekanan darah sistolik meningkat dan penyempitan pembuluh darah. Asumsi peneliti didukung juga oleh penelitian beberapa efek dari zat kafein dan juga Poniyah kopi yang dapat menimbulkan adanya Simanullang penyakit tekanan darah tinggi ini dapat disebabkan oleh rendahnya pengetahuan seseorang sehingga meskipun banyak dan juga minimnya informasi yang penelitian mengenai hubungan antara minum kopi dengan tekanan darah dapat penyakit tekanan darah tinggi ini yang dilakukan kembali peninjauan mengenai mengapa secara spesifik dosis atau disebabkan oleh factor budaya. Dimana takaran kopi yang tidak sesuai dengan pada budaya tertentu memiliki jenis makanan-makanan yang memiliki kadar dipertanyakan sehingga mengakibatkan lemak, garam yang tinggi serta adanya peningkatan tekanan darah (Sihotang, responden dengan kebiasaan merokok Peneliti berasumsi bahwa lansia yang Tingkat Pendidikan yang mereka miliki. mengalami penyakit hipertensi pada kategori grade 1, dikarena beberapa Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) pergeseran bentuk pola hidup sehat gaya hidup berkaitan dengan persepsi Dimana terjadi penurunan aktivitas fisik, pengaturan pola makan yang tidak manfaat perubahan, dan kemampuan mereka untuk melakukan perubahan jumlah banyak serta merokok juga akan Lansia dengan hipertensi dapat sangat berdampak pada peningkatan termotivasi untuk membuat perubahan tekanan darah oleh karenanya maka gaya hidup jika mereka menyadari risiko Upaya yang lebih besar dari perkembangan Jika mereka percaya bahwa dengan berolahraga dan juga perilaku tekanan darah pada seseorang. Asumsi Peneliti diet sehat juga akan dapat mengurangi (Febriyona et al, 2. menunjukkan risiko tersebut, mereka lebih mungkin untuk mengambil tindakan. perubahan gaya hidup, seperti diet Peneliti berasumsi bahwa lansia yang rendah garam, peningkatan aktivitas mengalami penyakit hipertensi pada fisik, dan pengurangan stres, dapat kategori grade 3 karena disebabkan oleh membantu menurunkan tekanan darah beberapa faktor seperti, faktor genetic dan mencegah perburukan hipertensi. aktor Upaya pencegahan dan pengelolaan, garam berlebihan, stress dan kebiasaan baik melalui modifikasi gaya hidup hidup yang tidak sehat. Hal tersebut bisa memiliki pengaruh terhadap beberapa penting untuk mengurangi dampak Agar meliputi stroke, jantung coroner dan hipertensi di populasi ini sangatlah diperlukan banyak penelitian-penelitian penyakit-penyakit kondisi kesehatan seseorang. Asumsi lain secara lebih spesifik lagi dan juga (Andri, dkk 2. yang didalam hasil strategi pencegahan yang lebih efektif. Teori ini dikemukakan oleh (Rona ditemukan beberapa faktor utama yang Sari Mahaji Putri, 2. bahwa motivasi hipetensi pada kategori grade 3 dikarena seseorang untuk melakukan perubahan oleh konsumsi garam yang berlebihan. Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) dan kebiasaan hidup yang tidak sehat. daerah arteri akan rusak. Kerusakan ini Hal ini yang dapat meningkatkan risiko hipertensi berat, yang berdampak pada komplikasi lain yang cukup serius pembuluh darah, dan meningkatkan meliputi penyakit lain seperti stroke, risiko pembekuan darah. Kerusakan penyakit pada organ ginjal. Faktor arteri koroner dan otak berhubungan genetic membuat individu lebih rentan terhadap hipertensi. Adapun konsumsi jantung dan stroke. Dengan tekanan garam yang sangat banyak juga akan meningkatkan tekanan darah dan juga serangan jantung, dan stroke meningkat. Perilaku dan pola hidup yang tidak sehat Penanganan medis segera diperlukan menurunnya kegiatan fisik, merokok untuk mengurangi tekanan darah dan memperburuk kondisi penyakit yang diderita ini. Asumsi (Purwono et al. , 2. Peneliti berasumsi bahwa lansia yang Peneliti mengalami penyakit hipertensi pada (Andri. Padila and Sugiharno, 2. kategori normal, karena lansia yang bahwa lansia dengan hipertensi grade 3 mengkonsumsi makanan yang sehat, menghadapi risiko yang sangat tinggi rajin beraktivitas dan tidak mengalami untuk komplikasi kardiovaskular serius, menunjukkan bahwa hampir seperti serangan jantung dan stroke, serta memerlukan intervensi medis mengalami hipertensi. Rusaknya pembuluh darah juga Peneliti diseabbkan oleh tingginya tekanan Rahmawati R . telah menunjukkan bahwa faktor gaya hidup, bagaimana memanajemen stress, kegiatan fisik pendekatan pengelolaan yang agresif yang teratur, dan pola hidup yang sehat, dan pengawasan ketat untuk mencegah dan tidak merokok akan membantu dampak kesehatan yang lebih serius. Hipertensi tekanan darah yang sangat tinggi, bertambahnya usia. Lansia yang berhasil kemudian pada jantung dan juga dinding mempertahankan tekanan darah normal Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) mungkin memiliki kebiasaan gaya hidup yang lebih sehat atau mungkin memiliki ditunjukkan dalam Tabel 4. Peneliti faktor genetik yang melindungi mereka berasumsi bahwa lansia yang sering dari hipertensi. minum kopi termasuk dalam kategori Teori ini berfokus pada pencegahan awal penyakit melalui intervensi gaya mengkonsumsi kopi sebanyak 3-4 cangkir hidup sebelum penyakit berkembang. setiap hari, dengan konsumsi kopi pada Dalam konteks hipertensi, menerapkan tingkat ini akan mempengaruhi tekanan hidup sehat sebelum terjadi darah yang dimiliki oleh lansia dengan peningkatan tekanan darah adalah kunci sangat signifikan, yang berkontribusi untuk mencegah hipertensi. Dengan terhadap penyakit hipertensi grade 2. Ini tidak merokok, berolahraga dengan bisa disebabkan oleh efek stimulan kafein baik, pola makan yang sangat sehat, memanajemen stress akan memiliki terutama pada individu yang sudah memiliki kecenderungan untuk hipertensi. mempertahankan tekanan darah normal dan lansia yang mengkonsumsi kopi dan mencegah perkembangan hipertensi rendah hanya mengkonsumsi sebanyak 1- (Zainiah et al 2. 2 cangkir setiap hari, sehingga dari hasil Hubungan Kebiiasaan Mengkonsumsi Kopi dengan Penyakit Hipertensi pada Lansia di Puskesmas Kamonji. Berdasarkan bivariat menggunkan uji spearman rank diperoleh hasil p adalah 0,002 kurang dari nilai ketetapan 0,05 sehingga dapat kebiasaan mengkonsumsi kopi dan juga Puskesmas kamonji. Sebagian besar kebiasaan dalam mengkonsumsi kopi Vol. 10 No. 1 Juni 2025 hipertensi grade 1, lansia yang konsumsi dibandingkan dengan konsumsi sedang atau tinggi. Lansia dalam kelompok ini hipertensi, tetapi pada tingkat yang lebih Dan lansia yang mengonsumsi mengonsumsi lebih dari 5 cangkir dalam sehari dan didapatkan hasil pemeriksaan tekanan darah yang mengarah pada hipertensi grade 3. Konsumsi kopi dalam Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) yang diperoleh hasil adanya nilai b value tekanan darah drastis, yang menggunakan uji analisis dengan tingkat berpotensi menyebabkan hipertensi berat. kemaknaan 0,05 diperoleh hasil 0,00 yang Hal ini sebagian besar disebabkan oleh memiliki arti adanya hubungan kebiasaan kombinasi efek kafein yang berlebihan antara meminum kopi dengan tingkat kejadian tekanan darah tinggi pada pasien Asumsi di wilayah kerja puskesmas Gresik pada bulan Februari 2019 penelitian Monicus. R . setiap (Yundika. Khairani dan Martina responden yang mengkonsumsi kopi 2. mengatakan bahwa mengkonsumsi hampir setiap hari. Bahkan frekuensi kopi adalah kebiasaan Masyarakat yang konsumsinya berbeda. Hal ini yang dapat tidak dapat dihilangkan oleh penderita menyebabkan konsumsi kopi sangat Sehingga bagi orang yang berbahaya bagi lansia penderita hipertensi sudah menderita hipertensi mereka tidak bisa menghilangkan kebiasaan tersebut. memiliki kandungan kafein yang dapat Mereka harus tetap mengkonsumsi kopi meningkatkan tekanan darah. Penelitian Melizza. et al . mendukung Menurut asumsi peneliti dimana ditemukan bahwa dalam mengkonsumsi kopi adalah suatu bentuk hal yang sudah biasa dilakukan mengkonsumsi di Sebagian orang sudah oleh lansia, dimana pasien biasanya menjadi kewajiban, beberapa responden melakukan aktivitas pada kondisi pagi mengkonsumsi kopi mereka akan merasa Namun, ada juga lansia yang pusing atau bahkan tidak semangat dalam mengkonsumsi kopi pada sore hari setelah selesai melakukan aktivitas. Penelitian penelitian yang dilakukan oleh Rita Rahmawati meneliti tentang bagaimana hubungan antara kebiasaan dalam meminum kopi dengan penyakit tekanan darah tinggi Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilkmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal ) KESIMPULAN DAN SARAN Melalui pembahasan tersebut diatas maka dapat di Tarik Kesimpulan Teridentifikasi Kebiasaan Mengkonsumsi Kopi Pada Lansia Di Puskemas Kamonji, dengan hasil yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi kopi lebih banyak pada kategori Teridentifikasi Penyakit Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Kamonji, hipertensi yang paling banyak terdapat pada kategori grade 1. Teranalisis mengkonsumsi kopi dengan kejadian peningkatan tekanan darah menjadi (Hipertens. Puskesmas Kamonji, didapatkan Hasil menggunakan uji rank spearman di dapatkan nilai hasil p adalaah 0,002 lebih kecil dari 0,05 maka berdasarkan keterangan hasil tersebut yang sangat kuat maka dapat diterima hipotesis alternatif (H. sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang cukup signifikan antara kebiasaan konsumsi hipertensi pada lansia di Puskesmas Kamonji. Vol. 10 No. 1 Juni 2025 REFERENSI